1 BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Penelitian
Persaingan bisnis yang semakin ketat, menuntut setiap perusahaan untuk memiliki produk yang unggul dimata konsumen. Untuk itu banyak marketer yang melakukan kegiatan promosi secara gencar – gencaran agar dapat menarik perhatian konsumen. Pada tahap perkenalan suatu produk yang akan diluncurkan haruslah memiliki target pasar yang tepat dengan cara segmentasi. Selanjutnya perusahaan melakukan strategi positioning produk.
Menurut Kotler dan Keller (2008) mengatakan keberhasilan suatu produk dalam suatu persaingan tergantung dari bagaimana suatu produk tersebut diposisikan pada pasar sasaran yang dituju dan bagaimana konsumen mempersepsikan produk yang ditawarkan tersebut.
Jika perusahaan tidak melakukan penetapan posisi dengan baik, pasarnya akan bingung sebaliknya jika perusahaan melakukan penetapan posisi dengan baik, maka ia dapat mewujudkan sisa rencana pemasaran dan diferensiasinya berdasarkan strategi penetapan positioning. Setiap perusahaan memiliki berbagai macam strategi komunikasi pemasaran untuk menarik perhatian konsumen dan oleh karena itu strategi yang digunakan terus menerus dievaluasi dan dikembangkan.
Teknologi informasi telah membuka mata dunia akan sebuah dunia baru, interaksi baru, market place baru, dan sebuah jaringan bisnis dunia yang tanpa batas. Sangat disadari bahwa perkembangan teknologi informasi telah mengubah pola interaksi masyarakat dari masyarakat yang tradisional menjadi masyarakat moderen, kemudian secara otomatis perkembangan tersebut menuntut masyarakat menuju kearah globalisasi. Salah satunya yaitu dengan hadirnya aplikasi instant messenger. Bergesernya penggunaan fitur seluler dari SMS ke layanan data, membuka peluang bagi bisnis aplikasi instant messenger.
Perusahaan riset teknologi Ovum mengatakan bisnis SMS operator seluler secara global merugi US$ 23 miliar dollar akibat fenomena ini. Riset ini juga meramalkan kerugian yang lebih besar lagi, yakni mencapai 54 miliar dollas AS pada 2016. Sedangkan tarif layanan data (internet) para operator seluller yang antara lain digunakan untuk keperluan instant messenger semakin meningkat. Hal tersebut didukung dengan pengguna internet yang semakin menigkat pada Indonesia Netizen Survey 2013 pada gambar 1.1 sebagai berikut :
2 Gambar 1.1
Internet Penetration
Sumber: Indonesia Netizen Survey 2013 dalam http://www.the-
marketeers.com/archives/Indonesia%20Internet%20Users.html#.UrRRPvRdUqs (diakses pada 31/10/2013)
Hasil riset mengenai internet penetration di Indonesia yang dilakukan oleh MarkPlus Insight menunjukkan bahwa pertumbuhan jumlah pengguna internet tumbuh signifikan hingga 22% baik dikalangan tua maupun muda dengan hampir separuh dari netizen di Indonesia merupakan pengguna internet muda berusia dibawah 30 tahun, sedangkan 16%
adalah para netizen berusia diatas 45 tahun. Usia 15-35 tahun adalah generasi digital natives yang beranjak dewasa dengan perkembangan teknologi. Mereka umumnya cenderung lebih terbuka terhadap hal – hal yang baru. Kebetahan kaum muda di dunia internet ini yang mendorong kaum yang tua berbondong – bondong masuk ke dunia internet dan belajar menjadi digital immigrant (http://www.the-marketeers.com:2013).
Maraknya pengguna instant messenger ini tidak dapat dihindari karena aplikasi ini bisa diakses dengan gratis oleh para pengguna smartphone yang berbasis data (internet).
Berdasarkan riset yang dilakukan Nielsen Survey, mengungkapkan informasi terkini mengenai smartphone consumer insight 2013 di Indonesia. Terungkap bahwa rata-rata pengguna di Indonesia menggunakan smartphone selama 189 menit per hari. Nielsen Survey mengungkap, penggunaan tertinggi masih didominasi oleh aktivitas di jejaring sosial atau social media dan rich media (media download). Sebanyak 94 persen dari pengguna,
3 berdasarkan Nielsen ODM Panel Mei 2013 menggunakan smartphone untuk berkomunikasi atau ngobrol. Riset yang dikeluarkan oleh Nielsen, Selasa 30 Juli 2013, ini juga mengukur aktivitas puncak pengguna smartphone di Indonesia, yang terjadi pada siang hari yaitu sebagai berikut:
Gambar 1.2
Aktifitas pengguna smartphone
Sumber: http://teknologi.news.viva.co.id
Aktivitas yang diukur yakni browsing, chatting, multimedia, game, jejaring sosial dan App Store.Tercatat akses puncak mulai terjadi pada pukul 10.00 dengan masing-masing aktivitas chatting (2,1 menit), browsing (1,9 menit), multimedia (1,1 menit), game (1,1 menit), jejaring sosial (1,1 menit) dan Apps Store (0,2 menit). Pada pukul 14.00, pola aktivitas itu juga masih tinggi dengan rincian browsing (2,1 menit), chatting (1,7 menit), multimedia (1,3 menit), game (1,2 menit), jejaring sosial (0.9 menit) dan App Store (0,2 menit). Sementara dari riset diketahui aktifitas obrolan (chatting) populer.
Tingginya arus komunikasi menyebabkan pertukaran informasi dalam bentuk chatting dan sharing semakin maju. Perkembangan social media saat ini mulai tersisihkan oleh fenomena instant messenger. Kehidupan masyarakat yang mengarah kepada masyarakat modern membutuhkan alat komunikasi yang bisa mengimbangi kegiatan mereka yang memiliki mobilitas yang cukup tinggi di era globalisasi ini. Instant messenger merupakan salah satu alternatif komunikasi yang dapat digunakan.
Di Indonesia aplikasi instant messenger ini mulai digemari dan menjadi trend komunikasi tanpa dibatasi segmen usia dan pekerjaan. Aplikasi instant messenger semakin populer ketika RIM (Research in Motion) sebagai operator Blackberry masuk ke pasar Indonesia dengan fitur instant messenger Blackberry Messenger. Para pelaku industri
0 0,5 1 1,5 2 2,5
pukul 10.00 pukul 14.00
4 kemudian menyadari peluang dalam aplikasi instant meseenger sangat besar. Kemudian mulai bermunculan aplikasi instant messenger lainnya seperti WhatsApp, aplikasi ini tercatat sebagai aplikasi yang memiliki jumlah pengguna terbanyak di Indonesia. Setelah WhatsApp hadir KakaoTalk, WeChat, LINE. Ketiga aplikasi baru ini tidak hanya menyediakan fasilitas instant messaging untuk chatting namun juga memungkinkan pemakainya memasang status, melakukan percakapan gratis, memiliki emoticon yang lebih ‘hidup’ untuk bersosialisasi.
Pada saat ini aplikasi instant messenger sebagai sarana pendukung komunikasi mereka.
Dengan adanya pengguna instant messenger yang terus meningkat, produsen instant messenger pun semakin meningkat, berikut adalah pangsa pasar instant messenger 2013 :
Gambar 1.3
Pangsa Pasar Instant Messenger 2013
Sumber: berbagai data & olahan peneliti (diakses pada 24/12/2013)
Dapat dilihat pada gambar 1.3, WhatsApp menjadi aplikasi chatting terpopuler dengan capaian sebesar 60%. Jan Koum, CEO WhatsApp, di Nokia World (dalam dailysocial.net:
2013) mengatakan bahwa layanannya kini telah mencapai 350 juta pengguna aktif tiap bulannya yang tersebar di seluruh dunia. Angka yang cukup fantastis tersebut hanya diperoleh secara mudah dalam kurun waktu dua bulan saja, setelah pada Agustus kemarin WhatsApp mengatakan telah mendapat 300 juta pengguna aktif per bulan.
Aplikasi Blackberry Messanger menempati peringkat di nomor dua sebanyak 16%.
Blackberry menyadari ketertarikan dan antusias yang sangat tinggi bagi pengguna Blackberry Messanger. Hal tersebut dibuktikan dengan tingginya pengguna aktif aplikasi ini, satu
16% 60%
13%
6%
3% 2%
Pangsa Pasar Instant Messenger 2013
Blackberry Messenger Facebook Messenger WeChat
LINE Kakao
5 minggu setelah peluncuran resminya. Melalui blog resmi perusahaan, Kepala Divisi BBM Andrew Bocking mengumumkan, saat ini ada sekitar 20 juta pengguna aktif baru yang berasal dari platform Android dan iOS. Bocking menyebut jumlah tersebut sebagai pengguna aktif. Dengan tambahan 20 juta pengguna aktif ini, pengguna aplikasi BBM secara total sebanyak 80 juta.
Facebook Messenger berada pada posisi tiga sebesar 13%, Menurut data dari Webershandwick, perusahaan public relations dan pemberi layanan jasa komunikasi, untuk wilayah Indonesia ada sekitar 65 juta pengguna Facebook aktif. Sebanyak 33 juta pengguna aktif per harinya, 55 juta pengguna aktif yang memakai perangkat mobile dalam pengaksesannya per bulan dan sekitar 28 juta pengguna aktif yang memakai perangkat mobile per harinya.
Kemudian WeChat berada pada posisi empat sebesar 6%, Menurut Bagus Biantoro selaku Chief Operating Officer MNC Tencent mengatakan Indonesia sendiri saat ini pengguna WeChat telah mencapai 30persen dari total pengguna smartphone atau sekitar 31juta. Populasi pengguna WeChat di Indonesia disebutkan Bagus tidak jauh berbeda dengan pengguna di seluruh dunia. Pengguna berusia 15-35 tahun merupakan populasi terbesar pengguna WeChat di Tanah Air.
Line menempati posisi kelima sebesar 3%, aplikasi berkirim pesan asal Jepang ini mengumumkan penggunanya telah mencapai 300 juta pengguna terdaftar. Perusahaan ini juga mengungkapkan telah mempunyai 14 juta pengguna aktif di Indonesia saat ini.
Diposisi ke enam terdapat KakaoTalk, Kate Sohn, Vice President Global Business Development KakaoTalk mengungkapkan khusus di Indonesia, pertumbuhan jumlah pengguna KakaoTalk meroket 3.000 persen dalam kurun waktu hampir setahun ini. Per November 2013, ada sekitar 13 juta pengguna yang mengakses dari Tanah Air, sementara jumlah pengguna global mencapai 120 juta.
Tabel 1.1
Perbandingan Aplikasi Instant Messenger Blackberry
Messenger
Facebook Messenger
KakaoTalk LINE WeChat WhatsApp
Sistem Operasi
Android
Blackberry -
iOs
6
Windows Phone - -
Symbian - - -
Blackberry Messenger
Facebook Messenger
KakaoTalk LINE WeChat WhatsApp
Sharing
File - - - -
Foto
Kontak
Lokasi
Video -
Voice Note
Features
Broadcast Pesan - -
Free Call - - - -
Group Chat
Look Around - - - - -
Timeline - -
Game - - - - -
Notifikasi Pesan
Pesan Terkirim - -
Pesan Terbaca - -
Masa Aktif gratis gratis gratis gratis Gratis gratis 1 tahun
Pada tabel 1.1, dapat dilihat fitur – fitur yang diberikan pada masing – masing aplikasi instant messanger ini mayoritas memberikan fitur dan fungsi yang sama, hal ini memberikan kebebasan kepada konsumen untuk memilih aplikasi instant messenger apa yang akan digunakan. Karena persaingan tersebut, seakan mereka melupakan differensiasi yang menjadikannya berbeda dengan aplikasi instant messenger lainnya agar menjadi suatu keunggulan tersendiri untuk memikat hati para pengguna agar mau menggunakan aplikasi tersebut dan menjadi pengguna yang setia.
Dari deskripsi data – data di atas dapat disimpulkan bahwa perkembangan instant messenger dewasa ini sangatlah pesat. Untuk menanggapi persaingan instant messenger yang
7 semakin kompetitif ini maka aspek positioning produk merupakan suatu hal yang perlu mendapatkan perhatian lebih. Dengan adanya perbedaan persepsi konsumen terhadap suatu produk antara suatu wilayah dengan wilayah yang lain maka strategi perusahaan yang harus diterapkan pada suatu wilayah tertentu menjadi berbeda agar produk tersebut tepat sasaran.
Setiap individu memiliki persepsi yang berbeda – beda tergantung dari pengalaman yang ia alami. Falsafah sukses pemasaran sebenarnya tetap sederhana saja yaitu pentingnya memuaskan konsumen.Suksesnya perusahaan juga ditentukan kemampuan mereka dalam menjaring informasi siap pakai guna mengenali dan menjabarkan kebutuhan dan perilkau konsumen. Sehingga marketer dituntut untuk memahami istilah – istilah seperti benefit, persepsi dan sikap konsumen serta bagaimana mereka turut menentukan kesuksesan strategi pemasaran. Kegagalan mengenali persepsi kebutuhan konsumen bisa mengakibatkan kesalahan.
Dari fenomena – fenomena yang telah dipaparkan di atas mendasari peneliti untuk melakukan suatu penelitian dengan judul “Analisis Positioning Aplikasi Instant Messenger Berdasarkan Persepsi Konsumen di Kota Bandung”.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah yang dihadapi, maka dapat dirumuskan masalah sebagai berikut:
“Bagaimana peta positioning aplikasi instant messenger berdasarkan persepsi konsumen ?”
1.3 Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian ini adalah memberi gambaran berupa perceptual map mengenai positioning aplikasi instant messenger berdasarkan persepsi konsumen.
1.4 Manfaat Penelitian
Dengan adanya penelitian ini, harapan penulis adalah penelitian ini nantinya memberikan kegunaan bagi penulis dan bagi pihak yang membutuhkan sebagai tambahan referensi akademis dalam bidang sebagai berikut :
1.4.1 Manfaat Teoritis
Penelitian ini diharapkan mampu memberikan tambahan pengetahuan bagi penulis dalam mengaplikasikan teori – teori yang telah digunakan selama proses pengerjaan penelitian. Penelitian ini juga diharapkan dapat memberikan kontribusi dibidang ilmu pengetahuan khususnya ilmu komunikasi.
8 1.4.2 Manfaat Praktis
Peneliti ini secara praktis adalah sebagai bahan masukan dan saran bagi perusahaan aplikasi instant messenger serta masyarakat luas terhadap positioning aplikasi instant messenger berdasarkan persepsi masyarakat di kota Bandung.
1.5 Tahapan Penelitian
Dalam melaksanakan penelitian ini peneliti membagi proses menjadi beberapa tahap – tahap yang dilakukan. Tahapan – tahapan dalam melakukan penelitian tersebut adalah : 1. Observasi
Mencari pokok masalah yang akan diangkat menjadi topik dalam penelitian. Setelah topik penelitian ditemukan lalu selanjutnya menentukan judul penelitian.
2. Merumuskan & Mengidentifikasi Masalah
Judul penelitian yang telah ditentukan lalu diturunkan menjadi rumusan masalah dan kemudian diturunkan kembali menjadi pertanyaan – pertanyaan ilmiah dalam identifikasi masalah. Hal ini menjadi fokus dan batasan dari penelitian.
3. Menentukan Populasi dan Sampel
Penentuan populasi dan sampel disesuaikan dengan masalah yang diangkat sebagai topik penelitian karena sampel atau responden disini adalah sumber utama dari data yang akan diolah dalam penelitian ini.
4. Pengumpulan Data
Data peneliti didapatkan dari survei yaitu dengan meyebarkan kuisioner kepada responden. Selain itu data juga didapatkan dari penelitian terdahulu dan data – data dari perusahaan yang dapat membantu kelengkapan penelitian ini.
5. Menganalisis Data
Data yang telah terkumpul kemudian dianalisis dengan cara dihitung menggunakan rumus – rumus statistik yang tentunya harus berkaitan dengan topik penelitian.
6. Menyajikan dan Membahas Data
Dari hasil data yang telah dihitung secara sistematis kemudian disajikan dan dibahas secara detail ditambah dengan pengaplikasian teori – teori yang dapat memperkuat pembahasan masalah dalam penelitian.
7. Kesimpulan dan Saran
Menyimpulkan seluruh proses penelitian dari awal hingga akhir lalu memberikan saran berupa alternatif – alternatif yang ditawarkan kepada perusahaan menyangkut
9 masalah yang di angkat dalam penelitian, dengan harapan dapat bermanfaat bagi perusahaan, peneliti dan juga pembaca.
1.6 Lokasi dan Waktu Penelitian 1.6.1 Lokasi Penelitian
Adapun lokasi penelitian ini akan dilakukan secara offline di kawasan kampus YPT, Perkantoran dan SMA.
1.6.2 Waktu Penelitian
Penelitian ini berlangsung selama ± 4 bulan dilakukan terhitung mulai bulan Januari sampai April 2014.
Tabel 1.2 Tahapan Penelitian
No Tahapan
Periode (Bulan)
Januari Februari Maret April 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 Perencanaan
2 Penelitian
3 Penulisan Laporan Penelitian
4 Revisi Laporan
Sumber: Olahan Penulis