• Tidak ada hasil yang ditemukan

OPTIMALISASI KONSENTRASI PHANAEROCHAETE CHRYSOSPORIUM PADA BIOSORPSI ION LOGAM Pb DALAM LIMBAH CAIR ELEKTROPLATING.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "OPTIMALISASI KONSENTRASI PHANAEROCHAETE CHRYSOSPORIUM PADA BIOSORPSI ION LOGAM Pb DALAM LIMBAH CAIR ELEKTROPLATING."

Copied!
10
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel 1 Baku Mutu Limbah Cair (Termasuk Pengolah Limbah Terpusat / Kawasan Industri) Bahan Kimia
Gambar 1. Phanerochaete chrysosporium
Gambar 3. Mekanisme Biosorpsi  Phanerochaete
Tabel  5.1 pengaruh pengadukan pada berbagai konsentrasi terhadap % removal
+2

Referensi

Dokumen terkait

Kondisi optimum yang dibutuhkan komposit besi oksida kitosan untuk mengadsorpsi ion logam Pb(II) pada pH 5,5, waktu kontak 40 menit dan konsentrasi awal 50 ppm

Gambar 3 menunjukkan bahwa semakin lama waktu proses maka konsentrasi logam berat Cr semakin kecil, karena bakteri berkembang biak semakin banyak membentuk

Hasil dari proses biosorpsi dengan pH dan berat biosorben optimal dan variabel waktu kontak diperoleh hasil yang optimal pada waktu kontak 0,5 jam dengan konsentrasi

Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui pengaruh pH, konsentrasi ion logam, dan waktu kontak (kondisi adsorpsi) antara ion logam (Ion Cu(II) dan Cr(VI))

Dari hasil penelitian biosorpsi logam kromium (Cr) pada limbah cair industri elektroplating menggunakan biomassa ragi roti ( Saccharomyces cerevisiae ) dapat

berdasarkan analisis mengguanakan metode XRF terdapat terdapat logam Pb sebesar 7,468 ± 0,439 %, hal ini mengakibatkan bahwa semakin lama proses elektrokoagulasi

Penelitian yang berjudul “Optimasi Kondisi Proses Elektrokoagulasi Ion Logam Tembaga (II) dalam Limbah Cair Elektroplating” bertujuan untuk menge- tahui karakter limbah cair

(2017) juga menyatakan bahwa semakin lama waktu kontak antara tanaman Eceng Gondok dengan ion logam Cu(II) dapat menurunkan konsentrasi ion logam Cu(II) hingga