1. Pendekatan
Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode kuantitatif, karena yang di teliti adalah Hubungan Budaya Kerja sebagai variable (X) dengan Kinerja Pegawai di LPPPTK KPTK Gowa Sulsel sebagai variabel (Y). Pada umumnya penelitian kuantitatif dituntut menggunakan angka mulai dari pengumpulan data, penafsiran data serta penampilan dari hasil penelitian.
2. Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode jenis penelitian kuantitatif korelasional. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data adalah teknik kuisioner yang bersisi aspek-aspek ke dua variabel tersebut, dan data yang telah di kumpulkan dapat di simpulkan bahwa kedua variabel memiliki hubungan yang positif.
B. Variabel dan Desain Penelitian 1. Variabel
Variabel penelitian pada dasarnya adalah segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk di pelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut, kemudian ditarik kesimpulannya.
Dalam penelitian ini yang menjadi variabel penelitian meliputi variabel bebas dan variabel terikat.
a. Variabel Bebas ( Independen)
Variabel bebas adalah merupakan variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel dependen (terikat). Yang menjadi variabel bebas dalam penelitian ini adalah Budaya
18
kerja. Adapun indikator-indikator budaya kerja menurut Taliziduhu Ndraha dapat dikategorikan tiga Yaitu : (1) Kebiasaan, (2) Peraturan, (3) Norma atau nilai-nilai.
b. Variabel Terikat ( Dependen ).
Variabel terikat merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat, karena adanya variabel bebas. Yang menjadi variabel terikat dalam penelitian inii yaitu Kinerja pegawai, Menurut Mathis (2002:78) menyatakan bahwa, “indikator kinerja : (1) Efektif, (2) Efesien, (3) Kualitas, (4) Kerjasama”.
2. Desain Penelitian
Penelitian ini dilakukan terhadap sejumlah pegawai di LPPPTK KPTK Gowa Sul-Sel. Masalah penting yang diukur dalam penelitian ini adalah “Hubungan budaya kerja terhadap kinerja pegawai” Hubungan Budaya Kerja sebagai variable (X). Dan Kinerja Pegawai sebagai variabel (Y).
Untuk lebih jelas pola gambar hubungan variabel X terhadap variabel Y dapat dilihat pada gambar dibawah ini.
Gambar 3.1 Hubungan variabel X terhadap Y Keterangan:
X= Budaya Kerja Y= Kinerja pegawai C. Populasi dan Sampel 1. Populasi
Y X
Populasi dapat diberikan makna yang cukup beragam. Menurut Sumanto (1995: 39), “Populasi artinya seluruh sebyek di dalam wilayah penelitian dijadikan subyek penelitian”. Sedangkan menurut suharsimi Arikunto (2006:130) menyatakan bahwa, “Populasi adalah keseluruhan subjek penelitian.”
Populasi dalam penelitian ini adalah pegawai LPPPTK KPTK Gowa Sulawesi Selatan. Dari data yang diperoleh dapat dikemukakan bahwa jumlah populasi pegawai di LPPPTK KPTK adalah 64 pegawai.
Secara rinci dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 3.1 : Daftar Populasi Pegawai LPPPTK KPTK Tahun 2017
No Jenjang Pendidikan Jumlah Pegawai
1 S2 8
2 S1 23
3 D3 3
4 SMA/SMK 22
5 SMP 1
6 SD 7
Total Pegawai 64
(Sumber : Pengolah Data Kepegawaian LPPPTK KPTK)
2. Sampel
Menurut Sumanto (1995:39) menyataka bahwa “Sampel adalah hanya sebagian dari subyek penelitian dipilih dan dianggap mewakili keseluruhan”.
Dengan kata lain, sampel adalah sebagian dari populasi yang jumlahnya lebih kecil dibandingkan dengan jumlah populasi, yang dipandang representatif terhadap populasi tersebut.Sedangkan Suharsimi Arikunto (2006:131) menyatakan bahwa “sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti” Menurut Alimuddin Tuwu (1993:160) menyatakan bahwa, “Proses yang meliputi pengambilan sebagian dari populasi, melakukan pengamatan pada populasi secara keseluruhan disebut sampling atau pengambilan sampel.”
Selanjutnya Vockell dalam alimuddin Tuwu (1993:161) menyatakan bahwa,
“istilah sampling berkenaan dengan strategi-strategi yang memungkinkan untuk mengambil satu sub-kelompok dari kelompok yang lebih besar, lalu kelompok kecil ini digunakan sebagai dasar untuk membuat keputusan tentang kelompok besar tersebut.”
Sementara itu menurut Sutrisno Hadi (2000) menyatakan bahwa, “sampling dapat digolongkan menjadi dua yaitu dengan perincian sebagai berikut.
a. Teknik Random Sampling
Teknik random sampling adalah teknik menentukan sampel yang memberi kesempatan pada semua individu dalam populasi baik secara sendiri sendiri atau secara bersama- sama untuk dipilih menjadi anggota sample.
b. Non Random Sampling
Suatu pendekatan sampel yang tidak memberi kesempatan yang sama pada seluruh anggota populasinya untuk dicalonkan menjadi anggota sampel.
Dalam penelitian ini teknik yang digunakan untuk mengambil sampel adalah Random Sampling karena dalam pengambilan sampel disini, setiap pegawai LPPPTK KPTK memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi anggota sampel penelitian. Adapun pelaksanaannya ditempuh dengan cara teknik Proposional Sampling karena pengambilan sampel disini berdasarkan pada jumlah yang sudah ditentukan atau sudah ditentukan sesuai dengan perhitungan pada sampel penelitian yaitu 25% dari jumlah keseluruhan.
Jadi karena jumlah pegawai LPPPTK KPTK berjumlah 64 orang, maka penelitian menggunakan 25% dari populasi sebagai sampel dengan perhitungan
persentase 25
100 x 64 = 16 orang. Berarti 25% dari 64 Pegawai yaitu 16 Pegawai, adapun daftar perincian sampel dapat dilihat dari tabel berikut:
Tabel 3.2 Perhitungan Penarikan Sampel
No Jenjang
Pendidikan
Jumlah
Pegawai Perhitungan Sampel Pembulatan
1 S2 8 8
64x 16=2 2
2 S1 23 23
64x 16=5,75 6
3 D3 3
3
64x 16=0,75
1
4 SMA/SMK 22
22
64x 16=5,5 5
5 SMP 1 1
64x 16=0,25 0
6 SD 7 7
64x 16=1,75 2
Total Sampel 16
(Sumber : Pengolah Data Kepegawaian LPPPTK KPTK)
D. Teknik Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data ialah teknik atau cara-cara yang dapat digunakan oleh peneliti untuk mengumpulkan data. Dalam pengumpulan data-data yang diperlukan dalam penelitian, maka diperlukan beberapa instrumen penelitian sebagai berikut:
1. Obeservasi
Kegiatan obeservasi meliputi melakukan pencatatan secara sistematik kejadian-kejadian, perilaku, obyek-obyek, yang dilihat dan hal-hal lain yang diperlukan. Pada tahap awal observasi dilakukan secara umum, peneliti mengumpulkan data atau informasi sebanyak mungkin. Tahap selanjutnya
peneliti harus melakukan obsevasi yang terfokus, yaitu mulai menyempitkan data atau informasi yang diperlukan sehingga peneliti dapat menemukan pola-pola perilaku dan hubungan yang terus menerus terjadi. Jika hal itu sudah ditemukan, maka peneliti dapat menemukan tema-tema yang akan diteliti.
2. Teknik Kuisioner
Teknik Kuisioner yang bersisi aspek-aspek ke dua variabel tersebut, dan data yang telah di kumpulkan dapat di simpulkan bahwa kedua variabel memiliki hubungan yang positif.
E. Teknik Analisis Data
Dalam penelitian ini penulis menggunakan analisis dengan menggunakan aplikasi SPSS dengan langkah- langkah sebagai berikut :
1. Uji Validitas Data
Uji validitas dilakukan untuk mengukur sejauh mana instrument dapat digunakan untuk mengukur apa yang hendak diukur. Uji validitas yang dilakukan dalam penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui apakah pertanyaan-pertanyaan yang digunakan dalam penelitian ini sudah dapat mengukur variabel penelitian.
Uji validitas butir-butir kuesioner penelitian dilakukan dengan menggunakan uji korelasi Product Moment Pearson. Uji coba instrumen ini dimaksudkan untuk mengetahui kelayakan instrumen untuk sebagai instrumen peneliti.
Dasar pengambilan keputusan:
Jika nilai rhitung lebih besar dari pada nilai rtabel maka angket tersebut dinyatakan valid .
Jika nilai rhitung lebih kecil dari pada nilai rtabel maka angket tersebut dinyatakan tidak valid .
Rumus yang di gunakan di uji validitas sebagai berikut, namun pengujian pada penelitian ii menggunakan bantuan software SPSS 23.
x
∑¿
¿y
∑¿
¿¿
¿x
∑¿²
¿y
∑¿²
¿ n∑ y ²−¿
x ²−¿ ¿ n∑¿
XY −¿¿ n∑¿
Rxy=¿
(Arikunto, 2006:67) Keterangan:
RXY = Validitasi Soal
∑ X = Skor total setiap butir
∑ Y = Skor total responden
∑ X² = Kuadrat skor total setiap butir
∑ Y² = Kuadrat skor total
∑ XY = Korelasi skor dengan skor total setiap faktor n = Jumlah responden
2. Uji Reliabilitas
Uji Reliabilitas adalah data untuk mengukur suatu kuesioner yang merupakan indikator dari variabel atau konstruk. Suatu kuesioner dikatakan reliabel atau handal jika jawaban seseorang terhadap pernyataan adalah konsisten atau stabil dari waktu ke waktu.
Dasar pengambilan keputusan dalam Uji Reliabilitas adalah:
Jika nilai Alpha lebih besar dari r tabel maka item-item angket yang digunakan dinyatakan reliabel atau konsisten,
Jika nilai Alpha lebih kecil dari rtabel maka item-item angket yang digunakan dinyatakan tidak reliabiel atau tidak konsisten.
3. Uji Normalitas Data
Uji Normalitas adalah sebuah uji yang dilakukan dengan tujuan untuk menilai sebaran data pada sebuah kelompok data atau variabel, apakah sebaran data tersebut berdistribusi normal ataukah tidak.
Uji Normalitas berguna untuk menentukan data yang telah dikumpulkan berdistribusi normal atau diambil dari populasi normal. Uji normalitas pada penelitian ini menggunakan Metode Kolmogorov-Smirnov.
Dasar pengambilan keputusan adalah berdasarkan probabilitas (Sig.)
Jika nilai probabilitas (Sig.) > 0,05 maka Populasi berdistribusi normal
Jikan nilai probabilitas (Sig.) <= 0,05 Populasi tidak berdistribusi normal.
4. Uji Linearitas
Secara umum Uji Linearitas bertujuan untuk mengetahui apakah dua variabel mempunyai hubungan yang linear secara signifikan atau tidak. Data yang baik seharusnya terdapat hubungan yang linear antara variabel predictor (X) dengan variabel (Y). Dalam beberapa referensi dinyatakan bahwa Uji Linearitas merupakan syarat sebelum dilakukannya uji Regresi Linear. Suatu Uji yang dialkukan harus berpedoman pada dasar pengambilan keputusan yang jelas. Dasar pengambilan keputusan dalam Uji Linearitas :
Jika nilai probabilitas > 0,05, maka hubungan antara variabel X dengan Y adalah linear.
Jika nilai probabilitas < 0,05, maka hubungan antara variabel X dengan Y adalah tidak linear.
5. Uji heteroskedastisitas
Uji heteroskedastisitas digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya penyimpangan asumsi klasik heteroskedastisitas yaitu adanya ketidaksamaan varian dari residual untuk semua pengamatan pada model regresi. Prasyarat yang harus terpenuhi dalam model regresi adalah tidak adanya gejala heteroskedastisitas. Ada beberapa metode pengujian yang bisa digunakan diantaranya yaitu Uji Park, Uji Glesjer, Melihat pola grafik regresi, dan uji koefisien korelasi Spearman. Pada Uji heteroskedastisitas ini menggunakan Metode Glesjer. Model regresi seharusnya tidak terjadi heteroskedastitas.
Dasar pengambilan keputusan Pada uji Heteroskedastisitas yakni:
Jika nilai signifikan lebih besar dari 0,05, maka tidak terjadi Heteroskedastisitas.
Jika nilai signifikan lebih kecil dari 0,05, maka terjadi Heteroskedastisitas.
6. Pengujian Hipotesis a) Persamaan Regresi.
Y =a+Bx^
(Riduwan, 2003:247) b) Uji Hipotesis Membandingkan Nilai Sig dengan 0,05
Dasar pengambilan keputusan:
H0 : Jika nilai signifikan (Sig) < Probabilitas 0,05 Maka ada pengaruh Budaya Kerja (X) dengan Kinerja Pegawai (Y)
Ha : Jika nilai signifikan (Sig) > Probabilitas 0,05 Maka tidak ada pengaruh Budaya Kerja (X) dengan Kinerja Pegawai (Y)
Untuk memberikan penafsiran terhadap koofisien korelasi yang diperoleh besar atau kecil, maka dapat berpedoman pada ketentuan seperti pada tabel berikut:
Tabel 3.3 Interpretasi Koofisien Korelasi
Interval Koofisien Tingkat Hubungan
0,00 – 0,199 Sangat Rendah
0,20 – 0,399 Rendah
0,40 –0,599 Sedang
0,60 – 0,799 Kuat
0,80 – 1,00 Sangat Kuat
(Ridwan, 2003 : 228)