• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Iklan Hijab Zoya dengan Variable Minat beli konsumen. Eksplanatif yaitu periset

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Iklan Hijab Zoya dengan Variable Minat beli konsumen. Eksplanatif yaitu periset"

Copied!
24
0
0

Teks penuh

(1)

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Tipe Penelitian

Penelitian ini bersifat eksplanatif yang akan menganalisis hubungan antara variable Iklan Hijab Zoya dengan Variable Minat beli konsumen. Eksplanatif yaitu periset menghubungkan atau mencari sebab akibat antara dua atau lebih konsep (variabel) yang akan diteliti. Periset membutuhkan definisi konsep, kerangka konseptual dan kerangka teori. Periset perlu melakukan kegiatan berteori untuk menghasilkan dugaan awal (hipotesis)antara variabel satu dengan lainnya. Variabel adalah konsep yang bisa diukur.1

Secara Umum data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kuantitatif yaitu jenis penelitian yang membangun pengetahuan dan memperoleh kebenaran berdasarkan data-data terukur. Artinya data-data harus dikumpulkan, diolah, dianalisis dalam bentuk angka-angka, dan mencari kebenaran melalui logika matematika dan statistika.2

(2)

3.2 Metode Penelitian

Metode penelitian adalah Cara ilmiah untuk mendapatkan data yang valid dengan tujuan dapat ditemukan, dikembangkan , dan dibuktikan, suatu pengetahuan tertentu sehingga pada gilirannya dapat digunakan untuk memahami, memecahkan, dan mengantisipasi masalah. Sedangkan menurut Koentjaraningrat dalam bukunya metode-metode penelitian masyarakat menyatakan “metode adalah cara atau jalan sehubungan upaya ilmiah, maka metode menyangkut masalah kerja atau belajar untuk dapat memahami obyek yang menjadi sasaran ilmu yang bersangkutan”.Berdasarkan pengertian di atas, maka metode penelitian adalah cara kerja yang digunakan peneliti dalam usaha mencari, mengumpulkan, mengelola data dan memformulasikan dalam bentuk laporan atau tulisan ilmiah.

Dalam penelitian ini, penulis mengunakan pendekatan kuantitatif. Yaitu mengukur data dengan angka-angka untuk mengetahui ada dan tidaknya pengaruh Iklan Hijab Zoya Edisi Cantik Nyaman Halal Terhadap Minat Beli Konsumen. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian populasi. Yaitu penelitian yang memakai obyeknya dengan mengambil sampel dari populasi yang ada di Masyarakat.

Metode penelitian yang akan digunakan penulis yaitu dalam bentuk survei. Informasi dikumpulkan dari responden dengan menggunakan kuisioner. Survei adalah metode riset dengan menggunakan kuisioner sebagai instrumen pengumpulan datanya. Yang bertujuan untuk memperoleh informasi tentang sejumlah responden yang dianggap mewakili populasi tertentu. Dalam survei proses pengumpulan data dan analisis data sosial bersifat sangat instruktur dan menditail melalui kuisioner sebagai instrumen utama untuk mendapatkan informasi dari sejumlah responden yang diasumsikan mewakili populasi secara spesifik. Karena itu tehnik sampling yang benar sangat menentukan kualitas riset.3

(3)

Ciri-ciri Metode survei sebagai berikut :4

1. Informasi diperoleh dari sekumpulan data

2. Informasi yang diperoleh dari sekumpulan orang tersebut yang merupakan sample, dan

3. Informasi diperoleh melalui bertanya dengan berbagai macam pertanyaan

Hal yang penulis lakukan adalah dengan cara melakukan pengumpulan data informasi yang dapat diperoleh dari pembagian kuisioner yang dibagikan kepada para pengguna Hijab berusia 18-35 tahun Yang menggunakan Hijab.

3.3. Populasi Dan Sampel 3.3.1. Populasi

Setiap kali mengadakan penelitian maka yang harus diperhatikan adalah populasi. Jadi, populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan ditarik kesimpulannya.Adapun populasi yang dimaksudkan dalam penelitian ini adalah 200 konsumen.

(4)

3.3.2. Sampel

Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi. Tehnik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan prinsip Non-Probability Sampling maksudnya adalah setiap anggota populasi dipilih secara langsung dengan penilaian tertentu yang dapat mewakili populasi. Sehingga anggota populasi tidak memiliki kesempatan yang sama untuk dipilih menjadi sampel.

Penulis memilih menggunakan Non-Probability sampling karena mempertimbangkan faktor-faktor seperti pernah melihat iklan televisi Hijab Zoya Edisi Cantik Nyaman Halal atau tidak. Prinsip tersebut diterapkan dengan Purposive Sampling yaitu oemilihan sampel dengan bertitik tolak pada penelitian sendiri bahwa sampel yang diambil memiliki ciri-ciri yang khusus dari populasi, sehingga dapat dianggap representatif. Maka untuk itu peneliti mengajukan pertanyaan terlebih dahulu untuk mengetahui bahwa orang tersebut pernah melihat iklan televisi Hijab Zoya Edisi Cantik Nyaman Khalal atau tidak.

Dengan pemilihan responden yang pernah melihat iklan hijab zoya akan mengurangi bias dari hasil penelitian karena antara yang pernah melihat atau tidak biasanya menunjukan sikap dan perilaku yang saling bertoalak belakang.

Dengan jumlah populasi mahasiswa mercubuana fakultas komunikasi kelas karyawan 426 mahasiwa, peneliti menarik sejumlah sampel dengan menggunakan rumus Taro Yamane dengan nilai presisi 10%.

n =

Keterangan :

n = Jumlah sampel yang dicari N = Jumlah Populasi

(5)

d = Jumlah Presisi 10% (0.10)

Sampel diambil dari total populasi sebagai wakil dari populasi yang akan dijadikan responden. Dengan menggunakan rumus Taro Yamane, maka jumlah sample yang dibutuhkan adalah: n = ( ) n = ( ) n = n = n = 80,98

Dari perhitungan tersebut, didapatkan jumlah sampel 80,98, yang jika dibulatkan menjadi 81 orang. Jadi jumlah responden yang akan diteliti oleh peneliti adalah sebanyak 81 orang.

3.3.3 Teknik sampling

Pada penelitian ini teknik penarikan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Teknik ini mencakup responden, subjek atau elemen yang dipilih karena karakteristik atau kualitas tertentu, dan mengabaikan mereka yang tidak memenuhi kriteria yang ditentukan5.

Sampel yang terpilih atau purposive sample yang mencakup responden, subjek atau elemen yang dipilih karena karakteristik atau kualitas tertentu, dan mengabaikan mereka yang tidak memenuhi kriteria tertentu.

(6)

Sampel terpilih dapat didefinisikan sebagai tipe penarikan sampel non probabilitas yang mana unit yang hendak diamati atau diteliti dipilih berdasarkan pertimbangan peneliti dalam hal unit yang mana dianggap paling bermanfaat dan representatif6. Dengan demikian,

pada sampel purposive, responden atau anggota sampel dengan sengaja dan tidak secara acak. Dengan kriteria responden sebagai berikut :

- Pernah melihat iklan hijab zoya edisi cantik nyaman halal. - Perempuan yang mengenakan hijab.

(7)

3.4 Definisi Dan Operasionalisasi Konsep 3.4.1 Definisi Konsep

Untuk melaksanakan penelitian ini berbagai konsep dari istilah teori perlu diperjelas artinya, diantaranya :

Tabel 3.1

No. Konsep Definisi

1. Iklan Iklan mengandung unsur suara, gambar dan gerak. Oleh karena itu, pesan yang disampaikan melalui televisi sangat menarik perhatian.

2. Hijab Hijab biasa disebut dengan kerudung yang dipakai oleh umat muslim untuk menutup bagian dari auratnya. Dengan trend hijab saat ini selain berfungsi untuk menutup aurat jilbab ini juga bisa dikatakan sebagai hiasan para wanita untuk mempercantik dan memperindah dirinya.

2. Hijab Hijab biasa disebut dengan kerudung yang dipakai oleh umat muslim untuk menutup bagian dari auratnya. Dengan trend hijab saat ini selain berfungsi untuk menutup aurat jilbab ini juga bisa dikatakan sebagai hiasan para wanita untuk mempercantik dan memperindah dirinya.

(8)

suatu merek atau seberapa besar kemungkinan konsumen untuk berpindah dari satu merek ke merek lainnya.

3.4.2 . Operasionalisasi Konsep Matriks Penelitian

Tabel 3.2

Variabel Dimensi Indikator Pengukuran

Iklan Tv Stimulus Perhatian khalayak terhadap visual dan uutan adegan pada iklan Zoya khususnya tentang produk yang diiklankan.

Perhatian khalayak tentang setting ( Latar Belakang), tagline, dialog, dan musik pada iklan hijab zoya.

Sangat Setuju Setuju

Ragu-ragu Tidak Setuju Sangat Tidak setuju

Iklan TV Organisme Pengetahuan khalayak terhadap

iklan zoya yang timbul saat menyaksikan iklan hujab zoya secara keseluruhan mulai dari Alur, Cerita, Tempat, Musik, Tagline dan Gambar Produk.

Khalayak mampu mengetahui

Sangat setuju Setuju Ragu-ragu Tidak Setuju

(9)

pesan pada iklan TV Hijab Zoya tersebut mulai dari Visual Berupa : Gambar, Alur cerita, Latar(Tempat), Tagline dan juga unsur audio dalam iklan berupa : Dialog, Dan musik atau Jingle dalam iklan TV Hijab Zoya tersebut (Penerimaan Khalayak pada Iklan).

Minat Beli Response Berkaitan efek yang timbul dari khalayak terhadap suatu iklan dari segi minat beli konsumen menurut Ferdinand :

1. Minat transaksional yaitu kecenderungan seseorang untuk membeli produk. Hal ini bermaksud supaya konsumen telah memiliki konsumen untuk melakukan pembelian suatu produk tertentu yang ia inginkan.

2. Minat Referensial yaitu kecenderungan seseorang untuk merefrensikan produk kepada orang lain. Hal ini bermaksud yakni seorang yang telah memiliki minat untuk

Sangat Setuju Setuju Ragu-ragu Tidak Setuju Sangat Tidak setuju

(10)

membeli menyarankan orang terdekatnya untuk juga melakukan pembelian produk yang sama. 3. Minat Preferensial yaitu

minat yang

menggambarkan perilaku seseorang yang memiliki preferensi utama pada produk tersebut. Preferensi ini hanya dapat diganti jika terjadi dengan produk refrensinya.

4. Minat eksploratif yaitu minat ini menggambarkan perilaku seseorang yang selalu mencari informasi untuk mendukung sifat-sifat positif daro produk tersebut.

(11)

3.5. Teknik Pengumpulan Data

Teknik yang digunakan dalam pengolahan data pada penelitian ini dengan menggunakan analisis data eksplanatif yang bertujuan untuk menjelaskan hubungan kausal antara variabel-variabel melalui pengujian hipotesis.

Dalam penelitian ini, penulis mengguanakan analisis data eksplanatif untuk mencari pengaruh iklan Hijab Zoya terhadap Minat Beli Konsumen, dan penulis menggunakan bantuan komputer dengan program windows SPSS (Statistic Program for Social Sciences).

Proses analisis data merupakan salah satu metode untuk menemukan jawaban atas pernyataan dari perihal perumusan-perumusan yang diperoleh dari obyek penelitian.Analisis data dimaksudkan untuk mengkaji pengujian hipotesis yang diajukan oleh penulis. Data yang telah dihasilkan dikumpulkan akan diseleks dikelompokkan serta disajikan, setelah itu dianalisis sesuai dengan bentuk dan jenis data. Tujuan dari analisis data adalah untuk mencari keabsahan data tersebut dan mendapatkan suatu kesimpulan dari hasil penelitian yang dilakukan.

Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis statistik yang memanfaatkan Software SPSS. Analisis data dimaksudkan untuk mengkaji pegujian hipotesa yang diajukan oleh penulis. Tujuan dari pada analisis data adalah untuk mencari keabsahan data tersebut dan mendapatkan suatu kesimpulan dari hasil hasil penelitian yang dilakukan. Dalam penelitian ini, Penulis menggunakan analisis data eksplanatif untuk mencari pengaruh Iklan Hijab Zoya Edisi Cantik Nyaman Halal Terhadap Minat Beli Konsumen.

(12)

Data primer adalah data yang diperoleh dari sumber perorangan atau individual.7

Dalam hal ini adalah hasil pengisisan kuesioner yang dilakukan oleh peneliti.

Data Primer yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner. Koesioner adalah suatu cara pengumpulan data dengan menyebarkan daftar pertanyaan kepada responden, dengan harapan mereka akan memberikan respon atas daftar pertanyaan tersebut.8 Untuk itu data kuesioner akan dibagikan kepada populasi yang telah ditentukan.

Data Primer, dalam hal ini data yang dihimpun adalah konsumen Butik zoya. Data ini diperoleh melalui permintaan keterangan-keterangan (responden). Dalam hal ini datanya berupa jawaban-jawaban atas pertanyaan dan pernyataan yang diajukan, pertanyaan untuk wawancara langsung dan pernyataan bagi angket yang sudah disebarkan.

3.5.2 Data Sekunder

Data Sekunder adalah data yang diperoleh dari data-data yang sudah tersedia sebagai pelengkap guna melancarkan proses penelitian . Data sekunder juga merupakan data yang diterbitkan atau digunakan oleh organisasi yang bukan pengolahnya.9

Pengumpulan data ini dilakukan dengan studi kepustakaan untuk mendapatkan informasi yang berhubugan dengan judul yang diteliti antara lain buku-buku refrensi, internet dan sumber lainnya sebagai tambahan mengenai materi yang diperlukan dalam penelitian.

Data Sekunder, dalam hal ini yang dihimpun adalah data tentang Butik Zoya yang meliputi: sejarah berdirinya, struktur organisasi, visi dan misi, dan sasaran yang ingin dicapai.

3.6 Uji Validitas dan Reliabilitas

7 Koentjaraningrat. Metode-metode Penelitian Masyarakat. Jakarta : PT. Gramedia Pustaka Utama. 1991. Hal

139

8 Ibid. Hal 88

(13)

Sebelum kuesioner dibagikan seluruhnya, penliti terlebih dahulu melakukan pre

sampling untuk mengetahui validitas dan reliabilitas dari kuesioner yang telah dirancang. Setelah dilakukan pre sampling selanjutnya peneliti dapat mengukut validitas dan realiabilitas kuesioner tersebut. Hal ini dilakukan karena dalam penelitian harus terdapat dua unsur syarat yang harus diperhatikan yang berlaku pada kuesioner, yaitu keharusan sebuah kuesioner agar valid dan reliabel.

Sebuah kuesioner dikatakan sah (valid) apabila dalam kuesioner mampu mengungkapkan sesuatu yang diukur oleh kuesioner tersebut. Sedangkan suatu kuesioner dikatakan reliabel (andal) apabila jawaban responden terhadap pernyataan dalam kuesioner stabil atau konsisten.

3.6.1 Validitas

Teknis analisis yang digunakan analisa kuantitatif berdasarkan persentase skor kumulatif jawaban dari responden. Validitas mengacu pada seberapa jauh suatu ukuran empiris cukup menggambarkan arti sebenarnya dari konsep yang tengah diteliti. Dengan kata lain, suatu instrument pengukuran yang valid mengukur apa yang seharusnya diukur, atau mengukur apa yang hendak kita ukur10.

Sehingga pada penelitian ini apabila alat ukur yang digunakan pada kuesioner mampu mengukur pengaruh iklan terhadap minat beli konsumen maka kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini dapat dianggap valid atau sah.

Dalam penelitian survey, uji validitas dihitung dari nilai korelasi antara data pada masing-masing pertanyaan dengan skor total memakai rumus teknik korelasi momen produk pearson11.

(14)

r = (∑ ) (∑ )(∑ ) ( ∑ ( ) ( ∑ ) (∑ ) )

n = jumlah sampel x = skor asli variabel x y = skor asli variabel y

r = derajat korelasi antar 2 variabel.

Derajat korelasi bervariasi antara -1.00 sampai +1.00 dimana hubungan yang memiliki nilai +1.00 merupakan hubungan korelasi positif sempurna, X dan Y sepenuhnya bersifat kovarian. Sedangkan hubungan dengan nilai -1.00 menunjukan hubungan sempurna dalam arah yang negatif12.

Tabel 3.3

Tingkat Koefisiensi Kolerasi

Internal Koefisien (r hitung) Tingkat Hubungan

0,00-0,199 Sangat Rendah

0,20-0,399 Rendah

0,40-0,599 Sedang

0,60-0,799 Kuat

0,80-1,000 Sangat Kuat

Sumber : Sarwono Jonathan Analisis Data Penelitian

Berikut adalah ringkasan uji validitas variabel (X) Pengaruh Iklan :

Tabel 3.4

Uji Validitas Variabel X (Pengaruh Iklan)

(15)

No Pernyataan Hasil Uji Validitas r Hitung Keterangan 1 P1 0,853 Valid 2 P2 0,605 Valid 3 P3 0,424 Valid 4 P4 0,715 Valid 5 P5 0,703 Valid 6 P6 0,603 Valid 7 P7 0,834 Valid 8 P8 0,326 Valid 9 P9 0,728 Valid 10 P10 0,702 Valid 11 P11 0,321 Valid 12 P12 0,858 Valid 13 P13 0,014 Tidak Valid 14 P14 0,186 Tidak Valid

Sumber: Uji Validitas SPSS 1

Berikut adalah ringkasan dari uji validitas variabel (Y) Minat Beli:

Tabel 3.5

Uji Validitas Variabel Y (Minat Beli)

(16)

1 Q1 0,674 Valid 2 Q2 0,003 Tidak Valid 3 Q3 0,005 Tidak Valid 4 Q4 0,003 Tidak Valid 5 Q5 0,000 Tidak Valid 6 Q6 0,278 Valid 7 Q7 0,454 Valid 8 Q8 0,000 Tidak Valid 9 Q9 0,000 Tidak Valid 10 Q10 0,000 Tidak Valid

Sumber: Uji Validitas SPSS 16

3.6.2 Reliabilitas

Reliabilitas adalah indikator tingkat keandalan atau kepercayaan terhadap suatu hasil pengukuran. Suatu pengukuran disebut reliable atau memiliki keandalan jika konsisten memberikan jawaban yang sama13.

Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan secara tertulis kepada responden untuk dijawab14.

Uji reliabilitas biasanya menggunakan pendekatan Cronbach’s Alpa. Ekspektasi korelasi yang mengukur konstruk yang sama disimbolkan dengan α. Cronbach’s Alpha

13 Ibid, hlm.99

(17)

adalah fungsi dari jumlah pertanyaan di kuesioner, rata-rata dari seberapa jauh 2 variabel saling mempengaruhi, dan variasi dari total skor15.

Cronbach’s Alpha yang sudah distandarisasi dapat didefinisikan sebagai: αstandarized = ( ( ) )

K = jumlah sampel

r = rata – rata dari korelasi koefisien yang tidak dibutuhkan

Hasil dari perhitungan ini bisa mengacu pada tabel standarisasi16 pengukuran melalui

Cronbach’s Alpha berikut:

Tabel: 3.6

Tabel standarisasi pengukuran cronbach’s alpha

Nilai Alpha Keterangan

0,0 – 0,2 Reliabilitas data buruk 0,2 -0,4 Reliabilitas data kurang 0,4 – 0,7 Reliabilitas data cukup 0,7 – 1,00 Reliabilitas data baik

Tabel 3.7

Uji Reliabilitas Pengaruh Iklan (X) Reliability Statistics

15 Wikipedia, Cronbach’s Alpha, http://en.wikipedia.org. Diakses pada tanggal 17 oktober 2016. 16 Dwi Priyatno, Mandiri Belajar SPSS: Untuk Analisis Data & Uji Statistika,(Yogyakarta: Mediakom,

(18)

Cronbach's Alpha

N of Items

.831 14

Sumber: Uji Reliabilitas- Output SPSS 16

Hasil uji reliabilitas di atas menunjukan bahwa nilai Cronbach”s Alpha untuk variabel

pengaruh iklan (X) sebesar 0,831. Nilai ini berarti bahwa data variabel raliabilitas sangat baik. Dengan kata lain kuesioner yang digunakan untuk mengukur variabel ini bersifat stabil, konsisten dan dapat diandalkan.

Tabel 3.8

Uji Reliabilitas Minat Beli (Y)

Reliability Statistics

Cronbach's

Alpha N of Items

.753 10

Sumber: Uji Reliabilitas- Output SPSS 16

Hasil uji reliabilitas di atas menunjukan bahwa nilai Cronbach”s Alpha untuk variabel

(19)

Dengan kata lain kuesioner yang digunakan untuk mengukur variabel ini bersifat stabil, konsisten dan dapat diandalkan.

3.7 Teknik Pengumpulan Data

Pada penelitian ini data yang peneleti gunakan adalah sebagai berikut :

3.7.1 Data Primer

Data Primer adalah data yang langsung diperoleh dari sumber data pertama di lokasi penelitian atau objek penelitian.17 Dalam hal ini, data primer dikumpulkan dan diolah sendiri

secara khusus oleh penulis dengan cara menggunakan kuesioner yang sudah diisi oleh responden yang pada sebelumnya sudah diberikan informasi tentang gambaran isi kuesioner tersebut.

Uji coba kuesioner harus dilakukan untuk menguji apakah kuesioner yang dibuat oleh peneliti sudah layak untuk diberikan pada responden sampel penelitian atau belum18.

Responden yang mengisi uji coba kuesioner tidak harus sesuai dengan sampel penelitian, oleh karena itu peneliti memilih 5 responden mahasiswa Universitas Mercubuana jurusan Marketing Communication sebagai responden uji coba kuesioner.

Setelah uji coba kuesioner tersebut berhasil dan pertanyaannya bisa dipahami oleh responden, kemudian peneliti menyebarkan kuesioner dengan responden sampel yang sesuai dengan teknik penarikan sampel sejumlah 10 orang di Universitas Mercubuana jurusan Marketing..

(20)

3.7.2 Data Sekunder

Data sekunder adalah data yang diperoleh dari sumber kedua atau sumber sekunder dari data yang kita butuhkan.19 Data sekunder biasanya digunakan untuk melengkapi data

primer.

Pengumpulan data sekunder dalam penelitian ini yaitu dengan cara : studi pustaka, mengumpulkan data dari buku-buku perpustakaan, majalah, jurnal, website dan tulisan-tulisan yang berhubungan dengan masalah penelitian khususnya mengenai komunikasi dan periklanan.

Teknik ini digunakan dengan cara mengumpulkan data yang sudah diolah oleh pihak lain melalui kepustakaan dilakukan terhadap buku-buku referensi, artikel di website, dan jurnal sebagai bahan masukan untuk memperkuat penelitian yang penulis buat.

3.8 Teknik Analisis Data

Teknik analisis data data yang digunakan dengan menerapkan statistika metode korelasi. Metode ini menggambarkan secara kuantitatif asosiasi maupun relasi satu variabel interval dengan variabel interval lainnya.20 Tahapan analisis data dibagi menjadi proses editing, coding, analisa dan interpretasi data.

3.8.1 Skala Likert

Dalam penelitian ini peneliti memberikan skor atas jawaban-jawaban yang diberikan

oleh para responden terhadap pernyataan yang ada di kuesioner, adapun alat yang digunakan adalah dengan menggunakan skala likert.

19 Burhan Bungin, op. cit, hal.122.

(21)

Skala likert atau method of summated ratings, yang berarti setiap jawaban atau tanggapan itu di jumlahkan sehingga mencapai nilai total, skala ini secara umum menggunakan peringkat angka penilaian, yaitu:

Tabel 3.9

Pengukuran Kuesioner

Jawaban Kode Bobot

Sangat Setuju SS 5

Setuju S 4

Ragu-Ragu RR 3

Tidak Setuju TS 2

Sangat Tidak Setuju STS 1

3.8.2 Uji Hipotesis

Pengujian hipotesis adalah suatu prosedur yang memungkinkan keputusan untuk menolak atau tidak menolak hipotesis yang sedang dipersoalkan atau diuji, berdasarkan tingkat keyakinan yang telah ditentukan. Dasar pengambilan keputusan bahwa suatu hipotesis dapat diterima atau ditolak adalah dengan melihat probabilitasnya (nilai signifikansi) serta perbandingan antara t hitung dengan t tabel, serta nilai t pada uji T. Nilai statistik tabel diambil dari nilai df atau degree of freedom terhadap data 81 responden, dengan tingkat signifikansi data sebesar 5%. Nilai t tabel yang diambil untuk penelitian ini adalah 426.

(22)

Kategori Uji Hipotesis Penelitian21

Kategori Deskripsi

Ho diterima (memiliki pengaruh positif) Probabilitas > 0,05

– t tabel ≤ t hitung ≤ t table Ho ditolak (tidak memiliki pengaruh

positif)

Probabilitas < 0,05

t hitung > t tabel atau –t hitung > t table

Dari uji T atau t test akan didapat t hitung dan nilai signifikansinya 5% (probabilitas). Jika nilai lebih kecil dari 0,05 maka model regresi dapat digunakan untuk memprediksi menunjukkan Ho diterima, H1 ditolak, yang artinya variabel x iklan hijab zoya

edisi cantik nyaman halal memberikan pengaruh positif terhadap variabel Y minat beli konsumen.

3.8.3. Analisis Korelasi

Analisis korelasi sederhana digunakan untuk mengetahui keeratan hubungan antara dua variabel dan untuk mengetahui arah hubungan yang terjadi, dengan menggunakan data interval rasio. Nilai korelasi (r) berkisar antara 1 sampai -1, nilai semakin mendekati-1 berarti hubungan antara dua variabel semakin lemah. Nilai positif menunjukan hubungan searah (X naik, maka Y naik) dan nilai negatif menunjukan hubungan terbalik (X naik, maka Y turun). Pedoman untuk memberikan penjelasan koefisien korelasi sebagai berikut:

Tabel 3.11 Koefisiensi Korelasi

21 Singgih Santoso, Mengatasi Berbagai Masalah Statistik dengan SPSS versi 11.5, (Jakarta, Elex Media

(23)

Interval Koefisiensi (r hitung) Tingkat Hubungan 0,00 s/d 0,199 Sangat Rendah 0,20 s/d 0,399 Rendah 0,40 s/d 5,99 Cukup Rendah 0,60 s/d 0,799 Kuat 0,80 s/d 1,00 Sangat Kuat Sumber: Sarwono Jonathan, Analisis Data Penelitian

3.8.4 Uji Regresi Linear Sederhana

Regresi Linear Sederhana adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel independent (bebas) terhadap variabel dependent (terikat).

3.8.4.1 Uji Anova

Uji anova dipergunakan untuk menilai model penelitian ini signifikan atau tidak. Kemudian untuk mengetahui variabel terikat secara signifikan. Kemudian untuk mengetahui hasil datanya signifikan atau tidak dapat dilihat dari hasil output SPSS yakni tepat pada tabel anova di kolom F dan sig. (0,285) harus lebih kecil dari 0,05 maupun 0,01 yang artinya data variabel bebas secara signifikan dapat digunakan untuk memprediksi variabel tersebut.

3.8.4.2 Uji F

Uji F merupakan pengujian secara bersama-sama pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Uji ini dilakukan dengan membandingkan nilai F hitung dengan nilai F tabel, apabila nilai F hitung lebih besar dari F tabel, maka variabel bebas secara

(24)

Kesimpulan ini juga dapat dilihat dari nilai signifikansi F hitung, bila signifikansi lebih tinggi daripada tingkat keyakinan (alpha = 0,05) maka seluruh variabel independen tidak punya pengaruh yang signifikan secara bersama-sama terhadap variabel dependen, begitupun sebaliknya.

Ho diterima apabila F hitung ≤F tabel, artinya semua variabel bebas secara bersama-sama bukan merupakan variabel penjelas yang signifikan terhadap variabel terikat. Sedangkan Ho ditolak apabila F hitung ≥F tabel, artinya semua variabel bebas secara bersama-sama merupakan penjelas yang signifikansi terhadap variabel terikat.

3.8.5 Persamaan Regresi Linear Sederhana

Selanjutnya hasil penelitian juga dapat dibuat ke dalam bentuk grafik regresi linear sederhana. Tentunya dengan menggunakan persamaan rumus regresi yaitu:

a b

Keterangan :

a = harga Y bila X = 0 (Harga Konstan)

b = angka arah atau koefisiensi regresi yang menunjukan angka peningkatan ataupun penurunan variabel dependen. Bila b (+) maka naik, dan bila (-) maka terjadi penurunan.

X = subyek pada variabel independen yang mempunyai nilai tertentu. Ý = Hasil yang diprediksi.

Gambar

Tabel standarisasi pengukuran cronbach’s alpha
Tabel 3.11   Koefisiensi Korelasi

Referensi

Dokumen terkait

Untuk mempermudah pembahasan agar tidak menyimpang, maka penelitian ini akan berfokus pada pengaruh kualitas produk dan kualitas layanan terhadap kepuasan konsumen dan minat

Dari hasil yang didapatkan peneliti dari sekitar 323 kepala keluarga yang tersebar pada empat RT terdapat 215 warga yang berminat menggunakan produk kartu

digunakan sebagai instrumen final untuk mengukur citra merek pribadi. Konstelasi Hubungan

Menurut (Singarimbun &amp; Sofian, 2006) metode survey adalah metode yang mengambil data dari populasi dan menggunakan kuisioner sebagai pengumpulan alat data yang

35 Sutrisno Hadi MA, Metodoloogi Reseach II.. berfungsi sebagai data yang valid, obyektif, dan reable serta tidak menyimpang. Yang dimaksud dengan prosedur pengumpulan data

Teknik observasi merupakan teknik pengumpulan dengan cara pengamatan langsung ke lokasi penelitian dengan objek yang akan diteliti sehingga data yang diperoleh sesuai

Jenis pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer, data primer adalah data yang diperoleh langsung yang bersumber dari jawaban kuisioner dari