KATA PENGANTAR
Puji dan syukur senantiasa kita panjatkan ke hadirat Allah SWT, atas segala limpahan rahmat dan hidayahnya, Laporan Tahunan Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) Bogor tahun 2015 dapat diselesaikan dan dilaporkan.
Laporan Tahunan ini disusun sebagai bentuk pertanggungjawaban pelaksanaan kegiatan yang dilakukan STPP Bogor selama tahun 2015, diharapkan dengan tersusunnya Laporan Tahunan ini dapat memberikan gambaran capaian kinerja STPP Bogor selama tahun 2015
Dalam Laporan Tahunan ini terbagi dalam 5 (lima) bab, yaitu Bab I Pendahuluan, Bab II Organisasi dan Tata Kerja, Bab III Program, Rencana, Realisasi Anggaran dan Kegiatan, Bab IV Permasalahan dan Upaya Tindak Lanjut, serta V Kesimpulan dan Saran.
Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung dan membantu dalam penyusunan Laporan Tahunan ini.
Dalam penyusunan Laporan Tahunan ini tentunya masih ada kekurangan, oleh karena itu kami berharap saran dan masukan dari semua pihak untuk kami jadikan perbaikan dalam penyusunan Laporan Tahunan yang akan datang.
Bogor, Januari 2016 Ketua STPP Bogor,
Ir. Nazaruddin, MM.
NIP. 19590504 198503 1 001
DAFTAR ISI
Halaman
KATA PENGANTAR ... ii
DAFTAR ISI ... iii
DAFTAR TABEL ... iv
DAFTAR GAMBAR ... vi
DAFTAR LAMPIRAN ... vi
I. PENDAHULUAN ... 1
A. Latar Belakang ... 1
B. Tujuan ... 3
C. Output ... 3
II. ORGANISASI DAN TATA KERJA ... 4
A. Dasar Hukum... 4
B. Tugas dan Fungsi ... 5
C. Keadaan Sumber Daya Manusia ... 7
III. PROGRAM, RENCANA DAN REALISASI KEGIATAN PENGEMBANGAN SDM PERTANIAN ... 21
A. Program ... 21
B. Rencana dan Realisasi Kegiatan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian ... 22
C. Lain-lain ... 33
IV. PERMASALAHAN DAN UPAYA TINDAK LANJUT ... 40
V. KESIMPULAN DAN SARAN ... 41
DAFTAR TABEL
Halaman 1. Tabel 1. Keragaman Pendidikan Dosen Tetap dan Tidak tetap
STPP Bogor Setiap Jurusan Tahun 2015 ... 8 2. Tabel 2. Jumlah Dosen Tetap Berdasarkan Kelompok IlmuTahun
2015... 9 3. Tabel 3. Jumlah Dosen Tetap STPP Bogor Berdasarkan Bidang
Keahlian dan Golongan Tahun 2015 ... 9 4. Tabel 4. Jumlah Dosen STPP Bogor yang Mendapat Sertifikasi
Profesi Tahun 2015 ... 11 5. Tabel 5. Jumlah Tenaga Pustakawan STPP Bogor Tahun 2015 ... 12 6. Tabel 6. Jumlah Tenaga Pranata Laboratorium STPP Bogor
Tahun 2015 ... 13 7. Tabel 7. Jumlah Tenaga Analis Kepegawaian STPP Bogor
Tahun 2015 ... 13 8. Tabel 8. Jumlah dan Keadaan Pegawai STPP Bogor Tahun
2015 ... 14 9. Tabel 9. Jumlah Tenaga Administrasi STPP Bogor Berdasarkan
Golongan Tahun 2015 ... 16 10. Tabel 10. Jumlah Tenaga Administrasi STPP Bogor Berdasarkan
Latar Belakang Pendidikan Tahun 2015 ... 17 11. Tabel 11. Sebaran Mahasiswa STPP Bogor Berdasarkan Tahun
2015... 19 12. Tabel 12. Komposisi Alokasi Anggaran STPP Bogor Tahun 2015
Berdasarkan Jenis Belanja ... 22 13. Tabel 13. Komposisi Alokasi Anggaran Berdasarkan Kegiatan
STPP Bogor Tahun 2015... 23 14. Tabel 14. Rencana Kegiatan dan Target Sasaran STPP Bogor
Tahun 2015 ... 24 15. Tabel 15. Perkembangan Realisasi Serapan Anggaran STPP
Bogor Tahun 2011-2015 ... 25 16. Tabel 16. Rencana dan Realisasi Anggaran STPP Bogor Tahun
2015 Berdasarkan Jenis Belanja ... 26 17. Tabel 17. Rencana dan Realisasi Anggaran STPP Bogor Tahun
2015 Berdasarkan Jenis Kegiatan ... 26 18. Tabel 18. Rencana dan Realisasi Fisik STPP Bogor Tahun 2015
Berdasarkan Kegiatan/output ... 28 19. Tabel 19. Ketenagaan Pendidikan Pertanian, Standardisasi dan
Sertifikasi Profesi Pertanian yang Difasilitasi dan Dikembangkan
STPP Bogor Tahun 2015. ... 30 20. Tabel. 20. Tingkat Efisiensi berdasarkan kegiatan pada STPP
Bogor pada tahun 2015 ... 31
DAFTAR GAMBAR
Halaman
1. Gambar 1. Struktur Organisasi STPP Bogor ... 6
DAFTAR LAMPIRAN Halaman 1. Rekap Diklat dan Pelatihan Pegawai Tahun 2015 ... 44
2. Naskah Nota Kesepahaman dengan PT Swen Inovasi Transfer. 48
3. Sertifikat ISO 9001-2008 ... 51
4. MOU STPP Bogor dan Universitas Siliwangi Tasikmalaya ... 52
5. Perjanjian Sewa Menyewa Ruang ATM BRI ... 60
6. Perjanjian Biaya Penunjang Operasional ATM BRI ... 73
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pada hakekatnya penyuluhan pertanian merupakan salah satu upaya dalam rangka menciptakan iklim yang kondusif guna membantu petani agar dapat terus berkembang mengikuti perkembangan teknologi pertanian serta dapat secara mandiri memperbaiki kehidupan dan penghidupan yang layak. Penyuluhan pertanian berkaitan erat dengan tercapainya pembangunan pertanian yang berkelanjutan dalam pemenuhan kebutuhan pangan, memperluas lapangan kerja dan lapangan berusaha.
Dalam rangka mewujudkan pertanian tangguh diperlukan sumberdaya manusia pertanian yang profesional yang memiliki kemampuan, keterampilan dan manajerial yang baik dalam memanfaatkan segala sumberdaya secara optimal, mengatasi segala hambatan dan tantangan, menyesuaikan diri dalam pola dan struktur produksi terhadap perubahan yang terjadi serta berperan aktif dalam pembangunan nasional dan pembangunan wilayah.
Pada tahun 2015 pemerintah mencanangkan Program Swasembada Padi, Jagung dan Kedelai (Pajale). Seluruh aspek dan sektor bidang pertanian turut bertanggung jawab dalam menyukseskan program tersebut. Salah satunya adalah penyuluh pertanian yang menjadi salah satu garda terdepan dari Program Swasembada Pajale. Dalam Program ini penyuluh pertanian mempunyai kedudukan yang sangat strategis dalam pembangunan sumberdaya manusia pertanian.
Salah satu tugas Penyuluh Pertanian adalah berupaya untuk menumbuh kembangkan kemampuan, kemandirian serta tanggung jawab dari petani beserta keluarganya dalam memanfaatkan dan meningkatkan mutu sumberdaya pertanian di daerah usahataninya.
Kegiatan penyuluhan pertanian sebagai proses belajar para petani melalui pendekatan kelompok diarahkan untuk terwujudnya kemampuan kerjasama yang lebih efektif sehinggta mampu menerapkan inovasi mengatasi berbagai resiko usaha, menerapakan azas skala usaha yang ekonomis untuk memperoleh pendapatan yang layak.
Salah satu upaya dalam mewujudkan peran strategis sektor pertanian sebagai ujung tombak pembangunan ekonomi bangsa adalah dengan meningkatkan kinerja penyuluh pertanian melalui revitalisasi penyuluhan pertanian untuk mencapai keberhasilan pembangunan pertanian. Dalam rangka mengantisipasi hal tersebut STPP Bogor telah menetapkan visi yaitu " Menjadi Perguruan Tinggi terdepan dalam menghasilkan pejabat fungsional Rumpun Ilmu Hayat Pertanian (RIHP) yang handal dan profesional "
Dalam upaya pencapaian visi STPP Bogor tersebut, STPP bogor menetapkan empat misi, yaitu (1) Mengembangkan kelembagaan STPP Bogor, (2) Meningkatkan mutu penyelenggaraan Tridharma Perguruan Tinggi, (3) Meningkatkan profesionalitas Dosen dan tenaga kependidikan, dan (4) Mengembangkan kerja sama dan jejaring agribisnis dengan pemangku kepentingan baik nasional, regional maupun internasional. Sedangkan secara khusus STPP Bogor menetapkan tujuan yang hendak dicapai sesuai dengan visi dan misi yang telah dirumuskan diantaranya adalah untuk : (1) mewujudkan peningkatan mutu penyelenggaraan Tridharma Perguruan Tinggi, (2) menjadikan tenaga pendidik dan kependidikan yang professional, (3) menyiapkan sarana dan prasarana sesuai standar dalam menunjang kelembagaan, (4) mewujudkan dan meningkatkan jejaring kerja dengan pemangku kepentingan.
Untuk melaksanakan tugas dan fungsinya serta mencapai visi, misi dan tujuannya STPP Bogor menyelenggarakan pendidikan program Diploma IV yang terdiri atas dua jurusan yaitu jurusan penyuluhan pertanian dan jurusan penyuluhan peternakan. Untuk
menjamin mutu penyelenggaraan pendidikan tersebut STPP Bogor telah mendapatkan akreditasi peringkat B bidang penyuluhan pertanian pada Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN- PT). Dengan demikian STPP Bogor seyogyanya mampu menyesuaikan konsep penyuluhan pertanian seiring dengan perubahan Sistem Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (SP3K) yang tercantum dalam UU Nomor 16 Tahun 2006.
B. Tujuan
Tujuan laporan tahunan kegiatan Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) Bogor tahun 2015 adalah untuk :
1. Mengetahui realisasi pelaksanaan kegiatan yang dapat dipertanggungjawabkan.
2. Mengevaluasi pelaksanaan kegiatan yang akan digunakan sebagai bahan pertimbangan penyempurnaan tahun mendatang.
3. Menentukan kebijakan bagi pimpinan STPP Bogor dalam merencanakan program dan kegiatan masa mendatang.
C. Output
Output laporan tahunan kegiatan STPP Bogor tahun 2015 adalah informasi mengenai rencana dan realisasi kegiatan penyelenggaraan pendidikan pertanian, permasalahan yang terjadi dan upaya tindak lanjut yang ditempuh.
II. ORGANISASI DAN TATA KERJA
A. Dasar Hukum
Dasar hukum penyelenggaraan pendidikan vokasi program DIV penyuluhan pertanian dan penyuluhan peternakan meliputi :
4. Keputusan Presiden RI Nomor : 50 tahun 2001 tentang Pendirian STPP Bogor dan STPP Malang;
5. Peraturan Menteri Pertanian Nomor : 45/Permentan/OT.140/
10/2008, tanggal Oktober 2008, tentang Perubahan atas Keputusan Menteri Pertanian Nomor : 368/Kpts/OT.210/8/2001 tentang Organisasi dan Tata Kerja Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian Bogor;
6. Keputusan Menteri Pertanian Nomor :
61/Permentan/OT.140/10/2010 tanggal 14 Oktober 2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pertanian;
7. Keputusan Menteri Pertanian Nomor : 596/Kpts/OT.210/11/2001 tentang Statuta Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) Bogor;
8. Keputusan Menteri Pertanian Nomor 269/Kpts/KP.330/2/2013 tentang Pengangkatan Dalam Jabatan Struktural Eselon II-a dan II-b Kementerian Pertanian;
9. Keputusan Kepala Badan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian Nomor : 31/Kep/DL.210/4/2003 tentang Kurikulum dan Silabi Pendidikan Program Diploma IV Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) Bogor;
10. Peraturan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor : 92/Permentan/OT.140/6/2014 tanggal 27 Juni 2014 tentang Rincian Tugas Pekerjaan Unit Kerja Eseon IV Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian Bogor;
11. Keputusan Ketua Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian Nomor : 11.25/Kpts/OT.140/J.4.5/01/2013 tanggal 2 Januari 2013 tentang
Struktur Organisasi dan Personalia Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) Bogor;
12. Peraturan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor : 72/Permentan/OT.140/6/2014 tentang Statuta Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian Bogor;
B. Tugas Pokok dan Fungsi
Dalam melaksanakan tugas dan fungsi Sekolah Tinggi penyuluhan Pertanian (STPP) Bogor ditetapkan dengan Peraturan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 72/Permentan/OT.140/6/2014 tentang Statuta Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) Bogor.
1. Organisasi
Dalam menyelenggarakan pendidikan program D IV penyuluhan pertanian STPP Bogor mempunyai bentuk organisasi terdiri dari atas :
1.1. Senat 1.2. Ketua 1.3. Wakil Ketua
1.4. Unsur Penjaminan Mutu
1.5. Unsur Pelaksana dan Penunjang Akademik
1.6. Bagian Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan 1.7. Bagian Administrasi Umum
1.8. Kelompok Jabatan Fungsional (Dosen dan Jabatan Fungsional Tertentu)
Gambar 1. Struktur Organisasi STPP Bogor
2. Tugas dan Fungsi
Dalam menjalankan tugas yang diembannya, STPP Bogor berpedoman pada tujuan, tugas serta fungsi didirikannya STPP Bogor yaitu untuk menyiapkan dan memenuhi kebutuhan tenaga ahli di bidang penyuluhan pertanian yang berwawasan agribisnis, dengan penguasaan teknis dan manajerial yang mampu secara mandiri mengelola dan mengembangkan system dan usaha agribisnis secara produktif, efektif, efisien untuk menunjang pembangunan pertanian. Sedangkan tugas STPP Bogor adalah menyelenggarakan pendidikan profesional di bidang penyuluhan
Senat
PS.
Penyuluhan Peternakan
KETUA Wakil Ketua
Bidang Pendidikan
Wakil Ketua Bidang Adm.
Umum
Wakil Ketua Bid. Kemahasiswaan
BAAK
Sub Bagian Pendidikan & Kerjasama
Sub Bagian Tenaga Kependidikan
Sub. Bagian Kemahasiswaan &
Alumni UPPM
PS.
Penyuluhan Pertanian
Kelompok Jabatan Fungsional Dosen
dan Jabatan Fungsional Tertentu
BAU
Sub Bagian Kepegawaian
Sub Bagian Keuangan
Sub Bagian Tata Usaha
Unsur Penunjang
(Instalasi)
pertanian dan penyuluhan peternakan, serta pendidikan dan pelatihan fungsional rumpun ilmu hayat pertanian bagi alumni STPP Bogor.
Dalam melaksanakan tugas tersebut STPP Bogor menjabarkannya dalam tujuh fungsi yaitu :
2.1 Pelaksanaan dan pengembangan pendidikan profesional penyuluhan pertanian dan penyuluhan pertenakan.
2.2 Pelaksanaan penelitian terapan penyuluhan pertanian dan penyuluhan peternakan.
2.3 Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat.
2.4 Pelaksanaan Pembinaan sivitas akademika dan hubungan dengan lingkungannya.
2.5 Pelaksanaan administrasi umum, akademik, dan kemahasiswaan.
2.6 Pelaksanaan pendidikan dan pelatihan dasar fungsional rumpun ilmu hayat pertanian.
2.7 Pelaksanaan pendidikan dan pelatihan alih kelompok fungsional rumpun ilmu hayat pertanian.
C. Keadaan Sumberdaya Manusia
Jumlah pegawai STPP Bogor tercatat sebanyak 234 orang terdiri dari PNS 160 orang, CPNS 3 orang dan tenaga non PNS 71 orang. Pegawai tersebut meliputi tenaga pengajar / dosen tetap, asisten /laboran, tenaga lapang, tenaga administrasi.
1. Tenaga Pengajar
Tenaga pengajar STPP Bogor meliputi tenaga fungsional dosen dan tenaga laboran. Tenaga fungsional dosen adalah tenaga pengajar/dosen yang diangkat dalam jabatan fungsional Lektor Kepala, Lektor dan Asisten Ahli yang disebut dengan dosen tetap.
Disamping itu ada pula tenaga pengajar/dosen tidak tetap. Dosen tidak tetap dapat berasal dari luar STPP Bogor. Tenaga
laboran/lapangan adalah tenaga teknis yang mendukung pelaksanaan proses pembelajaran bersama-sama dengan dosen tetap maupun dosen tidak tetap.
Keragaan pendidikan dosen tetap dan tidak tetap STPP Bogor setiap Jurusan tahun 2015 dapat dilihat pada Tabel 1.
Tabel 1. Keragaan Pendidikan Dosen Tetap dan Tidak Tetap STPP Bogor Setiap Jurusan Tahun 2015
No Kualifikasi Dosen
Jumlah Pendidikan Tetap Tidak Tetap
1 S3 6 1 7
2 S2 21 3 24
3 S1 1 1 2
Jumlah A 28 5 33
1 S3 3 - 3
2 S2 15 2 17
3 S1 1 2 3
Jumlah B 19 4 23
Total A + B 47 9 56
Keseluruhan dosen yang ada di STPP Bogor 56 orang terdiri dari dosen tetap 47 orang dan dosen tidak tetap 9 orang.
Mencermati Tabel 1. di atas kualifikasi pendidikan dosen STPP Bogor secara keseluruhan sebagai berikut S3 jurusan penyuluhan pertanian (jurluhtan) 6 orang (12,76%) jurusan penyuluhan peternakan (jurluhnak) 3 orang (6,38%), S2 jurluhtan 21 orang (44,68%) jurluhnak 15 orang (31,91%) dan S1 jurluhtan dan jurluhnak masing-masing 1 orang (2,12%). Dengan demikian dosen pada Jurluhnak seyogyanya ditingkatkan kualifikasi pendidikan sesuai kebutuhan. Jumlah dosen tetap berdasarkan kelompok ilmu STPP Bogor tahun 2015 dapat dilihat pada tabel 2.
Tabel 2. Jumlah Dosen Tetap Berdasarkan Kelompok Ilmu Tahun 2015
No Kelompok Ilmu Dosen Tetap
Jumlah S3 S2 S1
1 Agroekoteknologi Pertanian 3 7 - 10 2 Agroekoteknologi Peternakan 1 8 1 10
3 Agribisnis 2 14 1 17
4 Penyuluhan Pertanian 3 7 - 10
Jumlah 9 36 2 47
Berdasarkan Tabel 2. diatas menyatakan dosen tetap di STPP Bogor dibagi menjadi 4 Kelompok Ilmu diantaranya Agroekoteknologi Pertanian 10 orang (21,27%), Agroekoteknologi Peternakan 10 orang (21,27%), Agribisnis 17 orang (36,17%), Penyuluhan Pertanian 10 orang (21,27%). Dari tabel 2. Terlihat dosen pada kelompok ilmu agribisnis paling banyak jumlahnya.
Untuk semua kelompok ilmu rata-rata pendidikan masih S2 (36,595% dan perlu ditingkatkan pendidikannya.
Jumlah dosen tetap STPP Bogor berdasarkan bidang keahlian dan golongan tahun 2015 terlihat pada Tabel 3.
Tabel 3. Jumlah Dosen Tetap STPP Bogor Berdasarkan Bidang Keahlian dan Golongan Tahun 2015
No
Jabatan Golongan
Jumlah
Fungsional IV III
A B C D A B C D A.Jurluhtan
1 Lektor Kepala 4 3 4 3 - - - - 14
2 Lektor 1 - - 1 - 1 2 4 9
3 Asisten Ahli - - - - - 5 - - 5 Jumlah A 5 3 4 4 - 6 2 4 28
B.Jurluhnak
1 Lektor Kepala 4 2 1 - - - - 7 2 Lektor - - 2 1 - 1 4 4 12 3 Asisten Ahli - - - - - - - - -
Jumlah B 4 2 3 1 - 1 4 4 19 Total A+B 9 5 7 5 - 7 6 8 47
Dari tabel 3. terlihat Lektor Kepala di Jurusan Penyuluhan Pertanian (Jurluhtan) 14 orang (29,78%) dan di Jurusan Penyuluhan Peternakan (Jurluhnak) 7 orang (14,89%), Lektor di Jurluhtan 9 orang (19,15%) Jurluhnak 12 orang (25,53%), Asisten Ahli di Jurluhtan 5 orang (10,64%) sedangkan di jurluhnak tidak ada asisten ahli. Dari tabel diatas trelihat pula jumlah dosen berdasarkan golongan. Golongan IVA di jurluhtan 5 dosen (10,64%) dan jurluhnak 4 dosen (8,51%). Golongan IVB jurluhtan 3 dosen (6,39%) dan jurluhnak 2 dosen (5,25%). Golongan IVC jurluhtan 4 dosen (8,51%) dan jurluhnak 3 dosen (6,39%). Untuk golongan IVD pada jurluhtan 4 dosen (8,51%) dan jurluhnak 1 dosen (2,12%). Golongan terendah untuk dosen adalah IIIB karena minimal pendidikan adalah s2. Golongan IIIB pada jurluhtan 6 dosen (12,76%) dan jurluhnak 1 dosen (2,12%).
Golongan IIIC jurluhtan 2 dosen (5,25%) sedangkan jurluhnak ada 4 dosen (8,51%). Golongan IIID jurluhtan 4 dosen (8,51%) begitu pula pada jurluhnak ada 4 dosen (8,51%). Jika dilihat dari bidang keahlian dan golongan dosen di STPP Bogor telah memadai.
Namun ntuk dapat mencapai profesionalisme dan kemandirian dosen di STPP Bogor harus ditingkatkan jabatan fungsional menurut kompetensi dan profesi yang dimiliki para dosen tersebut.
Ditinjau dari dosen yang mendapat sertifikasi profesi sampai tahun 2015 sebanyak 32 orang. Pada tahun 2014 Dosen yang mendapatkan sertifikasi sebanyak 29 orang. Namun pada tahun 2014 ada satu dosen yang meninggal dunia dan satu dosen yang
mutasi. Sedangkan tahun 2015 dari 6 dosen yang diajukan sertifikasi, yang mendapatkan sertfiikat 5 orang dosen dan satu dosen mengundurkan diri. Jumlah dosen STPP Bogor yang telah mendapat sertifikasi profesi tahun 2015 terlihat pada Tabel 4.
Tabel 4. Jumlah Dosen STPP Bogor yang Mendapat Sertifikasi Profesi Tahun 2015
No. Nama Pangkat/Golongan
1. Dr. Ir. Soesilo Wibowo, MS. Pembina Utama Madya,IV/d 2. Dr. Ir. Thomas Widodo, M.Ed. Pembina Utama Madya, IV/d 3. Dr. drh. Endang Endrakasih, MS. Pembina Utama Muda,IV/c 4. Ir. Kusmiyati, MM. Pembina Utama Muda,IV/c 5. Azhar, A.Pi., MM. Pembina Utama Muda,IV/c 6. Dr. Drs. Lukman Effendy, M.Si. Pembina Utama Muda,IV/c 7. Ir. Wasrob Nasruddin, MS. Pembina Utama Muda,IV/c 8. Drs. Susilo, M.Si. Pembina Tk. I,IV/b
9. Ir. H. Sudradjat, MS. Pembina Tk. I,IV/b 10. Dr. Sugeng Widodo, M.Ed. Pembina Tk. I,IV/b 11. Elih Juhdi Muslihat, SE., MM. Pembina Tk. I,IV/b 12. Drs. Achdiyat, M.Pd Pembina Tk. I,IV/b 13. Nawangwulan W., SP., M.Si. Pembina, IV/a 14. Achmad Musyadar, SE., MM. Pembina, IV/a 15. Dedy Kusnadi, SP., M.Si. Pembina, IV/a 16. Supriyanto, M.Si. Pembina, IV/a 17. Wardani, S.Pt., M.Si. Pembina, IV/a 18. Ir. Dwiwanti Sulistyowati, M.Si Pembina, IV/a 19. Dr. Tri Ratna Sari Dewi, S.Pi,
M.Si
Pembina, IV/a
20. Ir. Kenedy Putra, M.Si. Penata Tk. I,III/d 21. R. Eddy Sugiharto, S.Pt., M.Si. Penata Tk. I,III/d
22. Ait Maryani, SP., M.Pd. Penata Tk. I, III/d 23. Drs. Rizal Krisna, M.Si. Penata Tk. I,III/d 24. Drh. Kusuma Sri Handayani,
M.Si.
Penata Tk. I,III/d
25. Wida Pradiana, SP., M.Si. Penata Tk. I,III/d 26. Endang Krisnawati, SP., MP. Penata Tk. I,III/d 27. Alan Sugandi, S.Pt., M.Si. Penata,III/c 28. Aminudin, S.TP., M.Si. Penata,III/c 29. Harry, S.Pt., M.Si. Penata,III/c 30. Wahyuningsih, S.ST., MP. Penata,III/c 31. Arif Nindyo Kisworo, S.Pt, M.Si Penata,III/c
32. Yoyon Haryanto, S.ST, MP Penata Muda TK.I/III/b
2. Tenaga Pustakawan
Tenaga pustakawan yang ada di STPP Bogor terdapat sebanyak 3 orang. Jumlah tenaga pustakawan STPP Bogor tahun 2014 terlihat pada Tabel 5.
Tabel 5. Jumlah Tenaga Pustakawan STPP Bogor Tahun 2015
No. Nama Pangkat/Golongan Jabatan
1. Supriatna, SP. Penata Tk. I, III/d
Pustakawan Muda
2. Suwaldiyono, S.ST. Penata, III/c
Pustakawan Muda
3. Rasmira, S.Sos. Penata Muda, III/a
Pustakawan Pertama
3. Tenaga Pranata Laboratorium Pendidikan
Tenaga pranata laboratorium pendidikan terdapat sebanyak 2 orang. Jumlah tenaga pranata laboratorium pendidikan STPP Bogor tahun 2015 terlihat pada tabel 6.
Tabel 6. Jumlah Tenaga Pranata Laboratorium Pendidikan STPP Bogor Tahun 2015
No. Nama Pangkat/Golongan Jabatan
1. Robiah, SST. Penata Muda Tk. I, III/b
Pranata Lab.
Pendidikan Pertama 2. Juju Julaeha, SST Penata Muda,
III/a
Pranata Lab.
Pendidikan Pertama
4. Analis Kepegawaian
Tenaga Analis Kepegawaian yang ada di STPP Bogor sebanyak 1 orang. Jumlah analis kepegawaian tahun 2015 dapat dilihat pada tabel 7.
Tabel 7. Jumlah tenaga Analis Kepegawaian STPP Bogor tahun 2015.
No Nama Pangkat/Golongan Jabatan
1. Siti Djulaeha, SE. Penata Muda, III/a Analis
Kepegawaian Pertama
5. Tenaga Administrasi
Tenaga administrasi yang ada di STPP Bogor terdapat sebanyak 181 orang terdiri dari 110 orang PNS dan 71 non PNS.
Tenaga administrasi yang dimaksud menangani :
5.1. Administrasi umum meliputi pengelolaan : (a) Ketatausahaan dan rumah tangga (b) Kepegawaian
(c) Keuangan
5.2. Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan meliputi pengelolaan:
(a) Pendidikan dan Kerjasama a. Tenaga Kependidikan b. Kemahasiswaan dan Alumni
6. Kepegawaian
Kegiatan kepegawaian dalam tahun 2015 adalah sebagai berikut : 6.1. Pendataan jumlah dan keadaan pegawai STPP Bogor
Keadaan pegawai STPP Bogor tahun 2015 berjumlah 234 orang yang terdiri dari pegawai PNS sebanyak 160 orang dan pegawai non PNS sebanyak 71 orang dan CPNS sebanyak 3 orang. Jumlah dan keadaan pegawai STPP Bogor Tahun 2015 dapat dilihat pada Tabel 7.
Tabel 8. Jumlah dan Keadaan Pegawai STPP Bogor Tahun 2015
No. Uraian Rek/
Tan
Nak Jumlah
1. Struktural 9 0 9
2. Fungsional Khusus a. Dosen
b. Pustakawan
c. Pranata Laboratorium Pendidikan
d. Analis Kepegawaian
28 2
-
1
19 1 2
-
47 3 2
1
3. Fungsional Umum 69 29 98
4. CPNS 3 - 3
Jumlah I 112 51 163
5. Pegawai Non PNS a. Tenaga Satpam b. Tenaga Supir c. Tenaga Lapangan/
Kebun
d. Tenaga Administrasi e. Tenaga Pramu Kantor f. Tenaga Kesehatan
12 3
24 3 1 1
7 -
18 2
- -
19 3
42 5 1 1
Jumlah II 44 27 71
Jumlah I + II 156 78 234
Berdasarkan tabel 8 jumlah PNS sebanyaj 163 orang (69,65%) dan non PNS sebanyak 71 orang (30,34%).
Sedangkan proporsi pada pegawai PNS yang menempati jabatan struktural 9 orang (5,52%), fungsional dosen dan jabatan fungsional tertentu 53 orang (32,51%), fungsional umum 98 orang (60,12%) dan CPNS sebanyak 3 orang (1,84%). Sedangkan non PNS paling banyak adalah tenaga lapangan atau kebun sebanyak 42 orang dan yang paling sedikit adalah pramu kantor dan tenaga kesehatan masing- masing 1 orang.
Tabel 9. Jumlah Tenaga Administrasi STPP Bogor Berdasarkan Golongan Tahun 2015
No. Golongan Rektorat Jurluhtan Jurluhnak Jumlah
1 IV/a - - - -
2 IV/b 2 - - 2
3 IV/c - - - -
4 IV/d 1 - - 1
5 III/a 5 3 2 10
6 III/b 15 6 8 29
7 III/c - 1 - 1
8 III/d 11 - 1 12
9 II/a 2 1 3 6
10 II/b 6 4 1 11
11 II/c 7 4 - 11
12 II/d 5 2 2 9
13 I/a - - - -
14 I/b 3 - 5 8
15 I/c 1 - 5 6
16 I/d 1 1 2 4
Jumlah 59 22 29 110
Pegawai Non PNS
33 11 27 71
Jumlah 92 33 56 181
Berdasarkan tabel 9. Tenaga administrasi PNS sebanyak 110 orang (60,77%) dan Non PNS 71 orang (39,22%) dengan komposisi seperti ini jumlah tenaga administrasi Non PNS masih cukup besar. Dilihat dari jumlah tenaga administrasi PNS untuk golongan IV sebanyak 3 orang
(2,72%), golongan III sebanyak 52 orang (47,27%), golongan II sebanyak 37 orang (33,63%) dan golongan I sebanyak 18 orang (16,36%). Secara umum tenaga administrasi yang mengelola administrasi umum dan administrasi akademik dan kemahasiswaan sudah proporsional.
Adapun jumlah tenaga administrasi berdasarkan latar belakang pendidikan dapat dilihat pada Tabel 10.
Tabel 10. Jumlah Tenaga Administrasi STPP Bogor Berdasarkan Latar Belakang Pendidikan Tahun 2015
No. Pendidikan Rektorat Jurluhtan Jurluhnak Jumlah
1 S3 - - - -
2 S2 2 - 3 5
3 S1 20 2 2 24
4 DIV 5 5 3 13
5 D.III 3 - 1 4
6 SLTA 19 11 5 35
7 SLTP 5 3 10 18
8 SD 5 1 5 11
Jumlah 59 22 29 110
Adapun jumlah tenaga administrasi berdasarkan latar belakang pendidikan terbanyak adalah SLTA sebanyak 35 orang (31,81%). Sedangkan tenaga administrasi berpendidikan S2 sebanyak 5 orang (4,54%), berpendidikan S1 sebanyak 24 orang (21,81%), berpendidikan D.IV sebanyak 13 orang (11,81%), berpendidikan D.III sebanyak 4 orang (3,63%), berpendidikan SLTP sebanyak 18 orang (16,36%) dan berpendidikan SD sebanyak 11 orang (10%).
Dengan komposisi tenaga administrasi terbanyak berpendidikan SLTA (31,81%) dan masih adanya pegawai dengan pendidikan SD sebanyak 11 orang (10%), perlu
adanya peningkatan pendidikan dari tenaga administrasi di STPP Bogor.
6.2 Pembinaan dan Kemajuan pegawai STPP Bogor
Kegiatan pembinaan pegawai yang dilaksanakan STPP Bogor tahun 2015 adalah sebagai berikut:
1. Pelaksanaan apel pagi setiap hari senin.
2. Pelaksanaan Upacara Bendera setiap tanggal 17 dan Hari Besar Nasional.
3. Pelaksanaan senam pagi atau kerja bakti pada jumat pagi.
4. Kenaikan pangkat periode April 2015 sebanyak 15 orang dan periode Oktober 2015 sebanyak 9 orang.
5. Pengembangan ilmu (dosen/pegawai yang sedang melaksanakan tugas belajar 7 pegawai dan ijin belajar sebanyak 4 pegawai).
6. Kenaikan jabatan dosen 2015 sebanyak 4 dosen.
7. Pensiun pegawai 2015 sebanyak 2 orang dan pegawai meninggal dunia sebanyak 1 orang.
8. Penyelesaian uraian tugas, analisis jabatan, dan evaluasi jabatan.
9. Penyelesaian surat perjanjian kerja pegawai non PNS sebanyak 71 orang.
10. Penyelesaian simpeg.
11. Penyelesaian SKP tahun 2015.
12. Perencanaan SKP tahun 2016.
13. Penyelesaian DUK/nominatif tahun 2015.
7. Keadaan Mahasiswa
Kegiatan seleksi mahasiswa baru tahun ajaran 2015/2016 STPP Bogor dilaksanakan dengan menerima dua jurusan/program studi yaitu jurusan penyuluhan pertanian sebanyak 90 orang (3 orang PNS/jalur tugas belajar dan 87 orang jalur undangan dan
jalur ujian) dan jurusan penyuluhan peternakan 90 orang (semua jalur undangan dan jalur ujian). Animo masyarakat dalam pendaftaran mahasiswa baru tahun ajaran 2015/2016 cukup besar.
Jumlah pendaftar melalui akses PMB online sebanyak 864 pendaftar, melalui pengisian data PMB sebanyak 369 pendaftar.
Dari jumlah tersebut hanya 204 pendaftar yang memenuhi persyaratan administrasi dan ujian seleksi. Mahasiswa baru tahun ajaran 2015/2016 hanya berasal dari wilayah Indonesia wilayah barat diantaranya Propinsi Jawa Barat, Banten, DKI. Jakarta, Sumatera Selatan, Lampung, Sumatera Barat, Jambi, Nangro Aceh Darussalam (NAD), dan Riau.
Mahasiswa STPP Bogor secara keseluruhan tersebar berasal dari provinsi di Indonesia meliputi Provinsi Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Riau Jambi, Bengkulu, Lampung, Banten, Jawa Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Timur, Maluku Utara dan Papua.
Sebaran mahasiswa STPP Bogor tahun 2015 seperti pada Tabel 11.
Tabel 11. Sebaran Mahasiswa STPP Bogor Berdasarkan Tahun 2015
Tingkat
Jurusan/Program Studi
Jumlah Keterangan Penyuluhan
Pertanian
Penyuluhan Peternakan
Tk. I 90 90 180
TK. II 41 38 79
TK. III 25 18 43
TK. IV 24 25 49
Jumlah 180 171 351
TK. IV (Kerjasama dengan Pemda Kubar)
19 0 19
Jumlah 19 0 19
Jumlah
Keseluruhan 199 171 370
TK. IV TA.
2014/2015 36 20 56 Wisuda
tanggal 1 September 2015 Alih Jenjang
TA.
2014/2015
20 30 50
Jumlah 56 50 106
Dengan memperhatikan jumlah mahasiswa STPP Bogor tahun 2015 dapat dilihat jumlah mahasiswa selama tahun 2015 (tahun ajaran 2014/2015 dan 2015/2016) sebanyak 457 mahasiswa dan 19 mahasiswa kerjasama dengan Pemda Kutai Barat.
Mahasiswa tahun ajaran 2015/2016 jurusan penyuluhan pertanian sebanyak 180 mahasiswa dan jurusan penyuluhan peternakan sebanyak 171 mahasiswa. Sedangkan mahasiswa kerjasama dengan pemda Kutai Barat sebanyak 19 mahasiswa jurusan penyuluhan pertanian. Sedangkan tingkat IV tahun ajaran 2014/2015 sebanyak 36 mahasiswa jurluhtan dan 20 mahasiswa jurluhnak. Serta alih jenjang tahun ajaran 2014/2015 sebanyak 20 mahasiswa jurluhtan dan 30 mahasiswa jurluhnak. Mahasiswa angkatan tahun ajaran 2014/2015 ini telah diwisuda pada tanggal 1 september 2015.
Dengan melihat jumlah mahasiswa pada tahun 2015 sebanyak 457 dan 19 mahasiswa kerjasama dengan Pemda Kutai Barat dan jumlah dosen tetap sebanyak 47 dosen, rasio dosen tetap dan mahasiswa 1 : 10. Menurut peraturan yang berlaku dengan rasio tersebut, penyelenggaraan pendidikan profesional program D IV sudah sangat layak.
III. PROGRAM, RENCANA DAN REALISASI KEGIATAN PENGEMBANGAN SDM PERTANIAN
A. Program
STPP Bogor dalam DIPA tahun anggaran 2015 menyelenggarakan program Pengembangan SDM Pertanian dan Kelembagaan Petani. Hasil dari Program Pengembangan SDM Pertanian dan Kelembagaan adalah pengembangan SDM pertanian melalui pemberdayaan SDM dan kelembagaan petani. Untuk mewujudkan hasil tersebut diselenggarakan kegiatan Revitalisasi Pendidikan Pertanian serta Pengembangan Standarisasi dan Sertifikasi Profesi SDM Pertanian. Kegiatan Revitalisasi Pendidikan Pertanian serta Pengembangan Standarisasi dan Sertifikasi Profesi SDM Pertanian yang dilaksanakan STPP Bogor antara lain:
1. Aparatur Pertanian yang mengikuti Pendidikan Tinggi Kedinasan Pertanian;
2. Kelembagaan Pendidikan Pertanian, Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian yang Difasilitasi dan Dikembangkan;
3. Ketenagaan Pendidikan Pertanian, Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian yang Difasilitasi dan Dikembangkan;
4. Dokumen Program dan Kerjasama Bidang Pendidikan Pertanian yang Dihasilkan;
5. Dokumen Penyelenggaraan Bidang Pendidikan yang Dihasilkan 6. Layanan perkantoran;
7. Kendaraan Bermotor
8. Perangkat pengolah data dan komunikasi;
9. Peralatan dan fasilitasi perkantoran;
10. Gedung/Bangunan;
B. Rencana dan Realisasi Kegiatan Pengembangan SDM Pertanian
Alokasi Anggaran
Anggaran yang dikelola oleh STPP Bogor pada tahun 2015 berdasarkan DIPA-018.10.2.237160/2015 tanggal 14 November 2015, difasilitasi dengan anggaran sebesar Rp. 26.431.195.000-, kemudian terdapat revisi menjadi Rp. 27.323.330.000,-. Komposisi alokasi anggaran sebagai berikut:
a. Komposisi Alokasi Anggaran STPP Bogor Tahun 2015 Berdasarkan jenis belanja dapat dilihat pada tabel 12
Tabel 12. Komposisi Alokasi Anggaran STPP Bogor Tahun 2015 Berdasarkan Jenis Belanja
NO JENIS BELANJA JUMLAH (Rp) %
1 BELANJA BARANG
10,963,120,000 40.12 2 BELANJA MODAL
6,068,050,000 22.21 3 BELANJA PEGAWAI
(UPT)
10,292,160,000 37.67 JUMLAH
27,323,330,000 100.00
Berdasarkan Tabel 12, alokasi anggaran STPP Bogor paling besar pada belanja barang sebesar 40,12 persen, kemudian belanja pegawai sebesar 37,67 persen dan terendah belanja modal sebesar 22,21 persen.
b. Komposisi Alokasi Anggaran Berdasarkan Kegiatan pada STPP Bogor Tahun 2015 dapat dilihat pada Tabel 13.
Tabel 13. Komposisi Alokasi Anggaran Berdasarkan Kegiatan STPP Bogor Tahun 2015
NO OUTPUT/SUB OUTPUT JUMLAH
% (Rp)
1
Aparatur Pertanian yang mengikuti Pendidikan Tinggi Kedinasan Pertanian
4,202,174,000 15.38
2
Kelembagaan Pendidikan Pertanian, Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian yang Difasilitasi dan Dikembangkan
1,904,142,000 6.97
3
Ketenagaan Pendidikan Pertanian, Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian yang Difasilitasi dan Dikembangkan
329,900,000 1.21
4
Dokumen Program dan Kerjasama Bidang Pendidikan Pertanian yang Dihasilkan
228,500,000 0.84 5 Dokumen Penyelenggaraan Bidang
Pendidikan yang Dihasilkan
603,345,000 2.21 6 Layanan Perkantoran
13,926,109,000 50.97 7 Kendaraan Bermotor
52,490,000 0.19 8 Perangkat Pengolah Data dan
Komunikasi
347,795,000 1.27 9 Peralatan dan Fasilitasi Perkantoran
2,576,365,000 9.43 10 Gedung / Bangunan
3,152,510,000 11.54
JUMLAH 27,323,330,000 100.00
Berdasarkan Tabel 13 Alokasi anggaran STPP Bogor berdasarkan kegiatan paling besar pada layanan perkantoran 50,97 persen, sedangkan alokasi terendah pada kendaraan bermotor sebesar 0,19 persen.
Rencana Kegiatan dan Target Sasaran
Rencana kegiatan dan target sasaran kegiatan STPP Bogor pada tahun 2015, secara menyeluruh disajikan pada Tabel 14 berikut ini.
Tabel 14. Rencana Kegiatan dan Target Sasaran STPP Bogor Tahun 2015
NO OUTPUT/SUB OUTPUT TARGET
(Orang/Unit/Dokumen/M2)
1
Aparatur Pertanian yang mengikuti Pendidikan Tinggi Kedinasan Pertanian
440 Orang
2
Kelembagaan Pendidikan
Pertanian, Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian yang Difasilitasi dan Dikembangkan
1 Unit
3
Ketenagaan Pendidikan Pertanian, Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian yang Difasilitasi dan Dikembangkan
76 Orang
4
Dokumen Program dan Kerjasama Bidang Pendidikan Pertanian yang Dihasilkan
4 Dokumen
5
Dokumen Penyelenggaraan Bidang Pendidikan yang Dihasilkan
1 Dokumen 6 Layanan Perkantoran 12 Bulan 7 Kendaraan Bermotor 2 Unit 8 Perangkat Pengolah Data dan
Komunikasi 43 Unit
9 Peralatan dan Fasilitasi
Perkantoran 1,311 Unit
10 Gedung / Bangunan 4,059 M2
Realisasi Anggaran dan Kegiatan Realisasi Anggaran
Realisasi serapan anggaran program dan kegiatan STPP Bogor pada tahun 2015, secara menyeluruh mencapai 98,94 %, yaitu sebesar Rp.27.034.554.972,- dari total alokasi pagu anggaran sebesar
Rp.27.323.330.000,-. Apabila dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, maka secara proporsional angka realisasi serapan anggaran pada tahun 2015 lebih baik dan merupakan yang tertinggi kedua selama 5 tahun terakhir sejak tahun 2011. Perkembangan realisasi serapan anggaran STPP Bogor selama 5 tahun terakhir menunjukkan kenaikan dan penurunan yang cukup signifikan, seperti tampak pada Tabel 16. Pada tahun 2011 realisasi mencapai 100,05%
kemudian turun pada 2012 sebesar 96,68% kemudian mencapai titik terendah selama 5 tahun terakhir pada 2013 sebesar 94,75%.
Kemudian pada tahun 2014 mengalami kenaikan dengan realisasi sebesar 98,01 dan pada tahun 2015 realisasi mencapai 98,94%
Tabel 15. Perkembangan Realisasi Serapan Anggaran STPP Bogor Tahun 2011-2015
TAHUN TOTAL PAGU
(Rp) REALISASI(Rp) REALISASI
(%) 2011 17,486,256,000 17,494,214,369 100.05 2012 25,685,806,000 24,833,604,353 96.68 2013 27,291,999,000 25,857,951,457 94.75 2014 19,978,478,000 19,581,783,546 98.01 2015 27,323,330,000 27,034,554,972 98.94
Pada tahun 2015 STPP Bogor menyusun rencana kegiatan yang dituangkan dalam RKA/KL STPP Bogor. Pelaksanaan kegiatan dapat direalisasikan dengan baik, Rencana dan Realisasi Anggaran STPP Bogor Tahun 2015 Berdasarkan Jenis Belanja disajikan pada Tabel 16.
Tabel 16. Rencana dan Realisasi Anggaran STPP Bogor Tahun 2015 Berdasarkan Jenis Belanja
No. Jenis Belanja Pagu (Rp) Realisasi (Rp) % 1 BELANJA BARANG 10,963,120,000 10,277,296,595 99,86 2 BELANJA MODAL 6,068,050,000 10,732,748,377 97,90 3 BELANJA
PEGAWAI (UPT) 10,292,160,000 6,024,510,000 99,28 JUMLAH 27,323,330,000 27,034,554,972 98,94
Berdasarkan Tabel 16 diatas, dapat dilihat bahwa pencapaian realisasi serapan anggaran tertinggi menurut jenis belanja dicapai pada belanja barang (99,86%), diikuti masing-masing secara berurutan oleh belanja pegawai (99,28%) serta yang terendah pada belanja modal (97,90%). Capaian realisasi anggaran STPP Bogor pada tahun 2015 sangat baik dengan realisasi keuangan sebesar Rp.
27.034.554.972 dengan persentase 98,94 persen.
Kegiatan Revitalisasi Pendidikan Pertanian serta Pengembangan Standarisasi dan Sertifikasi Profesi SDM Pertanian yang dilaksanakan STPP Bogor terdiri dari sepuluh output. Rencana dan Realisasi Anggaran STPP Bogor Tahun 2015 Berdasrkan output dapat dilihat pada Tabel 17.
Tabel 17. Rencana dan Realisasi Anggaran STPP Bogor Tahun 2015 Berdasarkan Jenis Kegiatan
NO OUTPUT/SUB OUTPUT
PAGU REALISASI
% (Rp) (Rp)
1
Aparatur Pertanian yang mengikuti Pendidikan Tinggi Kedinasan Pertanian
4,202,174,000 4,026,170,400 95.81
2
Kelembagaan Pendidikan Pertanian,
Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian yang Difasilitasi dan Dikembangkan
1,904,142,000 1,872,370,810 98.33
3
Ketenagaan Pendidikan Pertanian,
Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian yang Difasilitasi dan Dikembangkan
329,900,000 317,349,564 96.20
4
Dokumen Program dan Kerjasama Bidang Pendidikan Pertanian yang Dihasilkan
228,500,000 224,515,000 98.26
5
Dokumen
Penyelenggaraan Bidang Pendidikan yang Dihasilkan
603,345,000 602,892,337 99.92
6 Layanan Perkantoran 13,926,109,000 13,909,576,861 99.88 7 Kendaraan Bermotor 52,490,000 51,940,000 98.95 8 Perangkat Pengolah
Data dan Komunikasi 347,795,000 344,015,000 98.91 9
Peralatan dan
Fasilitasi Perkantoran
2,576,365,000 2,547,134,000 98.87 10 Gedung / Bangunan 3,152,510,000 3,138,591,000 99.56
Jumlah 27,323,330,000 27,034,554,972 98.94
Berdasarkan tabel 17 dapat dilihat realisasi anggaran STPP Bogor tahun 2015 paling besar adalah layanan perkantoran (99,88%) dan yang terkecil adalah Aparatur Pertanian yang mengikuti Pendidikan Tinggi Kedinasan Pertanian (95,81%). Secara akumulasi pencapaian realisasi anggaran STPP Bogor mencapai 98,94% hal ini menggambarkan bahwa realisasi anggaran STPP Bogor tahun 2015 dapat terlaksana dengan baik.
Realisasi Kegiatan Fisik
Realisasi kegiatan fisik program dan kegiatan STPP Bogor pada tahun 2015 secara menyeluruh mencapai 99,73 %. Rencana dan realisasi fisik berdasarkan kegiatan atau output STPP Bogor tahun 2015 dapat dilihat pada tabel 18.
Tabel 18. Rencana dan Realisasi Fisik STPP Bogor Tahun 2015 Berdasarkan Kegiatan.
NO OUTPUT/SUB OUTPUT
TARGET REALISASI
% (FISIK) (FISIK)
1
Aparatur Pertanian yang mengikuti Pendidikan Tinggi Kedinasan
Pertanian
440 Orang 457 Orang 103.86
2
Kelembagaan Pendidikan Pertanian,
Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian yang Difasilitasi dan Dikembangkan
1 Unit 1 Unit 100
3
Ketenagaan Pendidikan Pertanian,
Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian yang Difasilitasi dan Dikembangkan
76 Orang 71 Orang 93,42
4
Dokumen Program dan Kerjasama Bidang Pendidikan Pertanian yang Dihasilkan
4 Dokumen 4 Dokumen 100
5
Dokumen
Penyelenggaraan Bidang Pendidikan yang Dihasilkan
1 Dokumen 1 Dokumen 100
6 Layanan
Perkantoran 12 Bulan 12 Bulan 100
7 Kendaraan
Bermotor 2 Unit 2 Unit 100
8
Perangkat
Pengolah Data dan Komunikasi
43 Unit 43 Unit 100
9
Peralatan dan Fasilitasi Perkantoran
1,311 Unit 1,311 Unit 100 10 Gedung /
Bangunan 4,059 M2 4,059 M2 100
JUMLAH 99,73
Dari tabel 18 dapat dilihat rencana dan realisasi anggaran berdasarkan kegiatan. Pada tahun 2015 ini realisasi fisik tertinggi pada satu kegiatan yang mencapai lebih dari 100 persen yaitu Aparatur Pertanian yang mengikuti Pendidikan Tinggi Kedinasan Pertanian (103,86%). Sedangkan kegiatan atau output Kelembagaan Pendidikan Pertanian, Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian yang Difasilitasi dan Dikembangkan, Dokumen Program dan Kerjasama Bidang Pendidikan Pertanian yang Dihasilkan, Dokumen Penyelenggaraan Bidang Pendidikan yang Dihasilkan, Layanan Perkantoran, kendaraan bermotor, Perangkat Pengolah Data dan Komunikasi, Peralatan dan Fasilitasi Perkantoran dan gedung atau bangunan sebesar 100%. Sedangkan Ketenagaan Pendidikan Pertanian, Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian yang Difasilitasi dan Dikembangkan tidak mencapai 100%, hanya sebesar 93,42 %. Kegiatan yang melebihi target adalah Aparatur Pertanian yang mengikuti Pendidikan Tinggi Kedinasan Pertanian, dari 440 orang yang direncanakan terealisasi melebihi target yaitu sebanyak 457 orang. Jumlah mahasiswa yang melebihi target adalah jurusan penyuluhan peternakan. Dari target sebanyak 174 mahasiswa terealisasi sebanyak 191 orang mahasiswa.
Pada tahun 2015 ini kegiatan yang tidak mencapai target adalah Ketenagaan Pendidikan Pertanian, Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian yang Difasilitasi dan Dikembangkan STPP Bogor Tahun 2015 yang hanya mencapai 93,42 %. Target dan realisasi Ketenagaan Pendidikan Pertanian, Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian yang Difasilitasi dan Dikembangkan STPP Bogor Tahun 2015 dapat dilihat pada tabel 19.
Tabel 19. Ketenagaan Pendidikan Pertanian, Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian yang Difasilitasi dan Dikembangkan STPP Bogor Tahun 2015.
Uraian Rencana Realisasi %
Ketenagaan Pendidikan Pertanian, Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian yang Difasilitasi dan Dikembangkan (orang)
76 71 93,42
Penelitian Dosen 40 36 90
a. Persiapan penelitian dosen (paket) 1 1 100 b. Pelaksanaan penelitian dosen
(judul)
40 36 90
c. Finalisasi penelitian dosen (paket) 1 1 100 Profesionalisme Tenaga Pendidik dan
Kependidikan
30 30 100
a. Peningkatan profesionalisme tenaga fungsional tertentu (orang)
20 20 100
b. Peningkatan profesionalisme tenaga fungsional umum (orang)
10 10 100
Sertifikasi Dosen 6 5 83,34
a. Persiapan sertifikasi dosen (paket) 1 1 100 b. Pelaksanaan sertifikasi dosen
(orang)
6 5 83,34
Pelaksanaan penelitian di STPP Bogor dilaksanakan oleh masing- masing kelompok ilmu yang terbagi menjadi 4 kelompok yaitu:
Kelompok Ilmu Penyuluhan Pertanian (tahap seminar proposal);
Kelompok Ilmu Agribisnis (tahap seminar proposal); Kelompok Ilmu Agroekoteknologi Pertanian (belum terlaksana) dan Kelompok Ilmu Agroekoteknologi Peternakan (tahap pelaksanaan penelitian). Pada tahun 2015 ada 36 judul penelitian (90%) yang sampai saat ini masih dalam proses pelaksanaan. Kendala yang sering terjadi yaitu peralatan laboratorium untuk penelitian dosen bidang teknis kurang menunjang; dan keterbatasan dana penelitian. Untuk kedepannya penelitian dosen harus ada kerjasama dengan pihak ketiga atau sponsor sehingga tidak hanya mengandalkan anggaran dari DIPA STPP Bogor.
Bedasarkan capaian realisasi fisik dan keuangan program dan kegiatan STPP Bogor pada tahun 2015, maka dapat diketahui capaian tingkat efisiensi (rasio output yang dicapai dengan input/anggaran yang digunakan), baik secara global maupun parsial menurut masing-masing kegiatan. Capaian tingkat efisiensi berdasarkan output atau kegiatan STPP Bogor tahu 2015 disajikan pada tabel 20.
Tabel. 20 Tingkat Efisiensi berdasarkan kegiatan pada STPP Bogor pada tahun 2015
No. Kegiatan Realisasi
Fisik (%)
Realisasi Keuangan (%)
Tingkat efisiensi Revitalisasi Pendidikan Pertanian
serta Pengembangan Standardisasi dan Sertifikasi Profesi SDM Pertanian
99,73 98,94 1,01
1
Aparatur Pertanian yang mengikuti Pendidikan Tinggi Kedinasan Pertanian
103.86 95.81 1,08
2
Kelembagaan Pendidikan Pertanian, Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian yang Difasilitasi dan
100 98.33 1,01
Dikembangkan
3
Ketenagaan Pendidikan Pertanian, Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian yang Difasilitasi dan
Dikembangkan
93,42 96.20 0,97
4
Dokumen Program dan
Kerjasama Bidang Pendidikan Pertanian yang Dihasilkan
100 98.26 1,01
5
Dokumen Penyelenggaraan Bidang Pendidikan yang Dihasilkan
100 99.92 1,00
6 Layanan Perkantoran 100 99.88 1,00
7 Kendaraan Bermotor 100 98.95 1.01
8 Perangkat Pengolah Data dan
Komunikasi 100 98.91 1,00
9 Peralatan dan Fasilitasi
Perkantoran 100 98.87 1.01
10 Gedung / Bangunan 100 99.56 1,00
Mencermati tabel 20 diatas, maka dapat disimpulkan bahwa secara keseluruhan capaian tingkat efisiensi program dan kegiatan STPP Bogor pada tahun 2015 termasuk dalam kategori efisien dengan besar rasio 1,01. Dapat dikatakan efisien karena nilai rasio lebih dari 1. Secara parsial berdasarkan masing-masing kegiatan, maka capaian tingkat efisiensi kegiatan STPP Bogor yaitu sebagai berikut.
1. 1,08 pada kegiatan Aparatur Pertanian yang mengikuti Pendidikan Tinggi Kedinasan Pertanian;
2. 1,01 pada kegiatan Kelembagaan Pendidikan Pertanian, Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian yang Difasilitasi dan Dikembangkan;
3. 0,97 pada kegiatan Ketenagaan Pendidikan Pertanian, Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian yang Difasilitasi dan Dikembangkan;
4. 1,01 pada kegiatan Dokumen Program dan Kerjasama Bidang Pendidikan Pertanian yang Dihasilkan;
5. 1,00 pada kegiatan Dokumen Penyelenggaraan Bidang Pendidikan yang Dihasilkan;
6. 1,00 pada kegiatan Layanan Perkantoran;
7. 1,00 pada output Kendaraan Bermotor;
8. 1,00 pada kegiatan pengadaan Perangkat Pengolah Data dan Komunikasi;
9. 1,00 pada kegiatan pengadaan Peralatan dan Fasilitasi Perkantoran;
10. 1,00 pada output Gedung / Bangunan.
B. Lain-Lain
Sertifikasi ISO 9001:2008
Standar Internasional ini menetapkan beberapa persyaratan untuk Sistem Manajemen Mutu, untuk menunjukkan guna memenuhi persyaratan perundang-undangan dan peraturan yang berlaku. Sistem ini bertujuan untuk meningkatkan kepuasan pelanggan, memungkinkan perbaikan yang berkelanjutan. Organisasi yang menerapkan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008 dijamin dapat memenuhi persyaratan baik yang ditetapkan oleh perundang- undangan terlebih lagi persyaratan pelanggan. Organisasi yang menerapkan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008 dituntut untuk meninjau semua peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan ruang lingkup pekerjaan organisasi tersebut. Terkait dengan persyaratan pelanggan, ada beberapa hal yang dilakukan berdasarkan klausul-klausul ISO 9001:2008 diantaranya:
· Meninjau Persyaratan Pelanggan: Melakukan tinjauan terhadap permintaan pelanggan terkait kemampuan memenuhi permintaan pelanggan sebelum menyetujui kontrak. Pemenuhan persyaratan pelanggan di sini termasuk penanganan produk (bila diminta) dan target waktu pengiriman produk.
· Menanangani Keluhan Pelanggan: setiap keluhan harus dimonitor dengan baik dengan cara dicatat dan ditindaklanjuti. Bila perlu ditetapkan waktu respon untuk setiap keluhan yang masuk.
· Melakukan Survey Kepuasan Pelanggan: dalam selang waktu tertentu, harus dilaksanakan survey kepuasan pelanggan untuk mengetahui persepsi pelanggan terhadap mutu produk (barang/jasa) yang diberikan oleh organisasi.
Dengan adanya isu stragetis terutama pada tahun 2016 dengan diberlakukannya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), STPP Bogor dituntut untuk meningkatkan semua aspek terutama pada aspek pelayanan publik. Pada tahun 2015 ini STPP Bogor mendapatkan Sertifikat ISO 9001-2008 bidang Quality Management System (Sistem Manajemen Mutu). Sertifikat ini dengan Nomor Registrasi : UID15Q0004C. Sebagai konsekuensi dari perolehan sertifikat ini, STPP Bogor harus menunjukkan kemampuan secara konsisten dalam menyediakan pelayanan jasa pendidikan yang memenuhi persyaratan pelanggan dan persyaratah hukum serta peraturan yang berlaku.
Fasilitas Tempat Uji Kompetensi
Fasilitasi tempat uji kompetensi merupakan suatu bentuk kegiatan pelayanan untuk memfasilitasi para penyuluh dalam rangka peningkatan kompetensi untuk mendapatkan sertifikasi keahlian.
Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2006 tentang sistem penyuluhan pertanian, perikanan, dan kehutanan (SP3K) menyebutkan bahwa penyuluh pertanian merupakan profesi. Dalam rangka mengimplementasikannya telah ditetapkan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) bidang penyuluhan pertanian dengan Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor 43 tahun 2013.
SKKNI tersebut merupakan acuan sertifikasi profesi penyuluh pertanian. Melalui sertifikasi profesi diharapkan terwujud penyuluh pertanian yang profesional sehingga penyelenggaraan penyuluhan dapat terjamin mutunya dan mendapat pengakuan dari masyarakat sebagai penerima manfaat.Proses sertifikasi profesi penyuluh pert anian merupakan serangkaian uji kompetensi berdasarkan SKKNI
sektor pertanian bidang penyuluhan pertanian. Uji kompetensi dapat menjamin bahwa semua persyaratan dilakukan secara objektif dan sistematis dengan bukti yang terdokumentasi.
Manfaat Sertifikasi profesi penyuluh pertanian yaitu :
1. Melindungi profesi penyuluh pertanian dari praktik yang tidak kompeten yang dapat merusak citra profesi penyuluh pertanian;
2. Melindungi masyarakat dari praktik penyuluhan pertanian yang tidak bertanggung jawab;
3. Menjamin mutu penyelenggaraan penyuluhan pertanian.
Sertifikasi Berbasis Kompetensi Angkatan I (aparatur)
Pelaksanaan kegiatan tanggal 24 – 28 Agustus 2015 dengan jumlah peserta sebanyak 61 orang yang merupakan alumni STPP Bogor.
Diklat ini terbagi menjadi 4 bidang kompetensi yaitu,
· Fasilitator Pertanian Organik,
Pelaksanaan kegiatan tanggal 15 – 21 Oktober 2015 dengan jumlah peserta sebanyak 28 orang.
· Inspektur Pertanian Organik,
Pelaksanaan kegiatan tanggal 15 – 21 Oktober 2015 dengan jumlah peserta sebanyak 27 orang.
§ Produksi Benih Tanaman,
Pelaksanaan kegiatan tanggal 29 Oktober – 3 November 2015 dengan jumlah peserta sebanyak 30 orang.
§ Budidaya Kedelai.
Pelaksanaan kegiatan tanggal 29 Oktober – 3 November 2015 dengan jumlah peserta sebanyak 29 orang.
Sertifikasi Berbasis Kompetensi (non aparatur)
§ Fasilitator Pertanian Organik,
Pelaksanaan kegiatan tanggal 22 – 26 Oktober 2015 dengan jumlah peserta sebanyak 28 orang.
§ Inspektur Pertanian Organik,
Pelaksanaan kegiatan tanggal 22 – 26 Oktober 2015 dengan jumlah peserta sebanyak 26 orang.
§ Produksi Benih Tanaman,
Pelaksanaan kegiatan tanggal 4 – 9 November 2015 dengan jumlah peserta sebanyak 30 orang.
§ Budidaya Kedelai.
Pelaksanaan kegiatan tanggal 4 – 9 November 2015 dengan jumlah peserta sebanyak 29 orang.
Sertifikasi Berbasis Kompetensi Angkatan II (aparatur)
Pelaksanaan kegiatan tanggal 23 – 27 November 2015 dengan jumlah peserta sebanyak 31 orang.
Pendampingan Program Upaya Khusus Swasembada Padi, Jagung dan Kedelai
Program Pendampingan Swasembada Padi, Jagung dan Kedelai oleh Perguruan Tinggi pada tahun 2015 melibatkan 37 Perguruan Tinggi se-Indonesia. Pendampingan dosen dan mahasiswa/alumni pada Program Pendampingan Swasembada Padi, Jagung dan Kedelai diselenggarakan berkoordinasi dengan SKPD terkait, BP3K, dan kelembagaan petani yang diharapkan dapat meningkatkan produktivitas lahan dan produksi padi, jagung dan kedelai.
Kegiatan pendampingan oleh Perguruan Tinggi dilaksanakan pada tiga kali musim tanam dalam satu tahun anggaran. Masa pendampingan disesuaikan dengan masa musim tanam di setiap wilayah sentra padi, jagung dan kedelai. Untuk Tim Supervisi dan Pendampingan Program UPSUS Swasembada Pajale Propinsi Jawa Barat, STPP Bogor sebagai penanggungjawab di 6 Kabupaten/Kota yaitu: Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Garut, Kota Tasikmalaya, Kabupaten Pangandaran, dan Kota Banjar.
Kerjasama Penyelenggaraan Pendidikan
Kerjasama dalam penyelenggarakan pendidikan dilakukan STPP Bogor dengan Universitas Siliwangi (UNSIL) Tasikmalaya .
Kerjasama ini dilakukan dalalm rangka kegiatan pendampingan atau pengawalan dalam rangka upaya khusus (UPSUS) peningkatan produksi padi, jagung, dan kedelai oleh mahasiswa atau alumni dan dosen pembimbing di wilayah binaan STPP Bogor-Provinsi Jawa Barat tahun 2015. Perjanjian kerjasama (MOU) ini dengan Nomor : 689.3/SM.120/J.4.5/04/2015 (STPP Bogor) dan Nomor 083/UN.58.03/KS/2015 (UNSIL Tasikmalaya). MOU ini ditandatangani pada tanggal 25 April 2015. MOU ini berlaku sejak ditetapkannya sampai dengan selesainya kegiatan pendampingan/pengawalan yaitu selama 6 (enam) bulan diluar proses atau tahapan sebelum kegiatan tersebut.
Tujuan dari perjanjian ini adalah untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan program dan kegiatan pendampingan / pengawalan dalam upaya khusus swasembada padi, jagung dan kedelai di sentra-sentra produksi di 6 (enam) kabupaten/kota yaitu Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Garut, Kabupaten Tasikmalaya, Kota Tasikmalaya, Kabupaten Ciamis dan Kabupaten Pangandaran.
Kerjasama Pemberdayaan Masyarakat
Kerjasama dengan PT Swen Inovasi Transfer dengan Nomor 187/HK.220/J.4.5/05/2015
626/SU-05/VI/2015
Kegiatan-kegiatan sebagai berikut :
1. Peningkatan kapasitas dan pendampingan bagi para petani/peternak binaan jaringan STPP Bogor atau petani/peternak yang menjadi sasaran program bersama kedua pihak.
2. Penelitian bersama.
3. Pengembangan model program pemberdayaan petani berbasis agroindustri skala kecil dan menengah.
Nota Kesepahaman bertujuan untuk menyelenggarakan kegiatan bersama dalam bentuk pendampingan, penelitian dan pengembangan program pemberdayaan bagi petani.
Kerjasama Pemanfaatan Lahan
Perjanjian sewa menyewa ruang untuk pengoperasian ATM BRI antara STPP Bogor dan PT. BRI TBK. Kantor Cabang Dewi Sartika nomor 59. Kerjasama penyediaan tempat atau lokasi bangunan ATM center untuk ATM (Anjungan Tunai Mandiri) BRI di lokasi Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian Bogor seluas 3,75 m2 dengan harga sewa Rp. 12.420.000,- pertahun, dalam jangka waktu 3 tahun terhitung sejak 22 Mei 2015 sampai dengan 21 Mei 2018.
Perjanjian sewa ruang ini juga didukung dengan perjanjian biaya penunjang operasional (keamanan) ATM BRI dengan Nomor B.148 KC.XIV/LYI/09/2015. Perjanjian ini ditandatangani pada tanggal 9 September 2015 dengan jangka waktu mengikuti perjanjian sewa menyewa ruang ATM.
Kerjasama Prakerin
Seperti pada tahun-tahun sebelumnya, pada tahun 2015 STPP Bogor juga melaksanakan kerjasama Praktek Kerja Industri (Prakerin) dengan Sekolah Menengah Atas yang terdapat di wilayah Bogor, sebagai berikut :
1. SMK Taruna Andigha 2. SMK Yaspi
3. SMK Informatika Bina Generasi II 4. SMK Pandu
5. SMK Bina Sejahtera 6. SMK Al-Azhar
7. SMK Tunas Bangsa Sejahtera 8. SMK Informatika Bina Generasi I 9. SMK Bakti Insani
10. SMK Dasa Semesta
11. SMK Informatika Bina Generasi III 12. SMK Sagaranten
13. SMK Bina Informatika
IV. PERMASALAHAN DAN UPAYA TINDAK LANJUT
A. Permasalahan
Permasalahan yang dihadapi dalam pelaksanaan kegiatan STPP Bogor tahun 2015 meliputi berbagai hal antara lain :
1. Struktur organisasi Unit Penjaminan Mutu (UPM) yang berfungsi sebagai perencanaan dan pelaksana sistem penjaminan mutu internal secara keseluruhan belum ada di Statuta STPP Bogor seperti halnya unit lain.
2. Belum terintegrasinya Pangkalan Data Perguruan Tinggi (PD- DIKTI) dengan Sistem Akademik dan Kemasiswaan (SIMAK).
3. Pelaksanaan penelitian dosen tidak mencapai target yang ditetapkan. Dari target 40 judul penelitian hanya teralisasi sebanyak 36 judul penelitian yang sampai saat ini masih dalam proses pelaksanaan.
B. Upaya Tindak Lanjut
Upaya tindak lanjut yang dilakukan dalam pemecahan masalah yang dihadapi antara lain :
1. Perlu adanya perubahan Statuta STPP Bogor dengan menambahkan UPM sebagai unit tersendiri dan mengoptimalkan personalia yang secara khusus menangani UPM.
2. Mengintegrasikan Pangkalan Data Perguruan Tinggi (PD-DIKTI) dengan Sistem Akademik dan Kemahasiswaan (SIMAK) yang sesuai dengan Pendidikan Tinggi dengan sitem web service.
3. Meminimalisir kendala dalam penelitian dosen yaitu dengan perbaikan sarana dan prasarana peralatan laboratorium untuk penelitian dosen bidang teknis dan memperbesar dana penelitian.
V. KESIMPULAN DAN SARAN
C. Kesimpulan
Berdasarkan penyelenggaraan program dan kegiatan Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian Bogor pada tahun 2015, dapat disimpulkan hal- hal sebagai berikut:
1. Realisasi anggaran program dan kegiatan STPP Bogor pada tahun 2015 secara global mencapai 98,94 persen, realisasi anggaran tertinggi dicapai pada output layanan perkantoran sebesar 99,88 % dan capaian realisasi terendah pada output aparatur pertanian yang mengikuti pendidikan tinggi kedinasan pertanian sebesar 95,81%.
2. Jumlah tenaga pengajar tahun 2015 secara keseluruhan baik dosen tetap/tidak tetap dibandingkan tahun 2014 mengalami kenaikan sebesar 2,17 persen menjadi 56 orang. Sedangkan untuk tenaga administrasi baik PNS maupun non PNS mengalami peningkatan menjadi 181 pegawai.
3. Jumlah mahasiswa pada tahun 2015 meningkat dibandingkan dengan jumlah mahasiswa tahun 2014. Pada tahun 2015 jumah mahasiswa sebanyak 457 mahasiswa.
D. Saran
Menyikapi kondisi permasalahan yang masih terjadi pada program dan kegiatan STPP Bogor tahun 2015, langkah antisipasi yang disarankan untuk tahun-tahun mendatang adalah sebagai berikut :
1. Rancang bangun program pendidikan profesi seyogyanya dipersiapkan lebih matang, disosialisasikan pada stakeholders dan diusulkan pada DIKNAS untuk mendapatkan izin pertimbangan penyelenggaraan pendidikan profesi.
2. Meningkatkan koordinasi, monitoring dan evaluasi pada setiap kegiatan yang dilakukan sehingga dapat meminimalisir potensi permasalahan yang mungkin terjadi.