La
La
p
p
o
o
ra
ra
n
n
Ka
Ka
su
su
s:
s:
K
K
e
e
t
t
u
u
b
b
a
a
n
n
P
P
e
e
c
c
a
a
h
h
D
D
i
i
n
n
i
i
OlehOleh: D: Danny anny HerHermawmawanan II 0II 030120301206363 Sri Yu
Sri YulianilianiCitra II 03Citra II 03011270112799 Pemb
IDENTITAS PASIEN
IDENTITAS PASIEN
Ny Wastuti Ny Wastuti perempuan perempuan 30 thn 30 thn menikahmenikah 23 ag23 agustus ustus 2017 s/d 2017 s/d 2525
agustus juni 2017 (3 hari )
agustus juni 2017 (3 hari )
Ibu Rumah Tangga
Ibu Rumah Tangga
SMP
SMP
Cike
Anamnesis
Anamnesis
KeluKeluhanhanUtaUtama:ma:
Ke
RIWA
RIWA
Y
Y
A
A
T
T
PEN
PEN
Y
Y
AKI
AKI
T
T
SE
SE
KAR
KAR
ANG
ANG
PaPasisienenmemengngelueluhh kekelualuarrcacairairann dadaririjajalanlanlalahihirrsejsejakak20 j20 jam Sam SMRMRS. CS. Caiairarann beberwrwararnanajejernrnih, ih, titidadak k
ber
berbaubau, ti, tidakdakberberdardarah. ah. MenMenuruuruttpaspasienienpadpadaaawaawalnyalnyaair air yanyang keg kelualuarr sedsedikiikitttettetapiapiperperlahlahan-
an-lah
lahananmemenjnjadadiileblebihihbabanynyakakdadannmemengngalalirirsesepepertrtiikekencnciningg yayang ng memererembmbesestitidadakkdadapapatt
dit
ditahaahan. n. Air Air kelukeluararsebsebanyanyakak±± 22gelagelassbelbelimbimbinging. . PasPasienienmenmengakgaku u tidtidak ak mermerasaasakankanmulmuleses
dan te
dan tepatnypatnyaapada tpada tanggal anggal 22 ag22 agustuustus 2017s 2017jamjam16.016.00 pasi0 pasien meen merasakarasakan keluan keluarnyarnyacairacairann
da
daririjajalalann lahlahir.ir.
Pada Pada keesokkeesokan haan harinya rinya pukul pukul 08.008.00 wib p0 wib pasienasiendatadatangngkeke puskepuskesmassmasKedunKedung Warg Waringiningin
dim
dimanaanapaspasienienrutrutininmenmengongontrotrollkehkehamiamilanlannyanya. Dar. Dari hasi hasililpempemerieriksaksaanandikdikataatakankanpaspasienien
be
belulum adam adapepembmbukukaaaann dadannseselaplapututkeketutubabann titidadakkdiditetemumukakan. Usin. Usiaakekehahamimilalannpapasisienensasaatatitituu
ada
adalahlah4040minmingguggu. . PadPada a pukpukulul12.12.30 30 WIBWIB, , paspasienienberbersamsamaadendenganganbidbidanandardarii puspuskeskesmasmas
me
merurujujukk papasiesienndadanndadatatangngkekeIGD RSUIGD RSUD D KaKararawawangng. . DiDilalakukukakannpepememeririksksaaaannulaulangngdadannpapasisienen
dia
diantantarrmasmasukukponponekekRSURSUD D KarKarawaawang, ng, dildilakuakukankanpempemerieriksaksaanandaldalamamdandandikdikataatakankanteltelahah
ad
adaapepembmbukukaaaann22 cmcm..
PaPasisienenmemengngakakuumemerarasasakakann gegerarakakannjajaninin. Tin. Tidadakk adadaanynyereriisasaatatjajanininnbebergrgererakak. Tid. Tidakakadadaa
dem
demam, am, tidtidakakadaadakepkeputiutihanhan, , tidtidakakadaadarasrasa a saksakititdi di daedaerahrahkemkemalualuan, an, tidtidakakadaadamuamuall
ata
ataupuupunnmunmuntahtah, , tidtidakakadaadasaksakititkepkepalaala. . BAK BAK dandanBAB BAB tidtidakakadaadakelukeluhanhan. . PasPasienientidtidak ak
ber
berhubhubungunganan intintimimdaldalamambebbeberaerapapaharharii sebsebelumelumkelukeluhanhanmunmunculcul. . RiwRiwayaayatttratrauma uma disdisangangkalkal..
ANC
Riwayat DM (-), HT (-), Alergi (-), Asma (-) , demam (-),
Tidak ada yang mengalami hal seperti ini di anggota keluarga pasien.
Riwayat DM (-), HT (-), Alergi (-), Asma (-) dan keganasan (-) dalam keluarga
Menarche 12 tahun
Menstruasi teratur, siklus haid 31 hari, lama 7 hari/siklus, ganti pembalut 2-3 kali sehari, dan
tidak nyeri saat haid.
HPHT : 18/11/2016 TP 25/12/2017
Menikah 2 kali usia 18 tahun dan 28 tahun
Riwayat Penyakit
Dahulu
Riwayat Menikah
Riwayat Menarche dan
Menstruasi
Riwayat Penyakit
Keluarga
• Pasien menggunakan suntik KB selama 2 tahun dan sudah berhentu
Riwayat KB
• G4P2A1
• I =♀, 10 thn, bidan, 2.400 • II=♀, 8 thn, bidan, 2.500 • III= Keguguran 4 bulan • IV= Hamil saat ini
Riwayat
Obstetri (GPA)
• ♀: Pendidikan terakhir SMP dan bekerja sebagai ibu rumah tangga • ♂: Pendidikan terakhir SD dan bekerja sebagai buruh
Riwayat Sosial
dan Ekonomi
PEMERIKSAAN FISIK
• Kesadaran : Compos Mentis (E
4V
5M
6)
• Keadaan umum : baik
Keadaan
Umum
• Tekanan Darah : 130/80 mmHg
• Nadi : 80 x / menit
• Pernapasan : 20 x/menit
• Suhu : 36,4
oC
Tanda
Vital
P
emeriksaan
F
isik
• Normochepali, rambut hitam, lurus distribusi merata,
• Mata : Konjungtiva pucat -/-, Sklera Ikterik -/-,
• Mulut : kering (-), sianosis (-) Kepala
• Pembesaran kelenjar (-) Leher
• Cor: BJ I-II regular, murmur (-), gallop (-)
• Pulmo : Suara napas vesikuler +/+, Rh , wh
-/-Thorax
• Akral hangat, oedem -/-Ekstremitas
• Leopold I : teraba bagian bulat, tidak melenting.
• Leopold II : teraba 1 bagian keras seperti papan di sebelah kiri ibu, bagian-bagian kecil di sebelah kanan ibu.
• Leopold III : teraba 1 bagian besar, bulat, keras, dan melenting • Leopold IV : bagian terbawah janin belum masuk PAP
Leopold
• Ukuran: 32 cm, His (-), gerakan janin aktif (+), pres kepala, puki, DJJ 142 dpm
• TBJ dihitung berdasarkan rumus Johnson-Tausak : • (TFU-13)x155
• ( 32-13)X155 = 2945 gr
Tinggi Fundus Uteri
Pemeriksaan Anogenital
Inspeksi : Vulva/ uretra tenang, perdarahan (-), edema (-), varises (-).
Inspekulo : tidak dilakukan
VT : portio tebal lunak, posterior, pembukaan 2 cm, lendir darah pada handscoon (-), AM (-), kepala di atas PAP
PEMERIKSAAN PENUNJANG
Pemeriksaan Hasil Nilai normal HEMATOLOGI Leukosit 8,85 4,5 – 13 ribu/µL Eritrosit 4,17 4,1 – 5,1 juta/µL Hemoglobin 8,8 11,7 – 15,5 g/dL Hematokrit 27 35 – 47% Trombosit 236 154 – 386 ribu/µL MCV 65 80 – 96 fL MCH 21 28 – 33 pg MCHC 33 33 – 36 g/dL
Masa perdarahan/BT 2 1 – 3 menit
Masa pembekuan/ CT 10 5 – 11 menit
Golongan darag ABO AB
Golongan darah rhesus Positif
IMUNOLOGI HBs Ag Rapid Non reaktif Non reaktif KIMIA Glukos darah 91 70 110 mg/dL 23 Agustus 2017
LABORATORIUM
PEMERIKSAAN PENUNJANG
Pemeriksaan Hasil Nilai normal
HEMATOLOGI Leukosit 12,77 4,5 – 13 ribu/µL Eritrosit 4,5 4,1 – 5,1 juta/µL Hemoglobin 9,6 11,7 – 15,5 g/dL Hematokrit 29,9 35 – 47% Trombosit 222 154 – 386 ribu/µL MCV 66 80 – 96 fL MCH 21 28 – 33 pg MCHC 32 33 – 36 g/dL RDW 14 1 12 0 - 14 8 % 24 Agustus 2017
LABORATORIUM
PEMERIKSAAN PENUNJANG
25 Agustus 2017Cardiotocography
Interpretasi Kesan: Kategori I Baseline 140-150 bpm Variabilitas 5-30 Akselerasi + Deselerasi -Gerak janin +Resume
Pasien Ny W, 30 tahun, G4P2A1datang dengan keluhan keluar cairan dari jalan lahir sejak 20 jam SMRS. Air berwarna jernih,tidak berbau, jumlahnya sebanyak dua gelas beling dan mengalir tidak dapat
ditahan. Gerak janin (+), nyeri saat janin bergerak (-), mules-mules (+), lendir darah (-), demam (-). ANC rutin di bidan. Di USG 1x dan dikatakan air ketubannya masih ada. HPHT : 18/11/2016, TP :
25/8/2017.
Pemeriksaan fisik, KU/baik/ compos mentis, TD : 120/80 mmHg, N: 80x/m, RR : 20x/m, S : 36,4°C, status generalis dalam batas normal. Status Obstetrik :
Abdomen
Inspeksi : membuncit, membesar arah memanjang, striae gravidarum (+)
Palpasi : TFU 23 cm, punggung kiri, presentasi kepala, belum masuk PAP, his (-)
Resume
Anogenital
Inspeksi : vulva, uretra tenang, edema (-), varises (-) Inspekulo : tidak dilakukan
VT : portio tebal lunak, posterior, pembukaan 1 cm, lendir darah pada handscoon (-), AM (-), kepala di atas PAP
Laboratorium Hb : 8,8 g/dl
DIAGNOSIS
Ketuban pecah 4 jam pada G4P2A1
hamil 40 minggu, belum inpartu
Janin presentasi kepala tunggal
hidup
Ibu
• Injeksi ceftriaxone MEDIKAMENTOSA
•
Observasi TTV
•Cek DPL,UL, GDS
•Rencana Terminasi
•
CTG kat 1
induksi misoprostol 25 mg
pervaginam
•
CTG kat 2
resusitasi
•CTG kat 3
SC cito
NON MEDIKAMENTOSA
TATALAKSANA
PROGNOSIS
IBU
Ad vitam : dubia ad bonam Ad sanationam : dubia ad bonam Ad fungsionam : dubia ad bonam
JANIN
Ad vitam : dubia ad bonam \
Definisi
• Pecahnya ketuban yang
terjadi saat usia
kehamilan ≥ 37 minggu
Ketuban pecah dini
(Premature Rupture of
Membranes/PROM)
• Pecahnya ketuban yang
terjadi saat usia
kehamilan < 37 minggu
Ketuban pecah dini
preterm
(
Preterm Premature
Rupture of
Epidemiologi
8-10 %
34 %
95 %
•insidensi KPD
berkisar antara 8
–10 % dari semua
kehamilan.
• Ketuban pecah dini
pada kehamilan
preterm
• KPD lebih banyak terjadi pada kehamilan yang cukup bulan dari pada yang kurang bulan, yaitu sekitar 95 %,
Ada banyak teori mulai dari defek kromosom, kelainan
kolagen, infeksi, inkompetensi serviks, gemelli,
hidramnion, kehamilan preterm, disproporsi sefalopelvik
serta perubahan pada selaput ketuban baik secara
biomekanik dan fisiologik. Pada sebagian besar kasus
ternyata berhubungan dengan infeksi (sampai 65 %
Etiologi Ketuban Pecah Dini
- Adanya hipermotilitas rahim yang sudah lama terjadi
sebelum ketuban pecah. - Penyakit-penyakit seperti
pielonefritis, sistitis, servisitis, dan vaginitis terdapat
bersama-sama dengan motilitas rahim.
- Selaput ketuban terlalu tipis (kelainan ketuban).
- Infeksi (amnionitis atau korioamnionitis).
- Faktor-faktor lain yang merupakan predisposisi ialah
multipara, malposisi, disproporsi, cervix incompten, dll.
- Ketuban pecah dini artificial (amniotomi), dimana ketuban
dipecahkan terlalu dini.
1. Kehamilan multiple: kembar dua (50%), kembar tiga (90%) 2. Riwayat persalinan preterm sebelumnya: resiko 2-4x
3. Terdapat riwayat ketuban pecah dini pada kehamilan sebelumnya
4. Tindakan senggama : tidak berpengaruh terhadap resiko, kecuali jika higiene buruk, predisposisi terhadap infeksi.
5. Kekurangan vitamin dan mineral, merokok
6. Perdarahan pervaginam : trimester pertama (resiko 2x), trimester kedua/ketiga (20x)
7 Bakteriuria : resiko 2x (prevalensi 7%) 8. pH vagina di atas 4.5 : resiko 32%
9. Serviks tipis/kurang dari 39 mm : resiko 25% 10. Flora vagina abnormal : resiko 2-3x
11. Fibronectin > 50 ng/ml : resiko 83%
12.Kadar CRH (corticotrophin releasing hormone) maternal tinggi, misalnya pada stress 13.psikolologis dapat menjadi stimulasi persalinan preterm.
AMNION
Normalnya ketuban pecah secara spontan pada waktu proses
persalinan yaitu pada akhir kala I atau awal kala II, diakibatkan oleh kontraksi uterus yang berulang-ulang.1,4 Pada banyak kasus
obstetrik, pecahnya ketuban secara dini pada kehamilan dini merupakan penyebab tersering pelahiran preterm.
Cairan amnion normalnya jernih dan menumpuk didalam rongga amnion akan meningkat jumlahnya seiring dengan perkembangan kehamilan sampai aterm, saat terjadi penurunan volume cairan
amnion pada banyak kehamilan normal. Pada kehamilan aterm rata-rata terdapat 1000ml cairan amnion, walaupun jumlah ini bervariasi dari beberapa mililiter sampai pada beberapa liter pada keadaaan abormal (oligohidramnion, polihidramnion atau hidramnion)
Cairan Ketuban
• Pelindung dan bantalan untuk proteksi
• Penunjang pertumbuhan janin
• Penghambat berkembangnya bakteri
Fungsi
• Volume
: 600 – 800 ml (sesuai usia kehamilan)
• PH
:
7,2
• Massa jenis
: 1,008
5Isi
sel janin (la
nik kas
a)
Diagnosis
Diagnosis harus ditegakkan secara tepat dan efisien. Pemeriksaan yang berulang pada vagina, baik itu
pemeriksan dalam ataupun inspekulum tidak boleh terlalu sering dilakukan untuk mengurangi terjadinya infeksi
Gejala subjektif
Pasien dengan ketuban pecah dini mengeluh adanya keluar air ketuban warna putih keruh, jernih, kuning, hijau, atau kecoklatan sedikit-sedikit atau sekaligus banyak. Kebocoran cairan jernih dari vagina merupakan gejala yang khas. Dapat disertai demam jika sudah ada infeksi. Pasien tidak sedang
dalam masa persalinan. Tidak ada nyeri maupun kontraksi uterus. Riwayat haid pasien, umur kehamilan pasien diperkirakan dari
Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan umum
Suhu nomal kecuali bila disertai infeksi suhu ibu dapat mencapai >3 8 ̊C, dan dapat
juga disertai takikardi.
Pemeriksaan abdomen :
Uterus lunak dan tidak nyeri tekan.
Tinggi fundus harus diukur dan dibandingakan dengan tinggi yang diharapkan
menurut hari haid terakhir. Palpasi abdomen memberikan perkiraan ukuran janin dan presentasi maupun cakapnya bagian presentasi.
Pemeriksaan pelvis
Memeriksa adanya cairan yang berisi mekoneum.
Verniks kaseosa, rambut, lanugo, atau bila telah terinfeksi dan berbau
Inspekulo: Pemeriksaan spekulum pertama kali dilakukan untuk memeriksa adanya cairan amnion dalam vagina. Lihat dan perhatikan apakah memang air ketuban keluar dari ostium uteri eksternum apakah ada bagian selaput ketuban yang
sudah pecah. Gunakan kertas lakmus: bila menjadi biru (basa) adalah air ketuban, bila merah adalah urin. Karena cairan alkali amnion mengubah pH asam normal vagina, kertas nitrazin dapat dipakai untuk mengukur pH vagina. Kertas nitrazin menjadi biru bila ada cairan alkali amnion.
Pembesaran uterus
Asam askorbik ↓ Tembaga ↓
Aktivitas MMP ↑
Infeksi dan inlamasi
Kontraksi uterus
Peregangan berulang
Gerakan janin
Ketidakseimbangan sintesis & degradasi matriks ekstraseluler
Perubahan struktur, jumlah sel, dan katabolisme kolagen
Aktivitas IL-1 dan prostaglandin ↑
KETUBAN
PECAH DINI
Pemeriksaan Penunjang
Darah lengkap
Nitrazin test
Fern
test
USG
Test Evaporasi
Protein C-reaktif
Penilaian awal
Menentukan
diagnosis
Menentukan
usia
kehamilan
Evaluasi
infeksi
maternal
atau janin
Dalam
kondisi
inpartu, ada
gawat janin
atau tidak
Konservatif
Dirawat → airketuban tidak lagi keluar → Steroid, AB,
observasi ibu dan janin
Belum inpartu, Steroid, profilaksis AB, observasi tanda-tanda infeksi, dan kesejahteraan janin.
Inpartu, Steroid, AB intrapartum profilaksis, dan induksi sesudah 24 jam
Evaluasi infeksi, pemberian AB, terminasi
kehamilan (pertimbangkan induksi)
< 32 Minggu 32 – 37 Minggu > 37 Minggu
Aktif
Usia Kehamilan
>37 minggu
Skor Pelvik <
5
Skor Pelvik >5
Pematangan
serviks→Induksi
Induksi
Pervaginam
Sectio Caesarea
Berhasil Berhasil Gagal GagalKomplikasi
Maternal
Neonatus
Komplikasi Maternal
• Korioamnionitis 30-60%
• Solusio plasenta
Antepartum
• Trauma persalinan akibat induksi/operatif.
• Kemungkinan retensio dari plasenta
Intrapartum
• Trauma tindakan operatif • Infeksi masa nifas
Komplikasi Neonatus
• Mudah infeksi
• Mudah terjadi trauma akibat tindakan persalinan
• Mudah terjadi aspirasi air ketuban dan menimbulkan asfiksia sehingga menyebabkan kematian.
Akibat Prematuritas
• Gangguan tumbuh kembang yang menyebabkan deformitas. • Gangguan sirkulasi retroplasenta yang menimbulkan asidosis dan
asfiksia.
• Retraksi otot uterus yang menimbulkan solusio plasenta