Universitas Kristen Petra
1
1. PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Masalah
Kasus Avian Influenza atau Flu Burung yang akhir-akhir melanda beberapa negara Asia termasuk Indonesia telah menimbulkan kekhawatiran tersendiri pasalnya penyakit yang berasal dari unggas ini bisa menular pada manusia hingga menyebabkan kematian. Dan masih membuat masyarakat bingung dan cemas akan keberadaan penyakit tersebut. Masyarakat pada umumnya tidak mengetahui gejala dan dampak penyakit tersebut. Pengertian dari Flu burung (avian influenza), adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus yang biasanya menjangkiti unggas seperti ayam, itik, burung dan juga babi.
Caranya penularannya umumnya berasal dari virus yang mudah menular dan dapat menyebabkan kematian si penderita. Tidak semua virus pada binatang dapat menyerang manusia. Virus flu burung yang memiliki tingkat kemampuan mematikannya tinggi atau High-Pathogenic Avian Influenza (HPAI) dan dapat menginfeksi manusia adalah tipe H5N1. Virus ini dikeluarkan melalui kotoran unggas yang mencemarkan lingkungan disekeliling dan menjangkiti melalui pernapasan. Virus ini merebak dengan mudah dari ladang peternakan ke ladang peternakan lain melalui tikus dan lalat yang dicemari dengan kotoran ayam yang mengandungi virus H5N1. Selain peternakan, pasar – tempat ayam hidup dijual, dapat juga menjadi sumber penularan penyakit ini. Dan virus ini tidak menyebar ke manusia lewat makanan tapi menular melalui saluran pernapasan, karena sebenarnya jika daging atau telor unggas dimasak dengan benar, maka tidak akan menularkan virus influenza. Hingga kini Virus H5N1 merebak dari hewan kepada manusia dan sampai sejauh ini belum ada bukti dapat menular dari manusia kepada manusia. Tetapi hal ini tidak menutup kemungkinan terjadinya modus penularan baru, bukan lagi dari unggas ke manusia, tetapi dari manusia ke manusia. Virus ini menular dari satu negara ke negara lain melalui perdagangan internasional ayam hidup. Manusia yang tertular virus flu burung diketahui dengan gejala-gejala umumnya orang terkena flu biasa seperti pilek, demam dengan suhu badan tidak stabil, batuk, nyeri otot, sakit tenggorokan dan sesak
Universitas Kristen Petra
napas. Apabila keadaan memburuk bisa menimbulkan penyakit saluran pernapasan akut sampai mengancam jiwa seseorang.
Dan telah tercatat pada 21 Juli 2005, tiga kasus fatal terjadi di Jakarta, Indonesia, yang disebabkan oleh penyakit flu burung subtipe H5N1. Dan sampai dengan 20 Februari 2006, WHO telah mencatat sebanyak 170 kasus dengan 92 kematian pada manusia yang disebabkan virus ini dengan rincian sebagai berikut (lihat sumber):
• Indonesia — 26 kasus dengan 19 kematian.
• Vietnam — 93 kasus dengan 42 kematian.
• Thailand — 22 kasus dengan 14 kematian.
• Kamboja — 4 kasus dengan 4 kematian.
• Turki — 12 kasus dengan 4 kematian
• RRT/China — 12 kasus dengan 8 kematian.
• Irak — 1 kasus dengan 1 kematian.
Keterangan: jumlah kasus yang dilaporkan World Health Organization (WHO) adalah jumlah kasus yang telah diverifikasi dengan hasil laboratorium.1
Dan telah diketahui bahwa awal wabah pada peternakan di dunia telah dikonfirmasi H5N1 pertama kali menimbulkan korban di Hongkong pada tahun 1997 dengan korban 18 orang dan seorang di antaranya meninggal. Pada tahun 2003 virus H5N1 kembali menyerang Hongkong dan Guangdong dengan masing- masing menyebabkan satu kematian.
Selanjutnya, virus menyerang Vietnam dan Thailand dengan jumlah kasus 34 dan 23 di antaranya meninggal. Pada pertengahan tahun 2004, H5N1 menyerang lagi Vietnam dengan tiga kasus seluruhnya meninggal, serta Thailand satu kasus yang berakhir dengan kematian. Baru-baru ini infeksi virus H5N1 pada manusia juga terdeteksi di Kamboja.
Kasus-kasus tersebut adalah kasus yang telah terbukti secara laboratoris dan di dalam tubuhnya telah ditemukan virus influenza H5N1 yang menyebabkan penyakit serta kematian
1 “Flu burung – Wikipedia” <http://id.wikipedia.org/wiki/Flu_burung>
Universitas Kristen Petra
Dari keberadaan flu burung , masyarakat Indonesia pada umumnya tidak mengetahui gejala dan dampak penyakit tersebut. Hal itu dikarenakan kurangnya pengkampayean ataupun himbauan kepada masyarakat Indonesia, Oleh karena itu melalui Iklan Layanan Masyarakat (ILM) yang hendak disampaikan diharapkan mampu menjangkau masyarakat luas, sehingga mereka dapat menyadari akan keberadaan dari penyakit ini.
Komunikasi adalah hal yang sangat mutlak pentingnya dalam kehidupan dan komunikasi juga dapat membawa masyarakat menuju kehidupan yang lebih baik ataupun buruk. Karena itu dalam mengantisipasi masalah kali ini, perlu dirancang Iklan Layanan Masyarakat (ILM) tentang masalah kasus flu burung di Indonesia.
Iklan Layanan Masyarakat (ILM) adalah suatu komunikasi yang berbentuk iklan non komersial yang menawarkan kepada masyarakat suatu jalan keluar dari suatu permasalahan agar masyarakat memiliki kehidupan yang tidak melanggar norma atau hukum yang berlaku di sekitarnya.
Peran komunikasi inilah yang saat ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat demi terwujudnya kulitas hidup masyarakat yang diinginkan oleh banyak orang.
Semakin meningkatnya resiko menularnya penyakit flu burung karena berbagai faktor yang semakin hari juga semakin bertambah, merupakan suatu masalah yang sangat penting untuk menjadi perhatian karena kurangnya kesadaran atau belum adanya solusi yang dapat mengantisipasi masalah tersebut.
Melalui Iklan Layanan Masyarakat ini, baik penyiarannya melalui media maupun media elektronik diharapkan mampu memberikan pesan-pesan bahkan pengaruh yang besar, sehingga khalayak sasaran akan lebih menyadari akan pesan yang hendak disampaikan melalui iklan tersebut. Tetapi pada kenyataan sekarang ini, ILM banyak kurang mendapat respon yang baik dari masyarakat luas. Hal itu umumnya dikarenakan kurangnya kesadaran masyarakat akan hadirnya ILM tersebut dan dampak yang mereka terima dari efek Iklan Layanan Masyarakat tersebut. Dan pada kenyataannya Iklan Layanan Masyarakat yang ada banyak yang tidak dihiraukan.
Universitas Kristen Petra
Padahal apabila ditelusuri lebih dalam peran ILM sangatlah penting, hal ini ditimbang dari faktor respon positif masyarakat akan kehadiran Iklan itu sendiri. Tanggapan masyarakat akan kehadiran iklan tersebut membuat mereka lebih sadar terhadap pesan yang disampaikan.
Olaeh karena itu dalam perancangan Iklan Layanan Masyarakat, desainer harus mengetahui secara terinci mengenai dampak dari ILM yang akan disampaikan, apakah bersifat persuasif ataupun apresiasif dan sebagainya.
1.2. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah ILM , maka perlu diperhatikan berbagai hal berikut ini:
- Bagaimana merancang ILM mengenai kasus flu burung dan keefektifan dalam penyampaian pesannya?
- Bagaimana cara menarik minat masyarakat terhadap kehadiran ILM tersebut sehingga masyarakat lebih aware?
- Bagaimana cara penyajian komunikasi visual tersebut?
1.3. Pembatasan Masalah
- Masalah yang diteliti adalah tentang keberadaan kasus flu burung di Indonesia.
- Meningkatkan kepedulian masyarakat akan kehadiran ILM di sekitar mereka.
- Waktu Pengamatan Februari – April.
- Pengamatan dilakukan di wilayah Surabaya dan sekitarnya.
- Target yang dituju adalah seluruh masyarakat Indonesia dari usia muda hingga tua.
1.4. Tujuan Perancangan
- Dalam perancangan kampanye Iklan Layanan Masyarakat ini diharapkan masyarakat menjadi lebih tahu akan bahayanya flu burung yang merebak dalam kehidupan.
Universitas Kristen Petra
- Menjadikan target audience yaitu masyarakat lebih aware akan pengkampanyean ini.
- Dengan perancangan yang sedemikian rupa sehingga efektif.
1.5. Manfaat Perancangan
1) Manfaat perancangan secara teoritis
- Perancangan komunikasi visual ini dapat menjadi referensi dan sumber penggalian ide bagi kegiatan perancangan media lain.
- Perancangan komunikasi visual ini dapat menjadi contoh nyata yang efektif bagi perkembangan desain komunikasi visual itu sendiri.
2) Manfaat perancangan secara praktis
- Dapat menunjang kegiatan sosial dalam iklan yang yang disampaikan, sehingga dapat lebih dikenal oleh masyarakat umum secara luas
1.6. Definisi Operasional
Menurut UU No. 32 thn 2002 tentang Penyiaran, Iklan Layanan Masyarakat (ILM) adalah siaran iklan nonkomersial yang disiarkan melalui media cetak ataupun elektronik dengan tujuan memperkenalkan, memasyarakatkan, dan/atau mempromosikan gagasan, cita-cita, anjuran, dan/atau pesan-pesan lainnya kepada masyarakat untuk mempengaruhi khalayak agar berbuat dan/atau bertingkah laku sesuai dengan pesan iklan tersebut. Iklan Layanan Masyarakat
(ILM) adalah isi media yang mempromosikan sesuatu sebagai bentuk pemberian layanan kepada masyarakat.2
Flu burung (avian influenza), adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus yang biasanya menjangkiti unggas. Dan penularannya pada manusia bila manusia bersinggungan langsung dengan ayam atau unggas yang terinfeksi flu burung yang umumnya berasal dari virus type A: bersubtipe H5N1.
2 “UU No 32 Thn 2002 – Tentang Penyiaran “, 26 Feb 2006
<http://www.unsrat.ac.id/hukum/uu/uu_32_02.htm>
Universitas Kristen Petra
1.7. Metode Perancangan 1.7.1. Subyek Penelitian
Penyakit flu burung sudah sangat marak di Indonesia, walaupun banyak yang masih awam mengenai penyakit ini. Dikatakan penyakit ini berdampak cukup signifikan karena walaupun sudah terdapat obat untuk perawatan dan pencegahan penyakit ini tetapi efek penyembuhannya masih dalam penelitian.
Fenomena inilah yang mendasari pengangkatan tema ILM sebagai solusi dalam memberikan informasi kepada masyarakat. Oleh karena itu diharapkan dengan perancangan ILM yang dimaksudkan, kesadaran masyarakat akan bahayanya penyakit tersebut akan dapat dipastikan.
1.7.2. Data Awal
Sudah diketahui bahwa penyakit flu burung ini masih banyak masyarakat yang belum mengetahui keberadaannya, baik cara penularan, sumbernya maupun pencegahannya. Oleh karena itu melalui pengkampanyean ILM ini masyarakat disadarkan akan bahayanya penyakit flu burung.
1.7.3. Metode Pengumpulan Data
Metode pengumpulan menunjukkan cara-cara yang ditempuh untuk memperoleh data yang dikumpulkan. Sedangkan metode yang digunakan dalam perancangan tugas akhir ini adalah metode deskriptif kualitatif, yaitu dengan pengumpulan data yang ada di lapangan maupun di beberapa media cetak dengan pendekatan wawancara, survei dan kajian pustaka.
Pustaka atau sumber-sumber tertulis lainnya sangat membantu pengumpulan data karena dapat menjadi dasar penyusunan kerangka teoritis yang berguna untuk mengarahkan pada pemecahan masalah.
Wawancara merupakan cara pengumpulan data dengan menanyakan langsung secara lisan kepada informan atau pihak yang kompeten dalam suatu permasalahan.
Universitas Kristen Petra
Kuisioner adalah pengumpulan data berupa serangkaian pertanyaan secara tertulis yang ditujukan pada sekelompok orang. Pertanyaan yang diberikan disusun dan disesuaikan dengan permasalahan yang ada.
1.8. Skematika Perancangan
Gambar 1.1 Skematika Perancangan