• Tidak ada hasil yang ditemukan

9d2da30a119d32290116edffa88fb320

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "9d2da30a119d32290116edffa88fb320"

Copied!
1
0
0

Teks penuh

(1)

Hal 1 MINNA PADI INVESTAMA SEKURITAS

Hal 1 MINNA PADI INVESTAMA SEKURITAS

DEFINISI

BMI berarti PT Bank Muamalat Indonesia Tbk.

HMETD berarti singkatan dari Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu, yaitu hak yang melekat pada Saham Lama Perusahaan yang memberikan kesempatan kepada pemegang saham Perusahaan untuk membeli Saham Baru Perusahaan sebelum ditawarkan kepada pihak lain.

KJPP berarti Kantor Jasa Penilai Publik Ihot Dollar, penilai independen yang terdaftar di OJK yang memberikan pendapat kewajaran atas Transaksi.

OJK berarti Otoritas Jasa Keuangan, lembaga yang independen dan bebas dari campur tangan pihak lain, yang mempunyai fungsi, tugas, dan wewenang pengaturan, pengawasan, pemeriksaan, dan penyidikan di sektor Pasar Modal, Perasuransian, Dana Pensiun, Lembaga Pembiayaan dan Lembaga Jasa Keuangan lainnya sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang No. 21 Tahun 2011 tanggal 22 November 2011 (tentang Otoritas Jasa Keuangan yang merupakan badan pengganti Bapepam-LK yang mulai berlaku sejak tanggal 31 Desember 2012).

Peraturan IX.E.1 berarti Peraturan No.IX.E.1, Lampiran Keputusan Ketua Bapepam-LK No.Kep-412/BL/2009 tanggal

25 November 2009 tentang Transaksi Ailiasi dan

Benturan Kepentingan Transaksi Tertentu.

Peraturan IX.E.2 berarti Peraturan No.IX.E.2, Lampiran Keputusan Ketua Bapepam-LK No.Kep-614/BL/2011 tanggal 28 November 2011 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha Utama.

POJK No.32/2015 berarti Peraturan OJK No.32/POJK.04/2015 tanggal 16 Desember 2015 tentang Penambahan Modal Perusahaan Terbuka dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu.

Perseroan berarti PT Minna Padi Investama Sekuritas Tbk., berkedudukan di Jakarta Selatan, suatu perseroan terbatas terbuka yang sahamnya tercatat pada Bursa Efek Indonesia, yang didirikan dan dijalankan berdasarkan hukum negara Republik Indonesia.

RUPSLB berarti rapat umum pemegang saham luar biasa.

UU Perseroan Terbatas berarti Undang-Undang No.40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas.

TANGGAL-TANGGAL PENTING SEHUBUNGAN DENGAN

RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM LUAR BIASA

PERSEROAN

No Kegiatan Tanggal

1. • Iklan Pemberitahuan Rapat; dan

• Keterbukaan Informasi Transaksi Material

melalui Surat Kabar, Website Bursa Efek Indonesia dan Website Perseroan.

16 Oktober 2017

2. Daftar Pemegang Saham (Recording Date) yang berhak hadir dalam Rapat 30 Oktober 2017

3. Iklan Panggilan Rapat melalui Surat Kabar 31 Oktober 2017

4. RUPS-LB 22 November 2017

I. PENDAHULUAN

Keterbukaan Informasi ini dibuat sehubungan dengan Rencana Perseroan untuk melakukan investasi pada BMI dalam rangka penawaran umum HMETD oleh BMI senilai Rp4.500.000.000,- (empat triliun lima ratus miliar Rupiah).

Total ekuitas Perseroan per 30 Juni 2017 adalah sebesar Rp465.184.803.162,- (empat ratus enam puluh lima miliar seratus delapan puluh empat juta delapan ratus tiga ribu seratus enam puluh dua Rupiah), sehingga transaksi tersebut lebih dari 50% ekuitas Perseroan. Oleh karenanya merupakan Transaksi Material yang memerlukan persetujuan dari Pemegang Saham sebagaimana diatur dalam Peraturan IX. E.2 dimana nilai transaksi tersebut telah melebihi 50% (lima puluh persen) dari ekuitas Perseroan.

Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan, baik bersama-sama maupun masing-masing menyatakan bahwa transaksi ini tidak mengandung benturan kepentingan sebagaimana dimaksud dalam Peraturan IX.E.1.

Direksi Perseroan mengumumkan Keterbukaan Informasi ini dengan maksud untuk memberikan informasi atau gambaran yang lebih lengkap kepada Para Pemegang Saham Perseroan mengenai transaksi yang akan dilakukan Perseroan. Sesuai dengan peraturan perundang-undangan dibidang Perbankan, Perseroan akan menjalankan uji kemampuan dan kepatutan sebagai calon pemegang saham BMI.

II. URAIAN MENGENAI TRANSAKSI

A. Pertimbangan dan Alasan

Perseroan berencana mengembangkan kegiatan usahanya dan melihat peluang yang ada saat ini. Guna pengembangan usaha tersebut Peseroan akan memperoleh dana dari pemegang saham. Saat ini peluang yang dimiliki Perseroan terdapat pada sektor keuangan dan khususnya perbankan yang menjalankan usahanya dengan prinsip syariah. Perseroan melihat prospek yang besar pada perbankan syariah, dimana Indonesia merupakan negara dengan mayoritas penduduk muslim namun penetrasi pasar pada segmen ini masih relatif rendah.

Pada tanggal 25 September 2017, Perseroan telah menandatangani Perjanjian Pengambilan Saham dalam BMI (“Perjanjian”) yang pada intinya Perseroan telah ditunjuk sebagai pembeli siaga dalam rencana BMI mengeluarkan saham baru dengan HMETD guna memperoleh sekurang-kurangnya 51% dari seluruh modal ditempatkan dan disetor BMI. Rencana transaksi sebagai pembeli siaga merupakan transaksi material sebagaimana dimaksud dalam Peraturan IX.E.2. Dimana untuk memperoleh pendanaan sebagai pembeli siaga, Perseroan akan mendapatkan suntikan dana dalam bentuk uang muka setoran modal dari pemegang saham.

B. Manfaat Transaksi

Tujuan dilakukannya Transaksi ini adalah Perseroan dapat mengembangkan usahanya di bidang perbankan yang menjalankan usahanya sesuai dengan prinsip syariah.

C. Nilai Transaksi

Nilai Transaksi ini adalah sebesar Rp4.500.000.000.000,- (empat triliun lima ratus miliar Rupiah).

D. Keterangan Mengenai Para Pihak Yang Terlibat dan Hubungan dengan Perseroan

Pihak yang terlibat dalam rencana transaksi ini adalah PT. Bank Muamalat Indonesia Tbk. yang akan mengeluarkan saham baru melaui penerbitan HMETD dan menunjuk Perseroan sebagai pembeli siaga.

PT. Bank Muamalat Indonesia Tbk.

Riwayat Singkat

BMI didirikan pada tahun 1991 dan merupakan bank syariah pertama di Indonesia. Pendirian BMI digagas oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI), Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) dan pengusaha muslim yang kemudian mendapat dukungan dari Pemerintah Republik Indonesia berdasarkan Akta Pendirian nomor 1 tanggal 1 November 1991, dibuat dihadapan Yudo Paripurno, SH., dahulu Notaris di Jakarta yang telah memperoleh pengesahan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia sesuai dengan Surat Keputusannya tertanggal 21 Maret 1992 nomor C2.2413.HT.01.01 Tahun 1992, dan telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia tertanggal 28 April 1992 nomor 34, Tambahan nomor 1919A/1992; yang telah diubah secara keseluruhan untuk disesuaikan dengan Undang-Undang nomor 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (“UUPT”), sebagaimana telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia tertanggal 18 Agustus 2009 nomor 66, Tambahan nomor 22189/2009.

Anggaran Dasar Perseroan telah diubah terakhir dengan Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa “PT. Bank Muamalat Indonesia Tbk.” nomor 58 tanggal 17 Juni 2015, dibuat dihadapan Ashoya Ratam, SH, MKn., Notaris di Kota Administrasi Jakarta Selatan, sebagaimana telah diterima pemberitahuannya oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia melalui surat penerimaan pemberitahuan perubahan anggaran dasar PT. Bank Muamalat Indonesia Tbk. nomor AHU-AH.01.03-0945762 tanggal 25 Juni 2015.

BMI merupakan bank yang menjalankan kegiatan usahanya dengan prinsip syariah. Struktur Permodalan BMI per 30 Juni 2017 adalah sebagai berikut:

Jumlah Saham Ditempatkan Persentasee Modal dasar

Saham Seri A 826.649.175 165.329.835.000 Saham Seri B 9.381.053.160 938.105.316.000 Pemegang Saham

Saham Seri A

Koperasi Perkayuan Apkindo MPI 133.136.480 26.627.296.000 1,30% Islamic Development Bank 132.458.095 26.491.619.000 1,30% Badan Pengelola Dana ONHI 99.950.000 19.990.000.000 0,98% Masyarakat 461.104.600 92.220.920.000 4,52%

Jumlah Saham Seri A 826.649.175 165.329.835.000 8,10%

Saham Seri B

Islamic Development Bank 3.209.436.199 320.943.619.900 31,44% Boubyan Bank Kuwait 2.245.694.513 224.569.451.300 22,00% Atwil Holding Limited 1.828.090.034 182.809.003.400 17,91% National Bank of Kuwait 862.755.656 86.275.565.600 8,45% IDF Foundation 355.461.941 35.546.194.100 3,48% BMF Holdings Limited 289.985.977 28.998.597.700 2,84% Ir. M. Rizal Ismael 238.800.000 23.880.000.000 2,34% Koperasi Perkayuan Apkindo MPI 8.875.765 887.576.500 0,09% Andre Mirza Hartawan, MBA, IR 120.000.000 12.000.000.000 1,18% Badann Pengelola dana ONHI 5.663.830 566.383.000 0,06% Masyarakat 216.589.245 21.658.924.500 2,12%

Jumlah Saham Seri B 9.381.353.160 938.135.316.000 91,90%

Jumlah 10.208.002.335 1.103.465.151.000 100,0%

Struktur Pengurus BMI berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham tanggal 20 September 2017 adalah sebagai berikut:

Dewan Komisaris

Komisaris Utama sekaligus sebagai Komisaris Independen

: Prof. DR. Anwar Nasution

Komisaris Independen : Iggi Haruma Achsien Komisaris Independen : Edy Setiadi *) Komisaris : Mohamed Hedi Mejai *)

Komisaris : Abdulsalam Mohammad Joher Al-Saleh *)

Dewan Pengawas Syariah

Ketua : K.H. Prof. DR. (HC) Ma’ruf Amin Anggota : DR. H. Oni Sahroni, MA Anggota : Drs. H. Sholahudin Al Aiyub, M. Si

Direksi

Direktur Utama : Achmad Kusna Permana*) Direktur sekaligus sebagai Pelaksana

Tugas

: Purnomo Budiwibowo Soetadi

(Acting) Direktur Utama Direktur Kepatuhan

: Andri Donny

Direktur : Indra Yurana Sugiarto Direktur : Hery Syafril Direktur : Alwadi

Direktur : Masa Paskalis Lingga *) Note:

a. pengangkatan Bapak Abdulsalam Mohammad Joher Al-Saleh dan Bapak Mohamed Hedi Mejai selaku anggota Dewan Komisaris BMI serta pengangkatan Bapak Edy Setiadi selaku Komisaris Independen BMI akan berlaku efektif setelah memperoleh penetapan lulus Penilaian Kemampuan dan Kepatutan dari OJK. Dalam hal yang bersangkutan dinyatakan tidak lulus Penilaian Kemampuan dan Kepatutan, maka pengangkatan yang bersangkutan menjadi batal, tanpa diperlukan lagi suatu keputusan dari Rapat Umum Pemegang Saham; b. Pengangkatan Bapak Achmad Kusna Permana selak Direktur Utama BMI, akan berlaku efektif setelah

memperoleh penetapan lulus Penilaian Kemampuan dan Kepatutan dari OJK serta setelah pengunduran diri Bapak Achmad Kusna Permana dari perusahaan sebelumnya dimana beliau bekerja disetujui oleh Rapat Umum Pemegang Saham perusahaan tersebut. Dalam hal yang bersangkutan dinyatakan tidak lulus Penilaian Kemampuan dan Kepatutan dan/atau pengunduran diri Bapak Achmad Kusna Permana dari perusahaan sebelumnya di mana beliau bekerja tidak disetujui oleh Rapat Umum Pemegang Saham perusahaan tersebut, maka pengangkatan yang bersangkutan menjadi batal, tanpa diperlukan lagi suatu keputusan dari Rapat Umum Pemegang Saham;

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa BMI tanggal 20 September 2017 tersebut, telah disetujui untuk meningkatkan modal dasar BMI dan telah disetujui untuk melaksanakan penawaran umum terbatas VI dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (“HMETD”) (“PUT VI”). Pelaksanaan PUT VI akan dilakukan sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 32/POJK.04/2015 tentang Penambahan Modal Perusahaan Terbuka dengan memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (“POJK 32/2015”). Dengan disetujuinya akan dilaksanakan PUT VI tersebut, BMI telah menunjuk Perseroan sebagai pembeli siaga dengan nilai pembelian Rp4.500.000.000.000,- (empat triliun lima ratus miliar Rupiah) dengan kepemilikan saham sekurang-kurangnya 51% dari modal ditempatkan dan disetor BMI.

Perseroan tidak memiliki hubungan Ailiasi dengan BMI sesuai dengan Peraturan IX. E. 1. E. Pokok-Pokok Perjanjian antara Perseroan dengan BMI

Berdasarkan Perjanjian Pengambilalihan Saham PT Bank Muamalat Indonesia Tbk tanggal 25 September 2017 (“Perjanjian”)

Para Pihak

1. PT. Minna Padi Investama Sekuritas Tbk. 2. PT. Bank Muamalat Indonesia Tbk.

Pokok Perjanjian:

1. Bahwa sehubungan dengan kebutuhan BMI akan modal, maka BMI bermaksud untuk meningkatkan modal ditempatkan dan modal disetornya dengan cara mengeluarkan sebanyak-banyaknya 80.000.000.000 (delapan puluh miliar) saham Seri B (“Saham Baru”) yang akan dikeluarkan oleh BMI dengan cara menerbitkan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (“HMETD”) sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 32/POJK.4/2015 (“POJK No. 32/2015”, dan rencana pengeluaran Saham Baru dengan menerbitkan HMETD sebagaimana dimaksud di atas akan disebut “Rights Issue”).

2. Bahwa rencana Rights Issue telah memperoleh persetujuan dari Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa BMI yang diselenggarakan pada tanggal 20 September 2017 (“RUPSLB”).

3. Bahwa sehubungan dengan rencana BMI untuk mengeluarkan Saham Baru tersebut, Perseroan bermaksud untuk menjadi pemegang saham dalam BMI dengan cara bertindak sebagai pembeli siaga dalam rangka Rights Issue dan akan mengambil bagian atas Saham Baru yang tidak diambil bagian oleh para pemegang saham BMI yang menerima HMETD, sehingga segera setelah selesainya pengeluaran Saham Baru, BMI dan pemegang saham BMI menjamin Perseroan akan menjadi pemegang saham BMI dengan kepemilikan minimal sebesar 51% (lima puluh satu persen) dari seluruh modal ditempatkan dan disetor penuh dalam BMI setelah pengeluaran Saham Baru.

Harga Pengambilan Saham Baru dan Penggunaan Dana

Harga yang akan dibayar oleh Perseroan kepada BMI atas pengambilan Saham Baru adalah Rp4.500.000.000.000,00 (empat triliun lima ratus miliar Rupiah) atau nilai lain yang ditentukan oleh OJK (“Harga Pengambilan Saham”)

BMI akan menggunakan seluruh dana yang diperoleh dari Harga Pengambilan Saham untuk proses revitalisasi.

Pengakhiran

1. Dalam hal Perseroan tidak memperoleh persetujuan it and proper test dari

OJK dan/atau pernyataan efektif atas Right Issue dan/atau pelaksaan Rights Issue karena alasan apapun tidak terjadi pada tanggal 31 Desember 2017 (“Tanggal Akhir Pelaksanaan Right Issue”), maka transaksi ini secara otomatis tanpa diperlukannya kesepakatan Para Pihak atau pemberitahuan dari salah satu Pihak kepada Pihak lainnya menjadi batal, kecuali apabila pada Tanggal

Akhir Pelaksanaan Rights Issue proses it and proper test masih berlangsung

atau Para Pihak mempertimbangkan dan setuju untuk mengubah Tanggal Akhir Pelaksanaan Rights Issue.

2. apabila diakhiri secara sepihak oleh Perseroan dalam hal komposisi kepemilikan saham Perseroan pada BMI setelah pelaksanaan Rights Issue kurang dari 51 % (lima puluh satu persen) dari seluruh modal ditempatkan dan disetor penuh dalam BMI.

III. DAMPAK TRANSAKSI TERHADAP KEADAAN

KEUANGAN PERSEROAN

Proforma Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Interim didasarkan kepada laporan posisi keuangan konsolidasian historis Perseroan dan laporan posisi keuangan historis BMI pada tanggal 30 Juni 2017 dan Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian Interim Untuk Periode 6 Bulan Yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2017.

Proforma Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Interim, Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain,

Konsolidasian Interim, laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian Interim dan Laporan Arus Kas Konsolidasian Interim

Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Interim per 30 Juni 2017

PT Minnapadi Investama Sekuritas Tbk

(Diaudit) 30 Juni 2017

PT Bank Muamalat Indonesia Tbk

(Diaudit) 30 Juni 2017

Penyesuaian Eliminasi

Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian

Proforma

A S E T

Kas dan Setara Kas 17.922.969.126 1.067.690.588.000 - - 1.085.613.557.126 Giro dan Penempatan Pada

Bank Indonesia - 5.674.049.301.000 - - 5.674.049.301.000 Giro Pada Bank Lain - Pihak

Ketiga - 681.134.931.000 4.500.000.000.000 - 5.181.134.931.000 Deposito Berjangka 3.601.740.164 - - - 3.601.740.164 Penempatan pada

Bank Lain - 12.707.670.000 - - 12.707.670.000

Portofolio Efek:

-- Pihak--pihak Berelasi 76.034.481.377 - - - 76.034.481.377 - Pihak Ketiga 215.762.842.850 - - - 215.762.842.850 Investasi Pada Surat

Berharga - 3.779.631.266.000 - - 3.779.631.266.000 Piutang Lembaga Kliring

dan Penjaminan 1.457.621.895 - - - 1.457.621.895

PT Minnapadi Investama Sekuritas Tbk

(Diaudit) 30 Juni 2017

PT Bank Muamalat Indonesia Tbk

(Diaudit) 30 Juni 2017

Penyesuaian Eliminasi

Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian

Proforma

Piutang Nasabah - Pihak

Ketiga 5.584.441.792 - - - 5.584.441.792 Piutang:

- Piutang Murabahah - 18.058.077.148.000 - - 18.058.077.148.000 - Piutang Istishna - 11.018.480.000 - - 11.018.480.000 - Piutang Ijarah - 37.605.458.000 - - 37.605.458.000 Pinjaman Qardh - 491.420.129.000 - - 491.420.129.000 Pembiayaan Mudharabah - 836.887.956.000 - - 836.887.956.000 Pembiayaan Musyarakah - 19.824.725.029.000 - - 19.824.725.029.000 Tagihan Akseptasi - 708.322.994.000 - - 708.322.994.000 Piutang Lain-lain 76.313.320.727 - - - 76.313.320.727 Uang Muka dan Biaya

Dibayar di Muka 263.279.708 - - - 263.279.708 Pajak Dibayar di Muka 110.403.769 - - - 110.403.769 Penyertaan Saham 5.710.000.000 30.171.818.000 - - 35.881.818.000 Investasi Dalam Saham - - 4.500.000.000.000 (4.500.000.000.000) -Properti Investasi 40.225.617.383 - - - 40.225.617.383 Aset Tetap 28.109.138.766 2.657.878.674.000 - - 2.685.987.812.766 Aset yang Diperoleh

Untuk Ijarah - 214.412.956.000 - - 214.412.956.000 Aset Pajak Tangguhan 1.382.835.971 109.153.211.000 - - 110.536.046.971 Aset Pengampunan Pajak 27.300.000 - - - 27.300.000 Aset Lain-lain 5.924.740.428 4.407.644.682.000 - - 4.413.569.422.428 Goodwill - - - 283.228.649.310 283.228.649.310

JUMLAH ASET 478.430.733.956 58.602.532.291.000 9.000.000.000.000 (4.216.771.350.690) 63.864.191.674.266 L I A B I L I T A S

Liabilitas Segera - 372.670.045.000 - - 372.670.045.000 Bagi Hasil yang Belum

Dibagikan - 85.534.905.000 - - 85.534.905.000 Simpanan:

- Giro Wadiah - 3.094.562.729.000 - - 3.094.562.729.000 - Tabungan Wadiah - 2.302.971.071.000 - - 2.302.971.071.000 Simpanan Dari Bank Lain - 52.287.802.000 - - 52.287.802.000 Liabilitas Akseptasi - 250.270.025.000 - - 250.270.025.000 Pinjaman Yang Diterima - 2.636.000.000.000 - - 2.636.000.000.000 Utang Lembaga Kliring dan

Penjaminan 3.055.424.500 - - - 3.055.424.500 Utang Nasabah:

- Pihak-pihak Berelasi 14.655.900 - - - 14.655.900 - Pihak Ketiga 2.306.814.478 - - - 2.306.814.478 Dana Syirkah Temporer

Bukan Bank:

Giro Mudharabah Non Bank - 989.062.049.000 - - 989.062.049.000 Tabungan Mudharabah - 9.475.948.485.000 - - 9.475.948.485.000 Deposito Mudharabah - 29.492.790.895.000 - - 29.492.790.895.000 Bank:

Giro Mudharabah Bank - 105.116.434.000 - - 105.116.434.000 Tabungan Mudharabah - 104.967.330.000 - - 104.967.330.000 Deposito Mudharabah - 3.575.881.333.000 - - 3.575.881.333.000 Surat Berharga yang

Diterbitkan : Sukuk Mudharabah

Subordinasi - 1.500.000.000.000 - - 1.500.000.000.000

Sertiikat Investasi

Mudharabah Antar Bank - 295.000.000.000 - - 295.000.000.000 Utang Pajak 449.008.763 53.313.585.000 - - 53.762.593.763 Beban Masih Harus Dibayar 221.183.980 - - - 221.183.980 Estimasi Kerugian Komitmen

dan Kontinjensi - 13.719.124.000 - - 13.719.124.000 Liabilitas Imbalan Kerja 6.101.265.000 139.195.020.000 - - 145.296.285.000 Utang Lain-lain 1.886.255.386 295.062.340.000 - - 296.948.595.386 Jumlah Liabilitas 14.034.608.007 54.834.353.172.000 - - 54.848.387.780.007

E K U I T A S

Modal Saham 282.681.163.100 1.103.435.151.000 284.090.909.000 (1.103.435.151.000) 566.772.072.100 Tambahan Modal Disetor 245.759.273 1.578.925.257.000 8.715.909.091.000 (6.078.925.257.000) 4.216.154.850.273 Saldo Laba:

- Ditentukan

Penggunaannya 900.000.000 282.638.056.000 - (282.638.056.000) 900.000.000 - Tidak Ditentukan

Penggunaannya 163.971.578.864 - - - 163.971.578.864 Komponen Ekuitas Lainnya 16.597.624.712 1.123.529.000 - (1.123.529.000) 16.597.624.712 Keuntungan (Kerugian)

Pengukuran Kembali Program Imbalan Pasti -

Setelah Pajak - 88.422.507.000 - (88.422.507.000) -Surplus Revaluasi Atas Aset

Tetap - Setelah Pajak - 713.634.619.000 - (713.634.619.000) -Kepentingan Non -

Pengendali - - - 4.051.407.768.310 4.051.407.768.310 464.396.125.949 3.768.179.119.000 9.000.000.000.000 (4.216.771.350.690) 9.015.803.894.259

JUMLAH LIABILITAS DAN

EKUITAS 478.430.733.956 58.602.532.291.000 9.000.000.000.000 (4.216.771.350.690) 63.864.191.674.266

Termasuk dalam modal disetor adalah uang setoran modal pemegang saham sebesar Rp4,5 Triliun (empat triliun lima ratus miliar Rupiah) yang akan ditempatkan sebagai tambahan modal disetor Perseroan pada saat pelaksanaan HMETD.

Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian Interim Untuk Periode 6 Bulan Yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2017

Sebelum Transaksi (Diaudit) Penyesuaian

Setelah Transaksi (Proforma) PENDAPATAN USAHA

Pendapatan Kegiatan Perantara Perdagangan Efek 38.197.224.053 - 38.197.224.053 Pendapatan Kegiatan Penjaminan Emisi Efek 2.309.600 - 2.309.600 Pendapatan Dividen dan Bunga - Bersih 2.313.157.836 - 2.313.157.836 40.512.691.489 - 40.512.691.489

BEBAN USAHA

Beban Kepegawaian (4.982.759.171) - (4.982.759.171) P e n y u s u t a n (2.794.586.122) - (2.794.586.122) Beban Umum dan Administrasi (1.031.936.465) - (1.031.936.465) Sewa Kantor (1.149.330.700) - (1.149.330.700) K u s t o d i a n (326.606.023) - (326.606.023) Iklan dan Promosi (29.228.000) - (29.228.000) Perjamuan dan Sumbangan (394.704.150) - (394.704.150) T e l e k o m u n i k a s i (185.365.734) - (185.365.734) Beban Pemeliharaan Sistem (130.690.475) - (130.690.475) Jasa Profesional (297.500.000) - (297.500.000) Perjalanan Dinas (90.916.919) - (90.916.919) Pendidikan dan Pelatihan - - - Lain-lain (40.484.230) - (40.484.230) (11.454.107.989) - (11.454.107.989)

Sebelum Transaksi (Diaudit) Penyesuaian

Setelah Transaksi (Proforma) LABA USAHA 29.058.583.500 - 29.058.583.500

PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN

Rugi Selisih Kurs (11.694.364) - (11.694.364) Keuntungan Penjualan Aset Tetap 240.000.000 - 240.000.000 Beban Bunga dan Keuangan (20.251.542) - (20.251.542) Lain-lain - Bersih 2.080.016.190 - 2.080.016.190 2.288.070.284 - 2.288.070.284

LABA SEBELUM TAKSIRAN PAJAK PENGHASILAN 31.346.653.784 - 31.346.653.784

TAKSIRAN PAJAK PENGHASILAN

K i n i - - - T a n g g u h a n 18.653.755 - 18.653.755 18.653.755 - 18.653.755 31.365.307.539 - 31.365.307.539

PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN

Pos yang akan Direklasiikasi ke Laba Rugi Keuntungan (Kerugian) yang Belum Terealisasi atas Perubahan Nilai Wajar Portofolio Efek

Tersedia untuk Dijual (12.561.204.310) - (12.561.204.310) Pos yang tidak akan Direklasiikasi ke Laba Rugi

Pengukuran Kembali Imbalan Kerja 20.145.164 - 20.145.164 Beban Pajak Terkait (5.036.291) - (5.036.291) (12.546.095.437) - (12.546.095.437)

JUMLAH LABA KOMPREHENSIF PERIODE BERJALAN 18.819.212.102 - 18.819.212.102

LABA PERIODE BERJALAN PER SAHAM DASAR 2,77 - 2,77

LABA KOMPREHENSIF PERIODE BERJALAN

PER SAHAM DASAR 1,66 - 1,66

IV. RINGKASAN LAPORAN PENILAI

Dalam rangka pelaksanaan Rencana Transaksi dan untuk memenuhi ketentuan-ketentuan yang diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”) No. IX.E.2, Perseroan telah menunjuk KJPP Ihot Dollar & Raymond (“ID&R”), sebagai Penilai Independen berdasarkan Surat Izin Usaha dari Menteri Keuangan No. 1408/ KM.1/2012 tanggal 27 November 2012 untuk (i) melakukan penilaian atas saham BMI dan (ii) memberikan pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi.

Identitas Pemberi Tugas

Nama : PT Minna Padi Investama Sekuritas Tbk Bidang usaha : Perusahaan Efek

Alamat : Equity Tower Lt. 11 Unit D Lot 9, SCBD, Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53, Jakarta 12190

Telepon : (62-21) 5255555 Faksimili : (62-21) 5271527

Web site : www.minnapadi.com

1. Ringkasan Penilaian 100% ekuitas/saham BMI berdasarkan Laporan No. ID&R/PE/190917.01 tanggal 19 September 2017:

Maksud dan Tujuan Penilaian

Berdasarkan informasi yang disampaikan oleh pihak manajemen Perseroan bahwa penilaian ditujukan sehubungan dengan rencana pengambilalihan saham baru yang akan diterbitkan melalui Penawaran Umum Terbatas (“PUT”) dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (“HMETD”) oleh BMI, maka untuk mengakomodir tujuan di atas, penilaian ini didasarkan pada standar Nilai Pasar Wajar. Metode Penilaian

Pendekatan pertama yang kami gunakan dalam penilaian ekuitas/saham BMI adalah pendekatan pendapatan (income approach) dengan Discounted Economic Income method atau Discounted Cash Flow (DCF) Valuation method. Berdasarkan metode penilaian DCF yang akan digunakan, operasi BMI diproyeksikan sesuai dengan skenario pengembangan BMI. Pendapatan mendatang (future income, cash low) yang dihasilkan berdasarkan proyeksi dikonversi dengan faktor diskonto, sesuai dengan tingkat risiko. Indikasi nilai adalah total nilai kini dari pendapatan mendatang tersebut, dengan asumsi going concern, yaitu BMI berjalan terus walaupun pemilik berganti.

Pendekatan kedua adalah metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek atau Guideline Publicly Traded Company (GCM) method. Metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek digunakan karena data perusahaan terbuka yang ada di bursa efek diperkirakan dapat digunakan sebagai data pembanding atas penilaian saham BMI.

Kesimpulan

Berdasarkan hasil kajian dan analisis yang telah dilakukan terhadap seluruh aspek yang terkait dalam rangka menentukan nilai ekuitas/saham, dengan menerapkan pembobotan 95:5 atas metode pertama dan kedua yang dihasilkan dari metode DCF dan GCM, maka diperoleh nilai rata-rata tertimbang sebesar Rp 2.104.255 Juta atau Rp 206 per saham sebagai Nilai Pasar Wajar 100% Ekuitas/Saham BMI per tanggal 30 Juni 2017.

2. Ringkasan Pendapat Kewajaran Atas Rencana Transaksi berdasarkan Laporan No. ID&R/PK/101017.01 tanggal 10 Oktober 2017:

Para Pihak dalam Transaksi

a) PT Minna Padi Investama Sekuritas Tbk (“Perseroan”) b) PT Bank Muamalat Indonesia Tbk (“BMI”)

Obyek Transaksi

Memberikan pendapat kewajaran atas rencana Perseroan untuk melaksanakan pengambilalihan saham baru yang akan diterbitkan melalui Penawaran Umum Terbatas (“PUT”) dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (“HMETD”) oleh PT Bank Muamalat Indonesia Tbk (“BMI”) dengan minimal 51% kepemilikan saham BMI setelah PUT (selanjutnya disebut “Rencana Transaksi”);

Tujuan Penilaian

Terkait dengan Rencana Transaksi tersebut di atas, maka Perseroan wajib mengikuti ketentuan yang diatur dalam peraturan Badan Pengawas Pasar Modal-LK (“Bapepam-LK”) No. IX.E.2 tentang “Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha Utama” (“Peraturan IX.E.2”) yang dimuat dalam Lampiran Keputusan Ketua Bapepam-LK No. Kep-614/BL/2011 tanggal 28 November 2011. Dalam Peraturan IX.E.2, disebutkan bahwa yang dimaksud dengan transaksi material adalah setiap penyertaan dalam badan usaha, proyek, dan/atau kegiatan usaha tertentu; pembelian, penjualan, pengalihan, tukar menukar aset atau segmen usaha; sewa menyewa aset, pinjam meminjam dana; menjaminkan aset; dan/atau memberikan jaminan perusahaan, dengan nilai 20% atau lebih dari ekuitas perusahaan, yang dilakukan dalam satu kali atau dalam suatu rangkaian transaksi untuk suatu tujuan atau kegiatan tertentu.

Tujuan dari pemberian pendapat kewajaran ini adalah untuk memberikan opini apakah Transaksi tersebut merupakan transaksi yang wajar dan tidak merugikan bagi Perseroan maupun pemegang saham Perseroan, sebagaimana diatur dalam Peraturan IX.E.2. Selanjutnya dalam analisa terhadap Transaksi tersebut, kami mempertimbangkan sisi kualitatif maupun kuantitatif serta dampak bagi Perseroan dan Pemegang Saham, termasuk risiko keuangan.

Asumsi-asumsi dan Syarat Pembatas

a) Pendapat Kewajaran ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis dan keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah pada tanggal Pendapat Kewajaran ini diterbitkan.

b) Dalam penyusunan Pendapat Kewajaran ini, kami juga menggunakan beberapa asumsi lainnya, seperti terpenuhinya semua kondisi dan kewajiban Perseroan dan semua pihak yang terlibat dalam Rencana Transaksi. Rencana Transaksi telah dilaksanakan seperti yang telah dijelaskan sesuai dengan jangka waktu yang telah ditetapkan, serta keakuratan informasi mengenai Rencana Transaksi yang diungkapkan oleh manajemen Perseroan. c) Kami juga mengasumsikan bahwa dari tanggal penerbitan Pendapat

Kewajaran ini sampai dengan tanggal terjadinya Rencana Transaksi tidak terjadi perubahan apapun yang berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam penyusunan Pendapat Kewajaran ini. Pendekatan dan Metode Penilaian

1. Analisis Transaksi 2. Analisis Kualitatif 3. Analisis Kuantitatif 4. Analisis Kewajaran Transaksi Analisis Kewajaran

Berikut ini adalah ringkasan analisis Kewajaran Rencana Transaksi: 1. Analisis Nilai Transaksi Saham

2. Analisis Posisi Proforma Keseluruhan Rencana Transaksi

3. Analisis Inkremental dan Proitabilitas

Kesimpulan

Berdasarkan pertimbangan analisis kualitatif dan kuantitatif terhadap Rencana Transaksi, analisis kewajaran transaksi dan faktor-faktor yang relevan dalam memberikan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Perseroan, maka kami berpendapat bahwa Rencana Transaksi yang akan dilakukan Perseroan adalah wajar.

V. RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM LUAR BIASA

Transaksi wajib meperoleh persetujuan dari Pemegang Saham Perseroan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang akan diselenggarakan pada hari Rabu tanggal 22 November 2017, pukul 10.00 WIB di tempat yang akan ditentukan kemudian. Pengumuman penyelenggaraan Rapat akan dilakukan melalui iklan surat kabar harian Ekonomi Neraca, website IDX serta website Perseroan pada tanggal 16 Oktober 2017.

Pengumuman Keterbukaan Informasi ini dilakukan melalui iklan surat kabar harian Ekonomi Neraca, website IDX serta website Perseroan pada tanggal 16 Oktober 2017. Panggilan Rapat akan diiklankan melalui iklan surat kabar harian Ekonomi Neraca, website IDX serta website Perseroan pada tanggal 31 Oktober 2017, dengan daftar pemegang saham (recording date) tanggal 30 Oktober 2017 pukul 16.15 WIB. Bagi pemegang saham yang sahamnya berada pada penitipan kolektif di PT. Kustodian Sentral Efek (KSEI) yang bermaksud untuk menghadiri Rapat dapat mendaftarkan diri melalui anggota bursa atau bank Kustodian pemegang rekening

efek pada KSEI untuk mendapatkan konirmasi tertulis untuk Rapat (“KTUR”).

Pemegang Saham yang berhalangan untuk menghadiri Rapat dapat diwakili kuasanya dengan memberikan asli surat kuasa dan harus sudah diterima oleh Direksi Perseroan selambat-lambatnya 3 (tiga) hari kerja sebelum tanggal Rapat. Rapat dapat diselenggarakan dan dapat mengambil keputusan tersebut apabila dihadiri oleh lebih dari ¾ (tiga perempat) bagian dari seluruh saham yang ditempatkan dan disetor penuh oleh Perseroan dan keputusan yang diambil adalah sah apabila disetujui oleh lebih dari ¾ (tiga perempat) bagian dari pemegang saham yang mengeluarkan suara secara sah dalam Rapat tersebut.

VI. INFORMASI TAMBAHAN

Untuk informasi lebih lanjut mengenai hal tersebut diatas dapat menghubungi Perseroan pada jam kerja dengan alamat sebagai berikut:

PT. MINNA PADI INVESTAMA SEKURITAS Tbk. Kantor Pusat:

Equity Tower Lantai 11, SCBD Lot. 9, Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan 12190

Telp. (021) 525-5555 & 525-6666 Fax. (021) 527-1527 Dokumen ini merupakan dokumen resmi PT. Minna Padi Investama Sekuritas Tbk. (“Perseroan”). Perseroan bertanggung jawab penuh atas kebenaran informasi

yang tercantum dalam Keterbukaan Informasi ini dan dibuat setelah melakukan pemeriksaan yang wajar, menegaskan tidak terdapat fakta material, yang tidak diungkapkan atau dihilangkan dalam Keterbukaan Informasi ini, yang dapat mengakibatkan informasi dalam Keterbukaan Informasi ini menjadi tidak benar dan/ atau menyesatkan.

Dalam hal anda mengalami kesulitan untuk memahami informasi sebagaimana tercantum dalam Keterbukaan Informasi ini atau ragu-ragu dalam mengambil keputusan, sebaiknya Anda berkonsultasi dengan perantara pedagang efek, manajer investasi, penasehat hukum, akuntan publik atau penasehat professional lainnya.

PT. MINNA PADI INVESTAMA SEKURITAS Tbk.

Berkedudukan di Jakarta Selatan

Kegiatan Usaha:

Perantara Perdagangan Efek dan Penjamin Emisi Efek

Kantor Pusat :

Equity Tower Lantai 11 SCBD Lot. 9 Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53

Jakarta Selatan Telp. 021-525 5555 Fax. 021- 527 1527

Keterbukaan Informasi ini ditujukan Perseroan kepada Pemegang Saham Perseroan dalam rangka memenuhi Peraturan IX.E.2 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha Utama terkait dengan rencana Perseroan untuk melakukan investasi dalam PT. Bank Muamalat Indonesia Tbk dalam penawaran umum Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu PT Bank Muamalat Indonesia Tbk.

Informasi ini diterbitkan pada tanggal 16 Oktober 2017 dan diumumkan dalam website Perseroan dan website Bursa Efek Indonesia (BEI). Untuk melaksanakan transaksi tersebut diperlukan Persetujuan dari Pemegang Saham yang akan dilaksanakan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (“Rapat”) yang direncanakan akan diselenggarakan pada tanggal 22 November 2017 atau tanggal lain yang merupakan penundaan/kelanjutan. Pengumuman dan Pemanggilan Rapat akan diumumkan melalui iklan di harian Ekonomi Neraca, Website Bursa Efek Indonesia dan website Perseroan masing-masing pada tanggal 16 Oktober 2017 dan tanggal 31 Oktober 2017.

Keterbukaan Informasi ini diterbitkan pada tanggal 16 Oktober 2017

KETERBUKAAN INFORMASI KEPADA PEMEGANG SAHAM

Sehubungan dengan rencana Transaksi Material

PT. Minna Padi Investama Sekuritas Tbk.

Ukuran

: 8 kolom x 400 mm

Media

: NERACA

Tgl. Muat : 16 OKTOBER 2017

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian yang lain menemukan bahwa suhu optimasi kalsinasi pada suhu 1000 ℃ selama 3 jam, aktivasi katalitik cangkang kerang meningkat sebagai katalis dalam produksi

Jika output VCO dan suatu osilator kristal diinputkan pada phase detector, dimana frekuensi dan phase kedua input sama, maka detektor tidak menghasilkan output.. Sebaliknya, jika

nilai p>0.05 sehingga dapat disimpulkan bahwa pengaruh resorpsi akar gigi molar bawah sulung fisiologis dan patologis terhadap tumbuh kembang gigi premolar satu

65 dilakukan dosen, antara lain: (1) menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) materi Geografi Desa Kota; (2) menyiapkan power point serta media gambar

perkembangan bakteri pembentuk asam laktat sehingga akan mempengaruhi pH susu sapi segar dan dapat disimpulkan bahwa paparan medan magnet ELF intensitas 500 μT

Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa ability pegawai pada Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) dalam meningkatkan kinerja pegawai terdiri

pada suatu kelompok tertentu, dimana jumlah persentase masing-masing bagian atau kelompok dihitung terlebih dahulu.. Jenis Frekuensi ditinjau dari jenisnya.  Distribusi

Bagaimanakah perbandingan validitas antara skor Child-Pugh dengan skor Maddrey’s Discriminant Function dalam memprediksi angka ketahanan hidup 12 minggu pada pasien dengan