355
MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU IPS DI SEKOLAH
SEWILAYAH BINAAN DALAM MENYUSUN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) BERBASIS PENDIDIKAN
KARAKTER MELALUI BIMBINGAN KELOMPOK DAN PERORANGAN
Rawinggip
Pengawas Mata Pelajaran IPS Dinas Dikpora Kota Mataram Nusa Tenggara Barat (NTB) E-mail:-
ABSTRAK: Penelitian ini dilatar belakangi oleh karena terbatasnya pengetahuan dan kemampuan guru IPS di sekolah binaan dalam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) dan dalam setiap tampil di kelas sebagian guru IPS tidak membawa RPP, dan walaupun membawa RPP hanya sebagai syarat saja, akibatnya proses pembelajaran kurang kondusif. Dampak nyata yang terjadi siswa tidak termotivasi dan hasil belajar tidak sesuai dengan harapan. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas pelaksanakan bimbingan kelompok dan perorangan serta untuk mengetahui peningkatan kompetensi guru mata pelajaran IPS dalam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) berbasis pendidikan karakter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan bimbingan kelompok dan perorangan pada siklus II diperoleh hasil peningkatan yang signifikan. Hasil observasi observer pada siklus I skor rata-rata 3,70 sedangkan siklus II sudah mencapai skor rata-rata 4,44, artinya mengalami peningkatan 0,74. Hasil pengamatan pembimbingan peserta pada kegiata ndiskusi kelompok dan perorangan pada siklus I skor rata-rata 3,52, sedangkan pada siklus II skor rata-rata 4,33, ini mengalami kenaikan 0,81.
Hasil penilaian penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran berbasis pendidikan karakter pada siklus I nilai akhir 73,70 sedangkan pada siklus II nilai akhir menjadi 94,45, ini berarti mengalami peningkatan 20,75. Hasil pretest pada siklus I nilai rata-rata 54,75 dan guru/peserta yang mendapa tnilai 70 keatas masih 30%, sedangkan pada siklus II nilai rata-rata 73,25 dan guru / peserta yang mendapat nilai 70 keatas mencapai 75%. Ini artinya ada kenaikan 45%. Dari hasil data ini menunjukkan pentingnya pembimbingan kelompok dan perorangan dalam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran berbasis pendidikan karakter. Kesimpulan dari hasil pelaksanaan pembimbingan kelompok dan perorangan sangat bermanfaat dan bermakna dalam upaya peningkatan kompetensi guru mata pelajaran IPS dalam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran yang berkuwalitas yang tentunya akan berdampak pada kuwalitas RPPdan lebih khusus lagi akan berpengaruh pada kwalitas proses pembelajaran.
Kata Kunci : Bimbingan kelompok dan perorangan, Kompetensi guru mata pelajaran IPS.
PENDAHULUAN
Keberhasilan penyelenggaraan pendidikan yang berkwalitas sangat terkait erat dengan keberhasilan peningkatan kompetensi dan profesionalime pendidik dan tenaga kependidikan (PTK) tanpa menafikan faktor- faktor lainnya. Pengawas sekolah merupakan salah satu pendidik dan tenaga kependidikan yang posisinya memegang peran yang signifikan dan strategis dalam meningkatkan profesionalime guru dan mutu pendidikan di sekolah.
Seorang pengawas professional dalam melakukan tugas pengawasan harus memiliki (1) kecermatan melihat kondisi sekolah, (2) ketajaman analisis dan sistesis, (3) ketepatan dan kreatifitas dalam memberikan treatment yang diperlukan, serta (4) kemampuan
berkomunikasi yang baik dengan setiap individu di sekolah.
Sebagai pengawas mata pelajaran IPS yang sehari-harinya mengunjungi sekolah, memantau dan sekaligus mengadakan supervise ke sekolah binaan/ke guru mata pelajaran binaan, menemukan hal-hal sebagai berikut, antara lain (1) guru tampil di kelas hanya membawa buku paket dan daftar nilai saja, (2) guru mengajar tidak pernah membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, (3) ada juga guru yang membawa RPP tetapi sifatnya, hanya copy paste, (4) bahkan ada yang membawa RPP ke kelas hanya sebagai hiasan saja, sementara mengajar hanya mengacu pada urutan buku sumber/referensi dari buku terbitan swasta.
Dari permasalahan tersebut di atas, hal penting yang harus segera dicari solusi
356 pemecahannya adalah : rendahnya kompetensi
guru IPS pada sekolah sewilayah binaan dalam penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), yang berdampak pada kurang siapnya guru tampil di kelas. Guru asal mengajar tanpa tujuan pembelajaran yang jelas. Guru tidak/kurang memperhitungkan waktu, bahkan sampai bel tanda habis pelajaran masih asyik menjelaskan atau hanya sekedar bercerita apa saja menurut kemauan guru.
Dengan mengefektifkan pelaksanaan pembimbingan kelompok dan perorangan dalam menyusun RPP berbasis pendidikan karakter ini diharapkan mampu meningkatkan kompetensi sebagai guru yang profesional khususnya dalam menyusun RPP disetiap akan tampil mengajar di kelas.
Untuk mengaktualisasikan perencanaan dimaksud, perlu diadakan penelitian tindakan sekolah sewilayah binaan (PTSW) dengan judul ” Meningkatkan kompetensi guru IPS di sekolah sewilayah binaan dalam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) berbasis pendidikan karakter melalui pembimbingan kelompok dan perorangan.
Tujuan penelitian ini, yaitu:
1. Untuk mengetahui efektifitas bimbingan kelompok dan perorangan dalam meningkatkan kompetensi guru IPS menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) berbasis pendidikan karakter.
2. Untuk mengetahui secara detail proses pembimbingan kelompok dan perorangan dalam meningkatkan kompetensi guru IPS menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) berbasis pendidikan karakter
3. Untuk mengetahui kompetensi guru IPS pada sekolah sewilayah binaan dalam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) berbasis pendidikan karakter setelah memperoleh bimbingan secara kelompok dan perorangan.
Indikator ketercapaian dalam penelitian ini, yaitu:
1. Proses kegiatan pembimbingan kelompok dinyatakan telah berhasil jika skor rata-rata yang diperolah pembimbing minimal 4,0 ( empat koma nol/kategori baik) :
2. Proses kegiatan diskusi kelompok dinyatakan telah berhasil jika skor rata-rata yang diperoleh guru mata pelajaran minimal 4,0 (empat koma nol/kategori baik) 3. Kompetensi guru mata pelajaran IPS dalam
menyusun RPP berbasis pendidikan karakter dinyatakan telah meningkat jika
85% dari jumlah peserta pembimbingan telah memperoleh nilai rata-rata minimal 85.
4. Hasil postes dalam menyusun RPP berbasis pendidikan karakter dinyatakan telah meningkat jika 70% dari jumlah peserta pembimbingan telah memperoleh nilai rata- rata minimal 70.
KAJIAN PUSTAKA 1. Kompetensi
Menurut keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 045/U/2002 kompetensi diartikan sebagai seperangkat tindakan cerdas dan penuh tanggung jawab yang dimiliki seseorang sebagai syarat untuk dianggap mampu oleh masyarakat dalam melaksanakan tugas-tugas sesuai dengan pekerjaan tertentu.
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen, yang dimaksud kompetensi adalah seperangkat pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang harus dimiliki, dihayati, dan dikuasai oleh guru atau dosen dalam melakukan tugas keprofesionalan.
2. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
”Rencana Pelaksanaan
Pembelajaran (RPP) adalah rancangan pembelajaran mata pelajaran perunit yang akan diterapkan guru dalam pembelajaran di kelas. Berdasaran RPP inilah seorang guru (baik yang menyusun RPP itu sendiri maupun yang bukan) diharapkan bisa menerapkan pembelajaran secara terprogram. Oleh karena itu, RPP harus mempunyai daya terap (aplicable) yang tinggi. Pada sisi lain, melalui RPP pun dapat diketahui kadar kemampuan guru dalam menjalankan profesinya ( Mansur Muslich, 2010 ; 45) ”
Peraturan Menteri Pendidkan Nasional RI Nomor 41 tahun 2007 tentang Standar Proses,(bagian II).Perencanaan Proses Pembelajaran (sub bagian B).Rencana Pelaksanaan Pembelajaran.
Disebutkan bahwa setiap guru pada satuan pendidikan berkewajiban menyusun RPP secara lengkap dan sistimatis agar pembelajaran berlangsung secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. RPP disusun untuk setiap
357 Kompetensi dasar (KD) yang dapat
dilaksanakan dalam satu kali pertemuan atau lebih. Guru merancang penggalan RPP untuk setiap pertemuan yang disesuaikan dengan penjadwalan di satuan pendidikan.
Komponen RPP adalah : (1) Identitas mata pelajaran, (2) Standar kompetensi, (3) Kompetensi dasar, (4) Indikator pencapaian kompetensi, (5) Tujuan pembelajaran, (6) Materi ajar, (7) Alokasi waktu, (8) Metode pembelajaran, (9) Kegiatan pembelajaran, (10) Penilaian hasil belajar, (11) Sumber belajar. Lebih lanjut disebutkan prinsip- prinsip penyusunan RPP, yaitu : (1) Memperhatikan perbedaan individu peserta didik, (2) Mendorong partisipasi aktif peserta didik, (3) Mengembangkan budaya membaca dan menulis, (4) Memberikan umpan balik dan tindak lanjut, (5) Keterkaitan dan keterpaduan, (6) Menerapkan teknologi informasi dan komunikasi
3. Karakter
Dja’ali dalam bukunya Psikologi Pendidikan ( 2008:48). Karakter dapat didefinisikan sebagai kecendrungan tingkah laku yang konsisten secara lahiriah dan batiniah. Karakter adalah hasil kegiatan yang sangat mendalam dan kekal yang nantinya akan membawa ke arah pertumbuhan sosial. Berbeda dengan pendapat Suparman akh, karakter adalah sifat-sifat kejiwaan, akhlak atau budi pekerti yang membedakan seseorang dari yang lain, tabiat, watak (2003 : 29).
Dalam penelitian ini, ada 18 karakter yang dapat dikembangkan dalam pembelajaran di kelas, yaitu : (1) Religius, (2) Jujur, (3) Tolerasi, (4) Displin, (5) Kerja keras, (6) Kreatif, (7) Mandiri, (8) Demokratis, (9) Rasa ingin tahu, (10) Cinta tanah air, (11) Semangat kebangsaan, (12)
Menghargai pretasi, (13)
Bersahabat/Komunikatif, (14) Cinta damai, (15) Gemar membaca, (16) Peduli lingkungan, (17) Peduli sosial, (18) Tanggung jawab ( Mansyur, R, 2010 : 3) 4. Bimbingan Kelompok
Dalam kamus besar bahasa Indonesia bimbingan artinya memberikan petunjuk/penjelasan cara mengerjakan sesuatu, sedangkan kelompok artinya kumpulan (tentang orang, binatang dll).
Pendapat lain mengatakan bahwa bimbingan kelompok merupakan salah satu usaha pemberian bantuan kepada orang- orang yang mengalami masalah ( Hartinah, 2009 : 12). Sedangkan kelompok adalah
untuk melangsungkan hidupnya karena dengan kelompok manuasia dapat memenuhi kebutuhan, mengembangkan diri, mengembangkan potensi serta aktualisasi diri ( Yusuf, 1998 : 69 dalam Hartinah, 2009 : 20 ).
Bimbingan kelompok dalam penelitian tindakan sekolah sewilayah binaan (PTSW) ini adalah memberikan penjelasan, petunjuk dan arahan kepada 20 (dua puluh) guru IPS dalam penyusunan rencanaan pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang baik dan benar sesuai aturan.
5. Bimbingan Individu/Perorangan
Bimbingan individu artinya seorang pembimbing menghadapi seorang klien (si terbimbing). Mereka berdiskusi untuk pengembangan diri klien, kemudian merencanakan upaya-upaya bagi diri klien yang terbaik baginya ( Sofyan S, 2007 : 15 ). Ini mengisyaratkan bahwa pelaksanaan bimbingan secara individu/perorangan dilakukan dalam bentuk diskusi terhadap permasalahan-permasalahan yang hendak dipecahkan oleh seseorang selanjutnya merencanakan tindakan yang tepat dalam upaya pemecahan permasalahan yang dihadapi.
Dalam penelitian tindakan sekolah sewilayah binaan (PTSW) ini yang dimaksud dengan bimbingan individu adalah seorang pengawas/peneliti memberikan arahan, petunjuk dan trik-trik yang tepat kepada 20 (dua puluh) orang guru IPS sewilayah binaan dalam upaya meningkatkan kompetensinya dalam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran. Produktivitas individu dapat dinilai dari apa yang dilakukan oleh individu tersebut dalam kerjanya, yakni bagaimana ia melakukan pekerjaan atau unjuk kerjanya (Mulyasa, 2006 : 74).
6. Kerangka Konseptual
Untuk mendapatkan gambaran riil dalam pelaksanaan Penelitian Tindakan Sekolah Sewilayah Binaan (TPSW) ini, dapat digambarkan sebagi berikut :
358 METODE
Subyek dalam penelitian ini guru mata pelajaran IPS yang berjumlah 20 orang.
Sedangkan obyek dalam penelitian adalah Kompetensi guru IPS dalam menyusun RPP berbasis pendidikan karakter. Penelitian ini telah dilakukan di SMP Muhammadiyah Mataram Jalan Anyelir Nomor 2-4 Mataram dan siklus II bertempat di SMP Negeri 19 Mataram Jalan Dr.Soedjono Lingkar Selatan Dasan Cermen Sandubaya Mataram. Penelitian ini telah dilaksanakan pada jam kerja 08.00-
12.30 WITA selama 3 bulan (Januari s/d maret 2015).
Penelitian Tindakan Sekolah Sewilayah Binaan (PTSW) ini direncanakan sebanyak 2 (dua) siklus, dengan catatan jika pada siklus ke I indikator keberhasilan belum tercapai maka dilanjutkan ke siklus berikutnya.
Tetapi bilamana pada siklus II indikator keberhasilan sudah tercapai maka penelitian dihentikan. Untuk mendapatkan gambaran tahapan kegiatan masing-masing siklus dapat dilihat pada gambaran sebagai berikut:
Teknik pengumpulan data dalam penelitian, yaitu:
1. Sumber Data : guru IPS di sekolah sewilayah binaan lingkup Dinas Dikpora Kota Mataram yang terdiri dari 20 orang guru yang memerlukan bimbingan dalam penyusunan RPP berbasis pendidikan karakter
2. 2. Jenis Data : Data yang berasal dari peneliti meliputi : Rencana Pelaksanaan Pembimbingan (RPP), Lembar observasi pengawas /peneliti, Lembar observasi guru, dan Data yang berasal dari guru ; Lembar hasil diskusi kelompok, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) berbasis pendidikan karakter
Cara pengambilan data dalam penelitian ini, yaitu:
1. Data Rencana Pelaksanaan Pembimbingan, diambil dari dokumen yang telah disiapkan oleh peneliti
2. Data hasil observasi peneliti diambil pada saat peneliti melakukan pembimbingan kelompok dan pada saat melakukan bimbingan perorangan
3. Data hasil observasi kelompok diambil pada saat melakukan diskusi kelompok membahas langkah-langkah penyususnan RPP
4. Data hasil diskusi diambil pada saat guru melakukan diskusi kelompok membahas masalah langkah-langkah penyusunan RPP berbasis pendidikan karakter.
5. Data hasil penyusunan RPP berbasis pendidikan karakter diambil dari dokumen RPP hasil tugas individual.
Teknik analisis data dapat dilakukan melalui analisis deskriptif kualitatif melalui
359 pendataan analisis dan pembahasan terhadap
data yang diperoleh dengan mencocokkan tingkat keoptimalan terhadap indikator keberhasilan/indikator kinerja
HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hasil
1. Deskripsi Hasil Penelitian Siklus 1 Penelitian tindakan sekolah sewilayah binaan (PTSW) ini dilaksanakan sebanyak 2 (dua) siklus.
Masing-masing siklus kegiatannya meliputi : 1) perencanaan pembimbingan, 2) pelaksanaan pembimbingan yang terdiri atas pembimbingan kelompok dilanjutkan dengan pembimbingan secara individual / perorangan, pada kegiatan bimbingan individu / perorangan peneliti mengunjungi guru di sekolah sewilayah binaan, 3) melaksanakan pengamatan selama pembimbingan dan menganalisisnya, 4) melaksanakan refleksi sebagai acuan untuk melaksanakan kegiatan berikutnya / tindak lanjut
Untuk mendapatkan gambaran secara rinci hasil pelaksanaan penelitian tindakan sekolah sewilatah binaan (PTSW) pada 20 (dua puluh ) guru mata pelajaran IPS dan secara runtut akan diuraikan sebagai berikut :
a. Tahap Perencanaan
Pada tahapan ini peneliti menyiapkan segala sesuatu yang berhubungan dengan penelitian melalui penyusunan rencana pelaksanaan pembimbingan (RPP)/Skenario pelaksanaan pembimbingan yang dikemas secara rinci dan runtun. Alat bantu pembimbingan dimaksudkan berupa laptop, LCD, lembar 18 (delapan belas) pendidikan karakter yang diintegrasikan kedalam mata pelajaran IPS dalam pelaksanaan proses pembelajaran di kelas.
Penyusunan beberapa instrumen yang dibutuhkan dalam penelitian yang meliputi: 1) instrumen observasi peneliti, 2) instrumen observasi peserta, 3) instrumen penelitian hasil kerja penyusunan RPP berbasis pendidikan karakter, 4) instrumen bimbingan individual, 5) soal pre test / post test , 6) daftar hadir (peneliti, observer, dan peserta), 7)
lembar kerja guru/LK guru, dan lain-lain yang relevan.
b. Tahap Pelaksanaa/action Pertemuan 1
Pada pertemuan pertama sesuai skenario pembimbingan dikegiatan pendahuluan juga diadakan pre test, dan kemudian baru dikegiatan inti peneliti
menyampaikan materi
pembimbingan secara
kelompok/klasikal yang diawali dengan menjelaskan isi proposal Penelitian Tindakan Sekolah Sewilayah Binaan (PTSW) kepada peserta secara mendetail yang dilanjutkan dengan tanya jawab.
Kemudian secara singkat menjelaskan kembali Permendiknas No. 41 tahun 2007 tentang standat proses, dan selanjutnya peneliti menjelaskan komponen silabus, komponen RPP, prinsip penyusunan RPP, Langkah-langkah penyusunan RPP dan menampilkan satu contoh RPP berbasis pendidikan karakter yang menjadi obyek penelitian (RPP yang dibuat oleh peneliti). Pada waktu yang bersamaan beberapa peserta mengacungkan tangan mengajukan beberapa pertanyaan terkait dengan langkah-langkah penyusunan RPP, mengintegrasikan pendidikan karakter ke dalam RPP, setelah semua pertanyaan dari peserta terjawab, dilanjutkan dengan kegiatan berikutnya.
Pertemuan 2
Pada tahapan ini peneliti mengunjungi di masing-masing sekolah tempat guru mengajar dengan kegiatan intinya adalah melihat hasil tugas individual dalam penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) berbasis pendidikan karakter. Pelaksanaan bimbingan secara indivudual materi pokoknya memberikan solusi terhadap hasil kerja peserta dalam penyusunan RPP berbasis pendidikan karakter. Selama pembimbingan untuk memberikan motivasi kepada guru IPS sewilayah binaan adalah penguatan baik secara langsung maupun tidak langsung.
c. Tahap Pengamatan/Pengumpulan Data
360 Selama pelaksanaan tindakan
pada siklus I diperoleh data sebagai berikut : hasil nilai pretest pasa siklus I memperoleh skor 54,75, hasil observasi observer siklus I memperoleh skor 3,70, hasil Observasi Peneliti pada kegiatan diskusi kelompok siklus I adalah 3,52, dan terakhir hasil Penilaian guru dalam penyusunan RPP siklus I memperoleh skor 73,7.
d. Tahap Refleksi
Upaya yang dilakukan oleh peneliti untuk meningkatkan hasil kerja peserta dalam pelaksanaan diskusi kelompok diadakan penyempurnaan jenis tindakan sebagai berikut :1). Mengoptimalkan penyampaian materi pembimbingan, 2). Mengoptimalkan peran aktif dari peserta pembimbingan dalam diskusi kelompok, dan 3).Mengoptimalkan perbaikan dalam penyusunan tujuan pembelajaran dan penyusunan sistem penilaian
2. Diskripsi Hasil Penelitian Siklus II a. Tahap Perencanaan
Pada tahap perencanaan ini sebagai kegiatan awal adalah menyusun Rencana Pelaksanaan Pembimbingan (RPP) sebagai tindak lanjut dari hasil refleksi pada siklus I. Menyiapkan instrumen penelitian sebagaimana yang telah dibuat pada siklus I, jenis instrumen yang harus disiapkan meliputi : instrumen observasi peneliti, instrumen observasi peserta, instrumen penyusunan RPP berbasis pendidikan karakter oleh masing- masing peserta, dan ditambah satu instrumen lagi yaitu angket untuk peserta yang berfungsi untuk mengetahui sejauh mana kebermanfaatan pembimbingan kelompok dan perorangan bagi peneliti yang selanjutnya dijadikan acuan dalam pelaksanaan penelitian berikutnya.
b. Tahap Pelaksanaan /Action Pertemuan 1 pada siklus II
Peneliti menyampaikan materi pembimbingan yang difokuskan pada perbaikan dan penyempurnaan terhadap hasil penelitian pada siklus I. Selanjutnya peneliti menyampiakan materi model / metode pembelajaran aktif
/PAIKEM dan penilaian proses yang dilakukan selama proses pembelajaran dan penilaian hasil belajar yang dibuat oleh semua guru pada kegiatan penyususunan sistem penilaian dalam RPP berbasis pendidikan karakter.
Untuk membangkitkan semangat dan memberikan dorongan/motivasi kepada peserta pembimbingan, peneliti seperti pada siklus I dan juga di siklus II ini selalu memberikan penguatan berupa rewad (pujian, acungan jempol, kata-kata seperti bagus, sudah benar, dan lain-lain). Yang intinya para peserta termotivasi untuk melanjutkan pekerjaan dalam upaya penyempurnaan RPP yang dibuat oleh masing-masing guru / peserta. Pada kegiatan penutup menyimpulkan bersama hasil diskusi dan diadakan post tes
Pertemuan 2 Pada Siklus II Pada tahapan ini peneliti mengunjungi di masing-masing sekolah tempat guru mengajar dengan kegiatan intinya adalah
melihat hasil tugas
individual/perorangan dalam penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) berbasis pendidikan karakter.
c. Tahap Pengamatan / Pengumpulan Data
Tahapan ini pelaksanaannya bersamaan dengan tindakan pada tahapan pelaksanaan / action dan diperoleh hasil sebagai berikut : a.Hasil observasi observer pada peneliti siklus II memperoleh skor rata-rata 4,44, hasil observasi peneliti pada kegiatan diskusi / kerja kelompok siklus II adalah 4,33, hasil post tes pada Siklus II memperoleh skor rata-rata sebesar 73,25, dan d.Hasil penilaian penyusunan RPP masing-masing peserta / guru pada siklus II 94,45.
d. Tahap Refleksi
Hasil kinerja peserta dalam upaya meningkatkan kompetensi dalam penyusunan RPP berbasis pendidikan karakter sudah dapat ditingkatkan. Hal-hal kecil yang masih perlu perbaikan akan diupayakan melalui pembinaan
361 secara berkesinambungan sebagai
tupoksi pengawas mata pelajaran IPS di luar pelaksanaan penelitian tindakan sekolah sewilayah binaan (PTSW).
Mengingat indikator kinerja sudah tercapai, maka penelitian dihentikan sampai pada siklus II.
Peneliti memberikan ucapan terima kasih kepada semua peserta sebagai subyek penelitian dan memberikan harapan agar diwaktu-waktu mendatang semua peserta senantiasa melaksanakan sistem pembelajaran aktif yang diintegrasikan dengan pendidikan karakter
B. Pembahasan 1. Siklus I
a. Tahap Perencanaan
Dalam mempersiapkan pelaksanaan penelitian kendala yang dihadapi oleh peneliti antaralain : 1) Dalam membuat contoh penyusunan RPP peneliti masih kurang memahami sistematika penyususnan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang dipadukan dengan pendidikan berbasis karakter yang merupakan integrasi, 2) kurang memahaminya dalam uraian materi pembelajaran yang disesuaikan dengan indikator dan tujuan pembelajaran. Hal ini disebabkan karena pengawas tidak pernah masuk kelas mengajar langsung ke siswa sehingga kurang menguasai dalam penyususnan materi pelajaran, 3) dalam penyusunan instrumen peneliti masih mengalami kebingungan khususnya dalam memasukkan pendidikan karakter ke dalam instrumen
Solusi sebagai upaya mengatasi kendala-kendala diatas peneliti berkolaborasi dengan teman sejawat/pengawas yang lain untuk memberikan masukan khususnya dalam meletakkan posisi pendidikan karakter dalam RPP. Sedangkan untuk menentukan materi pelajaran, peneliti berkolaborasi dengan guru mata pelajaran IPS senior (yang menjadi instruktur) untuk membantu dalam penyusunan materi pelajaran yang relevan dengan indikator dan tujuan pembelajaran. Dalam penyususnan instrumen penelitian
khususnya berkaitan dengan integrasi pendidikan karakter, peneliti mempelajari beberapa literatur yang berhubungan dengan instrumen dan pendidikan karakter.
b. Tahap Pelaksanaan
Dalam pelaksanaan pembimbingan perorangan, dalam pelaksanaanya ada beberapa yang tidak sesuai dengan jadual yang telah ditetapkan. Jalan keluarnya adalah peneliti menghubungi guru/peserta via sms/telepon secara langsung untuk mengadakan kesepakatan perubahan jadual kunjungan. Dan justru sebaliknya guru/peserta yang belum siap/tidak bisa karena satu dan lain hal, sehingga perlu dikomunikasika dengan peneliti lewat /via telepon/sms.
Adapun jenis-jenis bimbingan secara perorangan pada dasarnya sama yaitu tata cara penyusunan RPP berbasis pendidikan karakter. Tetapi dalah pelaksanaannya masing-masing guru/peserta terdapat penekanan yang berbeda tergantung pada tingkat ketidak fahaman dari masing-masing guru/peserta, c. Tahap Observasi / Pengumpulan
Data
Untuk melaksanakan observasi peneliti oleh observer/pengawas sejawat tidak ada kendala yang berarti. Kegiatan peneliti dari pembukaan, kegiatan inti yakni penyampaian materi dan dilanjutkan dengan pembimbingan kelompok berjalan dengan lancar walaupun berdasarkan pengamatan dari observer/pengawas sejawat skor rata-rata masih (3,70).
Dari hasil
pengamatan/observasi peneliti pada peserta yang dinyatakan telah memenuhi indikator keberhasilan dengan skor minimal (4,00) hanya 20%, Sebaliknya 16 (enam belas) orang peserta perolehan skor rata- rata masih di bawah indikator keberhasilan (80%). Skor rata-rata yang diperoleh oleh 20 (dua puluh) guru/peserta pembimbingan hanya mencapai 73,70, sedangkan dalam indikator keberhasilan diminta minimal 85,00. Dan belum ada 1
362 (satu) pun guru/peserta yang tuntas
atau yang mencapai indikator keberhasilan.
d. Tahap Refleksi
Setelah hasil observasi dan hasil penilaian kerja perorangan/individual dan hasil penilaian penyusunan RPP diolah dan dianalisis, maka dapat disimpulkan sebagai berikut : 1) Peneliti masih harus bekerja
keras untuk membimbing peserta agar terjadi pemahaman dan persepsi yang sama dalam upaya penyempurnaan penyusunan RPP berbasis pendidikan karakter.
Pemahaman yang sudah ada merupakan pembiasaan dan sudah mengakar, maka kebiasaan guru/peserta harus mampu direformasi sehingga dalam penyusunan RPP sesuai dengan peraturan yang berlaku (standar proses)
2) Guru sebagai peserta pembimbingan harus berusaha untuk meyakinkan diri untuk menerima perubahan yang bersifat membangun dan bermakna bagi sistem pembelajaran di kelas senyatanya melalui proses integrasi pendidikan karakter.
3) Perubahan ini dimaksudkan untuk menciptakan proses pembelajaran yang mengarah pada siswa aktif bukan guru yang aktif serta dijiwai oleh nilai-nilai pendidikan karakter.
4) Proses pembimbingan dinyatakan belum berhasil, sehingga penelitian dilanjutkan ke siklus II. Pada siklus ke II ini diharapkan peneliti/pengawas mata pelajaran IPS mampu mengubah perilaku guru yang mengarah pada berfikir positif (positif thingking) melalui penyususnan RPP yang benar dan bernuansa pendidikan karakter dalam arti yang sebenarnya.
5) Pada siklus ke II ini diharapkan peneliti betul-betul mengadakan bimbingan kelompok secara optimal tentang penyusunan RPP sesuai dengan panduan /standar proses yang berlaku.
2. Siklus II
a. Tahap Perencanaan
Pada tahap ini peneliti memperbaiki strategi penyampaian materi pembimbingan sebagai tindak lanjut dari hasil refleksi pada siklus I. Perbaikan rencana tindakan ini khususnya pada penyusunan
Rencana Pelaksanaan
Pembimbingan (RPP) yang difokuskan pada kesalahan- kesalahan yang dilakukan pada siklus I yaitu : skenario pembimbingan untuk menyusun sistem penilaian (penilaian proses dan penilaian hasil) pada Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) berbasis pendidikna karakter yang meliputi penilaian produk (hasil) yang dilakukan pada akhir pelajaran.
b. Tahap Pelaksanaan
Pelaksanaan pembimbingan penyusunan RPP berbasis pendidikan karakter pada tahap ini berdasarkan hasil refleksi siklus I.
Sehingga dalam pelaksanaannya lebih lancar dan lebih terarah. Semua peserta telah mengetahui apa yang harus diperbaiki/disempurnakan pada RPP hasil siklus I.
Pembimbingan pada siklus II ini merupakan tahapan penyempurnaan hasil tindakan sebelumnya.
Pembimbingan diarahkan pada bagaimana menyusun sistem penilaian dalam RPP berbais pendidikan karakter yang sesuai dengan rencana yang telah disepakati.
c. Tahap Observasi / Pengumpulan Data
Penilaian peserta pada waktu kegiatan kerja kelompok/diskusi kelompok siklus II menunjukkan nilai rata-rata peserta menjadi 4,33 dibandingkan dengan nilai siklus I rata-rata peserta masih 3,52 dan ini berarti ada kenaikan 0,81.
Pada pelaksanaan penilaian tugas perorangan dirangkai dengan pembimbingan individu / perorangan yang semakin kondusif, semua peserta pembimbingan dinyatakan 100% telah tuntas dengan memperoleh nilai rata-rata 94,45.
Bila dibandingkan dengan perolehan nilai rata-rata 73,70 pada siklus I, maka telah terjadi peningkatan
363 sebesar 20, 75 atau sebesar 21 %.
Peningkatan ini merupakan dampak nyata dari semakin intensifnya pelaksanaan pembimbingan yang dilakukan oleh peneliti, sekaligus merupakan bukti nyata keseriusan dari peserta penelitian tindakan sekolah sewilayah binaan (PTSW) dengan menfokuskan pada penyusunan RPP berbasis pendidikan karakter dalam arti yang sebenarnya.
d. Tahap Refleksi
Hasil renungan dan analisis terhadap perolehan data pada siklus II dengan membandingkan data hasil siklus I, menunjukkan bahwa semua peserta pembimbingan penyusunan RPP telah menunjukkan peningkatan kompetensi yang cukup signifikan.
Dampak nyata yang diharapkan pembimbingan ini menjadi bermakna bagi para peserta pembimbingan dalam pembelajaran siswa di kelas yang sesungguhnya.
SIMPULAN
Memperhatikan paparan data hasil observasi dan hasil penilaian peserta secara kelompok maupun perorangan, dapat diambil simpulan sebagai berikut :
1. Pelaksanaan pembimbingan kelompok dan perorangan oleh peneliti dalam penyusunan perangkat pembelajaran yang terfokus pada penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) berbasis pendidikan karakter dinyatakan ”berhasil”, karena indikator keberhasilan pada siklus II telah dapat dilampaui dengan kenaikan perolehan skor rata-rata dari (3,70) pada siklus I menjadi 4,44(pada siklus II), ini ada kenaikan 0,74. Keberhasilan ini merupakan dampak nyata dari intensifnya pelaksanaan pembimbingan baik dari pengawas selaku peneliti maupun dari guru peserta pembimbingan.
2. Pelaksanaan diskusi kelompok dalam penyususnan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) berbasis pendidikan karakter dan pada siklus II telah mencapai skor rata-rata 4,33 (naik 0,81) dari siklus I yang baru mencapai skor rata-rata 3,52.
Hasil ini sangat bermakna bagi peneliti dalam melaksanakan penelitian tindakan sekolah sewilayah binaan (PTSW), sehingga hasil yang diharapkan dapat dijadikan acuan dalam pelaksanaan pembimbingan dan penelitian selanjutnya.
3. Hasil Penilaian peserta dalam penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) berbasis pendidikan karakter dalam upaya meningkatkan kompetensi peserta dapat ditingkatkan. Pada siklus I belum ada 1 (satu) orang guru/peserta yang tuntas (0%), tetapi pada siklus II ke 20 (dua puluh) guru/peserta mengikuti bimbingan dinyatakan tuntas 100% dengan perolehan nilai rata paa siklus I (79,50) dan siklus II (94,45) berarti mengalami kenaikan 94%.
Keberhasilan ini membuktikan bahwa pelaksanaan pembimbingan kelompok dan perorangan sangat bermanfaat dan bermakna dalam upaya peningkatan kompetetnsi guru dalam penyusunan RPP berbasis pendidikan karakter.
4. Hasil nilai pre tes di siklus I rata-rata 54,75 sedangkan hasil pada pos tes di siklus II dengan rata-rata 73,25 ( naik 18,50) atau 75% yang mendapat nilai 70 ke atas. Dan ini menggambarkan betapa pentingnya pembimbingan kelompok dan perorangan bagi guru/peserta dalam upaya peningkatan kompetensi guru dalam penyususnan persiapan perangkat pembelajaran yang berkualitas. Dengan perangkat pembelajaran yang berkualitas akan berdampak pada meningkatnya proses pembelajaran yang berkualitas pula.
SARAN
Agar hasil penelitian tindakan sekolah sewilayah binaan (PTSW), berdampak positif maka perlu saran-saran sebagai berikut : 1. Agar semua guru mata pelajaran IPS se
Kota Mataram khususnya dan guru mata pelajaran yang lainnya perlu persiapan sebelum tampil dalam proses pembelajaran di kelas senyatanya perlu menyusun Rencana pelaksanaan Pembelajaran (RPP) bernasis pendidikan karakter yang sesuai dengan Permendiknas nomor 41 tahun 2007 tentang standar proses.
2. Disarankan kepada pengawas sejawat senantiasa untuk mencoba melakukan penelitian tindakan sekolah sewilayah binaan (PTSW) guna meningkatkan kompetensi sebagai pengawas sekolah terutama dalam hal melaksanakan pembinaan pada guru sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya. Diharapan nantinya ada peningkatan kompetensi guru dalam proses pembelajaran di kelas..
3. Disarankan kepada Kepala Dinas Dikpora Kota Mataram agar mengalokasikan dana untuk membantu para pengawas sekolah dalam melaksanakan penelitian tindakan
364 sekolah sewilayah binaan (PTSW), dalam
upaya peningkatan kualitas dibidang penelitian dan pengembangan di sekolah masing-masing. Dengan adanya dana khusus yang diperuntukkan untuk biaya penelitian bagi pengawas sekolah maka akan sangat membantu bagi peningkatan mutu sekolah di Kota Mataram, dan pada akhirnya akan meningkatkan prosentase kelulusan SMP di Kota Mataram dan mampu bersaing dengan sekolah-sekolah di Nusa Tenggara Barat (NTB) pada umumnya
DAFTAR RUJUKAN
Arikunto, S, 2006, Penelitian Tindaan Kelas, Jakarta : BumiAksara
Djaali, 2008, Psikologi Pendidikan, Jakarta : Bumi Aksara
...2011. Buku Kerja Pengawas Sekolah.
Jakarta : Kepala Pusat Pengembangan Tenaga Kependidikan
Depdiknas. 2005. Peraturan Pemerintah nomor 19/2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Jakarta : Depdiknas.
...2006. Permendiknas No. 12 Tahun 2007 tentang Standar Pengawas Sekolah/Madrasah .Jakarta: BSNP ...2007. Permendiknas No 16 Tahun
2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru.
Jakarta : BSNP..
...2007. Permendiknas No 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. Jakarta : BSNP.
Hartinah, S. 2010. Konsep Dasar Bimbingan Kelompok. Bandung : Pelita Aditama Mansyur, R, 2010, Pengembangan Pendidikan
Budaya dan Karakter Bangsa, Jakarat : PUSKUR
Muslich, R. 2010. Suplemen Penelitian Tindakan Sekolah. Jakarta : Kemendiknas Dirjen PMPTK P4TK Pertanian Cianjur.
Suhardjono, 2009, Melaksanakan Sekolah Sebagai Kegiatan Penelitian Tindakan Sekolah Sebagai Kegiatan Pengembangan Profesi Pengawas Sekolah. Jakarta : Bumi Aksara.