Integrasi AIK: Mentafakuri Surat Al Mujadilah ayat 11
MK Praktikum
Farmasetika Dasar
Pendahuluan
Tim Dosen UBI Teknologi Farmasi
TA 2021/2022
Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL)
CPL1 (S12) Menunjukkan sikap bertanggungjawab atas pekerjaan di bidang keahliannya secara mandiri;
CPL2 (KU2) Mampu menunjukkan kinerja mandiri, bermutu dan terukur; humaniora dalam mengidentifikasi dan menyelesaikan masalah terkait obat
berdasarkan analisis informasi dan data, menggunakan pendekatan berbasis bukti dalam perancangan, pembuatan/ penyiapan, pendistribusian,
pengelolaan dan/ atau pelayanan sediaan farmasi untuk mengoptimalkan keberhasilan terapi;
CPL3 (KK3) Mampu mengevaluasi diri dan mengelola pembelajaran diri sendiri, meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan kemampuan diri secara
berkelanjutan dalam upaya meningkatkan kemampuan praktik kefarmasian;
CPL4 (P4) Menguasai pengetahuan dalam mencari dan/atau menelusur kembali hasil
riset bidang kefarmasian, informasi mutakhir terkait obat, pengobatan dalam
Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK)
CPMK1 Menunjukkan sikap bertanggung jawab terhadap penyiapan obat secara mandiri dalam bagian pelayanan farmasi klinik; (CPL1)
CPMK2 Mampu melakukan pengkajian administrasi dan kesesuaian farmasetik berdasarkan aturan yang berlaku dan informasi mutakhir terkait obat; (CPL4)
CPMK3 Mampu menyiapkan obat sesuai dengan permintaan resep secara benar dan akurat; (CPL3) dan
CPMK4 Mampu melakukan proses peracikan obat hingga siap diserahkan kepada
pasien. (CPL2)
[Sebelum UTS] Kemampuan Akhir Tiap Tahapan Belajar (Sub-CPMK)
Sub-CPMK1 Mahasiwa mampu menyatakan nama dan fungsi peralatan yang digunakan dalam pengerjaan resep dan mempraktekkan penimbangan dan pengukuran bahan [C1, A2, P1] (CPMK1, CPMK2) Sub-CPMK2 Mahasiwa mampu menguraikan hasil pengkajian resep asli berdasarkan informasi mutakhir;
berlatih membuat salinan resep, etiket dan label; menghitung penyesuaian dosis dengan tanggung jawab
Sub-CPMK3 Mahasiswa mampu menghitung jumlah bahan dan mempraktekkan peracikan pulvis berdasarkan resep [C3, A2, P1] (CPMK2, CPMK3, CPMK4)
Sub-CPMK4 Mahasiswa mampu menghitung jumlah bahan, pengenceran dan penyesuaian dosis, serta mempraktekkan peracikan pulveres berdasarkan resep [C3, A2, P1] (CPMK2, CPMK3, CPMK4)
Sub-CPMK5 Mahasiswa mampu menghitung jumlah bahan dan penyesuaian dosis, serta mempraktekkan peracikan kapsul berdasarkan resep [C3, A2, P1] (CPMK2, CPMK3, CPMK4)
Sub-CPMK6 Mahasiswa mampu mempraktekkan peracikan salep dan pasta berdasarkan resep [C3, A2, P1]
(CPMK2, CPMK3, CPMK4)
Sub-CPMK7 Mahasiswa mampu menghitung pengenceran bahan semisolid dan mempraktekkan peracikan krim
dan gel berdasarkan resep [C3, A2, P1] (CPMK2, CPMK3, CPMK4)
[Setelah UTS] Kemampuan Akhir Tiap Tahapan Belajar (Sub-CPMK)
Sub-CPMK8 Mahasiswa mampu menghitung pengenceran larutan dan mempraktekkan peracikan larutan [C3, A2, P1] (CPMK2, CPMK3, CPMK4)
Sub-CPMK9 Mampu mempraktekkan peracikan sediaan dispersi cair (emulsi dan suspensi) serta menempatkannya dalam wadah yang sesuai [C2, A2, P1] (CPMK2, CPMK3, CPMK4)
Sub-CPMK10 Mampu mempraktekkan peracikan sediaan guttae (obat tetes) serta menempatkannya dalam wadah yang sesuai [C2, A2, P1] (CPMK2, CPMK3, CPMK4)
Sub-CPMK11 Mampu mempraktekkan peracikan sediaan infusa herbal serta
menempatkannya dalam wadah yang sesuai [C2, A2, P1] (CPMK2, CPMK3,
CPMK4)
Deskripsi MK
Pada mata kuliah ini mahasiswa belajar tentang prinsip-prinsip dalam pelayanan farmasi klinik berdasarkan Permenkes RI No 73 tahun
2016 yang mencakup pengkajian resep (administratif dan
kesesuaian farmasetik) dan pelayanan resep serta dispensing (penyiapan dan penyerahan obat).
Mahasiswa belajar menghitung penyesuaian dosis, kebutuhan jumlah
obat sesuai dengan resep, menimbang berat bahan obat padat dan
cair, mengukur volume bahan obat cair, melakukan pengenceran,
peracikan obat, memilih kesesuaian wadah, memberikan etiket dan
label yang benar, serta membuat salinan resep.
Pengkajian resep • meliputi administrasi dan kesesuaian farmasetik berdasarkan Permenkes RI No 73 tahun 2016
Perhitungan dosis
dan jumlah obat •rumus konversi dosis pediatrik, satuan dosis (berat, volume, persentase)
Penimbangan bahan
obat •prinsip menimbang, jenis timbangan
Pengukuran volume
bahan obat •prinsip mengukur volume, jenis alat ukur volume
Pengenceran •prinsip pengenceran bahan padat, cair, dan semisolid; metode pengenceran
Peracikan obat •prinsip peracikan serbuk, kapsul, semisolid (salep, krim, gel), larutan, dispersi cair (emulsi, suspensi), guttae (obat tetes), dan infusa herbal
Pemberian etiket
dan label •obat luar dan obat dalam
Pembuatan salinan resep
Bahan Kajian
Resep yang dibuat sediaannya pada saat praktikum offline:
1) Resep 7 dan 11
2) Resep 12 dan 13
3) Resep 17, 19, 20
4) Resep 24 dan 25
5) Resep 28 dan 29
6) Resep 31 dan 34
Penilaian
Keaktifan → 5%
(kehadiran/diskusi/
tanya jawab)
Tugas → 25% (jurnal resep, kuis, dan
contoh soal)
UTS → 30% UAS → 40%
Tata Tertib Praktikum
1.
Bacalah dengan baik resep-resep yang diberikan sebelum dikerjakan.
2.
Bekerjalah dengan cermat, timbanglah bahan-bahan obat diatas kertas perkamen yang bersih. Bersihkan selalu setelah setiap selesai memakai alat-alat seperti sendok, sudip, juga leher botol obat kemudian dikembalikan botol tersebut ketempat semula. Sewaktu menimbang obat, etiket botol tersebut selalu mengarah kepada kita.
3.
Periksalah selalu sebelum mulai menimbang apakah timbangan obat sudah seimbang dan berada dalam posisi horizontal.
4.
Bahan obat yang ditimbang ditaruh di piring neraca sebelah kanan, anak timbangan di sebelah kiri praktikan. Anak timbangan milligram harus diambil dengan pinset sedangkan anak timbangan gram boleh diambil dengan tangan (tanpa pinset). Penimbangan bahan-bahan obat yang bobotnya kurang dari 1 gram, menggunakan timbangan Miligram. Penimbangan lebih dari 1 gram menggunakan timbangan Gram. Janganlah menggunakan anak
timbangan sebagai penara tetapi gunakanlah alat penara dari logam seperti peluru senapan angin, peluru sepeda, atau lempengan timah yang mudah digunting atau dipotong-potong kecil.
5.
Untuk mencegah bahan-bahan obat tercemar oleh udara, tertiup angin dan sebagainya, maka timbanglah bahan obat tersebut segera sewaktu akan dicampur/ diaduk. Janganlah menimbang seluruh bahan obat sekaligus
kemudian dibiarkan di atas meja praktek. Menimbang bahan obat harus langsung dari wadah persediaannya.
Penimbangan obat yang bobotnya kurang dari 50 mg, harus dibuat pengenceran dengan zat tambahan yang cocok.
Tata Tertib Praktikum
6.
Jika tidak dinyatakan apa-apa, yang dimaksud dengan satuan berat adalah Gram, sedangkan pecahan ditulis dengan angka desimal misal: 0,475. Untuk satuan-satuan lain seperti tablet, kapsul, botol dan sebagainya ditulis dengan angka Romawi, misal: Tab V, sedangkan untuk angka tak bulat ditulis dengan angka biasa.
7.
Gunakanlah alat-alat praktek sesedikit mungkin untuk mencegah kehilangan bahan obat dan kerusakan alat.
8.
Mortir atau lumpang ditaruh di atas meja praktek dialasi dengan lap pada waktu sedang menggerus bahan-bahan obat. Letakkanlah alu/ stamper disebelah kanan dialas dengan kertas, kepala stamper mengarah kepada kita.
9.
Etiket. Untuk obat-obat yang digunakan peroral (pemakaian dalam), pakailah etiket berwarna putih, sedangkan obat-obat untuk pemakaian luar digunakan etiket berwarna biru.
▪
Pada etiket harus tercantum:
a. Nama apotek beserta alamatnya
b. Nama kota dan tanggal penulisan etiket
c. Nomor resep
d. Nama pasien
e. Aturan pemakaian obat
▪
Jika perlu selain memakai etiket, terkadang dilengkapi dengan label-label seperti:
✓ Kocok dahulu
✓ Tidak boleh diulang tanpa resep baru dari dokter
✓ Obat luar
Tata Tertib Praktikum
10.
Tanda-tanda penyimpanan obat.
▪
Menurut Undang-undang Kesehatan, bahan-bahan obat disimpan digolongkan dalam 4 (empat) macam tanda yaitu:
a. Tanda palang merah untuk obat bius
b. Lingkaran warna merah dengan tulisan K ditengahnya, untuk oba-obat keras
c. Lingkaran warna biru untuk obat-obat bebas terbatas
d. Lingkaran berwarna hijau untuk obat-obat bebas
11.
Setelah semua resep disiapkan, sebelum diserahkan kepada pasien, hendaklah jumlah obat dan cara pemakaiannya diteliti kembali.
12.
Sebelum praktek resep dikerjakan, praktikan diwajibkan mengikuti responsi dan membuat jurnal untuk resep yang bersangkutan.
13.
Selama praktikum berlangsung, praktikan diwajibkan menggunakan jas lab dan tidak diperbolehkan menggunakan sandal.
14.
Praktikan yang datang terlambat lebih dari 15 menit tidak diperkenankan mengikuti praktikum pada hari tersebut dan tidak diadakan praktikum susulan.
15.
Praktikan yang tidak mengikuti praktikum pada waktu yang telah ditentukan, tidak diperbolehkan
Jurnal P eng erjaan R ese p
Referensi
1.
Kemenkes RI. (2016). Peraturan Menteri Kesehatan No. 73 Tahun 2016 Tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotek. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
2.
Marriott, J.F. Wilson, K. A. Langley, C. A. dan Belcher, D. (2010). Pharmaceutical Compounding and Dispensing (2nd ed.). London: Pharmaceutical Press.
3.
Howard CA. (2010). Pharmaceutical Calculation (13th ed.). London: Wolters Kluwer Health, Lippincott Williams & Wilkins.
4.
Kemenkes RI. (2020). Farmakope Indonesia Edisi VI. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
5.
Tim Dosen Praktikum Farmasetika Dasar. (2021). Modul Praktikum Farmasetika Dasar Edisi 2.
Jakarta: UHAMKA.
6.
Anif, M. (2000). Ilmu Meracik Obat Teori dan Praktik. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
7.