commit to user
III-1
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
Bab ini menjelaskan tahap-tahap pelaksanaan penelitian mulai dari studi literatur sampai dengan penarikan kesimpulan. Secara umum tahapan tersebut digambarkan dalam bentuk flowchart sebagai berikut:
Gambar 3.1 Flowchart Metodologi Penelitian
commit to user
III-2
Berikut ini dijelaskan masing-masing tahapan dalam gambar 3.1:
3.1. Tahap Identifikasi Awal
Pada tahap identifikasi awal ini dimulai dari studi literatur mengenai penelitian yang dilakukan, perumusan masalah, tujuan penelitian, dan manfaat penelitian. Langkah- langkah pada tahap ini dijelaskan sebagai berikut:
3.1.1. Studi Literatur
Studi literatur dilakukan untuk mencari konsep dan landasan teori sebagai kerangka berpikir yang dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah dalam penelitian ini. Selain itu, langkah ini sebagai pendukung dalam langkah selanjutnya yaitu perumusan masalah. Studi literatur dilakukan dengan membaca dan memahami buku, jurnal ilmiah, tugas akhir mahasiswa, dan berbagai sumber dari internet yang terpercaya dan sumber lain yang terkait dengan penelitian ini.
Literatur yang digunakan berhubungan dengan standar GS1, panduan implementasi barcode GS1, dan desain kemasan. Standar GS1 digunakan sebagai standar untuk penerapan penomoran produk. Penggunaan standar ini dikarenakan GS1 adalah lembaga internasional secara resmi yang mengatur penomoran produk komersil sehingga semua produk dapat dikenali di seluruh dunia. Standar GS1 menyediakan sebuah kerangka kerja yang memungkinkan produk, jasa dan informasi untuk bergerak secara efisien dan aman untuk kepentingan bisnis dan peningkatan hidup manusia dimanapun berada. Pada tahapan penerapan standar GS1 mengacu dari panduan implementasi barcode GS1. Dengan mengacu panduan implementasi ini maka dapat ditentukan langkah-langkah dalam penerapan standar GS1. Setelah mendapatkan barcode untuk produk, diperlukan proses redesain label kemasan sebagai konsekuensi penambahan barcode pada produk. Literatur yang digunakan adalah hasil penelitian Nilson & Ostorm (2005) yang berjudul packaging as a brand communication vehicle dan buku Klimchu &
Krasovec (2006) yang berjudul desain kemasan. Informasi dari kedua literatur tentang desain kemasan digunakan untuk acuan mengubah layout/ penataan informasi pada label kemasan dan pengecekan informasi pada label awal serta penambahan informasi yang diperlukan.
commit to user
III-3 3.1.2. Perumusan Masalah
Peumusan masalah yang dilakukan berfokus pada penetapan tujuan yang yang dicapai dan kemudian diperoleh pemecahan masalahnya sehingga dapat mendapatkan hasil yang terbaik. Pertama yang dilakukan adalah identifikasi mengenai produk keju dan hambatan produk memasuki ritel modern. Salah satu hambatan yang dialami adalah belum adanya barcode produk. Dengan belum adanya barcode produk, maka diperlukan standar yang mengatur barcode produk secara global. Setelah ditentukan standar yang digunakan, usaha kecil dan menengah (UKM) mengalami kendala untuk penerapan. Kendala tersebut adalah biaya registrasi, dokumen yang harus dipenuhi untuk mendaftarkan, redesain kemasan sebagai konsekuensi penggunaan barcode pada label kemasan. Oleh karena itu, dapat dirumuskan permasalahan yang menjadi dasar penelitian yaitu bagaimana menerapkan standar GS1 untuk produk keju di KSU Keju Boyolali.
3.1.3. Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian disusun berdasarkan perumusan masalah yang sudah ditetapkan. Tujuan penelitian ini disusun agar penelitian yang dilakukan dapat menyelesaikan rumusan masalah yang dihadapi. Selain itu, tujuan penelitian berguna sebagai acuan selama proses penelitian dan penarikan kesimpulan sehingga penelitian sesuai dengan yang diharapkan. Adapun tujuan pada penelitian ini adalah menerapkan standar GS1 pada produk keju satuan dan kemasan box, serta melakukan redesain kemasan produk sebagai konsekuensi penerapan standar GS1.
3.1.4. Manfaat Penelitian
Manfaat yang didapatkan dari penelitian ini adalah membantu KSU Keju Boyolali untuk menerapkan penomoran produk sesuai standar GS1, membantu melakuan perbaikan desain kemasan pada produk, dan membuka peluang bagi KSU Keju Boyolali untuk memasarkan produk ke ritel modern serta menunjang fungsi traceability.
3.2. Tahap Pengumpulan dan Pengolahan Data
Pada tahap pengumpulan dan pengolahan data dilaksanakan dalam beberapa tahap yaitu penerapan standar GS1 untuk produk satuan, redesain kemasan satuan,
commit to user
III-4
verifikasi barcode dan desain kemasan, serta penerapan standar GS1 untuk kemasan box Langkah-langkah pada tahap ini dijelaskan sebagai berikut:
3.2.1 Penerapan Standar GS1 untuk Produk Satuan
Pada tahap penerapan standar GS1 untuk produk satuan diimplementasikan pada penomoran produk (barcode). Tahapan penomoran produk (barcode) dilakukan langkah-langkah berdasarkan panduan implementasi barcode GS1 (GS1, 2015) sebagai acuan. Langkah pertama adalah mendapatkan nomor company prefix. Penomoran company prefix terdiri dari dua kode yatu kode negara dan kode perusahaan. Kode negara yang disesuaikan dengan aturan yang ditentukan GS1 dan kode perusahaan yang digunakan akan didapatkan setelah perusahaan mendaftarkan ke pihak GS1 Indonesia dan melengkapi administrasi yang ditentukan. Dalam penelitian ini dilakukan pemisalan terlebih dahulu sebelum mendapatkan nomor company prefix dari GS1 Indonesia. Untuk mendapatkan nomor company prefix diperlukan pengecekan atau verifikasi dokumen yang harus dipenuhi oleh perusahaan. Setelah persyaratan dilengkapi dan formulir dilakukan pengisian kemudian berkas-berkas tersebut dikirim ke GS1 Indonesia.
Langkah kedua adalah pemilihan proses pencetakan barcode. Pada langkah ini dijelaskan informasi-informasi pada produk kemasan yang telah digunakan dan diberikan penjelasan jenis informasi statis atau dinamis. Dari informasi tersebut dapat digunakan sebagai pertimbangan penentuan jenis dan proses pencetakan barcode yang dapat digunakan. Informasi-informasi yang didapatkan dilakukan dengan observasi dan wawancara terhadap manager KSU.
Langkah ketiga adalah pemilihan jenis barcode. Pemilihan jenis barcode dilakukan berdasakan informasi pada barcode dan lingkungan pemindaian yang sekarang dilakukan dan ditarget selanjutnya. Jenis barcode yang dipilih kemudian dijelaskan bahwa setiap beberapa angka menjelaskan kode negara, kode perusahaan, kode produk dan cek digit. Cek digit didapatkan dari perhitungan rumus yang sudah ada. Pada langkah ini diberikan rekomendasi cara penomoran berdasarkan alternatf jenis barcode yang dipilih dengan pertimbangan kondisi dari produk keju.
commit to user
III-5
Langkah keempat adalah tahap pembuatan barcode dalam label kemasan.
Dalam tahap ini, ditentukan ukuran barcode yang sesuai dengan dimensi kemasan, penempatan barcode pada kemasan, dan warna barcode. Pembuatan barcode yang dicetak pada label kemasan mengharuskan redesain label kemasan.
Redesain kemasan akan dibahas dalam tahapan selanjutnya. Sehingga penentuan pembuatan barcode dalam kemasan akan dibahas pada redesain kemasan.
3.2.2 Redesain Kemasan Satuan
Redesain kemasan satuan dilakukan pada dua produk yang mewakili bentuk kemasan yang selama ini digunakan dan termasuk sering diprodusi yaitu mozzarella dan mountain chilli. Adapun proses redesain kemasan ada empat langkah. Pertama, melakukan pengecekan elemen yang harus disertakan kemasan dengan mengacu pendapat Klimchuk & Krasove (2006) dan peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan RI, nomor 12 tahun 2016 tentang pendaftaran pangan olahan. Kedua, mencari referensi mengenai kemasan keju. Referensi yang didapatkan sebagai pembanding dan acuan untuk membuat desain yang berbeda.
Desain keju Indrakila yang dibedakan agar kemasan yang dibuat mempunyai ciri khas sendiri. Ketiga, menentukan layout label kemasan beserta ukuran kemasan.
Ukuran kemasan disesuaikan dengan ukuran label yang selama ini digunakan.
Keempat, pelaksanakan redesain kemasan dengan penjelasan perubahan dari desain sebelumnya serta penentuan warna barcode yang digunakan. pelaksanakan redesain kemasan menggunakan aplikasi coreldraw X7.
3.2.3 Verifikasi Barcode dan Redesain Kemasan
Pada tahapan ini dilakukan verifikasi terhadap barcode dan desain kemasan yang direkomendasikan. Verifikasi barcode dilakukan untuk mengetahui bahwa barcode yang digunakan dapat terbaca oleh mesin pembaca barcode (barcode reader) dan HP menggunakan aplikasi QR & barcode scanner. Adapun verifikasi terhadap desain kemasan usulan untuk memastikan bahwa desain memenuhi elemen yang harus ada pada kemasan dan disetujui oleh perusahaan. Verifikasi desain dilakukan pada manager KSU Keju Boyolali yaitu Romy Anjas Arviyanto.
3.2.4 Penerapan Standar GS1 Untuk Produk Kemasan Box
Pada tahap ini dilakukan langkah-langkah seperti sub subbab 3.2.1 yang mengacu pada panduan GS1. Langkah pertama dan kedua yaitu mendapatkan
commit to user
III-6
company prefix dan pemilihan proses pencetakan barcode. Company prefix yang digunakan seperti ditentukan pada produk satuan. Pemilihan proses pencetakan barcode dilakukan seperti produk satuan dengan observasi pada kemasan box yang digunakan.
Langkah ketiga adalah pemilihan jenis barcode. Pemilihan jenis barcode dilakukan berdasakan informasi yang akan disertakan pada barcode dan lingkungan pemindaian yang sekarang dilakukan dan ditarget selanjutnya. Jenis barcode yang dipilih kemudian dijelaskan bahwa setiap beberapa angka tersebut menjelaskan informasi tertentu.
Langkah keempat adalah tahap pembuatan barcode dalam stiker kemasan.
Dalam tahap ini, ditentukan ukuran barcode yang sesuai dengan dimensi kemasan, penempatan barcode dalam kemasan, dan warna barcode. Proses penentuan dimensi ukuran barcode dan penempatan barcode dilakukan dengan melihat dimensi box yang digunakan. Kemudian barcode dibuat menggunakan situs online barcode.tec-it.com. Adapun ukuran panjang barcode disesuaikan dengan ukuran maksimal dari sticker barcode yang biasa digunakan. Kemudian warna barcode ditentukan warna yang paling optimum.
3.3. Tahap Analisis
Pada tahap ini dilaksanakan analisis terhadap hasil dari penerapan standar GS1 yang telah dilakukan. Analisis yang dilakukan yaitu analisis kesiapan KSU Keju Boyolali terhadap penerapan standar GS1, analisis terhadap desain kemasan usulan, dan analisis manfaat yang didapatkan pada penerapan standar GS1.
3.4. Tahap Akhir
Tahap akhir dari penelitian adalah tahap penarikan kesimpulan dan saran.
Kesimpulan yang didapat menjawab pertanyaan dalam rumusan masalah dan tujuan yang ditetapkan sebelumnya. Kesimpulan yang dibuat kemudian dijadikan pertimbangan untuk saran-saran yang dapat memberikan masukan pada KSU Keju Boyolali dan untuk penelitian selanjutnya.