1
Bab I Pendahuluan
1.1. Latar Belakang
Limbah cair dari sebuah perusahaan security printing
1yang menjadi obyek penelitian ini – selanjutnya disebut sebagai Perusahaan Security Printing X - memiliki karakteristik yang sangat spesifik dan penelitian mengenai limbah cair ini masih belum banyak dilakukan
2. Beberapa parameter yang signifikan dari limbah cair ini adalah kandungan surfaktan, kobalt, ammonia bebas, fenol, sifatnya yang sangat basa (pH > 12), serta kandungan senyawa organik yang dinyatakan sebagai COD (Chemical Oxygen Demand) dan BOD (Biological Oxygen Demand).
Mengingat jumlah produk yang dihasilkan oleh Perusahaan Security Printing X dari tahun ke tahun mengalami peningkatan yang sangat mencolok - bahkan dalam kurun waktu 6 tahun yaitu dari tahun 2000 hingga tahun 2006 kenaikan yang terjadi mencapai lebih dari lima kali lipat - maka kebutuhan bahan baku yang dikonversi menjadi produk pun turut naik, dan tidak bisa dipungkiri jumlah limbah cair yang dihasilkannya pun meningkat.
Proses cetak yang dijalankan oleh Perusahaan Security Printing X memiliki kekhasan tersendiri, yang sangat jauh berbeda percetakan kertas pada umumnya.
Pada proses tersebut dikenal suatu sistem untuk ’menyapu’ lapisan tinta sisa transfer dari unit penintaan ke pelat cetak. Sejauh ini dikenal dua macam sistem, yaitu yang menggunakan semacam kertas (wiping paper) dan yang menggunakan larutan (disebut sebagai wiping solution). Disamping itu, jenis tinta yang digunakan pada proses cetak memiliki karakteristik yang berbeda.
1
Security Printing merupakan bidang industri percetakan yang berhubungan dengan pencetakan beberapa item tertentu seperti uang kertas, paspor, sertifikat perbankan, materai, perangko, kartu identitas, dll. Tujuan utama industri ini adalah mencegah terjadinya pemalsuan (http://en.wikipedia.org/wiki/Security_printing, 30 Juli 2007).
2
Beberapa penelitian tersebut dijelaskan dalam sub bab 2.7.
2
0 1 2 3 4 5 6
2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006
Tahun
J um la h P roduk s i (M ily a r L e mb a r)
Gambar 1.1. Grafik produksi hasil cetak dari tahun ke tahun
3Pada perusahaan yang menjadi obyek penelitian ini, digunakan sistem wiping solution. Pada salah satu proses cetak yang ada di perusahaan ini, dimungkinkan terbuangnya tinta yang tidak terpakai dalam jumlah yang cukup besar (>60%) dibanding tinta yang digunakan. Tinta yang tidak terpakai tersebut disapu dan larut bersama dengan wiping solution, dan larutan yang telah mengandung sisa tinta inilah yang menjadi limbah cair dari proses cetak.
Hingga saat ini, pengolahan limbah cair security printing sejenis di seluruh dunia, pada umumnya menggunakan pengolahan kimia maupun fisika. Beberapa negara menggunakan flokulasi-koagulasi, ultrafiltrasi membran, maupun DAF (dissolve air flotation). Perusahan Security Printing X inipun telah mengaplikasikan teknik koagulasi-flokulasi dalam wiping solution recovery system unit. Namun demikian kinerja proses lanjutan setelah instalasi tersebut belum cukup memuaskan, karena karakteristik efluen menunjukkan beberapa parameter memiliki konsentrasi yang melebihi baku mutu yang ditetapkan oleh pemerintah. Diantaranya, nilai COD mencapai 75.191 mg/l dan BOD mencapai 40.200 mg/l. Sedangkan baku mutu COD dan BOD menurut Kep-51/MENLH/10/1995 berturut-turut adalah 100 mg/l dan 50 mg/l.
3Hal tersebut dimungkinkan karena pembuangan yang tidak kontinyu setelah melalui sistem closed loop pada unit recovery larutan penyapu menyebabkan konsentrasi senyawa organik limbah cair yang dihasilkan tidak konsisten untuk setiap kali discharge.
3