LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LAKIP) DIREKTORAT IKM PANGAN BARANG DARI KAYU DAN FURNITUR TAHUN ANGGARAN 2017

109 

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

LAPORAN KINERJA

INSTANSI PEMERINTAH (LAKIP)

DIREKTORAT IKM

PANGAN BARANG DARI KAYU DAN

FURNITUR

TAHUN ANGGARAN

2017

DIREKTORAT JENDERAL INDUSTRI KECIL DAN MENENGAH

2017

(2)

i

KATA PENGANTAR

Sebagai salah satu unit Eselon II di lingkungan Direktorat Jenderal Industri Kecil dan Menengah, Kementerian Perindustrian yang memiliki tugas dan fungsi dalam pembinaan dan pengembangan industri kecil dan menengah, Direktorat Industri Kecil dan Menengah Pangan, Barang dari Kayu dan Furnitur telah melaksanakan tugas dan fungsinya sesuai dengan Rencana Strategis (Renstra) yang telah ditetapkan. Pertanggungjawaban atas pelaksanaan tugas dan fungsi tersebut tertuang dalam Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Direktorat Industri Kecil dan Menengah Pangan, Barang dari Kayu dan Furnitur Tahun Anggaran 2017 yang disusun berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah, Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah dan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara reviu Atas Laporan Kinerja Instansi Instansi Pemerintah.

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Direktorat Industri Kecil dan Menengah Pangan, Barang dari Kayu dan Furnitur ini menggambarkan pencapaian sasaran-sasaran strategis tahunan yang diukur berdasarkan Indikator Kinerja Utama (IKU) tahun 2017. Hasil capaian kinerja Direktorat Industri Kecil dan Menengah Pangan, Barang dari Kayu dan Furnitur Tahun Anggaran 2017 merupakan hasil kerjasama semua pihak, baik seluruh jajaran pada Ditjen IKM maupun partisipasi semua pihak terkait dalam melaksanakan kebijakan, program dan kegiatan yang telah dicanangkan.

Akhirnya, kami berharap Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) ini dapat menjadi sarana evaluasi atas pencapaian kinerja yang nantinya akan diperoleh manfaat umpan balik bagi perbaikan dan peningkatan kinerja pengembangan IKM pada masa yang akan datang.

Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam perencanaan, pelaksanaan, evaluasi program dan kegiatan hingga penyusunan laporan pertanggungjawaban ini.

Jakarta, Januari 2017

Direktur IKM Pangan, Barang dari Kayu dan Furnitur,

(3)

ii

IKHTISAR EKSEKUTIF

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Tahun Anggaran 2017 ini disusun sebagai wujud pertanggungjawaban atas pelaksanaan berbagai program dan kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka mencapai visi, misi, tujuan dan sasaran sebagaimana telah ditetapkan dalam Rencana Strategis Direktorat IKM Pangan, Barang dari Kayu dan Furnitur Tahun 2015-2019. Secara umum Direktorat IKM, Barang dari Kayu dan Furnitur sebagai salah satu unit Eselon II di lingkungan Direktorat Jenderal Industri Kecil dan Menengah, Kementerian Perindustrian telah melaksanakan tugas dan fungsinya dalam penumbuhan dan pengembangan Industri Kecil dan Menengah sesuai dengan visi yang diemban yaitu “Mewujudkan Industri Kecil dan Menengah (IKM) yang berdaya saing global”, sedangkan Misi pengembangan IKM adalah "Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan SDM berbasis kompetensi, mendorong tumbuhnya wirausaha baru IKM, mendorong peningkatan penguasaan dan penerapan teknologi modern, mendorong peningkatan perluasan pasar, mendorong peningkatan nilai tambah, mendorong perluasan akses ke sumber pembiayaan, mendorong penyebaran pembangunan IKM di Luar Jawa".

Pada Tahun Anggaran 2017, Direktorat IKM Pangan, Barang dari Kayu dan Furnitur, Direktorat Jenderal IKM Kementerian Perindustrian mengelola Kegiatan Penumbuhan Dan Pengembangan Industri Kecil Dan Menengah Pangan, Barang Dari Kayu, Dan Furnitur dengan total pagu anggaran sebesar Rp. 47.000.000.000,-, setelah adanya perubahan alokasi anggaran pada kegiatan pasca penghematan menjadi sebesar Rp. 46.235.479.000,-. Realisasi keuangan Tahun Anggaran 2017 sebesar Rp. 43.903.405.000,- atau 94.96 persen dari alokasi anggaran yang tersedia. Secara keseluruhan kinerja yang dicapai Direktorat Industri Kecil dan Menengah Pangan, Barang dari Kayu dan Furnitur Tahun Anggaran 2017 telah sesuai dengan target yang ditetapkan, hal ini dapat dilihat dari hasil Pengukuran Kinerja.

Sasaran-sasaran strategis sebagaimana ditetapkan dalam Perjanjian Kinerja Direktorat IKM Pangan, Barang dari Kayu dan Furnitur tahun 2017 berhasil dicapai meskipun belum seluruhnya menunjukkan nilai capaian yang ditargetkan. Sasaran yang dicapai pada tahun 2017 terbagi dalam 2 Perspektif yaitu Perspektif Pemangku Kepentingan dan Perspektif Proses Bisnis Internal. Capaian kinerja Direktorat IKM PBKF antara lain 1540 WUI IKM yang telah dibina untuk menjadi calon WUB dengan pemberian bimbingan teknis; 19 sentra yang mendapatkan fasilitasi untuk meningkatkan daya saing produktivitas sektor industri; 4 UPT

(4)

iii

mendapat fasilitasi peningkatan kemampuan; 1 kerjasama dengan lembaga pendidikan, 9 IKM mendapatkan fasilitasi peningkatan kompetensi SDM dan sertifikasi kompetensi; 135 IKM telah mendapat bantuan bimbingan teknis; 27 IKM mendapatkan fasilitasi kemudahan dalam akses bahan baku penolong; 21 IKM mendapatkan bantuan mesin dan peralatan melalui program restrukturisasi mesin/peralatan; 112 IKM mendapat fasilitasi peningkatan pengembangan produk; 2 IKM mendapatkan fasilitasi terkait bantuan pencegahan pencemaran lingkungan; 96 IKM mengikuti pameran di dalam negeri; dan 3 IKM mendapatkan fasilitasi untuk menguatkan keterkaitan hubungan kemitraan antara IKM dengan Industri Besar dan sektor ekonomi lainnya. Adapun terdapat kenaikan hampir di setiap capaian dibandingkan dengan tahun 2016.

Untuk pelaksanaan kegiatan di masa yang akan datang, Direktorat IKM Pangan, Barang dari Kayu dan Furnitur perlu meningkatkan koordinasi dan kerjasama yang lebih intensif, dan tentunya secara sinergi dapat mengembangkan jejaring kerja/kolaborasi dengan semua pihak, instansi terkait, swasta/LSM, perguruan tinggi, sektor keuangan/perbankan, asosiasi dunia usaha dan sebagainya dalam bentuk sumbangan pemikiran yang bersifat konstruktif dalam bentuk usulan bagi Direktorat IKM Pangan, Barang dari Kayu dan Furnitur dalam rangka perumusan kebijakan, program dan kegiatan agar dapat lebih menyentuh pembinaan dan pengembangan Industri Kecil dan Menengah pada masa yang akan datang.

(5)

iv

DAFTAR ISI

Halaman

Kata Pengantar

... ...i

Ikhtisar Eksekutif ... ii

Daftar Isi

... iv

Daftar Gambar

... v

Daftar Tabel

... ...vi

BAB I. PENDAHULUAN ... 1

A. Tugas dan Fungsi Organisasi ... 1

B. Peran Strategis Organisasi Direktorat IKM PBKF ... 8

C. Struktur Organisasi Direktorat IKM PBKF ... 10

BAB II. PERENCANAAN KINERJA ... 11

A. Rencana Strategis Direktorat IKM PBKF ... 11

B. Perjanjian Kinerja Tahun 2017 ... 18

C. Rencana Anggaran Tahun 2017 ... 21

BAB III. AKUNTABILITAS KINERJA ... 24

A. Analisis Capaian Kinerja ... 28

B. Akuntabilitas Keuangan ... 54

BAB IV. PENUTUP ... 62

A. Kesimpulan ... 62

B. Permasalahan Dan Kendala ... 62

C. Rekomendasi Untuk Perbaikan Kinerja ... 63

LAMPIRAN

1.

Perjanjian Kinerja Direktorat IKM PBKF Tahun 2017

(6)

v

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1. Struktur Organisasi Ditjen IKM PBKF Tahun 2017. BAB II. ... 10

Gambar 2. Peta Strategis ... 13

Gambar 3. Sebaran alokasi pagu dan realisasi anggaran per output kegiatan Dit.

IKM PBKF ... 57

Gambar 4. Progres per Triwulan 2017 ... 58

Gambar 5. Perbandingan Realisasi Tahun 2015, 2016, dan 2017 ... 59

(7)

vi

DAFTAR TABEL

Tabel 1. Perjanjian Kinerja Ditjen IKM PBKF Tahun 2017 ... 20

Tabel 2. Rencana Anggaran Ditjen IKM PBKF Tahun 2017 ... 21

Tabel 3. Realisasi Berdasarkan Output RKAKLRealisasi Berdasarkan Output

RKAKL ... 24

Tabel 4. Pencapaian Kinerja Berdasarkan Perkin Tahun 2015, 2016 dan 2017 26

Tabel 5. Data Kegiatan Pelatihan Kewirausahaan IKM PBKF Tahun 2017 ... 29

Tabel 6. Data Kegiatan Fasilitasi Bantuan Mesin/Peralatan dalam kegiatan

kewirausahaan Tahun 2017 ... 35

Tabel 7. Data Sentra Binaan Tahun 2017 ... 39

Tabel 8. Data Kegiatan Fasilitasi Peningkatan Kemampuan UPT Tahun 2017 .... 41

Tabel 9. Data Kegiatan Bimbingan Teknis IKM PBKF Tahun 2017 ... 45

Tabel 10. Data Kegiatan Fasilitasi Akses Bahan Baku dan Bahan Penolong Tahun

2017 ... 47

Tabel 11. Data Peerusahaan IKM Penerima BAntuan Potongan Harga Program

Restrukturisasi Mesin/Peralatan Tahun 2017 ... 48

Tabel 12. Data Kegiatan Fasilitasi Pengembangan Produk Tahun 2017 ... 50

Tabel 13. Data Kegiatan Bantuan pencegahan pencemaran lingkungan Tahun

2017 ... 51

Tabel 14. Data Kegiatan Pameran Tahun 2017 ... 52

Tabel 15. Data IKM yang mendapat kemitraan tahun 2017 ... 54

Tabel 16. Realisasi Anggaran Direktorat IKM Pangan, Barang dari Kayu dan

Furnitur ... 54

Tabel 17. Realisasi Anggaran dan Kegiatan Ditjen IKM PBKF Tahun 2017

(8)

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Dit. IKM Pangan, Barang dari kayu, dan Furnitur Tahun Anggaran 2017 Hal 1

BAB I PENDAHULUAN

A. Tugas dan Fungsi Organisasi

Berdasarkan Peraturan Menteri Perindustrian Nomor

107/M-IND/PER/11/2015 tanggal 30 November 2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Perindustrian, tugas pokok Direktorat IKM Pangan, Barang dari Kayu dan Furnitur, Direktorat Jenderal Industri Kecil dan Menengah Kementerian Perindustrian adalah tugas melaksanakan perumusan dan pelaksanaan rencana induk pembangunan industri nasional, kebijakan industri nasional, penyebaran dan pemerataan industri, pembangunan sumber daya industri, pembangunan sarana dan prasarana industri, pemberdayaan industri, perizinan industri, penumbuhan wirausaha, pelaksanaan fasilitasi industri, promosi industri dan jasa industri, serta kebijakan teknis pengembangan industri di bidang industri kecil dan industri menengah pangan, barang dari kayu, dan furnitur.

Dalam rangka melaksanakan tugas tersebut, Direktorat IKM Pangan, Barang dari Kayu dan Furnitur menyelenggarakan fungsi:

1. Penyusunan rencana, program, anggaran, evaluasi dan pelaporan pengembangan industri kecil dan industri menengah pangan, barang dari kayu, dan furnitur;

2. Pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data serta penyajian informasi industri kecil dan industri menengah pangan, barang dari kayu, dan furnitur;

3. Penyiapan perumusan dan pelaksanaan rencana induk pembangunan industri nasional, kebijakan industri nasional, penyebaran dan pemerataan industri, pembangunan sumber daya industri, pembangunan sarana dan prasarana industri, pemberdayaan industri, perizinan industri, penumbuhan wirausaha, pelaksanaan fasilitasi industri, promosi industri dan jasa industri, serta kebijakan teknis pengembangan industri di bidang industri kecil dan industri menengah pangan, barang dari kayu, dan furnitur;

4. Penyiapan penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria di bidang perencanaan, perizinan, data dan informasi industri kecil dan industri menengah pangan, barang dari kayu, dan furnitur;

(9)

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Dit. IKM Pangan, Barang dari kayu, dan Furnitur Tahun Anggaran 2017 Hal 2

5. Penyiapan pemberian bimbingan teknis dan supervisi di bidang perencanaan, perizinan, data dan informasi industri kecil dan industri menengah pangan, barang dari kayu, dan furnitur; dan

6. Pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat.

Dalam melaksanakan tugas dan fungsinya, Direktorat IKM Pangan, Barang dari Kayu dan Furnitur terdiri atas:

1. Subdirektorat Program Pengembangan Industri Kecil dan Menengah Pangan, Barang Dari Kayu, dan Furnitur

Subdirektorat Program Pengembangan Industri Kecil dan Menengah Pangan, Barang Dari Kayu, dan Furnitur mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan penyusunan rencana, program, anggaran, evaluasi dan pelaporan, pengumpulan dan pengolahan data, serta penyajian informasi di bidang industri kecil dan industri menengah pangan, barang dari kayu, dan furnitur.

Subdirektorat Program Pengembangan Industri Kecil dan Menengah Pangan, Barang Dari Kayu, dan Furnitur menyelenggarakan fungsi:

a. penyiapan bahan perumusan dan penyusunan rencana, program, anggaran industri kecil dan industri menengah pangan, barang dari kayu, dan furnitur; dan;

b. penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan, pengumpulan dan pengolahan data, serta penyajian informasi industri kecil dan industri menengah pangan, barang dari kayu, dan furnitur.

Subdirektorat Program Pengembangan Industri Kecil dan Menengah Pangan, Barang Dari Kayu, dan Furnitur terdiri atas:

a. Seksi Program

Mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penyusunan rencana, program, anggaran industri kecil dan industri menengah pangan, barang dari kayu, dan furnitu.

b. Seksi Evaluasi dan Pelaporan

Mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan, pengumpulan dan pengolahan data, serta penyajian informasi industri kecil dan industri menengah pangan, barang dari kayu, dan furnitur.

(10)

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Dit. IKM Pangan, Barang dari kayu, dan Furnitur Tahun Anggaran 2017 Hal 3

2. Subdirektorat Industri Kecil dan Menengah Makanan

Subdirektorat Industri Kecil dan Menengah Makanan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan penyebaran dan pemerataan industri, pembangunan sumber daya industri, pembangunan sarana dan prasarana industri, pemberdayaan industri, perizinan industri, penumbuhan wirausaha, pelaksanaan fasilitasi industri, promosi industri dan jasa industri, serta kebijakan teknis pengembangan industri di bidang industri kecil dan industri menengah makanan.

Dalam melaksanakan tugas tersebut, Subdirektorat Industri Kecil dan Menengah Makanan menyelenggarakan fungsi:

a. Penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan penyebaran dan pemerataan industri ke seluruh wilayah pengembangan industri, penyiapan bahan pembangunan sumber daya manusia industri, pemanfaatan sumber daya alam, pengembangan dan pemanfaatan teknologi industri, kreativitas dan inovasi, serta sumber pembiayaan, penyiapan bahan pelaksanaan standardisasi dan pengolahan serta pemanfaatan sistem informasi, penyiapan bahan penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria serta bimbingan teknis dan supervisi perencanaan, perizinan, dan informasi industri, serta penyiapan bahan pelaksanaan pengawasan Standar Nasional Indonesia dan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia di bidang industri kecil dan industri menengah makanan; dan

b. Penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan industri hijau, peningkatan penggunaan produk dalam negeri, dan penyiapan bahan kerja sama internasional, penyiapan bahan pengamanan dan penyelamatan industri, penyiapan bahan pelaksanaan promosi dan pemberian fasilitas industri, penyiapan bahan pelaksanaan pengawasan standar industri hijau, serta penyiapan bahan kebijakan teknis pengembangan industri di bidang industri kecil dan industri menengah makanan.

(11)

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Dit. IKM Pangan, Barang dari kayu, dan Furnitur Tahun Anggaran 2017 Hal 4

Subdirektorat Industri Kecil dan Menengah Makanan terdiri atas:

a. Seksi Sumber Daya Industri dan Sarana Prasarana Industri

Seksi Sumber Daya Industri dan Sarana Prasarana Industri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan penyebaran dan pemerataan industri ke seluruh wilayah pengembangan industri, penyiapan bahan pembangunan sumber daya manusia industri, pemanfaatan sumber daya alam, pengembangan dan pemanfaatan teknologi industri, kreativitas dan inovasi, serta sumber pembiayaan, penyiapan bahan pelaksanaan standardisasi dan pengolahan serta pemanfaatan sistem informasi, penyiapan bahan penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria serta bimbingan teknis dan supervisi perencanaan, perizinan, dan informasi industri, serta penyiapan bahan pelaksanaan pengawasan Standar Nasional Indonesia dan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia di bidang industri kecil dan industri menengah makanan.

b. Seksi Pemberdayaan Industri

Seksi Pemberdayaan Industri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan industri hijau, peningkatan penggunaan produk dalam negeri, dan penyiapan bahan kerja sama internasional, penyiapan bahan pengamanan dan penyelamatan industri, penyiapan bahan pelaksanaan promosi dan pemberian fasilitas industri, penyiapan bahan pelaksanaan pengawasan standar industri hijau, serta penyiapan bahan kebijakan teknis pengembangan industri di bidang industri kecil dan industri menengah makanan.

3. Subdirektorat Industri Kecil dan Menengah Minuman dan Bahan Penyegar

Subdirektorat Industri Kecil dan Menengah Minuman dan Bahan Penyegar mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan penyebaran dan pemerataan industri, pembangunan sumber daya industri, pembangunan sarana dan prasarana industri, pemberdayaan industri, perizinan industri, penumbuhan wirausaha, pelaksanaan fasilitasi industri, promosi industri dan jasa industri, serta kebijakan teknis pengembangan industri di bidang industri kecil dan industri menengah minuman dan bahan penyegar.

Dalam melaksanakan tugas tersebut, Subdirektorat Industri Kecil dan Menengah Minuman dan Bahan Penyegar menyelenggarakan fungsi:

(12)

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Dit. IKM Pangan, Barang dari kayu, dan Furnitur Tahun Anggaran 2017 Hal 5

a. Penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan penyebaran dan pemerataan industri ke seluruh wilayah pengembangan industri, penyiapan bahan pembangunan sumber daya manusia industri, pemanfaatan sumber daya alam, pengembangan dan pemanfaatan teknologi industri, kreativitas dan inovasi, serta sumber pembiayaan, penyiapan bahan pelaksanaan standardisasi dan pengolahan serta pemanfaatan sistem informasi, penyiapan bahan penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria serta bimbingan teknis dan supervisi perencanaan, perizinan, dan informasi industri, serta penyiapan bahan pelaksanaan pengawasan Standar Nasional Indonesia dan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia di bidang industri kecil dan industri menengah minuman dan bahan penyegar; dan

b. Penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan industri hijau, peningkatan penggunaan produk dalam negeri, dan penyiapan bahan kerja sama internasional, penyiapan bahan pengamanan dan penyelamatan industri, penyiapan bahan pelaksanaan promosi dan pemberian fasilitas industri, penyiapan bahan pelaksanaan pengawasan standar industri hijau, serta penyiapan bahan kebijakan teknis pengembangan industri di bidang industri kecil dan industri menengah minuman dan bahan penyegar.

Subdirektorat Industri Kecil dan Menengah Minuman dan Bahan Penyegar terdiri atas:

a. Seksi Sumber Daya Industri dan Sarana Prasarana Industri

Seksi Sumber Daya Industri dan Sarana Prasarana Industri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan penyebaran dan pemerataan industri ke seluruh wilayah pengembangan industri, penyiapan bahan pembangunan sumber daya manusia industri, pemanfaatan sumber daya alam, pengembangan dan pemanfaatan teknologi industri, kreativitas dan inovasi, serta sumber pembiayaan, penyiapan bahan pelaksanaan standardisasi dan pengolahan serta pemanfaatan sistem informasi, penyiapan bahan penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria serta bimbingan teknis dan supervisi perencanaan, perizinan, dan informasi industri, serta penyiapan bahan pelaksanaan pengawasan Standar Nasional Indonesia dan Standar Kompetensi Kerja Nasional

(13)

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Dit. IKM Pangan, Barang dari kayu, dan Furnitur Tahun Anggaran 2017 Hal 6

Indonesia di bidang industri kecil dan industri menengah minuman dan bahan penyegar.

b. Seksi Pemberdayaan Industri.

Seksi Pemberdayaan Industri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan industri hijau, peningkatan penggunaanproduk dalam negeri, dan penyiapan bahan kerja sama internasional, penyiapan bahan pengamanan dan penyelamatan industri, penyiapan bahan pelaksanaan promosi dan pemberian fasilitas industri, penyiapan bahan pelaksanaan pengawasan standar industri hijau, serta penyiapan bahan kebijakan teknis pengembangan industri di bidang industri kecil dan industri menengah minuman dan bahan penyegar.

4. Subdirektorat Industri Kecil dan Menengah Barang Dari Kayu dan Furnitur

Subdirektorat Industri Kecil dan Menengah Barang Dari Kayu dan Furnitur mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan penyebaran dan pemerataan industri, pembangunan sumber daya industri, pembangunan sarana dan prasarana industri, pemberdayaan industri, perizinan industri, penumbuhan wirausaha, pelaksanaan fasilitasi industri, promosi industri dan jasa industri, serta kebijakan teknis pengembangan industri di bidang industri kecil dan industri menengah barang dari kayu dan furnitur.

Dalam melaksanakan tugas tersebut, Subdirektorat Industri Kecil dan Menengah Barang Dari Kayu dan Furnitur menyelenggarakan fungsi:

a. Penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan penyebaran dan pemerataan industri ke seluruh wilayah pengembangan industri, penyiapan bahan pembangunan sumber daya manusia industri, pemanfaatan sumber daya alam, pengembangan dan pemanfaatan teknologi industri, kreativitas dan inovasi, serta sumber pembiayaan, penyiapan bahan pelaksanaan standardisasi dan pengolahan serta pemanfaatan sistem informasi, penyiapan bahan penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria serta bimbingan teknis dan supervisi perencanaan,perizinan, dan informasi industri, sert bahan pelaksanaan

(14)

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Dit. IKM Pangan, Barang dari kayu, dan Furnitur Tahun Anggaran 2017 Hal 7

pengawasan Stand Indonesia dan Standar Kompetensi Ke Indonesia di bidang industri kecil dan menengah barang dari kayu dan furnitur; dan

b. Penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan industri hijau, peningkatan penggunaan produk dalam negeri, dan penyiapan bahan kerja sama internasional, penyiapan bahan pengamanan dan penyelamatan industri, penyiapan bahan pelaksanaan promosi dan pemberian fasilitas industri, penyiapan bahan pelaksanaan pengawasan standar industri hijau, serta penyiapan bahan kebijakan teknis pengembangan industri di bidang industri kecil dan industri menengah barang dari kayu dan furnitur.

Subdirektorat Industri Kecil dan Menengah Barang Dari Kayu dan Furnitur terdiri atas:

a. Seksi Sumber Daya Industri dan Sarana Prasarana Industri; dan

Seksi Sumber Daya Industri dan Sarana Prasarana Industri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan penyebaran dan pemerataan industri ke seluruh wilayah pengembangan industri, penyiapan bahan pembangunan sumber daya manusia industri, pemanfaatan sumber daya alam, pengembangan dan pemanfaatan teknologi industri, kreativitas dan inovasi, serta sumber pembiayaan, penyiapan bahan pelaksanaan standardisasi dan pengolahan serta pemanfaatan sistem informasi, penyiapan bahan penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria serta bimbingan teknis dan supervisi perencanaan, perizinan, dan informasi industri, serta penyiapan bahan pelaksanaan pengawasan Standar Nasional Indonesia dan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia di bidang industri kecil dan industri menengah barang dari kayu dan furnitur.

b. Seksi Pemberdayaan Industri.

Seksi Pemberdayaan Industri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan industri hijau, peningkatan penggunaan produk dalam negeri, dan penyiapan bahan kerja sama internasional, penyiapan bahan pengamanan dan penyelamatan industri, penyiapan bahan pelaksanaan promosi dan pemberian fasilitas industri, penyiapan bahan pelaksanaan pengawasan standar industri hijau, serta penyiapan bahan kebijakan teknis pengembangan

(15)

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Dit. IKM Pangan, Barang dari kayu, dan Furnitur Tahun Anggaran 2017 Hal 8

industri di bidang industri kecil dan industri menengah barang dari kayu dan furnitur.

5. Subbagian Tata Usaha

Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat.

B. Peran Strategis Organisasi Direktorat IKM PBKF

Direktorat Jenderal Industri Kecil dan Menengah (IKM) memiliki peran strategis dalam pembangunan ekonomi nasional yaitu:

1. Merevitalisasi sektor IKM dan meningkatkan peran sektor IKM dalam perekonomian nasional;

2. Membangun struktur industri dalam negeri yang sesuai dengan prioritas nasional dan kompetensi daerah;

3. Meningkatkan kemampuan IKM agar terkait dan lebih seimbang dengan kemampuan industri skala besar;

4. Mendorong pertumbuhan IKM di Luar Jawa; dan

5. Mendorong sinergi kebijakan berbagai sektor dalam mendukung pembangunan industri nasional.

Sebagai bagian dari Direktorat Jenderal IKM, Direktorat IKM Pangan, Barang dari Kayu dan Furnitur (PBKF) berperan sebagai pembina industri, khususnya terkait dengan komoditi Pangan, Barang dari Kayu dan Furnitur. Direktorat IKM PBKF mempunyai peran startegis dalam penyebaran dan pemerataan industri, pembangunan sumber daya industri, pemberdayaan industri, perizinan industri, penumbuhan wirausaha, pelaksanaan fasilitasi industri, promosi industri dan jasa industri serta membantu peningkatan ekonomi daerah melalui peningkatan ekonomi para pelaku IKM khususnya IKM yang bergerak di bidang Pangan, Barang dari Kayu dan Furnitur

Fokus pembinaan pada Direktorat IKM PBKF diarahkan pada penumbuhan wirausaha baru berdasarkan pada kompetensi masing-masing daerah. Dengan demikian pengembangan industri kecil dan menengah di daerah khususnya industri potensial dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah, dan sekaligus

(16)

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Dit. IKM Pangan, Barang dari kayu, dan Furnitur Tahun Anggaran 2017 Hal 9

kemakmuran daerah serta pemerataan pertumbuhan industri sehingga daerah akan memiliki daya saing yang lebih tinggi.

IKM mempunyai peranan penting dalam mewujudkan tujuan pembangunan suatu negara sekaligus sebagai sektor yang mampu diandalkan untuk mendukung ketahanan ekonomi. Namun dibalik potensi yang dimiliki IKM juga masih dihadapkan pada berbagai permasalahan antara lain:

a. Rendahnya tingkat pendidikan, keterampilan dan produktivitas tenaga kerja

b. Lemahnya penguasaan teknologi menyebabkan daya saing IKM lemah dalam menghadapi persaingan

c. Masih banyak IKM yang belum menerapkan standar industri hijau dalam kegiatan produksinya

d. Konsep pemasaran yang masih terfokus pada produksi belum memperhatikan keinginan pasar baik dari segi kualitas maupun disain produk

e. Semakin derasnya arus impor produk yang berpotensi mengancam IKM

f. Masih tingginya ketergantungan IKM terhadap impor bahan baku, barang modal dan bahan penolong

Dalam rangka pembinaan dan pengembangan IKM, Direktorat IKM Pangan, Barang dari Kayu dan Furnitur melaksanakan Kegiatan Penyebaran dan Pengembangan Industri Kecil dan Menengah Pangan, Barang dari Kayu dan Furnitur dengan 7 (tujuh) output, yaitu Fasilitasi Peningkatan Kemampuan Sentra, Fasilitasi Pembangunan Wirausaha Industri, Fasilitasi Bantuan Informasi Pasar, Promosi Dan Pameran IKM, Fasilitasi Pengembangan Produk IKM, Restrukturisasi Mesin/Peralatan IKM, Fasilitasi Peningkatan Kemampuan UPT dan Layanan Internal. Hal tersebut berkaitan dengan peran penting Direktorat Industri Kecil dan Menengah Pangan, Barang dari Kayu dan Furnitur dalam rangka menumbuhkembangkan IKM yang berdaya saing global.

Pembinaan diimplementasikan melalui program-program aksi dan kegiatan-kegiatan sesuai dengan rencana strategis Direktorat Industri Kecil dan Menengah PBKF tahun 2015 - 2019. Laporan akuntabilitas kinerja Direktorat IKM PBKF tahun 2017 serta dan Rencana Strategis Program kegiatan Direktorat IKM PBKF tahun 2017 mengalami perubahan dari tahun sebelumnya, dari pendekatan berbasis per wilayah menjadi per komoditas. Direktorat IKM PBKF sebelumnya merupakan hasil reorganisasi dari Direktorat IKM Wilayah I. Laporan Akuntabilitas Kinerja Direktorat IKM PBKF ini

(17)

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Dit. IKM Pangan, Barang dari kayu, dan Furnitur Tahun Anggaran 2017 Hal 10

disusun dalam rangka memberikan informasi kinerja yang telah dan seharusnya dicapai oleh Direktorat IKM PBKF dan sebagai upaya perbaikan bagi instansi pemerintah untuk meningkatkan kinerjanya.

C. Struktur Organisasi Direktorat IKM PBKF

Direktorat IKM Pangan, Barang dari Kayu dan Furnitur terdiri dari Subdirektorat Program Pengembangan Industri Kecil dan Menengah Pangan, Barang Dari Kayu, dan Furnitur, Subdirektorat Industri Kecil dan Menengah Makanan; Subdirektorat Industri Kecil dan Menengah Minuman dan Bahan Penyegar; Subdirektorat Industri Kecil dan Menengah Barang Dari Kayu dan Furnitur; dan Subbagian Tata Usaha

(18)

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Dit. IKM Pangan, Barang dari kayu, dan Furnitur Tahun Anggaran 2017 Hal 11

BAB II

PERENCANAAN KINERJA A. Rencana Strategis Direktorat IKM PBKF

1. Visi dan Misi Direktorat IKM PBKF

Dalam rangka memberikan arah dan sasaran yang jelas serta sebagai pedoman dan tolok ukur kinerja pelaksanan pembangunan industri selama kurun waktu 5 (lima) tahun, Direktorat Jenderal Industri Kecil dan Menengah telah menyusun dan merumuskan Rencana Strategis (Renstra) tahun 2015-2019. Renstra ini berfungsi sebagai dasar acuan penyusunan kebijakan, program dan kegiatan serta sebagai pedoman dan pengendalian kinerja dalam pelaksanaan program dan kegiatan Direktorat Jenderal Industri Kecil dan Menengah dalam pencapaian visi dan misi serta tujuan organisasi pada periode tahun 2015-2019.

Renstra Direktorat Jenderal Industri Kecil dan Menengah 2015-2019 pada hakekatnya merupakan pernyataan komitmen bersama mengenai upaya terencana dan sistematis untuk meningkatkan kinerja serta cara pencapaiannya melalui pembinaan dan pengembangan terhadap industri kecil dan menengah sesuai dengan arah kebijakan pembangunan industri nasional yang termaktub dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2005-2025 dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019.

Renstra Direktorat IKM Pangan, Barang dari Kayu dan Furnitur merupakan penjabaran dari Renstra Direktorat Jenderal Industri Kecil dan Menengah tahun 2015-2019, yang menggambarkan implementasi dari tugas dan fungsi Direktorat IKM Pangan, Barang dari Kayu dan Furnitur dan langkah strategis dari kebijakan, tujuan, sasaran dan rencana aksi pembinaan yang ingin dicapai, meliputi kebijakan pengembangan program, standardisasi dan teknologi, iklim dan kelembagaan usaha, sumber daya dan fasilitasi pembiayaan, promosi investasi dan pemasaran. Setiap kebijakan program merupakan rangkuman dari berbagai kegiatan yang diarahkan untuk mencapai sasaran yang telah ditetapkan dalam rangka mewujudkan visi dan misi Direktorat IKM Pangan, Barang dari Kayu dan Furnitur.

(19)

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Dit. IKM Pangan, Barang dari kayu, dan Furnitur Tahun Anggaran 2017 Hal 12

Berdasarkan analisis potensi, peluang dan tantangan yang dihadapi serta didukung oleh harapan stakeholder visi dan misi Direktorat IKM Pangan, Barang dari Kayu dan Furnitur untuk 5 (lima) tahun ke depan dirumuskan sebagai berikut.

Visi

Mewujudkan tumbuh dan berkembangnya industri kecil dan menengah Pangan, Barang Dari Kayu Dan Furniture yang berdaya saing.

Misi

 Meningkatnya pertumbuhan populasi industri kecil dan menengah pangan, barang dari kayu dan furniture.

 Meningkatnya daya saing produk industri kecil dan menengah pangan, barang dari kayu dan furniture.

Kemudian dengan mempertimbangkan potensi, kondisi spesifik dari objek binaan serta memperhitungkan peluang dan ancaman yang ada dan yang mungkin timbul, ditetapkanlah Tujuan Organisasi, Arah Kebijakan, Program Utama, serta Program dan Kegiatan Pokok Direktorat IKM Pangan, Barang dari Kayu dan Furnitur yang akan dilaksanakan agar tercapainya visi dan misi organisasi.

2. Tujuan Penumbuhan dan Pengembangan IKM PBKF

Untuk mewujudkan Visi dan melaksanakan Misi di atas, Direktorat Industri Kecil Menengah (IKM) PBKF menetapkan tujuan pembangunan IKM PBKF yang akan dicapai dalam 4 (empat) tahun ke depan yaitu Tumbuh Dan Berkembangnya IKM Pangan, Barang Dari Kayu dan Furniture Yang Berdaya Saing.

(20)

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Dit. IKM Pangan, Barang dari kayu, dan Furnitur Tahun Anggaran 2017 Hal 13

Gambar 2. Peta Strategis

PETA STRATEGIS DIREKTORAT IKM PANGAN BARANG DARI KAYU DAN FURNITURE 2016 – 2019

VISI : Tumbuh Dan Berkembangnya Industri Kecil Dan Menengah Pangan Barang Dari Kayu Dan Furniture Yang Berdaya Saing MISI: 1. Meningkatnya Populasi IKM Pangan Barang Dari Kayu Dan Furniture

2. Meningkatnya Daya Saing Produk IKM Pangan Barang Dari Kayu Dan Furnitur

Perspektif Pemangku Kepentingan Perspektif Proses Internal Perspektif Pembelajara n Organisasi Tumbuh Dan Berkembangnya IKM

PBKF Yang Berdaya Saing Meningkatnya Daya

Saing Produk IKM PBKF Meningkatnya Pertumbuhan Populasi IKM PBKF IKM PBKF Tersusunnya kebijakan pembangunan dan pemberdayaan Potensi IKM Pangan Barang Dari Kayu dan Furnitur.

Perumusan Kebijakan

1.Meningkatnya kemampuan sentra, unit pelayanan teknis 2.Meningkatnya kerjasama

dengan lembaga pendidikan, lembaga penelitian dan pengembangan serta asosiasi industri dan asosiasi profesi terkait

Penguatan Kapasitas Kelembagaan

1. Meningkatnya kompetensi SDM dan sertifikasi kompetensi 2. Terlaksananya fasilitasi bantuan dan bimbingan teknis 3. Terlaksananya fasilitasi bahan baku dan bahan penolong 4. Terlaksananya fasilitasi bantuan mesin dan peralatan 5. Terlaksananya fasilitasi pengembangan produk

6. Terlaksananya fasilitasi bantuan pencegahan pencemaran lingk hidup untuk mewujudkan industri hijau

7. Terlaksananya fasilitasi bantuan informasi pasar, promosi dan pemasaran.

8. Terlaksananya fasilitasi akses pembiayaan termasuk mengusahakan penyediaan modal awal bagi wirausaha baru.

9. Menguatnya keterkaitan dan hubungan kemitraan antara IKM dengan industri besar dan sektor ekonomi lainnya

10. Terlaksananya fasilitasi HKI terhadap IKM

11. Terlaksananya fasilitasi penerapan standar mutu produk bagi IKM

Pemberian Fasilitas

Melaksanakan monitoring dan evaluasi pembangunan dan pemberdayaan potensi IKM Pangan Barang Dari Kayu dan Furnitur

Pengendalian

tersedianya sistem perencanaan penganggaran yang berkualitas

1. Sistem pengendalian internal yang efektif

2. Sistem pelaporan yang handal

3. Monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan IKM Pangan Barang Dari Kayu dan Furnitur

(21)

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Dit. IKM Pangan, Barang dari kayu, dan Furnitur Tahun Anggaran 2017 Hal 14

3. Sasaran Pengembangan IKM PBKF

Keberhasilan Direktorat IKM PBKF diukur melalui dua indikator kinerja utama (IKU) :

1. IKU pertama : Tumbuhnya Populasi IKM Pangan Barang Dari Kayu dan Furnitur di Indonesia

2. IKU kedua : Meningkatkan IKM Pangan, Barang Dari Kayu dan Furniture Yang Berdaya Saing

4. Program/Kegiatan Direktorat IKM PBKF

Program yang dilakukan dalam rangka mencapai sasaran tersebut diatas meliputi :

a. Pemberian insentif kepada industri besar yang melibatkan IKM dalam rantai nilai industrinya

b. Meningkatkan akses IKM terhadap pembiayaan, termasuk fasilitasi pembentukan Pembiayaan Bersama (Modal Ventura) IKM.

c. Mendorong tumbuhnya kekuatan bersama sehingga terbentuk kekuatan kolektif untuk menciptakan skala ekonomis melalui standardisasi, procurement dan pemasaran bersama.

d. Perlindungan dan fasilitasi terhadap inovasi baru dengan mempermudah pengurusan hak kekayaan intelektual bagi kreasi baru yang diciptakan IKM.

e. Diseminasi informasi dan fasilitasi promosi dan pemasaran di pasar domestik dan ekspor.

f. Menghilangkan bias kebijakan yang menghambat dan mengurangi daya saing industri kecil.

g. Peningkatan kemampuan kelembagaan Sentra IKM dan Sentra Industri Kreatif, serta UPT, TPL, dan Konsultan IKM;

h. Kerjasama kelembagaan dengan lembaga pendidikan, dan lembaga penelitian dan pengembangan;

i. Kerjasama kelembagaan dengan Kamar Dagang dan Industri dan/atau asosiasi industri, serta asosiasi profesi.

j. Pemberian fasilitas bagi IKM yang mencakup:

(22)

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Dit. IKM Pangan, Barang dari kayu, dan Furnitur Tahun Anggaran 2017 Hal 15

2) Bantuan dan bimbingan teknis;

3) Bantuan bahan baku dan bahan penolong, serta mesin atau peralatan; 4) Pengembangan produk;

5) Bantuan pencegahan pencemaran lingkungan hidup untuk mewujudkan Industri Hijau;

6) Bantuan informasi pasar, promosi, dan pemasaran;

7) Penyediaan Kawasan Industri untuk IKM yang berpotensi mencemari lingkungan; dan/atau

8) Pengembangan dan penguatan keterkaitan dan hubungan kemitraan (link and match dengan stakeholder terkait).

5. Pengembangan Sentra IKM PBKF

Pengembangan Sentra IKM PBKF dilakukan pada setiap wilayah Kabupaten/Kota (minimal sebanyak satu sentra IKM, terutama di luar Pulau Jawa) yang dapat berada di dalam atau di luar kawasan industri. Bagi kabupaten/kota yang tidak memungkinkan dibangun kawasan industri karena tidak layak secara teknis dan ekonomis, maka pembangunan industri dilakukan melalui pengembangan Sentra IKM PBKF yang perlu diarahkan baik untuk mendukung industri besar sehingga perlu dikaitkan dengan pengembangan WPPI, maupun sentra IKM PBKF yang mandiri yang menghasilkan nilai tambah serta menyerap tenaga kerja. Program pengembangan sentra IKM tahun 2015 – 2019 adalah sebagai berikut:

1. Survey dan pemetaan potensi pembangunan sentra IKM 2. Penyusunan rencana pembangunan sentra IKM

3. Pembentukan kelembagaan sentra IKM oleh pemerintah kabupaten/kota

4. Pengadaan tanah oleh Pemerintah Kabupaten/Kota untuk pembangunan sentra IKM

5. Pembangunan infrastrastruktur untuk mendukung sentra IKM 6. Pembangunan sentra IKM

7. Revitalisasi sentra IKM

(23)

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Dit. IKM Pangan, Barang dari kayu, dan Furnitur Tahun Anggaran 2017 Hal 16

6. Strategi Pengembangan IKM PBKF

Program Penumbuhan dan Pengembangan Industri Kecil dan Menengah bertujuan untuk meningkatkan daya saing IKM, menumbuhkan populasi IKM, perluasan kesempatan kerja, serta pemerataan pembangunan industri. Secara struktural kebijakan pengembangan IKM akan diimplementasikan dengan memperhatikan dan mempertimbangkan kondisi daerah. Adapun dalam rangka mewujudkan tujuan pembangunan industri nasional, upaya pengembangan IKM PBKF perlu terus dilakukan melalui strategi pembangunan berikut:

a. Pemanfaatan sumber daya industri (SDA)

Indonesia memiliki sumber bahan baku nasional yang sangat potensial, namun secara alamiah berada pada lokasi yang tersebar. Pemanfaatan sumber daya tersebut akan efisien jika dilakukan pada skala ekonomi tertentu (umumnya skala menengah dan besar) yang seringkali memerlukan sarana dan prasarana yang memadai. Seiring dengan pembangunan sarana dan prasarana yang diperlukan, sesuai dengan skala operasinya, IKM PBKF dapat berperan signifikan sebagai pionir dengan melakukan pengolahan yang memberikan nilai tambah pada bahan baku tersebut.

b. Penyerapan tenaga kerja (SDM)

Sebagaimana diketahui bahwa IKM PBKF memiliki potensi dalam penyerapan tenaga kerja karena umumnya IKM PBKF merupakan industri padat karya. Melalui dukungan sederhana pada sentra IKM PBKF, penyiapan operasi IKM baru dan pengembangan IKM yang ada dapat dilakukan relatif lebih mudah dibanding industri besar sehingga berpotensi membuka lapangan kerja yang lebih luas dalam waktu yang relatif singkat. Namun, upaya ini perlu diikuti dengan peningkatan kompetensi tenaga kerja IKM PBKF secara langsung melalui berlatih sambil bekerja (on the job training), baik dalam aspek manajerial maupun aspek teknis, yang akan berpengaruh terhadap peningkatan daya saing IKM PBKF.

c. Pemanfaatan teknologi, inovasi dan kreativitas

Teknologi dikembangkan dalam berbagai tingkatan, dari yang sederhana sampai yang canggih. Berbagai teknologi sederhana, terbukti mampu memberikan manfaat yang besar pada aplikasi di industri yang memiliki

(24)

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Dit. IKM Pangan, Barang dari kayu, dan Furnitur Tahun Anggaran 2017 Hal 17

sumber daya (bahan baku, pemodalan, dan tenaga kerja) yang terbatas namun memiliki tingkat inovasi dan kreativitas yang tinggi. Pemanfaatan teknologi yang disertasi inovasi dan kreativitas sesuai dengan karakteristik IKM PBKF yang memiliki tingkat fleksibilitas yang tinggi. Selain itu, strategi pengembangan IKM PBKF juga mendorong tersedianya ruang dan wilayah untuk masyarakat dalam berkreativitas dan berinovasi. Dengan cara tersebut, IKM mampu menghasillkan produk dengan biaya yang relatif rendah namun dengan kualitas yang memadai sehingga dapat memperluas pasarnya.

d. Sumber pembiayaan

Salah satu aspek yang dapat membantu IKM PBKF untuk meningkatkan produktivitas IKM PBKF yaitu dari segi financial, yaitu sumber pembiayaan yang dipermudah untuk IKM-IKM yang sudah eksisting ataupun baru

7. Kebijakan Penumbuhan dan Pengembangan IKM PBKF

Dalam Rencana Pembangunan Industri Nasional serta memperhatikan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) tahun 2009 telah ditentukan 10 industri prioritas yang akan dikembangkan tahun 2015 - 2019. Kesepuluh industri prioritas tersebut dikelompokkan kedalam 6 (enam) industri andalan, 1 (satu) industri pendukung, dan 3 (tiga) industri hulu dengan rincian sebagai berikut:

Industri Pangan;

 Industri Farmasi, Kosmetik dan Alat Kesehatan;

 Industri Tekstil, Kulit, Alas Kaki dan Aneka;

 Industri Alat Transportasi;

 Industri Elektronika dan Telematika (ICT);

 Industri Pembangkit Energi;

 Industri Barang Modal, Komponen, dan Bahan Penolong;

Industri Hulu Pangan, Barang dari kayu dan Furnitur;

 Industri Logam Dasar dan Bahan Galian Bukan Logam; dan

 Industri Kimia Dasar (Hulu dan Antara).

Pembangunan industri prioritas periode tahun 2015-2019 dilaksanakan dengan mengacu pada rencana aksi yang telah diamanatkan oleh Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional. Didalam ke sepuluh industri prioritas tersebut

(25)

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Dit. IKM Pangan, Barang dari kayu, dan Furnitur Tahun Anggaran 2017 Hal 18

telah termasuk IKM, namun demikian kebijakan yang berpihak kepada IKM tidak hanya ditujukan kepada industri prioritas dimaksud, tetapi juga ditujukan pada industri-industri seperti IKM kerajinan dan barang seni, gerabah/keramik hias, batu mulia dan perhiasan, serta tenun/kain tradisional.

Untuk meningkatkan peran Industri Kecil dan Menengah, selain langkah-langkah strategis untuk mendorong pertumbuhan sektor industri secara keseluruhan, juga akan diberlakukan berbagai langkah kebijakan yang berpihak kepada IKM, yang antara lain meliputi:

 Dalam rangka keberpihakan terhadap Industri Kecil dan Menengah dalam negeri ditetapkan bahwa Industri Kecil hanya dapat dimiliki oleh warga negara Indonesia, Industri yang memiliki keunikan dan merupakan warisan budaya bangsa hanya dapat dimiliki oleh warga negara Indonesia, dan industri menengah tertentu dicadangkan untuk dimiliki oleh warga negara Indonesia.

 Dalam rangka penguatan struktur industri nasional, peran IKM perlu ditingkatkan secara signifikan dalam rantai suplai industri prioritas.

 Dalam upaya meningkatkan pembangunan dan pemberdayaan IKM, Pemerintah dan/atau Pemerintah Daerah melakukan perumusan kebijakan, penguatan kapasitas kelembagaan, dan pemberian fasilitas bagi IKM.

B. Perjanjian Kinerja Tahun 2017

Perjanjian Kinerja merupakan penjabaran lebih lanjut dari Renstra untuk suatu tahun tertentu, ditetapkan pada awal setiap tahun anggaran dan sebagai suatu kesepakatan kinerja yang akan diwujudkan oleh suatu organisasi. Perjanjian Kinerja adalah dokumen yang berisikan penugasan dari Direktur Jenderal IKM kepada Direktur IKM Pangan, Barang dari Kayu dan Furnitur untuk melaksanakan program/kegiatan yang disertai dengan indikator kinerja. Perjanjian Kinerja memuat standar pengukuran dan evaluasi keberhasilan dalam melaksanakan kegiatan organisasi.

(26)

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Dit. IKM Pangan, Barang dari kayu, dan Furnitur Tahun Anggaran 2017 Hal 19

1. Maksud dan Tujuan

a.Maksud

Perjanjian Kinerja disusun untuk memenuhi amanat dari Undang-undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara, Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah, dan Peraturam Presiden Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 2015 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi. Maksud penyusunan Perjanjian Kinerja adalah untuk menetapkan target yang harus dicapai, sebagai acuan untuk pengukuran kinerja, serta membantu proses monitoring dan evaluasi dalam penyusunan Laporan Kinerja.

b. Tujuan

Tujuan penyusunan Perjanjian Kinerja adalah mengintegrasikan sasaran yang ingin dicapai dan kegiatan yang akan dilaksanakan agar penyelenggaraan pembangunan IKM dapat mencapai tujuan yang ditetapkan.

2. Sasaran Strategis

Sesuai dengan Rencana Strategis Direktorat IKM Pangan, Barang dari Kayu dan Furnitur Tahun 2015-2019, terdapat 12 sasaran strategis yang akan dicapai pada tahun 2017 yaitu :

a. Perspektif Pemangku Kepentingan / Stakeholder (S)

1) Meningkatnya pertumbuhan populasi sektor IKM;

2) Meningkatnya daya saing dan produktivitas sektor industri b. Perspektif Proses Pelaksanaan Tugas Pokok (T)

1) Meningkatnya Kemampuan sentra, Unit Pelayanan Teknis, Tenaga Penyuluh Lapangan serta Konsultan Industri Kecil dan Menengah;

2) Meningkatnya kerjasama dengan Lembaga Pendidikan, Lembaga Penelitian dan Pengembangan serta asosiasi industri dan asosiasi profesi terkait;

3) Meningkatnya kompetensi SDM dan sertifikasi Kompetensi; 4) Terfasilitasinya bantuan bimbingan teknis;

5) Kemudahan dalam akses bahan baku dan penolong; 6) Fasilitasi bantuan mesin/peralatan;

(27)

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Dit. IKM Pangan, Barang dari kayu, dan Furnitur Tahun Anggaran 2017 Hal 20

8) Bantuan pencegahan pencemaran lingkungan; 9) Peningkatan segmen dan perluasan pasar;

10) Menguatnya keterkaitan dan hubungan kemitraan antara IKM dengan Industri Besar dan sektor ekonomi lainnya

3. Indikator Kinerja Sasaran Strategis

Dalam rangka mengukur tingkat pencapaian suatu sasaran yang telah ditetapkan pada tahun 2017, dibutuhkan indikator kinerja sasaran strategis yang merupakan ukuran kuantitatif dan/atau kualitatif yang menggambarkan tingkat pencapaian sasaran strategis yang telah ditetapkan. Indikator kinerja sasaran strategis untuk masing-masing sasaran strategis dapat dilihat pada Tabel 2. Perjanjian Kinerja Direktorat IKM Pangan, Barang dari Kayu dan Furnitur Tahun 2017.

Tabel 1. Perjanjian Kinerja Ditjen IKM PBKF Tahun 2017

No. Sasaran Strategis Indikator Kinerja Target

Perspektif Pemangku Kepentingan / Stakeholder (S)

1 Meningkatnya pertumbuhan populasi

sektor IKM Jumlah Wirausaha Industri Kecil Baru 880 orang 2 Meningkatnya daya saing dan

produktivitas sektor industri Jumlah Sentra IKM yang Direvitalisasi 10 Sentra

Perspektif Proses Pelaksanaan Tugas Pokok (T)

Tersusunnya arah pembangunan IKM Jumlah rencana pembangunan IKM 1 dokumen 1 Meningkatnya Kemampuan sentra, Unit

Pelayanan Teknis, Tenaga Penyuluh Lapangan serta Konsultan Industri Kecil dan Menengah

Jumlah Unit Pelayanan Teknis (UPT) 3 UPT

2 Meningkatnya kerjasama dengan Lembaga Pendidikan, Lembaga Penelitian dan Pengembangan serta asosiasi industri dan asosiasi profesi terkait

Jumlah kerjasama 1 kerjasama

3 Meningkatnya kompetensi SDM dan

sertifikasi Kompetensi Jumlah IKM yang memperoleh sertifikat kompetensi 5 IKM 4 Terfasilitasinya bantuan bimbingan

teknis Jumlah IKM yang mendapat bimbingan teknis 120 IKM 5 Kemudahan dalam akses bahan baku

dan penolong Jumlah IKM yang mendapat fasilitasi akses bahan baku dan penolong 10 IKM 6 Fasilitasi bantuan mesin/peralatan Jumlah IKM yang mendapat fasilitasi

bantuan mesin/peralatan dan program Restrukturisasi Mesin/Peralatan IKM

65 IKM

7 Peningkatan pengembangan produk Jumlah IKM yang mendapat fasilitasi

pengembangan produk 35 IKM 8 Bantuan pencegahan pencemaran

lingkungan Jumlah IKM yang mendapatkan bimbingan teknis pencegahan pencemaran lingkungan

(28)

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Dit. IKM Pangan, Barang dari kayu, dan Furnitur Tahun Anggaran 2017 Hal 21

No. Sasaran Strategis Indikator Kinerja Target

9 Peningkatan segmen dan perluasan

pasar Jumlah IKM yang mendapat fasilitasi pameran/promosi 15 IKM 10 Menguatnya keterkaitan dan hubungan

kemitraan antara IKM dengan Industri Besar dan sektor ekonomi lainnya

Jumlah IKM yang mendapat fasilitasi 2 IKM

C. Rencana Anggaran Tahun 2017

Pada Tahun Anggaran 2017, Direktorat IKM Pangan, Barang dari Kayu dan Furnitur, Direktorat Jenderal IKM Kementerian Perindustrian mengelola Kegiatan Penumbuhan Dan Pengembangan Industri Kecil Dan Menengah Pangan, Barang Dari Kayu, Dan Furnitur dengan total pagu anggaran sebesar Rp. 47.000.000.000,-, setelah adanya perubahan alokasi anggaran pada bulan September 2017 pasca penghematan menjadi sebesar Rp. 46.235.479.000,- yang tertuang dalam DIPA Direktorat Industri Kecil dan Menengah Tahun Anggaran 2017. Rincian dari Rencana Anggaran Direktorat IKM Pangan, Barang dari Kayu dan Furnitur Tahun 2017 dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 2. Rencana Anggaran Ditjen IKM PBKF Tahun 2017

KODE OUTPUT / RINCIAN AKUN PAGU AWAL PENGHEMATAN PAGU SETELAH

9 Program Penumbuhan dan Pengembangan

Industri Kecil dan Menengah 47.000.000.000 46.235.479.000 1837 Penumbuhan Dan Pengembangan Industri

Kecil Dan Menengah Pangan, Barang Dari Kayu, Dan Furnitur

47.000.000.000 46.235.479.000

1837.015 Sentra Pangan, Barang Dari Kayu, Dan Furnitur Yang Mendapatkan Pelatihan Manajemen Dan Teknis Produksi, Penguatan Kelembagaan Dan Mesin/peralatan

4.066.167.000 3.566.159.000

1 Sentra Pangan, Barang Dari Kayu, Dan Furnitur Yang Mendapatkan Pelatihan Manajemen Dan Teknis Produksi, Penguatan Kelembagaan Dan Mesin/peralatan

4.066.167.000 3.566.159.000

51 Meningkatkan Kemampuan Sentra Ikm Makanan 1.263.372.000 1.146.464.000 52 Meningkatkan Kemampuan Sentra Ikm Minuman

Dan Bahan Penyegar 1.469.329.000 1.043.108.000

53 Meningkatkan Kemampuan Sentra Ikm Barang

Dari Kayu Dan Furnitur 1.333.466.000 1.376.587.000

1837.016 Wirausaha Industri Pangan, Barang Dari Kayu, Dan Furnitur Yang Telah Mendapatkan Pelatihan Kewirausahaan Dan Teknis

Produksi, Bantuan Start Up Capital

(29)

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Dit. IKM Pangan, Barang dari kayu, dan Furnitur Tahun Anggaran 2017 Hal 22

KODE OUTPUT / RINCIAN AKUN PAGU AWAL PENGHEMATAN PAGU SETELAH 1 Wirausaha Industri Pangan, Barang Dari

Kayu, Dan Furnitur Yang Telah Mendapatkan Pelatihan Kewirausahaan Dan Teknis

Produksi, Bantuan Start Up Capital

25.256.374.000 25.329.235.000

51 Membangun Wub Industri Kecil Makanan 7.882.394.000 18.097.101.000 52 Membangun Wub Industri Kecil Minuman Dan

Bahan Penyegar 8.503.086.000 4.330.344.000

53 Membangun Wub Industri Kecil Barang Dari

Kayu Dan Furnitur 8.161.807.000 2.212.503.000

54 Menumbuhkan Industri Menengah 303.755.000 300.255.000 55 Membangun Wirausaha Industri Berbasis

Pendidikan Formal (perguruan Tinggi) 405.332.000 389.032.000

1837.017 Ikm Pangan, Barang Dari Kayu, Dan Furnitur Yang Mendapatkan Partisipasi Pameran Ikm Dalam Dan Luar Negeri

3.031.981.000 2.697.605.000

1 Ikm Pangan, Barang Dari Kayu, Dan Furnitur Yang Mendapatkan Partisipasi Pameran Ikm Dalam Dan Luar Negeri

3.031.981.000 2.697.605.000

51 Memberi Bantuan Informasi Pasar, Promosi Dan

Pameran Ikm Makanan 816.668.000 582.386.000

52 Memberi Bantuan Informasi Pasar, Promosi Dan

Pameran Ikm Minuman Dan Bahan Peyegar 999.715.000 738.315.000 53 Memberi Bantuan Informasi Pasar, Promosi Dan

Pameran Ikm Barang Dari Kayu Dan Furnitur 1.215.598.000 1.376.904.000

1837.018 Ikm Pangan, Barang Dari Kayu, Dan Furnitur Yang Mendapatkan Penerapan Sertifikasi Produk Dan Penguatan Mesin/peralatan

3.176.342.000 2.915.329.000

1 Ikm Pangan, Barang Dari Kayu, Dan Furnitur Yang Mendapatkan Penerapan Sertifikasi Produk Dan Penguatan Mesin/peralatan

3.176.342.000 2.915.329.000

51 Memberi Bimbingan, Sertifikasi Produk Dan Kompetensi Dan Pengembangan Produk Ikm Makanan

1.302.546.000 1.366.900.000

52 Memberi Bimbingan, Sertifikasi Produk Dan Kompetensi Dan Pengembangan Produk Ikm Minuman Dan Bahan Penyegar

763.067.000 760.205.000

53 Memberi Bimbingan, Sertifikasi Produk Dan Kompetensi Dan Pengembangan Produk Ikm Barang Dari Kayu Dan Furnitur

1.110.729.000 788.224.000

1837.019 Ikm Pangan, Barang Dari Kayu, Dan Furnitur Yang Mengikuti Program Restrukturisasi Mesin/peralatan

5.344.145.000 5.344.145.000

1 Ikm Pangan, Barang Dari Kayu, Dan Furnitur Yang Mengikuti Program Restrukturisasi Mesin/peralatan

5.344.145.000 5.344.145.000

51 Merestrukturisasi Mesin/peralatan Ikm 5.344.145.000 5.344.145.000

1837.021 Upt Pangan, Barang Dari Kayu, Dan Furnitur Yang Mendapatkan Pelatihan Manajemen Dan Penguatan Mesin/peralatan

1.383.109.000 1.383.109.000

1 Upt Pangan, Barang Dari Kayu, Dan Furnitur Yang Mendapatkan Pelatihan Manajemen Dan Penguatan Mesin/peralatan

1.383.109.000 1.383.109.000

(30)

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Dit. IKM Pangan, Barang dari kayu, dan Furnitur Tahun Anggaran 2017 Hal 23

KODE OUTPUT / RINCIAN AKUN PAGU AWAL PENGHEMATAN PAGU SETELAH

52 Meningkatkan Kemampuan Upt Minuman Dan

Bahan Penyegar 655.400.000 655.400.000

53 Meningkatkan Kemampuan Upt Barang Dari

Kayu Dan Furnitur 335.860.000 335.860.000

1837.951 Layanan Internal (overhead) 4.433.882.000 4.691.897.000 1 Laporan Kegiatan/monev Pengembangan Ikm 1.659.309.000 1.587.390.000

51 Menyusun Laporan Kegiatan/monev

Pengembangan Ikm 1.659.309.000 1.587.390.000

2 Penyusunan Perencanaan Program 2.774.573.000 3.104.507.000

51 Menyusun Program Pembinaan Ikm Pangan,

Barang Dari Kayu Dan Furnitur 2.247.026.000 2.214.408.000 52 Menyusun Norma, Standar Dan Prosedur 527.547.000 890.099.000

1837.999 Output Cadangan 308.000.000 308.000.000

1 Jumlah Output Cadangan 308.000.000 308.000.000

51 Jumlah Output Cadangan 308.000.000 308.000.000

(31)

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Dit. IKM Pangan, Barang dari kayu, dan Furnitur Tahun Anggaran 2017 Hal 24

BAB III

AKUNTABILITAS KINERJA

Pada Tahun Anggaran 2017, Direktorat IKM Pangan, Barang dari Kayu dan Furnitur, Direktorat Jenderal IKM Kementerian Perindustrian mengelola Kegiatan Penumbuhan Dan Pengembangan Industri Kecil Dan Menengah Pangan, Barang Dari Kayu, Dan Furnitur dengan total pagu anggaran sebesar Rp. 47.000.000.000,-, setelah adanya perubahan alokasi anggaran pada bulan September 2017 pasca penghematan menjadi sebesar Rp. 46.235.479.000,-. Realisasi keuangan Tahun Anggaran 2017 sebesar Rp. 43.903.405.000,- atau 94.96 persen dari alokasi anggaran yang tersedia, dengan realisasi fisik sebesar 100% dimana seluruh kegiatan telah dilaksanakan.

Hasil yang telah dicapai berdasarkan target dari masing-masing output RKAKL yaitu sebagai berikut:

Tabel 3. Realisasi Berdasarkan Output RKAKLRealisasi Berdasarkan Output RKAKL

KODE OUTPUT/RINCIAN PAGU (Rp) OUTPUT TARGET REALISASI OUTPUT

1837.015 Sentra Pangan, Barang Dari Kayu, Dan Furnitur Yang Mendapatkan Pelatihan Manajemen Dan Teknis Produksi, Penguatan Kelembagaan Dan Mesin/peralatan

3,566,159,000 10 SENTRA 19 SENTRA

1837.016 Wirausaha Industri Pangan, Barang Dari Kayu, Dan Furnitur Yang Telah

Mendapatkan Pelatihan Kewirausahaan Dan Teknis Produksi, Bantuan Start Up Capital

25,329,235,000 800 WUB 1540 WUB

1837.017 IKM Pangan, Barang Dari Kayu, Dan Furnitur Yang Mendapatkan Partisipasi Pameran Ikm Dalam Dan Luar Negeri

2,697,605,000 15 IKM 96 IKM

1837.018 IKM Pangan, Barang Dari Kayu, Dan Furnitur Yang Mendapatkan Penerapan Sertifikasi Produk Dan Penguatan Mesin/peralatan

2,915,329,000 35 IKM 112 IKM

1837.019 IKM Pangan, Barang Dari Kayu, Dan Furnitur Yang Mengikuti Program Restrukturisasi Mesin/peralatan

5,344,145,000 65 IKM 21 IKM

1837.021 UPT Pangan, Barang Dari Kayu, Dan Furnitur Yang Mendapatkan Pelatihan Manajemen Dan Penguatan

Mesin/peralatan

(32)

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Dit. IKM Pangan, Barang dari kayu, dan Furnitur Tahun Anggaran 2017 Hal 25

KODE OUTPUT/RINCIAN PAGU (Rp) OUTPUT TARGET REALISASI OUTPUT

1837.951 Layanan Internal (overhead) 4,691,897,000 2 layanan 2 layanan

1837.999 Output Cadangan 308,000,000

Pencapaian Kinerja Direktorat IKM Pangan, Barang dari Kayu dan Furnitur pada tahun 2017 berdasarkan Perjanjian Kinerja mengalami perbedaan Sasaran Strategis dengan Perjanjian Kinerja tahun 2016 sebagai berikut :

(33)

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Dit. IKM Pangan, Barang dari kayu, dan Furnitur Tahun Anggaran 2017 Hal 26

Tabel 4. Pencapaian Kinerja Berdasarkan Perkin Tahun 2015, 2016 dan 2017

Kode

SS No. Sasaran Strategis Indikator Kinerja Sasaran Strategis (IKSS) Satuan

2017 2016 2015

Target Capaian % Capaian

% Perban dingan dgn 2017 Capaian % Perban dingan dgn 2017

Perspektif Pemangku Kepentingan / Stakeholder (S)

S1 1 Meningkatnya

pertumbuhan populasi sektor IKM

Jumlah Wirausaha Industri

Kecil Baru orang 880 1.540 175 1.157 133,10 2.359 65,28

S2 2 Meningkatnya daya saing dan produktivitas sektor industri

Jumlah sentra IKM yang

direvitalisasi sentra 10 19 190 14 135,71 22 86,36

Perspektif Proses Pelaksanaan Tugas Pokok (T)

Tersusunnya arah

pembangunan IKM Jumlah pembangunan IKM rencana dokumen 1 1 100 1 100 1 100 T.1 1 Meningkatnya

kemampuan sentra IKM, Unit Pelayanan Teknis, Tenaga Penyuluh Lapangan dan Konsultan Industri Kecil dan Menengah

Jumlah Unit Pelayanan

Teknis (UPT) UPT 3 4 133,33 0 0 13 30,76

T.2 2 Meningkatnya

kerjasama dengan lembaga pendidikan, lembaga penelitian dan pengembangan serta asosiasi industri dan asosiasi profesi terkait

Jumlah kerjasama kerjasam

a 1 1 100 1 100 0 0

T.3 3 Meningkatnya

kompetensi SDM dan sertifikasi Kompetensi

Jumlah IKM yang memperoleh sertifikat kompetensi

(34)

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Dit. IKM Pangan, Barang dari kayu, dan Furnitur Tahun Anggaran 2017 Hal 27

Kode

SS No. Sasaran Strategis Indikator Kinerja Sasaran Strategis (IKSS) Satuan

2017 2016 2015

Target Capaian % Capaian

% Perban dingan dgn 2017 Capaian % Perban dingan dgn 2017 T.4 4 Terfasilitasinya bantuan bimbingan teknis

Jumlah IKM yang mendapat

bimbingan teknis IKM 120 135 112,50 120 112,50 484 27,89

T.5 5 Kemudahan dalam akses bahan baku dan bahan penolong

Jumlah IKM yang mendapat fasilitasi akses bahan baku dan bahan penolong

IKM 10 27 270 30 90 0 0

T.6 6 Fasilitasi bantuan

mesin/ peralatan Jumlah IKM yang mendapat fasilitasi bantuan mesin/ peralatan dan program restrukturisasi

mesin/peralatan IKM

IKM 65 21 32,31 14 150 21 100

T.7 7 Peningkatan

pengembangan produk Jumlah IKM yang mendapat fasilitasi pengembangan IKM 35 112 320 299 37,46 333 33,63 T.8 8 Bantuan pencegahan

pencemaran lingkungan

Jumlah IKM yang mendapatkan bimbingan teknis pencegahan pencemaran lingkungan

IKM 1 2 200 1 200 0 0

T.9 9 Peningkatan segmen

dan perluasan pasar Jumlah IKM yang mendapat fasilitasi pameran/promosi IKM 15 96 640 14 685,71 68 141,1 T.10 10 Menguatnya

keterkaitan dan hubungan kemitraan antara IKM dengan Industri Besar dan sektor ekonomi lainnya

Jumlah IKM yang mendapat

(35)

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Dit. IKM Pangan, Barang dari kayu, dan Furnitur Tahun Anggaran 2017 Hal 28

Secara umum target IKSS tahun 2017 dapat tercapai, namun masih ada 1 (satu) target yang belum dapat tercapai serta 2 (dua) target yang mengalami penurunan bila dibandingkan dengan realisasi tahun 2016 yaitu:

1. Jumlah IKM yang mendapat fasilitasi akses bahan baku dan bahan penolong mengalami penurunan 10% dibanding tahun 2016, dimana jumlah capaian tahun 2016 sebesar 30 IKM pada tahun 2017 menjadi 27 IKM.

2. Jumlah IKM yang mendapat fasilitasi bantuan mesin/ peralatan dan program restrukturisasi mesin/peralatan IKM dengan target 65 IKM tidak mencapai target hanya mencapai 21 orang (32,31% dari target).

3. Jumlah IKM yang mendapat fasilitasi pengembangan produk mengalami penurunan 62,54% dibanding tahun 2016, dengan jumlah capaian tahun 2017 sebanyak 112 IKM sementara pada tahun 2016 sebanyak 299 IKM.

Apabila dibandingkan dengan capaian target tahun 2015, sebagian besar capaian di tahun 2017 mengalami penurunan. Hal ini dikarenakan penurunan total alokasi anggaran yang cukup signifikan dimana pada tahun 2015 anggaran kegiatan Penyebaran dan Pengembangan IKM Wilayah I sebesar Rp. 122.885.000.000,- sementara di tahun 2017 alokasi anggaran Kegiatan Penumbuhan Dan Pengembangan Industri Kecil Dan Menengah Pangan, Barang Dari Kayu, Dan Furnitur dengan total pagu anggaran sebesar Rp. 46.235.479.000,-.

A. Analisis Capaian Kinerja

Berdasarkan Perencanaan Kinerja Direktorat IKM Pangan, Barang dari Kayu dan Furnitur Tahun 2017 bahwa yang akan dicapai sebanyak 12 sasaran strategis yang diukur melalui 12 Indikator Kinerja Sasaran Strategis (IKSS). Dengan sasaran strategis dan indikator kinerja sasaran strategis yang telah ditetapkan serta dilakukan langkah-langkah operasional melalui pelaksanaan kegiatan.

1. Sasaran Strategis 1 : Meningkatnya pertumbuhan populasi sector IKM

Target IKSS : Jumlah Wirausaha Industri Kecil Baru sebanyak 880 orang. Capaian Kinerja :

(36)

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Dit. IKM Pangan, Barang dari kayu, dan Furnitur Tahun Anggaran 2017 Hal 29

Sasaran

Strategis IKSS Satuan

2017 2016 2015

Target Capaian % Capaian

% Perbandingan Capaian Capaian % Perbandingan Capaian Meningkat nya Jumlah Wirausaha Industri Baru Jumlah Wirausaha Industri Kecil Baru Orang 880 1.540 175 1.157 133,10 2.359 65,28

Jumlah Wirausaha Industri Kecil Baru tahun 2017 sebanyak 1.540 orang, dengan pencapaian melebihi target (175%), mengalami peningkatan dari tahun 2016 sebanyak 1.157 orang dengan perbandingan capaian 133,10%. Peningkatan capaian tersebut sejalan dengan penambahan alokasi anggaran Fasilitasi Pembangunan Wirausaha Industri Pangan, Barang dari Kayu dan Furnitur semula pada tahun 2016 senilai Rp. 11.446.976.000,- tahun 2017 menjadi Rp. 25.329.235.000,- dengan proporsi 54,78% dari total anggaran DIPA Direktorat IKM Pangan, Barang dari Kayu dan Furnitur tahun 2017. Capaian tahun 2017 menurun bila dibandingkan dengan tahun 2015 dengan perbandingan capaian 65,28%.

Data kegiatan Pelatihan Kewirausahaan IKM Pangan, Barang dari Kayu dan Furnitur tahun 2017 dapat dilihat pada tabel 5, sedangkan data kegiatan Fasilitasi Bantuan Mesin/Peralatan dalam kegiatan kewirausahaan pada tabel 6.

Tabel 5. Data Kegiatan Pelatihan Kewirausahaan IKM PBKF Tahun 2017

No. Kegiatan Lokasi Kegiatan Pelaksanaan Waktu Jumlah IKM

1 Bimbingan Dan Pelatihan Ikm Kopi Di Jakarta Jakarta 2 - 4 Maret 2017 10 IKM

2 Bimbingan Teknis Produksi Industri Kecil Kopi di Timika Kota Timika, Papua 30 Maret - 2 April 2017 15 IKM

3

Bimbingan Teknis Produksi Diversifikasi Produk IKM Barang dari Kayu dan Furniture di Kawasan Perbatasan dan daerah Tertinggal (Kalbar)

Kab. Sambas,

(37)

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Dit. IKM Pangan, Barang dari kayu, dan Furnitur Tahun Anggaran 2017 Hal 30

No. Kegiatan Lokasi Kegiatan Pelaksanaan Waktu Jumlah IKM

4

Bimbingan Teknis Produksi dan Kewirausahaan IKM Makanan Olahan berbasis Perikanan di Nunukan

Kab. Nunukan,

Kalimantan Utara 19 - 23 Mei 2017 20 IKM

5 Bimtek Manajemen Kewirausahaan Bagi Ikm Pangan Di Kab. Sragen

Kab. Sragen, Jawa

Tengah 5 - 9 Juni 2017 20 IKM

6 Bimtek Ikm Produksi Meubel Di Kab. Banyumas Kab. Banyumas, Jawa Tengah 5 - 9 Jun 2017 30 IKM

7 Bimtek Ikm Pengolahan Hasil Laut Di Kab. Cilacap Kab. Cilacap, Jawa Tengah 6 - 10 Jun 2017 30 IKM

8

Bimbingan Teknis Produksi Dan Kewirausahaan Ikm Minuman Dan Bahan Penyegar Di Denpasar

Kota Denpasar, Bali 9 - 13 Juni 2017 20 IKM

9

Bimbingan Teknis Ikm Pengolahan Gula Aren dan Produk Olahan Pangan Kab. Karangasem

Kab. Karangasem,

Bali 17 Juni 2017 20 IKM

10 Bimbingan Teknis Wirausaha Ikm Pangan Di Kab. Klaten Kab. Klaten, Jateng 19 - 23 Jun 2017 20 IKM

11

Bimbingan Teknis Produksi Dan Kewirausahaan Bagi Ikm Kue Dan Pastry Modern Di Jakarta Selatan

Kota Jakarta

Selatan 11 - 15 Juli 2017 25 IKM

12

Bimbingan Teknis Produksi Dan Kewirausahaan Bagi Ikm Minuman Ringan Di Jakarta Pusat

Kota Jakarta Pusat 11 - 15 Juli 2017 25 IKM

13 Bimbingan Kewirausahaan dan Teknis Produksi Industri Kecil Kopi Robusta di Lampung

Kab. Tanggamus,

Lampung 12 - 14 Juli 2017 15 IKM

14 Bimbingan Teknis Wirausaha Ikm Makanan Ringan Di Kab. Bandung

Kab. Bandung,

Jawa Barat 17 - 21 Jul 2017 20 IKM

15 Bimbingan Teknis Wirausaha Ikm Furniture Di Kab. Bandung Kab. Bandung, Jawa Barat 17 - 21 Jul 2017 20 IKM

16 Bimbingan Teknis Wirausaha Ikm Olahan Pangan Di Kab. Cianjur

Kab. Cianjur, Jawa

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :