Dokumen I KURTILAS SMAN 13 Pandeglang Tahun Pelajaran 2019/2020 1 BAB I
PENDAHULUAN A. Latar Belakang
Perkembangan pesat kemajuan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang begitu cepat sangat berpengaruh terhadap berbagai aspek kehidupan, salah satu diantaranya adalah pengaruh dari hasil proses pendidikan. Peserta didik dituntut untuk mampu mengembangkan potensinya dalam menguasai TIK untuk dapat mencapai kecakapan berpikir dan belajar. Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembelajaran, merupakan salah satu prinsip pembelajaran yang harus dilaksanakan di Satuan Pendidikan (Sekolah). Hal itu termuat dalam lampiran Permendikbud No 22 Tahun 2016 tentang Standar Proses.
Tujuan pendidikan nasional sebagaimana yang termuat pada Pasal 3 Undang Undang No 20 Tahun 2003 dinyatakan bahwa pendidikan nasional bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
Hal itu akan dapat dicapai melalui proses pendidikan melalui pendekatan pembelajaran yang menyatukan perkembangan potensi peserta didik dari aspek pengetahuan, keterampilan dan sikap.
Kehidupan diabad 21 menuntut kecakapan- kecakapan berpikir kritis, kreatif, inovatif dan berkepribadian serta berakhlak mulia. Kecakapan yang dimaksud antara lain kecakapan memecahkan masalah , berpikir kritis, mampu berkolaborasi dan berkomunikasi dengan baik.
Kurikulum 2013 mengakomodir proses pendidkan melalui pembelajaran dengan menggunakan pendekatan ilmiah yang menekankan pada aspek afektif atau perubahan perilaku . Kompetensi yang ingin dicapai adalah kompetensi yang berimbang antara sikap, keterampilan, dan pengetahuan, disamping cara pembelajarannya yang holistik dan menyenangkan.
Dokumen I KURTILAS SMAN 13 Pandeglang Tahun Pelajaran 2019/2020 2 Sebagai salah satu sekolah yang menjadi bagian dari program pengembangan kurikulum dan pembelajaran untuk sekolah rintisan pada nomenklatur vokasional bersama pihak Pusat Kurikulum dan Perbukuan. Kami menanamkan nilai-nilai pada muatan vokasional, yang diimplementasikan pada kegiatan pembelajaran/ intrakurikuler, pada mata pelajaran integrasi rumpun mapel dan ekstra kurikuler pramuka. Dengan pengembangan nilai-nilai muatan vokasional ini diharapkan peserta didik lulusan mempunyai kesadaran dan pemahaman tentang nilai-nilai vokasional.
SMA Negeri 13 Pandeglang menyelenggarakan pendidikan dengan jalur formal melaksanakan pembelajaran melalui pendekatan ilmiah.
SMA Negeri 13 Pandeglang menggunakan Kurikulum 2013 dalam memberikan pelayanan pendidikan kepada peserta didik. Standar Nasional Pendidikan (SNP) menjadi acuan utama SMA Negeri 13 Pandeglang dalam melaksanakan proses pembelajarannya. Hal itu karena pemerintah telah menetapkan peraturan tentang Standar Nasional Pendidikan, yaitu Peraturan Pemerintah No 32 Tahun 2013 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah No 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Standar Nasional Pendidikan terdiri dari Standar Kompetensi Lulusan (SKL), Standar Isi (SI), Standar Proses, Standar Penilaian, Standar Pendidik dan Tenaga Pendidikan, Standar Sarana dan Prasarana, Standar Pengelolaan dan Standar Pembiayaan.
Untuk memenuhi amanat Undang-Undang dan Peraturan Pemerintah tersebut di atas, dan untuk mencapai tujuan pendidikan nasional pada umumnya, serta tujuan pendidikan sekolah pada khususnya, SMA Negeri 13 Pandeglang sebagai satuan pendidikan tingkat menengah mengembangkan Kurikulum SMA Negeri 13 Pandeglang. Dalam mengembangkan kurikulum, SMA Negeri 13 Pandeglang melibatkan seluruh warga sekolah dan berkoordinasi dengan pemangku kepentingan. Melalui Kurikulum SMA Negeri 13 Pandeglang ini
Dokumen I KURTILAS SMAN 13 Pandeglang Tahun Pelajaran 2019/2020 3 diharapkan sekolah dapat melaksanakan program pendidikan sesuai dengan karakteristik, potensi dan kebutuhan peserta didik.
Kurikulum SMA Negeri 13 Pandeglang disusun melalui proses analisis konteks, yaitu analisis tentang keterlaksanaan SNP, analisis tentang kekuatan dan kelemahan dari satuan pendidikan dan analisis tentang peluang dan tantangan yang harus dihadapi oleh satuan pendidikan.
Pada tahun pelajaran 2017-2018 SMA Negeri 13 Pandeglang telah melaksanakan SNP dengan kondisi sebagai berikut: SKL 60 %, SI 70
%, Standar Proses 60 %, Standar Penilaian 60 %, Standar Pendidik dan tenaga Kependidikan 70 %, Standar Sarana dan Prasarana 50 %, Standar Pengelolaan 60 % dan Standar Pembiayaan 70 %.
Karakteristik dan potensi yang dimiliki oleh SMA Negeri 13 Pandeglang, antara lain:
1 standar disiplin yang harus ditaati oleh seluruh warga sekolah, 2 fokus pada pelayanan kepada peserta didik,
3 mempunyai komitmen yang tinggi untuk mewujudkan visi dan tujuan sekolah,
4 berfokus pada upaya untuk mencegah masalah yang muncul, dengan komitmen untuk bekerja secara benar dari awal.
5 memiliki investasi pada sumber daya manusianya, sehingga terhindar dari berbagai “kerusakan psikologis” yang sangat sulit memperbaikinya.
6 memiliki strategi untuk mencapai kualitas, baik di tingkat pimpinan, tenaga akademik, maupun tenaga administratif.
7 mengelola atau memperlakukan keluhan sebagai umpan balik untuk mencapai kualitas dan memposisikan kesalahan sebagai instrumen untuk berbuat benar pada masa berikutnya.
8 memiliki kebijakan dalam perencanaan untuk mencapai kualitas, baik untuk jangka pendek, jangka menengah maupun jangka panjang.
Dokumen I KURTILAS SMAN 13 Pandeglang Tahun Pelajaran 2019/2020 4 9 mengupayakan proses perbaikan dengan melibatkan semua
orang sesuai dengan tugas pokok, fungsi dan tanggung jawabnya.
10 mendorong orang dipandang memiliki kreativitas, mampu menciptakan kualitas dan merangsang yang lainnya agar dapat bekerja secara berkualitas.
11 memperjelas peran dan tanggung jawab setiap orang, termasuk kejelasan arah kerja secara vertikal dan horizontal.
12 memiliki strategi dan kriteria evaluasi yang jelas.
13 menempatkan kualitas yang telah dicapai sebagai jalan untuk untuk memperbaiki kualitas layanan lebih lanjut.
14 memandang kualitas sebagai bagian integral dari budaya kerja.
15 menempatkan peningkatan kualitas secara terus menerus sebagai suatu keharusan.
B. Dasar Hukum
1 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
2 Peraturan Pemerintah Nomor No. 19 Tahun 20153tentang Perubahan atas Tahun 2013danPerubahan atas PP No 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.
3 Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 87 Tahun 2017 Tentang Penguatan Pendidikan Karakter.
4 Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 Tentang Standar Isi.
5 Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 Tentang Standar Kompetensi Lulusan.
6 Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2006 tentang Pelaksanaan Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan.
Dokumen I KURTILAS SMAN 13 Pandeglang Tahun Pelajaran 2019/2020 5 7 Peraturan Mendiknas No 19 Tahun 2007 tentang Standar
Pengelolaan
8 Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2007 tentang Standar Penilaian Pendidikan, untuk diberlakukan bagi kelas XI dan XII.
9 Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses Pendidikan.
10 Peraturan Mendikbud No 59 Tahun 2014 tentang Kurikulum 2013 SMA/MA.
11 Peraturan Mendikbud No 61 Tahun 2014 tentang KTSP Dikdasmen.
12 Peraturan Mendikbud No 62 Tahun 2014 tentang Kegiatan Ekstrakurikuler pada Pendidikan Dasar dan Menengah.
13 Peraturan Mendikbud No 63 Tahun 2014 tentang Pendidikan Kepramukaan Sebagai Kegiatan Ekstrakurikuler Wajib Pada Pendidikan Dasar Dan Pendidikan Menengah.
14 Peraturan Mendikbud No 64 Tahun 2014 tentang Peminatan Pada Pendidikan Menengah.
15 Peraturan Mendikbud No 79 Tahun 2014 tentang Muatan Lokal Kurikulum 2013.
16 Peraturan Mendikbud No. 103 Tahun 2014 tentang Pembelajaran pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah.
17 Peraturan Mendikbud No 20 Tahun 2016 tentang Standar Kompetensi Lulusan Pendidikan Dasar dan Menengah.
18 Peraturan Mendikbud No 21 Tahun 2016 tentang Standar Isi.
19 Peraturan Mendikbud No 22 Tahun 2016 tentang Standar Proses.
20 Peraturan Mendikbud No 23 Tahun 2016 tentang Standar Penilaian.
21 Peraturan Mendikbud No 24 Tahun 2016 tentang Kompetensi Inti Dan Kompetensi Dasar Pelajaran Pada Kurikulum 2013 Pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah.,
Dokumen I KURTILAS SMAN 13 Pandeglang Tahun Pelajaran 2019/2020 6 22 Peraturan Mendikbud No 23 Tahun 2015 tentang Penumbuhan
Budi Pekerti
23 Peraturan Mendikbud No. 20 Tahun 2018 tentangPenguatan Pendidikan Karakter pada Satuan Pendidikan Formal.
24 Pergub Prov. Banten No 15 Tahun 2014 tentang Pengembangan Kurikulum Muatan Lokal Seni Budaya Banten Bagi Pendidikan Menengah Se-Provinsi Banten
25 Keputusan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Banten Nomor / -Dispend/2018 tentang Petunjuk Pelaksanaan Kalender Pendidikan Tahun Pelajaran 2018/2019 bagi Sekolah di Lingkungan Dinas Pendidikan Provinsi Banten
C. Tujuan Penyusunan
1 Sebagai acuan bagi SMA Negeri 13 Pandeglang dalam menyusun dan mengembangkan kurikulum yang sesuai dengan tuntutan perkembangan Kurikulum 2013.
2 Sebagai dasar SMA Negeri 13 Pandeglang dalam melaksanakan proses pembelajaran pada tahun pelajaran 2019-2020.
3 Sebagai dasar bagi SMA Negeri 13 Pandeglang dalam mengambil keputusan dan tindak lanjut dari pelaksanaan proses pembelajaran pada tahun pelajaran 2019-2020.
Dokumen I KURTILAS SMAN 13 Pandeglang Tahun Pelajaran 2019/2020 7 BAB II
VISI, MISI DAN TUJUAN SMA NEGERI 13 PANDEGLANG
A VISI SMA NEGERI 13 PANDEGLANG
”TERWUJUDNYA SEKOLAH MENJADI LEMBAGA YANG MENJADIKAN PESERTA DIDIK BERIMAN, BERILMU,
BERAKHLAK MULIA DAN KREATIF”.
B MISI SMA NEGERI 13 PANDEGLANG 1. Mewujudkan dokumen I Kurikulum 2013 2. Mewujudkan dokumen II Kurikulum 2013 3. Mewujudkan dokumen III Kurikulum 2013
4. Mewujudkan penghayatan terhadap ajaran agama yang dianut juga budaya Bangsa sehingga menjadi sumber kearifan dalam bertindak.
5. Mewujudkan kualitas anak didik dalam rangka menghadapi era globalisasi.
6. Mewujudkan kesadaran sebagai warga Negara Indonesia, yang memiliki semangat patriotisme, rela berkorban untuk masyarakat banyak dan Negara.
7. Mewujudkan Sekolah sebagai pusat kegiatan pendidikan dalam segala aspek yang harmonis dan kondusif.
8. Mewujudkan pelayanan profesional dan keteladanan sesuai dengan standar pelayanan pendidikan nasional.
9. Mewujudkan semangat kerjasama, disiplin, tanggung jawab, dan etos kerja tinggi di kalangan civitas akademika.
10. Mewujudkan lulusan yang kreatif dan inovatif sebagai wujud pendidikan vokasional.
Dokumen I KURTILAS SMAN 13 Pandeglang Tahun Pelajaran 2019/2020 8 C TUJUAN SMA NEGERI 13 PANDEGLANG
1 Tujuan Pendidikan Menengah adalah meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut.
2 Tujuan SMA Negeri 13 Pandeglang
a Tujuan 1 tahun ( Tahun Pelajaran 2019-2020 )
Menciptakan warga sekolah yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
Menciptakan KBM yang mantap, tertib, dan lancar
Menyiapkan dan melaksanakan administrasi kurikulum
tercapainya prestasi OSN, FLS2N dan O2SN tingkat Kabupaten
Mewujudkan proses pembelajaran Vokasional yang terintegrasi dengan mata pelajaran tertentu.
Meningkatkan kesadaran berkarier melalui kegiatan eksplorasi dan orientasi karier masa depan
Memberikan pengetahuan tentang pengurangan risiko bencana (PRB)
Melengkapi alat peraga pembelajaran, tata usaha, laboratorium dan olah raga
Melengkapai alat-alat dan bahan IPA
Menambah dan melengkapi koleksi buku perpustakaan
Membuat dan mengatur taman-taman sekolah
Mengatur dan mengadakan tempat sampah
Pengadaan infokus
Pengadaan printer
Karya wisata
Mencegah terjadinya jam kosong
Pembinaan kesiswaan
Penyempurnaan jaringan internet
Silaturahmi antar keluarga
Dokumen I KURTILAS SMAN 13 Pandeglang Tahun Pelajaran 2019/2020 9
Pembuatan website
Kerjasama dengan SMP/MTs
Menyiapkan sarana dan prasarana yang mendukung pelaksanaan kegiatan
Meningkatkan disiplin guru, TU, dan siswa
Menerima pendaftaran calon siswa yang banyak
Tersedianya pustakawan
Mengirim guru dan staff untuk mengikuti diklat
b Tujuan Jangka Menengah ( 3 tahun )
Menciptakan warga sekolah yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
Menciptakan sistem pembelajaran berbasis ICT
tercapainya prestasi OSN, FLS2N dan O2SN tingkat Provinsi
Tercapainya lulusan yang berkarakter, memiliki pengetahuan dan keterampilan menengah di bidang teknologi informasi dan komunikasi
Melatih internet guru dan siswa
Melengkapi laboratorium komputer
Penambahan ruang kelas
Rekreasi keluarga
Optimalisasi SNMPTN dan SBMPTN
c Tujuan Jangka Panjang
Menciptakan Warga Sekolah yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan yang Maha Esa
tercapainya prestasi OSN, FLS2N dan O2SN tingkat Nasional
Mengefektifkan dan memberdayakan guru dan TU
Dokumen I KURTILAS SMAN 13 Pandeglang Tahun Pelajaran 2019/2020 10
Menciptakan suasan sekolah yang sejuk, nyaman, dan damai
Terjalinnya hubungan yang erat dan saling menguntungkan antara sekolah dan masyarakat
Optimalisasi kualitas SDM
Renovasi pembangunan KB
Membuat pagar keliling
Penambahan WC dan kamar mandi guru dan siswa
Membangun gedung serba guna
Pemanfaatan dana sekolah yang ada secara efisien dan efektif
Halaman sekolah yang memadai (halaman upacara, taman sekolah, pohon rindanf, dan lain-lain)
Gedung sekolah yang memadai sesuai dengan kebutuhan
3 Indikator Keberhasilan
a. Seluruh warga sekolah melaksanakan Kewajiban dalam beragama
b. Semua peserta didik mendapatkan fasilitas pembelajaran yang memadai
c. Menjuarai lomba OSN, FLS2N dan O2SN tingkat kabupaten dan Provinsi
d. Terselenggaranya Rapat Dinas
e. Tersedianya Kebutuhan Rumah Tangga Sekolah f. Terselenggaranya kegiatan pembelajaran
g. Penyelenggaraan Ulangan Harian h. Penyelenggaraan Test tengah Semester i. Penyelenggaraan Test Semester
j. Penyelenggaraan Try Out / Pengayaan
k. Penyelenggaraan Ujian Sekolah Berstandar Nasional l. Penyelenggaraan Ujian Sekolah
Dokumen I KURTILAS SMAN 13 Pandeglang Tahun Pelajaran 2019/2020 11 m. Penyelenggaraan Kegiatan Lomba , Kecamatan
maupun Kabupaten
n. Penyelenggaraan Kegiatan Pesantren Ramadhan . o. Penyelenggaraan Kegiatan Perkemahan
p. Penyelenggaraan Kegiatan latihan Kepramukaan . q. Penyelenggaraan Kegiatan Home Visit .
r. Penyelenggaraan Kegiatan PHBI / PHBN .
s. Penyelenggaraan Kegiatan gelar Seni dan Kreatifitas siswa
t. Tersedianya alat dan sarana penunjang olah raga.
u. Tersedianya alat peraga atau alat pembelajaran v. Terselenggaranya Rapat Di Kecamatan maupun
Kabupaten
w. Tersedianya dana untuk memperbaiki meja dan kursi murid
x. Tersedianya dana untuk membeli buku pelajaran.
y. Tersedianya dana untuk pengadaan kaos seragam olah raga semua siswa
Dokumen I KURTILAS SMAN 13 Pandeglang Tahun Pelajaran 2019/2020 12 BAB III
KERANGKA DASAR, STRUKTUR DAN MUATAN KURIKULUM
A. Kerangka Dasar 1. Landasan Filosofis
a Pendidikan berakar pada budaya bangsa untuk membangun kehidupan bangsa masa kini dan masa mendatang. Pandangan ini menjadikan Kurikulum 2013 dikembangkan berdasarkan budaya bangsa Indonesia yang beragam, diarahkan untuk membangun kehidupan masa kini, dan untuk membangun dasar bagi kehidupan bangsa yang lebih baik di masa depan. Mempersiapkan peserta didik untuk kehidupan masa depan selalu menjadi kepedulian kurikulum, hal ini mengandung makna bahwa kurikulum adalah rancangan pendidikan untuk mempersiapkan kehidupan generasi muda bangsa. Dengan demikian, tugas mempersiapkan generasi muda bangsa menjadi tugas utama suatu kurikulum. Untuk mempersiapkan kehidupan masa kini dan masa depan peserta didik, Kurikulum 2013 mengembangkan pengalaman belajar yang memberikan kesempatan luas bagi peserta didik untuk menguasai kompetensi yang diperlukan bagi kehidupan di masa kini dan masa depan, dan pada waktu bersamaan tetap mengembangkan kemampuan mereka sebagai pewaris budaya bangsa dan orang yang peduli terhadap permasalahan masyarakat dan bangsa masa kini.
b Peserta didik adalah pewaris budaya bangsa yang kreatif. Menurut pandangan filosofi ini, prestasi bangsa di berbagai bidang kehidupan di masa lampau adalah sesuatu yang harus termuat dalam isi kurikulum untuk dipelajari peserta didik. Proses pendidikan adalah suatu proses yang memberi kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan potensi dirinya menjadi kemampuan berpikir rasional dan kecemerlangan akademik dengan memberikan makna terhadap apa yang dilihat, didengar, dibaca, dipelajari dari warisan budaya berdasarkan makna yang
Dokumen I KURTILAS SMAN 13 Pandeglang Tahun Pelajaran 2019/2020 13 ditentukan oleh lensa budayanya dan sesuai dengan tingkat kematangan psikologis serta kematangan fisik peserta didik. Selain mengembangkan kemampuan berpikir rasional dan cemerlang dalam akademik, Kurikulum 2013 memosisikan keunggulan budaya tersebut dipelajari untuk menimbulkan rasa bangga, diaplikasikan dan dimanifestasikan dalam kehidupan pribadi, dalam interaksi sosial di masyarakat sekitarnya, dan dalam kehidupan berbangsa masa kini.
c Pendidikan ditujukan untuk mengembangkan kecerdasan intelektual dan kecemerlangan akademik melalui pendidikan disiplin ilmu. Filosofi ini menentukan bahwa isi kurikulum adalah disiplin ilmu dan pembelajaran adalah pembelajaran disiplin ilmu (essentialism). Filosofi ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan intelektual dan kecemerlangan akademik.
d Pendidikan untuk membangun kehidupan masa kini dan masa depan yang lebih baik dari masa lalu dengan berbagai kemampuan intelektual, kemampuan berkomunikasi, sikap sosial, kepedulian, dan berpartisipasi untuk membangun kehidupan masyarakat dan bangsa yang lebih baik (experimentalism and social reconstructivism).
2. Landasan Sosiologis
Kurikulum 2013 dikembangkan atas dasar adanya kebutuhan akan perubahan rancangan dan proses pendidikan dalam rangka memenuhi dinamika kehidupan masyarakat, bangsa, dan negara, sebagaimana termaktub dalam tujuan pendidikan nasional. Dewasa ini perkembangan pendidikan di Indonesia tidak bisa dilepaskan dari perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni. Perubahan ini dimungkinkan karena berkembangnya tuntutan baru dalam masyarakat, dunia kerja, dan dunia ilmu pengetahuan yang berimplikasi pada tuntutan perubahan kurikulum secara terus menerus. Hal itu dimaksudkan agar pendidikan selalu dapat menjawab tuntutan perubahan sesuai dengan jamannya. Dengan
Dokumen I KURTILAS SMAN 13 Pandeglang Tahun Pelajaran 2019/2020 14 demikian keluaran pendidikan akan mampu memberikan kontribusi secara optimal dalam upaya membangun masyarakat berbasis pengetahuan (knowledge-based society).
3. Landasan Psikopedagogis
Kurikulum 2013 dimaksudkan untuk memenuhi tuntutan perwujudan konsepsi pendidikan yang bersumbu pada perkembangan peserta didik beserta konteks kehidupannya sebagaimana dimaknai dalam konsepsi pedagogik transformatif. Konsepsi ini menuntut bahwa kurikulum harus didudukkan sebagai wahana pendewasaan peserta didik sesuai dengan perkembangan psikologisnya dan mendapatkan perlakuan pedagogis sesuai dengan konteks lingkungan dan jamannya. Kebutuhan ini terutama menjadi prioritas dalam merancang kurikulum untuk jenjang pendidikan menengah khususnya SMA. Oleh karena itu implementasi pendidikan di SMA yang selama ini lebih menekankan pada pengetahuan, perlu dikembangkan menjadi kurikulum yang menekankan pada proses pembangunan sikap, pengetahuan, dan keterampilan peserta didik melalui berbagai pendekatan yang mencerdaskan dan mendidik.
Penguasaan substansi mata pelajaran tidak lagi ditekankan pada pemahaman konsep yang steril dari kehidupan masyarakat melainkan pembangunan pengetahuan melalui pembelajaran otentik.
Dengan demikian kurikulum dan pembelajaran selain mencerminkan muatan pengetahuan sebagai bagian dari peradaban manusia, juga mewujudkan proses pembudayaan peserta didik sepanjang hayat.
4. Landasan Teoritis
Kurikulum 2013 dikembangkan atas teori “pendidikan berdasarkan standar” (standard-based education), dan teori kurikulum berbasis kompetensi (competency-based curriculum). Pendidikan berdasarkan standar menetapkan adanya standar nasional sebagai kualitas minimal warganegara yang dirinci menjadi standar isi, standar
Dokumen I KURTILAS SMAN 13 Pandeglang Tahun Pelajaran 2019/2020 15 proses, standar kompetensi lulusan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan, dan standar penilaian pendidikan. Kurikulum berbasis kompetensi dirancang untuk memberikan pengalaman belajar seluas-luasnya bagi peserta didik dalam mengembangkan kemampuan untuk bersikap, berpengetahuan, berketerampilan, dan bertindak. Kurikulum 2013 menganut: (1) pembelajaran yang dilakukan guru (taught curriculum) dalam bentuk proses yang dikembangkan berupa kegiatan pembelajaran di sekolah, kelas, dan masyarakat; dan (2) pengalaman belajar langsung peserta didik (learned-curriculum) sesuai dengan latar belakang, karakteristik, dan kemampuan awal peserta didik. Pengalaman belajar langsung individual peserta didik menjadi hasil belajar bagi dirinya, sedangkan hasil belajar seluruh peserta didik menjadi hasil kurikulum.
5. Landasan Yuridis
a Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;
b Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional;
c Undang-undang Nomor 17 Tahun 2005 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional, beserta segala ketentuan yang dituangkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional; dan
d Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan sebagaimana telah diubah dengan
Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.
6. Landasan operasional
Pengembangan Kurikulum SMA Negeri 13 Pandeglang memperhatikan potensi peserta didik dan potensi keunggulan daerah.
Potensi keunggulan daerah menjadi muatan lokal dalam
Dokumen I KURTILAS SMAN 13 Pandeglang Tahun Pelajaran 2019/2020 16 pembelajaran. Proses pembelajarannya terintegrasi kedalam mata pelajaran Muatan Lokal dan Seni Budaya. Hal itu dilakukan dengan tujuan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat disekitar SMA Negeri 13 Pandeglang.
Muatan lokal yang dikembangkan oleh SMA Negeri 13 Pandeglang adalah Pengembangan Herbal. Hal itu dilakukan karena masyarakat disekitar SMA Negeri 13 Pandeglang pada umumnya mempunyai mata pencaharian sebagai petani dan pedagang. Selain itu masyrakat di sekitar SMA Negeri 13 Pandeglang mengembangkan nilai nilai karakter, melalui pembiasaan yang dilakukan antara lain kegiatan upacara bendera,olah raga dan jumat taqwa (jumtaq).
Penanaman pendidikan karakter menjadi perhatian utama untuk setiap aktifitas yang dilakukan. Hal itu dilakukan untuk menyiapkan peserta didik menghadapi kehidupan di abad 21. Penanaman nilai karakter erat kaitannya dengan pelaksanaan gerakan literasi sekolah.
SMA Negeri 13 Pandeglang melaksanakan kegiatan berupa pembiasaan yang dilakukan oleh seluruh warga sekolah. Selain itu penanaman pendidikan karakter juga dilakukan pada kegiatan akademis dan non akademis.
Pengembangan potensi peserta didik untuk bidang non akademis dilakukan melalui kegiatan ekstrakurikuler. Setiap unit kegiatan ekstrakurikuler didampingi oleh satu orang guru pendamping untuk memantau perkembangan setiap individu peserta didik. Pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler wajib kepramukaan diberlakukan untuk setiap peserta didik. Kegiatannya dilakukan melalui model blok, aktualisasi dan reguler. Nilai kegiatan ekstrakurikuler kepramukaan menjadi salah satu penentu kenaikan kelas dan kelulusan peserta didik.
Untuk mengakomodir potensi keunggulan daerah, dengan mengacu pada Pergub No 15 tahun 2014 SMA Negeri 13 Pandeglang melaksanakan muatan lokal pencak silat, rampak bedug, membatik
Dokumen I KURTILAS SMAN 13 Pandeglang Tahun Pelajaran 2019/2020 17 dan kriya dari bahan alam khas pandeglang yang diintegrasikan pada mata pelajaran Seni Budaya dan prakarya&Kewirausahaan.
Pelaksanaan penilaian hasil belajar dilakukan oleh pendidik dan satuan pendidikan. Ketentuan keberhasilannya dibandingkan dengan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang ditetapkan melalui rapat dewan pendidik. Program Remedial dan Pengayaan merupakan tindak lanjut yang dilakukan dari hasil penilaian yang dilakukan oleh pendidik. Program Remedial dan/ atau Pengayaan wajib dilakukan oleh pendidik.
B. Struktur Kurikulum 1. Kelas X, XI, dan XII
Kompetensi Inti
a Kompetesi Inti 1 ( sikap spiritual )
Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
b Kompetensi Inti 2 ( sikap sosial )
Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, santun, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), bertanggung jawab, responsif, dan pro-aktif. Dalam berinteraksi secara efektif sesuai dengan perkembangan anak di lingkungan, keluarga, sekolah, masyarakat dan lingkungan alam sekitar, bangsa, negara, kawasan regional, dan kawasan internasional.
c Kompetensi Inti 3 ( pengetahuan )
Memahami, menerapkan, menganalisis dan mengevaluasi pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif pada tingkat teknis, spesifik, detil, dan kompleks berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora. Dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan pada
Dokumen I KURTILAS SMAN 13 Pandeglang Tahun Pelajaran 2019/2020 18 bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah
d Kompetensi Inti 4 ( keterampilan )
Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara efektif, kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan solutif. Dalam ranah konkret dan abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu menggunakan metoda sesuai dengan kaidah keilmuan.
Struktur kurikulum SMA Negeri 13 Pandeglang meliputi substansi pembelajaran yang ditempuh peserta didik selama tiga tahun mulai Kelas X sampai dengan Kelas XII. Struktur kurikulum disusun berdasarkan Standar Kompetensi Lulusan , Standar Isi, Standar Proses , Standar Penilaian dan Kompetensi Dasar dari setiap mata pelajaran.
Struktur Kurikulum SMA Negeri 13 Pandeglang terdiri atas mata pelajaran umum kelompok A, mata pelajaran umum kelompok B, dan mata pelajaran peminatan akademik kelompok C. Mata pelajaran peminatan akademik kelompok C dikelompokkan atas mata pelajaran Peminatan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, mata pelajaran Peminatan Ilmu Pengetahuan Sosial, dan mata pelajaran Peminatan Bahasa dan Budaya.
SMA Negeri 13 Pandeglang membuka kelompok peminatan Matematika dan Ilmu-Ilmu Alam (MIA) dan Peminatan Ilmu-Ilmu Sosial (IIS).
Dokumen I KURTILAS SMAN 13 Pandeglang Tahun Pelajaran 2019/2020 19 Struktur kurikulum SMA Negeri 13 Pandeglang adalah sebagai berikut.
a. Matematika dan Ilmu-Ilmu Alam (MIA)
b. Ilmu-Ilmu Sosial (IIS) Mata Pelajaran
Alokasi Waktu per minggu Kelas X Kelas XI Kelas XII Kelompok A ( Umum)
1 Pendidikan Agama dan Budi Pekerti 3 3 3
2 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
2 2 2
3 Bahasa Indonesia 4 4 4
4 Matematika 4 4 4
5 Sejarah Indonesia 2 2 2
6 Bahasa Inggris 2 2 2
Kelompok B ( Umum)
7 Seni Budaya 2 2 2
8 Pendidikan Jasmani, Olah Raga dan Kesehatan
3 3 3
9 Prakarya dan Kewirausahaan 2 2 2
Jumlah kelompok A dan kelompok B 24 24 24 Kelompok C ( Peminatan dan Lintas
Minat )
10 Matematika 3 4 4
11 Biologi 3 4 4
12 Fisika 3 4 4
13 Kimia 3 4 4
14 Sosiologi 3 - -
15 Ekonomi 3 4 4
Jumlah kelompok C 18 20 20
Jumlah 42 44 44
Dokumen I KURTILAS SMAN 13 Pandeglang Tahun Pelajaran 2019/2020 20 C. Muatan Kurikulum
Muatan kurikulum SMA Negeri 13 Pandeglang terdiri dari:
1. Mata Pelajaran Mata Pelajaran
Alokasi Waktu per minggu Kelas X Kelas XI Kelas XII Kelompok A ( Umum)
1 Pendidikan Agama dan Budi Pekerti 3 3 3
2 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
2 2 2
3 Bahasa Indonesia 4 4 4
4 Matematika 4 4 4
5 Sejarah Indonesia 2 2 2
6 Bahasa Inggris 2 2 2
Kelompok B ( Umum)
7 Seni Budaya 2 2 2
8 Pendidikan Jasmani, Olah Raga dan Kesehatan
3 3 3
9 Prakrya dan Kewirausahaan 2 2 2
Jumlah kelompok A dan kelompok B 24 24 24 Kelompok C ( Peminatan dan Lintas
Minat )
10 Geografi 3 4 4
11 Sejarah 3 4 4
12 Sosiologi 3 4 4
13 Ekonomi 3 4 4
14 Biologi 3 4 4
15 Fisika 3 - -
Jumlah kelompok C 18 20 20
Jumlah 42 44 44
Dokumen I KURTILAS SMAN 13 Pandeglang Tahun Pelajaran 2019/2020 21 Muatan kurikulum terdiri dari sejumlah mata pelajaran seperti yang termuat dalam struktur kurikulum. Mata pelajaran pada kelompok A dan kelompok C muatan dan acuannya dikembangkan oleh dalam hal ini Pusat Kurikulum dan Perbukuan (Puskurbuk). Mata pelajaran kelompok B muatan dan acuannya dikembangkan oleh Puskurbuk dan dapat dilengkapi oleh muatan/konten lokal. Mata Pelajaran kelompok B .
2. Muatan Lokal SMA Negeri 13 Pandeglang
Muatan lokal merupakan bahan kajian pada satuan pendidikan yang berisi muatan dan proses pembelajaran tentang potensi dan keunikan lokal yang dimaksudkan untuk membentuk pemahaman peserta didik terhadap potensi di daerah tempat tinggalnya.
Muatan lokal merupakan kegiatan kurikuler untuk mengembangkan kompetensi yang disesuaikan dengan ciri khas dan potensi daerah, termasuk keunggulan daerah, yang materinya tidak dapat dikelompokkan ke dalam mata pelajaran yang ada. Substansi muatan lokal ditentukan oleh satuan pendidikan
Pengembangan muatan lokal di SMA Negeri 13 Pandeglang memperhatikan beberapa prinsip pengembangan sebagai berikut.
1) Utuh : Pengembangan pendidikan muatan lokal dilakukan berdasarkan pendidikan berbasis kompetensi, kinerja, dan kecakapan hidup.
2) Kontekstual : Pengembangan pendidikan muatan lokal dilakukan berdasarkan budaya, potensi, dan masalah daerah.
3) Terpadu : Pendidikan muatan lokal dipadukan dengan lingkungan satuan pendidikan, termasuk terpadu dengan dunia usaha dan industri.
4) Apresiatif : Hasil-hasil pendidikan muatan lokal dirayakan (dalam bentuk pertunjukkan, lomba-lomba, pemberian penghargaan) di level satuan pendidikan dan daerah.
Dokumen I KURTILAS SMAN 13 Pandeglang Tahun Pelajaran 2019/2020 22 5) Fleksibel : Jenis muatan lokal yang dipilih oleh satuan
pendidikan dan pengaturan waktunya bersifat fleksibel sesuai dengan kondisidan karakteristik satuan pendidikan
Strategi implementasi muatan lokal adalah terintegrasi dalam mata pelajaran Kelompok B (wajib), untuk kelas X, XI dan XII
Potensi geografis SMA Negeri 13 Pandeglang yang berada di wilayah Pandeglang sebagian besar terdiri atas daerah pertanian akan memberi warna terhadap proses pembelajaran. Oleh karena itu, program Muatan Lokal yang dipilih adalah yang berkaitan dengan kondisi di Wilayah dan kondisi sosial Kabupaten Pandeglang yaitu Seni Budaya Banten (Rampak bedug, Pencak Silat, Membatik, kriya anyaman) dan Pendidikan Vokasi Pengembangan Ekonomi Kreatif dan Pengurangan Risiko Bencana.
Strategi implementasi muatan lokal adalah terintegrasi dalam mata pelajaran Kelompok B (wajib), Adapun mata pelajaran wajib B ( muatan lokal ) seni dan budaya untuk kelas X, XI, dan XII
Tabel. Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Materi Muatan Lokal Seni Budaya Banten Semester I dan II
No Kompetensi Inti Kompetensi Dasar 1 KI 1 : Menghayati dan
mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
KI 2 : Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli, (gotong royong, kerjasama,
1.1 Menunjukkan sikap penghayatan dan pengamalan serta bangga terhadap seni rampak bedug sebagai bentuk rasa syukur terhadap anugerah Tuhan
2.1 Menunjukkan sikap kerjasama, bertanggung jawab, toleran dan disiplin melalui aktivitas berkesenian
2.2 Menunjukkan sikap santun, jujur, cinta
Dokumen I KURTILAS SMAN 13 Pandeglang Tahun Pelajaran 2019/2020 23 toleran, damai), santun,
responsif dan proaktif, dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam
berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia
KI 3 : Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa
keingintahuannya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan,
kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah
KI 4 : Mengolah, menalar ,menyaji dan mencipta dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan
damai dalam mengapresiai seni rampak bedug dan pembuatnya
2.3 Menunjukkan sikap responsif, pro-aktif, dan peduli terhadap lingkungan dan sesama, serta menghargai karya seni dan pembuatnya
3.1 Memahami seni rampak bedug berdasarkan sejarah, waditra dan fungsinya 3.2 Menampilkan seni menabuh bedug secara individual
3.3 Menganalisis karakteristik seni rampak bedug berdasarkan symbol,nilai estetis dan pesan moral yang disampaikan
3.4 Menampilkan seni menabuh bedug secara individua
3.5 Menganalisis konsep, teknik dan prosedur dalam proses menabuh bedug secara serentak
4.1 Menampilkan seni menabuh bedug secara individual
4.2 Memahami konsep, teknik , prosedur,simbol dan nilai estetis dalam
Dokumen I KURTILAS SMAN 13 Pandeglang Tahun Pelajaran 2019/2020 24 dari yang dipelajarinya di
sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan
menirukan ragam gerak dasar tari rampak bedug
4.3 Menirukan ragam gerak dasar tari rampak bedug sesuai dengan hitungan/ketukan
4.4 Memahami rancangan
penampilan/pertunjukan rampak bedug 4.5 Memadukan seni menabuh bedug dengan ragam gerak dasar tari rampak bedug
4.6 Menganalisis hasil
penampilan/pertunjukan seni rampak bedug berdasarkan konsep, teknik dan prosedur yang digunakan sesuai kontek budaya Banten 4.4 Memadukan seni menabuh bedug dengan ragam gerak dasar tari rampak bedug
4.7 Mengevaluasi penampilan/
pertunjukan rampak bedug berdasarkan , teknik, nilai estetis dan pesan moral yang disajikan sesuai kontek budaya Banten Evaluasi penampilan pertunjukan rampak bedug Mengamati mengamatiPertunjukan rampak bedug Menanya Menanyakan konsep tehnik dan prosedur pertunjukan rampak bedug
4.8 Membuat artikel kritik seni rampak bedug tentang , fungsi,symbol ,nilai estetis dan pesan moral yang disampaikan berdasarkan pengamatan
2 Kompetensi Inti 1 :
Menghayati dan mengamalkan
1.1. Menunjukkan sikap penghayatan dan pengamalan serta bangga terhadap karya
Dokumen I KURTILAS SMAN 13 Pandeglang Tahun Pelajaran 2019/2020 25 ajaran agama yang dianutnya
Kompetensi Inti 2 :
Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli, (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan proaktif, dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai
permasalahan dalam
berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia
Kompetensi Inti 3 :
Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural
berdasarkan rasa
keingintahuannya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik
seni Batik Banten sebagai bentuk rasa syukur terhadap anugerah Tuhan
2.1. Menunjukkan sikap kerjasama, bertanggung jawab, toleran, dan disiplin melalui aktivitas berkesenian
2.2. Menunjukkan sikap santun, jujur, cinta damai dalam mengapresiai seni dan pembuatnya
2.3. Menunjukkan sikap responsif dan pro- aktif, peduli terhadap lingkungan dan sesama,menghargai karya seni dan pembuatnya
3.1. Memahami bahan, media dan teknik dalam proses berkarya seni Batik Banten.
3.2. Menerapkan jenis, simbol dan nilai estetis dalam konsep seni Batik Banten.
Dokumen I KURTILAS SMAN 13 Pandeglang Tahun Pelajaran 2019/2020 26 sesuai dengan bakat dan
minatnya untuk memecahkan masalah
Kompetensi Inti 4 :
Mengolah, menalar dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan
4.1. Membuat karya seni Batik Banten dua dimensi berdasarkan melihat model
1. Penguatan Pendidikan Karakter dan Literasi
Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) dilaksanakan dengan menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam pendidikan karakter terutama meliputi nilai-nilai religius, jujur, toleran, disiplin, bekerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli ligkungan, peduli sosial dan bertanggung jawab.
Hal itu merupakan perwujudan dari nilai utama karakter yang saling berkaitan yaitu religiositas, nasionalisme, kemandirian, gotong royong dan integritas yang terintegrasi dalam kurikulum.
Penguatan Pendidikan Karakter dilaksanakan melalui pembiasaan dalam proses pembelajaran di dalam kelas ataupun kegiatan -kegiatan kurikuler lainnya di luar kelas ataupun di luar sekolah. Penanaman pendidikan karakter dilaksanakan melalui proses pembelajaran berbasis sekolah, keluarga dan masyarakat. Kegiatannya dapat berupa kegiatan wajib yang harus dilaksanakan dan kegiatan pembiasaan. Kegiatan-kegiatan tersebut menjadi budaya sekolah yang dapat ditumbuh kembangkan.
Dokumen I KURTILAS SMAN 13 Pandeglang Tahun Pelajaran 2019/2020 27
RUTIN SPONTAN KETELADANAN
Upacara bendera Membuang sampah pada tempatnya, baris dengan rapi
Budaya disiplin
Olah raga bersama Menjaga kebugaran tubuh, memupuk semangat
Budaya hidup sehat
Jumat taqwa Kepedulian sesama Budaya tertib, Religius.
Datang tepat waktu dan melakukan Fingerprint
Disiplin, tanggung jawab
Budaya jujur
Budaya tepat waktu Budaya rapih
Gerakan Literasi Sekolah merupakan wahana untuk menanamkan nilai nilai karakter pada peserta didik. Melalui literasi peserta didik dapat melakukan olah hati, olah pikir, olah rasa dan olah raga.
Kegiatan yang dilakukan meliputi pembiasaan membaca bagi seluruh warga sekolah. Hal itu dilakukan selama 15 menit sebelum dimulai pelajaran terjadwal pada hari Senin Dalam proses pembelajaran literasi dilakukan melalui metode pembelajaran yang digunakan guru dalam proses pembelajaran di kelas. Kegiatan lain dari literasi dilakukan untuk mengembangkan potensi peserta didik melalui lomba karya dari peserta didik.
2. Pelayanan Bimbingan dan Konseling
Bimbingan dan Konseling memiliki 4 (empat) program yang mencakup:
a layanan dasar;
b layanan peminatan dan perencanaan individual;
Dokumen I KURTILAS SMAN 13 Pandeglang Tahun Pelajaran 2019/2020 28 c layanan responsif; dan
d layanan dukungan sistem.
Bidang layanan Bimbingan dan Konseling mencakup:
a bidang layanan pribadi;
b bidang layanan belajar;
c bidang layanan sosial; dan d bidang layanan karir.
Kegiatan pelayanan konseling yang berkenaan dengan masalah diri pribadi dan kehidupan sosial, belajar, dan pembentukan karir peserta didik. Program layanan konseling bagi peserta didik SMA Negeri 13 Pandeglang terutama ditujukan untuk pengembangan kreativitas dan bimbingan karir. Program layanan BK dimuat dalam Buku III Kurikulum SMA Negeri 13 Pandeglang.
3. Pengembangan diri
Pengembangan diri bukan merupakan suatu pelajaran yang harus diasuh oleh tenaga pendidik. Pengembangan diri bertujuan memberi kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, bakat dan minat setiap peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, bakat dan minat setiap peserta didik yang sesuai dengan kondisi sekolah. Kegiatan pengembangan diri difasilitasi dan atau dibimbing oleh konselor, tenaga pendidik atau tenaga kependidikan yang dapat dilakukan dalam bentuk kegiatan ekstrakurikuler. Kegiatan ekstrakurikuler yang dilaksanakan di SMA Negeri 13 Pandeglang meliputi kegiatan ekstrakurikuler wajib dan kegiatan ekstrakurikuler pilihan. Kegiatan ekstrakurikuler kepramukaan wajib diikuti oleh seluruh peserta didik. Pelaksanaan kegiatannya melalui model blok, aktualisasi dan reguler. Ketentuan teknis pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler dimuat dalam aturan tersendiri sesuai karakteristik dari setiap jenis kegiatan ekstrakurikuler. SMA Negeri 13 Pandeglang melaksanakan 5 jenis
Dokumen I KURTILAS SMAN 13 Pandeglang Tahun Pelajaran 2019/2020 29 kegiatan ekstrakurikler , yaitu Pramuka, Paskibra, PMR / UKS, Rohis, Futsal, dan Pencak Silat.
4. Peminatan dan Lintas minat dan atau Penjurusan a. Waktu Peminatan dan Lintas Minat untuk Kelas X:
1) Pemetaan dan pendataan peminatan dan lintas minat dilaksanakan pada saat pendaftaran peserta didik baru /setelah peserta didik dinyatakan diterima melalui penelusuran minat, bakat, dan potensi peserta didik, dengan memperhatikan nilai raport, SKHUN, dan rekomendasi dari sekolah asal (SMP/MTs.)
2) Jumlah Peserta Didik untuk setiap rombongan belajar minimal 20 orang dan maksimal 36 orang;
3) Pelaksanaan peminatan dan lintas minat mulai di semester 1.
b. Berdasarkan hasil analisis pendidik, tenaga kependidikan, dan sarana-prasarana yang tersedia di SMA Negeri 13 Pandeglang, ditentukan peminatan yang dilaksanakan yaitu Peminatan Matematika dan Ilmu-Ilmu Alam (MIA), dan Peminatan Ilmu- Ilmu Sosial (IIS) dengan jumlah masing-masing rombongan belajar yaitu dua rombongan belajar untuk peminatan Matematika dan Ilmu-Ilmu Alam (MIA), dan tiga rombongan belajar untuk peminatan Ilmu-Ilmu Sosial (IIS).
c. Lintas minat disediakan dengan masing-masing peserta didik memilih dua mata pelajaran yang ditawarkan (sesuai struktur kurikulum) melalui angket yang dibagikan pada saat mendaftar.
d. Penentuan Peminatan Kelas X
1) Pengolahan nilai raport, dan SKHUN: Untuk peminatan MIA yang diutamakan adalah nilai mata pelajarana Matematika, IPA, dan Bahasa Indonesia, dan untuk peminatan IIS diutamakan nilai mata pelajaran Matematika, IPS, dan Bahasa Indonesia.
Dokumen I KURTILAS SMAN 13 Pandeglang Tahun Pelajaran 2019/2020 30 2) Pertimbangan minat melalui angket peserta didik yang
disetujui oleh orang tua (angket terlampir) 3) Rekomendasi dari sekolah asal (SMP/MTs)
4) Bagi peserta didik yang “ragu”, atau tidak memilih baik peminatan ataupun lintas minat, maka dilakukan wawancara dengan guru BP/BK dan hasilnya disetujui oleh orang tua.
5. Penilaian dan Ketuntasan Belajar
Berdasarkan Permendikbud No 23 Tahun 2016 penilaian hasil belajar terdiri atas penilaian hasil belajar oleh pendidik, satuan pendidikan dan pemerintah.
Komponen
Penilaian oleh Pendidik Satuan
Pendidikan Pemerintah Bentuk penilaian Penilaian
harian dan dapat juga penilaian tengah semester
Penilaian Akhir Semester, Penilaian Akhir Tahun, Ujian Sekolah dan Ujian Sekolah
Berstandar Nasional
Ujian
Nasional, dan bentuk lain yang diperlukan
Aspek yang dinilai Sikap, Pengetahuan termasuk kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS), dan Keterampilan
Sikap*) Pengetahuan termasuk kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS), dan Keterampilan
---
Pengetahuan, termasuk kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS) ---
Dokumen I KURTILAS SMAN 13 Pandeglang Tahun Pelajaran 2019/2020 31 Laporan penilaian
a. Sikap
b. Pengetahuan
c. Keterampilan
Predikat dan deskripsi
Angka, predikat, dan deskripsi
Angka, predikat, dan deskripsi
Predikat dan deskripsi*)
Angka, predikat, dan deskripsi
Angka, predikat, dan deskripsi
---
Angka dan kategori
---
Penilaian hasil belajar oleh pendidik bertujuan untuk memantau dan mengevaluasi proses, kemajuan belajar, dan perbaikan hasil belajar peserta didik secara berkesinambungan. Penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan bertujuan untuk menilai pencapaian Standar Kompetensi Lulusan untuk semua mata pelajaran. Penilaian hasil belajar oleh Pemerintah bertujuan untuk menilai pencapaian kompetensi lulusan secara nasional pada mata pelajaran tertentu.
SMA Negeri 13 Pandeglang menetapkan kriteria ketuntasan belajar dengan mengacu pada SKL dengan mempertimbangkan karakteristik peserta didik, karakteristik mata pelajaran, dan kondisi satuan pendidikan. Kriteria ketuntasan Minimal (KKM) dirumuskan dengan memperhatikan 3 (tiga) aspek, yaitu kompleksitas materi/kompetensi, intake (kualitas peserta didik), serta guru dan daya dukung satuan pendidikan. SMA Negeri 13 Pandeglang menetapkan KKM melalui rapat dewan pendidik, setelah pendidik melakukan analisis KKM untuk mata pelajaran yang diampunya.
SMA Negeri 13 Pandeglang menetapkan KKM untuk pengetahuan 70, ketrampilan 75 dan KKM untuk sikap harus berpredikat baik.
6. Pelaksanaan Remedial dan Pengayaan
Dokumen I KURTILAS SMAN 13 Pandeglang Tahun Pelajaran 2019/2020 32 a Remedial
Remedial merupakan program pembelajaran yang diperuntukkan bagi peserta didik yang belum mencapai KKM dalam satu KD tertentu. Pembelajaran remedial diberikan segera setelah peserta didik diketahui belum mencapai KKM untuk setiap KD.
Pembelajaran remedial dilakukan untuk memenuhi kebutuhan/hak peserta didik. Dalam pembelajaran remedial, pendidik membantu peserta didik untuk memahami kesulitan belajar yang dihadapi secara mandiri, mengatasi kesulitan dengan memperbaiki sendiri cara belajar dan sikap belajarnya yang dapat mendorong tercapainya hasil belajar yang optimal.
SMA Negeri 13 Pandeglang menetapkan pelaksanaan remedial untuk tiap KD pada setiap mata pelajaran sebanyak dua kali.
Setelah dilaksanakan remedial wajib dilakukan penilaian ulang sesuai prosedur penilaian.
Tahapan pelaksanaan pembelajaran remedial serta strateginya digambarkan dalam skema sebagai berikut.
Nilai hasil remedial digunakan sebagai nilai yang akan diolah untuk nilai raport, dengan kata lain nilai yang digunakan adalah nilai tertinggi.
b Pengayaan
Pengayaan merupakan program pembelajaran yang diberikan kepada peserta didik yang telah mencapai dan/atau melampaui KKM. Fokus pengayaan adalah pendalaman dan perluasan dari kompetensi yang dipelajari. Pengayaan biasanya diberikan segera