LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH
DINAS PERHUBUNGAN
PROVINSI JAWA TIMUR TAHUN 2021
PEMERINTAH PROPINSI JAWA TIMUR
DINAS PERHUBUNGAN
Jl.Jemur Andayani I Telp. (031)8432616, Fax. (031)841887 Jl.Ahmad Yani No.268 Telp. (031)8292376-8291530, Fax. (031) 8292433
S U R A B A Y A
KATA PENGANTAR
Lembaga Pemerintah mempunyai tugas pokok dan fungsi utama memberikan pelayanan publik yang terbaik bagi peningkatan kesejahteraan masyarakatnya.
Penyelenggaraan pelayanan publik yang baik akan memberikan efek yang sangat luas bagi masyarakat termasuk peningkatan kepercayaan, selain itu penyelenggaraan pelayanan kepada masyarakat juga harus dapat dipertanggungjawabkan sebagai wujud akuntabilitas kinerja penyelenggaraan perangkat daerah.
Berdasarkan Peraturan Pemerintah nomor 8 tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah, Peraturan menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 53 tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Reviu atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah maka Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur sebagai perangkat daerah sektor transportasi juga berkewajiban menyusun Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKJiP). Laporan kinerja ini merupakan bentuk akuntabilitas pelaksanaan tugas pokok dan fungsi serta kewenangan pengelolaan/penyelenggaraan pemerintahan pada sektor Transportasi, baik darat, laut, maupun udara, sebagaimana yang telah dituangkan dalam Reviu Rencana Strategis (Renstra) Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur Tahun 2019 – 2024.
Dengan telah terselesaikannya Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKJiP) Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur Tahun 2021 ini semoga dapat dimanfaatkan sebagaimana mestinya dan menjadi sarana pelaporan dan evaluasi untuk mengoptimalkan kinerja dinas untuk lebih baik lagi pada masa mendatang.
Surabaya, Januari 2022
KEPALA DINAS PERHUBUNGAN PROVINSI JAWA TIMUR
Dr. NYONO, ST, MT Pembina Utama Muda NIP. 19690819 199803 1 009
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ... i
DAFTAR ISI ... ii
DAFTAR GAMBAR ... iv
DAFTAR TABEL ... vi BAB I. PENDAHULUAN
A. STRUKTUR ORGANISASI ... I.1 B. TUGAS DAN FUNGSI ... I.4 1. Tugas ... I.4 2. Fungsi ... I.4 C. ISU STRATEGIS ... I.4 1. Implementasi Tatanan Normal Baru Pada Sektor Transportasi ... I.4 2. Prasarana Prasarana Perhubungan ... I.5 3. Peningkatan dan Pengamanan Lalu Lintas ... I.5 4. Prasarana dan Fasilitas Perkeretaapian ... I.6 5. Prasarana dan Fasilitas ASDP ... I.6 6. Prasarana dan Fasilitas Perhubungan Laut ... I.7 7. Prasarana dan Fasilitas Perhubungan Udara ... I.7 D. CASCADING KINERJA (KETERHUBUNGAN DENGAN RPJMD) ... I.9 E. PETA PROSES BISNIS ... I.12 F. RINGKASAN LAPORAN HASIL EVALUASI ... I.19 BAB II. PERENCANAAN KINERJA
A. RENCANA STRATEGIS ... II.1 B. RINGKASAN PERJANJIAN KERJA ... II.2 BAB III. AKUNTABILITAS KINERJA
A. CAPAIAN KINERJA ORGANISASI ... III.1 1. Gambaran Pencapaian Kerja ... III.1 2. Analisis Penyebab Keberhasilan/Kegagalan atau Peningkatan/Penurunan
Kinerja Serta Alternatif Solusi ... III.13 3. Analisis Efisiensi Penggunaan Sumber Daya ... III.27 4. Analisis Program/Kegiatan yang Menunjang Keberhasilan/Kegagalan
Pencapaian Kinerja ... III.29 B. REALISASI ANGGARAN ... III.50 1. Realisasi Belanja ... III.50
2. Realisasi Pendapatan... III.52 C. TINDAK LANJUT HASIL EVALUASI ... III.53 1. Tindak Lanjut Hasil Evaluasi ... III.53 2. Tindak Lanjut Rekomendasi ... III.55 3. Tindak Lanjut Kenaikan/Penurunan Nilai Akuntabilitas ... III.58 BAB IV. PENUTUP
A. TINJAUAN UMUM KEBERHASILAN ... IV.1 B. PERMASALAHAN YANG BERKAITAN DENGAN PENCAPAIAN KINERJA DAN STRATEGI PEMECAHAN MASALAH ... IV.1 1. Permasalahan Pencapaian Kinerja Sasaran dan Strategi Pemecahan Masalah ... IV.2 2. Permasalahan Pencapaian Kinerja Program dan Strategi Pemecahan Masalah ... IV.3 LAMPIRAN
DAFTAR GAMBAR
GAMBAR 1.1 STRUKTUR ORGANISASI DINAS PERHUBUNGAN PROVINSI JAWA TIMUR ... I.3 GAMBAR 1.2 PROSES BISNIS DINAS PERHUBUNGAN PROVINSI JAWA TIMUR (Level 0) ... I.12 GAMBAR 1.3 PROSES BISNIS DINAS PERHUBUNGAN PROVINSI JAWA TIMUR (Level 1) ... I.13 GAMBAR 1.4 PROSES BISNIS DINAS PERHUBUNGAN PROVINSI JAWA TIMUR (Level 2) ... I.14 GAMBAR 1.5 PROSES BISNIS DINAS PERHUBUNGAN PROVINSI JAWA TIMUR (Level 3) ... I.15 GAMBAR 1.6 PROSES BISNIS DINAS PERHUBUNGAN PROVINSI JAWA TIMUR (Level 4) ... I.16 GAMBAR 1.7 PROSES BISNIS DINAS PERHUBUNGAN PROVINSI JAWA TIMUT (Level 5 Bag. 1) ... I.17 GAMBAR 1.8 PROSES BISNIS DINAS PERHUBUNGAN PROVINSI JAWA TIMUT (Level 5 Bag. 2) ... I.18 GAMBAR 3.1 ALOKASI PER SASARAN PEMBANGUNAN ... III.9 GAMBAR 3.2 GRAFIK IKM PENGGUNA KENDARAAN UMUM AKDP ... III.13 GAMBAR 3.3 GRAFIK PRESENTASE KECELAKAAN MELIBATKAN ANGKUTAN UMUM III.15 GAMBAR 3.4 GRAFIK JUMLAH RUTE DAN PENUMPANG MUDIK GRATIS ANGKUTAN LAUT ... III.17 GAMBAR 3.5 GRAFIK RASIO KECELAKAAN KERETA API DI PERLINTASAN SEBIDANG ... III.18 GAMBAR 3.6 GRAFIK PERSENTASE SUB KATEGORI TRANSPORTASI ANGKUTAN LAUT TERHADAP PDRB ... III.19 GAMBAR 3.7 GRAFIK PERSENTASE SUB KATEGORI TRANSPORTASI ANGKUTAN PENYEBRANGAN TERHADAP PDRB ... III.21 GAMBAR 3.8 GRAFIK PERSENTASE SUB KATEGORI TRANSPORTASI ANGKUTAN UDARA TERHADAP PDRB ... III.22
GAMBAR 3.9 GRAFIK PERSENTASE SUB KATEGORI TRANSPORTASI ANGKUTAN DARAT TERHADAP PDRB ... III.23 GAMBAR 3.10 GRAFIK PERSENTASE KESESUAIAN TRAVEL TIME AKDP TERHADAP KONDISI LAPANGAN ... III.24 GAMBAR 3.11 GRAFIK NILAI SAKIP DISHUB PROV. JATIM ... III.26 GAMBAR 3.12 PEMBANGUNAN TERMINAL TIPE B ... III.35 GAMBAR 3.12 PEMELIHARAAN ALARM EARLY WARNING SYSTEM DI PERLINTASAN SEBIDANG ... III.40 GAMBAR 3.13 PEMBANGUNAN PELABUHAN LAUT ... III.43 GAMBAR 3.14 PEMBANGUNAN PELABUHAN PENYEBERANGAN ... III.45 GAMBAR 3.15 KAMPANYE KESELAMATAN PELAYARAN ... III.45 GAMBAR 3.16 PEMENUHAN FASILITAS BANDARA ... III.47 GAMBAR 3.17 PENYELENGGARAAN BANDARA DENGAN PROTOKOL KESEHATAN ... III.47
DAFTAR TABEL
TABEL 1.1 TINGKAT AKUNTABILITAS KINERJA ... I.19 TABEL 2.1 PERJANJIAN KERJA ... II.2 TABEL 3.1 PENCAPAIAN KINERJA ... III.2 TABEL 3.2 PERBANDINGAN REALISASI KINERJA ... III.3 TABEL 3.3 PENCAPAIAN KINERJA JANGKA MENENGAH ... III.4 TABEL 3.4 PERBANDINGAN REALISASI KINERJA DENGAN REALISASI NASIONAL .... III.6 TABEL 3.5 ALOKASI PER SASARAN PEMBANGUNAN ... III.8 TABEL 3.6 PENCAPAIAN KINERJA DAN ANGGARAN ... III.11 TABEL 3.7 EFISIENSI PENGGUNAAN SUMBER DAYA ... III.27 TABEL 3.8 PROGRAM PENUNJANG PENCAPAIAN INDIKATOR SASARAN 1.1 ... III.29 TABEL 3.9 PROGRAM PENUNJANG PENCAPAIAN INDIKATOR SASARAN 1.2 ... III.30 TABEL 3.10 PROGRAM PENUNJANG PENCAPAIAN INDIKATOR SASARAN 1.3 ... III.36 TABEL 3.11 PROGRAM PENUNJANG PENCAPAIAN INDIKATOR SASARAN 1.5 ... III.39 TABEL 3.12 PROGRAM PENUNJANG PENCAPAIAN INDIKATOR SASARAN 2.1 ... III.40 TABEL 3.13 PROGRAM PENUNJANG PENCAPAIAN INDIKATOR SASARAN 2.2 ... III.43 TABEL 3.14 PROGRAM PENUNJANG PENCAPAIAN INDIKATOR SASARAN 2.3 ... III.46 TABEL 3.15 PROGRAM PENUNJANG PENCAPAIAN INDIKATOR SASARAN 3.1 ... III.48 TABEL 3.16 BELANJA DAERAH ... III.50 TABEL 3.17 PENDAPATAN ASLI DAERAH ... III.52 TABEL 3.18 TINDAK LANJUT HASIL EVALUASI ... III.53 TABEL 3.19 TINDAK LANJUT REKOMENDASI ... III.56 TABEL 3.20 RENCANA TINDAK LANJUT HASIL PENILAIAN ... III.59 TABEL 4.1 PERMASALAHAN DAN STRATEGI PEMECAHAN BERDASARKAN PENCAPAIAN SASARAN... IV.2
TABEL 4.2 PERMASALAHAN DAN STRATEGI PEMECAHAN BERDASARKAN PENCAPAIAN PROGRAM ... IV.4
BAB I PENDAHULUAN
A. STRUKTUR ORGANISASI
Berdasarkan Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 13 Tahun 2020, tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Uraian Tugas dan Fungsi serta Tata Kerja Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur, susunan organisasi Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur terdiri atas:
1. Sekretariat, membawahi:
a. Sub Bagian Tata Usaha;
b. Sub Bagian Penyusunan Program dan Anggaran; dan c. Sub Bagian Keuangan.
2. Bidang Pengembangan Transportasi dan Multimoda, membawahi:
a. Seksi Pengembangan Sistem dan Teknologi Informasi Transportasi;
b. Seksi Pengembangan Perkeretaapian; dan c. Seksi Keterpaduan Multimoda.
3. Bidang Lalu Lintas Jalan, membawahi :
a. Seksi Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas;
b. Seksi Prasarana Lalu Lintas; dan c. Seksi Sarana Lalu Lintas.
4. Bidang Angkutan dan Keselamatan Jalan, membawahi : a. Seksi Angkutan Jalan;
b. Seksi Prasarana Angkutan Jalan; dan c. Seksi Keselamatan Jalan.
5. Bidang Perhubungan Laut dan Lalu Lintas Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan, membawahi:
a. Seksi Lalu Lintas Angkutan Laut dan Keselamatan Pelayaran;
b. Seksi Kepelabuhanan; dan
c. Seksi Lalu Lintas Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan.
6. UPT; dan
7. Kelompok Jabatan Fungsional.
Struktur organisasi Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur digambarkan sebagaimana bagan berikut ini:
PORAN KINERJA DINAS PERHUBUNGAN PROVINSI JAWA TIMUR TAHUN 2021I.3 GAMBAR 1.1 STRUKTUR ORGANISASI DINAS PERHUBUNGAN PROVINSI JAWA TIMUR
B. TUGAS DAN FUNGSI
Guna mengakomodasi implikasi dan berbagai ketentuan agar penyelenggaraan transportasi dapat berperan sebagai pendorong, penggerak dan penunjang pembangunan baik lokal, regional maupun nasional dalam peningkatan kesejahteraan rakyat, maka dibentuk Dinas Perhubungan yang memiliki tugas dan fungsi sebagai berikut:
1. Tugas
Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur mempunyai tugas membantu Gubernur melaksanakan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi di bidang perhubungan dan tugas pembantuan.
2. Fungsi
Untuk menyelenggarakan tugas tersebut diatas Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur menyeleggarakan fungsi:
a. Penyusunan kebijakan teknis di bidang perhubungan;
b. Pelaksanaan kebijakan di bidang perhubungan;
c. Pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang perhubungan;
d. Pelaksanaan administrasi Dinas di bidang perhubungan; dan e. Pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Gubernur sesuai dengan
tugas dan fungsinya.
C. ISU STRATEGIS
1. Implementasi Tatanan Normal Baru Pada Sektor Transportasi
Adanya pandemi COVID-19 yang melanda menghadirkan tantangan tersendiri dalam penyelenggaraan sektor transportasi. Di tengah upaya pembatasan mobilitas masyarakat sektor transportasi tetap dituntut untuk menyelanggarakan layanan yang aman, nyaman, tertib dan tetap berpegang teguh pada protocol Kesehatan.
Hal tersebut menuntut seluruh stakeholder perhubungan untuk bekerja lebih keras dalam menyelenggarakan layanan yang adaptif terhadap kondisi pada saat ini.
Berbagai upaya telah dilakukan diantaranya penerapan protokol Kesehatan di semua moda transportasi public serta pusat-pusat layanan transportasi. Sosialisasi juga telah digencarkan untuk selalu mentaati protocol Kesehatan. Disamping itu semua, hal yang tidak kalah pentingnya adalah mendorong cara berfikir kreatif untuk memunculkan inovasi-inovasi baru dalam penyelenggaraan pelayanan public agar pelayanan public dapat terselenggara dengan cara yang lebih baik dalam suasana pandemic COVID-19 yang belum berakhir sampai dengan saat ini.
2. Prasarana Prasarana Perhubungan
Menindaklanjuti Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 13 tahun 2020, tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Uraian Tugas dan Fungsi serta Tata Kerja Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur dan Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 54 Tahun 2018 tentang Nomenklatur, Susunan Organisasi, Uraian Tugas dan Fungsi serta Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur, maka Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur, di Jawa Timur terdapat 29 Terminal Tipe B, namun sampai dengan saat ini hanya 27 Terminal Tipe B yang telah dikelola dan dioperasionalkan oleh Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur.
Ketersediaan prasarana dan fasilitas terminal yang memadai menjadi instrumen pendukung utama dalam mengoptimalkan pelayanan angkutan AKDP di Jawa Timur. Beberapa hal yang dilakukan dalam rangka mendukung pemenuhan prasarana dan fasilitas lalu lintas yang memadai adalah :
a. Pengembangan sistem informasi di 27 (dua puluh tujuh) terminal se-Jawa Timur serta Jawa Timur Transportation Control Centre dan mengembangkan E- Ticketing Pelayanan Angkutan AKDP di Jawa Timur;
b. Peningkatan prasarana sarana gedung operasional Terminal khususnya pada fasilitas pokok terminal meliputi ruang tunggu penumpang, jalur masuk dan keluar Bus Angkutan AKDP, Ruang Istirahat Pengemudi, Area Parkir Kendaraan Bus dan Area untuk rampcheck Kendaraan;
c. Melaksanakan kajian atas indeks kepuasan masyarakat atas pelayanan terminal yang diberikan baik oleh Angkutan AKDP maupun oleh Terminal Tipe B se-Jawa Timur;
d. Penyusunan kajian dan studi teknis sektor transportasi;
3. Peningkatan dan pengamanan lalu lintas
Berdasarkan data dari Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah Jawa Timur pada tahun 2020 tercatat 21.216 kejadian kecelakaan, dengan jumlah korban meninggal dunia 4.126 orang. Rata-rata setiap 2,5 jam terdapat 1 kejadian dan setiap 2 jam 1 orang meninggal dunia atau dalam sehari 12 orang meninggal akibat kecelakaan.
Upaya penurunan Kejadian kecelakaan merupakan kegiatan multisektor antar instansi sesuai dengan kewenangan yang ditetapkan oleh UU no 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Berdasarkan kewenangannya, Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur bertanggungjawab terhadap sarana dan prasarana jalan yang meliputi rambu, marka, guardrail, traffic light, flashing light, lampu penerangan jalan, LPJU, RPPJ, delineator, papan himbauan dan paku marka, maka yang dilakukan oleh Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur dalam rangka pengendalian dan pengamanan lalu lintas adalah :
a. Pengadaan dan pemasangan fasilitas keselamatan jalan berupa RPPJ Model F, RPPJ Model Bando, Paku marka, Traffict Light, Flashing Light, Marka Jalan, Pagar Pengaman Jalan, Rambu – rambu lalu lintas, Papan Himbauan, Patok Tikungan / Deliniator, Lampu Penerangan Jalan Umum;
b. Pendidikan Kemasyarakatan Produktif melalui Pemilihan Pelajar Pelopor Tertib lalu Lintas, Kampanye Keselamatan Lalu Lintas Jalan
4. Prasarana dan Fasilitas Perkeretaapian
Di Provinsi Jawa Timur terdapat total jaringan rel kereta api sepanjang 1.221,418 Km. terdiri dari Jaringan rel Kereta Api Lintas Raya sepanjang 681,912 Km, jaringan rel pada lintas cabang sepanjang 421,200 Km dan panjang rel pada jalur lainnya 118,306 Km. Tingginya resiko kecelakaan di perlintasan sebidang dipengaruhi oleh masih banyaknya perlintas sebidang KA yang tidak dijaga. Dari total panjang jaringan rel, terdapat 1.048 perlintasan sebidang yang tidak dijaga dan telah terpasang sebanyak 145 unit AEWS hingga tahun 2013. Tersedianya AEWS sebagai instrument keselamatan cukup signifikan dalam mengurangi kejadian kecelakaan di perlintasan sebidang KA. Berdasarkan data dari Kepolisian Daerah Jawa Timur pada tahun 2011 jumlah kecelakaan di perlintasan sebidang kereta api adalah sebesar 56 kejadian, menurun 18% dari tahun 2010 sebesar 68 kejadian, sedangkan pada tahun 2012 tercatat 48 kejadian dan 2013 tercatat 33 kejadian.
5. Prasarana dan Fasilitas ASDP
Diperlukan konsep dan strategi dasar dalam pembangunan wilayah gugus kepulauan yang relatif tertinggal dibandingkan pada wilayah lainnya di Provinsi Jawa Timur. Salah satunya dengan menyelenggarakan pelayaran perintis. Perlu adanya optimalisasi pelabuhan dan sarana pendukung untuk dapat mengembangkan pelayanan keperintisan. pemerintah perlu memberikan insentif seperti kemudahan dalam perijinan, keringanan pajak, tarif dll. Sedangkan tujuan dan harapan dari pelayaran perintis tersebut adalah :
a. membuka daerah terisolasi dan menjangkau daerah terpencil.
b. mendorong pembangunan ekonomi daerah yang memiliki potensi pembangunan.
c. meningkatkan kegiatan angkutan barang dan mobilitas penduduk. dan memperluas pemasaran komoditas lokal yang dihasilkan.
d. memperlancar pelayanan sosial pendidikan dan kesehatan masyarakat.
meningkatkan pemerataan pembangunan.
e. mengurangi kesenjangan ekonomi – sosial antar masyarakat dan darah.
f. mudahnya akses penyampaian informasi ke pulau-pulau kecil.
Oleh karena itu penyelenggaraan pelayaran perintis sangat diperlukan dan layak dilaksanakan untuk menunjang pembangunan daerah dan aksesbilitas transportasi pulau pulau kecil.
6. Prasarana dan Fasilitas Perhubungan Laut
Tercatat 448 pulau di Provinsi Jawa Timur yang belum merata aksesibilitasnya bahkan masih banyak yang memiliki aksesibilitas rendah serta tidak memiliki infrastruktur yang memadai. Minimnya aksesibilitas dari dan keluar kawasan wilayah merupakan salah satu faktor penghambat aktifitas sosial ekonomi. Perlu adanya langkah konkrit dari Pemerintah dalam upaya meningkatkan taraf hidup masyarakat melalui Pembangunan dan Pengembangan pelabuhan laut dan pengadaan fasilitas Sistem Bantu Navigasi Pelayaran (SBNP). Dukungan ketersedian infrastruktur secara langsung akan meningkatkan minat operator pengusaha angkutan untuk membangun rute pelayaran dan meningkatkan jumlah armada kapal. Beberapa faktor lain yang perlu menjadi perhatian adalah upaya meningkatkan budaya berkeselamatan terhadap pengusaha angkutan pelayaran dan masyarakat pemilik kapal. hal ini diharapkan dapat mengurangi potensi terjadinya kecelakaan pelayaran dan memberikan pemahan teknis terhadap langkah – langkah awal dalam penanganan kecelakaan kapal.
7. Prasarana dan Fasilitas Perhubungan Udara
Bandara Abdurrahman Saleh Malang strategis untuk memacu dan memicu pertumbuhan dan pengembangan ekonomi selatan Jawa Timur, karena bisa melayani minimal 11 kabupaten/kota yaitu Kota Malang, Kab.
Malang, Kota Batu, Kab. Blitar, Kab. Blitar, Kab. Tulung Agung, Kab.
Trenggalek, Kab. Kediri, Kota Kediri, Kab. Pasuruan, dan Kota Pasuruan. Saat ini ada 7 (tujuh) penerbangan PP Malang – Jakarta dan Malang – Denpasar (PP), sehingga keberadaan Bandara Abd. Saleh bisa mengurangi kepadatan penumpang di Bandara Juanda. Diusulkan Bandara Abd. Saleh Malang agar dibuka sebagai Bandara Internasional, karena prasarana eksisting sudah memenuhi syarat teknis sebagai Bandara Internasional, diantaranya panjang runway saat ini 2.250 m. (rencana di master plan dapat diperpanjang sampai 2.900 m), Sebagai perbandingan Bandara Internasional yang saat ini sudah beroperasi dengan panjang runway kurang/sama dengan Bandara Abdulrachman Saleh yaitu 2.500 m adalah Bandara Yogjakarta, Bandung dan Pontianak.
Tercatat jumlah penumpang pada pada tahun 2016 mencapai 859.842 penumpang (+2.500 penumpang/hari) dengan 9 (sembilan) penerbangan Malang – Jakarta pp dan 1 (satu) penerbangan Malang – Denpasar pp.
Sedangkan kapasitas terminal penumpang yang ada saat ini sebesar 400
penumpang saat peak hours dan jenis pesawat terbesar yang mampu dilayani adalah Boeing 737-300 (128 tempat duduk)
Berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor. PM 69/ 2013 tentang Tatanan Kebandarudaraan Nasional terdapat 6 Bandar Udara di Jawa Timur yaitu Bandar Udara Juanda, Bandar Udara Abdulrachman Saleh Malang, Bandar Udara Blimbingsari Banyuwangi, Bandar Udara Notohadinegoro Jember, Bandar Udara Harun Thohir Bawean Gresik dan Bandar Udara Trunojoyo Sumenep.
PORAN KINERJA DINAS PERHUBUNGAN PROVINSI JAWA TIMUR TAHUN 2021I.9
ASCADING KINERJA (KETERHUBUNGAN DENGAN RPJMD) Bersambung (Sasaran2)…
: : : : AN: : RAN:1.5) Rasio Kejadian Kecelakaan di :2.) Program Pengelolaan Per :Penetapan Rencana Induk P IATAN:Jumlah peserta Mudik Balik Jumlah Peserta Sosialisasi K Jumlah early warning system Jumlah rambu pada perlinta Jumlah PJU yang terpasang Jumlah Early Warning System Jumlah Rambu yang terpeli Jumlah PJU yang terpelihar Jumlah laporan Monitoring E Jumlah pelaksanaan pengama Peserta Kampanye keselamata Jumlah Pelaksanaan Operasi Jumlah Peserta Pembinaan PP
Jumlah peserta Pembinaan PetuJumlah dokumen evaluasi dan Jumlah Rapat Koordinasi Jumlah pembinaan tertib lalu Jumlah Peserta sepeda moto Jumlah dokumen laporan pen
Persentase Pemenuhan Saran Jumlah Peserta Pembinaan Tek Jumlah sarana prasarana dan Jumlah sarana prasarana dan Jumlah Pekerjaan Manajemen Jumlah Dokumen Standarisasi
Jumlah Flashing Light Terpasa Jumlah RPPJ Model F Terpasa Panjang Marka Jalan Terpasa Panjang Pagar Pengaman Jala Jumlah Rambu Lalu Lintas Ter RENCANA STRATEGIS DINAS PERHUBUNGAN PROVINSI JAWA TIMUR 2019-2024 (PERUBAHAN) Jumlah Dokumen karakteristi Jumlah Dokumen Indeks Kepu Jumlah Dokumen perencanaaJumlah RPPJ Model Bando Ter Jumlah Paku Marka Terpasan Jumlah Traffic Light Terpasan
Jumlah Peserta Pembinaan Pen Jumlah Peserta Pembinaan Tek Jumlah Dokumen monitoring
RPJMD 2019-2014 RENCANA STRATEGIS DINAS PERHUBUNGAN PROVINSI JAWA TIMUR 2019-2024 1.2) Persentase Kejadian Kecelakaan Yang Melibatkan Angkutan Umum1.1) Indeks Kepuasan Masyarakat pengguna 1.3) Persentase Pemenuhan SDM Penguji
Mewujudkan Keseimbangan Pembangunan Ekonomi, Baik antar Kelompok, antar Sektor dan Keterhubungan Wilayah Meningkatnya Pertumbuhan dan Pemerataan Ekonomi yang didukung Konektivitas Antar Wilayah Meningkatnya Konektivitas Jaringan Transportasi Darat, Laut dan Udara Meningkatkan Infrastruktur dan Pelayanan transportasi Darat, Laut dan Udara Indeks Aksesibilitas 1.) Meningkatnya Kualitas Pelayanan Perhubungan dan Keselamatan Transportasi 1.4) Jumlah Rute Pelayanan Mudik Balik 1.) Program Penyelenggaraan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ)- GRAM:1.1) Persentase Pemenuhan Fasilitas Perlengkapan Jalan dibandingkan kebutuhan 1.2) Ratio jumlah seat AKDP perseribu penduduk 1.3) Jumlah kecelakaan akibat faktor sarana (kendaraan) 1.4) Persentase tingkat pelanggaran angkutan umum 1.5) Persentase Pemenuhan Sarana Prasarana Angkutan Jalan Terhadap Standar Pelayanan 1.6) Persentase kab/kota mendapatkan predikat WTN 1.17) IKM UPT PPP LLAJ Banyuwangi 1.18) IKM UPT PPP LLAJ Bangkalan 1.7) Persentase pemenuhan Dokumen Perencanaan, Monitoring dan Evaluasi Sektor Perhubungan 1.8) IKM UPT PPP LLAJ Surabaya 1.9) IKM UPT PPP LLAJ Mojokerto 1.10) IKM UPT PPP LLAJ Lamongan
2.1) Persentase Tingkat Fatalitas Kecelakaan di Perlintasan Sebidang KA di Jawa Timur Penetapan Rencana Induk JarPenyediaan Perlengkapan JalPengelolaan Terminal PenumPelaksanaan Manajemen danPersetujuan Hasil Analisis DamPenyediaan Angkutan UmumAudit dan Inspeksi Keselamata-
- 1.11) IKM UPT PPP LLAJ Madiun 1.12) IKM UPT PPP LLAJ Kediri 1.13) IKM UPT PPP LLAJ Tulungagung 1.14) IKM UPT PPP LLAJ Malang 1.15) IKM UPT PPP LLAJ Probolinggo 1.16) IKM UPT PPP LLAJ Jember