26 BAB III
METODE PENELITIAN
A. Lokasi Penelitian
Penelitian ini dilakukan pada CV. Sinar Grafika yang bertempat di jalan ratu agung, kelurahan anggut bawah, kecamatan ratu samban, kota Bengkulu, alasan peneliti memilih lokasi ini karena peneliti ingin menganalisis tingkat stress kerja dan lingkungan kerja yang ada di CV. Sinar Grafika sehingga bisa dijadikan refrensi untuk kedepannya, dan juga variable yang digunakan oleh peneliti itu sesuai dengan yang terjadi di perusahaan Sinar Grafika.
B. Jenis Penelitian
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan metode pengumpulan data berupa survey, peneliti mengumpulkan informasi responden dengan membuat kuisioner. Martono (2010:117) menyatakan bahwa penelitian kuantitatif dilakukan dengan cara mengumpulkan data berupa angka, kemudian diolah dan dianalisis untuk mendapatkan suatu informasi ilmiah. Metode survey merupakan metode pengumpulan data yang dapat dilakukan melalui
beberapa cara, seperti membuat kuisioner, wawancara, dan observasi pada perusahaan.
C. Populasi dan Sampel Penelitian 1. Populasi
Populasi adalah adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek/subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu (Sugiyono, 2014:90). Adapun yang menjadi populasi dalam penelitian
27
ini adalah seluruh karyawan bidang produksi pada CV. Sinar Grafika yang berjumlah 40 orang.
2. Sampel
Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut (Sugiyono, 2014:91). Penelitian ini menggunakan teknik pengambilan total sampling sebagai cara pengumpulan data. Total sampling merupakan teknik pengambilan sampel dimana jumlah populasi sama dengan sampel (Sugiyono,2014:91). Alasan mengambil total sampling karena menurut Sugiyono (Sugiyono, 2014:91) jumlah populasi yang kurang dari 100, seluruh populasi dijadikan sampel penelitian seluruhnya. Sampel yang diambil adalah seluruh karyawan bagian produksi CV. Sinar Grafika Bengkulu.
D. Definisi Operasional Variabel
Definisi operasional adalah mendefinisikan variabel berdasarkan karakteristik yang diamati.
1. Variabel terikat (Dependent)
Variabel terikat dalam penelitian ini dinotasikan dengan huruf (Y) terdiri dari sebagai berikut:
a. Kinerja karyawan
Kinerja karyawan merupakan hasil kerja karyawan dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan apa yang diinginkan secara kualitas maupun kuantitas sesuai dengan ketepatan waktu yang telah
28
ditentukan dalam bekerja. Maka dengan demikian indikator kinerja ada tiga (3), yaitu:
1) Kuantitas, merupakan jumlah produk yang dihasilkan oleh seorang karyawan yang dapat diukur secara kuantitatif dan mampu menghasilkan produk melebihi target yang telah ditetapkan perusahaan.
2) Kualitas, merupakan penilaian baik atau buruknya mutu yang dihasilkan dari pekerjaan yang dapat diukur dari ketelitian dan kerapian produk yang dihasilkan.
3) Ketepatan waktu, merupakan kesesuaian waktu seseorang karyawan dalam menyelesaikan tugas yang diberikan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan
2. Variabel bebas (Independent)
Variabel bebas dalam penelitian ini dinotasikan dengan huruf (X) terdiri dari sebagai berikut:
a. Lingkungan Kerja (X1)
Lingkungan Kerja adalah segala sesuatu yang ada disekitar para pekerja dan yang dapat mempengaruhi dirinya dalam menjalankan tugas- tugas yang dibebankan
1) Suhu udara, yaitu udara yang sejuk dan segar yang berada disekitar lingkungan kerja sehingga membantu karyawan dalam bekerja
29
2) Pencahayaan adalah faktor cahaya yang ada disekitar karyawan untuk membantu proses dalam bekerja, pencahayaan yang baik akan membantu produktifitas karyawan dalam menjalankan tugas.
3) Suara Bising adalah suara atau bunyi yang dapat mengganggu dan ingin dihindarkan dalam bekerja sehingga mampu meningkatkan produktifitas kerja
4) Keamanan kerja, yaitu satuan petugas keamanan dalam memberikan keamanan bagi seluruh karyawan dan perusahaan, pengamanan yang baik akan membantu karyawan untuk lebih tenang dalam bekerja
b. Stres Kerja (X2)
Stres merupakan suatu situasi yang dialami manusia pada umumnya dan karyawan pada khususnya yang mempengaruhi proses berfikir, emosi, dan kondisi seseorang di dalam sebuah organisasi atau perusahaan.
1) Stres kerja Fisiologis merupakan stres pada karyawan terjadi jika karyawan mengalami perubahan kondisi tubuh secara fisik, seperti:
a) Meningkatnya detak jantung, kondisi dimana jantung berdebar-debar saat melakukan pekerjaan
b) Meningkatnya tekanan darah, meningkatnya tekanan darah dikarenakan adanya peningkatan tekanan dalam bekerja.
c) Sakit kepala, yaitu terjadi karena tekanan darah tinggi menjadikan sakit kepala terjadi saat bekerja
30
2) Stres kerja Psikologis merupakan stres pada seseorang karyawan yang mengalami perubahan psikis, seperti:
a) Ketidakpuasan dalam bekerja yaitu karyawan merasa tidak puas dalam proses penyelesaian pekerjaan.
b) Ketegangan yaitu terjadinya pertentangan dalam diri karyawan dalam proses penyelesaian pekerjaan.
c) Rasa cemas adanya perasaan cemas pada karyawan disaat bekerja.
d) Mudah marah yaitu karyawan mudah emosi (marah) tanpa sebab yang berarti disaat bekerja.
3) Stress perilaku adalah stres pada seorang karyawan yang mengalami perubahan tindakan meliputi:
a) Menurunnya hasil kerja yaitu menurunnya kemampuan hasil produksi dari karyawan.
b) Menurunnya tingkat absensi yaitu menurunnya keinginan karyawan dalam bekerja yang membuat absen karyawan meningkat
c) Menunda/menghindari pekerjaan yaitu kecenderungan karyawan untuk menunda pekerjaan yang diberikan kepadanya.
E. Sumber Data 1. Data Primer
31
Menurut Sugiyono (2012:139) menjelaskan sumber primer adalah sebagaai sumber data yang langsung memberikan data kepada pengumpul data. Data primer dalam penelitian ini adalah data yang diperoleh secara langsung dari pengisian kuisoner kepada karyawan CV. Sinar Grafika.
F. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini didapat dari informasi yang diperoleh dari seluruh karyawan bagian operasional (produksi) di CV.
Sinar Grafika dengan menggunakan metode pengumpulan data sebagai berikut:
1. Kuisioner
Menurut Sugiyono (2013:137), kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya.
Pengumpulan data dilakukan dengan menyebar kuisioner secara langsung di CV. Sinar Grafika kepada seluruh karyawan bagian produksi.
G. Uji Instrumen 1. Uji Validitas
Uji validitas digunakan untuk mengukur sah (valid) atau tidaknya suatu kuisoner. Kuisoner dikatakan valid jika pernyataan tersebut mampu mengungkap sesuatu yang akan di ukur oleh kuisoner tersebut. Uji validitas dihitung dengan membandingkan nilai r-hitung dengan nilai r-tabel. Jika r- hitung > r-tabel maka pernyataan tersebut dinyaktakan valid, dan r-hitung ≤ r-tabel maka pernyataan tersebut tidak valid.
32 2. Uji Reliabilitas
Uji Reliabilitas adalah data untuk mengukur suatu kuisoner yang merupakan indikator dari variabel atau konstruk. Suatu kuesioner dikatan reliabel atau handal jika jawaban seseorang terhadap pernyataan adalah
konsisten atau stabil dari waktu ke waktu. Kehandalan yang menyangkut kekonsistenan jawaban jika diujikan berulang pada sampel yang berbeda.
SPSS memberikan fasilitas untuk mengukur reliabelitas dengan uji stastik Cronbach Alpha (a) suatu konstruk atau variabel dikatakan reliabel jika
memberikan nilai Cronbach Alpha > 0,60.
H. Teknik Pengukuran Data
Analisis data pada penelitian kuantitatif merupakan hasil pengolahan data atas jawaban yang diberikan responden terhadap pertanyaan dari setiap item kuesioner. Analisis data digunakan untuk menguji hipotesis, karena analisis data yang dikumpulkan digunakan untuk mengetahui pengaruh antara variabel independen lingkungan kerja (X1) dan stres kerja (X2) terhadap variabel dependen Kinerja Karyawan (Y).
Table 3.1
Jawaban Item Pertanyaan dan Skala Likert No. Jawaban Item Pertanyaan Skala Likert
33
1. Sangat Setuju (SS) 5 2. Setuju (S) 4
3. Cukup Setuju (CS) 3
4. Tidak Setuju (TS) 2
5. Sangat Tidak Setuju (STS) 1
Sumber: Riduwan (2009:87) I. Teknik Analisis Data
1. Rentang Skala
Digunakan untuk mengukur Stres Kerja, Lingkungan Kerja,dan kinerja karyawan bagian produksi pada CV. Sinar Grafika. Untuk menentukan rentang skala menggunakan rumus sebagai berikut:
RS = 𝑛(𝑚−1)
𝑚
Keterangan :
RS = Rentang Skala n = jumlah sampel
m = jumlah alternatif jawaban tiap item
Berdasarkan rumus diatas maka dapat diperoleh rentang skala dengan perhitungan sebagai berikut:
RS =
=
= 32
Dengan nilai rentang skala 32 tersebut dapat dibuat tabel penilaian variabel yaitu sebagai berikut:
Tabel 3.2
Penilaian Variabel dan Rentang Skala 5
) 1 5 ( 40
5 160
34 Rentang
Skala
Penilaian Variabel Lingkungan
Kerja
Stres Kerja Kinerja Karyawan 40-71 Sangat tidak
Baik
Sangat rendah Sangat rendah
72-103 Tidak baik Rendah Rendah
104-135 Cukup Cukup Cukup
136-167 Baik Tinggi Tinggi
168-200 Sangat baik Sangat tinggi Sangat Tinggi Sumber: Data primer
2. Uji Asumsi Klasik
Sebelum menganalisis data dengan regresi linier berganda, terlebih dahulu perlu dilakukan uji asumsi klasik untuk melihat apakah datanya berdistribusi normal, tidak ada multikolinieritas, tidak ada heteroskedastistas, dan tidak ada autokorelasi.
a. Uji Multikolinieritas
Uji Multikolinieritas ini digunakan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi anatara variabel bebas. Langkah untuk mengujinya yaitu dengan melihat besaran dari nilai tolerance dan nilai VIF (Variance Inflation Factor) yang menghasilkan nilai tolerance >4 maka terjadi multikolonieritas dan VIF <4, maka
kesimpulanya adalah model regresi terbebas dari gejala multikolonieritas (Ghozali, 2018;107).
b. Uji Normalitas
Uji normalitas ini bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel terikat dan variabel bebas keduanya mempunyai distribusi normal ataukah tidak. Uji normalitas dapat dilihat apakah residual berdistribusi normal atau tidak yaitu dengan uji
35
Kolmogorov-Smirnov. Jika nilai asymp sig lebih dari satu atau sama dengan 0,05 maka data berdistribusi normal dan sebaliknya.
3. Analisis Regresi Linier Berganda
Analisis regresi liner berganda digunakan untuk menguji atau melakukan estismasi dari suatu permasalahan antara dua atau lebih variabel independen (X1, X2,…Xn) dengan variabel dependen (Y) (Widayat, 2004;176). Analisis ini juga menunujukkan arah hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen (Sugiyono, 2018;96).
Y = α + β1X1+ β2X2 + 𝑒 Keterangan:
Y = Variabel terikat (kinerja)
α = Konstanta, merupakan nilai terkait yang dalam hal ini adalah Y pada saat variabel bebasnya adalah 0 (X1, X2=0)
β1 = Koefisien regresi variabel Stres kerja terhadap variabel kinerja β2 = Koefisien regresi variabel Lingkungan Kerja terhadap variabel kinerja
X1 = Lingkungan Kerja X2 = Stres Kerja
J. Uji Hipotesis 1. Uji T
Ho : Tidak terdapat pengaruh secara signifikan antara lingkungan kerja dan stress kerja terhadap kinerja karyawan CV. Sinar Grafika.
36
Ha : Terdapat pengaruh secara signifikan antara lingkungan kerja dan stress kerja terhadap kinerja karyawan CV. Sinar Grafika.
Sebelum koefisien korelasi digunakan untuk membuat kesimpulan, terlebih dahulu diuji keberartian korelasi, untuk itu digunakan statistik uji t dengan rumus:
𝑡 = 𝑟√𝑛 − 2 1 − 𝑟2 Keterangan:
r = korelasi
t = nilai koefisien korelasi dengan derajat bebas (dk) = n-2 n = jumlah sampel
Dasar pengambilan keputusan:
1. Jika -t tabel < t hitung atau t hitung < t tabel, maka Ho diterima dan Ha
ditolak, yang berarti tidak ada pengaruh yang signifikan antara variabel bebas terhadap variabel terikat. Artinya lingkungan kerja dan stres kerja tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja.
2. Jika t hitung > t tabel atau t hitung <- t tabel ,maka Ho ditolak dan Ha
diterima, yang berarti ada pengaruh antara variabel bebas terhadap variabel terikat. Artinya lingkungan kerja dan stres kerja berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja.
Menurut Sugiyono (2014:240), daerah penerimaan dan penolakan dapat digambarkan sebagai berikut:
37
Gambar 1 Uji Hipotesis Dua Pihak
2. Uji Kontribusi Terbesar
Uji kontribusi terbesar digunakan untuk mengetahui variabel mana yang paling berkontribusi terbesar pengaruhnya terhadap variabel terikat. Untuk menentukan variabel bebas yang paling menentukan (dominan) dalam mempengaruhi nilai variabel terikat dalam suatu model regresi linier, maka gunakanlah koefisien Beta (Beta Coefficient). Koefisien tersebut disebut standardized coefficient (Gozhali, 2005:88).