STRATEGI BELAJAR KOOPERATIF STAD MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR PKN MATERI NILAI-NILAI SUMPAH PEMUDA
PADA SISWA KELAS III DI SDN 1 PARAKAN TRENGGALEK SEMESTER I TAHUN 2013/2014
Oleh:
Sri Handayani SDN 1 Parakan, Trenggalek
Abstrak. Tujuan penelitian tindakan kelas ini adalah sebagai berikut: (1) Mengetahui peningkatan prestasi belajar siswa kelas III SDN 1 Parakan Kabupaten Trenggalek Semester I Tahun 2013/ 2014 pada bidang studi PKndengan menerapkan model belajar Kooperatif STAD; (2) Mengetahui efektifitas pembelajaran PKn materi nilai-nilai sumpah pemuda yang menggunakan model belajar kooperatif STAD kepada siswa kelas III SDN 1 Parakan Kabupaten Trenggalek Semester I Tahun 2013/2014. Penelitian ini dilaksanakan di SDN 1 Parakan Kabupaten Trenggalek pada siswa Kelas III Semester I bidang studi PKn pokok bahasan Nilai-nilai Sumpah Pemuda Tahun pelajaran 2013/
2014 dengan jumlah siswa sebanyak 10 siswa. Penelitian ini dilaksanakan mulai bulan Oktober sam- pai Nopember2013. Prestasi belajar siswa kelas III SDN 1 Parakan Kabupaten TrenggalekTahun 2013/2014 Semester I mengalami peningkatan setelah pembelajaran diterapkan dengan menggunakan Model belajar kooperatif STAD pada pelajaran PKn materi nilai-nilai sumpah pemuda. Hal ini dapat diketahui dari meningkatnya rata-rata hasil belajar dan ketuntasan belajar setiap siklusnya. Pada sebelum siklus rata-rata hasil belajar siswa sebesar 65,09dengan ketuntasan 50,00% ,siklus I: 72,09 dengan ketuntasan 60,00%, dan siklus II: 86,60 dengan ketuntasan belajar siswa sebesar 90,00%pada akhir siklus II.
Kata Kunci: Kooperatif STAD, PKn, Kelas III
Bidang studi PKn adalah pendidikan moral yang berlandaskan Pancasila. Dengan de- mikian penekanannya lebih menitik beratkan pada aspek moral (afektif) dan perbuatan (psikomotor) disamping secara integratif perlu diperhatikan aspek pengetahuan (kognitif).
Pada Tahun Pelajaran 1973 melalui MPR ditetapkan Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN) ditegaskan bahwa: “Pendi- dikan Pancasila dan Kewarganegaraan di- masukkan dalam kurikulum di semua tingkat pendidikan, mulai dari Taman Kanak-kanak sampai Perguruan Tinggi baik Negeri maupun swasta”. (Tap. MPR. No. IV/MPR/
1973).
Maka sejak itu PKn dijadikan sebagai bidang studi tersendiri. Tim Pembina PKn
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan menegaskan bahwa: “Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaran adalah usaha yang dilakukan secara sadar, teratur dan terus menerus ynag terjadi di dalam proses belajar mengajar yang diciptakan hubungan antara guru dengan siswa menurut aturan moral Pancasila. Proses belajar mengajar menanamkan norma Pancasila dengan adanya perubahan sikap dan tingkah laku siswa menurut tuntutan moral Pancasila”.
(Tim Pembina PKn Depdikbud, 1983:24).
Materi PKn mencakup semua unsur yang erat kaitannya dengan sejarah dan perkembangan PKn terutama tentang Pendi- dikan Masalah Moral Dengan adanya materi yang disediakan itu diharapkan dihayati dan
diamalkan Perintah yang ada dalam Panca- sila yang berdasarakan UUD 1945 oleh setiap Peserta didik dalam kehidupan bermas- yarakat dan bernegara.
Para guru PKn seharusnya mengenal, memahami dan dapat menerapkan berbagai metode penyajian yang bervariasi sesuai dengan perkembangan dunia metodologi pendidikan dewasa ini. Metode apapun yang kita pilih atau kita gunakan dalam pelak- sanaan program pembelajaran PKn hen- daknya dapat menjamin pengembangan ke- seluruhan aspek, yakni Pengetahuan, sikap dan ketrampilan, terutama pengembangan si- kap dan moral dan mental (penghayatan) nilai-nilai yang terkandung dalam UUD 1945. (Prasodjo, 2003)
Sasaran akhir PKn adalah dihayati dan diamalkannya Pancasila oleh setiap anak didik di dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Dalam hal itu D. Djamal mengemukakan bahwa: “Tujuan mempela- jari PKn adalah untuk mengerti dan mema- hami tentang isi dan makna yang terkandung dalam Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 atau dengan kata lain untuk menjadi warganegara yang baik. dengan sikap moral dan perilaku yang berdasarkan falsafah ne- gara dan UUD 1945”. (Masro’atin, 2004).
Dalam kegiatan belajar mengajar PKn, siswa sebagai pusat pembelajaran harus aktif dan tidak pasif. Siswa yang aktif tidak hanya sekedar duduk mendengarkan dan mencatat keterangan dari guru, akan tetapi siswa terlibat aktif secara langsung dalam proses belajar mengajar. Pada kenyataannya sebagian guru di sekolah dalam mengajar PKn masih sering menggunakan metode yang membuat siswa hanya monoton, hal ini dikarenakan mengejar target untuk menyelesaikan materi. Tidak optimalnya pendekatan ketrampilan proses dilaksanakan
di suatu sekolah karena ada kendala seperti fasilitas pendukung ke arah keterampilan proses terbatas, pokok bahasannya banyak sedangkan waktu yang disediakan relatif singkat, guru kurang terampil melakukan kegiatan yang nyata dan evaluasi yang ber- laku hanya menekankan pengetahuan kog- nitif.
Penelitian ini bertujuan untuk me- ningkatkan prestasi belajar siswa pada bi- dang studi PKn materi pokok Nilai-nilai Sumpah Pemuda menggunakan metode pem- belajaran kooperatif STAD (Student Teams Achievement Divisions), karena dengan menggunakan metode ini diharapkan siswa agar lebih aktif.
Metode pembelajaran kooperatif STAD Merupakan pendekatan pembelajaran yang paling sederhana. Siswa dalam satu kelas di pecah menjadi kelompok-kelompok dengan anggota 4-5 orang. Setiap kelompok harus heterogen, terdiri dari laki-laki dan perempuan berasal dari berbagai suku serta memiliki kemampuan tinggi, sedang, dan rendah.
Model STAD dapat digunakan untuk menyalurkan bahan pembelajaran sehingga dapat mempertinggi proses belajar siswa dalam pembelajaran yang pada akhirnya da- pat mempertinggi hasil belajar yang dicapai.
Ciri-ciri pembelajaran STAD: (a) Kelompok belajar heterogen 4-5 siswa; (b) Topik biasanya ditentukan guru; (c) Mengguna- kan lembar kegiatan; (d) Penilaian dengan tes mingguan. (Masro’atin, 2004)
Berdasarkan pada bahasan diatas, maka tujuan penelitian tindakan kelas ini bertujuan sebagai berikut: (1) Mengetahui peningkatan prestasi belajar siswa kelas III SDN 1 Parakan Kabupaten Trenggalek Se- mester I Tahun 2013/2014 pada bidang studi
PKndengan menerapkan model belajar Ko- operatif STAD; (2) Mengetahui efektifitas pembelajaran PKn materi nilai-nilai sumpah pemuda yang menggunakan model belajar kooperatif STADkepada siswakelas III SDN 1 Parakan Kabupaten Trenggalek Semester I Tahun 2013/2014.
METODE PENELITIAN
Pendekatan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas.
Pada tahap ini kegiatan penelitian memuat beberapa kegiatan pra tindakan dan kegiatan tindakan pelaksanaan tindakan ya- itu: (1) Kegiatan Pra Tindakan, dilakukan un- tuk mendata permasalahan yang terjadi pada saat pembelajaran berlangsung yaitu pada pembelajaran PKn, sekaligus melakukan studi dokumentasi. Studi dokumentasi dilakukan terhadap hasil nilai siswa pada mata pelajaran PKn dari hasil ulangan harian siswa pada pembelajaran sebelumnya, serta rencana pembelajaran yang biasa digunakan oleh guru kelas III. (2) Kegiatan Pelaksanaan Tindakan, meliputi: (a) Perencanaan Tindakan, pada tahap ini ditetapkan dan disusun rancangan perbaikan pembelajaran PKn dengan menggunakan pembelajaran model belajar kooperatif STAD; (b) Pelaksanaan Tindakan, Guru melakukan tindakan sesuai dengan rancangan yang telah di buat. Peneliti dan partisipan mengadakan pengamatan dengan menggunakan format catatan lapangan, dan melakukan refleksi awal terhadap tindakan melalui diskusi; (c) Pengamatan, dilakukan bersamaan dengan pembelajaran dengan tujuan untuk mengenali, merekam, mendokumentasikan semua indikator baik proses maupun hasil
perubahan yang terjadi akibat dari tindakan yang direncanakan dan sebagai efek sam- ping; (d) Refleksi, dilakukan pada setiap akhir tindakan untuk mendiskusikan tindak- an yang telah dilakukan dengan menganalisis tindakan yang baru dilakukan, mengulas dan menjelaskan perbedaan rencana tindakan dan pelaksanaan tindakan yang telah dilakukan dan melakukan interpretasi, pemaknaan dan penyimpulan data yang diperoleh.
Penelitian ini dilaksanakan pada sis- wa kelas III semester ganjil tahun pelajaran 2013/2014 di SDN 1 Parakan Kabupaten Trenggalek bidang studi PKn materi Nilai- nilai Sumpah Pemuda, dengan jumlah siswa sebanyak 10 siswa. Lokasi ini dipilih sebagai tempat penelitian dengan pertimbangan sebagai berikut: (1) SDN 1 Parakan Kabu- paten Trenggalek, merupakan tempat peneliti sebagai Guru kelas III; (2) Siswa kelas III mengalami kesulitan pada bidang studi PKn;
(3) Pembelajaran masih bersifat konvesional, guru lebih mengutamakan hasil daripada proses pembelajaran itu sendiri; (4) Belum pernah dilaksanakan pembelajaran model belajar kooperatif STAD dalam mengatasi permasalahan yang dihadapi siswa pada mata pelajaran PKn.
Prosedur siklus penelitian yang dila- kukan oleh peneliti ini terdiri dari 2 siklus, tiap siklus dilaksanakan sesuai dengan peru- bahan yang ingin dicapai. Untuk melihat apakah ada peningkatan kemampuan ber- tanya siswa, dengan melihat hasil observasi dari hasil observasi awal siswa dan guru, maka refleksi awal diperlukan perubahan-pe- rubahan untuk meningkatkan bertanya siswa di dalam kelas. Dengan berpatokan pada refleksi awal tersebut maka dilaksanakan penelitian ini dengan prosedur: (a) Perencanaan (Planning); (b) Pelaksanaan (Action); (c) Observasi (Observation); (d)
Refleksi (Reflection).
Analisis data dilakukan dengan me- nggunakan teknik analisis data kualitatif, bai- k yang bersifat linear (mengalir) maupun yang bersifat sirkuler. Secara garis besar kegiatan analisis data dilakukan dengan lang- kah-langkah berikut: (a) Menelaah seluruh data yang telah dikumpulkan; (b) Mereduksi data yang didalamnya melibatkan kegiatan pengkategorian dan pengklasifikasian; (c) Menyimpulkan dan memverifikasi. Pada penelitian ini teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif kualitatif.
Pengumpulan Data yaitu dengan: (1) Tes, data berupa hasil tes tulis siswa diana- lisis dengan acuan terhadap ketuntasan bela- jar. Ketuntasan belajar yang digunakan adalah berdasarkan KKM (Kriteria Ketun- tasan Minimal) yang ditetapkan oleh sekolah yaitu sebesar 70. Seorang siswa dianggap tuntas belajarnya apabila siswa tersebut telah menyelesaikan sekurang-kurangnya 70%
dari tujuan pembelajaran yang harus dicapai dan secara klasikal jika 85% dari banyaknya siwa kelas tersebut menyelesaikan sekurang- kurangnya 85% dari tujuan pembelajaran yang harus dicapai. (2) Observasi, dimaksudkan untuk mengetahui adanya peningkatan aktivitas atau respon siswa terhadap kegiatan pembelajaran. Observasi dilakukan oleh peneliti dan guru kelas III dengan menggunakan lembar observasi; (3) Angket, digunakan untuk mendetaksi sikap, minat, respon, dan motivasi siswa terhadap pembelajaran. Angket ini diberikan setelah dilakukan tindakan pada siklus terakhir; (4) Catatan Lapangan (fieldnote), dimaksudkan untuk melengkapi data yang tidak terekam dalam instrumen pengumpul data yang ada.
Dengan demikian diharapakan tidak ada data
yang terlewatkan dalam kegiatan penelitian ini.
Penelitian ini menggunakan beberapa instrumen yaitu: (1) Silabus; (2) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP); (3) Lem- bar Observasi Kegiatan Belajar Mengajar;
(4) Tes formatif .
HASIL DAN PEMBAHASAN Siklus Pertama
Refleksi Awal
Sebelum diadakan sebuah penelitian peneliti selaku guru kelas III melakukan tindakan observasi penelitian dengan tujuan untuk mengetahui nilai aktivitas dan prestasi siswa sebelum peneliti menerapkan metode pembelajaran kooperatif STAD sehingga peneliti dapat mengembangkan pembelajaran sesuai dengan kemampuan siswa di kelas.
Dalam kegiatan ini dapat disimpulkan bahwa nilai siswa masih dibawah ketuntasan yang diharapkan peneliti yaitu sebesar 80% hal ini dapat terjadi dikarenakan siswa kurang aktif dalam kegiatan pembelajaran sehingga hanya ramai sendiri dengan teman sebangkunya sehingga pembelajaran dikelas kurang efektif maka dari itu perlunya pengembangan metode pembelajaran guna meningkatkan aktivitas belajar siswa dengan harapan dapat meningkatkan prestasi belajar siswa.
Planning (Perencanaan)
Persiapan yang perlu dilakukan sebelum pelaksanaan tindakan ini adalah: (a) Menyusun rencana pembelajaran dengan menggunakan metode kooperatif STAD;
(b) Menyusun petunjuk kegiatan siswa; (c) Melaksanakan kegiatan penelitian; (d) Penilaian hasil kegiatan penelitian
Action (Pelaksanaan)
Dalam kegiatan proses pembelajaran
ini guru dan siswa melaksanakan kegiatan dengan langkah-langkah sebagai berikut: (1) Kegiatan Awal dilakukan selama 30 menit, meliputi: (a) Guru dan siswa membuka pembelajaran dengan berdoa bersama; (b) Guru mulai mengabsen siswa; (c) Guru menjelaskan proses metode pembelajaran sehingga siswa dapat mengikuti. (2) Kegiatan Inti dilakukan selama 90 menit, meliputi: (a) Guru mulai menyampaikan materi secara ringkas dan jelas; (b) Guru mulai tanya jawab dengan siswa Penjelas- an tentang makna satu nusa, satu bangsa dan satu bahasa; (c) Penjelasan singkat tentang latar belakang timbulnya peristiwa Sumpah Pemuda; (d) Guru membentuk kelompok belajar dan memberikan tugas kelompok; (e) Melaporkan hasil diskusi;
(f) Secara klasikal menyimpulkan hasil diskusi; (g) Mencatat hasil kesimpulan; (h) Mengerjakan soal tes tulis mandiri. (3) Kegiatan Akhir dilakukan selama 30 menit, meliputi: (a) Memajangkan hasil kerja kelompok; (b) Menutup kegiatan pembelajaran dengan doa bersama.
Observation (Pengamatan)
Berdasarkan observasi di Kelas III dapat direkam hal-hal sebagai berikut: (1) Bagi Kelas III SDN 1 ParakanKabupaten Trenggalek, siswa-siswa tampak lebih siap untuk mengikuti pelajaran, perhatian siswa terhadap pelajaran meningkat. Indikator observasi adalah kebanyakan siswa aktif dalam menyajikan tugas kelompok, cukup banyak yang mengacungkan tangan tetapi frekuensi siswa untuk bertanya masih kurang, sudah banyak siswa yang mampu mengerjakan tugas tepat waktu, akan tetapi siswa masih sulit berkomunkasi dengan bahasa yang mudah dipahami oleh teman sebaya. Dari aktivitas belajar yang diberikan
oleh siswa diperoleh persentase rata-rata sebesar 57,50% dan termasuk dalam kategori aktivitas “cukup baik”. untuk lebih jelasnya akan ditampilkan pada tabel aktivitas siswa berikut ini.
Tabel 1 Aktivitas Siswa Pada Siklus I
No Kegiatan Nilai
P1 P2 Jumlah 1 Sikap siswa saat guru melakukan apersepsi 2 2 4 2 Kerjasama siswa dalam
kelompok 2 3 5
3 Tanggung jawab siswa
dalam kelompok 2 3 5
4 Keberanian siswa dalam mengemukakan pendapat
atau pertanyaan 2 2 4
5 Komunikasi siswa dalam kelompok 3 2 5 6 Kemampuan siswa
menghubungkan materi
dengan kegiatan sehari-hari 2 2 4 7
Ketepatan dan kecepatan siswa dalam menjawab persoalan yang diberikan oleh guru
2 2 4
8 Komunikasi siswa dengan
guru 2 3 5
9 Komunikasi siswa dengan
teman sebaya 3 2 5
10 Kemampuan siswa dalam
menarik kesimpulan 3 2 5
Jumlah 46
Rata-rata 57.5
(2) Dari segi guru dapat diberikan hasil sebagai berikut: (a) Guru lebih mudah dalam menyampaikan materi karena guru tidak terlalu banyak menerangkan konsep. Dalam hal ini guru hanya memberikan penjelasan hal-hal yang pokok; (b) Materi yang disam- paikan sesuai dengan sasaran yang di- inginkan; (c) Guru lebih mudah dalam me- ngarahkan proses belajar mengajar; (d) Akan tetapi guru masih sulit menjadi fasilitator dan motivator secara merata, karena guru dalam penguasaan metode pembelajaran belum optimal, sehingga waktu yang dipergunakan dalam menerapkan metode ini tidak sesuai
dengan alokasi waktu yang disediakan. Dari aktivitas guru ini memperoleh rata-rata aktivitas sebesar 58,75% dan termasuk dalam kriteria “cukup baik”.
Tabel 2 Aktivitas guru Pada Siklus I
No Kegiatan Nilai
P1 P2 Jumlah 1 Waktu & Materi yan g
diberikan sesuai dengan RPP
2 3 5
2 Guru melakukan pengaturan ruangan 2 3 5 3 Guru melaksanakan kegiatan
belajar yang menyenangkan 2 3 5 4 Guru membimbing siswa
dalam diskusi 2 3 5
5 Guru merangsang interaksi
antar siswa 2 3 5
6 Guru mengunakan bahasa yang komunikatif saat proses
proses belajar berlangsung 3 2 5 7 Guru memberikan
pertanyaan yang relevan 2 2 4 8 Guru memberikan umpan
balik dari materi yang
dibahas 2 2 4
9 Metode pembelajaran
berpusat pada siswa 3 2 5 10 Guru memberikan penguatan
dan penghargaan 2 2 4
Jumlah 47
Rata-rata 58.75
Secara umum, hasil dari observasi dan catatan peneliti selama kegiatan pe- nelitian berlangsung, menunjukkan bahwa penerapan model belajar kooperatif STAD berdampak positif terhadap peningkatan prestasi belajar siswa Kelas IIISemester ISDN 1 Parakan pada bidang studi PKn materi Nilai-nilai Sumpah Pemuda. Untuk memperoleh gambaran perkembangan pres- tasi belajar siswa penelitian tampilkan tabulasi data berikut ini.
Tabel 3 Nilai Hasil Ulangan Siswa Setelah Diberi Tindakan Perbaikan Pembelajaran Pada Siklus I
No Nama Siswa Nilai
% Ketuntasan
T TT 1 Alip Selfia Wulandari 70 T
2 Adelwin Sanya L.S 90 T
3 Bima Satria Avrilian 60 TT
4 Dio Saputra 90 T
5 Dea Rahmanda Safitri 70 T
6 Elsya Dwi Rahmawati 60 TT
7 Prastian Afandi 60 TT
8 Rico Widya Affandi 90 T
9 Tri Agung Widodo 70 T
10 Wanda Azizah Manggali 60 TT
Jumlah 73 6 4
%Rata-rata 72.0 9 60.0
0 40.0 0
Refleksi
Dari hasil observasi ditemukan kele- mahan-kelemahan sebagai berikut: (a) Guru kurang dalam memotivasi siswa; (b) Tek- nik bertanya yang disampaikan oleh guru masih kurang baik, sehingga kemampuan siswa untuk menjawab pertanyaan yang sifatnya memprediksi, mengobservasi ma- upun menjelaskan suatu fenomena masih sangat rendah; (c) Dalam forum diskusi masih sedikit siswa yang terlibat aktif.
Dengan adanya kendala pembelajar- an yang muncul pada siklus I, maka prestasi belajar yang dicapai siswa tidak maksimal, yaitu hanya mencapai ketuntasan belajar sebesar 60,00%dan nilai rata-rata sebesar 72,09masih jauh dari ketuntasan belajar yang diharapkan sebesar 85%. Untuk masih diperlukan tindakan perbaikan pembelajaran pada siklus selanjutnya.
Siklus Kedua
Planning (Perencanaan)
Pada siklus kedua ini perencanaannya secara garis besar sama dengan siklus satu, yang beda adalah pada perbaikan tindakan siswa dan guru. Selain itu berdasarkan pada temuan siklus I, maka langkah perencanaannya perlu tambahan yang
meliputi: (a) Memperbaiki teknik bertanya pada guru; (b) Mengurangi dominasi guru;
(c) Memotivasi siswa agar lebih aktif dalam kegiatan diskusi.
Action (Pelaksanaan)
Pada siklus II pelaksanaan tindakan- nya secara garis besar sama dengan siklus I dengan adanya perbaikan mengurangi domi- nasi guru, memperbaiki teknik bertanya dan memotivasi siswa agar lebih aktif dalam kegiatan diskusi: (1) Kegiatan Awal selama 30 menit, meliputi: (a) Guru dan siswa me- ngawali pembelajaran dengan doa bersa- ma; (b) Guru mulai mengabsen siswa yang hadir di dalam kelas. (2) Kegiatan Inti selama 90 menit, meliputi: (a) Penjelasan tentang makna satu nusa, satu bangsa dan satu bahasa; (b) Penjelasan singkat tentang latar belakang timbulnya peristiwa Sumpah Pemuda; (c) Guru membentuk ke- lompok dan memberikan tugas kelompok pada siswa; (d) Melaporkan hasil diskusi;
(e) Secara klasikal menyimpulkan hasil dikusi; (f) Mencatat hasil kesimpulan; (g) Mengerjakan soal tes tulis mandiri. (3) Kegiatan Akhir selama 30 menit, meliputi:
(a) Memajangkan hasil kerja kelompok; (b) Menutup pembelajaran dengan berdoa bersama.
Observasi (Pengamatan)
Berdasarkan observasi di Kelas III dapat direkam hal-hal sebagai berikut: (a) Pada siklus II aktivitas siswa menunjukkan perubahan yang cukup berarti. Siswa sudah tidak canggung lagi saat mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya. Frekuensi perta- nyaan siswa merata tidaklagi didominasi oleh kelompok tertentu. Komunikasi antar siswa sudah berjalan secara aktif dan komunikatif sehingga interaksi belajar siswa mampu mendorong aktivitas belajar yang aktif dan
konsdusif. Dari aktivitas belajar yang diberikan oleh siswa diperoleh persentase rata-rata sebesar 71,25% dan termasuk dalam kategori aktivitas “sangat baik”.
Tabel 4 Aktivitas Siswa Pada Siklus II
No Kegiatan Nilai
P1 P2 Jumlah 1 Sikap siswa saat guru
melakukan apersepsi 3 3 6 2 Kerjasama siswa dalam
kelompok 3 3 6
3 Tanggung jawab siswa
dalam kelompok 3 3 6
4 Keberanian siswa dalam me- ngemukakan pendapat atau
pertanyaan 3 3 6
5 Komunikasi siswa dalam
kelompok 3 3 6
6 Kemampuan siswa menghu- bungkan materi dengan kegiatan sehari-hari
2 3 5
7
Ketepatan dan kecepatan siswa dalam menjawab persoalan yang diberikan oleh guru
2 3 5
8 Komunikasi siswa dengan guru 2 3 5 9 Komunikasi siswa dengan
teman sebaya 3 3 6
10 Kemampuan siswa dalam
menarik kesimpulan 3 3 6
Jumlah 57
Rata-rata 71.25
(b) Dari segi guru dapat diberikan hasil sebagai berikut: Guru mampu menerapkan metode pembelajaran yang dirancang oleh peneliti. Dari aktivitas guru ini memperoleh rata-rata aktivitas sebesar 72,50% dan termasuk dalam kriteria “sangat baik”.
Tabel 5 Aktivitas Guru Pada Siklus II
No Kegiatan Nilai
P1 P2 Jumlah 1 Waktu & Materi yan g
diberikan sesuai dengan RPP
3 3 6
2 Guru melakukan pengaturan ruangan 3 3 6 3 Guru melaksanakan kegiatan
belajar yang menyenangkan 3 3 6 4 Guru membimbing siswa
dalam diskusi 3 3 6
No Kegiatan Nilai P1 P2 Jumlah 5 Guru merangsang interaksi
antar siswa 3 3 6
6 Guru mengunakan bahasa yang komunikatif saat proses proses belajar berlangsung
3 3 6
7 Guru memberikan
pertanyaan yang relevan 2 3 5 8 Guru memberikan umpan
balik dari materi yang dibahas
2 3 5
9 Metode pembelajaran berpusat pada siswa 3 3 6 10 Guru memberikan penguatan
dan penghargaan 3 3 6
Jumlah 58
Rata-rata 72.5
Secara umum, hasil dari observasi dan catatan peneliti selama kegiatan pene- litian berlangsung, menunjukkan bahwa penerapan model belajar kooperatif STAD berdampak positif terhadap peningkatan prestasi belajar siswa Kelas IIISemester ISDN 1 Parakan pada bidang studi PKn materiNilai-nilai sumpah pemuda. Untuk memperoleh gambaran perkembangan prestasi belajar siswa penelitian tampilkan tabulasi data berikut ini.
Tabel 6 Nilai Hasil Ulangan Siswa Setelah Diberi Tindakan perbaikan Pembelajaran Pada Siklus II
No Nama Siswa Nilai % Ketuntasan
T TT
1 Alip Selfia Wulandari 60 TT
2 Adelwin Sanya L.S 90 T
3 Bima Satria Avrilian 100 T
4 Dio Saputra 100 T
5 Dea Rahmanda Safitri 100 T 6 Elsya Dwi Rahmawati 90 T
7 Prastian Afandi 100 T
8 Rico Widya Affandi 100 T
9 Tri Agung Widodo 100 T
10 Wanda Azizah Manggali 90 T
Jumlah 930 9 1
%Rata-rata 93.00 90.00 10.00
Refleksi
Dari hasil observasi sudah ditemukan
adanya beberapa peningkatan yaitu: (a) Teknik bertanya kepada guru meningkat lebih baik; (b) Motivasi siswa dalam dis- kusi meningkat; (c) Dominasi guru dalam pembelajaran berkurang. Dengan demiki- an maka kendala yang muncul pada si- klus I dapat teratasi secara baik pada siklus II. Hal ini berpengaruh pada per- kembangan prestasi belajar siswa yang mampu mencapai ketuntasan belajar yang telah direncanakan oleh peneliti sebesar 93,00% dan nilai rata-rata mencapai 93,00Sehingga penelitian ini berkahir pada siklus II.
Penerapan Metode Belajar Kooperatif Model STAD di Kelas VISDN 1 Parakan Pada Mata Pelajaran PKn
Dalam menerapkan metode belajar kooperatif model STAD, peneliti membagi siswa Kelas III yang berjumlah 10 siswa menjadi 3 kelompok. Pembagian kelompok dilakukan secara acak berdasarkan nomor absen. Jumlah kelompok juga disesuaikan dengan lokasi belajar dan jumlah bangku yang tersedia.
Setelah kelompok terbentuk, peneliti berdiskusi dengan guru kelas. Selanjutnya guru mengumumkan daftar kelompok belajar yang telah dirancang oleh peneliti kepada siswa satu hari sebelum siklus I dimulai agar siswa siap menerima metode pembelajaran yang baru.
Pada siklus I, untuk memotivasi siswa guru meminta salah satusiswa untuk memimpin rekan yang lain untuk membaca Sumpah Pemuda. Kemudian guru mem- berikan penjelasan mengenai materi yang akan dipelajari. Guru membagikan lembar kerja siswa untuk didiskusikan bersama kelompoknya. Dalam kegiatan diskusi ini
guru menempatkan diri sebagai mediator dan fasilitator pembelajaran. Guru berusaha merangsang komunikasi antar siswa dalam kelompok dengan memberikan pertanyaan kepada masing-masing anggota kelompok sesuai dengan soal pada lembar kerja, sehingga semua siswa termotivasi untuk memberikan ide atau gagasannya. Selanjutn- ya guru meminta kelompok diskusi untuk mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelas. Kelompok yang mempresentasikan hasil diskusinya dipilih secara undian. Ke- lompok yang tidak terpilih memberikan tanggapan. Peneliti selaku observer melaku- kan pengamatan pada terhadap jalannya pembelajaran. Pada akhir pembelajaran guru memberikan reward berupa pujian dan koin kepada siswa yang aktif.
Pada siklus II peran guru banyak sebagai fasilitator, siswa tampal lebih antu- sias dalam mengikuti pembelajaran. Pembe- rian reward berupakoin dan lagu yang dinyanyikan dalam pembelajaran mampu memotivasi siswa untuk selalu aktif dalam kegiatan pembelajaran di kelas.
Aktivitas Belajar PKn di Kelas VI
Dengan diterapkannya metode bela-
jar kooperatif model STAD mampu meng- hidupkan aktivitas belajar siswa Kelas III SDN 1 Parakan pada mata pelajaran PKn.
Hal ini dapat dilihat dari hasil obervasi yang dilakukan oleh peneliti yang menunjukkan peningkatan yang signifikan yaitu persentase aktivitas guru pada siklus I mencapai 58,75%
termasuk dalam kriteria “cukup baik”
meningkat menjadi 72,50% termasuk dalam kriteria “sangat baik”. Hal ini membuktikan bahwa langkah-langkah yang telah direncanakan oleh peneliti mampu diterima dan dilaksanakan dengan baik oleh guru Kelas III sebagai penelitian. Dengan meningkatkan aktivitas guru tentu berimbas pada peningkatan aktivitas belajar siswa yaitu pada siklus I persentase aktivitas siswa mencapai 57,50% dalam kriteria “cukup baik” meningkat menjadi 71,25% dalam kriteria “sangat baik”. Hal ini membuktikan siswa mau dan mampu menerapkan metode belajar yang diterapkan oleh guru dengan baik, sehingga secara tidak langsung langkah-langkah yang direncanakan oleh kepala sekolah mampu diapresiasikan dengan baik oleh siswa. Untuk melihat perkembangan aktivitas belajar siswa peneliti tampilkan pada Gambar 1.
Gambar 1 Perkembangan Aktivitas Belajar
Gambar 2 Perkembangan Prestasi Belajar Siswa
Perkembangan Prestasi Belajar Siswa Pada hasil nilai sebelum siklus diper- oleh nilai rata-rata: 64,00 dengan ketuntasan 45,00%, siklus I: 72,09 dengan ketuntasan 60,00%, dan siklus II: 89,00 dengan ketun- tasan belajar siswa sebesar 93,00% pada akhir siklus II. Dengan melihat hasil yang terus naik pada tiap siklus maka penelitian ini dapat dikatakan berhasil dengan baik. Untuk
dapat lebih jelasnya penulis telah sajikan perbandingan perolehan atau peningkatan nilai pada grafik di bawah.
Respons Siswa
Pada akhir siklus II, peneliti melalui guru Kelas III menyebarkan angket yang berisi 10 butir pernyaataan untuk mengetahui respon siswa setelah diterapkannya metode
AKTIVITAS GURU AKTIVITAS SISWA 0.00
10.00 20.00 30.00 40.00 50.00 60.00 70.00 80.00
SIKLUS I
SIKLUS II 58.75
72.50 57.50
71.25
AKTIVITAS GURU AKTIVITAS SISWA
0.00 10.00 20.00 30.00 40.00 50.00 60.00 70.00 80.00 90.00 100.00
SEB SIKLUS SIKLUS 1 SIKLUS 2
65.00
72.00
93.00
50.00
60.00
90.00
RATA-RATA KETUNTASAN
belajar kooperatif model STAD. Dari hasil rekapitulasi respon siswa diketahui bahwa siswa merespon sangat positif penerapan metode pembelajaran yang dirancang oleh peneliti, dengan hasil respon pada siklus I sebesar 1,55 meningkat pada siklus II sebesar 1,86%.
Setelah menganalisis data diatas ma- ka hipotesis yangdiajukan dalam kegiatan penelitian ini yaitu, ”Jika dalam pembelajar- an PKn materi Nilai-nilai Sumpah Pemuda guru menerapkan model belajar kooperatif STAD, maka prestasi belajar siswa Kelas III Semester ISDN 1 Parakan Kabupaten Trenggalek Tahun Pelajaran 2013/2014akan mengalami peningkatan telah terbukti kebe- narannya. Maka kegiatan penelitian yang dilakukan telah berhasil dan meyakinkan.
PENUTUP Kesimpulan
Dengan pembentukan kelompok se- cara heterogen menumbuhkan rasa tanggung jawab dan kebersamaan dalam menyelesai- kan setiap tugas yang diberikan oleh guru.
Dengan menumbuhkan kerjasama, komuni- kasi dan interaksi yang positif kepada siswa mampu meningkatkan peran siswa dalam pembelajaran. Dengan demikian Melalui pembelajaran kooperatif STAD siswa dilatih untuk leluasa mengeluarkan ide atau gagasan dalam setiap kegiatan diskusi kelompok maupun diskusi kelas. Pembelajaran lebih menarik lagi dengan adanya dorongan dari guru berupa pemberian pujian dan reward berupa koin kepada siswa yang aktif.
Aktivitas belajar siswa pada siklus I menunjukkan prestasi yang “cukup baik”
dengan persentase aktivitas 57,50% yang
meningkat menjadi “sangat baik” pada siklus II menjadi 71,25%. Artinya siswa dapat belajar dengan baik setelah diterapkannya metode belajar kooperatif STAD. Sedangkan untuk aktivitas guru pada siklus I menunjukkan prestasi yang “cukup baik”
dengan persentase aktivitas 58,75% mening- kat menjadi “sangat baik” pada siklus II dengan persentase aktivitas 72,50%. Artinya guru dapat menerapkan metode kooperatif STAD dengan baik pada pelajaran PKn di Kelas III. Hal ini berimbas pada perkem- bangan prestasi belajar siswa yang me- nunjukkan perkembangan yang signifikan yaitu pada hasil nilai sebelum siklus diper- oleh nilai rata-rata: 65,09 dengan ketuntasan 50,00% ,siklus I: 72,09dengan ketuntasan 60,00%, dan siklus II: 93,00 dengan ketuntasan belajar siswa sebesar 90,00%.
Saran
Hendaknya guru dalam mengajar menggunakan metode atau model belajar yang dapat mempermudah anak didiknya dalam memahami pokok bahasan. Memak- simalkan persiapan perangkat pembe- lajaran, khususnya LKS dengan menerap- kan kegiatan metode Kooperatif STAD.
Memperdalam pengetahuan yang berkaitan dengan metode kooperatif STAD. Me- ningkatkan kualitas kolaborasi antar ang- gota sehingga masukan atau input dari para kolaborator bisa lebih meningkatkan kinerja. Dalam proses belajar mengajar gu- ru perlu memberikan dorongan atau motivasi kepada siswa agar lebih giat dan senang terhadap bidang studi yang diajarkannya.
DAFTAR RUJUKAN
Cece Wijaya. 2000. Pendidikan Inkuiri Sarana Pengembangan Mutu Sumber Daya Manusia, Remaja Rosdakarya, Bandung.
Masro’atin. 2004. Rencana Pembelajaran Matematika Dengan Pendekatan Pem- belajaran Kooperatif Model STAD Pokok Bahasan Kesebangunan Di Kelas III SMP. Skripsi tidak diterbit- kan. Malang: program sarjana UM.
Moh. Uzer Usman dan Lilis Setiawati. 2000.
Upaya mengoptimalkan Kegiatan Be- lajar Mengajar. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Mohamad Ali. 1982. Penelitian Kepen- didikan Prosedur dan Strategi.
Bandung: Angkasa.
Prasodjo, Budi, dkk. 2003. Teori dan Aplikasi PKn Untuk kelas 1 SD, Jakarta: Yudhistira.
Tap. MPR. No. IV/MPR/ 1973.
Tim Pembina PKn. 1983. Jakarta: Dep- dikbud.
WJS. Poerwadarminto. 1985. Kamus Umum.
Jakarta: PN Balai Pustaka.