• Tidak ada hasil yang ditemukan

Laporan Praktikum Nitrogen Dioksida NO2

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Laporan Praktikum Nitrogen Dioksida NO2"

Copied!
23
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN PRAKTIKUM LABORATORIUM LINGKUNGAN 2

LAPORAN PRAKTIKUM LABORATORIUM LINGKUNGAN 2

Jurusan Teknik Lingkungan

Jurusan Teknik Lingkungan  – 

 –  Universitas Bakrie

 Universitas Bakrie

Gasal 2016/2017

Gasal 2016/2017

Kelompok 6 Kelompok 6 1.

1. Luthfiaqmar Luthfiaqmar Rizky Rizky Pratiwi Pratiwi (1152005021)(1152005021) 2.

2. Pradhika Pradhika Ardi Ardi Nugraha Nugraha (1152005007(1152005007))

Asisten: Asisten:  Nada Nazihah  Nada Nazihah

NITROGEN DIOKSIDA (NO NITROGEN DIOKSIDA (NO22))

I.

I. PENDAHULUANPENDAHULUAN 1.1

1.1 Latar BelakangLatar Belakang

Udara adalah salah satu komponen yang sangat penting dan dibutuhkan oleh makhluk Udara adalah salah satu komponen yang sangat penting dan dibutuhkan oleh makhluk hidup. Udara sangat dibutuhkan makhluk hidup terutama dalam proses pernapasan. Oleh hidup. Udara sangat dibutuhkan makhluk hidup terutama dalam proses pernapasan. Oleh karenanya, untuk bernapas dengan baik dibutuhkan udara dengan kualitas yang baik pula. karenanya, untuk bernapas dengan baik dibutuhkan udara dengan kualitas yang baik pula.  Namun,

 Namun, tuntutan manusia tuntutan manusia dalam memenuhi dalam memenuhi kebutuhannya mkebutuhannya menyebabkan terjadinya enyebabkan terjadinya penurunanpenurunan kualitas udara. Hal ini disebabkan semakin meningkatnya jumlah kendaraan bermotor serta kualitas udara. Hal ini disebabkan semakin meningkatnya jumlah kendaraan bermotor serta industri (Fardiaz, 1992).

industri (Fardiaz, 1992).

Pencemaran udara terjadi jika komposisi zat-zat yg ada di udara melampaui ambang Pencemaran udara terjadi jika komposisi zat-zat yg ada di udara melampaui ambang  batas

 batas yang yang ditentukan. ditentukan. Adanya Adanya bahan-bahan bahan-bahan kimia kimia yang yang melampaui melampaui batas batas dapatdapat membahayakan kesehatan manusia, mengganggu kehidupan hewan dan tumbuhan dan membahayakan kesehatan manusia, mengganggu kehidupan hewan dan tumbuhan dan terganggunya iklim (cuaca) dengan aktivitas manusia serta kemajuan teknologi terutama akibat terganggunya iklim (cuaca) dengan aktivitas manusia serta kemajuan teknologi terutama akibat  proses

 proses pembakaran pembakaran bahan bahan bakar bakar di di industri industri atau atau kendaraan kendaraan bermotor, bermotor, maka maka banyak banyak gas-gasgas-gas yang dihasilkan dan bercampur dengan udara sebagai zat pencemar. Bahan kimia yang yang dihasilkan dan bercampur dengan udara sebagai zat pencemar. Bahan kimia yang merupakan zat pencemar udara adalah karbondioksida (CO

merupakan zat pencemar udara adalah karbondioksida (CO22), karbonmonoksida (CO),), karbonmonoksida (CO),

sulfurdioksida (SO

sulfurdioksida (SO22), Nitrogen Dioksida (NO), Nitrogen Dioksida (NO22), senyawa hidrokarbon, dan partikulat logam), senyawa hidrokarbon, dan partikulat logam

 berat. Pada penelitian ini praktikan menentukan konsentrasi Nitrogen Dioksida (NO

 berat. Pada penelitian ini praktikan menentukan konsentrasi Nitrogen Dioksida (NO22) sebagai) sebagai

senyawa pencemar udara

senyawa pencemar udara ambien dengan menggunakan metodeambien dengan menggunakan metode Griess SaltzmanGriess Saltzman dan membuatdan membuat kurva kalibrasi hubungan antara nilai a

(2)

1.2.

1.2. Tujuan PercobaanTujuan Percobaan

Mengukur kadar Nitrogen Dioksida (NO

Mengukur kadar Nitrogen Dioksida (NO22) dengan metode) dengan metode Griess-SaltzmanGriess-Saltzman  secara  secara spektrofotometri pada udara ambien di pakiran Fakultas Seni Rupa dan Desain, Kampus A spektrofotometri pada udara ambien di pakiran Fakultas Seni Rupa dan Desain, Kampus A Universitas Trisakti.

Universitas Trisakti.

II. TINJAUAN PUSTAKA II. TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Sifat dan Karakteristik Nitrogen dioksida (NO 2.1. Sifat dan Karakteristik Nitrogen dioksida (NO22))

Udara merupakan campuran beberapa macam gas yang perbandingannya tidak tetap. Udara merupakan campuran beberapa macam gas yang perbandingannya tidak tetap. Komposisi campuran gas tersebut tidak selalu konstan dan selalu berubah dari waktu ke

Komposisi campuran gas tersebut tidak selalu konstan dan selalu berubah dari waktu ke waktu.waktu. Udara mengandung sejumlah oksigen, merupakan komponen esensial bagi kehidupan, baik Udara mengandung sejumlah oksigen, merupakan komponen esensial bagi kehidupan, baik manusia maupun makhluk hidup lainnya. Udara yang normal merupakan campuran gas-gas manusia maupun makhluk hidup lainnya. Udara yang normal merupakan campuran gas-gas meliputi 78% N

meliputi 78% N22; 20% O; 20% O22; 0,93% Ar ; 0,03% CO; 0,93% Ar ; 0,03% CO22 dan sisanya terdiri dari dan sisanya terdiri dari neonneon (Ne), (Ne), heliumhelium

(He),

(He), metanmetan (CH(CH44) dan) dan hidrogenhidrogen (H(H22). Sebaliknya, apabila terjadi penambahan gas-gas lain). Sebaliknya, apabila terjadi penambahan gas-gas lain

yang menimbulkan gangguan serta perubahan komposisi tersebut, maka dikatakan udara

yang menimbulkan gangguan serta perubahan komposisi tersebut, maka dikatakan udara sudahsudah tercemar/ terpolusi (Giddings 1973).

tercemar/ terpolusi (Giddings 1973).

Pencemaran udara dapat diartikan sebagai adanya bahan-bahan atau zat-zat asing di Pencemaran udara dapat diartikan sebagai adanya bahan-bahan atau zat-zat asing di dalam udara yang menyebabkan perubahan susunan (komposisi) udara dari keadaan dalam udara yang menyebabkan perubahan susunan (komposisi) udara dari keadaan normalnya. Masuknya bahan-bahan atau zat-zat asing ke dalam udara selalu menyebabkan normalnya. Masuknya bahan-bahan atau zat-zat asing ke dalam udara selalu menyebabkan  perubahan

 perubahan kualitas kualitas udara. udara. Masuknya Masuknya bahan-bahan bahan-bahan atau atau zat-zat zat-zat asing asing tersebut tersebut tidak tidak selaluselalu menyebabkan pencemaran udara. Udara di daerah perkotaan yang mempunyai banyak kegiatan menyebabkan pencemaran udara. Udara di daerah perkotaan yang mempunyai banyak kegiatan industri dan teknologi serta lalu-lintas yang padat, udaranya relatif sudah tidak bersih lagi industri dan teknologi serta lalu-lintas yang padat, udaranya relatif sudah tidak bersih lagi (Arya Wardana 2001).

(Arya Wardana 2001).  Nitrogen

 Nitrogen oksida oksida (NOx) (NOx) adalah adalah senyawa senyawa gas gas yang yang terdapat terdapat di di udara udara bebas bebas (atmosfir)(atmosfir) yang sebagian besar terdiri atas nitrit o

yang sebagian besar terdiri atas nitrit oksida (NO) dan Nitrogen Dioksida (NOksida (NO) dan Nitrogen Dioksida (NO22) serta berbagai) serta berbagai

 jenis

 jenis oksida dalam oksida dalam jumlah jumlah yang lyang lebih sedikiebih sedikit. Kedua t. Kedua macam macam gas tersebut mgas tersebut mempunyai empunyai sifat yangsifat yang sangat berbeda dan keduanya sangat berbahaya bagi kesehatan. Gas NO yang mencemari udara sangat berbeda dan keduanya sangat berbahaya bagi kesehatan. Gas NO yang mencemari udara secara visual sulit diamat

secara visual sulit diamati karena gas tersebut tidak bewarna dan tidak berbau. Sedangkan gasi karena gas tersebut tidak bewarna dan tidak berbau. Sedangkan gas  NO

 NO22 bila mencemari udara  bila mencemari udara mudah diamati dari baunya yang sangat menyengat dan warnanyamudah diamati dari baunya yang sangat menyengat dan warnanya

merah kecoklatan. Sifat racun gas NO

merah kecoklatan. Sifat racun gas NO22 empat kali lebih kuat dari pada toksiksitas gas NO. empat kali lebih kuat dari pada toksiksitas gas NO.

Organ tubuh yang paling peka terhadap pencemaran gas

Organ tubuh yang paling peka terhadap pencemaran gas NONO22 adalah paru-paru. Paru-paru yang adalah paru-paru. Paru-paru yang

terkontaminasi oleh gas NO

terkontaminasi oleh gas NO22 akan membengkak sehingga penderita sulit bernafas yang dapat akan membengkak sehingga penderita sulit bernafas yang dapat

mengakibatkan kematiannya (Soegianto 2005). mengakibatkan kematiannya (Soegianto 2005).

(3)

Udara yang tercemar oleh gas Nitrogen Dioksida(NO2) tidak hanya berbahaya bagi

manusia dan hewan saja, tetapi juga berbahaya bagi kehidupan tanaman. Pengaruh gas NO2

 pada tanaman antara lain timbulnya bintik-bintik pada permukaan daun. Pada konsentrasi lebih tinggi, gas tersebut dapat menyebabkan nekrosis atau kerusakan pada jaringan daun, dalam keadaan seperti ini daun tidak dapat berfungsi sempurna. Pencemaran udara o leh gas NO2 juga

dapat menyebabkan timbulnya  Peroxy Acetil Nitrates  yang disingkat dengan PAN. PAN ini menyebabkan iritasi pada mata sehingga mata terasa pedih dan berair (Soegianto 2005).

Standar untuk menentukan kualitas udara disebut baku mutu udara ambien ( ambient air quality standart ) pada setiap negara. Baku mutu udara ambien adalah ukuran batas atau kadar zat, energi komponen yang ada atau yang seharusnya ada atau unsur pencemar yang ditenggang keberadaannya dalam udara ambien. Baku mutu udara ambien memiliki 13  parameter, tiap parameter disertai dengan nilai maksimalnya. Nilai-nilai tersebut umumnya

dinyatakan dalam (μg) permeter kubik udara dalam kondisi normal (umumnya pada suhu 250 C dan tekanan 1 atmosfer) kualitas udara ambien dikatakan baik jika konsentrasi polutan- polutannya masih dibawah nilai baku mutunya (Peraturan Pemerintah RI No. 41 tahun 1999).

2.2 Sumber dan Distribusi Nitrogen dioksida (NO2)

Pembentukan nitrogen (NO) dan nitrogen dioksida (NO2) merupakan reaksi antara

nitrogen dan oksigen di udara sehingga membentuk nitrogen monoksida (NO), yang bereaksi lebih lanjut dengan lebih banyak oksigen membentuk nitrogen dioksida (NO2). Emisi NOX

dipengaruhi oleh kepadatan penduduk karena umber utama NOX yang diproduksi manusia

adalah dari pembakaran dan kebanyakan pembakaran disebabkan oleh kendaraan bermotor,  produksi energi dan pembuangan sampah. Sebagian besar emisi NOX buatan manusia berasal

dari pembakaran arang, minyak, gas dan bensin (Depkes RI, 2001). Selain itu, NO2  dapat

dihasilkan dari perilaku merokok dalam ruangan (Akhadi, 2009).

Kadar NOX diudara perkotaan biasanya 10-100 kali lebih tinggi dari pada udara

 pedesaan. Kadar NOX di udara daerah perkotaan dapat mencapai 0,5 ppm (500 ppb). Sejak

tahun 1970, EPA(Enviromental Protection Agency)  telah mencatat emisi dari enam prinsip  polusi udara yang diantaranya adalah karbon monoksida, timbal, nitrogen oksida, parikulat, sulfur dioksidan dan VOC(Volatile Organic Compound). Emisi dari polutan-polutan tersebut mengalami penurunan secara signifikan kecuali NOX yang mengalami peningkatan dengan

(4)

Sebagian NO yang terdapat diatmosfir akan diubah menjadi NO2 melalui proses yang

disebut siklus fotolisis NO2yang bukan merupakan reaksi langsung dengan oksigen. Adapun

tahap-tahap reaksi siklus fotolisis NO2adalah sebagai berikut :

a)  NO2mengabsorpsi energy dalam bentuk sinar ultraviolet dari matahari.

 b) Energi yang diabsorpsi tersebut memecah molekul  –   molekul NO2 menjadi

molekul- molekul NO dan atom-atom oksigen yang sangat reaktif.

c) Atom-atom oksigen akan bereaksi dengan oksigen atmosfer membentuk O3yang

merupakan polutan sekunder.

d) O3akan bereaksi dengan NO membentuk NO2dan O3Kadar NOx di udara dalam

suatu kota bervariasi sepanjang hari tergantung dari intensitas sinar matahari dan aktivitas kendaraan bermotor.

Perubahan kadar NOx berlangsung sebagai berikut:

a) Sebelum matahari terbit, kadar Nitrogen Monoksida (NO) dan Nitrogen Dioksida (NO2) tetap stabil dengan kadar sedikit lebih tinggi dari kadar minimum sehari – 

hari.

 b) Setelah aktivitas manusia meningkat jam 6-8 pagi kadar N itrogen Dioksida (NO2)

meningkat terutama karena meningkatnya aktivitas lalu lintas yaitu kendaraan  bermotor.

c) Dengan terbitnya sinar matahari yang memancarkan sinar ultra violet kadar nitrogen dioksida (NO2) sekunder pada saat ini dapat mencapai 0,5 ppm.

d) Kadar ozon meningkat dengan menurunnya kadar Nitrogen Monoksida (NO) meningkat kembali.

e) Jika intesitas sinar matahari menurun pada sore hari jam 5-8 kadar Nitrogen Monoksida (NO2) meningkat kembali.

f) Energi matahari tidak mengubah Nitrogen Monoksida (NO) menjadi Nitrogen Dioksida (NO2) melalui reaksi hidrokarbon tetapi Ozon (O3)

g)

2.3. Dampak Nirogen Dioksida (NO2)

 Nitrogen Dioksida (NO2) empat kali lebih beracun dari pada nitrogen monoksida (NO).

 Nitrogen dioksida bersifat racun terutama terhadap paru. Polutan Nitrogen Dioksida (NO2)

yang tersebar di udara bersifat toksik bagi tubuh manusia. Efek yang ditimbulkan bergantung  pada dosis serta lama pemaparan yang diterima oleh seseorang. Apabila masuk ke dalam paru- paru akan membentuk asam nitrit (HNO2) dan asam nitrat (HNO3) yang merusak jaringan

(5)

mocuos. Kadar gas Nitrogen Dioksida (NO2) antara 50  –   100 ppm dapat menyebabkan

 peradangan paru-paru pada orang yang terpapar beberapa menit saja. Namun gangguan kesehatan itu dapat sembuh dalam waktu 6-8 minggu. Jika kadarnya mencapai 150-200 ppm. Gangguan kesehatannya berupa pemampatan bronshioli. Karena gangguan itu seseorang dapat meninggal dalam waktu 3-5 minggu setelah pemaparan. Jika kadar pencemar (NO2) mencapai

lebih dari 500 ppm, gangguan yang timbul adalah kematian dalam waktu 2-10 hari. Apabila  bereaksi dengan uap air dalam udara atau larut pada tetesan air, polutan Nirogen Dioksida

(NO2) di dalam udara juga dapat berperan sebagai sumber nitrit atau nitrat di lingkungan.

Kedua senyawa itu dalam jumlah besar dapat menimbulkan gangguan pada saluran  pencernaan, diare campur darah disusul oleh konvulsi, koma dan bisa tidak tertolong akan

meninggal. Keracunan kronis akan menyebabkan depresi umum, sakit kepala dan gangguan mental (Akhadi, 2009).

Di dalam tubuh manusia, nitrit terutama akan bereaksi dengan hemoglobin membentuk methemoglobin (metHb). Apabila jumlahnya melebihi kadar normal, akan menyebabkan methemoglobineamia. Pada bayi sering dijumpai karena pembentukan enzim yang dapat menguraikan metHb menjadi Hb masih belum sempurna. Akibat dari gangguan ini, tubuh bayi akan kekurangan oksigen sehingga mukanya akan tampak membiru atau ser ing dikenal dengan  bayi biru. Pencemaran udara oleh NO2dapat mengakibatkan terjadinya radang paru dan jika

hal ini berlangung terus-menerus dapat megakibatkan kelainan fatal paru obstruktif, yang disebut penyakit paru obstruktis (Mukono, 2003).

2.4 . Baku Mutu

Tabel 2.4.1 Baku Mutu NO2 di Udara Ambien

Parameter waktu baku mutu NO2 (ug/Nm³)

Gubernur DKI Nasional WHO

Nitrogen Dioksida (NO2)

1 jam 400 400 200

24 jam 92,5 150

(6)

2.5. Pengendalian Dan Penanggulangan Nitrogen dioksida (NO2)

 Pengendalian

 Sumber Bergerak

a) Merawat mesin kendaraan bermotor agar tetap baik.

 b) Melakukan pengujian emisi dan KIR kendaraan secara berkala. c) Memasang filter pada knalpot.

 Sumber Tidak Bergerak

a) Mengganti peralatan yang rusak.

 b) Memasang scruber pada cerobong asap. c) Memodifikasi pada proses pembakaran.  Manusia

Apabila kadar NO2 dalam udara ambien telah melebihi baku mutu 150

ug/Nm3 (Peraturan Pemerintah RI No. 41 Tahun 1999) dengan waktu  pengukur 24 jam maka untuk mencegah dampak kesehatan dilakukan

upaya-upaya :

a) Menggunakan alat pelindung diri, seperti masker gas.  b) Mengurangi aktifitas di luar rumah.

 Penanggulangan

Langkah-langkah penanggulangan dampak nitrogen dioksida adala h: a) Mengatur pertukaran udara agar berjalan dengan baik, seperti

dengan menggunakan LEV

 b) Bila terjadi keracunan sebaiknya langsung diberika pernapasan  buatan atau dibawa ke rumah sakit terdekat

(7)

III. ALAT DAN BAHAN 3.1 Alat

Tabel 3.1 Tabel Alat Nitogen Dioksida (NO2)

No. Alat Gambar

1 Pompa Vakum

2 Midget Impinger.

3 Stopwatch

(8)

4 Kabel Rol

5 Pipet Volume 50 ml

6 Bulb

(9)

No Alat Gambar

8 Corong

9 Hygrometer

10 Anemometer

(10)

No. Alat Gambar

12 Spektrofotometer

3.2 Tabel Bahan sulfur dioksida (NO2)

No. Bahan Konsentrasi Jumlah Gambar

1 Larutan Griess Saltzman - 50 ml 2 Vaseline -

(11)

-No. Bahan Kosentrasi Jumlah Gambar 3 Granular - -4 Larutan  penjerap Uji NO - 25 ml 5. Larutan  penjerap Uji NO2 -25 ml

(12)

IV. CARA KERJA

4.1. Skema diagram sampling

Mengisi botol impinge dengan larutan Griess

Saltzamn 50 ml

Membungkus impinger dengan alumunium foil

Menyusun rangkaian alat (corong,  botolimpinger, flow

meter, dan pompa vakum)

Menghidupkan pompa dan mengatur laju alir

0,5 –  1 l/menit Mencatat laju alir 3 x

(awal,tengah,akhir) Mematikan pompa

vakum

Diamkan selama 20 menit dan dibawa ke

(13)

4.2. Skema diagram analisis

V. HASIL PENGAMATAN 5.1. Data Sampling

Lokasi : Depan Gedung R

Hari/tanggal : Selasa, 03 Oktober 2017

Cuaca : Cerah

Kondisi sekitar Kopma : Ramai Mahasiswa dan Mahasiswi yang berlalu lalang.

Titik : -6.16782,106.790079

Suhu : 26,2 ˚C (26,2 + 273 ) = 299,2 K Laju alur awal (F1) : 1,15 L/menit

Laju alur awal (F2) : 1 L/menit Laju alur awal (F3) : 1 L/menit

Tabel 4.1 Hasil pengamatan pengambilan sampel

Keterangan Gambar

Pada pengambilan sampel cuaca di sekitar Kampus A Universitas Trisakti cerah, lokasi tepatnya di Depan Gedung R Universitas Trisakti dengan koordinat -6.16782,106.790079

Mempipet larutan  penjerap NO pada labu

ukur 25 ml

Mempipet larutan  penjerap NO2 pada

labu ukur 25 ml

Baca serapan pada spektrofotometer dengan ⁁= 550 nm

(14)

5.2 Data Meterologi

Tabel 5.2 Data Meterologi Belakang BNI

No. Parameter Gambar

1. Hygrometer Pengukuran Kelembapan dengan menggunakan Hygrometer menghasilkan 47 %RH 2. Anemometer

Pengukuran Kecepatan angin dan suhu dengan

menggunakan Anemometer menghasilkan 0,79 m/s dan 26,20C

3.

Barometer

Pengukuran Tekanan Udara dengan menggunakan

Barometer menghasilkan 76,1 mmHg

(15)

Tabel 5.2 Hasil Pengamatan Warna Larutan dan Spektrofotometer

No Keterangan Gambar

1 Warna larutan uji NO2

 berwarna bening

2 Warna larutan uji NO  berwarna bening

3 Hasil dari spektofotometer

4 Hasil perbandingan dengan  blanko laboratorium

(16)

VI. RUMUS DAN PERHITUNGAN

6.1 Rumus

6.1.1 Rumus Volume Sampel yang diuji

 =     

 





Dimana:

V : volume udara pada 250C, 76 mmHg (L) P : Tekanan atmosfer selama sampling (mmHg) T:Temperature sampel udara (0C)

F1: Laju alir awal (L/menit) F1: Laju alir awal (L/menit) F2: Laju alir tengah (L/menit) F3: Laju alir akhir (L/menit)

t : Durasi pengambilan sampel (menit)

298: Temperature pada kondisi normal 25 0C (K) 760: Tekanan pada kondisi normal 1 atm (mmHg)

6.1.2 Volume Sampel yang diuji

Diketahui : F1 = 1,15 l/menit ; F2 = 1,27 l/menit ; F3= 1,25 l/menit ; Ditanya : v?

Jawab :

 v =

++

  





 



7

=

,++

 60 

,

7

 



7

 =

160,273

(17)

6.1.3. Nilai kosentrasi dari kurva kalibrasi Dik: A = -1,6186x10-3 B = 2,74119 R = 0,998313 R² =0,996628 X = Kosentrasi Y = Absorban Dit: X?

Y (untuk NO) =bx+a, 0,006=2,74119x-1,6186x10-3, x = 2,4144x10-3 Y (untuk NO2) =bx+a, 0,008=2,74119x-1,6186x10-3, x =3,1441x10-3 Conc (mg/L) Absorban 0 0 0,004 0,008 0,007 0,018 0,011 0,027 0,014 0,037 0,018 0,047 0,022 0,060

(18)

6.1.4. C1 jam NO dan NO2

=

 ()

  1000





 =

 ,−

,7

  1000





 =

 ,



  atau 1,22739x10-3 ppm

=

 ()

  1000





 =

 ,−

,7

  1000





 =

 ,



  atau 1,042898x10-3 ppm

6.1.5. C24 jam NO dan NO2 24 jam

= 1 ()





,

= 0,01596(





)

,

 = 8,3653103

 atau 6,81771x10-6  ppm.

= 1 (2) 





,

= 0,019621(





)

,

 = 0,01089

 atau 5,788271x10-6 ppm. 6.1.6. CNOx1 jam

= ()  (2) =

 ,



 ,



= 0,034681/³

 atau 2,8265x10-3 ppm. 6.1.7. CNOx24 jam

= ()  (2) =

 ,,−



,



= 0,0192553/³

atau 1,02346x10-5  ppm. y = 2.7324x - 0.0015 R² = 0.9967 -0.01 0 0.01 0.02 0.03 0.04 0.05 0.06 0.07 0 0.005 0.01 0.015 0.02 0.025       A        b     s      o      r        b     a      n Kosentrasi

(19)

VII. PEMBAHASAN

Pada praktikum Nitrogen dioksida (NO2) ini dilakukan pengukuran kadar oksidan

dengan menggunakan metode Griess-Saltzman  dan menggunakan spektofotometri dengan  panjang gelombang 550 nm. Pengambilam sampel udara dilakukan berlokasi di depan Gedung R, Kampus A Universitas Trisakti pada 03 Oktober 2017 pukul 15:55 s.d 17:00 WIB. Sampling dilakukan di depan Gedung R Universitas Trisakti Kampus A Sampling dilakukan pada siang hari dengan langit cerah. Kondisi sekitar lokasi sampling terlihat ramai mahasiswa dan mahasiswi berlalu lalang.

Selama pengambilan contoh uji hal-hal yang mempengaruhi kesalahan data selama  proses pengambilan contoh adalah kurang tepatnya menaruh corong pada tempat yang sesuai dengan standar seperti tidak tepatnya peletakan corong pada arah angin yang cepat sehingga mempengaruhi kadar NO dan NO2 ataupun saat pengujian di laboratorium dengan sampel yang

kurang encer sehingga mempengaruhi pembacaan data pada spektrofotometer. Adapun hal-hal lain yang mungkin terlibat adalah kurang rapatnya selang pada botol penjerap  fritted bubbler , kurangnya efisiensi pompa, dan lain-lain.

Kemudian praktikan melakukan pengukuran secara insitu karena terdapat beberapa data meterologi yang hanya dapat diambil datanya pada saat dilokasi sampling. Parameter yang diukur secara insitu berupa kecepatan angin, suhu, kelembapan dan tekanan. Pengukuran  parameter ini dilakukan secara bergiliran karena keterbatasan alat ukur yang disediakan. Suhu

yang diperoleh 26,2 ˚C,. Setelah dilakukan pengukuran suhu, dilakukan pengukuran kecepatan angin 0,01 m/s, kelembapan 47% RH, tekanan 76,1 mmHg. Dan mengukur kecepatan alir dari  pompa dengan mengkalibrasi kecepatan alir sebesar 1 L/menit selama 3 kali pengukuran

dengan tujuan untuk membandingkan laju alir per 15 menit sebagai faktor penting dalam  pertimbangan pengaruh faktor sulfur dioksida di dalam udara ambien.

Berdasarkan hasil pengamatan dan hasil perhitungan yang telah diperoleh, diperoleh hasil nilai nitrogen dioksida selama 1 jam NO adalah 0,01506 ug/Nm3 atau 1,22739x10-5 ppm, Konsentrasi 1 jam untuk NO2 sebesar 0,019621 ug/Nm3  dan 1,042898x10-5 ppm. Perbedaan

cara dalam mendapatkan data NO dan NO2  adalah 3 botol penjerap yang disusun diberi

granular pada rangkaian ke 2, fungsi dari granular ini adalah sebagai oksidator sehingga ion oksigen teroksidasi pada proses ini. Kemudian, setelah perhitungan diperoleh nilai kosentrasi untuk NO selama 24 jam sebesar 8,3653x10-3 ug/Nm3 atau 6,81771x10-6dan untuk NO2 selama

(20)

dan NO2  untuk 1 jam diperoleh sebesar 0,034681ug/Nm3  atau 2,826565x10-3  dan untuk

 penjumlahan kosentrasi NO dan NO2 sebesar 0,0192553 atau 1,02346x10-5.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 1999 tentang Pengendalian Pencemaran Udara untuk kosentrasi selama 1 jam NO2 adalah 400 µg/Nm2 dan

untuk 24 jam adalah 150 µg/Nm2, untuk Kepgub DKI Jakarta No. 551 Tahun 2001 tentang Baku Mutu Udara Ambien dan Baku Tingkat Kebisingan DKI Jakarta adalah standar sulfur dioksida untuk kosentrasi selama 1 jam adalah sebesar 400 µg/Nm2 dan kosentrasi selama 24  jam adalah 92,5 µg/Nm2, sedangkan berdasarkan WHO mengenai  Air Quality Guidelines for  Particulate Matter, Ozone, Nirogen Dioxide, Sulfur Dioxide  untuk kadar sulfur dioksida di udara adalah dengan kosentrasi selama 1 jam adalah 200 µg/Nm2. Untuk baku mutu NO tidak terdapat pada baku mutu dikarenakan polutan NO diudara yang jauh lebih kecil dibandingkan  NO2 dan dampaknya yang lebih kecil dari NO2 tersebut.

Berdasarkan baku mutu baik dari gubernur DKI Jakarta, Indonesia, dan WHO dapat dikatakan untuk lokasi pengambilan contoh NO2  masih di bawah baku mutu yang ada yang

menandakan bahwa lokasi tersebut masih dalam batas aman. Hal ini sesuai dengan nilai R 2  pada kurva kalibrasi dengan nilai R 2  sebesar 0,9967 setelah diletakkan konsentrasi dan absorban NO dan NO2, selain itu perbandingan sampel uji dengan blanko laboratorium terletak

di antara blanko dan 0,1 ml menunjukkan kadar polutan yang rendah. Namun, tetap data ini masih mungkin terjadinya kesalahan menimbang dari penjelasan di atas sebelumnya. Sumber nitrogen dioksida yang dihasilkan biasanya berasal dari kepadatan penduduk yang menghasilkan zat-zat sisa pembakaran kendaraan, industri, dan reaksi kimia lainnya kemudian teroksidasi membentuk nitrogen monoksida melalui proses fotolisis dari sinar matahari. Jika kadar NO2 di udara sangat tinggi dapat menyebabkan masalah pada paru-paru manusia dan

 pada suati kasus dapat bereaksi hemoglobin di dalam darah membentuk methemoglobin, pada  bayi biasa disebut methemoglobinia yang memnyebabkan muka menjadi biru akibat kekurangan oksigen. Pada kasus lebih besar dapat menyebabkan kematian. Untuk menanggulangi tingginya kadar NO2  di udara maka perlunya mengatur pertumbuhan

 penduduk, memasang filter pada kendaraan, dan mengurangi pembakaran limbah domestik dengan mengurangi pemakaian bahan-bahan seperti plastik, kertas, dan bahan yang mudah terbakar lainnya.

(21)

Dan berdasarkan dari hasil pengamatan seluruh kelompok mengenai pengukuran kadar oksidan Kampus A Universitas Trisakti dengan berbagai tempat lokasi sampling, pada sampling ini yang mendapatkan nilai konsentrasi 1 jam dan konsentrasi 24 jam paling tinggi diantara semua kelompok dengan berbagai lokasi adalah kelompok 5 yang terletak di kantin FSRD, karena pada lokasi ini terlihat lebih dekatnya dengan kendaraan. Karena berdasarkan teori yang ada tinggimya kadar NO2 diperoleh dari hasil pembakaran seperti kendaraan. Data

dengan kosentrasi NO2 terendah adalah kelompok 4 yang berlokasi di Kopma Plaza karena

 pada lokasi ini sangat sedikit ditemukan hasil pembakaran melainkan banyaknya mahasiswa yang berlalu-lalang melewati tempat tersebut.

VIII. SIMPULAN

Adapun simpulan yang diperoleh dari penentuan kadar NO2 di kampus A Universitas

Trisakti adalah:

1. Kadar kosentrasi NO2 di depan gedung R masih di bawah baku mutu berdasarkan

ketentuan Gubernur DKI, Nasional, dan WHO.

2. Larutan Griess-Saltzman digunakan sebagai larutan penjerap untuk senyawa NOx. 3. Kadar kosentrasi NO tidak terdapat dalam baku mutu dikarenakan jumlahnya yang

sangat sedikit dan pengaruhnya kepada manusia yang kurang berbahaya jika dibandingkan dengan NO2.

4. Granular pada botol penjerap berfungsi sebagai oksidator pada senyawa NO2  agar

terbentuk senyawa NO.

5. Sumber polutan NO2  berasal dari hasil pembakaran seperti kendaraan bermotor,

industri, dan pembakaran limbah domestik.

6. Cara penanggulangan yang paling tepat adalah dengan mengendalikan laju  pertumbuhan penduduk, memasang filter untuk kendaraan, dan mengurangi  pemakaian limbah padat.

(22)
(23)

Gambar

Tabel 2.4.1 Baku Mutu NO 2  di Udara Ambien
Tabel 3.1 Tabel Alat Nitogen Dioksida (NO 2 )
Tabel 4.1 Hasil pengamatan pengambilan sampel
Tabel 5.2 Data Meterologi Belakang BNI
+3

Referensi

Dokumen terkait