• Tidak ada hasil yang ditemukan

yj'+ WIdAb i 6 Yrti dam ~aki disueuh oleh. MUHAMMAD WARDAN JOGJAKARTa ',' ;..., \ /.. f...,. I

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "yj'+ WIdAb i 6 Yrti dam ~aki disueuh oleh. MUHAMMAD WARDAN JOGJAKARTa ',' ;..., \ /.. f...,. I"

Copied!
71
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

yJ'+

W I d A b

i 6

Y r t i dam ~ a k i

disueuh oleh.

MUHAMMAD WARDAN

JOGJAKARTa.. ...

.

' ,'

.- - . ..

. . .. - . . . '

I . . -..

.- ..

.

..- . I /

. . ; ;.. ., \

/. . f.. . ,.

I

.A

(3)

A1

-

Mathlah'us sa'id fi hisabatil kawabi 'alar roshdildjadid.

Al-Ustadz Sjeich Husain Za id.

Zeidj 'Ala

-

uddin ibnis Sjathir.

Fat-hul Mannan. Sjeich Muhammad ibnu 'Abd. Rahman An-Nabuli.

Tuhfatul Ichwan. Al-Ustadz Sjeich Ahmad Qosim.

Irsja-du ahlil millah ila itsba

-

ti1 ahillah. Sjeich Muhammad Bachit.

Takwim a1

-

madjallatus Salafijah dj;

II.

Muhibbuddin Al- chotib dan 'Abdul Fattah Qurban.

Taufiqur Rohman. Sjeich Muhammad B a c h i t.

Ilmu Dunia. N. Heertjes tardjm. M. Sjafe'i.

Ilmu Falak (cosmographic) diktat Alm. Kj. H . Siradj Dahlan.

Beberapa risalah tulisan tangan. Diantaranja : 'Umdatuttholib fi tahkiki shoumil hasib dan Tadzkirotul ichwan karangan Alm. Kj. H . Ahmad Dahlan bin 'abdillah At-Termasi.

Diantaranja ,,pula Risalah" Muntaha nata-idjil aqwal fi .ma1- rifatil hilal, karangan Alm. Kj. Muhammad Hasan Asj'ari.

Luqotul djawahir fi tahdidil chuthut waddawa

-

ir. Muham- mad bin Muhammad A1

-

Mardini.

d. 1. 1.

(4)

Buku ini kami susun sebagai landjutan atau kelengkapan d a r i K i t a b l l m u F a l a k d a n H i s a b , d a n kami se- suaikan pula dengan rentiana peladjaran Madrasah Menengah Tinggi (

M.M.

T. ) dalam mata peladjaran ilmu falak d i kelas tertinggi.

Pengharapan kami, mudah-mudahan buku ini sementara d a p a t mengurangi kesulitan

-

kesulitan iang sering d i h a d a p i oleh para siswa pada madrasah landjutan tingkatan atas di- d a l a m hasrat mereka menuntuf ilmu pengetahuan falak jang

.

berhvbungan dengan pengetahuan hisab, baik hisab ' U r f i ataupun hisob H a k i

k

i penentuan tanggal, bulan d a n tahun.

Kemudian sangat kami harapkan koreksi perbaikan d a r i p a r a ahli, selandiulnja kepada Beliau-beliau itu kami u t i a ~ k a n diperbanjak terima kasih.

Semoga buku ini dapat berguna d o n bermanfa'at.

15 Robi'ulachir 1377

-

jogiabrtaf 18 kopernber 1957.

P e n j u s u n .

(5)

Pendahuluan.

Ilmu hisab penentuan tanggal, bulan dan tahun adalah suatu ilmu pe- ngetahuan jang sangat penting disamping pengetahuan-pengetahuan jang lain, dan pula memegang peranan penting didalam sedjarah. Bagi para ahli sedja- rah, tidak asing nama Pompilius sebagai pentjipta pananggalan berdasarkan peredaran Matahari meskipun sebenarnja, sebelum Pompilius sudah terdapat beberapa ahli dalam soal penanggalan, dan pula sebenarnja sudah sedjak lama sekali sebelum Pompilius, penanggalan berdasarkan peredaran Matahari berlaku dalam kalan-gan masjarakat seperti jang berlaku dinegara Mesir, Persi.

Hindu d.l.1.. demikian pula penanggalan berdasarkan peredaran Bulan sudah berlaku sedja:, zaman Nabi Ibrahim a.s. Demikian pula tidak asing lagi bagi ahli sedjarah nama Julius Caesar (100

-

44 s H ) sebagai pentjipta penang- galan baru sesudah Pompilius, meskipun pada sekarang ini, anggarannja dalam soal penanggalan telah dianggap suatu anggaran lama. Nama bulan Juli pun tidak lepas dari pengaruhnja. Terutama nama P. Gregorius XI11

(5

1582 M ) tidak asing pula bagi para ahli sedjarah dalam soal penanggalan, bahkan penanggalan Masehi jang hingga sekarang masih tetap berlaku dan kemung- kinan masih akan tetap berlaku untuk seterusnja, adalah menurut anggaran- nja. Dalam kalangan umat Islam terutama, dan kalangan para ahli sedjarah, nama Shahabat 'Umar (581

-

644 M. ) terkenal sebagai pentjipta penang- galan Hidjrah jang pada zaman Djahilijah berlaku penanggalan Jahudi de- ngan tiga belas bulannja pada tahun-tahun tertentu, dan pengunduran bulan- bulan tertentu oleh orang-orang Arab Djahilijah lerutama pengunduran bulan Hadjdji jang karena hanja untuk memenuhi kepentingan-kepentingan mereka jang tidak berarti, jang kemudian dengan tegas oleh Al-Qur-an dikeluarkan suatu pernjataan, bahwa bulan pada tiap tahunnja hanja 12 kali, dan pe- ngunduran bulan-bulan tertentu adalah perbuatan sesat.

Kemudian lagi jang tidak boleh kita lupakan, ialah suatu peristiwa penting dan bersedjarah. jaitu penggabungan penanggalan Hindu Djawa ( Soko ) dengan penanggalan Hidjrah' .jang pada dasarnja untuk merobah suatu keadaan jang tidak wadjar agar supaja sesuai dengan tuntunan-tuntunan jang benar. Hal ini merupakan suatu tjiptaan baru jang perlu sekali ditjatat dalam sedjarah, baru dalam arti jang benar

-

benar baru, ialah baru dalam arti merobah suatu masjarakat lama kepada bentukan masjarakat baru, jaitu dari masjarakat ke Hindu

-

hinduan kepada masjarakat ke Islaman: Hal ini dapat terlihat dengan adanja ketentuan satu windu 8 tahun dengan nama- nama tahun dalam sewindu itu berhuruf Arab Abdjadijah sebagai penundjuk angka didalam menentukan hari-hari permulaan tahunnjaseperti tahun Alip.

( 1 =

I ) Ehe ( b

=

5 ) . Djimawal

=

3 ) . Z e ( j

=

7 ) . D a l ( 3 = 4 ) . Be ( L.)

=

21, Wawu ( j

=

6 ) dan Djimakir

( c

11

=

3 ) . Demikian pula tentan'g pergantian Huruf dari Djamngijah ke Chornsijah, dari Chomsijah ke Arbangijah, dari Arbangijah k e Tsalatsijah jang kemudian mewudjudkan

(6)

adanja kata-kata tahun A b o g e jang artinja, tiap tahun Alip tanggal 1 Suro harinja Rebo Wage, dan kata-kata tahun A s o p o n jang artinja, tiap tahun Alip tanggal 1 Suro harinja Selasa Pon.

Sebagai pentjipta utama penanggalan gabungan tersebut diatas jang selandjutnja terkenal dengan penanggalan Djawa jang pula sehingga seka- rang masih tetap berlaku, ialah seorang radja Muslim terkenal dengan ge- laran: Sri Sultan Muhammad Sultan Agung Prabu Anjokrokusuma di Kera- djaan Mataram ( 1613 - 1645 M ).

Uraian tersebut diatas adalah ditentang sekitar hisab penentuan tang- gal berdasarkan hisab 'Urfi. Adapun mengenai hisab hakiki, tidak pula ku- rang pentingnja soal penentuan tanggal 1 bulan Ramadlan dan Sjawal. Hal ini, perkembangannja melalui peristiwa

-

peristiwa penting, terutama ditanah kita ha1 tersebut merupakan suatu perkembangan baru dan masa

-

masa pe-

robahan, dalam kalangan masjarakat Muslimin umumnja atau pun dalam kalangan 'Ulama

-

'Ulamanja. Karena penentuan tanggal dengan berdasarkan hisab hakiki itu merupakan suatu ha1 jang dipandang baru, sehingga tidak mudah untuk diketengahkan dalam kalangan masjarakat atau dalam membe- rikan pengertian suadjarnja kepada mereka. Karena pula pada sebelumnja, orang-orang baru berpuasa Ramadlan kalau sudah terdengar bunji t i d u r ( dugder ) di masdjid

-

masdjid atau disurau

-

surau d. 1. I., jaitu pemukulan bedug atau tabuh berturut

-

turut pada petang hari sesudah sholat 'Ashar mendjelang 1 Ramadlan atau belum mau berhari raja kalau belum terdengar suara t i d u r jang dipukul pada petang hari sesudah sholat 'Ashar mendjelang 1 Sjawal, dan pemukulan tidur tersebut dilakukan menurut ketentuan adat, adat jang menentukan tanggal 1 bulan baru berdasarkan h i s a b 'U r f i, se- hingga bilamana diikuti penentuan tgl. 1 Ramadlan dan Sjawal berdasarkan kalau tidur sudah dibunjikan dan ditabuh berturut-turut, maka selama-lama- nja umur bulan Ramadlan itu pasti dan tetap 30 hari dan tidak pernah 29 hari. Padahal umur bulan Ramadlan baik berdasarkan r u k j a t H i 1 a 1 atau hisab hakiki, dan pula sesuai dengan Hadits Nabi s. a. w. Sahwa umur bulan Ramadlan, kadang-kadang 30' hari dan kadang-kadang pula 29 hari.

Penentuan tanggal berdasarkan hisab hakiki ini, pertama

-

tama dike- tengahkan dalam masjarakat, baru sedjak

+

50 tahun jang lalu, dan dalam soal ini pada waktu itu merupakan suatu persoalan jang hangat dan baru, se- hingga menimbulkan pertentangan faham dan sikap diantara kalangan kaum Muslimin sendiri, jaitu berpegang teguh kepada hisab 'Urfi disatu pihak, dan dipihak lain berpegang kepada hisab hakiki atau rukjat

-

Hilal. Tetapi alhamdu lillah, pada achir2 ini pertentangan tersebut diatas sudah berkurang sekali kalau tidak boleh dikatakan sudah hilang sama sekali, dan kalaupun masih ada, hanja merupakan suatu pertentangan jang tidak berarti. Kemudian karena perkembangan masa dan keluasan memaham dalam agama, maka ter- 'adi lagi pertentangan faham didalam sc?al penentuan bulan baru terutama 'an Ramadlan dan Sjawal, jaitu disatu ~ i h a k berpegang dengan dzahirnja

(7)

Hadits (berdasarkan rukjat Hilal lepas dari hitungan) dan dipihak lain ber- pegang kepada hisab hakiki. Akan tetapi pertentangan ini hanja terbatas dalam kalangan para 'Ulama sadja dan tidak sampai meluas didalam kala- ngan masjarakat, artinja tidak menimbulkan sesuatu jang tidak diharapkan.

Akan tetapi jang masih sangat terasa djanggal, ialah pada sekali waktu ter- djadi hasil hitungan hisab hakiki dari para h a s i b tidak sama. Pasti tidak akan terdjadi bahwa dua buah hasil dari hitungan hisab hakiki jang berten- tangan dalam satu soal, kedua-duanja sama-sama benar, pasti salah satu di- antara dua itu jang salah. Kalau terdapat salah, mungkin kesalahan itu ter- letak pada kurangnja k,etelitian, atau mungkin hitungannja itu berdasarkan suatu anggaran atau ko-'idah jang tidak benar.

Oleh karena jang tersebut diatas itu, maka besar sekali harapan kami kepada para generasi baru terutama para siswa dan peladjar- peladjar Islam agar supaja mereka turut serta mengikuti perkembangan2 hisab hakiki de- ngan memperdalam ilmu pengetahuan hisab hakiki ini sehingga diharapkan dari mereka nanti dapat menemukan suatu djalan jang pasti dalam soal hi- sab, sehingga tidak akan terdjadi lagi dalam kalangan para hasib perbedaan buah hasil dari hitungan hisabnja.

(8)

HISAB PENENTUAN TANGGAL.

Hisab atau hitungan untuk menentukan tanggal adalah dua matjam, jaitu: Hisab 'Urfi dan Hisab Hakiki.

Hisab 'Urfi.

Hisab 'Urfi ialah hitungan rata-rata jang berlaku didalam pembikinan almanak biasa.

Hisab 'Urfi jang berlaku ditanah kita ialah tiga matjam : I . Hisab Masehi ( Romawi ).

2. ,, Hidjrah ( tirab).

3. ,, Djawa ( Djawa Islam).

Hisab Masehi

(

Romawi

).

Pentjipta hitungan ini ialah Numa Pompilius. Tahun pertama ditetap- kan pada tahun berdirinja Keradjaan Roma jaitu pada

+

th. 753 sebelum lahir Nabi 'Isa a. s. Hitungan ini berdasarkan perdjalanan Matahari. Kemudian pada th. 45 s. M. ternjata bahwa menurut hitungan itu sudah bulan Djuni, tetapi kalau dilihat dari letak Matahari, sebenarnja pada waktu itu baru bulan Maret, sehingga ternjata melontjat 3 bulan. Kemudian oleh Julius .-Caesar diperintahkan agar diubah dan disesuaikan dengan jang sebenarnja serta ditetapkan rata-rata satu tahun berumur 365 1/4 hari ( menurut peredaran Matahari jang sebenarnja ialah 365 hari 5 djam 48' 46" ), tahun kesatu, dua dan tiga ditetapkan berumur 365 hari disebut tahun pendek (basithoh

=

Djw. wastu), dan jang ke empat berumur 366 hari disebut tahun pandjang (kabisah

=

Djw. wuntu), atau dengan keterangan lain, tiap tahun jang angka tahunnja tepat dibagi empat, maka tahun itu adalah tahun pandjang.

Hitungan Julius Caesar ini bzrlaku hingga lama sekali. Baru pada tanggal 5 Oktober th. 1582 M, dinjatakan oleh seorang ahli bintang bahwa pada hari itu djika ditilik dari let& Matahari sebenarnja sudah tanggal 15 Oktober. Oleh karena itu maka oleh Paus G r e g o r i u s XI11 diperintahkan agar supaja pada hari itu ( tgl. 5 October menurut hitungan J. Caesar) diadjukan 10 hari, jaitu didjadikan tgl. 15 Oktober dan untuk menentukan tahun pandjany sedikit berbeda dengan anggaran J. Caesar, jaitu th. 1700, th. 1800 dan th. 1900 oleh P. Gregorius tidak didjadikan tahun pandjang sebab tidak tepat dibagi 400, akan tetapi th. 2000 dan 2400 adalah tahun pandjang dan pula satu tahun ditentukan 365,2425 hari dan 12 bulan. Ada- pun nama

-

namanja ialah januari. Februari, Maart, April, Mei, Juni, Juli, Agustus, September. October, November dan December. Bulan ke 1, 3, 5, 7, 8, 10 dan 12 berumur 31 hari dan lainnja berumur 30 hari ketjuali bulan Februari berumur 28 hari pada tahun pendek dan 29 hari pada tahun pan- djang, daurnja ( windu ) ialah 4 tahun.

(9)

Menentukan hari pada tanggal, bulan dan tahun jang telah diketahui.

Misalnja, pada tanggal 5 Maret th. 1957 djatuh pada hari apakah.

Lebih dahulu hari, bulan dan tahunnja didjadikan hari semua kemu- dian djumlah hari itu dibagi 7, sisanja dihitung dari hari Sabtu. Untuk mengetahui pasarannja, djumlah hari tersebut dibagi lima, sisanja dihitung dari K l i w o n.

Tersebut diatas dihitung sebagai berikut :

1 daur (windu)

=

3 6 5 hr. X 3

+

366 hr. G 1461 hr.

5 Maret 1957

=

1956

+

Djanuari

+

Pebruari

+

5 Maret.

1956

=

4 X 489 daur

=

489 X 1461 hr.

--

714429 hr.

Djanuari

+

Pebruari '57 ( tahun pendek )

- -

-

59 ,.

5 M a r e t

-

5 .,

Djumlah 714493 ,.

Karena anggaran baru maka harus dikurangi

--

13 ,.

Djumlah hari mulai permulaan th. Masehi hingga 5 Maret '57 714480 ,,

714480 =: 7 X 102068 sisa 4 dihitung dari hari Sabtu, jaitu djatuh pada hari S e 1 a s a.

Adapun pasarannja jaitu 714480 dibagi 5 sisa 0 c-- W a g e . Pendjelasan.

T h . 1957 adalah th. pendek sebab tidak tepat dibagi 4, djadi bulan Pebruari '57 berumur 2 8 harl.

Dikurangi 1 3 hari rersebut ialah :

Mulai perubahan (Gregorius)

pads

th. 1582

M,

pada waktu itu tgl. 5 Oktober didjadikan tgl. 15 Oktober, berarti madju 10 hr. Menurut peraturan lama ( J . Caecar) th. 1700, 1800 dan 1900 termasuk tahun pandjang, tetapi menurut anggaran baru tidaklah demikian. Djadi selain dikurangi 10 hari rersebut diatas masih harus dikurangi lagi 3 hari, berarti djumlah pengu- rangan ialah 10 hari

+

3 hari

=

1 3 hari.

Tjontoh lagi.

Tgl. 10 Mei th. 1956 djatuh pada hari apakah.

1955

=

4 x 488 daur

+

3 th.

488 daur

=

1461 hari x 488 =: 712968 hr.

3 th.

=

365 hr. x 3

=

1095 ,,

Djan., Pebr., Mrt., April '56 (th. pandjang)

=

121 ,,

1 0 M e i

- -

10 ,,

Djumlah 714194 .,

Dikurangi 13 ,,

-

Djumlah hari mulai permulaan th. Masehi hingga

tgl. 1 0 Mei 1956

. . . . . . . . . . . . .

714181 ,,

714181

=

7 x 102025 sisa 6 dihitung dari hari Sabtu, jaitu djatuh pada hari K a m i a.

Adapun pasarannja jaitu 714181 dibagi 5 sisa 1

=

K 1 i w o n.

6

(10)

Hisa b 'Urfi Hidjrah

(

Arab 1..

Hisab 'Urfi ini berdasarkan peredaran Bulan. Tahun pertama ialah tahun jang didalamnja terdjadi hidjrah Nabi Muhammad s.a.w. dari Mekkah ke Madinah. 1 Muharrom pada waktu itu bertepatan hari Kamis tgl. 15 Djuli.

th. 622 M. Ketentuan ini adalah menurut pendapat para Djumhur 'Ulama ahli hisab, sebab mukuts Hilal pada hari Rabu petang sewaktu Matahari terbenam sudah mentjapai 5 deradjah 57 menit. Meskipun demikian ada pula pendapat lain jang menerangkan bahwa 1 Muharrom permulaan tahun Hidjrah bertepatan hari Djum'at tgl. 16 Djuli th. 622 M.

Satu tahun--terdapat 12 bulan dan lamanja ditetapkan 354 11/30 hari (jang sebenariija 374 hr. 8 dj. 48, 5 men.). Oleh karena itu, maka diadakan

,

suatu d a u r ( windu ) bercmur 30 tahun dan didalam 30 tahun itu terdjadi tahun pandjang 11 kali jaitu tahun jang ke : 2, 5, 7, 10, 13, 16, 18, -21, 24.

26, dan ke 29. Sebagian 'Ulama menerangkan I5 bukan 16, sepertl jang tersimpul pada huruf-huruf jang bertitik (nuqth6h) dalam susunan kalimat tersebut dibawah ini :

J.A

$ > i s b d ~ . A l c b ;

Tahun jang angkanja setelah dibagi 30 bersisa tepat dengan angka- angka tersebut diatas, maka tahun itu adalah tahun pandjang ( kabisah) berumur 355 hari, dan jang tidak tepat dengan angka-angka itu adalah tahun pendek (basithoh) berumur 354 hari. Misalnja th. 1377 H. setelah dibagi 30 bersisa 27. Angka 27 tidak terdapat pada angka

-

angka tahun pandjang, maka th. 1377 H. ini adalah tahun pendek. Adapun ch. 1376 adalah th. pandjang, sebab setelah dibagi 3 0 bersisa 26, dan angka 26 ini terdapat pada angka-angka tahun pandjang.

Sebagaimana jang tersebut diatas, diterangkan bahwa tahun pandjang ( kabisah ) berumur 355 hari dan tahun pendek ( basithoh ) berumur 354 hari. Untuk menjesuaikan ini, maka umur bulan itu didjadikm dua matjam jaitu 3 0 hari dan 29 hari. Bulan gasal ( gandjil) berumur 30 hari, bulan genap 29 hari ketjuali pada th. pandjang bulan Dzilhidjdjah (bl. genap) jang menurut ketentuannja berumur 29 hari diumurkan 3 0 hari. Jang sebenarnja menurut peredaran Bulan umur ,sebulan itu ialah : 29 hari 12 djam 44 menit 2,5 detik, djadi satu tahun 354 hari. 8 djam 48,5 menit.

Adapun nama2 bulan Arab ialah : Muharrom, Shofar, Robi-'ulawwal, Robi-'ul-achir, Djumadal-u-la, Djumadal-tsa.nijah, Radjab, Sja'ban, Romadlon, Sjawwai, Dzil-qo'dah dan Dzil-hidjdjah.

hlenentuken hari pada tanggal, bulan dan tahun jang telah diketahui.

Misalnja pada tanggal 12 Robi

-

'ul

-

awwal th. 1377 H. djatuh pada hari apakah.

Lebih dahulu hari, bulan dan tahunnja didjadikan hari semua, ke- mudian djumlah hari itu dibagi 7, sisanja dihitung dari hari Kamis. Untuk

(11)

mengetahui pasarannja, djumlah hari tersebut dibagi lima, sisanja dihitung dari Kliwon.

Bagi jang berpendapat 1 Muharrom th. 1 H. bertepatan hari Djum- 'at tg1. 16 Djuli th. 622 M., sisa tersebut dihitung dari hari Djurn'at, dan hasilnjapun akan selisih 1 hari.

Kemudian, tersebut diatas dihitung sebagai berikut :

1 daur (windu)

=

354 hari X 30

-I-

11 hari

=:

10631 hari.

1376

=

3 0 X 45 daur

+

26 tahun.

45 daur

=

10631 hari X 45

=

478395 hari.

26 tahun

=

354 hari X 26

+

10 hari (tahun Pandjang)

=

9214 ,,

Muharrom dan Shofar

- -

50 ,,

12 Robi

-

'ul- awwal

- -

12 ,,

Djumlah hari mulai pertnulaan tahun Hidjrah

hingga tgl. 12 Robi-'ul-awwal 1377

=

487680 ,,

487680 dibagi 7

=

sisa 4 dihitung mulai dari hari Kamis jaitu djatuh pada hari A h a d.

Adapun pasarannja jaitu 487680 dibagi 5

=

sisa 0

=

W a g e . Tjontoh lagi.

Tgl. 1 Robi-'ul-achir th. 1375

H.

djatuh pada hari apakah.

1374 30 X 45 daur

+

24 tahun.

45 daur

=

10631 hari X 45

=

478395 hari

24 tahun

=

354 hari X 24

+

9 hari.

=

8505 hari Muharrom, Shofar dan Robi-'ul-awwal

- -

89 hari

1 Robi-'ul-achir

- -

1 hari

Djumlah hari

=

486990 ,,

486990 dibagi 7 =: sisa 0 dihitung dari Kamis jaitu djatuh pada hari Rabu, dan pasarannja dibagi 5

=:

sisa 0 dihitung dari Kliwon jaitu Wage.

Penentuan hari seperti tersebut diatas, dapat dikerdjakan dan dihitung dengan djalan lain jang lebih ringkas, ialah dengan djalan sebagai berikut :

Angka tahun jang sudah sempurna dibagi 30. Kemudian hasil pem- bagian ini ditambah sisanja kalau ada, hasil djumlahan kemudian dikalikan 5 dan hasil perkalian ini dikurangi sisa tersebut. Kemudian hasil semuanja itu ditambah djumlah tahun pandjang jang terdapat dalam sisa kalau ada, dan ditambah lagi 1. Hasil seluruhnja dibagi 7, sisa dihitung dari hari K a m i a.

Ura~an tersebut dapat diringkas sebagai berikut :

(Hasil pembagian

+

sisa) X 5

-

sisa

+

djumlah tahun pandjang dalam sisa

+

1. Kemudian hasil seluruhnja dibagi 7, sisa dari Kamis.

Adapun untuk meogetahui pasarannja ialah sebagai berikut :

Hasil pemb. f- (sisa X 4 )

+

th. ~ a n d j a n g dl. sisa f 1. Kemudian hasil seluruhnja dibagi 5, sisanja dihitung dari Kliwon.

Hasil hitungan tersebut diatas adalah penentuan hari permulaan tahun ( 1 Muharrom ).

10

(12)

T j o n t o h .

1 Muharrom th. 1377 H. djatuh pada harl apakah,

1376

=

30 X 45 i- 26 (sisa ). Dalam sisa ini terdapat 10 tahun pandjang.

( 4 5

+

2 6 ) X 5

-

26

+

10

+

1

=

71 X 5

-

26

+

11

=

355

-

26

-I-

11

=

329

+

11

=

340. ( hasil) seluruhnja ).

340 dibagi 7

=

sisa 4 dihitung dari hari Kamis, jaitu pada hari A h a d . Pasarannja ialah : 45 .E (26 x 4 ) .E 10

+

1

=

45

+

104 e 1 1

=

160.

160 dibagi 5

=

sisa 0 dihitung dari Kliwon jaitu W a g e . Djadi tg1. 1 Muharrom 1377 H.

=

hari A h a d Wage.

Setelah diketahui hari tgl. 1 Muharrom seperti tersebut diatas, maka untuk mengetahui hari permulaan bulan

-

bulan berikutnja, dapat ditentukan dengan rumuz-rumuz angka tersimpul dalam perkataan jang tersusun dengan huruf abdjadij~h :

e,, J 0 , oT, a 0 ,

Djelasnja ialah sebagai berikut :

+I ,e

j,

+\

Muharrom

I

= 1 . ; 1

Shofar p 3

* ;

1

Rb. awwal s = 4 5

Rb. achir J = 6 3

Djmd- tsa

-

nijah

,, =

2 , . . 4

Rod jab ~ = 3 3

Sja'ban B = 5 9 3

Romadlon = 6 , 2

Sjawal

\

= 1 2

Dzil- qo'dah +

=

2 , 1

Dzilhidjdjah s = 4 , 1

Angka disampingnja aclalah penundjuk pasarannja.

Sebagaimana tersebut diatas bahwa tanggal 1 Muharrom th. 1377 H.

djatuh pada hari A h a d Wage, maka tgl. 1 bulan Shofar (permulaan Shofar) ialah hari ke 3 dihitung dari Ahad, jaitu pada hari S e 1 a s a, dan pasarannja ialah ke 1 dihitung dari Wage jaitu W a g e. Permulaan bulan Romadlon ialah hari ke 6 dari Ahad jaitu, hari Djum'at dan pasarannja ialah ke 2 d a r ~ W a g e jaitu Kliwon. Demikianlah untuk seterusnja.

T j o n t o h l a g i .

Tgl.

1 Muharrom th. 1375 H. djatuh pada hari apakah.

1374

=

30 X 45

+

sisa 24. Dalam sisa terdapat tahun pandjang 9 kali. ,

(13)

( 4 5

f

2 4 )

X

5

-

2 4 a 9 * 1

=

63 X 5

-

2 4 * 10

=

345

-

24.*

10

=

321

*

10 7 331.

331 dibagi 7

=

sisa 2 dari Kamis jaitu hari D j u m

'

a t .

Pasarannja ialah 45 a ( 24

X

4 )

*

9

*

1

=

45 t 96 a 9 t 1

=

151

dibagi 5

=

sisa 1 dihitung dari Kliwon jaitu K 1 i w o n.

Kemudian permulaan Shofar ialah ke 3 dari Djum'at jaitu Ahad dan Pasarannja ke 1 dart Kliwon jaitu Kliwon dan permulaan Sjawal ialah ke 1 dari Djum'at jaitu Djum'at dan pasarannja ialah ke 2 dari Kliwon jaitu Legi.

Hisab 'Urfi Djawa ( Djawa Islam )

Semula hisab ini disebut hitungan Hindu Djawa atau Soko berdasar- kan peredaran Matahari. Permulaan hisab Soko ialah pada hari Sabtu tahun Masehi tg1. 14 Maret th. 78 M., jaitu tahun penobatan Prabu Sjaliwahono ( Adji Soko ), akan tetapi tahun 1 dihitung sesudah 1 tahun kemudian.

Kemudian pada th. 1633 M. atau th. 1043 Hidjrah dan th. Soko 1555, oleh Sri Sultan Muhammad jang terkenal dengan gelaran Sultan Agung Prabu Anjokrokusurno di Keradjaan Matararn, tahun Soko tersebut diatas disambung dengan tahun Hidjrah jang berdasarkan peredaran Bulan, tetapi tahunnja tetap 1555, dan daur atau windunja berumurkan 8 tahun ( tidak 30 th. ). Dengan demikian, ketetapan ini merupakan penggabungan antara hisab Hindu. Djawa ( Soko ) dengan hisab Hidjrah (Arab ), sehingga hisab. Djawa jang berlaku sedjak waktu itu hingga jang masih berlaku pads sekarang ini disebut djuga hisab ( penanggalan j Djawa Islam. Selandiumia 1 tahun ditetapkan 12 bulan djuga dan nama-namanja ialah : Suro, Sapar, Mulud, Bakdo Mulud, Djumadilawal, Djumadilakir, Redjeb, Ruwah, POSO, Siawal, Dulkongidah dan Besar.

1 tahun tersebut d i t e t a ~ k a n berumur 354 3 / 8 hari atau 354 hari 9 djam. Djika dibandingkan dengan hisab Hidjrah ternjata setiap tahun.

hisab Djawa ini melondjok 354 38 hari dikurangi 354 1130 hari

=

11120

hari, berarti londjokan ini tiap 120 tahun mendjadi satu hari. Oleh karena itu, untuk dapat sesuai lagi dengan hisab Hidjrah, maka setiap 120 tahun diadakan pengurangan satu hari dengan djalan suatu tahun jang sebenarnja tahun pandjang ( wuntu) didjadikan tahun pendek ( wastu ), dalam istilah Djawa disebut pergantian H u r u f . Djelasnja adalah sebagai berikut :

Permulaan penggabungan hisab Hindu Djawa atau Soko dengan hisab Hidjrah jaitu pads th. 1633 M. atau th. 1043 H. dan th. Djawa 1555. Pada waktu itu tanggal 1 Suro tahun AIip djatuh pada hari Djurn'at Legi (8 Djuli) dan selandjutnja sedjak waktu it* sampai permulaan th. 1627 atau th. 1 1 15 H.

( 17 Mei th. 1703 M.) Huruf Djamngijah. artinja selama itu tanggal 1 Suro tahun Alip djatuh pad3 hari Djum'at Legi. Kemudian sesudah itu diadakan pergantian fIuruf, jaitu jang tadinja disebut huruf Djamngijah diganti Huruf Chomsijah, artinja tgl. 1 Sure tahun A l i p selama 120 tahun lagi djatuh pada hari Kamii Kliwon, berarti pengunduran satu hari. Sesudah Huruf Chomsijah berdjalan 120 tahun, diadakan pergantian Huruf lagi, jaitu di-, Banti mendjadi Huruf A r b a n ~ i j a h , artinja tgl. 1 Suro th. Alip selama 120

(14)

tahun djatuh pada hari Rabu Wage. Adapun pada sekarang ini Hurufnaj sudah berganti mendjadi Huruf Tsalatsijah, artinja tgl. 1 Suro tahun Alip djatuh pada hari Selasa Pon selandjutnja disebut A e o p o n, sebelurnnja disebut A b o g e.

Perhatikan jang tersebut dibawah ini.

I. Mulai 1 Suro Alip th. 1555 atau th. 1043 H. ( 8 Djuli 1633 M. ) sam- pai permulaan th. 1627 atau 11 15 H. ( 17 Mei 1703 M . ) Hurufnja D j a m n g i j a h L e g i .

11. Mulai permulaan th. 1627 atau th. 11 15 H . ( 17 Mei 1703 M. ) sam- pai permulaan th. 1747 atau 1235 H. ( 2 0 Oktober 1819

M.

) Hurufnja C h o m e i j a h K l i w o n . (Amiswon).

111. Mulai permulaan th. 1747 atau 1235 H. ( 20 Oktober 1819 M. ) sam- pai permulaan th. 1867 atau 1355 H. ( 2 4 Maret 1936 M.) Hurufnja A r b a n g i j a h W a g e (Aboge).

IV. Mulai permulaan th. 1867 atau 1355 H. ( 2 4 Maret 1936 M.) sam- pai permulaan th. 1987 atau 1475 H. ( selama 120 tahun ) Hurufnja T s a l a t e i j a h P o n ( A s o p o n ) .

Perlu diperhatikan pula bahwa :

1. Pergantian dari Huruf Djamngijah kepada Huruf Chomsijah baru diumurnkan pada hari Kamis Kliwon tgl. 11 Desember th. 1749 M.

berarti sudah kasip 46,5 tahun.

2. Pergantian dari Huruf Chomsijah kepada Huruf Arbangijah barn diumumkan pada hari Djum'at Pon tgl. 28 September th. 1821

M.

oleh Keraton Surakarta, berarti sudah kasip 2 tahun. Oleh Keraton Ngajogyakarto baru pada hari Senen Kliwon tg1. 1 Suro Wawu

1793 atau 1281 H. ( 6 Djuni 1864 M.).

3. Pergantian dari Huruf Arbangijah kepada Huruf Tsalatsijah sudah diumumkan pada tg1. 1 Dulkoidah th. Wawu 1865 atau 1353H (5 Pebruari 1933

M.)

tersebut surat kekantjingan ( ketetapan ) no. 54.

Umar bulan dalam hisab Djawa ini sama dengan umur bulan dalam hisab Hidjrah, jaitu bulan gasal berumur 3 0 hari, bulan genap 29 hari ke- tjuali bulan Besar dalam tahun pandjang berumur 30 hari.

Adapun daur (windu) nja ialah 8 tahun dan selama 8 tahun iiii ter- dapat 3 tahun pandjang, jaitu jang ke 2 , 5 dan ke 8. Tahun pandjang (wuntu) berumur 355 hari dan tahunnja pendek (wastu) berumur 354 hari.

Tahun2 dalam sewindu diberi rumuz huruf Arab Abdjadijah menun- d j u h a n angka, ialah scbagai berikut :

Th. ke 1 disebut th, Alip, hurufnja ,. ,, 2 ,, ,, Ehe, J b - 5 - 5

= - -

,. ,, 3 ,, ,, Djimawal ,,

c =

3 - 5

,, ., 4 ., ,, Ze , j = 7 - 4

(15)

,, ,,

5

,, ,, Dal ,,

=

4 - 3

, ,, 7 ,, ,, Wawu ,, 3

=

6

-

2

)I ,, 8 ,, ,, Djirnakir ,, 3

-

1

Angka2 perumuz tersebut diatas adabh untuk menentukan hari pada tanggal 1 Suro dalam tahun itu. Adapun angka2 disarnpingnja ialah penun- djuk pasarannja.

Sebagairnana jang telah diterangkan, bahwa pada sekarang ini Huruf- Tsalatsijah, jaitu tiap tgl. 1 Suro tahun Alip djatuh pada hari Selasa Pon.

Kemudian tgl. 1 Suro tahun berikutnja, jaitu tahun E h e djatuh pada hari ke 5 dihitung dari hari Selasa jaitu hari Sabtu, dan pasarannja ialah ke 5 dihitung dari P o n jaitu Pahing. Tahun berikutnja lagi jaitu tahun Djirnawal jang berurnuzkan 3, tanggalnja 1 Suro djatuh pada hari k e 3 dari hari Selasa jaitu hari Karnis, dan pasarannja ialah jang ke 5 dari Pon jaitu Pa- hing, demikian seterusnja Diperhatikan, bahwa pad,a tahun

-

tahun Aboge, rumuz2 angka tersebut dihitung dari hari Rabu dan pasarannja dari Wage.

Angka2 tersebut diatas disebut N e p t u jaitu Neptu tahun, dan angka2 disarnpingnja disebut Neptu pasaran tahun. Selain Neptu tahun ada lagi jang disebut Neptu bulan, jaitu rurnuz angka untuk rnenentukan hari pada tanggal satunja bulan selama setahun.

Adapun Neptu bulan tersebut diatas ialah sebagai berikut : 1. Bulan Suro berurnuzkan

2. ,, Sapar 3. ,, Mulud

4. , Bakdo Mulud ,, 5. ,, Djrnd. awal ,, 6. ,, Djrnd. akir ,,

7. ,, Redjeb 8. ,, Ruwah

9. ,, Poso 0

10. ,, Sjawal

11. ,, Dulkongidah ,, 1.2. ,, Besar

angka 7 (0)

-

5

,, 2

-

5

,, 3

-

4

73 5

-

4

,,

6

-

3

,, 1

-

3

,, 2 - 2

8 ; 4

-

2

,, 5

-

1

,, 7 (0)

-

1

,, 1

-

5

,, 3 + 5

Angka2 disarnpingnja ialah penundjuk pasarannja.

Sebagairnana tersebut diatas, pada Huruf Tsalatsijah seperti sekarang ini, tgl. 1 Suro th. Alip ialah hari Selasa Pon, djadi pada tgl. 1 bulan ber-

(16)

kutnja jaitu bulan Sapar djatuh ~ a d a hari ke 2 dihitung

sesudah

hari Selasa aitu hari Kamis, dan pasarannja ialah ke 5 dihitung sesudah Pon jaitu Pon.

Pada tanggal 1 Poso ( Romadlon) djatuh pada hari ke 5 sesudah Selasa jaitu hari Ahad, dan pasarannja ialah ke 1

sesudah

Pon jaitu Wage. Demi- kianlah seterusnja.

Tanggal 1 Romadlon (Poso) th. Be djatuh pada hari apakah. Untuk mengetahui ini harus dihitung sebagai berikut :

1 Suro th. Alip djatuh pada hari Selasa Pon.

1 Suro th. Be djatuh pada hari ke 2 dihitung dari hari Selasa jaitu hari Rebo (lihat Neptu tahun), dan pasarannja ialah ke 3 dihitung dari Pon jaitu

K

1 i w o n.

Kemudian tg1. 1 Romadlon ( P o s o ) th. Be djatuh pada hari ke 5

sesltdah

hari

R e

b o jaitu pada hari Senen, dan pasarannja ialah ke 1

sesudah K

l

i

w o n jaitu Legi.

Tanggal 1 Sjawal th. Wawu djatuh pada hari apakah.

1 Suro th. Wawu djatuh pada hari ke 6 dari Selasa, jaitu hari Ahad,

.

dan pasarannja ialah ke 2 dari Pon jaitu Wage. Kemudian tgl. 1 Sjawal th.

Wawu djatuh pada hari ke 7 ( 0 )

Sesudah

hari Ahad jaitu hari Ahad, dan pasarannja ialah ke 1

sesudah

Wage jaitu Kliwon.

Perhatian.

Menentukan Neptu bulan tersebut diatas dapat djuga kita gunakan penentuan ~ e r m u l a a n bulan th. Arab. (jg. berumuskan

-+I

?j,

-+I

) be- serta pasarannja, dengan ketentuan : kata2 ,,dihitung sesudah" diganti dg.

,,dihitung dari". (lih. hlm. 11).

Hari Grebeg Mulud tahun Dal (Hari

tgl. 12

bl. Mulud tahun Dal

).

Selama tahun Djawa (Islam) berhuruf Djamngijah, tiap tanggal 12 bulan Mulud tahun Dal, djatuh pada hari Senen Pon.

Setelah Hurufnja berganti mendjadi Chomsijah, maka ketetapan tgl. 12 bulan Mulud th. Dal djatuh pada hari Senen P o n tersebut, tetap dilang- sungkan, sehingga selama dalam Huruf Chomsijah itu terpaksa diadakan suatu peraturan chusus mengenai ketentuan dalam tahun Dal, jaitu selama berhuruf Chomsijah, agar tg1. 12 Mulud th. Dal djatuh pada hari Senen Pon, maka tahun Z e jang sebenarnja tahun pendek (wastu) didjadikan tahun pandjang (wuntu) .dan sebaliknja tahun Dal jg. sebenarnja tahun pandjang didjadikan tahun pendek.

Kemudian setelah Hurufnja berganti Arbangijah, agar tanggal 12 bu- Ian Mulud tahun Dal masih tetap djatuh pada hari Senen Pon, terpaksa pula diadakan ketentuan chusus lagi, jaitu tahun Z e tetap didjadikan tahun pandjang dan tahun Dal didjadikan tahun pendek sebagaimana tiap tahun

(17)

fjal selama Huruf Chomsijah dengan dirambah lagi suatu ketentuan chusus, jaitu selama tahun Dal dalam Huruf Arbangijah, bulan Sapar jang sebenarnja berumur 29 hari diumurkan 3 0 hari dan sebaliknja bulan Mulud diumurkan hanja 29 hari. Demikian pula sesudah berganti Huruf Tsalatsijah, agar su- paja tgl. 12 bulan Mulud tahuh Dal terap djatuh pada hari Senen Pon, ter- paksa pula diadakan ketentuan2 chusus. Akan tetapi perlu diperbatikan bahwa ketentuan2 d a n peraturan chusus mengenai tahun Dal seperti uraian tersebut diatas, mulai sedjak petjahnja repolusi kemerdekaan Negara kita hingga sekarang dan kemungkinan untuk seterusnja, sudah tidak berlaku lagi.

berarti pada tgl. 12 bulan Mulud tahun Dal sudah tidak lagi harus djatuh pada hari Senen Pon, tetapi berlaku sebagaimana biasa sesuainja dengan peraturan umum, berarti pula pada tahun Dal tidak ada penjimpangan lagi dari ketentuan umum.

Memindah hitungan Hidjrah kepada Masehi.

Pertama kali, tahun, bulan dan tanggalnja tahun Hidjrah didjadikan hari semua, kemudian ditambah djumlah hari sedlak permulaan th. Masehi hingga permulaan tahun Hidjrah.

Umpamanja :

Tanggal 5 Robi-'ul-awal th. 1377 H. itu sesuai dengan tanggal berapa, bulan apa dan tahun berapa Masehi.

,

Diperhatikan btihwa tgl. 1 Muhatrom th. 1 H.

=

15 Djuli th. 622 M.

621

=

4 X. 155 daur s 1 tahun. 1 daur

=

1 4 6 1 h a r i .

155 daur

=

1461 hr. x 155

=

226455 ,,

1 tahun

=

365 hr. x 1

=

365 ,,

Djan., Pebr., Mrt., Apr., Mei dan Djuni

=

181 ,,

1 5 Djuli

- -

1 5 ,,

Djumlah hari sedjak permulaan tahun Masehi s/d

1 5 Djuli tahun 622 ( 1 Muharrom tahun 1 )

=

227016 ,, Tafautnja adalah 227016 hari dikurangi 1

=

227015 h a r ~ .

1376

=

3 0 X 4 5 daur s 2 6 tahun

=

10631 hari X 45 s 26 tahun.

4 5 daur

=:

10631 hr. X 4 5

=

478395 ,, 2 6 th. : 354 th. X 2 6 s 10 hr. ( tahun pandjang )

=

9214 ,,

Muharrom

+

Shofar

- -

59 ,,

5 Robi'ul-awal

- -

5 ,,

Djumlah hari sedjak permulaan tahun Hidjrah-

s/d Robi'ul-awal 1377

=

487673 ,,

Tafaut antara th. Masehi dan th. Hidjrah

=

2270i5 ,, Sesuainja dengan anggaran baru ( Gregorius )

- -

13 ,.

Djumlah hari seluruhnja

=

714701 ..,,

Kemudian djumlah hari tersebut dipindah kepada hisab Masehi dg.

dialan sebagai berikut :

(18)

1

daur th. Masehi

=

1461 hari.

714701

=

1461 X 489 daur 4- 272 hari.

489 daur X 4 =: 1956 th.

272 hari dihitung mulai 1 Djanuari =: 29 September.

Djadi tgl. 5 Robi'ul-awal 1377 H. tersebut bertepatan dengan th.

1956

+

29 September

=

tgl. 29 September 1957 M.

Tersebut diatas djatuh pada hari: 487673 dibagi 7 z sisa 4 dihitung dari Kamis jaitu hari A h a d dan pasarannja, qurnlah hari tersebut dibagi 5

=

sisa 3 dihitung dari Kliwon jaitu P a i n g.

Perhatian

Bagi jang berpendapat tgl. 1 Muharrom th. 1 H. adalah harj Djum'at 16 Djuli th. 622M., tafaut hari antara th. Masehi dan th. Hidjrah ialah 227016 tidak 227015 seperti tersebut diatas, dan hasilnja pun akan selisih 1 hari.

Kebalikannja jaitu memindah hi'tungan Masehi kehitungan Hidjrah.

Urnpamanja : Tgl. 29 September 1957 M. itu bertepatan dengan tgl.

berapa, bulan apa dan tahun berapa Hidjrah.

Perhatikanlah jang tersebut dibawah ini : 1 daur th. Masehi

=

1461 hari.

1956

=

4 X 489 daur

=

1461 hr. X 489 -

=

714429 hr.

Djanuari s/d. Agustus

- -

243 ,,

29 September

- -

29 ,,

Djumlah 714701 ,,

Karena anggaran: baru (Gregorius), dikurangi 13 ,, Djumlah hari sedjak permulaan th. Masehi . . .

s/d. 29 September 1957

=

714658 ,,

Tafaut antara th. Masehi dg. th. Hidjrah

=

227015 ,,

Djumlah hari sedjak permulaan th. Hidjrah s/d. 29 September 1957

Kemudian djurnlah hari tersebut itulah jang dipindah kepada hitungan Hidjrah dengan djalan seperti tersebut dibawah ini :

+

1 daur th. Hidjrah-

=

10631 hari.

487673 hari.

=

10631 hr. X 45 daur

+

9278 hr.

45 daur X 30

=

1350 th.

9278

=

354 X 26 th.

+

74 hr.

Djumlah 1376

+

74 hr.

26 th., tahunnja pandiang

-

10 hr.

Masih tinggal 1376

+

6 4 hr.

64 hr. dihitung mulai 1 Muharrorn

=

5 Robi'ulawwal.

(19)

Djadi tanggal 29 September 1957

M.

tersebut bertepatan dengan th. 1376 H .

+

5 Robi'ul awwal =: tgl. 5 Robi'ul awwal th. 1377

H.

Memindah tahun Djawa ke tahun Masehi.

Pertama kali, tanggal bulan dan tahunnja Djawa didjadikan hari sernua, kemudian ditambah djumlah hari sedjak permulaan th. Masehi hingga per- mulaan th. Djawa ( Soko ). Dalam ha1 ini, djalannja berbeda dengan men- djadikan hari bagi tanggal, bulan dan tahun Hidjrah, sebab hitungan Djawa jang berlaku hingga sekarang ini dimulai pada tgl. 1 Suro Alip th. 1555 ( 1043 H . ) bertepatan dg. 8 Djuli 16.33 M., harinja Djum'at Legi, dan s6- belumnjaitu berlaku hisab H i n s D j a w a (Soko) jang ketentuan peraturannja belum djelas, sehingga untuk mengetahui djumlah hari mulai sedjak per- mulaan th. Soko sampai waktu diadakan perubahan atau Penggabungan dg.

th. Hidjrah jaitu pada 1 Suro Alip th. 1555 (1043 H.) atau 8 Djuli 1633 M.

itu sangat sukar.

Untuk menghindari kesukaran tersebut dapatlah kita rnengambil per- tolongan dengan hisab Hidjrah. Sebagaimana jang telah kami terangkan, bahwa permulaan perubahan atau penggabungan dari th. Soko k e th. Djawa (Djawa Islam). ialah pada tgl. 1 Suro Alip th. 1555 dan tahunnja Hidjrah ialah th. 1043 H. Dengan demikian maka karni dapat mengambil ketentuan, mulai tgl. 1 Suro Alip th. 1555 ( 2 Muharrom th. 1043 H.) hingga seterus- nja kami gunakan peraturan dan ketentuan2 jang berlaku dalam hisab Djawa ( Djawa Islam ), jaitu tiap windu jang berumur 8 th. terdapat 3 kali tahun pandjang ( k e 2, 5 dan ke 81, demikian pula mengenai perobahan Huruf tiap 120 tahun d. 1. s.

Adapun untuk mengetahui djumlah hari sedjak permulaan th. Masehi sampai 1 Suro th. I555 atau 2 Muharrorn th. 1043 H. tersebut, dapat kami gunakan hisab Hidjrah dengan beberapa peraturan dan ketentuan2-nja.

Djelasnja, untuk mengetahui djumlah hari seluruhnja harus dihitung berturut-turut sebagai berikut :

1. Djumlah hari mulai 1 Suro Alip th. 1555 ( 2 Muharrom thrl0-43 H.)

,'-

sampai hari tanggal jang ditjarinja.

Bagi jang berpendapat 1 Muharrorn th. 1 H. hari Djum'at, maka 1 Suro th. 1555 Dj. bertepatan tgl. 1 Muharrom 1043 H.

2. Djumlah hari sedjak permulaan th. Hidjrah hingga tg1. 2 Muharrorn 1043 H. ( 1 Suro tahun 1555).

3. Djumlah hari sedjak permulaan th. Masehi hingga permulaan tahun Hidjrah ( 15 Djuli tahun 622 M. ) atau tafaut hari antara th. Masehi d a n tahun Hidjrah.

Djumlah hari2 no. 1, 2 dan no. 3 tersebut diatas, ialah djumlah hari sedjak permulaan th. Masehi sampai hari tanggal jang ditjarinja.

(20)

T j o n t o h .

Tgl. 7 Djumadilakir th. 1889 ( 1377

H . )

itu, tahun Idasehi djatuh pada tanggal berapakah.

Untuk mengetahui tersebut diatas harus dihitung berturut

-

turut

sebagai berikut :

1. 1889

-

1555

=

334 th.

334 th.

=

8 X 41 daur

+

6 th.

1 daur Djawa

=

2835 hari.

4 1 daur

=

2835 hr. X 41

=

1 16235 hr.

6 th.

=

354 hr. X 6

+

2 hr. (th. pandjang)

=

2126 ,,

Suro sld. 7 Djumadilakir 155 ,,

Djumlah

=

118516 ,,

Huruf Chomsijah; Arbangijah dan Tsalatsijah

- -

3 .,

Djumlah hari mulai 1 Suro th. 1.555 sld.

tgl. 7 Djumadilakir th. 1889

=

118513 ,,

2. 1 Suro th. 1555

=

2 Muharrom th, 1043 H.

1042

=

30 X 34 daur

+

22 th.

1 daur Hidjrah

=

10631 hr.

34 daur

=

10631 hr. X 34

=

361454 hr.

22 th.

=

354 hr. X 22

+

8 hr.

=

7796 ,,

Djumlah hari sedjak permulaan th. Hidjrah

hingga achir th. 1042 H.

=

369250 ,,

Achir th. 1042 H. hinana achir th. 1554 Di.

- -

1 ,,

Djumlah hari sedjak permulaan th. Hidjrah

hingga achir th. 1554 Dj.

=

369251 ,,

3. Tafaut hari antara th. Masehi dan th. Hidjrah

=

227015 ,,

Denyan perhitungan tersebut diatas, ternjata :

Djumlah hari no. 1

=

118513 hr.

Djumlah hari no. 2

=

369251 hr.

Qumlah hari no, 3

=

227015 hr.

~ j i m l a h seluruhnja

=

714779 hr. 7 14779 hr.

Sesuainja anggaran baru ( Gregorius ) ditambah 13 ,, Djumlah hari jang akan dipindah ke th. Masehi 7 14792 hr.

714792

=

1461 X 489 daur

+

363 hr.

489 X 4

=

1956 th.

1956 tsb. ditambah 363 hr. dihitung mulai 1 Djanuari terdapat pada tgl. 29 Desember 1957.

Djadl tgl. 7 Djumadilakir th. 1889 Dj. ( 1377 H . ) bertepatan dengan tgl. 29 Desember 1957.

Adapun harinja ialah 714779 dibagi 7

=

sisa 2 dihitung dari Sabtu terdapat pada hari A h n d, dan pasarannja dibagi 5

=

sisa 4 dihitung dari Kliwon

=

P o n.

19

(21)

Tjontoh lagi.

tgl. 15 Redjeb th. 1887

Dj.

( 13'75

H . )

bertepatan tanggal beraFa tahun Masehi.

1. 1887

-

1555

=

332 th.

332

=

8 X 41 daur

+

4 th-

41 d a u r

=

2835 hr. X 41

=

116235 hr.

4 th.

=

354 hr. X 4

+

1

=

1417 hr.

Suro hingga I5 Redjeb 1887

- -

192 hr.

Djumlah 1 17844 hr.

Huruf Chosijah, Arbangijah, Tsalatsijah 3 hr.

Djumlah hari mulai 1 Suro th- 1555 sfd.

tgl. I5 R e d j e b th. 1887

=

117841 hr.

Permulaan th. Hidjrah hingga achir th. 1042

=

369250 hr.

Achir th. 1042 H . hingga achir th. 1554 Dj.

- -

1 hr.

Tafaut hari antara th. Masehi dan th. Hidjrah

=

227015 hr.

Djumlah hari seluruhnja

=

714107 hr.

Sesuainja dengan anggaran baru, ditambah 13 hr.

Djumlah hari jang akan dipindah ke th. Masehi

=

714120 hr.

714120

=

1461 x 488 daur i- 1152 hr.

488 x 4

=

1952 th.

1952 th tsb. ditambah 1152 hr.

1152 hr.

=:

365 hr. x 3

+

5 7 hr.

1952 4- 3 th. f 5 7 hr.

=

1955 th.

+

5 7 hr. dihitung dari Djanuari

=

th.

1955

4-

26 Pebruari t.2 6 Pebruari th. 1956 M.

Dengan perhitung tersebut diatas, ternjata bahwa tgl. 15 Redjeb th.

1887 Dj. tepat pada tgl. 26 Pebruari 1956.

Kebalikannja jaitu memindah hitungan Masehi kepada hitungan Djawa.

Misalnja tgl. 2 9 Desember 1957 M. tepat pada tanggal berapa tahun Djawa.

Pertama kali harus diketahui lebih dahulu djumlah hari sedjak per- mulaan th. Masehi sampai tgl. 29 Desernber 1957.

1956

=

4 x 489 daur. 1 daur

=

1461 hari.

489 daur =: 1461 hr.. x 489. =: 714429 hr.

Djanuari sld. 2 9 Desember ( t h . pandjang)

- -

363 ,,

Djumlah 714792 ,,

Karena peraturan baru (Gregorius) dikurangi 13 ,..

Djumlah hari sedjak permulaan th. Masehi sld.

tal. 2 9 Desember 1957. e 71 4779

..

Kkrnudian djumlah hari tersebut dipindah ke th. Djawa. dengin di- perhatikan bahwa jang dipindah ke th. -Djawa bukan djumlah hari seluruh- nja, tetapi hanja djumlah hari sedjak tgl. 1 Suro Alip th. 1555 Dj. Oieh

(22)

karena itu, lebih dahulu harus kita ketahui berapa djumlah hari sedjak 1 Suro 1555 Dj. hingga tgl. 29 Desember 1957, jaitu sebagai berikut ;

Tafaut hari antara th. Masehi dan th. Hidjrah

=

2270 15 hr.

Permulaan th. Hidjrah hingga achir th. 1042 H .

=

369250 ,,

Achir th. 1042 H. hingga achir th. 1554 Dj.

-

- 1 .,

Djumlah hari sedjak permulaan th. Masehi hingga

achir tahun 1554 Dj.

=

596266 h r

Permulaan th. Masehi s/d. 29 Desember 1957

=

714779 , , Permulaan th. Masehi hingga achir th. 1554 Dj.

=

596265

..

Mulai 1 Suro 1555 Dj. sfd. 2 9 Desember 1957

=

118513 ,, 118513 hr. inilah jang harus kita pindah k e th. Djawa dihitung mulai 1 Suro 1555 Dj.

1 daur Djawa

=

2835 hr.

118513 hr.

=

2835 x 41 daur f 2278 hr.

41 x 8 t h

. . . . . . . . . . . . =

328 th.

2278 hr.

=

6 th.

+

154 hr.

Djumlah 334 th

+

154 hr.

6 tahun, tahunnja pandjang 2 hr.

Perhitungan tinggal 334 th.

+

152 hr.

Huruf Chomsijah, Arbangijah dan Tsalatsijah 3 hr.

Djumlah 334 th. -j- 155 hr.

Dihitung mulai 1 Suro th 1555

Pendapatan

=

0 Suro th. 1889 t 155 hr.

155 hr. dihitung dari I Suro 1889

=

7 Djumadilakir 1889.

Dengan perhitungan tersebut diatas ternjata bahwa tanggal 29 Desember 1957 M. bertepatan dengan tahun Djawa pada tnaggal 7 Djumadilakir th. 1889.

Memindah th. Djawa ke tb. Hidjrah.

M~salnja, tgl. 7 Djumadilakir th. 1889 tepat pada tanggal berapa th. Hidj.

1889

-

1555

=

334 th.

334

=

8 X 41 daur

+

t7 th.

41 daur

=

2835 hr. X 41

- -

116235 hr.

6 th.

=

354 hr. X 6

+

2 hr 2 126 hr.

Suro hingga 7 Djumadilakir

- -

155 h r .

Djumlah

-

I18516 hr.

Huruf Chomsijah, Arbangijah d a n Tsalatsijah

=

3 hr.

Djumlah hari sediak 1 Suro 1555 s/d.

7 Dju~nadilakir 1889.

-

+ 118513 hr.

Tafaut antara th. Hidjrah dan th. Djawa

- -

369251 hr.

Djumlah hari sedjak permulaan th. Hidjrah

hingga tgl. 7 Djumadilakir 1889.

- -

487764 hr.

2 1

(23)

487764

=

10631 X 4 5 daur

+

9369 hr.

4 5 X 3 0 th.

=

1350 th.

9369 : 354

=

26 th.

+

165 hr.

1376 th.

+

165 hr.

26 th. tahunnja pandjang 10 hr.

Pendapatan ialah achir th. 1376

+

155 hr.

155 hr. d ~ h i t u n g mulai 1 Muharrom th. 1377 H. pendapatannja ialah pada tgl. 7 Djumadal

-

tsa

-

nijah th. 1377 H.

Kebalikannja, jaitu memindah th.

Hidjrah ke th. Dja1-a.

Misalnja tgl. 7 Djumadal-tsanijah th. 1377 H . tepat pada tanggal berapa th. Djawa. 1376

=

3 0 X 4 5 daur

+

26 th.

4 5 daur

=

10631 X 4 5

=

478395 hr.

26 th.

=

354 hr. X 2 6 -1- 10 hr.

- -

9214 hr.

Muharrom sld. tgl. 7 Djumadal- tsanijah

=

155 hr.

Djumlah hari sedjak permulaan th. Hidjrah

hingga tgl. 7 Djumadal-tsanijah 1377

=

487764 hr.

Tafaut antara th. Hidjrah dan th. Djawa

=

369251 hr.

-

Djumlah hari rnulai 1 Suro th. 1555 Djm.

hingga 7 Dlumadal

-

tsanijah 1377 H .

=

118513 hr.

1 185 13

=

2835 X 4 1 daur

+

2278 hr.

41 X 8 th.

- -

328 th.

2278 hr.

- -

6 th. + 154 hr.

Djumlah 334 th.

+

154 hr.

6 th. tahunnja pandjang 2 hr.

Perhitungan tinggal 334 th.

+

152 hr.

Huruf Choms., Arbangj., Tsaltsj. 3 hr.

Djumlah 334 th.

+

155 hr.

Dihitung mulai 1 Suro th. 1555 th.

Pendapatan 0 Suro th. 1889

+

155 hr.

155 hr. dihitung mulai 1 Suro th. 1889 pendapatannja ialah pada tgl. 7 Djumadilakir th. 1889 Dj.

Untuk mengetahui harinja, ialah 487764 dibagi 7

=

sisa 4 dihitung dari Kamis jaitu pada hari A h a d dan pasarannja dibagi 5

=

sisa 4 dihitung dari Kliwon jaitu P o n.

Beberapa ketentuan.

Sekedar untuk lebih memudahkan pekerdjaan didalam hfcungan menentukan tgl. berdasarkan hisab 'Urfi terutama didalam hitungan memindah tahun jang satu kepada tahun jang lain, dibawah ini kami

tjantumkan beberapa angka

-

angka tertentu jang sering

-

sering di- perlukan didalam pelaksanaan hitungan

-

hitungan tersebut.

2 2

(24)

1. 1 daur ( W i n d u ) Masehi 4 th.

- -

1461hari.

2. 1 daur ( Windu ) Hidjr. 30 th.

- -

10631 hari.

3. 1 daur ( W i n d u ) Djawa 8 th.

- -

2835 hari.

4. 1 , Muharrom th. 1 Hidjr. ( permulaan th. Hidjrah ) ialah hari Kamis tgl. 15 Djuli th. 622 M.

Setengah pendapat, pada hari Djum'at 16 Djuli th. 622M.

5. Permulaan th. Djawa Islam ialah tgl. 1 Suro th. Alip I 5 5 5 Di.

bertepatan dg. tgl. 2 Muharrom th. 1043 H. atau 8 Djuli th. 1633 M.

Bagi jg. berpendapat permulaan th. Hidjrah hari Djum'at, maka tgl. I Suro 1555 Dj. sama dg. 1 Muharrom 1043 H .

6. a. Tafaut antara th. Masehi dah th.. Hidjrah 227015 hari.

b. Permulaan th. Hidjrah sld.. athir th. 1042 H, 369250 hari.

c. Permulaan'th. Hidjrah sld. achir th. 1554 Dj. 369251 hari.

Bagi jg. berpendapat permulaan th. Hidjrah hari Djum'at, maka djumlah hari tersebut no. 6 a. 2270 16 hr.

n o . 6 c. 369250 hr.

7. Tahun pandjang ( A r . Kabisah, Dj-Wuntu)

a. Masehi : angka tahun tepat dibagi 4 ketjuali tahun jang dua

. angka terachir 0 termasuk th-pandjang djika t e p a t dibagi 400.

b. Hidjrah: th. ke 2,

5:

7, 10, 13, 16, 18, 21, 24, 26, dan 29.

c. Djawa : th. ke 2.(',?1 dan 8 ( th. Ehe, Dal dan Djlmakir ).

8. Menentukan hari bagi ~ a s e h i : sisa dari hr. Sabtu Kliwon.

Menentukan hari bag! Hidjrah : sisa dari hr: Kamis Kliwon.

Bagi ig. berpendapat permulaan th. Hidjrah hari Djum'at, maka sisa dihitung dari hari Djum'at.

(25)

ALMANAK 140 TAHUN th. 1865

-

2005

M.

Sekedar untuk memudahkan pekerdiaan dalam penentuan hari pada permulaan tahun d a n bulan bagi tahun Masehi dan Djawa, dibawah in1 ka- mi tjantumkan daftar penentuan hari tersebut selama 140 tahun jaitu mulai ch. 1865 M. hingga tahun 2005 M., demikian pula sernentara persesuaian tahun Djawa dengan tahun Masehi.

D a f .t a r no. I.

Penentuan hari pada permulaan tahun dan bulan th. Masehi.

Permul.

--

R u m u z Permul. R u m u z

tahun Hr. Psr. tahun. Hr. Psr.

(26)

1 9 1 5 7 5 19 Oktober 1982 1403

1 9 2 3 7 5 24 Djuli 19CO 141 1

1 9 3 1 7 5 28 April i 998 1419

1 9 3 9 7 5 31 Djanuari 2006 1427

Penambah tahun. B u l a n

Tam

-

R u m u z Pern~ul. R U m u -7

bah Hr. Psr.

.

bulan. Hr. Psr.

1 4 4 S a p a r 2 5 Shofar

--T--- - 2- -4+- M u l u d 3 4 Rb. awal

9r

Bd. Mulud 5 4 Rb. achir

3 6 3 Djmd. awal 6 3 Dj. ula

4 3 2 Djmd. akir 1 3 Dj. tsanijah

P\

5 R e d j e b 2 2 Rodjab

R u w a h 4 2 Sja'ban

7 2 5 P o s o 5 1 Romadlon

Sjawal 7 1 Sjawal

Dulk. 'idah 1 5 Dz. qo'dah B e s a r 3 5 Dz. hiddj, Pendjelasan

Tjara menggunakan dafcar tersebut diatas adalah sarna seperti meng- gunakan daftaf no. I. tetapi rumuz harinja dihitung dari Rebo dan pasaran- nja dihitung d a r ~ Wage. Untuk lebih djelas baiklah diperhatikan tjontoh2 dibawah ini :

1. Permulaan th. 1889 Dl. pada hari apakah.

th. 1883 rum. hr. 7 rum. psr. 5 Tambah 6 ,

.

5 ,, ,, 1

Permulaan 1889 ,, :, 15) ,,

..

6 ialah pada hari ke 12 dari Rabu iaitu hari A h a d dan pasarannja ialah ke 6 dari W a g e jaitu Wage.

2. Permulaan bulan Besar th. 1887 Dj. pada hari apakah.

th. 1883 rum. hr. 7 rum. psr. 5 I Tambah 4 ,, ,, 3 ,, ,, 2

Besar ,, ,, 3

--

,, ,, 5

Perm. Besar th. 1887 ,, ,, 13 ,, ,, 12 ( 2 ) ~ a l a h pada hari ke 113 (6) dari Rabu ja~tu h a r ~ S e n e n dan pasarannja ialah ke 12 (2) dari W a g e jaitu

K

1 i w o n.

P e r h a t i a n .

1. Daftar bulan penentuan hari permulaan bulan th. Djawa adalah satu matjam, bulan pada th. pandjang dan th. pendek sama.

2. Rumuz hari dalam daftar tersebut .diatas d~hitung dari hari Rabu dan rumuz pasarannja dihitung dari Wage.

27

(27)

D a f t a r N o [ I t .

Daftar persesuaian dengan th. Masehi.

Penambah tahun dug. ketentuan harioja.

Tam

-

Hari pada Hari pada Perkiraan sesuainja bah Th. Aboge. Th. Asopon. dng. Tahun Masebi.

+

2. 1. A h a d Djum'at 2 Sabtu K a r n i s -

- -

22 hr. 11 hr.

+ +

2 l th. th.

3. Selasa S e n e n

-

33 hr. -I- 3 th.

4. S a b t u Djurn'at

-

44 hr. -t 4 th.

5. K a m i s R a b u

-

55 hr.

+

5 th.

6. S e n e n A h a d

-

66 hr.

+

6 th.

7. Djum'at K a r n i s

-

77 hr. -I- 7 th.

P e n d j e l a s a n .

Tahun-tahun jang tersebut dalam dafcar no. I1 adalah tahun permulaan windu Djawa. jaitu 1 Suro (Muharrom) th. Alip pada tahun tersebut. Dan dalam daftar no. I1 itu disebutkan pula sesuainja tahun

-

tahun tersebut dg.

tanggalnja th. Masehi. Tahun

-

tahun mulai jang pertama hingga tahun 1859 adalah tahun-tahun berhuruf Arbangijah atau Aboge, laitu permulaan tahun- tahun itu ( 1 Suro th. Alip pada tahun- tahun tersebut ) adalah hari R a b u Wage. Adapun tahun 1867 hingga seterusnja adalah tahun berhuruf Tsa- latsijah atau Asopon, artinja permulaan tahun-tahun itu ( 1 Suro th. A 1 i p pada tahun-tahun tersebut) adalah harl S e I a s a Pon.

Kemudian untuk mengetahui 'sesuainja dengan tanggalnja tahun Ma- sehi bagi tahun-tahun jang tldak disebutkan dalam daftar No. 11, dapat di- lihat dalarn daftar no. 111, jaitu daftar penambah tahun dengan ketentuan harinja. Djika tahunnja termasuk th. Asopon, maka digunakan hari

-

hari

dalam ruangan Asopon, demikian pula jang termasuk rh. Aboge harus di- gunakan hari-hari dalam ~ruangan Aboge6 Misalnja tahun 1889: tgl. 1 Suro tahun itu tepat pada hari apakah. Diantara tahun

-

tahun jang terdapat dalam daftar no. I1 ialah tahun 1883. Tahun 1883 ini sampainja tahun I889 harus ditambah 6 th. Tahun 1889 adalah termasuk tahun Asopon.

Dalam daftar no. 111, tambahan 6 th. penundjuk harinja ialah Ahad, berartl permulaan th. 1889 ialah hari AhadU Kemudian untuk mengetahui' sesuainja dengan tanggal th. Masehi &pat dilihat dalam daftar no. I11 dalam

,

Per- kiraan

".

Hasil jang terambil dari daftar no. III dalam ruangan ,, perkiraan"

tadi masih merupakan perkiraan, artinja mungkin tepat dan mungkin tldak.

( selisih tidak lebih satu ' hari ). [lntuk men~etahui tepat dan tidaknja, dapat ditentukan dengan sesuai atau tidaknja dengan harinja, djika telah sesuai berarti sudah tepat, tetapi d ~ i k a tidak, berarti belurn tepat, djadi masih harus

(28)

d ~ t a m b a h atau d i k u r a n g ~ sesuainja dengan harinja tersebut diatas. Mlsalnja : permulaan th. 1889 t e r s e b ~ t dlatas bertepatan tanggal, bulan dan tahun be- rapakah th. M a s e h ~ .

Dalam daftar no. 11. permulaan th. 1883 disebutkan persesuainnja dg.

th. Masehi jaitu pada t91. 2 Oktober 1951. Th. 1883 tersebut sampainja th.

1889 harus ditambah 6 th. Dalam daftar no. 111 dalam ruangan Perkiraan.

tambahan 6 th. tersebut menundjukkan.:

-

66 h r . + 6 t h . , artinja tgl. 2 Oktober 1951 tersebut diatas dikurangi 66 hari d a n ditambah 6 th. hasilnja

ialah tgl. 28 Djuli th. 1951

+

6 th. jaitu tgl. 2 8 Djuli th. 1957. Kemudian

g

tgi. 28 Djuli '57 itu ditjari harinja dalam daftar No. I. ialah sebagai berikut :

th. 1957 rum. hr. 3 Djuli ,, ,, 6

Permulaan Djuli '57 ,, ,, 9 ialah hari ke 9 dari Ahad jaitu hari S e n e n, dan tanggalnja 28 Djuli tepat hari A h a d . Seperti tersebut diatas permulaan th. 1889 Dj. ialah hari Ahad. Dalam ha1 ini berarti bahwa tgl.

28 Djuli 1957 sesuai dengan hari permulaan th. 1889 Dj. berarti pula sudah tepat. jaitu permulaan th. 1889 Dj. bertepatan dengan tgl. 2 8 Djuli 1957.

T j o n t o h l a g i .

Permulaan th. 1888 Dj. tepat tgl. berapakah th. Masehi.

T h . 1883 bertepatan tgl. 2 Oktober 1951 (daftar no. I1 ).

Tambah 5

=

hr. Rabu (daftar no. 111 dalam Asopon).

Perm. 1888

=

hr. Rabu.

Tambahan 5

= -

55 hr.

+

5 th. (daftar 111 dl. Perkiraan) 2 Oktober 1951

-

55 hr.

+

5 th.

=

8 Agustus 1956.

Tgl. 8 Agustus 1956 tersebut sesuaikah atau tidak harinja dengan hari Rabu ( h a r i permulaan th. 1888 Dj.). Hal ini dapat dilihat dalam daftar no. I, ialah sebagai berikut :

Th. 1953 rumuz harinja 5

Tambah 3 ,, ,. 3

Agust. ,,

2

( th. pandjang ).

Perm. Agust. 1956 ,, ,, 11 dihitung dari Ahad, jaitu hari Rabu, kemudian tgl 8 Agustus 1956 tepat hari Rabu, permulaan th. 1888 Dj., ialah hari Rabu, djadi dalam ha1 ini berarti telah sesuai.

Setelah dlketahui permulaan th. Djawa sesuainja dengan tanggal bu- lan th. Masehi, maka untuk mengetahui permulaan bulan

-

bulan berikutnja sesuainja dengan tanggal th. Masehi dapat diketahui dengan menggunakan daftar tersebut dibawah ini :

Referensi

Dokumen terkait

2, KERDJA PRAKTIS SEBAGAI PENGI-{UBUNG I.T.B.. Pada dasarnja tjara ini dapat membawakan pendapat2 jang bersifat chusus dari berbagai kalangan tentang suatu persoalan teknik,

Dari apa jang tclah dibahas scbclrunnja njata bahwa R dan I- sedapat mungkin lietjii, liarena besar Eo mcmpengaruhi alatz jang clipergu- nakan. tsila tr" harus dipilih

Di masa-masa mendatang, program pe- muliaan untuk menghasilkan varietas unggul kedelai perlu mempertimbangkan keragaman genetik plasma nutfah dari tetua yang akan digunakan

Pendekatan Arsitektur Organik ini adalah sebuah objek yang suatu saat nantinya akan menjadi objek kajian, oleh karena itu pengkaji perlu mengembangkan lebih lanjut demi

penciptaan karya seni berbentuk benda, suasana, gerakan, atau karya yang mampu menimbulkan rasa indah (Haryo, 2005:9). Seni bela diri merupakan satu kesenian yang timbul sebagai satu

Investor, dapat membantu dalam mengambil keputusan investasi, khususnya dalam melakukan analisa laporan keuangan dengan melihat variabel-variabel yang signifikan

Penelitian dilakukan dengan tujuan mempelajari keefektifan metode perlakuan air panas pada umbi bibit bawang merah terhadap infeksi virus di lapangan.. Penelitian disusun

merupakan salah satu solusi kemanan jaringan berupa protokol keamanan yang berada di setiap tempat kerja karyawan. Keamanan jaringan merupakan suatu cara atau