• Tidak ada hasil yang ditemukan

RESUME HASIL PENILAIAN KINERJA PHPL

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "RESUME HASIL PENILAIAN KINERJA PHPL"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

MUTU-4134H/1.0/27022014

RESUME HASIL PENILAIAN KINERJA PHPL

(1) Identitas LPPHPL

a. Nama Lembaga : PT MUTUAGUNG LESTARI b. Nomor Akreditasi : LPPHPL-008-IDN

c. Alamat : Jl. Raya Bogor Km. 33,5 No. 19 Cimanggis, Depok 16953.

Website: www.mutucertification.com

d. Nomor Telepon/Faks/E-mail : (021) 8740202, Fax. (021) 87740745-46

Email : [email protected]

e. Presiden Direktur : Ir. H. Arifin Lambaga, MSE

f. Tim Audit : Ir. H. Artamur (Lead Auditor Bid. Produksi) Ir. Bandang Ajiono (Auditor Bid. Prasyarat)

Aep Sukendar, S.Hut (Auditor Bid. Ekologi)

Ir. Falahudin (Auditor Bid. Sosial)

Wuri Pratini, S.Hut (Auditor Bid. VLK Hutan) g. Tim Pengambil Keputusan : Ir. Didik Heru Untoro

Ir. Taufik Margani

Hera Hendrasana, S.Hut

(2) Identitas Auditee

a. Nama Pemegang Izin : PT Fajar Surya Swadaya

b. Nomor & Tanggal SK : Surat Keputusan Menteri Kehutanan

No. SK.383/KPTS-II/1997 jo No.

SK.428/Menhut-II/2012

c. Luas dan Lokasi : ± 61.470 Ha

Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Paser,

Provinsi Kalimantan Timur

d. Alamat Kantor : Jl. Pangeran Antasari No. 6D Kelurahan Teluk Lerong Ulu, Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur 75123 e. Nomor Telepon/Faks/E-mail : (0541) 732259 / (0541) 205537

f. Pengurus : Julianto Indra Widjaja (Komisaris)

Tan Wawie (Direktur Utama)

Sunarto Tjiptono (Direktur)

(3)

MUTU-4134H/1.0/27022014 (3) Ringkasan Tahapan

Tahapan Waktu dan Tempat Ringkasan Catatan

Koordinasi dengan Instansi Kehutanan Provinsi

24 November 2015

Tim audit melakukan koordinasi dengan beberapa instansi Pemerintah yaitu:

BPPHP XIII, Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kab. Penajam Paser Utara dan Dinas Kehutanan Kab. Paser, Koordinasi dilakukan untuk mendapatkan informasi mengenai kinerja auditee dalam satu tahun terkahir.

Pertemuan Pembukaan

25 November 2015

Tim Audit memberikan penjelasan mengenai tujuan, ruang lingkup (terkait kriteria dan indikator PHPL serta kriteria dan indicator VLK), jadwal, metodologi dan prosedur penilaian, serta meminta surat kuasa dan/atau surat tugas Manajemen Representatif.

Verifikasi Dokumen dan

Observasi Lapangan 25 – 28 November 2015

Verifikasi dokumen dan observasi lapang dilakukan dengan menghimpun, mempelajari data dan dokumen auditee, dan menganalisis menggunakan kriteria dan indikator PHPL dan VLK.

Pertemuan Penutupan

29 November 2015 Tim Audit memaparkan hasil penilaian dan melakukan konfirmasi hasil dan temuan di lapangan.

Pengambilan Keputusan

28 Desember 2015

Pengambilan keputusan penilikan dilakukan oleh 3 orang yang berwenang dan menyimpulkan hasil penilaian TETAP MEMENUHI standar PHPL dan VLK.

Sertifikat tetap berlaku dengan predikat BAIK.

(4) Resume Hasil Penilaian

Kriteria/Indikator Nilai Ringkasan Justifikasi 1. Prasyarat

1.1. Kepastian Kawasan Pemegang

Izin/Hak Pengelolaan 94,44

% Baik

Terdapat SK IUPHHK-HT No. 383/Kpts.-II/1997, tanggal 22 Juli 1997 adendum pertama No.

428/Menhut-II/2012 , tanggal 7 Agustus 2012 seluas ±61.470 Ha. masa berlaku 55 (lima puluh lima) tahun sejak tanggal diterbitkan.

TBT areal kerja sudah temu gelang, trayek batas sendiri dan persekutuan tidak ada konflik . Penggunaan kawasan oleh sektor perkebunan dan penguasaan lahan oleh masyarakat setempat sebagian besar sudah terdata dan dilaporkan ke Instansi terkait.

1.2. Komitmen Pemegang Izin/Hak Pengelolaan

91,67

% Baik

Terdapat dokumen visi, misi perusahaan tertulis yang dinyatakan pemilik izin dan yang terdapat didalam Dokumen Rencana jangka

(4)

MUTU-4134H/1.0/27022014

Kriteria/Indikator Nilai Ringkasan Justifikasi

panjang RKU, dalam 12 bulan terakhir terdapat bukti pelaksanaan sosialisasi dilingkungan perusahaan dan dengan masyarakat setempat.

Dalam hal implementasi PHPL sesuai visi misi, dalam 12 bulan terakhir tepengaruh

terjadinya kebakaran hutan dan maraknya kegiatan pengolahan kayu ulin oleh masyarakat setempat namun data kerusakan pada saat penilikan masih dalam proses pengukuran.

1.3. Jumlah dan kecukupan tenaga

profesional terlatih dan tenaga teknis pada seluruh tingkatan untuk mendukung pemanfaatan

implementasi penelitian, pendidikan dan latihan

86,87

% Baik

Dalam rangka mendukung program self assessment dan Post Audit dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan awal tahun 2016. PT FSS telah merealisasikan kelengkapan GANIS-PHPL sebesar 97,67% dari kebutuhan sesuai standar dan telah meningkatkan kompetensi sebesar 50% dari rencana tahun 2014. Tahun 2015 telah mengirim 3 orang peserta Diklat. GANIS-PHPL.

PT FSS telah memiliki dokumen normatif ketenga kerjaan, mulai dari data karyawan, Peraturan Perusahaan, SK UMRSK Kabupaten Paser Dan Penajam Paser Utara, Laporan Tenaga Kerja dan Program Asuransi.

1.4. Kapasitas dan mekanisme untuk perencanaan pelaksanaan

pemantauan periodik, evaluasi dan penyajian umpan balik mengenai kemajuan pencapaian (kegiatan) Pemegang Izin/Hak Pengelolaan

94,44

% Baik

PT FSS memilik struktur Organisasi Mulai Tingkatan Kantor Pusat, Kantor Regional sampai Distrik Muara Toyu unit kegiatan dalam struktur terdapat kesesuaian dengan ruang lingkup kelola PHPL dilengkapi jobdescription pengesahan Direktur.

Perangkat keras dan perangkat SIM PT FSS sudah lengkap namun perlu meningkatkan daya jangkau komunikasi radio.

Kelembagaan SPI/Audit internal PT FSS terdiri dari HQ, AI, IMS, QA dan HOD masing-masing teelah melaksanakan audit internal tahun 2014 dan tahun 2015 berdasarkan ruang lingkup Auditnya mencakup seluruh tahapan kegiatan PHPL berdasarkan keterlaksanaan seluruh tindak koreksi dan pencegahan manajemen berbasis hasil monitoring dan evaluasi.

1.5. Persetujuan tanpa paksaan

berdasarkan informasi yang lengkap 83,33

% Baik

PADIATAPA:

Pengaruh kegiatan RKT Tahun 2015 sudah dapat persetujuan dari masyarakat setempat namun dokumen persetujuan belum lengkap.

Proses Penataan Batas Areal Kerja (Konsesi) persetujuan mencapai 100% para pihak.

Proses dan pelaksanaan program CSR/CD telah mendapat persetujuan dari para pihak

(5)

MUTU-4134H/1.0/27022014

Kriteria/Indikator Nilai Ringkasan Justifikasi desa binaan, namun dokumen persetujuan belum lengkap.

Proses penetapan kawasan lindung telah mendapat persetujuan 100% para pihak

2. Produksi

2.1. Penataan areal kerja jangka panjang dalam pengelolaan hutan lestari

2.2. Tingkat pemanenan lestari untuk setiap jenis hasil hutan kayu utama dan nir kayu pada setiap tipe ekosistem

2.3. Pelaksanaan penerapan tahapan sistem silvikultur untuk menjamin regenerasi hutan

2.4. Ketersediaan dan penerapan teknologi tepat guna untuk pemanfaatan hutan

2.5. Realisasi penebangan sesuai dengan rencana kerja penebangan/pemanenan/

pemanfaatan pada areal kerjanya 2.6. Tingkat investasi dan reinvestasi

yang memadai dan memenuhi kebutuhan dalam pengelolaan hutan, administrasi, penelitian dan pengembangan, serta peningkatan kemampuan sumber daya manusia 3. Ekologi

3.1. Keberadaan, kemantapan dan kondisi kawasan dilindungi pada setiap tipe hutan

3.2. Perlindungan dan pengamanan hutan

3.3. Pengelolaan dan pemantauan dampak terhadap tanah dan air akibat pemanfaatan hutan 3.4. Identifikasi spesies flora dan fauna

yang dilindungi dan/atau langka (endangered), jarang (rare), terancam punah (threatened) dan endemik

3.5. Pengelolaan flora untuk : a. Luasan tertentu dari hutan produksi yang tidak terganggu, dan bagian yang tidak rusak; b. Perlindungan terhadap species flora dilindungi dan/atau jarang, langka dan terancam punah dan endemik

(6)

MUTU-4134H/1.0/27022014

Kriteria/Indikator Nilai Ringkasan Justifikasi 3.6. Pengelolaan fauna untuk : a.

Luasan tertentu dari hutan produksi yang tidak terganggu, dan bagian yang tidak rusak; b. Perlindungan terhadap species fauna dilidungi dan/atau jarang, langka, terancam punah dan endemik

4. Sosial

4.1. Kejelasan deliniasi kawasan operasional perusahaan/unit manajemen dengan kawasan masyarakat hukum adat dan/atau masyarakat setempat

4.2. Implementasi tanggungjawab sosial perusahaan sesuai dengan

peraturan perundangan yang berlaku

4.3. Ketersediaan mekanisme dan implementasi distribusi manfaat yang adil antar para pihak 4.4. Keberadaan mekanisme resolusi

konflik yang handal

4.5. Perlindungan, pengembangan dan peningkatan kesejahteraan tenaga kerja

5. Verifikasi Legalitas Kayu

1.1. Areal unit manajemen hutan terletak di kawasan hutan produksi

1.1.1. Pemegang Izin/Hak Pengelolaan mampu menunjukkan keabsahan Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu (IUPHHK) 2.1. Pemegang Izin/Hak Pengelolaan memiliki rencana penebangan pada areal tebangan yang disahkan oleh pejabat yang berwenang 2.1.1. RKUPHHK/RPKH dan Rencana Kerja Tahunan

(RKT/Bagan Kerja/RTT) disahkan oleh yang berwenang

2.2. Adanya Rencana Kerja yang sah

2.2.1. Pemegang Izin/Hak Pengelolaan mempunyai rencana kerja yang sah sesuai dengan peraturan yang berlaku

2.2.2. Seluruh peralatan yg dipergunakan dalam kegiatan pemanenan telah memiliki izin penggunaan peralatan dan dapat dibuktikan kesesuaian fisik di lapangan

3.1. Pemegang Izin/Hak Pengelolaan menjamin bahwa semua kayu yang diangkut dari Tempat Penimbunan Kayu (TPK) hutan ke

(7)

MUTU-4134H/1.0/27022014

TPK Antara dan dari TPK Antara ke industri primer hasil hutan (IPHH)/pasar mempunyai identitas fisik dan dokumen yang sah 3.1.1. Seluruh kayu bulat yang ditebang/dipanen

atau yang dipanen/dimanfaatkan telah di–

LHP-kan

3.1.2. Seluruh kayu yang diangkut keluar areal izin dilindungi dengan surat keterangan sahnya hasil hutan

3.1.3. Pembuktian asal usul kayu bulat (KB) dari Pemegang Izin/Hak Pengelolaan

IUPHHKHA/IUPHHK-HT/IUPHHK-RE/Hak Pengelolaan

3.1.4. Pemegang Izin/Hak Pengelolaan mampu membuktikan adanya catatan angkutan kayu ke luar TPK

3.2. Pemegang Izin/Hak Pengelolaan telah melunasi kewajiban pungutan pemerintah yang terkait dengan kayu

3.2.1. Pemegang Izin/Hak Pengelolaan menunjukkan bukti pelunasan Dana

Reboisasi (DR) dan/atau Provisi Sumberdaya Hutan (PSDH)

3.3. Pengangkutan dan perdagangan antar pulau 3.3.1. Pemegang Izin/Hak Pengelolaan yang

mengirim kayu bulat antar pulau memiliki pengakuan sebagai Pedagang Kayu Antar Pulau Terdaftar (PKAPT).

3.3.2. Pengangkutan kayu bulat yang menggunakan kapal harus kapal yang berbendera Indonesia dan memiliki izin yang sah

4.1. Pemegang Izin/Hak Pengelolaan telah memiliki AMDAL/DPPL/UKL dan UPL &

melaksanakan kewajiban yang

dipersyaratkan dalam dokumen lingkungan tersebut

4.1.1. Pemegang Izin/Hak Pengelolaan telah memiliki dokumen AMDAL/DPPL/UKL-UPL meliputi ANDAL, RKL dan RPL yang telah disahkan sesuai peraturan yang berlaku meliputi seluruh areal kerjanya

4.1.2. Pemegang Izin/Hak Pengelolaan memiliki laporan pelaksanaan RKL dan RPL yang menunjukkan penerapan tindakan untuk mengatasi dampak lingkungan dan menyediakan manfaat sosial

5.1. Pemenuhan ketentuan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)

5.1.1. Prosedur dan Implementasi K3

(8)

MUTU-4134H/1.0/27022014

5.2. Pemenuhan hak-hak tenaga kerja 5.2.1. Kebebasan berserikat bagi pekerja

5.2.2. Adanya Kesepakatan Kerja Bersama (KKB) atau Peraturan Perusahaan (PP)

5.2.3. Perusahaan tidak mempekerjakan anak di bawah umur

Referensi

Dokumen terkait

Pemegang Izin/Hak Pengelolaan telah memiliki dokumen AMDAL/DPPL/UKL-UPL meliputi ANDAL, RKL dan RPL yang telah disahkan sesuai peraturan yang berlaku meliputi

Pemegang Izin/Hak Pengelolaan telah memiliki dokumen AMDAL/DPPL/UKL- UPL meliputi ANDAL, RKL dan RPL yang telah disahkan sesuai peraturan yang berlaku meliputi

Pemegang Izin/Hak Pengelolaan telah memiliki dokumen AMDAL/DPPL/UKL-UPL meliputi ANDAL, RKL dan RPL yang telah disahkan sesuai peraturan yang berlaku meliputi

Pemegang izin telah memiliki Dokumen AMDAL/DPPL/UKL-UPL meliputi Analisa Dampak Lingkungan (ANDAL), Rencana Kelola Lingkungan (RKL), dan Rencana Pemantauan Lingkungan (RPL) yang

4.1.1 Pemegang izin telah memiliki Dokumen lingkungan yang telah disahkan sesuai peraturan yang berlaku meliputi seluruh areal kerjanya.

Pemegang izin telah memiliki Dokumen AMDAL/DPPL/UKL -UPL meliputi Analisa Dampak Lingkungan (ANDAL), Rencana Kelola Lingkungan (RKL), dan Rencana Pemantauan Lingkungan

: Pemegang izin telah memiliki Dokumen AMDAL/DPPL/UKL-UPL meliputi Analisa Dampak Lingkungan (ANDAL), Rencana Kelola Lingkungan (RKL) dan Rencana Pemantauan

Dokumen AMDAL/DPPL/UKL-UPL/RKL-RPL Memenuhi - PT Dasa Intiga memiliki dokumen AMDAL Kegiatan Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu Dalam Hutan Alam tahun 2007, dilampiri