• Tidak ada hasil yang ditemukan

RPP Keperawatan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "RPP Keperawatan"

Copied!
72
0
0

Teks penuh

(1)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Mata Pelajaran : Kebutuhan dasar manusia Kelas/Semester : Sepuluh/satu

Standar Kompetensi : Memahami kebutuhan dasar manusia Kompetensi dasar : Menjelaskan kebutuhan fisiologis manusia Indikator : Menjelaskan kebutuhan dasar manusia

I. Tujuan pembelajaran : Siswa mampu menjelaskan kebutuhan dasar manusia (Ingin tahu)

II. Materi ajar : Kebutuhan dasar manusia III. Metode pembelajaran : Ceramah

IV. Alokasi waktu : 135 menit (3 x 45 menit) V. Kegiatan pembelajaran :

Pertemuan ke : Satu (3 x 45 menit) Langkah-langkah :

A. Pendahuluan : Salam, kontrak waktu tentang pembahasan materi (10 menit)

B. Kegiatan inti : 105 menit

1. Menanyakan pengertian kebutuhan dasar manusia kepada siswa 2. Menjelaskan pengertian kebutuhan dasar manusia

3. Menanyakan kepada siswa macam kebutuhan dasar pada manusia

4. Menjelaskan definisi kebutuhan dasar manusia menurut teori Abraham Maslow dalam teori Hierarki

5. Menjelaskan macam kebutuhan manusia

6. Menjelaskan macam kebutuhan dasar manusia secara fisiologis 7. Menjelaskan macam kebutuhan dasar manusia secara psikologis 8. Menjelaskan tingkat kebutuhan dasar manusia

9. Menanyakan kembali kepada siswa macam kebutuhan dasar manusia

10. Menanyakan kembali kepada siswa macam kebutuhan dasar manusia secara fisiologis dan psikologis

C. Penutup : menyimpulkan semua materi yang telah di sampaikan, salam (20 menit)

VI. Penilaian : Ulangan harian Soal ulangan harian

1. Jelaskan pengertian kebutuhan dasar manusia ? 2. Sebutkan kebutuhan dasar manusia secara fisiologis ? 3. Sebutkan kebutuhan dasar manusia secara psikologis ?

4. Sebutkan faktor-faktor yang mempengaruhi kebutuhan dasar manusia ? 5. Jelaskan tingkatan kebutuhan dasar manusia ?

(2)

1. Merupakan unsur-unsur yang dibutuhkan oleh manusia dalam mempertahankan kebutuhan fisiologis maupun psikologis, yang tentunya bertujuan untuk

mempertahankan kehidupan dan kesehatan

2. Pertukaran oksigen, Pertukaran gas, Cairan, Nutrisi, Eliminasi, Istirahat dan tidur, Aktivitas, Keseimbangan suhu tubuh, Seksual

3. Rasa aman dan perlindungan, rasa cinta, harga diri, aktualisasi diri 4. Penyakit, hubungan keluarga, konsep diri, tahab perkembangan

5. Kebutuhan dasar manusia yang paling bawah adalah kebutuhan fisiologis Diatasnya ada kebutuhan dasar manusia rasa aman dan perlindungan Diatasnya ada kebutuhan dasar manusia rasa cinta

Diatasnya ada kebutuhan dasar manusia harga diri

Dan yang paling atas adalah kebutuhan dasar manusia aktualisasi diri Nilai = 20 + 20 + 20 + 20 + 20 = 100

VII. Alat/sumber/bahan belajar : LCD/keterampilan dasar praktek klinik keperawatan/-VIII. Uraian materi :

KEBUTUHAN DASAR MANUSIA

 Kebutuhan dasar manusia adalah merupakan unsur-unsur yang dibutuhkan oleh manusia dalam mempertahankan kebutuhan fisiologis maupun psikologis, yang tentunya bertujuan untuk mempertahankan kehidupan dan kesehatan.

 Kebutuhan dasar manusia menurut Abraham Maslow dalam teori Hierarki yaitu: Manusia memiliki lima kebutuhan dasar, yaitu kebutuhan fisiologis, keamanan, cinta, harga diri dan aktualisasi diri (Potter dan Patricia, 1997)

 Faktor yang mempengaruhikebutuhan dasar manusia antara lain : 1. Penyakit 2. Hubungan keluarga 3. Konsep diri 4. tahap perkembangan  KDM fisiologis : 1. Pemenuhan oksigen 2. Pertukaran gas 3. Cairan 4. Nutrisi 5. Eliminasi

6. Istirahat dan tidur 7. Aktivitas

8. Keseimbangan suhu tubuh 9. sexsual

 KDM rasa aman dan perlindungan adalah

1. Perlindungan fisik meliputi perlindungan atas ancaman terhadap tubuh seperti penyakit, kecelakaan, bahaya dari lingkungan dsb

(3)

2. Perlindungan psikologis yaitu perlindungan atas ancaman dari prngalaman yang baru dan asing, misalnya kekhawatiran yang dialami seseorang ketika masuk sekolah pertama kali karena keharusan untuk berinteraksi dengan orang lain.

 KDM rasa cinta adalah kebutuhan untuk memiliki dan di miliki antara lain memberi dan menerima kasih sayang, kehangatan, persahabatan, mendapat tempat dalam keluarga kelompok sosial dsb

 KDM akan harga diri adalah kebutuhan ini meliputi akan kekuatan akan mendapatkan kekuatan, meraih prestasi, rasa percaya diri dan kemerdekaan diri

 KDM aktualisasi diri adalah merupakan kebutuhan tertinggi dalam Hierarki Maslow, berupa kebutuhan untuk berkontribusi terhadap orang lain

1. AKTUALISASI DIRI 2. HARGA DIRI

3. RASA CINTA MEMILIKI DAN DI MILIKI

4. RASA AMAN DAN PERLINDUNGAN 5. KEBUTUHAN

FISIOLOGIS

Mengetahui, Pematang Siantar, 2013

Kepala sekolah Guru mata pelajaran

(4)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Mata Pelajaran : Kebutuhan dasar manusia

Kelas/Semester : Sepuluh/Satu

Standar Kompetensi : Memahami kebutuhan dasar manusia Kompetensi Dasar : Menjelaskan kebutuhan fisiologis manusia

Indikator :

(5)

2. Menjelaskan sistem tubuh yang berperan dalam kebutuhan oksigenasi 3. Menjelaskan proses oksigenasi

4. Menjelaskan faktor yang mempengaruhi kebutuhan oksigenasi 5. Menjelaskan gangguan atau masalah kebutuhan oksigenasi

6. Melakukan upaya untuk mengatasi masalah kebutuhan oksigenasi I. Tujuan pembelajaran :

1. Siswa mampu menjelaskan prinsip pemenuhan oksigenasi (ingin tahu)

2. Siswa mampu menjelaskan sistem tubuh yang berperan dalam kebutuhan oksigenasi (mandiri)

3. Siswa mampu menjelaskan proses oksigenasi (kerja keras)

4. Siswa mampu menjelaskan faktor yang mempengaruhi kebutuhan oksigenasi (percaya diri)

5. Siswa mampu menjelaskan gangguan atau masalah kebutuhan oksigenasi (disiplin) 6. Siswa mampu menjelaskan dan melakukan upaya untuk mengatasi masalah

kebutuhan oksigenasi (sadar akan hak kewajiban diri sendiri dan orang lain) II. Materi ajar : prinsip kebutuhan dasar manusia oksigenasi III. Metode pembelajaran : Ceramah dan praktek laboratorium sekolah IV. Alokasi waktu : 270 menit (6 x 45 menit)

V. Kegiatan pembelajaran :

Pertemuan ke : Satu (3 x 45 menit) Langkah-langkah :

A. Pendahuluan : Salam, mengulang materi yang telah di ajarkan pada minggu sebelumnya (20 menit)

B. Kegiatan inti : (95 menit)

1. Menanyakan kepada siswa pengertian kebutuhan dasar manusia oksigenasi 2. Menjelaskan pengertian kebutuhan dasar manusia oksigenasi

3. Menjelaskan sistem tubuh yang berperan dalam kebutuhan dasar manusia oksigenasi 4. Menjelaskan pembagian sistem tubuh manusia yang berperan dalam pemenuhan

kebutuhan dasar manusia oksigenasi

5. Menjelaskan sistem tubuh yang berperan dalam oksigenasi bagian atas 6. Menjelaskan hidung dan fungsinya

7. Menjelaskan faring dan fungsinya 8. Menjelaskan laring dan fungsinya 9. Menjelaskan epiglotis dan fungsinya

10. Menjelaskan sistem tubuh yang berperan dalam oksigenasi bagian bawah 11. Menjelaskan trakea dan fungsinya

12. Menjelaskan bronkus dan fungsinya

13. Menjelaskan bagian-bagian paru dan fungsinya

14. Menanyakan kepada siswa bagaimana proses bernafas

15. Menjelaskan proses oksigenasi meliputi dari ventiasi, difusi, transportasi 16. Menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi kebutuhan oksigenasi 17. Menjelaskan masalah kebutuhan oksigenasi

18. Menanyakan kembali kepada siswa organ apa saja yang berpern dalam pemenuhan kebutuhan oksigenasi

(6)

C. Penutup : menyimpulkan materi yang telah di sampaikan, Salam (20 menit)

Pertemuan ke : dua (3 x 45 menit) Langkah-langkah :

A. Pendahuluan : Salam, membahas tentang materi yang telah di sampaikan sebelumnya (20 menit)

B. Kegiatan inti : (95 menit)

1. Menjelaskan prosedur upaya mengatasi masalah kebutuhan oksigenasi dengan pemasangan oksigen

2. Menyiapkan alat-alat yang digunakan untuk pemasangan oksigen

3. Menyebutkan dan menjelaskan alat yang digunakan dalam pemasangan oksigen 4. Menjelaskan tabung oksigen

5. Menjelaskan regulator oksigen 6. Menjelaskan nasal kanule 7. Menjelaskan masker oksigen

8. Mendemostrasikan prosedur pemasangan oksigen kepada pasien dengan menggunakan nasal kanule dan masker oksigen

9. Menjelaskan dosis atau ukuran pemberian oksigen kepada pasien

10. Siswa diperkenankan untuk mendemostrasikan ulang tata cara pemasangan oksigen C. Penutup : menyimpulkan materi praktek laboratorium sekolah yang

telah di sampaikan, salam (20 menit)

VI. Penilaian : Ulangan harian dan Ujian Laboratorium pemasangan oksigen

Soal ulangan harian

1. Sebutkan sistem tubuh yang berperan dalam pemenuhan kebutuhan oksigenasi ? 2. Jelaskan yang di maksud proses ventilasi, difusi, transportasi ?

3. Sebutkan masalah kebutuhan oksigenasi ?

4. Sebutkan faktor yang mempengaruhi kebutuhan oksigenasi ? Jawaban ulangan harian

1. Hidung, faring, laring, epiglotis, trakea, bronkus, paru

2. Ventilasi yaitu proses masuknya oksigen dari atmosfer ke dalam alveoli dan dari alveoli keluar ke atmosfer

Difusi yaitu pertukaran gas O2 dengan CO2

Transportasi yaitu proses pendistribusian antara O2 kapiler ke seluruh tubuh dan CO2 jaringan tubuh ke kapiler

3. Hipoksia, perubahan pola nafas, obstruksi jalan nafas, pertukaran gas

4. Saraf otonomik, hormonal dan obat, alergi, faktor perkembangan, faktor lingkungan, faktor perilaku

(7)

Ujian laboratorium pemasangan oksigen

Uraian Bobot Nilai TTD

a. Persiapan alat 1. Tabung oksigen 2. Regulator oksigen

3. Nasal kanule/masker oksigen 4. Aquabides

5. Sarung tangan

20 b. Persiapan pasien

1. Pasien diberi penjelasan tentang tujuan dan cara melakukan pemasangan oksigen

20 c. Pelaksanaan

1. Perawat cuci tangan

2. Menjelaskan kepada pasien tentang prosedur pemasangan oksigen

3. Menggabungkan regulator oksigen dengan tabung oksigen

4. Mengisi aquabides pada tampungan air regulator oksigen

5. Memasang nasal kanule atau masker oksigen ke regulator oksigen

6. Membuka pengunci tabung oksigen 7. Mengatur pengeluaran oksigen sesuai

dengan alat yang digunakan (untuk nasal kanule, oksigen yang dikeluarkan 2 liter. Sedangkan untuk masker oksigen, oksigen yang digunakan 10 liter)

8. Rasakan oksigen yang di keluarkan dengan cara menempelkan pada bagian kulit punggung tangan atau pipi kita 9. Pasang kepada pasien

10. Lihat respon pasien 11. Perawat cuci tangan

12. Catat dalam dokumen keperawatan pasien

60

VII. Alat/sumber/bahan belajar : LCD/keterampilan dalam praktek klinik keperawatan/tabung O2, regulator O2, nasal kanule, masker O2, aquabides VIII. Uraian materi :

(8)

 Kebutuhan oksigenasi adalah Merupakan kebutuhan dasar manusia yang digunakan untuk kelangsungan metabolisme sel tubuh, untuk mempertahankan hidupnya dan untuk

aktivitas berbagai organ atau sel

 Sistem tubuh yang berperan dalam kebutuhan oksigenasi terdiri atas : 1. Saluran pernafasan bagian atas

2. Saluran pernafasan bagian bawah 3. Paru

 Saluran pernafasan bagian atas : 1. Hidung

Terdiri atas nares anterior (saluran dlm lubang hidung) yg memuat kelenjar sebaseius yg ditutupi bulu kasar yg brmuara d lubang hidung. Hidung berfungsi sebagai

penyaring udara yang masuk oleh bulu yang ada dalam vestibulum (bagian rongga hidung kemudian dihangatkan atau di lembabkan

2. Faring

Merupakan pipa yang memiliki otot memanjang dari dasar tengkorak, sampai dengan esofagus yang terletak dibelakang hidung (nasofaring), dibelakang mulut (orofaring) dan di belakang laring (laringo faring)

3. Laring (tenggorokan)

Merupakan saluran pernafasan setelah laring yang terdiri atas bagian dari tulang rawan yang diikat bersama ligamen dan membran yang terdiri atas dua lamina yang bersambung di garis tengah

4. Epiglotis

Merupakan katub tulang rawan yang bertugas membantu menutup laring saat proses menelan

 Saluran pernafasan bagaian atas berfungsi : 1. Menyaring

2. Menghangatkan

3. Melembabkan udara yang dihirup

 Saluran pernafasan bagian bawah : 1. Trakea

Disebut juga batang tenggorok , trakea tersebut tersusun atas 16-20 lingkaran tak lengkap yang berupa cincin, trakea dilapisi oleh selaput lendir yang terdiri atas epitelium bersilias yang dapat mengeluarkan debu atau benda asing

2. Bronkus

Merupakan bentuk percabangan yakni kanan dan kiri, pada bagian kanan lebih

(9)

panjang dari sebelah kanan dan memiliki 2 percabangan yaitu lobus bagian atas dan bawah

 Saluran pernafasan bagaian bawah berfungsi 1. Mengalirkan udara

2. Memproduksi surfaktan

 Paru adalah merupakan organ utama dalam sistem pernafasan. Paru terdiri dari beberapa lobus yang diselaputi oleh pleura yaitu pleura parietalis dan pleura viseralis, serta

dilindungi oleh cairan pleura yang berisi cairan surfaktan

Paru memiliki fungsi sebagai tempat pertukaran gas oksigen dan karbon dioksida

 Proses pemenuhan kebutuhan oksigenasi terdiri dari : 1. Ventilasi

2. Difusi 3. Transportasi

 Ventilasi adalah prose masuk dan keluarnya oksigen dari atmosfer ke dalam alveoli atau dari alveoli ke atmosfer, proses ventilasi di pengaruhi antara lain :

1. Perbedaan tekanan antara atmosfer dengan paru.smakin tinggitempat, maka tekanan smakin rendah, dan sebaliknya

2. Kemampuan toraks dan paru pada alveoli dlam melaksanakan ekspansi (kembang kempis)

3. Adanya jalan nafas dari hidung sampai ke alveoli semuanya terdiri dari otot polos yang kerjanya di di pengaruhi oleh saraf otonom.

4. Reflek batuk dan muntah

 Difusi adalah merupakan proses pertukaran antara oksigen di alveoli dengan kapiler paru dan CO2 di kapiler dengan alveoli dan dipengaruhi :

1. Luas permukaan paru

2. Tebalnya membran respirasi dan terjadi masalah bila terjadi penebalan 3. Perbedaan tekanan dan konsentrasi O2

4. Aktifitas gas yaitu kemampuan untuk menembus dan saling mengikat dengan Hb

 Transportasi adalah merupakan proses pendistribusian antara O2 kapiler ke jaringan tubuh dan CO2 jaringan tubuh ke kapiler dan di pengaruhi oleh:

1. Kardiak output yg dinilai melalui isi sekuncup dan frekuensi denyut jantung 2. Kondisi pembuluh darah

 Faktor yang mempengaruhi KDM oksigenasi : 1. Saraf otonomik

2. Memberikan ragsang pada simpatis dan para simpatis pada otot polos saluran pernafasan

3. Hormonal dan obat

4. Hormon derivat kartekolamin memperlebar saluran pernafasan

5. Obat yang berfungsi memperlebar saluran pernafasan antara lain SA, obat bronkodilator dan bronkontriktor

(10)

7. Bersin , sampai sesak nafas 8. Faktor perkembangan

9. Usia mempengaruhi jumlah oksigenasi(proses pembentukan surfaktan) 10. Faktor lingkungan

11. Alergi, ketinggian, maupun suhu 12. Faktor perilaku

13. Obesitas enurunkan ekspansi paru

 Masalah kebutuhan oksigenasi antara lain :

1. Hipoksia (tidak terpenuhinya pemenuhan kebutuhan O2dalam tubuh) 2. Perubahan pola pernafasan

3. Obstruksi jalan nafas (tersumbatnya jalan nafas)

 Perubahan pola nafas :

1. Tachypnea (frekuensi lebih dr 24kali per menit) 2. Bradhypnea (frekuensi kurang dr 10 kali per menit)

3. Hiperventilasi (kelebihan pertukaran gas) dengan pernafasan kusmaul (dangkal dan cepat)

4. Hipoventilasi (kekurangan pertukaran gas) dengan pernafasan dispnea (sesak dan berat)

5. Orthopnea (kesulitan bernafas kecuali pada posisi duduk)

6. Pernafasan paradoksial(pernafasan dimana dinding dada bergerak berlawanan dari keadaan normal)

 Tindakan untuk mengatasi masalah kebutuhan oksigenasi 1. Latihan nafas

2. Latihan batuk efektif 3. Pemberian O2

4. Fisioterapi dada 5. Penghisapan lendir

 Prinsip pemberian O2 adalah 1. Membuka jalan nafas

2. Memastikan tidak ada sumbatan (obstruksi) 3. Memberikan O2

(11)
(12)
(13)

Mengetahui, Pematang Siantar, 2013

Kepala sekolah Guru mata pelajaran

(14)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Mata Pelajaran : Kebutuhan dasar manusia

Kelas/semester : Sepuluh/satu

Standar kompetensi : memahami kebutuhan dasar manusia Kompetensi dasar : menjelaskan kebutuhan fisiologis manusia Indikator :

1. Menjelaskan prinsip pemenuhan kebutuhan nutrisi

2. Menjelaskan sistem tubuh yang berperan dalam kebutuhan nutrisi 3. Menjelaskan zat gizi

4. Menjelaskan keseimbangan energi dan metabolisme basal 5. Menjelaskan macam-macam diet

6. Melakukan upaya untuk mengatasi masalah kebutuhan nutrisi I. Tujuan pembelajaran :

1. Siswa mampu menjelaskan prinsip pemenuhan kebutuhan nutrisi (mandiri)

2. Siswa mampu menjelaskan sistem tubuh yang berperan dalam kebutuhan nutrisi (kerja keras)

(15)

3. Siswa mampu menjelaskan zat gizi (disiplin)

4. Siswa mampu menjelaskan keseimbangan energi dan metabolisme basal (percaya diri) 5. Siswa mampu menjelaskan macam-macam diet (ingin tahu)

6. Siswa mampu menjelaskan dan melakukan upaya untuk mengatasi masalah kebutuhan nutrisi (peduli sosial dan lingkungan)

II. Materi ajar : prinsip kebutuhan dasar manusia nutrisi III. Metode pembelajaran : ceramah dan praktek laboratorium sekolah IV. Alokasi waktu : 270 menit (6 x 45 menit)

V. Kegiatan pembelajaran :

Pertemuan ke : satu (3 x 45 menit) Langkah-langkah :

A. Pendahuluan : salam, membahas tentang materi yang sudah diberikan sebelumnya, kontrak waktu untuk pembahasan materi dan praktek laboratorium sekolah (20 menit)

B. Kegiatan inti : (95 menit)

1. Menanyakan kepada siswa tentang sejauh mana pengetahuan tentang kebutuhan dasar manusia nutrisi

2. Menjelaskan nama saluran pencernaan 3. Menjelaskan fungsi organ mulut

4. Menjelaskan fungsi organ faring dan esofagus 5. Menjelaskan fungsi organ lambung

6. Menjelaskan fungsi organ usus halus 7. Menjelaskan fungsi organ usus besar 8. Menjelaskan macam-macam zat gizi 9. Menjelaskan karbohidrat

10. Menjelaskan lemak 11. Menjelaskan protein

(16)

12. Menjelaskan mineral 13. Menjelaskan vitamin 14. Menjelaskan air

15. Menjelaskan masalah nutrisi

16. Menjelaskan obesitas dan penyebabnya 17. Menjelaskan malnutrisi dan penyebabnya

18. Menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi nutrisi 19. Menjelaskan tindakan untuk mengatasi masalah nutrisi

20. Menanyakan kembali kepada siswa organ yang berperan dalam pemenuhan kebutuhan nutrisi

21. Menanyakan kembali kepada siswa macam-macam zat gizi

C. Penutup : membuat kesimpulan bersama sama tentang materi yang baru saja di sampaikan, salam (20 menit)

Pertemuan ke : dua (3 x 45 menit) Langkah-langkah :

A. Pendahuluan : salam, membahas tentang materi yang sudah diberikan sebelumnya (20 menit)

B. Kegiatan inti : (95 menit)

1. Menjelaskan upaya untuk mengatasi masalah kebutuhan dasar manusia nutrisi 2. Menyiapkan alat-alat

3. Menjelaskan nama-nama alat yang digunakan untuk pemenuhan kebutuhan dasar manusia nutrisi

4. Menjelaskan macam-macam selang NGT 5. Menjelaskan fungsi dari jelly

6. Menjelaskan fungsi stetoskop 7. Menjelaskan fungsi spuit 10 cc 8. Menjelaskan fungsi com berisi air

(17)

9. Menjelaskan cara pengukuran selang NGT 10. Menjelaskan prosedur pemasangan selang NGT

11. Siswa diperkenankan untuk mendemostrasikan ulang tata cara pemasangan selang NGT

D. Penutup : membuat kesimpulan bersama sama tentang materi yang baru saja di sampaikan, salam (20 menit)

VI. Penilaian :

Soal ulangan harian

1. Sebutkan organ apa saja yang berfungsi sebagai organ pencernaan? 2. Kelenjar apa yang ada pada mulut ?

3. Sebutkan fungsi dari usus halus ?

4. Tindakan medis apa untuk mengatasi masalah nutrisi ? 5. Sebutkan kebutuhan dasar manusia secara fisiologis ? Jawaban ulangan harian

1. Mulut, faring, esofagus, lambung, usus halus, usus besar 2. Kelenjar saliva

3. Asorbsi besi, kalsium (vit D), vit ADEK

4. Pemberian nutrisi secara oral, pemberian nutrisi melalui NGT, laboratorium 5. Pertukaran oksigen, Pertukaran gas, Cairan, Nutrisi, Eliminasi, Istirahat dan tidur,

Aktivitas, Keseimbangan suhu tubuh, Seksual Nilai = 25 + 25 + 25 + 25 + 25 = 100

Ujian laboratorium pemasangan NGT

Uraian Bobot Nilai TTD

a. Persiapan Alat Baki berisi : 1. Slang NGT

2. Jely / pelumas 3. Plester

4. Kantong penampung

5. Pipa penyambung (untuk menyambung NGT ke kantong penampung)

6. Spuit 10cc tanpa jarum 7. Stetoskope

(18)

8. Handschoen 9. Bengkok 10. Pinset anatomis 11. Penjepit slang NGT 12. Handuk 13. Tissue 14. Gunting

15. Waskom berisi air masak b. Persiapan pasien & lingkungan

1. Menjelaskan kepada keluarga pasien tentang tindakan yang akan dilakukan

2. Menutup lingkungan dengan gorden / sketsel

20 c. Pelaksanaan

1. Alat – alat didekatkan ke pasien

2. Menjelaskan tentang prosedur tindakan yang akan dilakukan kepada pasien

3. Meletakkan perlak dialasi handuk dibawah kepala pasien sampai bahu

4. Mengatur posisi tidur dengan kepala di ekstensikan

5. Petugas cuci tangan 6. Pasang handschoen

7. Mengukur panjang NGT dari pangkal hidung ke telinga bawah sampai prosesus xypoideus dan memberi batas

8. Mengolesi jely / pelumas pada lambung atau NGT sepanjang 7 – 10 cm

9. Memasukkan pipa lambung ke salah satu lubang hidung secara perlahan – lahan., sampai batas yang telah ditentukan sambil memperhatikan reaksi dari pasien dan menganjurkan pasien untuk menelan ludah 10. Mengetes slang NGT masuk lubang / tidak

dengan cara :

a. Menghisap cairan lambung dengan spuit 10cc bila keluar sisa makanan berarti pemasangan sudah betul

b. Memasukkan udara 5 – 10cc kedalam

(19)

NGT / NSV kemudian didengarkan di dengan stetoskope , bila terdengar bunyi semburan (brus) berarti pemasangan betul

c. Ujung slang NGT / NSV dimasukkan kedalam waskom yang berisi air matang 11. Fiksasi slang NGT / NSV di daerah hidung

dengan plester

12. Sambung slang NGT dengan pipa

penampung dan hubungkan dengan kantong penampung, bila untuk NSV jepit slang NSV supaya tidak ada udara yang masuk 13. Jelaskan tentang hasil pemasangan slang

NGT / NSV dan apa yang boleh dilakukan oleh pasien

14. Rapikan pasien 15. Alat – alat dibereskan 16. Petugas cuci tangan 17. Catat di lembar observasi

VII. Alat/sumber/bahan belajar : LCD/keterampilan dasar praktek klinik

keperawatan/Slang NGT, Jely / pelumas, Plester, Kantong penampung, Pipa penyambung (untuk menyambung NGT ke kantong penampung), Spuit 10cc tanpa jarum, Stetoskope, Handschoen, Bengkok, Pinset anatomis, Penjepit slang NGT, Handuk , Tissue, Gunting, kom berisi air masak.

VIII. Uraian materi :

KEBUTUHAN DASAR MANUSIA NUTRISI

 Saluran pencernaan 1. Mulut 2. Faring 3. Esofagus 4. Lambung 5. Usus halus 6. Usus besar

(20)

 Mulut

1. Ruang antar gusi 2. Gigi

3. Bibir 4. Pipi

5. Di bantu oleh enzim amilase yang memecah amilum menjadi maltosa 6. Juga terdapat kelenjar saliva

 Faring

Faring terletak di bagian belakang mulut, hidung dan laring. Sepanjang hingga vertebra servikal ke 6 dan berhubungan langsung dgn esofagus terdapat 1 buah spingter orifisium

 Esofagus

Esofagus merupakan penghantar makanan dari faring hingga lambung. Dengan penghantaran secara paristaltik

 Lambung

Bagian atas (fundus), bagian horisontal (atrum pilorik). Terdapat spingter orifisium pilorik.

Lambung mempunyai fungsi

Motorik adalah menampung makanan, memecah makanan menjadi partikel kecil dan mencampur dengan asam lambung

Fungsi sekresi dan percernaan adalah untuk mensekresi pepsin dan HCL, protein dan pepton

 Usus halus

Dengan panjang duodenum 25 cm dengan fungsi absorpsi besi, kalsium (vit D), vit ADEK (dgn bantuan empedu dan asam folat), jejunum panjang 2 cm, ileum 1 m

 Usus besar

Dengan panjang 1,5 m, (asenden, transfersum, desenden dan sigmoid)

Dengan fungsi mengarbsopsi air, elektrolit, vit, glukosa, selain itu terdapat flora yang bertugas untuk mensintesis vit K dan B

 Zat Gizi

1. Karbohidrat 2. Lemak 3. Protein 4. Mineral

(21)

5. Vitamin 6. Air

 Masalah Nutrisi 1. Obesitas 2. Malnutrisi

 Faktor yang mempengaruhi nutrisi 1. Pengetahuan

2. Prasangka 3. Kebiasaan 4. Kesukaan 5. Ekonomi

Mengetahui, Pematang Siantar, 2013

Kepala sekolah Guru mata pelajaran

(22)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Mata Pelajaran : Kebutuhan dasar manusia

Kelas/semester : Sepuluh/satu

Standar kompetensi : memahami kebutuhan dasar manusia Kompetensi dasar : menjelaskan kebutuhan fisiologis manusia Indikator :

1. Menjelaskan prinsip pemenuhan kebutuhan cairan dan elektrolit

2. Menjelaskan sistem tubuh yang berperan dalam kebutuhan cairan dan elektrolit 3. Menjelaskan kebutuhan cairan bagi manusia

4. Menjelaskan gangguan /masalah dalam pemenuhan kebutuhan cairan dan elektrolit 5. Menjelaskan kebutuhan cairan dan elektrolit

6. Menjelaskan faktor yang mempengaruhi kebutuhan cairan dan elektrolit 7. Melakukan upaya untuk mengatasi masalah kebutuhan cairan dan elektrolit I. Tujuan pembelajaran :

a. Siswa mampu menjelaskan prinsip pemenuhan kebutuhan cairan dan elektrolit (religius)

b. Siswa mampu menjelaskan sistem tubuh yang berperan dalam kebutuhan cairan dan elektrolit (jujur bertanggung jawab)

c. Siswa mampu menjelaskan kebutuhan cairan bagi manusia (disiplin)

d. Siswa mampu menjelaskan gangguan /masalah dalam pemenuhan kebutuhan cairan dan elektrolit (kerja keras)

e. Siswa mampu menjelaskan kebutuhan cairan dan elektrolit (mandiri)

f. Siswa mampu menjelaskan faktor yang mempengaruhi kebutuhan cairan dan elektrolit (ingin tahu)

g. Siswa mampu menjelaskan dan melakukan upaya untuk mengatasi masalah kebutuhan cairan dan elektrolit (percaya diri)

(23)

II. Materi ajar : prinsip kebutuhan dasar manusia cairan dan elektrolit III. Metode pembelajaran : ceramah dan praktek laboratorium sekolah IV. Alokasi waktu : 270 menit (3 x 45 menit)

V. Kegiatan pembelajaran :

Pertemuan ke : satu (3 x 45 menit) Langkah-langkah :

A. Pendahuluan : salam, mengulang materi yang telah disampaikan sebelumnya, kontrak waktu untuk penyampaian materi dan praktek laboratorium sekolah (20 menit)

B. Kegiatan inti : (95 menit)

1. Menanyakan kepada siswa tentang kebutuhan cairan dan elektrolit 2. Menjelaskan definisi kebutuhan dasar manusia cairan dan elektrolit

3. Menjelaskan organ yang berperan dalam mengatur masalah cairan dan eektrolit 4. Menjelaskan fungsi organ ginjal

5. Menjelaskan fungsi organ kulit 6. Menjelaskan fungsi organ paru 7. Menjelaskan sistem endokrin

8. Menjelaskan kebutuhan cairan dalam tubuh manusia sesuai dengan tumbuh kembang

9. Menjelaskan kebutuhan elektrolit

10. Menjelaskan faktor yang mempengaruhi gangguan cairan 11. Menjelaskan gangguan masalah cairan

12. Menjelaskan gangguan masalah elektrolit

13. Tindakan untuk mengatasi masalah cairan dan elektrolit

C. Penutup : membuat kesimpulan bersama siswa tentang materi yang telah di sampaikan, salam (20 menit)

(24)

Pertemuan ke : dua (3 x 45 menit) Langkah-langkah :

A. Pendahuluan : salam, mengulang kembali materi yang telah disampaikan (20 menit)

B. Kegiatan inti : (95 menit)

1. Menjelaskan upaya untuk mengatasi masalah kebutuhan dasar manusia 2. Menyiapkan alat-alat

3. Menjelaskan nama-nama alat yang digunakan untuk pemenuhan kebutuhan dasar manusia cairan dan elektrolit

4. Menjelaskan macam-macam jarum abocath 5. Menjelaskan fungsi jarum abocath

6. Menjelaskan macam-macam selang tranfusi set 7. Menjelaskan fungsi selang tranfusi set

8. Menjelaskan macam-macam cairan infus 9. Menjelaskan fungsi cairan infus

10. Menjelaskan tempat pemasangan cairan infus 11. Menjelaskan cara-cara desinfeksi

12. Menjelaskan fungsi alat tourniket 13. Memperagakan cara pemasangan infus 14. Menjelaskan cara penghitungan tetesan infus

15. Siswa diperkenankan mendemostrasikan pemasangan infus

C. Penutup : menyimpulkan materi yang telah disampaikan, salam (20 menit)

VI. Penilaian : ulangan dan ujian laboratorium pemasangan infus Soal ulangan harian

(25)

2. Sebutkan fungsi masing-masing organ tersebut dalam mengatur cairan dan elektrolit?

3. Sebutkan kebutuhan cairan pada tubuh manusia dan gangguan kebutuhan cairan ?

4. Sebutkan gangguan masalah elektrolit dan faktor apa saja yang mempengaruhinya ?

5. Sebutkan persipan alat yang digunakan untuk pemasangan intra vena line (infus)? Jawaban ulangan harian

1. Ginjal, kulit, paru, gastrointestinal

2. Ginjal : mengatur air,pengatur konsentrasi garam dalam darah, pengatur asam

basa darah, ekskresi bahan-bahan buangan/kelebihan garam

Kulit : sekresi aktif untuk menurunkan suhu dengan memproduksi keringat Paru : menghasilkan insensible water loss

3. Bayi :75%

Pria : 57% Wanita : 55% Lansia :45%

Gangguan kebutuhan cairan antara lain hipovolemi dan hipervolemi

4. Hiponatremia, hipernatremia, hiperkalemia, hipokalsemia, hipomagnesia,

hipermagnesia

Faktor yang mempengaruhi : usia, temperatur, diet, stres, sakit

5. Abocath, tranfusi set, cairan infus

Nilai = 20 + 20 + 20 + 20 +20 = 100 Ujian laboratorium pemasangan infus

Uraian Bobot Nilai TTD

a. Persiapan Alat : 1. Standart infus

2. Cairan yang akan diberikan 3. Infus set

(26)

4. Kapas steril / lidi waten steril

5. Alkohol 70% dalam botol spray steril 6. Kasa steril 7. Gunting 8. Plaster 9. Pengalas 10. Bengkok 11. Tomiquet

12. Povidon iodine dalam botol spray botol steril 13. Korentang dalam tempatnya

14. Handschoen steril 15. Alat pencukur 16. IV Catheter

b. Persiapan pasien & lingkungan

Penderita dan keluarga diberi penjelasan

tindakan yang akan dilakukan 10 c. Pelaksanaan

1. Cuci tangan dengan air mengalir 2. Siapkan area yang akan dipasang infus 3. Cukur area bila ada bulu

4. Periksa ulang cairan yang akan diberikan 5. Tusukkan slang infus pada botol cairan 6. Keluarkan udara dari slang infus 7. Pasang pengalas

8. Pakai handschoen steril

9. Pilih dan pastikan vena yang akan ditusuk (utamakan vena bagian distal / sesuai kondisi pasien)

10. Lakukan desinfeksi pada area yang akan ditusuk dengan menggunakan kapas steril yang diberi povidone iodine, kemudian ulangi desinfeksi dengan menggunakan kapas steril yang sudah diberi alkohol. Kegiatan desinfeksi tersebut dilakukan dengan gerakan melingkar keluar sampai diameter 6 – 8 cm, bila daerah incersi kotor bisa diulangi 2 – 3 kali

11. Pasang tomiquet diatas lokasi penusukan 12. Masukkan I.V Catheter pada vena yang telah

ditentukan dengan sudut 10° - 30° dengan lubang jarum menghadap ke atas

(27)

13. Setelah I.V Catheter masuk vena, tomiquet dilepas, mandirn ditarik pelan – pelan sambil I.V Catheter didorong masuk sampai

pangkalnya

14. Sebelum melepas madirn, tekan ujung vena Catheter dengan jari, lepas madirnnya kemudian disambungkan ke pangkal I.V Catheter dengan infus set

15. Pemasangan fiksasi : a. I.V Catheter bersayap

- Letakkan plester dibawah sayap, kemudian lipatkan diatas sayap searah dan sejajar ujung I.V Catheter

- Letakkan plester kedua diatas pangkal I.V Catheter dan sayap dengan posisi

melintang

b. I.V Catheter tanpa sayap

 Letakkan plester dibawah pangkal I.V Catheter silangkan diatasnya (plester jangan sampai menutuo luka tusukan I.V Catheter)

 Letakkan plester ke 2 dibelakan plester pertama diatas pangkal I.V Catheter

 Tutup dengan kasa steril dan dekatkan dengan plester sesuai kebutuhan VII. Tuliskan tanggal pemasangan I.V

Catheter pada plester penutup kasa VIII. Hitung jumlah tetesan sesuai dengan

kebutuhan

IX. Perhatikan reaksi pasien

X. Catat waktu pemasangan, jenis cairan dan jumlah tetesan

XI. Pasien dirapikan XII. Alat – alat dibereskan

(28)

XIII. Ganti kasa bila tampak kotor

XIV. Alat/sumber/bahan belajar :LCD/keterampilan dasar praktek klinik

keperawatan/Standart infus, Cairan yang akan diberikan, Tranfusi set, Kapas steril / lidi waten steril, Alkohol 70% dalam botol spray steril, Kasa steril, Gunting, Plaster, Pengalas, Bengkok, Tomiquet, Povidon iodine dalam botol spray botol steril,

Korentang dalam tempatnya, Handschoen steril, Alat pencukur XV. Uraian materi :

KEBUTUHAN DASAR MANUSIA CAIRAN DAN ELEKTROLIT

 Kebutuhan cairan dan elektrolit di atur pada: 1. Ginjal

2. Kulit 3. Paru

4. Gastrointestinal

 Ginjal

Berfungsi untuk mengatur air, pengatur konsentrasi garam dalam darah, pengatur asam basa darah, ekskresi pada bahan buangan atau kelebihan garam

 Kulit

Dalam hal ini kulit memproduksi keringat sebagai sekresi aktif untuk menurunkan suhu tubuh, dan keringat di peroleh dari aktifitas otot, suhu lingkungan, melalui kondisi tubuh yang panas.

 Paru

Organ paru berperan dalam pengeluaran cairan dengan menghasilkan insensible water loss. Proses pengeluaran cairan terkait dengan respon akibat perubahan terhadap upaya

kemampuan bernafas.

 Endokrin

1. ADH (Hormon yang berperan meningkatkan reabsorpsi air sehingga meningkatkan osmolaritas dan menurunkan cairan ekstrasel).

(29)

2. Aldosteron (Hormon yang berfungsi pada absorbsi natrium pada kelenjar adrenal di tubulus ginjal).

3. Prostaglandin (Hormon yang mengatur sirkulasi ginjal).

4. Glukokortikoid (hormon yang mengatur re absorbsi natrium dan air). 5. Mekanisne rasa haus (dalam rangka memenuhi kebutuhan cairan).

 Kebutuhan cairan tubuh manusia

1. Bayi baru lahir : 75 % dari total berat badan 2. Pria dewasa : 57 % dari total berat badan 3. Wanita dewasa : 55 % dari total berat badan 4. Dewasa tua L/P : 45 % dari total berat badan

 Gangguan kebutuhan cairan 1. Hipovolemi atau dehidrasi 2. Hipervolemi atau overhidrasi

 Kebutuhan elektrolit 1. O2

2. Nutrien

3. Dan sisa metabolisme seperti CO2

 Gangguan masalah kebutuhan elektrolit : 1. Hiponatremia (natium kurang) 2. Hipernatremia (natrium tinggi) 3. Hiperkalemia (kalium tinggi) 4. Hipokalsemia (kalsium kurang) 5. Hipomagnesia (magnesium kurang) 6. Hipermagnesia (magnesium lebih)

 Faktor yang mempengaruhi gangguan cairan : 1. Usia

2. Temperatur 3. Diet

4. Stres 5. Sakit

 Tindakan untuk mengatasi masalah cairan : 1. Pemberian cairan melalui infus

2. Tranfusi darah

(30)

Mengetahui, Pematang Siantar, 2013

Kepala sekolah Guru mata pelajaran

(31)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Mata Pelajaran : Kebutuhan Dasar Manusia

Kelas/Semester : sepuluh/satu

Standar Kompetensi : Memahami Kebutuhan Dasar Manusia Kompetensi Dasar : Menjelaskan Kebutuhan Fisiologis Manusia

Indikator :

1. Menjelaskan prinsip pemenuhan kebutuhan eliminasi 2. Menjelaskan faktor yang mempengaruhi eliminasi urine 3. Menjelaskan gangguan dalam kebutuhan eliminasi urine

4. Melakukan upaya untuk mengatasi masalah kebutuhan eliminasi 5. Menjelaskan faktor yang mempengaruhi kebutuhan eliminasi alvi 6. Menjelaskan gangguan atau masalah kebutuhan eliminasi alvi 7. Melakukan upaya untuk mengatasi masalah kebutuhan eliminasi alvi I. Tujuan Pembelajaran :

1. Siswa mampu menjelaskan prinsip pemenuhan kebutuhan eliminasi (jujur bertanggung jawab)

2. Siswa mampu menjelaskan faktor yang mempengaruhi eliminasi urine (disiplin) 3. Siswa mampu menjelaskan gangguan dalam kebutuhan eliminasi urine (mandiri) 4. Siswa mampu menjelaskan dan melakukan upaya untuk mengatasi masalah kebutuhan

eliminasi urine (ingin tahu)

5. Siswa mampu menjelaskan faktor yang mempengaruhi kebutuhan eliminasi alvi (percaya diri)

(32)

6. Siswa mampu menjelaskan gangguan atau masalah kebutuhan eliminasi alvi (peduli sosial dan lingkungan)

7. Siswa mampu menjelaskan dan melakukan upaya untuk mengatasi masalah kebutuhan eliminasi alvi (nasionalis)

II. Materi Ajar : prinsip pemenuhan kebutuhan dasar manusia eliminasi III. Metode Pembelajaran : ceramah dan praktek laboratorium sekolah IV. Alokasi Waktu : 270 menit (6 x 45 menit)

V. Kegiatan pembelajaran :

Pertemuan ke : satu (3 x 45 menit) Langkah-langkah :

A. Pendahuluan : salam, mengulang kembali materi yang telah di sampaikan, kontrak waktu tentang pembahasan materi dan praktek laboratorium sekolah (20 menit)

B. Kegiatan inti : (95 menit)

1. Menanyakan kepada siswa tentang pengertian kebutuhan dasar manusia eliminasi 2. Menjelaskan definisi kebutuhan dasar manusia eliminasi

3. Menjelaskan macam kebutuhan dasar manusia eliminasi 4. Menjelaskan pengertian eliminasi urine

5. Menjelaskan pengertian eliminasi alvi

6. Menyebutkan sambil menunjukkan gambar organ yang berperan dalam eliminasi urine baik pada laki-laki dan perempuan

7. Menjelaskan anatomi dan fungsi organ ginjal

8. Menjelaskan anatomi dan fungsi organ kandung kemih 9. Menjelaskan anatomi dan fungsi organ uretra

10. Menjelaskan bagaimana proses berkemih atau buang air kecil (BAK) 11. Menjelaskan faktor yang mempengaruhi eliminasi urine (BAK) 12. Menjelaskan komposisi dari urine

(33)

13. Menyebutkan dan menjelaskan masalah eliminasi urine

14. Menyebutkan dan menjelaskan upaya untuk mengatasi maslah eliminasi urine 15. Menyebutkan nama organ yang berperan dalam eliminasi alvi (BAB)

16. Menjelaskan fungsi dari masing-masing organ yang berperan dalam eliminasi alvi (BAB)

17. Menjelaskan proses Buang air besar (BAB) 18. Menjelaskan masalah dalam eliminasi alvi (BAB)

19. Menjelaskan faktor yang mempengaruhi eliminasi alvi (BAB)

20. Menyebutkan dan menjelaskan tindakan untuk mengatasi masalah eliminasi alvi (BAB)

21. Siswa diminta untuk menyebutkan nama organ yang berperan dalam eliminasi urine(BAK)

22. Siswa di minta untuk menjelaskan bagaimana proses berkemih (BAK)

23. Siswa di minta menyebutkan dan menjelaskan maslah pada eliminasi alvi (BAB) C. Penutup : menyimpulkan materi yang telah disampaikan, salam (20

menit)

Pertemuan ke : dua (3 x 45 menit) Langkah-langkah :

A. Pendahuluan : salam, mengulang materi yang telah di sampaikan (20 menit)

B. Kegiatan inti : (95 menit)

1. Menjelaskan upaya untuk mengatsi masalah pada kebutuhan dasar manusia eliminasi urine

2. Menjelaskan pengertian pemasangan kateter 3. Menjelaskan macam-macam selang kateter 4. Menjelaskan fungsi urine bag

(34)

6. Siswa di minta untuk mendemostrasikan ulang cara pemasangan kateter pada laki-laki dan perempuan

7. Menjelaskan cara membatu pasien BAK dengan mengguanakan pispot 8. Menjelaskan macam-macam pispot

9. Mendemostrasikan cara membantu pasien laki-laki dan perempuan yang akan buang air kecil(BAK) dengan menggunakan pispot

10. Siswa di minta ulang untuk membantu pasien laki-laki dan perempuan yang akan buang air kecil(BAK) dengan menggunakan pispot

11. Menjelaskan upaya untuk mengatasi masalah pada kebutuhan dasar manusia eliminasi alvi

12. Mendemostrsikan cara membantu pasien yang akan buang air besar (BAB) dengan menggunakan pispot

13. Siswa di minta mendemostrasikan ulang cara membantu pasien yang akan buang air besar (BAB) dengan menggunakan pispot

C. Penutup : menyimpulkan materi yang sudah di sampaikan, salam (20 menit)

VI. Penilaian : ulangan harian dan ujian laboratorium sekolah Soal ulangan harian

1. Sebutkan macam kebutuhan dasar manusia eliminasi ?

2. Sistem tubuh yang berperan dalam eliminasi urine antara lain? Berfungsi sebagai? 3. Bagaimana proses berkemih?

4. Gangguan eliminasi alvi antara lain ?

5. Sebutkan faktor yang mempengaruhi eliminasi urine ? (3 saja) 6. Masalah eliminasi urine antara lain ?

7. Upaya mengatasi masalah eliminasi urine antara lain ? 8. Organ yang berfungsi dalam eliminasi alvi antara lain? 9. Tindakan untuk mengatasi eliminasi alvi antara lain ?

(35)

10. Komposisi urine antara lain ? Jawaban soal ulangan harian 1. Eliminasi alvi dan urine

2. Ginjal berfungsi sebagai penyaring bagian dari darah untuk dibuang dalam bentuk urine Kandung kemih berfungsi sebagai penampung urine sebelum dikeluarkan

Ureter berfungsi sebagai menyalurkan urine ke bagian luar

3. Proses berkemih bila bledder penuh sehingga menimbulkan rangsang pada dinding bledder. Kemudian rangsang tersebut di teruskan medulla spinalis ke korteks cerebral. Selanjutnya otak melalui medulla spinalis ke neuromotoris ke daerah sakral, kemudian terjadi koneksi otot detrusor dan relaksasi otot sfingter eksternal dan kemungkinan di keluarkan berkemih

4. Konstipasi (kesulitan BAB) karena kondisi feces terlalu kering dan keras Diare (feces cair)

Inkontinensia usus (pengeluaran feces yang tidak disadari) Kembung (pengumpulan gas berlebihan pada lambung dan usus) Hemorroid (ambeen)

Fecal impection (penumpukan feces pada lipatan rektum dalam waktu yang berkepanjangan

5. Diet dan asupan (intake), Respon keinginan awal untuk berkemih, Gaya hidup, Stres atau psikologis, Tingkat aktifitas,Tingkat perkembangan, Kondisi penyakit, Sosiokultural, Kebiasaan seseorang, Tonus otot, Pembedahan, Pengobatan, Pemeriksaan diagnostik 6. Retensi urine, Inkontinensia urine, Enuresis, Perubahan eliminasi urine karena obstruksi,

kerusakan motorik dan sensorik, ISK

7. Menyiapkan urine untuk pemeriksaan, Membantu pasien untuk BAK dengan menggunakan pispot, Pemasangan kateter

8. Usus halus (deudenum, jejenum, ileum)

(36)

Rektum

9. Menyiapkan feces untuk bahan pemeriksaan

Menolong pasien untul BAB dengan menggunakan pispot Memberikan huknah rendah

Memberikan huknah tinggi

Mengeluarkan feces dengan menggunakan glicerin Mengeluarkan feces dengan menggunakan jari 10. Air (96 %), Larutan (4 %)

Nilai = 10 + 10 + 10 + 10 + 10 + 10 + 10 + 10 + 10 + 10 = 100 Ujian laboratorium sekolah pemasangan kateter

Uraian Bobot Nilai TTD

a. Persiapan alat

1. Kateter steril dan urobag 2. Kapas savlon

3. Pelumas / jely 4. Perlak dan alasnya 5. Bengkok

6. Pinset anatomis / sarung tangan steril 7. Spuit berisi aquabidest untuk pengunci 8. Sketsel / penutup ruangan

9. Duk steril bila perlu

30

b. Persiapan pasien

1. Berikan penjelasan tentang tindakan yang akan dilaksanakan pada pasien

2. Pasang sampiran

20 c. Pelaksanaan

1. Memberitahu penderita 2. Atur posisi dorsal recumbent

3. Memasang sketsel / menutup ruangan

4. Pasang pengalas dibawah bokong dan letakkan bengkok diantara kedua tungkai

5. Penderita perempuan : a. Mencuci tangan

b. Membuka labia minora dengan ibu jari dan telunjuk tangan kiri yang sebelumnya dibungkus dengan kapas savlon

c. Vulva dibersihkan dengan kapas savlon minimal 3 kali (dari atas ke bawah) dengan

(37)

pinset anatomis

d. Dengan memakai sarung tangan / pinset, kateter diberi pelicin pada ujungnya e. Perawat membuka labia minora dengan

tangan kiri

f. Memasukkan kateter ke dalam uretra perlahan – lahan dan menganjurkan penderita untuk menarik nafas panjang g. Urine yang keluar ditampung dalam

bengkok

h. Bila kateter dipasang permanen, kateter dikunci memakai aquabidest steril untuk mengisi / mengunci balon

i. Menyambung kateter dengan urobag j. Penderita dirapikan dan alat – alat

dibereskan k. Mencuci tangan

Ujian laboratorium sekolah membantu pasien buang air kecil (BAK) dan buang air besar (BAB) dengan menggunakan pispot

Uraian Bobot Nilai TTD

a. Persiapan alat 1. Pispot / Urinal 2. Perlak & alas pispot 3. Botol berisi air cebok 4. Kertas closet / tisu gulung 5. Selimut

6. Sampiran / sketsel

20

b. Persiapan pasien

1. Pasien diberi penjelasan tentang tujuan dan

cara BAB & BAK ditepat tidur 20 c. Pelaksanaan

1. Perawat cuci tangan dan memakai hand scoon 2. Sampiran / sketsel dipasang

3. Pakaian pasien bawah ditanggalkan, & bagian yang terbuka ditutup dengan selimut

4. Pasien dianjurkan memeluk lutut & mengangkat bokong pasien

(38)

5. Pasang perlak dan pengalas

6. Pispot diletakkan dibawah bokong pasien 7. Bila telah selesai anus & daerah genetalia

dibersihkan dengan air & kertas tisu lalu dibuang ke dalam pispot, diulang beberapa kali sampai bersih

8. Pispot diangkat dan feces diamati bila ada kelainan segera dilaporkan dan dicatat 9. Bokong pasien dikering kan dengan pengalas 10. Pasien dirapikan, alat dibersihkan dan

alat-alat dikembalikan pada tempatnya 11. Sampiran / sketsel dibuka kembali

12. Perawat membuka hand scoon dan cuci tangan 13. Mencatat kegiatan dalam dokumen

keperawatan

VII. Alat/sumber/bahan belajar : LCD/ketarmpilan dasar praktek klinik keperawatan/Kateter steril dan urobag, Kapas savlon / providone iodine, Pelumas / jely, Perlak dan alasnya, Bengkok, Pinset anatomis / sarung tangan steril, Spuit berisi aquabidest untuk pengunci, Sketsel / penutup ruangan, Duk steril bila perlu, Pispot / Urinal, Perlak & alas pispot, Botol berisi air cebok, Kertas closet / tisu gulung, Selimut, Sampiran / sketsel

VIII. Uraian materi :

KEBUTUHAN DASAR MANUSIA ELIMINASI

 Macam kebutuhan dasar manusia eliminasi : 1. Eliminasi Alvi (kebutuhan buang air besar) 2. Eliminasi urine (kebutuhan buang air kecil)

 Sistem tubuh yang berperan pada eliminasi urine 1. Ginjal

2. Kandung kemih (bladder, buli-buli) 3. Uretra

 Ginjal

1. Organ retro peritonial

2. Terdiri atas nefron, yang berjumlah+-1 juta nefron

3. Berfungsi sebagai pengatur komposisi dan volume cairan dalam tubuh. Selain itu juga berfungsi menyaring bagian dari darah untuk di buang dalam bentuk urine

(39)

1. Terdiri dari otot-otot halus

2. Terdapat saluran pada bagian bawahnya untuk menyalurkan urine apabila kandung kemih penuh

3. Terdapat kelenjar prostat sebagai spingter 4. Berfungsi sebagai penampung air seni (urine

 Uretra

1. Uretra di lindungi dengan membran mukosa. Meskipun mikroorganisme secara normal tidak ada yang bisa melewati uretra bagian bawah. Namun membran mukosa ini pada keadaan patologis sebagai media baik untuk pertumbuhan patogen

2. Berfungsi untuk menyalurkan urine ke bagian luar

3. Fungsi uretra pada pria dan wanita berbeda, pada pria selain sebagai tempat menyalurkan urine ke bagian luar juga sebagai sistem reproduksi. Sedangkan pada wanita sebagai tempat menyalurkan urine saja

 Proses berkemih :

1. Merupakan proses pengosongan kanddung kemih

2. Proses berkemih bila bledder penuh sehingga menimbulkan rangsang pada dinding bledder. Kemudian rangsang tersebut di teruskan medulla spinalis ke korteks cerebral. Selanjutnya otak melalui medulla spinalis ke neuromotoris ke daerah sakral, kemudian terjadi koneksi otot detrusor dan relaksasi otot sfingter eksternal dan kemungkinan di keluarkan berkemih

 Komposisi urine 1. Air (96 %) 2. Larutan (4 %)

3. Larutan organik terdiri urea, ammonia, kreatin, asam urat

4. Larutan anorganik terdiri natrium, klorida, kalium, sulfat, magnesium, fosfor, natrium klorida

 Faktor yang mempengaruhi eliminasi urine 1. Diet dan asupan (intake)

2. Respon keinginan awal untuk berkemih 3. Gaya hidup

4. Stres atau psikologis 5. Tingkat aktifitas 6. Tingkat perkembangan 7. Kondisi penyakit 8. Sosiokultural 9. Kebiasaan seseorang 10. Tonus otot 11. Pembedahan 12. Pengobatan 13. Pemeriksaan diagnostik

 Masalah eliminasi urine 1. Retensi urine

(40)

2. Inkontinensia urine 3. Enuresis

4. Perubhan eliminasi urine karena obstruksi, kerusakan motorik dan sensorik, ISK

 Upaya mengatasi masalah

1. Menyiapkan urine untuk pemeriksaan

2. Membantu pasien untuk BAK dengan menggunakan pispot 3. Pemasangan kateter

 Sistem eliminasi alvi 1. Usus halus

2. Deudenum, jejenum, ileum 3. Usus besar

4. Asenden, desenden, tranvesum, sigmoid 5. Rektum

6. Katub antara usus halus dan usus besar adalah katub ileocaecal

 Proses BAB

Defekasi merupakan cara untuk mengosongkan usus. Yang mempunyai 2 pusat yaitu pada medulla dan sumsum tulang belakang

 Gangguan eliminasi

1. Konstipasi (kesulitan BAB) karena kondisi feces terlalu kering dan keras 2. Diare (feces cair)

3. Inkontinensia usus (pengeluaran feces yang tidak disadari) 4. Kembung (pengumpulan gas berlebihan pada lambung dan usus) 5. Hemorroid (ambeen)

6. Fecal impection (penumpukan feces pada lipatan rektum dalam waktu yang berkepanjangan

 Proses yang mempengaruhi proses defekasi 1. Usia 2. Diet 3. Asupan cairan 4. Aktifitas 5. Pengobatan 6. Gaya hidup 7. Penyakit 8. Nyeri

9. Kerusakan sensoris dan motor

 Tindakan mengatasi masalah eliminasi alvi 1. Menyiapkan feces untuk bahan pemeriksaan

2. Menolong pasien untul BAB dengan menggunakan pispot 3. Memberikan huknah rendah

4. Memberikan huknah tinggi

5. Mengeluarkan feces dengan menggunakan glicerin 6. Mengeluarkan feces dengan menggunakan jari

(41)
(42)
(43)
(44)

Mengetahui, Pematang Siantar, 2013

Kepala sekolah Guru mata pelajaran

(45)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Mata Pelajaran : kebutuhan dasar manusia

Kelas/semester : sepuluh/satu

Standar kompetensi : memahami kebutuhan dasar manusia Kompetensi dasar : menjelaskan kebutuhan fisiologis manusia

Indikator :

1. Menjelaskan tentang pengertian perawatan diri 2. Menjelaskan jenis perawatan diri

3. Melakukan tindakan perawatan diri pada pasien I. Tujuan Pembelajaran :

1. Siswa mampu menjelaskan tentang pengertian perawatan diri (ingin tahu) 2. Siswa mampu menjelaskan jenis perawatan diri (percaya diri)

3. Siswa mampu menjelaskan dan melakukan tindakan perawatan diri pada pasien (mandiri) II. Materi Ajar : prinsip kebutuhan dasar manusia perawatan diri

III. Metode Pembelajaran : ceramah dan praktek laboratorium sekolah IV. Alokasi Waktu : 270 menit (6 x 45 menit)

V. Kegiatan pembelajaran :

A. Pendahuluan : salam, mengulang kembali materi yang sudah

disampaikan, kontrak waktu pembahasan materi dan praktek laboratorium sekolah (20 menit)

B. Kegiatan inti : (95 menit)

1. Menanyakan kepada siswa tentang pengertian kebutuhan dasar manusia perawatan diri

2. Menjelaskan definisi kebutuhan dasar manusia perawatan diri

3. Menyebutkan dan menjelaskan jenis perawatan diri berdasarkan waktu pelaksanaannya

4. Menjelaskan perawatan diri dini hari 5. Menjelaskan perawatan diri pagi hari 6. Menjelaskan perawatan diri siang hari 7. Menjelaskan perawatan diri menjelang tidur

8. Menyebutkan dan menjelaskan jenis perawatan diri berdasarkan tempat 9. Menjelaskan perawatan diri pada kulit

10. Menjelaskan fungsi kulit

11. Menjelaskan faktor yang mempengaruhi kulit 12. Menjelaskan perawatan diri pada kuku dan kaki 13. Menjelaskan masalah gangguan pada kuku 14. Menjelaskan perawatan diri pada rambut 15. Menjelaskan masalah gangguan pada rambut 16. Menjelaskan perawatan diri pada gigi dan mulut 17. Menjelaskan masalah gangguan pada gigi dan mulut 18. Menjelaskan perawatan diri pada alat kelamin 19. Menjelaskan masalah gangguan pada alat kelamin

(46)

20. Menanyakan kembali kepada siswa tentang jenis perawatan diri berdasarkan waktu

21. Siswa di minta menyebutkan perawatan diri berdasarkan tempat

C. Penutup :menyimpulkan bersama siswa tentang materi yang sudah disempaikan, salam (20 menit)

Pertemuan ke : dua (3 x 45 menit Langkah-langkah :

A. Pendahuluan : salam, mengulang kembali materi yang sudah disampaikan (20 menit)

B. Kegiatan inti : (95 menit)

1. Menanyakan kepada siswa tahapan melakukan sibin pada orang sakit 2. Menjelaskan prosedur perawatan kulit

3. Mendemostrasikan perawatan kulit pada pasien

4. Siswa diminta mendemonstrasikan ulang perawatan kulit pada pasien 5. Menjelaskan prosedur perawatan kuku dan kaki

6. Mendemostrasikan perawatan kuku dan kaki pada pasien

7. Siswa diminta mendemonstrasikan ulang perawatan kuku dan kaki pada pasien 8. Menjelaskan prosedur perawatan rambut

9. Mendemostrasikan perawatan rambut pada pasien

10. Siswa diminta mendemonstrasikan ulang perawatan rambut pada pasien 11. Menjelaskan prosedur perawatan gigi dan mulut

12. Mendemostrasikan perawatan gigi dan mulut pada pasien

13. Siswa diminta mendemonstrasikan ulang perawatan gigi dan mulut pada pasien 14. Menjelaskan prosedur perawatan pada alat kelamin

15. Mendemostrasikan perawatan alat kelamin pada pasien

16. Siswa diminta mendemonstrasikan ulang perawatan alat kelamin pada pasien 17. Mendemostrasikan kebersihan lingkungan pasien

18. Siswa diminta mendemonstrasikan ulang kebersihan lingkungan pasien

C. Penutup : menyimpulkan materi yang sudah disampaikan, salam (20 menit)

VI. Penilaian : ulangan harian dan ujian praktek laboratorium sekolah Soal ulangan harian

1. Sebutkan jenis perawatan diri berdasarkan waktu pelaksanaan ? 2. Sebutkan fungsi kulit ?

3. Sebutkan jenis perawatan diri berdasarkan tempat ? 4. Sebutkan masalah pada gangguan perawatan diri rambut ? Jawaban soal ulangan harian

1. Perawatan dini hari, perawatan pagi hari, perawatan siang hari, perawatan menjelang tidur 2. Melindungi tubuh dari masuknya kuman

Mengatur keseimbangan suhu Alat peraba

Alat ekskresi keringat

Mengatur keseimbangan cairan dan elektrolit

3. Perawatan diri pada kulit, kuku dan kaki, rambut, gigi dan mulut, alat kelamin, lingkungan pasien

4. Halitosis, gainggivitas, karies, stomatitis, peridontal, glostitis, chilosis Nilai = 25 + 25 + 25 + 25 = 100

(47)

Perawatan kulit

Uraian Bobot Nilai TTD

a. Persiapan alat

1. Satu stel pakaian bersih

2. Baskom mandi 2 buah masin-masing berisi air dingin dan air hangat

3. Satu/ duan handuk bersih 4. Kain penutup

5. Tempat untuk pakaian kotor 6. Sketsel bla diperlukan 7. Sabun mandi

8. Sarung tangan

20

b. Persiapan pasien

1. Pasien diberi penjelasan dan dianjurkan untuk buang air kecil terlebih dahulu

2. Tutup pintu dan pasang sketsel

20 c. Pelaksanaan

1. Alat didekatkan ke pasien

2. Perawat cuci tangan dan memakai hand scoon 3. Pintu, jendela atau korden ditutup dan

menggunakan schern bila perlu

4. Selimut dan bantal di pindahkan dari tempat tidur

5. Perawat berdiri di sisi kiri atau kanan pasien 6. Beritahu pasien kalau pakaian bagian atas

harus dibuka dan bagaian yang terbuka itu di tutup dengan menggunakan selimut mandi atau kain penutup

7. Pasien siap dimandikan dengan urutan sebagai berikut :

a. Mencuci muka b. Mencuci tangan

c. Mencuci dada dan perut d. Mencuci punggung e. Mencuci kaki

8. Mencuci daerah lipat paha dan genetalia

60

d. Mencuci muka

1. Handuk di bentangkan di bawah kepala 2. Muka, telinga dan leher dibersihkan dengan

menggunakan waslap lembab lalu dikeringkan dengan handuk

(48)

3. Tanyakan/apakahpasien biasanya menggunakan sabu atau tidak e. Mencuci lengan

1. Selimut atau kain mandi di turunkan

2. Kedua tangan pasien di keataskan, letaakkan handuk di atas dada pasien dan lebarkan ke samping kiri dan kanan sehingga kedua tangan dapat di letakkan diatas handuk

3. Kedua tangan pasien dibasahi dan di sabuni, pekerjaan ini di mulai dari bagian yang jauh dari petugas kemudian dibilas dengan mengguanakan air bersih, selanjutnya di keringkan dengan handuk

a. Mencuci dada dan perut

1. Pakaian pasien bagian bawah di tanggalkan dan selimut atau kain penutup diturunkan sampai perut bagian bawah

2. Kedua tangan pasien di ke ataskan, handuk diangkat dan di bentangkan di sisi pasien 3. Ketiak, dada dan perut dibasahi, disabuni dan

dibilas dan selanjutnya di keringkan dengan menggunakan handuk

b. Mencuci punggung

1. Pasien di miringkan ke kiri

2. Handuk di bentangkan dr bagian punggung sampai ke bokong

3. Punggung sampai bokong di basahi, di sabuni, di bilas dan selanjutnya keringkan dengan handuk

4. Pasien dimiringkan ke kanan dan handuk dibentangkan di bawah punggung kanan 5. Punggung bagian kiri di cuci seperti punggung

bagian kanan

(49)

pasangkan dengan rapi c. Mencuci kaki

1. Kaki pasien yang terjauh dari petugas dikeluarkan dari bawah kain penutup/handuk 2. Handuk dibentangkang di bawahnya dan lutut

ditekuk

3. Kaki di sabuni, di bilas dan selanjynya di keringkan, demikian juga untuk kaki yang satunya

d. Mencuci daearah lipat paha dan genetalia 1. Handuk di bentangkan di bawh bokong dan

pakaian bagian bawah di buka

2. Daerah lipat paha dan genetalia di basahi, di sabuni dan bilas dan selanjutnya dikeringkan 3. Pakaian bagian bawah di kenakan kembali,

kain penutup atau handuk di angkat selimut pasien dipasangkan kembali

4. Pasien dan tempat tidur di rapikan kembali 5. Pakaian dan alat tenun kotor dibawa ke

tempatnya

6. Lepas hand scoon dan cuci tangan Perawatan kuku dan kaki

Uraian Bobot Nilai TTD

a. Persiapan alat

1. Alat pemotong kuku 2. Handuk

3. Baskom berisi air hangat 4. Bengkok 5. Sabun 6. Kapas 7. Sikat kuku 20 b. Persiapan pasien

1. Pasien diberi penjelasan tentang tujuan dan cara melakukan perawatan kuku

20 c. Pelaksanaan

1. Perawat cuci tangan

2. Jelaskan prosedur yang akan di lakukan 3. Atur posisi pasien duduk atau tidur 4. Tentukan kuku yang akan di potong 5. Rendam kuku di dalam air hangat kurang

(50)

lebih 2 menit dan sikat dengan menggunakan sabun bila kotor

6. Keringkan dengan handuk

7. Letakkan tangan atau kaki di atas bengkok dan lakukan pemotongan kuku

8. Cuci tangan Perawatan rambut

Uraian Bobot Nilai TTD

a. Persiapan alat 1. Handuk 2 helai

2. Perlak panjang bagian atas 3. Baskom berisi air hangat 4. Gayung

5. Sampo dan sabun 6. Sisir

7. Kain kasa dan kapas 8. Ember kosong 9. Bengkok 10. Celemek 11. Sampiran

12. Alat pengering rambut

20

b. Persiapan pasien

1. Pasien diberi penjelasan tentang hal –hal yang akan di lakukan

2. Lingkungan sekitar pasien diatur

20 c. Pelaksanaan

1. Perawat cuci tangan dan memakai hand scoon

2. Alat-alat di dekatkan ke pasien 3. Identifikasi pasien

4. Atur posisi pasien

5. Bila pasien tidak bisa duduk atur posisi kepala pasien di tepi tempat tidur

6. Ember diletakkan di bawah bagian kepala pasien

7. Perlak dan pengalas di pasang di bawah kepala pasien di sisi kanan dan kirinya di gulung dan ujungnya berada di ember

8. Lubang telinga ditutup dengan menggunakan kasa dan mata di tutup dengan menggunakan sapu tangan atau kasa

(51)

9. Dada di tutup handuk sampai ke bagian leher 10. Rambut disisir dan kemudian disiram dengan air hangat selanjuynya rambut dicuci dengan dengan sampo. Rambut dibilas beberapa kali sambil kepala di pijat pijat

11. Kepala di angkat dan selanjutnya diberikan alas handuk dan kemudian rambut di keringkan

12. Rambut di sisir rapi

13. Pasien dikembalikan pada posisi yang semula 14. Peralatan di rapikan dan di kembalikan pada

tempat semula

15. Lepas hand scoon dan cuci tangan Perawatan gigi dan mulut

Uraian Bobot Nilai TTD

a. Persiapan Alat :

1. Handuk dan kain pengalas 2. Sikat gigi dan pasta gigi 3. Gelas kumur berisi air bersih

4. Bengkok untuk membuang air kumur

20 b. Persiapan pasien & lingkungan

1. Pasien diberi penjelasan tentang hal – hal yang akan dilakukan

2. Pasien disiapkan dalam posisi tidur dengan kepala dimiringkan

20

c. Pelaksanaan 1. Cuci tangan

2. Alat – alat didekatkan ke pasien 3. Identifikasi pasien

4. Handuk diletakkan di bawah dagu dan pipi 5. Kain pengalas diletakkan diatas handuk

dibawah dagu

6. Siapkan sikat gigi dan diberi pasta gigi 7. Sikatlah gigi pasien dengan gerakan naik

turun dan bagian dalam kemudian bilas selanjutnya bibir dan sekitarnya keringkan 8. Handuk dan pengalas diangkat

9. Posisi pasien diatur kembali

10. Peralatan dibersihkan, dibereskan dan

(52)

dikembalikan ke tempat semula 11. Cuci tangan

12. Dokumentasi dan laporkan Perawatan alat kelamin

Uraian Bobot Nilai TTD

a. Persiapan Alat :

1. Mangkok steril yang berisi kapas savlon steril 2. Sarung tangan 3. Pinset anatomis 4. Perlak 5. Bengkok 6. Pispot

7. Ceret yang berisi air bersih 8. Pembalut

9. Celana dalam 10. Sketsel / sampiran

20

b. Persiapan pasien & lingkungan

1. Menjelaskan kepaada passien tentang tindakan yang akan dilakukan

2. Menutupi lingkungan dengan gorden / sketsel

20 c. Pelaksanaan

1. Pasien diberitahu tentang prosedur tindakan yang akan dilaksanakan

2. Tutup gorden / pasang sketsel / sampiran 3. Atur posisi litotomi, lepas celana dalam 4. Alat didekatkan pada pasien

5. Cuci tangan

6. Pakai sarung tangan 7. Pasang perlak dan pispot

8. Guyur alat kelamin luar dengan air bersih 9. Bersihkan alat kelamin luar dari atas ke

bawah, dari kanan ke kiri, kemudian tengah demgam menggunakan kapas savlon, bisa diulang 2 – 3 kali / sampai bersih

10. Pasang pembalut dan celana dalam 11. Rapikan pasien

12. Bereskan alat – alat, lepaskan sarung tangan dan cuci tangan

13. Beritahu ke pasien bahwa tindakan sudah selesai, catat lembar observasi

60

(53)

Uraian Bobot Nilai TTD a. Persiapan

1. Kasur, bantal dan guling 2. Laken

3. Stek laken 4. Perlak 5. Selimut 6. Selimut

7. Sarung bantal, sarung guling 8. Waskom berisi larutan clorin 0,5 % 9. Waskom berisi air bersih

10. Lap kerja 11. Troli linen

12. Over laken (plastik)

20

b. Persiapan pasien dan lingkungan

1. Lingkungan sekitar tempat tidur dirapikan 20 c. Pelaksanaan

1. Perawat cuci tangan dan memakai hand scoon

2. Bersihkan tempat tidur dengan menggunakan clorin dan bilas dengan enggunakan air bersih

3. Letakkan kasur diatas tempat tidur 4. Pasang laken dengan cara:

5. Perlak dipasang sekurang kurangnya 30 cm dari sisi tempat tidur bagian kepala

6. Stek laken dipasang diatas perlak dengan tiap sisi-sisinya dimasukkan bersama perlak ke bawah kasur setegang mungkin

7. Selimut dilipat empat secara terbalik dan pasang pada kasur bagian kaki, sedangkan bagian atas terbalik dimasukkan ke bawah kasur sekurang kurangnya 10 cm dan ujung-ujung sisi selimut dimasukkan dibawah kasur 8. Bantal dimasukkan kedalam sarung, dengan

cara ½ sarung bantal bagian ujung di lipat terlebih dahulu ke arah luar, kemudian bantal baru dimasukkan dan dan tarik ujung sarung bantal yang di lipat tadi. Pastikan ujung

(54)

bantal masuk kedalam ujung sarung bantal 9. Pasang bantal di bagian atas kasur dengan

bagian sarung bantal yang terbuka tidak menghadap ke arah pintu

10. Bila tempat tidur tidak dipakai, tutup dengan menggunakan over laken

11. Alat dirapikan

12. Lepas hand scoon dan cuci tangan

VII. Alat/sumber/bahan belajar : LCD/keterampilan dasar praktek klinik keperawatan/Satu stel pakaian bersih, Baskom mandi 2 buah masin-masing berisi air dingin dan air hangat, Satu/ duan handuk bersih, Kain penutup, Tempat untuk pakaian kotor, Sketsel bla

diperlukan, Sabun mandi, Sarung tangan, Alat pemotong kuku, Handuk, Baskom berisi air hangat, Bengkok, Sabun, Kapas, Sikat kuku, Handuk 2 helai, Perlak panjang bagian atas, Baskom berisi air hangat, Gayung, Sampo dan sabun, Sisir, Kain kasa dan kapas, Ember kosong, Bengkok, Celemek, Sampiran, Alat pengering rambut, Handuk dan kain pengalas, Sikat gigi dan pasta gigi, Gelas kumur berisi air bersih, Bengkok untuk membuang air kumur, Mangkok steril yang berisi kapas savlon steril, Sarung tangan, Pinset anatomis, Perlak, Bengkok, Pispot, Ceret yang berisi air bersih, Pembalut, Celana dalam, Sketsel / sampiran, Kasur, bantal dan guling, Laken, Stek laken, Perlak, Selimut, Selimut, Sarung bantal, sarung guling, Waskom berisi larutan clorin 0,5 %, Waskom berisi air bersih, Lap kerja, Troli linen, Over laken (plastik).

VIII. Uraian materi :

PRINSIP PEMENUHAN KEBUTUHAN PERAWATAN DIRI

 Perawatan diri atau kebersihan diri (personal hygiene) : perawatan diri sendiri yang dilakukan untuk mempertahankan kesehatan baik secara fisik maupun psikologis.

 Jenis perawatan diri berdasarkan waktu pelaksanaan 1. Perawatan Dini Hari :

Perawatan diri yang dilakukan pada waktu bangun tidur 2. Perawatan Pagi Hari :

Perawatan yang dilakukan setelah melakukan makan pagi 3. Perawatan Siang Hari :

(55)

Perawatan diri yang dilakukan setelah melakukan berbagai tindakan pengobatan/pemeriksaan dan setelah makan siang

4. Perawatan Menjelang Tidur :

Perawatan diri yang dilakukan pada saat menjelang tidur agar pasien dapat tidur dengan tenang

 Tujuan umum perawatan diri adalah :

Untuk mempertahankan perawatan diri, baik secara sendiri maupun dengan menggunakan bantuan, dapat melatih hidup sehat / bersih dengan cara memperbaiki gambaran atau persepsi terhadap kesehatan dan kebersihan dengan cara menciptakan penampilan yang sesuai dengan kebutuhan kesehatan

 Jenis perawatan diri berdasarkan tempat : 1. Perawatan Diri Pada Kulit :

Kulit merupakan salah satu bagian penting dalam tubuh yang dapat melindungi tubuh dari berbagai kuman dan trauma, sehingga diperlukan perawatan yang cukup (adekuat) dalam mempertahankan fungsinya. Kulit secara anatomis terdiri dari lapisan epidermis (terdiri dari bagian : stratum korneum,stratum lusidum,dan stratum granulosum) dan lapisan dermis (terdiri dari : ujung saraf sensorik,kelenjar keringat,dan kelenjar sebaseus).

Fungsi kulit adalah a. Melindungi tubuh

b. Mengatur keseimbangan suhu tubuh c. Sebagai alat peraba

d. Sebagai alat ekstraksi keringat

e. Mengatur keseimbangan cairan dan elektrolit f. Memproduksi dan menyerap vitamin D Faktor yang mempengaruhi kulit :

a. Usia

b. Jaringan kulit

c. Kondisi/keadaan lingkungan Cara merawat kulit:

Merupakan tindakan keperawatan dengan melakukan perawatan pada kulit yang mengalami atau beresiko terjadi kerusakan jaringan lebih lanjut khususnya daerah yang mengalami tekanan (tonjolan). Dengan tujuan : untuk mencegah dan mengatasi terjadinya luka dekubitus akibat tekanan lama dan tidak hilang

(56)

2. Perawatan diri kuku dan ka

Menjaga kebersihan kuku merupakan salah satu aspek penting dalam mempertahankan perawatan diri.

Secara anatomis kuku terdiri dari : a. Dasar kuku b. Badan kuku c. Dinding kuku d. Kantung kuku e. Akar kuku f. lanula

Gangguan pada kuku :

a. In grown Nail : kuku tanga tidak tumbuh dan dirasakan sakit pada daerah tersebut.

b. Paronychia : radang disektiar jaringan kuku

c. Ram’s Horn Nail : gangguan kuku yang ditandai pertumbuhan yang lambat disertai kerusakan dasar kuku / infeksi

d. Bau tidak sedap : reaksi mikroorganisme yang menyebabkan bau tidak sedap Tindakan Perawatan Diri pada Kuku

Cara perawatan kuku :

Merupakan tindakan keperawatan pada pasien yang tidak mampu merawat kuku sendiri

Tujuan :

Menjaga kebersihan kuku dan mencegah timbulnya luka / infeksi akibat garukan kuku 3. Perawatan diri rambut

Rambut merupakan bagian dari tubuh yang memili fungsi proteksi dan pengatur suhu. Anatomis rambut : a. Bagian rambut b. Akar rambut c. Sarung akar d. Filokel rambut e. Kelenjar sabesea

Gangguan perawatan rambut : a. Kutu

b. Ketombe

c. Alopecia (botak)

d. Seborrheic dermatitis (radang pada kulit rambut Cara perawat rambut :

Merupakan tindakan keperawatan pada pasien tang tidak mampu memenuhi kebutuhan perawatan diri dengan cara mencuci rambut dan menyisir rambut

(57)

Membersihkan kuman – kuman yang ada pada kulit kepala, menambah rasa nyaman, membasmi kutu / ketombe yang melekat pada kulit, serta memperlancar sistem peredaran darah di bawah kulit

4. Perawatan diri mulut dan gigi

Gigi dan mulut : bagian penting yang harus dipertahankan kebersihannya, sebab melalui organ ini berbagai kuman dapat masuk

Gangguan pada gigi dan mulut : a. Halitosis b. Ginggivitas c. Karies d. Stomatitis e. Peridontal disease f. Glostitis g. Chilosis Cara perawatan :

Merupakan tindakan perawatan pada pasien yang tidak mampu mempertahankan kebersihan mulut dan gigi dengan cara membersihkan serta menyikat gigi dan mulut secara teratur

Tujuan :

a. mencegah infeksi di mulut akibat kerusakan di daerah gigi dan mulut b. Membantu menambah nafsu makan

c. Menjaga kebersihan gigi dan mulut 5. Perawatan alat kelamin

Merupakan perawatan diri bagian eksternal Cara Vulva Higiene :

Merupakan tindakan keperawatan pada pasien yang tidak mampu membersihkan vulva sendiri

Tujuan :

Mencegah terjadinya infeksi pada vulva dan menjaga kebersihan vulva 6. Kebersihan lingkungan pasien

Mengetahui, Pematang Siantar, 2013

(58)

Endah Katy wulandari,Spd Dini.Nurmasari.Sebayang, SST

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Mata Pelajaran : kebutuhan dasar manusia Kelas/semester : sepuluh/satu

(59)

Standar kompetensi : memahami kebutuhan dasar manusia

Kompetensi dasar : menjelaskan kebutuhan keselamatan dan rasa aman Indikator : menjelaskan kebutuhan keselamatan dan rasa aman

I. Tujuan Pembelajaran : siswa mampu menjelaskan kebutuhan keselamatan dan rasa aman (ingin tahu)

II. Materi Ajar : kebutuhan keselamatan dan rasa aman III. Metode Pembelajaran : ceramah

IV. Alokasi Waktu : 45( 45 menit) V. Kegiatan Pembelajaran :

Pertemuan ke : satu (45 menit) Langkah-langkah :

A. Pendahuluan : salam, mengulang materi yang telah di sampaikan sebelumnya (5 menit)

B. Kegiatan inti : (35 menit)

1. Menanyakan kepada siswa tentang pengertian kebutuhan keselamatan dan rasa aman

2. Menjelaskan definisi keselamatan 3. Menjelaskan definisi rasa aman

4. Menyebutkan dan menjelaskan faktor yang mempengaruhi kebutuhan keselamatan dan rasa aman

5. Menjelaskan macam-macam bahaya dan kecelakaan 6. Pencegahan kecelakaan di rumah sakit

7. Menanyakan kembali kepada siswa tentang definisi kebutuhan keselamatan dan rasa aman

Referensi

Dokumen terkait

Asuhan Keperawatan Pada bayi P dengan Prioritas Masalah Kebutuhan Dasar Cairan dan Elektrolit.. di Kelurahan Harjosari II Lingkungan VII Kecamatan

Pengantar kebutuhan dasar manusia : aplikasi konsep dan proses keperawatan.. Buku Ajar Kebutuhan Dasar Manusia Teori

Pengantar Kebutuhan Dasar Manusia : Aplikasi Konsep dan Proses Keperawatan .Jakarta : Salemba Medika.. Buku Ajar Kebutuhan Dasar Manusia Teori dan Aplikasi

Defisit volume cairan dan elektrolit kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan output cairan yang berlebihan.. Gangguan kebutuhan nutrisi kurang dari kebutuhan

Buku Ajar Kebutuhan Dasar manusia : teori dan. Aplikasi

 Menjelaskan kembali materi Kebutuhan cairan tubuh, Pengaturan volume cairan tubuh, jenis cairan nutrien yang sudah dibaca dan di dengarkan dengan bhasa sendiri secara

Dengan ditegakannya diagnosa keperawatan kekurangan volume cairan dan elektrolit, penulis merencanakan tindakan untuk memenuhi kebutuhan cairan dan elektrolit pada

Salah satu kebutuhan dasar manusia adalah kebutuhan fisiologis yang meliputi kebutuhan oksigen, cairan dan elektrolit, nutrisi, eliminasi, istirahat dan tidur, pengaturan suhu tubuh dan