Nama : Susi Emawati
Nim
: 2014017074
Audit Siklus Penjualan dan Penagihan
Tujuan keseluruhan dari audit siklus penjualan dan penagihan adalah mengevaluasi apakah saldo akun yang diperoleh dari siklus disajikan secara wajar sesuai dengan SAK. Sifat dari akun ini bisa bervariasi tergantung dari industri dan kliennya.
Dalam siklus penjualan dan penagihan terdapat 5 klasifikasi transaksi yaitu: 1.Penjualan (tunai dan kredit)
2.Penerimaan kas
3.Retur dan pengurangan penjualan 4.Penghapusan piutang tak tertagih 5.Beban piutang tak tertagih
Siklus penjualan dan penagihan melibatkan keputusan dan proses yang dibutuhkan untuk transfer kepemilikan dari barang dan jasa kepada pelanggan setelah barang-barang tersebut tersedia untuk dijual.
8 fungsi bisnis dalam siklus penjualan dan penagihan: Memproses pesanan pelanggan
1. Pesanan pelanggan : permintaan barang oleh pelanggan yang bisa datang dari selurah
fasilitas yang ada (telepon, surat, formulir cetak, kiriman elektronik, dll).
2. Pesanan penjualan : dokumen untuk mengkomunikasikan perihal deskripsi, jumlah, dan informasi terkait dengan
barang yang dipesan oleh pelanggan. Biasa
digunakan untuk menunjukkan persetujuan kredit dan otorisasi pengiriman.
Pemberian kredit
Sebelum barang dikirim, pihak yang diberi kewenangan harus menyetujui kredit bagi pelanggan yang akan melakukan penjualan secara kredit.
Fungsi ini merupakan titik awal siklus dimana perusahaan akan menyerahkan aktiva, karena sebagian besar perusahaan mengakui penjualan ketika barang telah dikirim.
Dokumen pengiriman : dokumen pengiriman dibuat untuk mengawali pengiriman barang, yang menunjukkan deskripsi barang dagang, kuantitas yang dikirimkan, dan data yang relevan lainnya.
4. Penagihan pelanggan dan pencatatan penjualan
Merupakan cara untuk memberi informasi kepada pelanggan mengenai jumlah yang akan ditagih atas barang yang dibelinya, penagihan pelanggan harus dilakukan dengan benar dan tepat waktu. Aspek paling penting dari penagihan adalah :
· Semua pengiriman telah ditagih (kelengkapan = completeness)
· Tidak ada pengiriman yang ditagih lebih dari satu kali (keterjadiaan = occurrance)
· Setiap pengiriman ditagih dalam jumlah yang tepat (keakurang = accurancy)
5. Pemprosesan dan pencatatan penerimaan kas
Keempat fungsi transaksi penjualan sangat diperlukan untuk menyerahkan barang ke tangan pelanggan, menagihnya dengan benar, dan merefleksikan informasi dalam catatan akuntansi.
6. Pemrosesan dan pencatatan retur dan pengurangan penjualan.
Penjual sering kali menerima retur barang atau memberikan pengurangan harga apabila pelanggan merasa tidak puas dengan barang yang dibelinya.
7. Penghapusan piutang usaha tak tertagih
Setelah menyimpulkan bahwa suatu jumlah tertentu tidak dapat ditagih, perusahaan harus menghapusnya, biasanya hal ini terjadi setelah pelanggan mengajukan kebangkrutan atau penagihan piutangnya diserahkan kepada agen penagihan.
8. Penyediaan piutang tak tertagih
METODOLOGI UNTUK MERANCANG PENGUJIAN PENGENDALIAN DAN PENGUJIAN SUBSTANTIF ATAS TRANSAKSI PENJUALAN
Dengan menggunakan salah satu pendekatan umum untuk penjualan, auditor mempelajari bagan arus klien, menyiapkan kuesioner tentang pengendalian internal, dan melaksanakan pengujian penjualan walkthrough.Auditor menggunakan informasi yang diperoleh dalam memahami pengendalian internal untuk menilai resiko pengendalian, terdapat empat langkah yang penting dalam penilaian ini.
1. Auditor memerlukan kerangka kerja untuk menilai risiko pengendalian. 2. Auditor harus mengidentifikasi pengendalian internal utama dan kelemahannya bagi penjualan.
3. Setelah mengidentifikasi pengendalian dan kelemahannya, auditor lalu mengaitkannya dengan tujuan.
4. Auditor menilai risiko pengendalian untuk setiap tujuan dengan mengevaluasi pengendalian dan kelemahannya bagi setiap tujuan.
Setelah auditor mengidentifikasi pengendalian internal utama dan kelemahannya, mereka mulai menilai risiko pengendalian, untuk audit perusahaan publik, auditor harus melaksanakan pengujian yang ekstensif atas pengendalian utama dan mengevaluasi dampak kelemahannya terhadap laporan auditor mengenai pengendalian internal atas pelaporan keuangan. Luas pengujian pengendalian dalam audit perusahaan non publik tergantung pada keefektifan pengendalian dan sejauh mana auditor yakin bahwa pengujian itu dapat diandalkan untuk mengurangi risiko pengendalian.
Untuk setiap pengendalian utama, satu atau lebih pengujian pengendalisan harus dirancang untuk memverifikasi keefektifannya, dalam sebagian besar audit, relatif mudah menentukan sifat pengujian pengendalian dari sifat pengendalian tersebut, sebagi contoh, jika pengendalian internal adalah untuk menandatangani pesanan pelanggan setelah kreditnya disetujui, pengujian pengendalian adalah untuk memeriksa apakah pesanan pelanggan telah
1. Penjualan dimasukkan dalam jurnal sementara pengiriman tidak pernah dilakukan.
2. Penjualan dicatat lebih dari satu kali.
3. Pengiriman dilakukan kepada pelanggan fiktif dan dicatat sebagai penjualan.
RETUR DAN PENGURANGAN PENJUALAN