1
Jurnal Aksioma Ad-Diniyah
Pengaruh Pendidikan Agama Islam Terhadap Pergaulan
Remaja Masa Kini
Ujang Saefudin Rosyid
STAI La Tansa Mashiro Indonesia Article Info Abstract
Keluarga merupakan masyarakat alamiah yang didalamnya terdapat dasar-dasar pendidikan. Disini pendidikan berlangsung dengan sendirinya sesuai dengan tatanan pergaulan yang berlaku didalamnya. Disini delitakan dasar-dasar pengalaman melalui rasa kasih sayang dan penuh kecintaan, kebutuhan dan kewibawaan dan nilai-nilai kepatuhan.
Orang tua adalah pendidik utama dan pertama bagi anak, karena merekalah anak mula-mula menerima pendidikan-pendidikan serta mampu menghayati suasana kehidupan religius dalam kehidupan keluarga yang akan berpengaruh dalam perilakunya sehari-hari yang merupakan hasil dari bimbingan orang tuanya, agar menjadi anak yang berakhlak mulia, berbudi pekerti yang luhur yang berguna bagi dirinya demi masa depan keluarga agama, bangsa dan negara.
Memperoleh pendidikan adalah salah satu hak yang patut dimiliki oleh remaja.Dapat dipahami bahwa setiap orang memang harus mendapatkan pendidikan.oleh karena itu kehidupan yang diharapkan setiap manusia adalah berahlak yang baik dan berbahagia dalam hidupnya, maka untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan pendidikan.
Vol. 4│No. 1 ISSN 2337-6104
Keywords:
Pendidikan Agama Islam, Remaja Masa Kini
Coreresponding Author:
Ujangsaepudinrosya [email protected]
2
Dengan demikian bahwa pendidikan merupakan
kelengkapan dari kebutuhan manusia yang sangat penting dalam hidup dan kehidupannya, karena pada dasarnya pendidikan adalah usaha membudayakan manusia. Oleh karena itu proses pendidikan agama Islam bertugas pokok membentuk kepribadian pada diri manusia terlebih pada remaja untuk menjadi pribadi muslim yang hakiki.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang Pendidikan Agama Islam yang ada di Desa Intenjaya, dan untuk mengetahui pergaulan remaja Desa Intenjaya, serta sekaligus untuk mengetahui pengaruh pendidikan agama Islam terhadap Pergaulan remaja Masa Kini di Desa Intenjaya Kecamatan Cimarga.
Dalam penelitian ini, peneliti berasumsi bahwa semakin tinggi peran serta orang tua dalam hal mendidik anak yang mengarah pada pengenalan-pengenalan pendidikan agam Islam, maka semakin lebih baik pula perilaku remaja dalam pergaulannya di lingkungan masyarakat.
Kata Kunci :Pendidikan Agama Islam, Remaja Masa Kini .
@ 2016 JAAD. All rights reserved
Pendahuluan
Masa remaja (adolescence) adalah masa yang sedang berada pada persimpangan jalan antara dunia anak-anak dan dunia dewasa. Oleh sebab itu, pada masa ini merupakan masa yang penuh dengan kesukaran dan persoalan, bukan saja bagi remaja itu sendiri, tetapi juga
bagi orang tua, guru, dan masyarakat sekitarnya (Tohirin, Drs. Ms. M.Pd (2005) Psikologi Pembelajaran Pendidikan Islam, hal : 42)
Betapa banyak faktor penyebab terjadinya kenakalan pada remaja yang dapat menyeret mereka pada dekadensi moral dan pendidikan yang buruk dalam masyarakat, dan
3
kenyataan kehidupan yang pahit penuh dengan “kegilaan”, betapa banyak sumber kejahatan dan kerusakan yang menyeret mereka dari berbagai sudut dan tempat berpijak. Oleh karena itu, jika para pendidik tidak dapat memikul tanggung jawab dan amanat yang diberikan pada mereka, dan pula tidak mengetahui faktor-faktor yang dapat menimbulkan kelainan pada
remaja serta upaya
penanggulangannya maka akan
terlihat suatu generasi yang bergelimang dosa dan penderitaan dalam masyarakat. (Prof. DR. Rachmat Jatnika, Sistem Perilaku Islami (CV. Bina Pustaka, Jakarta: 1996), h. 11.) ﺤﻠﺼ ﺍﺪﺍ ﮫﻔﻀﻣ ﺪﺴﺠﻠﺍﻲﻓ ﻦﺍ ت , ﺢﻠﺼ ﺪﺴﻔﺍﺪﺍﻮ ﺪﺴﺠﻠﺍﺮﺋﺎﺴ ت , ﺪﺴﻔ ت ﺪﺴﺠﻠﺍﺮﺋﺎﺴ ﻭﻻﺍ ھ ﺏﻠﻘﻠﺍﯥ ִ ﴿ ﻢﻠﺴﻤﻭﯼﺮﺎﺨﺒﻠﺍﻩﺍﻭﺮ ﴾
Rasulullah SAW bersabda: “Setiap anak dilahirkan dalam keadaan suci, bersih, dan
sesungguhnya kedua orang
tuanyalah yang menjadikannya sebagai orang Yahudi, atau Majusi atau Nasrani.”
Apabila kita memahami betapa besar pengaruh lingkungan rumah
bagi kehidupan remaja maka kedua orangtuanya memiliki kewajiban penuh dalam mempersiapkan anak dan melindunginya dari kehinaan serta mengarahkannya agar tumbuh di dalam jiwanya ruh agama dan kemuliaan. Dari kemungkinan-kemungkinan di atas penulis tertarik untuk mendeskripsikan bimbingan orang tua dalam membina akhlak pada usia pra sekolah di lingkungan.
Kemajuan dan perkembangan
pendidikan sejalan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi, sehingga perubahan akhlak pada remaja sangat
dipengaruhi oleh
pendidikan.Penerapan pendidikan
akhlak pada anak sebaiknya
dilakukan sedini mungkin agar kualitas anak yang berakhlak mulia bisa dijadikan bekal khusus bagi dirinya, umumnya bagi keluarga,
masyarakat, bangsa dan
Agama.(Zakiah Daradjat, Ilmu Pendidikan Islam, (Bumi Aksara, Jakarta :1996), h. 16.)
Memperoleh pendidikan adalah salah satu hak yang patut dimiliki oleh remaja.Dapat dipahami bahwa
setiap orang memang harus
mendapatkan pendidikan.oleh karena 2
4
itu kehidupan yang diharapkan setiap manusia adalah berahlak yang baik dan berbahagia dalam hidupnya, maka untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan pendidikan (Dr. Zakiah Darajat, dkk Ilmu Pendidikan Islam)
Dengan demikian bahwa
pendidikan merupakan kelengkapan dari kebutuhan manusia yang sangat
penting dalam hidup dan
kehidupannya, karena pada dasarnya
pendidikan adalah usaha
membudayakan manusia. Oleh
karena itu proses pendidikan Islam
bertugas pokok membentuk
kepribadian pada diri manusia untuk menjadi pribadi muslim yang hakiki.Menurut Hurlock (1981: 6) remaja adalah mereka yang berada pada usia 12-18 tahun. Remaja adalah masa yang penuh dengan permasalahan.Statemen ini sudah di kemukakan jauh pada masa lalu yaitu diawal abad ke-20 oleh Bapak Psikologi Remaja yaitu Stanley Hall.Pendapat Stanley Hall pada saat itu yaitu bahwa masa remaja merupakan masa badai dan tekanan (storm and stress) sampai sekarang masih banyak dikutip orang.
Menurut Erickson yang dikutip oleh Drs, Hasan basri.Masa remaja adalah masa terjadinya krisis identitas atau masa pencarian identitas diri.Gagasan Erickson ini dikuatkan oleh James Marcia yang menemukan bahwa ada empat status identitas dari pada remaja yaitu identity diffusion/confussion, moratorium, foreclolosure dan identity achived.Karakteristik remaja yang sedang berproses untuk mencari identitas diri ini juga sering menimbulkan masalah pada diri remaja.(Hasan Basri, Drs. Remaja Berkualitas (Problematika remaja dan solusinya), hal : 50)
Gunarsa (1989) merangkum beberapa karakteristik remaja yang
dapat menimbulkan berbagai
permasalahan pada diri remaja, yaitu :
1. Kecanggungan dalam
pergaulan dan kekakuan dalam gerakan.
2. Ketidakstabilan emosi.
3. Adanya perasaan kosong akibat perombakan pandangan dan petunjuk hidup.
4. Adanya sikap menentang dan menantang orang tua.
5. Pertentangan didalam dirinya
sering menjadi pangkal
penyebab pertentangan dengan orang tua.
5
6. Kegelisahan karena banyak hal yang diinginkan, akan tetapi
remaja tidak sanggup
memenuhinya.
7. Senang bereksperimentasi dan bereksploitasi.
8. Mempunyai banyak fantasi, khayalan, dan bualan.
9. Kecenderungan membuat
kelompok dan kecenderungan kegiatan
berkelompok.Sedangkan
melihat kenyataan dilapangan, terdapat beberapa karakteristik
remaja yang dapat
menimbulkan beberapa
permasalahan pada diri remaja, adalah sebagai berikut : a. Pengaruh dari kalangan
remaja yang bekerja di perkotaan, sehingga perilaku buruk yang diterimanya dari tempat ia bekerja tersebut
dibawa ke kampung
halamannya.
b. Banyaknya para remaja yang
belum mendapatkan
pekerjaan, sehingga
pekerjaan sehari-harinya
hanya nongkrong tidak
karuan.
c. Belum menyadari akan
pentingnya pendidikan agama Islam, sehingga banyak pengajian-pengajian yang hanya dihadiri oleh kalangan orang tua sedangkan dari kalangan remaja paling hanya ada satu atau dua orang. d. Kurangnya kepedulian dan
pantauan dari orang tua. e. Adanya pengelompokan pada
kalangan remaja, sehingga egoisme antar kelompok begitu tinggi.
Berdasarkan teori-teori diatas berarti usia remaja adalah masa saat terjadinya perubahan-perubahan
cepat, termasuk perubahan
fundamental dalam aspek kognitif, emosi, sosial dan pencapaian.(Hasan Basri, Drs. Remaja Berkualitas (Problematika remaja dan solusinya), hal : 51).
Sebagian remaja mampu
mengatasi transisi ini dengan baik, namun sebagian remaja bisa jadi mengalami penurunan pada kondisi
psikis, fisiologis, dan
sosial.Beberapa permasalahan yang
muncul biasanya banyak
berhubungan dengan karakteristik yang ada pada diri remaja.(Ibid hal. 112)
Berdasarkan tujuan tersebut diatas, jelaslah bahwa kita berupaya untuk mempertinggi budi pekerti dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT serta membangun dirinya dan bangsanya. Untuk mencapai tujuan tersebut, pendidikan Islam berpengaruh besar dalam rangka mendidik akhlak dan kepribadian anak untuk lebih baik lagi ketika bergaul di masyarakat.
6
Fenomena tersebut diatas, terjadi pula di masyarakat, tepatnya di, Desa Intenjaya, Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak sebagai
tempat penelitian penulis,
berdasarkan observasi awal,
diperoleh bahwa di daerah tersebut banyak dilaksanakan kegiatan pembelajaran tentang keagamaan, mulai dari pesantren dan pengajian rutin, namun masih banyak para remaja yang mengabaikan hal tersebut, paling tidak jarang sekali para remaja yang ikut kumpul dalam pengajian rutin, mungkin hanya sebagian orang saja kebanyakan dari kalangan Orang tua. Ketika shalat berjamaah, masjid masih selalu kosong, kebanyakan para remaja nongkrong, berkumpul yang tidak karuan.
Fenomena tersebut makin marak terjadi belakangan ini, pemberitaan mengenai kenakalan remaja sudah sangat darurat, seperti kasus-kasus luar biasa pembunuhan remaja, pemerkosaan remaja, bahkan pelakunya adalah remaja, pencurian yang dilakukan oleh geng remaja, kebut-kebutan dijalanan. Dari fenomena-fenomena tersebut cukup
menyayat hati para orangtua dan seharusnya menjadi perhatian yang sangat penting untuk mulai menjaga anak kita dari hal-hal tersebut. Darurat kekerasan dan kejahatan serta kenakalan remaja yang saat ini meningkatlah yang menjadi motivasi penulis untuk melakukan penelitian
dengan judul “Pengaruh
Pendidikan Agama Islam Terhadap Pergaulan Remaja Masa Kini”.
Metodologi Penelitian
Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriftif kuantitatif karena rangkaian permasalahan yang diteliti adalah masalah – masalah yang terjadi pada saat itu, sedangkan teknik pengumpulan data adalah melalui observasi, dan wawancara, angket, logika, dan statistic korelasi. Populasi dapat didefinisikan sekumpulan orang banyak/ keadaan yang tidak mempunyai karakteristik umum yang sama.(Furqon, 2001 hal 1-2)
Populasi berarti keseluruhan obyek yang akan diteliti. Populasi dalam penelitian ini adalah para
7
remaja di sekitar Desa Intenjaya
Kecamatan Cimarga Kabupaten
Lebak, yang berjumlah 100 orang yang menginjak usia remaja.
Adapun yang akan dijadikan sampel dalam penelitian ini adalah 40 orang yang menginjak benar-benar usia remaja. Karena jumlah lebih dari 100, maka penulis mengambil 50 % dari populasi yang diteliti dikhususkan di Desa
Intenjaya Kecamatan Cimarga
Kabupaten Lebak.
Adapun tekhnik pengambilan
sampelnya dilakukan dengan
caraRandom sampling, yaitu semua individu dalam populasi baik secara sendiri-sendiri atau bersama-sama diberikan kesempatan yang sama untuk dipilih menjadi anggota sampel. Hal ini berdasarkan pada pendapat Arikunto, bahwa: untuk sekedar ancar-ancar, maka apabila subjeknya kurang dari 100, maka lebih baik diambil semua sehingga penelitiannya merupakan penelitian populasi. Selanjutnya jika jumlah subjeknya besar dapat diambil antara 10-15 % atau 20-25 % atau lebih.(Suharsimi Arikuno, Prosedur
Penelitian Suatau Pendekatan Praktek, Jakarta. PT. Cipta, 1998. cet. ke 3 hal 120)
Adapun tujuan penulis dalam mengadakan pnelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Untuk memperoleh data
mengenai pendidikan agama Islam yang ada di Desa Intenjaya Kecamatan Cimarga Kabupaten Lebak,
2. Untuk memperoleh data
mengenai pergaulan remaja yang biasa dilakukan di Desa Intenjaya Kecamatan Cimarga Kabupaten Lebak,
3. Untuk mengetahui pengaruh pendidikan agama Islam terhadap pergaulan remaja di Desa Intenjaya Kecamatan Cimarga Kabupaten Lebak,
Lokasi atau tempat penulis mengadakan penelitian adalah di Desa Intenjaya Kecamatan Cimarga Kabupaten Lebak.
Teknik Pengumpulan Data
Dalam pengumpulan data, penulis menggunakan tekhnik-tekhnik yaitu penelitian yang
8
menggunakan metode yang
meghubungkan antara dua variabel. Penulis juga dalam mengumpulkan data ini menggunakan tekhnik sebagai berikut:
1. Penelitian Kepustakaan
(Library Research). Penelitian kepustakaan adalah penelitian dengan mengumpulkan data-data atau bahan-bahan yang bersumber dari buku-buku, majalah, surat kabar, dan bahan informasi lainnya sebagai referensi dalam proposal skripsi ini. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk
memperoleh sumber data
mengenai pengaruh pendidikan agama Islam tehadap pergaulan remaja.
2. Penelitian Lapangan (Field Research). Penelitian lapangan ini yaitu penulis langsung ke obyek penelitian yakni di Desa Intenjaya
Kecamatan Cimarga
Kabupaten Lebak,, adapun cara untuk meengunpulkan data ini adalah sebagai berikut:
a. Observasi, Metode
observasi merupakan
salah satu tekhnik
pengumpulan data dengan mengadakan pengamatan
langsung, metode
observasi ini bermakna
untuk mengumpulkan data-data tentang mengenai pengaruh pendidikan Islam terhadap pergaulan remaja,
b. Interview, yaitu metode
dengan tanya jawab
langsung sehubungan
dengan masalah yang belum jelas dan belum
dimengerti kepada
remaja,
c. Angket, yaitu metode pertanyaan yang harus dijawab oleh responden
untuk meminta
keterangan tentang fakta yang diketahui atau juga mengenai pendapat atau sifat responden tersebut.
9
Tekhnik Analisis Data
Setelah data tersebut terkumpul melalui tekhnik pengunpulan data sebagaimana disebutkan diatas, maka penulis mengklasifikasikannya menurut jenisnya, yaitu pada data kuantitatif dan data kualitatif.
Adapun tekhnik pengolahan data dalam penelitian ini melalui pendekatan kuantitatif dengan menggunakan analisis korelasional
poduct moment dengan
menggunakan rumus:
1. Mengurutkan data nilai hasil angket Pendidikan Agama Islam (X) dengan Pergaulan Remaja Masa Kini (Y),
2. menentukan rentang skor (R) dengan rumus: 1 H L R
Keterangan : H = Nilai Terbesar L = Nilai Terkecil 3. Menentukan kelas dengan rumus
:
K = 1 + 3,3 log N
Keterangan : N (Number)
=banyaknya hal yang
dipersoalkan
4. Menentukan kelas (P) dengan rumus :PRK
5. Membuat tabel distribusi
frekuensi masing-masing
variabel,
6. Membuat grafik histogram 7. Analisis tendensi sentral
masing-masing variabel dengan
menghitung :
a. Mean dengan rumus
N fx M
Keterangan : M = Rata-rata yang dicari
fx = Hasil perkalianmasing- masing frekuensi N = Number of cases b. Median dengan rumus :
Md = i + (½ n – Fkb) Keterangan : i = Batas interval Fkb = Frekuensi Komulatif Bawah Fmd = Frekuensi Median
10
Mo = 3 Md – 2 M
d. Analisis korelasi dengan rumus :
2 2 2 2 Y N X X N Y X XY N rxy Ye. Menguji hipotesis dengan rumus:
1). Perumusan hipotesis nol yang di uji Ha = Menunjukkan adanya pengaruh Ho=Menunjukkan tidak adanya Pengaruh
2). Tes signifikan dengan rumus:
2 ) ( 1 2 r n r t
3). Menentukan t tabel dan derajat frekuensi (df) dengan rumus :
df = n-2
4). Menentuakn pengaruh
prosentase dengan rumus :
Cd = (r2 x 100 %)
f. Menetapkan penafsiran korelasi sebagai berikut : 1. 0,00 – 0,20 = Sangat rendah/ sangat lemah 2. 0,20 – 0,40 = Rendah 3. 0,40 – 0,6 0 = Cukup/ sedang 4. 0, 60 – 0,80 = Tinggi/ kuat 5. 0,80 – 1,00 = Sangat tinggi/ sangat kuat.
Pembahasan dan Penelitian
Islam adalah agama yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW, dan berpedoman kepada kitab suci Al Qur’an yang diturunkan kedunia melalui wahyu Allah SWT. Maka pendidikan Islam adalah pendidikan individu dan pendidikan masyarakat dengan melalui ajaran-ajaran agama Islam, yaitu berupa bimbingan dan asuhan terhadap anak didik agar nantinya setelah selesai dari pendidikan ia dapat memahami,
menghayati dan mengamalkan
11
sebagai suatu pandangan hidupnya demi keselamatan dan kesejahteraan di dunia dan di akherat kelak.Pada awalnya yang mendidik adalah para Nabi dan Rasul, selanjutnya para Ulama dan dilanjutkan oleh orang-orang yang memiliki kemampuan tentang pendidikan agama. (Dr. Zakiah Darajat dkk, Ilmu Pendidikan Islam,1994).
Merujuk pendapat dari Dra. Hj. Nur Uhbiyati, maka hakekat pendidikan agama Islam adalah
proses membimbing dan
mengarahkan pertumbuhan dan perkembangan emosional anak didik agar menjadi manusia dewasa sesuai dengan tujuan pendidikan agama Islam senan tiasa mentaati dan mnjalankan kewajiban allah SWT dan mnjauhi semua larangan yang telah di ajarkan oleh agama Islam.(Dian Saepudin, S. Pd. I. (kutipan Skripsi) yang dikutip dari Dra. Hj. Nur Uhbiyati.
Kalau kita melihat kembali pengertian pendidikan agama Islam, maka akan terlihat dengan jelas sesuatu yang diharapkan terwujud
setelah orang mengalami
pendidikan agama Islam secara keseluruhan, yaitu kepribadian
seseorang yang membuatnya
menjadi Insan Kamil dengan pola takwa Insan Kamil artinya manusia utuh rohani dan jasmani, dapat hidup berkembang secara wajar dan normal karena takwanya kepada Allah SWT. Ini mengadung arti bahwa pendidikan agama Islam itu diharapkan dapat menghasilkan kehidupan yang berguna bagi dirinya dan masyarakatnya serta senang dan gemar mengamalkan dan mengembangkan ajaran Islam dalam berhubungan dengan Allah
SWT dan dengan manusia
sesamanya, dapat mengambil
manfaat yang semakin meningkat dari alam semesta ini untuk kepentigan hidup di dunia kini dan di akherat nanti. Pendidikan Agama Islam juga merupakan bagian penting dalam kehidupan manusia yang berkaitan dengan kepercayaan-kepercayaan,keyakinan – keyakinan terhadap tuhan dan alam gaib pengaturan tentang aturan aturan dan Norma – norma yang mengikat para pengikutnya.(Ahwani, Ahmad
12
Fuad, Dr, pendidikan Agama Islam : hal 24)
Masalah ketuhanan
merupakan dasar yang paling penting dalam Pendidikan Agama Islam terkait dengan masalah ketuhanan dan hal – hal lain menyangkut dengan kepercayan dalam Agama Islam yang di dalamnya memunculkan pemikiran atau pandangan antara lain dinamisme , animism, politisme, dan monoteisme, Dinamisme adalah kepercayaan- kepercayaan kepada hal–hal magic atau benda benda
yang di anggapnya bertuah
pemikiran tersebut dimiliki oleh manusia primitip yang masih mempunyai budaya kepercayaan nenek moyangnnya yang masih melekat sedang. Animisme adalah kepercayaan masyarakat primitive
lain yang merupakan
perekembangan dari ajaran
animisme walaupun dari pemikiran tersebut beragam pemikiran tetapi tetaplah mereka tujuannya satu kesataun yaitu bersandar diri pada Allah SWT. Hanya caranya saja yang salah memahami pada intinya mereka juga ingin dan menjadi
syurga yang kekal di dalamnya akhirat pulalah tujuan terakhir manusia.
Menurut Dr.Zakiyah Darajat, dkk dalam bukunya yang berjudul Ilmu Pendidikan Islam berpandapat
bahwa Terdapat macam-macam
Pendidikan Islam yang dianggap dapat memberikan suatu pengajaran bagi anak remaja, di antaranya sebagai berikut :
a. Pendidikan Formal
Pendidikan Agama Islam
yang ada Pada Lembaga
Pendidikan Umum.Yang
dimaksud dengan Pendidikan Umum adalah sekolah-sekolah yang berada di bawah naungan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan seperti SMA, SMP,
dan SD, yang disruktur
programnya menempatkan
pendidikan agama sebagai
sebuah bidang studi. b. Pendidikan Non-formal
Selain pendidikan formal, terdapat juga pendidikan yang ada diluar lingkungan sekolah yang bisa disebut sebagai pendidikan non-formal seperti;
13
1) Keluaga
Keluarga merupakan
masyarakat alamiah yang
didalamnya terdapat dasar-dasar pendidikan.Disini pendidikan berlangsung dengan sendirinya sesuai dengan tatanan pergaulan yang berlaku didalamnya, artinya tanpa harus diberi tahu dulu
kepada seluruh anggota
keluarga.Disini delitakan dasar-dasar pengalaman melalui rasa
kasih sayang dan penuh
kecintaan, kebutuhan dan
kewibawaan dan nilai-nilai kepatuhan.
2) Perkumpulan Remaja
Pada umumnya remaja
membutuhkan
kumpulan-kumpulan atau
organisasi-organisasi.Disinilah terletak kesempatan yang baik bagi perkumpulan remaja untuk dapat menyalurkan hasrat dan kegiatan yang meluap-luap dalam diri
mereka.Dari
perkumpulan-perkumpulan ini juga lah mereka memperoleh kesempatan dan
mendapatkan
pengalaman-pengalaman yang mematangkan
diri mereka. Melalui
pengalaman-pengalaman itu
mereka menemukan dirinya
sendiri, menyadari batas-batas kemampuan dan upaya-upaya yang akan disumbangkannya, dan terjadilah saling didik
mendidik diantara
sesamanya.kadang pula remaja salah mngartikan pergaulan yang di jalaninya, serta merta dalam pegaulannya sesama teman itulah mereka terjerumus kedalam hal – hal buruk yang mereka tidak
menyadarinya. apa arti
pergaualan yang sebenarnya, Karena dalam masa remaja adalah masa yang dimana banyak sekali rasa ingin mencoba dan
mencoba,acap kali rasa
penasaran dan keingintauan merekalah yang sangat meluap lalu kemudian membawa mereka dalam lubang dosa. Baru setelah merasakannya mereka sadar bahwa yang mereka lakukan itu adalah salah.Masa remaja adalah masa yang sangat rentan dalam jurang – jurang kehancuran, maka siapa lagi kalau bukan orangtua dan kita sebagai
Jurnal Aksioma Ad-Diniyah Vol 1 No.4, (2016-2017)
14
seorang tenaga pendidik
danpengajar yang berkecimpung dalam pendidikan untuk bisa
mmendidik mereka menjadi
generasi muda yang berbakti
pada Nusa,Bangsa,dan
Agamanya.
3) Lingkungan Kerja
Peralihan dari lingkungan
keluarga dan sekolah ke
lingkungan kerja memakan
waktu yang lama.Lingkungan
kerja merupakan suatu
lingkungan baru yang menuntut berbagai penyesuaian. Dalam lingkungan itu mereka bergaul dengan orang-orang dewasa yang asing yang berbeda dari yang pernah mereka alami yang telah
berpengalaman dalam
lapangannya. Dalam pergaulan inilah terdapat keterbukaan
kesempatan untuk saling
mempengaruhi, karenanya setiap tingkah laku di lingkungan kerja itu sangat berpengaruh besar atas perkembangan
tersebut.Disamping pengaruh yang positif terdapat pula pengaruh yang negatif.Bagi
remaja yang tadinya mengalami perkembangan yang wajar dan agamis, ketika masa puber, pengaruh negetif itu dapat mudah
mereka alami.(Dr.Zakiyah
Darajat, dkk Ilmu Pendidikan Islam : hal 66 , 69& 71).
Faktor-faktor yang mempengaruhi pendidikanAgama Islam
Mengutip dari buku Pendidikan agama Islam Dra. Hj. Nur Uhbiyati, faktor-faktor pendidikan agama Islam itu untuk memberikan bahan-bahan informasi tentang pelaksanaan pendidikan dalam segala aspeknya
bagi pengembangan ilmu
pengetahuan pendidikan agama Islam tersebut. Ia memberikan bahan masukan yang berharga (input) kepada ilmu ini. Mekanisme proses kependidikan agama Islam dari segi operasional dapat dipersamakan dengan proses mekanisme yang berasal dari penerimaan input (bahan masukan), lalu diproses dalam kegiatan pendidikan (dalam bentuk kelembagaan atau non kelembagaan yang di sebut truput), kemudian berakhir pada output (hasil yang
15
diharapkan). Dari hasil yang diharapkan itu timbul umpan balik (feed back) yang mengoreksi bahan masukan (input). Mekanisme proses semacam ini berlangsung terus selama proses kependidikan terjadi. Semakin banyak diperoleh bahan masukan (input) dari pengalaman operasional itu, semakin berkembang pula ilmu Pendidikan agama Islam. (Hj. Nur Uhbiyati, Dra. faktor-faktor pendidikan agama Islam kutipan dari Opcit, hal 16.)
Hakikat Pergaulan Remaja
Pergaulan berasal dari kata “gaul”: yang berarti hidup berteman
dengan orang-orang di
sekelilingnya. Sedangkan remaja mempunyai pengertian orang yang sudah melewati batas kanak-kanak dan menuju kedewasaan.
Pola sikap remaja dalam pergaulan yang diakui dan dihargai oleh sesama remaja (biasanya dalam
kelompok sepermainan) itu
dianggap sebagai suatu pengakuan terhadap superioritas.Pengakuan terhadap eksistensi (keberadaannya) sangat dipentingkan oleh remaja dan pemuda tersebut.
Kemudian para remaja dan para pemuda tersebut mayoritasnya untuk mencoba ciri identitas sendiri, misalnya mengembangkan bahasa khusus (bahasa gaul) yang sulit dimengerti oleh kalangan yang bukan remaja. Kadang-kadang para remaja dan pemuda berusaha menciptakan kebudayaan khusus, misalnya rambut yang diwarnai, memakai anting dan kalung.Melalui prilaku tertentu ini yang tidak sama
dengan orang dewasa yang
berpikiran luas. (Psikologi Remaja ; Blog Spot).
Sikap Remaja dan Pergaulannya Dari sudut umur/ usia untuk menentukan secara pasti siapa yang dianggap sebagai remaja.akan tetapi lazimnya masyarakat berpendapat bahwa ada golongan remaja muda dan golongan remaja lanjut. Apabila remaja sudah menginjak usia 17 tahun samapi 20 tahun, remaja lazim disebut golongan muda atau para pemuda dan pemudi. Sikap tidak mereka rata-rata sudah mendekati
pola sikap tindak orang
dewasa.Walaupun dari sudut
16
sepenuhnya demikian. Biasanya
berharap dianggap oleh
masyarakatnya menjadi orang
dewasa.(Dian Saepudin, S.Pd I. (skripsi)kutipan dari Prof. DR. Rachmat Jatnika Sistem Prilaku Islami,Pustaka Panji Mas, Jakarta 1992. Hal 73)
Kalangan remaja berusaha keras untuk menyesuaikan diri dengan situasi, akan tetapi dengan cara-cara sendiri. Kalau hal ini tercapai, maka insya Allah remaja dan pemuda akan merasakan adanya suatu kebahagiaan.
Pola sikap remaja dalam pergaulan yang diakui dan dihargai oleh sesama remaja (biasanya dalam kelompok sepermainan) itu dianggap sebagai suatu pengakuan terhadap superioritas.Pengakuan terhadap eksistensi (keberadaannya) sangat dipentingkan oleh remaja dan pemuda tersebut.
Kemudian para remaja dan para pemuda tersebut mayoritasnya untuk mencoba ciri identitas sendiri, misalnya mengembangkan bahasa khusus (bahasa gaul) yang sulit dimengerti oleh kalangan yang
bukan remaja. Kadang-kadang para
remaja dan pemuda berusaha
menciptakan kebudayaan khusus, misalnya rambut yang diwarnai, memakai anting dan kalung. Melalui prilaku tertentu ini yang tidak sama
dengan orang dewasa yang
berpikiran luas. (Psikologi Remaja ; Blog Spot).
Penelitian
Pendidikan Islam ( X )
Berdasarkan hasil penelitian mengenai pendidikan Islam, penulis menyebarkan angket sebanyak 10
item kepada 40 responden.
Selanjutnya data hasil penyebaran angket di kuantifikasikan dengan menggunakan Skala Likert, untuk jawaban positif Selalu = 5, Sering = 4, Kadang-kadang = 3, Pernah = 2, Tidak Pernah = 1 Untuk jawaban negatif berlaku sebaliknya.
jumlah jawaban responden nilai terbesar 44 dan nilai terkecil 22, yang dapat di susun sebagai berikut :
Perilaku Remaja ( Y )
17
Berdasarkan hasil penelitian mengengenai perilaku remaja,
penulis menyebarkan angket
sebanyak 10 item kepada 40 responden. Selanjutnya data hasil penyebaran angket di kuantifikasikan dengan menggunakan Skala Likert, untuk jawaban positif Selalu = 5, Sering = 4, Kadang-kadang = 3, Jarang = 2, Tidak pernah = 1 untuk jawaban negatif berlaku sebaliknya.
jumlah jawaban responden adalah nilai terbesar 46 dan nilai terkecil 24, yang dapat di susun sebagai berikut : 46 45 45 44 43 43 43 42 42 41 41 40 39 39 39 38 38 37 37 36 35 35 34 34 34 33 33 33 32 31 31 31 30 29 28 28 27 26 25 24 Variabel X
Berdasarkan data di atas,
maka di lakukan pengujian
terhadap variabel X dengan
menggunakan langkah-langkah
sebagai berikut :
a). Tendensi Sentral
1). Menentukan Rentang nilai ( R ), dengan rumus : R = H – L + 1 = 44 – 22 + 1 = 22 + 1 = 23 2). Menentukan banyaknya kelas interval, dengan rumus : K = 1 + 3,3 Log n = 1 + 3,3 Log 40 = 1 + 3,3 ( 1,602059991) = 1 + 5, 286797971 = 6, 286797971 dibulatkan dibulatkan menjadi 6 3). Menentukan panjang kelas,
dengan rumus : P = K R = 6 23 = 3,833 dibulatkan jadi 4 4). Membuat tabel analisis
prosentase variabel X dengan rumus sebagai berikut : F N 100 TABEL 4.3
18
( Pendidikan Islam )
5). Membuat tabel distribusi frekuensi variabel x
TABEL 4.4
Distribusi Frekuensi Variabel X
6). Membuat grafik histrogram
Selanjutnya untuk
mempermudah analisis, data yang disusun diatas disusun dalam bentuk grafik sebagai berikut : 0 10 20 30 40 50 23.2 27.5 31.5 35.5 39.5 43.5 23.5 27.5 31.5 35.5 39.5 43.5 X No Kelas Interval F Presentase 1 42 – 45 3 7,5% 2 38 – 41 9 22,5% 3 34 – 37 10 25% 4 30 – 33 7 17,5% 5 26 – 29 7 17,5% 6 22 – 25 4 10% Jumlah 40 100% No Kelas Interv al F X Fkb FX X2 FX2 1 42 – 45 3 43,5 40 130,5 1892,25 5676,25 2 38 – 41 9 39,5 37 355,5 1560,25 14042,2 5 3 34 – 37 1 0 35,5 28 355 1260,25 1260,25 4 30 – 33 7 31,5 18 220,5 992,25 6945,75 5 26 – 29 7 27,5 11 192,5 756,25 5293,75 6 22 – 25 4 23,5 4 94 552,25 2209 N = 40 ∑X = 201 ∑ FX = 1348 ∑X2 = 7013,5 ∑FX2 = 46770
19 FMd Fkb n 2 n FX 2 7). Mencari Mean (Mx) dengan
rumus: Mx = ∑ FX N = 40 1348 = 33,7
8).Mencari nilai median (Md) dengan rumus : Me = Bp + P = 33,5 + 4 10 18 20 = 33,5 + 4. 10 2 = 33,5 + 0,8 = 34,3
b). Mencari Modus (Mo) dengan rumus :
Mo = 3 Me – 2 Mx = 3 (34,3) – 2 (33,7) = 102,9 – 67,4 = 35,5
c). Uji Normalitas Data dengan langkah-langkah sebagai berikut :
1. Mencari nilai Standar Deviasi dengan rumus :
SD = ∑ FX2 – ∑ = 46770 – ( 40 1348 ) = 46770- 1817104 40 = 40 4 , 1342 = 33,56 = 5,79309934318 = 5,8
2. Mencari Z Skor dengan rumus : Z = SD X X = 8 , 5 7 , 33 5 , 37 = 0,66 2 1 36 N 40 40
20
3. Mencari Chi kuadrat (X2) dengan rumus : X 2 = Ei Ei Oi ) ( TABEL 4.5
Proses Perhitungan Uji Normalitas Variabel X
Distribusi Frekuensi Observasi dan Frekuensi Ekpektasi Variabel
X Kelas Interval Batas Kelas Z Luas Daerah Ei Oi Hitung Tabel 21,5 -2,10 0,4821 22 – 25 0,0614 2,46 4 25,5 -1,41 0,4207 26 – 29 0,1565 6,26 7 29,5 -0,72 0,2642 30 – 33 0,2522 10,09 7 33,5 -0,03 0,0120 34 – 37 0,2334 9,34 10 37,5 0,66 0,2454 38 – 41 0,1645 6,58 9 41,5 1,34 0,4099 42 – 45 0,0689 2,76 3 45,5 2,03 0,4788 X 2 = Ei Ei Oi ) (
09 , 10 09 , 10 7 28 , 6 28 , 6 7 46 , 2 46 , 2 4 2 2 2
76 , 2 76 , 2 3 58 , 6 58 , 6 9 34 , 9 34 , 9 10 2 2 2 = 0,97 + 0,09 + 0,95 + 0,05 + 0,89 + 0,02 = 2,97 4. Menentukan derajatbebas, dengan rumus : db = K – 3
= 6 – 3 = 3
5. Menentukan Chi kuadrat tabel dengan taraf 95% dan (dk = 3) untuk Chi Kuadrat pada tabel 7,81.
Berdasarkan uji
normalitas tersebut dapat diketahui Chi Kuadrat Hitung = 2,97 dan Chi Kuadrat tabel = 7,81. Maka dapat dikatakan bahwa x² hitung <x² tabel dengan demikian
2
38
21
normalitas data teruji dan berdistribusi normal. Variabel Y
Berdasarkan data di atas, maka di lakukan pengujian terhadap variabel y dengan menggunakan langkah – langkah sebagai berikut :
a).Tendensi Sentral
1. Menentukan rentang nilai (R), dengan rumus : R = H – L + 1 = 46 – 24 + 1 = 22 + 1 = 23 2. Menentukan banyaknya
kelas interval, dengan rumus :
K = 1 + 3,3 Logn = 1 + 3,3 Log 40 = 1 + 3,3 ( 1,602059991) = 1 + 5,286797971 = 6,286797971 dibulatkan menjadi 6
3. Menentukan panjang kelas, dengan rumus : P = K R = 6 23 = 3,833 dibulatkan jadi 4 4. Membuat tabel analisis
prosentase variabel Y dengan rumus sebaga berikut:
F
N
100
TABEL 4.6
Analisis Presentase Variabel Y ( Perilaku Remaja )
No Kelas Interval F Presentase
1 44 - 47 4 10% 2 40 – 43 8 20% 3 36 – 39 8 20% 4 32 – 35 9 22,5% 5 28 – 31 7 17,5% 6 24 – 27 4 10% Jumlah 40 100%
5. Membuat tabel distribusi frekuensi variabel Y
22
FMd Fkb n
TABEL 4.7
Distribusi Frekuensi VariabelY
6. Membuat grafik histrogram
Selanjutnya untuk
mempermudah analisis, data yang disusun diatas disusun dalam bentuk grafik sebagai berikut
7. Mencari Mean (Me), dengan rumus : My = n fy
= 40 1424 = 35,6 8. Mencari Median (Md), dengan rumus : Me = Bp + P = 31,5 + 4 9 ) 11 20 ( = 31,5 + 4 ( 9 9 ) = 31,5 + 4= 35,59. Mencari Modus (Mo), dengan rumus :
Mo = 3 Md – 2 Me
= 3 (35,5) – 2 (35,6)
= 106,5 – 71,2
= 35,3
2) Uji Normalitas Data dengan
langkah-langkah sebagai
berikut :
1. Mencari Standar Deviasi, dengan rumus : SD = FY2 - ( FY )2 0 10 20 30 40 50 25.5 29.5 33.5 37.5 41.5 45.5 25.5 29.5 33.5 37.5 41.5 45.5 No Kelas Interva l F Fkb Y FY Y2 FY2 1 44 – 47 4 40 45,5 182 2070,25 8281 2 40 – 43 8 36 41,5 332 1722,25 13778 3 36 – 39 8 28 37,5 300 1406,25 11250 4 32 – 35 9 20 33,5 301,5 1122,25 10100,2 5 5 28 – 31 206,5 7 11 29,5 870,25 6091,75 6 24 – 27 4 4 25,5 102 650,25 2601 ∑Y= 213 ∑FY= 1424 ∑Y2 = 7841,5 ∑FY2 = 52102 42 2 1 N N
23 2 = 52102 – (1424)2 = 52102 - 40 2027776 = 40 = 40 = = 5,93
2. Mencari Z Skor dengan rumus : Z = SD Y Y = 81 , 30 5 , 35 5 , 39 = 0,1298279 = 0,13
3. Mencari Chi Kuadrat
dengan rumus : X 2 = Ei Ei Oi ) ( TABEL 4.8
Distribusi Frekuensi Observasi dan Frekuensi Ekpektasi Variabel
Y Kelas Interval Batas kelas Z Luas Daerah Ei Oi Hitung Tabel 23,5 -2,02 0,4783 24 – 27 0,0668 2,46 4 27,5 -1,35 0,4115 28 – 31 0,1598 6,26 8 31,5 -0,68 0,2517 32 – 35 0,2437 10,09 8 35,5 -0,02 0,0080 36 – 39 -0,2342 9,34 9 39,5 -8,65 0,2422 40 – 43 -0,1644 6,58 7 43,5 1,32 0,4066 44 – 47 0,3371 2,78 4 47,5 1,98 0,0695 x2 = Ei Ei Oi ) (
75 , 9 75 , 9 9 45 , 6 45 , 6 7 65 , 2 ) 65 , 2 4 ( 2 2 2
78 , 2 78 , 2 4 64 , 6 64 , 6 8 37 , 9 37 , 9 8 2 2 2 40 40 40 52102 – 50694,4 40 1407,6 40 35,19 4424
= 0,69 + 0,25 + 0,06 + 0,20 + 0,28 + 0,54
= 1,82
4. Menentukan derajat bebas, dengan rumus :
db = K – 3
= 6 – = 3
5. Menentukan Chi Kuadrat tabel dengan tarap 95% dan (dk = 3) untuk Chi Kuadrat
pada tabel 7,81.
Berdasarkan uji normalitas tersebut dapat diketahui Chi Kuadrat Hitung = 1,82 dan Chi Kuadrat tabel = 7,81 maka dapat dikatakan bahwa x2hitung<x2 tabel
dengan demikian
normalitas data teruji dan berdistribusi normal.
Simpulan
Berdasarkan hasil Pengolahan data yang diperoleh dari penelitian
Di Desa IntenjayaKecamatan
Cimarga Kabupaten Lebak, maka dapat disimpulkan sebagai berikut :
1) Pendidikan Islam di Desa Intenjaya berdasarkan hasil pendekatan dengan pengolahan data dari hasil angket yang disebarkan kepada 40 remaja sebagai sampel, kemudian diolah melalui analisis kuantitatif memiliki rata-rata (mean) sebesar 33,7, median sebesar 34,3 dan modus 35,5. Diperoleh x² hitung (2,97) dan x² tabel (95 % = 7,81). Berarti x² hitung lebih kecil dari x²
tabel, sehingga dengan
demikian data variabel X dikatakan berdistribusi normal atau data dalam sebaran normal.
2) Perilaku remaja di Desa Intenjaya, berdasarkan hasil pendekatan dengan pengolahan data dari hasil angket yang disebarkan kepada 40 remaja sebagai sampel, kemudian diolah melalui analisis kuantitatif memiliki rata-rata (mean) sebesar 35,6, median sebesar 35,5 dan modus 35,3. Diperoleh x² hitung (1,82) dan x² tabel (95 % = 7,81). Berarti x² hitung lebih kecil dari x²
25
tabel, sehingga dengan
demikian data variabel Y dikatakan berdistribusi normal atau data dalam sebaran normal.
3) Berdasarkan hasil penelitian diperoleh dari data variabel X dan Y di ketahui koefisien korelasi (Rxy) sebesar 0,655. sedangkan nilai hipotesis sebesar 5,34. hasil derajat adanya korelasi sebesar 0,756 dan hasil korelasi determinasi yaitu sebesar 42,9 %. Dan selebihnya yang mempengaruhi perialaku remaja di Desa Intenjayasebesar 57,1% adalah
faktor lain. dengan
memperhatikan Rxy nilai tersebut berada diantara (0,41-0,70) termasuk dalam kategori
sedang, maka dapat
disimpulkan bahwa terdapat
hubungan positif yang
signifikan antara variabel X (Pendidikan Islam) dengan variabel Y (Perilaku Remaja).
Daftar Pustaka
Arikunto, Suharsimi.“ Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik” Penerbit : PT. Rineka cipta,1998 .cet. Ke 3 Hal :20. Basri, Hasan.Remaja Berkualitas (
Problematika Remaja dan Solusinya) Hal : 51.
Mansyur, Muhammad.
Tarbiyatunnafsh Mendidik Jiwa ala Rosulullah Jakarta : Senayan Abadi publishing ,2004.
Drajat, Zakiah dkk. Ilmu Pendidikan Islam.
Saepudin, Dian. ( Kutipan Skripsi ) yang dikutip dari Dra. Hj. Nur Uhbiyati : 1994.
Saepudin, Dian. ( Kutipan Skripsi ) yang di kutip dari Prof. DR. Rachmat Jatnika “ Sistem Prilaku Islam “ , Pustaka Panji Mas, Jakarta 1992 .Hal 73. Uhbiyati, Nur. Faktor – faktor
Pendidikan Agama .Jakarta : Gramedia.
Psikologi remaja ; blog spot.
Arikunto, Suharsimi.“ Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik” Penerbit : PT. Rineka cipta,1998 .cet. Ke 3 Hal :20.