• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tentang Percepatan Pelaksanaan Pengadaan barangjasa

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Tentang Percepatan Pelaksanaan Pengadaan barangjasa"

Copied!
37
0
0

Teks penuh

(1)

KEMENTERIAN DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA

Direktorat Jenderal Keuangan Daerah

HERTETI ROSPELITA, M.Si.

(2)
(3)

Kemeterian Dalam Negeri Sekretariat Jenderal

3

PERDA

Peraturan KDH

UU 17/2003; UU 32/2004 UU 33/2004; UU 1/2004 UU 15/2004;UU 25/2004

PP 55/2005

PKD

PP 58/2005

OMNIBUS REGULATIONS

Peraturan per-UU Bid Keuda

PERMENDAGRI 59 /2007

PERMENDAGRI 20/2009

PERMENDAGRI 59/2010

PERMENDAGRI 27/2013

(4)

Kemeterian Dalam Negeri Sekretariat Jenderal

1.

Disusun sesuai dengan kebutuhan penyelenggaraan

pemerintahan dan kemampuan pendapatan daerah.

2.

Dalam

rangka

mewujudkan

pelayanan

kepada

masyarakat untuk tercapainya tunjuan bernegara.

3.

APBD mempunyai fungsi

Otorisasi,

Perencanaan,

Pengawasan, Alokasi, Distribusi, Stabilisasi.

4.

APBD ditetapkan dengan PERDA.

5.

Semua

Penerimaan

dan

Pengeluaran

daerah

dianggarkan dalam APBD.

(5)

Kemeterian Dalam Negeri Sekretariat Jenderal

APBD

Pendapatan

Belanja

Pembiayaan

(6)

KELOMPOK PENDAPATAN APBD

A. Pendapatan Asli Daerah: 1. Pajak Daerah

2. Retribusi Derah

3. Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah Yang Dipisahkan 4. Lain-lain PAD yang sah

B. Dana Perimbangan:

1. Dana Bagi Hasil

2. Dana Alokasi Umum 3. Dana Alokasi Khusus

C. Lain-lain Pendapatan Daerah yang sah: 1. Hibah

2. Dana Darurat

3. Dana Bagi Hasil Pajak dari Provinsi dan Pemerintah Daerah lainnya

4. Dana Penyesuaian & Dana OTSUS

(7)

KELOMPOK BELANJA APBD

A. Belanja Tidak Langsung: 1. Belanja Pegawai

2. Belanja Bunga 3. Belanja Subsidi 4. Belanja Hibah

5. Belanja Bantuan Sosial 6. Belanja Bagi Hasil

7. Bantuan Keuangan

8. Belanja Tak Terduga

B. Belanja Langsung: (Kegiatan DAK)

1. Belanja Pegawai

2. Belanja Barang dan Jasa

3. Belanja Modal

(8)

Kemeterian Dalam Negeri

Sekretariat Jenderal PENGATURAN PENGADAAN BARANG DAN JASA

dalam rangka yang akan diserahkan kepada Masyarakat dan Pihak ke-3

Belanja barang/jasa digunakan untuk menganggarkan pengadaan barang dan jasa yang nilai manfaatnya kurang dari 12 (duabelas) bulan dalam melaksanakan program dan kegiatan pemerintahan daerah, termasuk barang yang akan diserahkan atau dijual kepada

masyarakat atau pihak ketiga.

(Pasal 50 ayat (1) Permendagri 21 Tahun 2011)

Penganggaran untuk pengadaan barang (termasuk berupa aset

tetap)

yang akan diserahkan atau dijual kepada pihak ketiga/masyarakat pada tahun anggaran berkenaan

, dianggarkan

pada jenis belanja barang dan jasa.

(9)

A. Penerimaan Pembiayaan:

1. Selisih Lebih Perhitungan (SiLPA) Anggaran Tahun Sebelumnya

2. Pencairan Dana Cadangan

3. Hasil Penjualan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan 4. Penerimaan Pinjaman Daerah

5. Penerimaan Kembali Pemberian Pinjaman 6. Penerimaan Piutang Daerah

B. Pengeluaran Pembiayaan:

Pembiayaan Neto (A

B)

KELOMPOK PEMBIAYAAN

1. Pembentukan Dana Cadangan

2. Penyertaan Modal Pemerintah Daerah 3. Pembayaran Pokok Utang

(10)

Kemeterian Dalam Negeri Sekretariat Jenderal

10

Postur

DAK dalam APBD 2013

(11)

PENGELOLAAN

KEUANGAN

DAERAH

PELAKSANAAN DAN PENATAUSAHAAN PERENCANAAN DAN

PENGANGGARAN

AKUNTANSI DAN PELAPORAN RUANG LINGKUP

(12)

Kemeterian Dalam Negeri Sekretariat Jenderal

Proses Perencanaan & Penganggaran APBD

Tahun Anggaran 2015

AGUST-SEPT 2014

Alokasi DAK dan Petunjuk Teknis terlambat diterima daerah Rekomen-dasi

Implikasi di Daerah:

1.APBD dan DPA Juknis ke daerah

12 KOOR

PROG/KEG

(13)

Kemeterian Dalam Negeri Sekretariat Jenderal

KEBIJAKAN PENGANGGARAN DAK

DALAM APBD

1. SEBAGAI AKIBAT ADANYA KETERLAMBATAN

PENYAMPAIAN PAGU DEFINITIF DAN JUKNIS DAK

SETELAH KUA/PPAS DITETAPKAN

2. SEBAGAI AKIBAT ADANYA KETERLAMBATAN

PENYAMPAIAN PAGU DEFINITIF DAN JUKNIS DAK

(14)

KEMENTERIAN DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA

Direktorat Jenderal Keuangan Daerah

PENGANGGARAN

PAGU ALOKASI & KEG. DAK

Dalam hal Pemerintah Daerah menerima pagu alokasi

DAK setelah Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan

Prioritas Pagu Anggaran Sementara (PPAS) ditetapkan

(mengalami keterlambatan), dpt ditampung langsung

dalam pembahasan RAPBD dgn terlebih dahulu

mencantumkan klausul kesepakatan KUA dan PPAS

(15)

KEMENTERIAN DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA

Direktorat Jenderal Keuangan Daerah

PENCANTUMAN KLAUSUL

DALAM KUA DAN PPAS

TUJUAN :

utk

menyepakati

pagu

alokasi

&

penggunaan DAK dalam rancangan Perda

tentang APBD

(16)

“Sambil menunggu pagu alokasi DAK yang ditetapkan Pemerintah, pagu alokasi tersebut dapat langsung ditampung dan/atau disesuaikan pada saat proses pembahasan RAPBD, mengacu pada petunjuk teknis DAK, tanpa perlu melakukan perubahan Nota Kesepakatan KUA dan PPAS”.

PENCANTUMAN KLAUSUL DALAM KUA & PPAS

UTK PENYESUAIAN PAGU DEFINITIF DAK

(Permendagri 20/2009) Panja Belanja

Daerah DPR

Petunjuk Teknis Masing-masing

bidang DAK Persetujuan bersama

(17)

Kemeterian Dalam Negeri Sekretariat Jenderal

 SE Menteri Keuangan setelah RUU ttg APBN TA 2015 disetujui bersama antara Pemerintah-DPR RI

 Alokasi DAK daerah

provinsi, kab/kota TA 2015 yang diinformasikan secara resmi oleh Kemenkeu, atau

17

PENGANGGARAN DAK DALAM APBD

DAK

Permendagri 37/2014 ttg Pedoman Penyusunan APBD TA 2015

Terbatasnya akses informasi terkait rencana DAK sebagai acuan dalam penyusunan rencana/penganggaran dalam APBD.

Tindak Lanjut

Di Daerah:

Tdk ada proyeksi alokasi DAK

(18)

Kemeterian Dalam Negeri Sekretariat Jenderal

Lebih lanjut, ditampung dalam Perda ttg Perubahan APBD pd kode program/ kegiatan berkenaan

.

Menyusun RKA-SKPD dan mengesahkan DPA-SKPD sebagai dasar pelaksanaan kegiatan;

Langkah-Langkah Pemda untuk Percepatan

Pelaksanaan DAK akibat adanya Keterlambatan

Penyampaian Juknis ke Daerah & Pagu Alokasi

Definitif Setelah Perda APBD ditetapkan

(Permendagri 37 Tahun 2014 Pedoman Penyusunan APBD TA 2015)

18

Menetapkan Peraturan Kepala Daerah ttg Perubahan

Penjabaran APBD dan memberitahukan kepada

Pimpinan DPRD;

1

2

(19)
(20)

KEMENTERIAN DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA

Direktorat Jenderal Keuangan Daerah

Pasal 77 ayat (12) Permendagri Nomor 59 Tahun 2007

Lampiran kode rekening merupakan daftar nama

rekening dan kode rekening yang

tidak merupakan

acuan baku

dalam penyusunan kode rekening yang

pemilihannya disesuaikan dengan kebutuhan objektif

dan nyata sesuai karakteristik daerah.

Daerah diberikan diskresi untuk menambah/membuat

program dan kegiatan sesuai dengan kebutuhan

daerah, yang nomenklaturnya belum terdapat dalam

Lampiran A.VII Permendagri Nomor 13 Tahun 2006

(Lampiran kode Program dan Kegiatan)

(21)

Kemeterian Dalam Negeri Sekretariat Jenderal

Penganggaran DAK di Daerah

Pasal 60 PP55/2005 ttg Dana Perimbangan

o

Penggunaan DAK

dilaksanakan sesuai

dengan Petunjuk Teknis;

o

DAK tidak dapat digunakan untuk

mendanai:

(22)

Kemeterian Dalam Negeri Sekretariat Jenderal

DANA PENDAMPING

Pasal 61 ayat (1) PP 55/2005 ttg Dana Perimbangan

o

Penganggaran dana pendamping dalam APBD

wajib dialokasikan sekurang-kurangnya

10%

(sepuluh persen) dari jumlah alokasi DAK yang

ditetapkan masing-masing daerah.

o

Kewajiban

penyediaan

Dana

Pendamping

(23)

Kemeterian Dalam Negeri Sekretariat Jenderal

DANA PENDAMPING

Permendagri 20 tahun 2009 Pengelolaan Keuangan DAK di Daerah

o

Penyusunan RKA-SKPD untuk dana

pendamping dilakukan

menyatu dengan

kegiatan DAK.

o

RKA-SKPD memuat informasi atas capaian

(24)

RENCANA KERJA DAN ANGGARAN SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH

KEGIATAN DAK BIDANG ... Formulir

RKA - SKPD 2.2.1

Indikator & Tolok Ukur Kinerja Belanja Langsung Indikator Tolok Ukur

Kinerja Target Kinerja

Kelompok Sasaran Kegiatan: ………

Rincian Anggaran Belanja Langsung

menurut Program dan Per Kegiatan Satuan Kerja Perangkat Daerah Kode

Rekening Uraian

Rincian Penghitungan Jumlah (Rp) volume satuan Harga satuan

1 2 3 4 5 6=(3 x 5)

Catatan Hasil Pembahasan :

Tim Anggaran Pemerintah Daerah:

(25)

Kemeterian Dalam Negeri Sekretariat Jenderal

Dana Pendamping

o Dana Pendamping dlm APBD wajib dialokasikan sekurang2nya 10% dari jlh alokasi DAK yang ditetapkan masing2 daerah.

o Kewajiban penyediaan Dana Pendamping menunjukkan komitmen daerah terhadap bidang kegiatan yang didanai dari DAK yang merupakan kewenangan daerah

25

o Dana pendamping dianggarkan utk kegiatan bersifat fisik (kegiatan diluar kegiatan administrasi proyek, kegiatan penyiapan proyek fisik, kegiatan penelitian, kegiatan pelatihan, kegiatan perjalanan pegawai daerah, dan kegiatan umum lain yang sejenis).

Pasal 61 ayat (1) PP 55/2005 ttg Dana Perimbangan

• Penyusunan RKA-SKPD untuk Dana Pendamping dilakukan menyatu dengan kegiatan DAK.

• Dimungkinkan untuk memanfaatkan saldo anggaran yg tersedia dalam Sisa Lebih Penggunaan APBD TA sebelumnya atau menggesar Belanja Tidak Terduga atau resecheduling kegiatan program dan kegiatan yg kurang mendesak

(26)

Kemeterian Dalam Negeri

Sekretariat Jenderal

DANA PENDAMPING

Pasal 61 ayat (2) PP 55/2005 ttg Dana Perimbangan

o

Dana pendamping dianggarkan untuk kegiatan

yang bersifat

fisik.

o

kegiatan fisik adalah kegiatan diluar kegiatan

(27)

Kemeterian Dalam Negeri Sekretariat Jenderal

Optimalisasi Penggunaan dan Minimalisasi Sisa DAK

Sisa DAK: dana DAK yang telah disalurkan kepada pemda dan tidak seluruhnya habis digunakan, dgn target kinerja sudah tercapai dan/atau target kinerja kegiatan DAK belum tercapai, dianggarkan dalam APBD TA 2015 dengan ketentuan:

 Apabila target kinerja kegiatan sudah tercapai, sisa DAK dianggarkan untuk menambah volume/target capaian program dan kegiatan pada bidang DAK yg sama dan/atau untuk mendanai kegiatan pada bidang DAK tertentu sesuai

prioritas nasional dgn menggunakan Juknis TA sebelumnya atau Juknis TA 2015.

 Dalam hal target kinerja kegiatan DAK belum tercapai, sisa DAK dimaksud

dianggarkan dalam APBD TA 2015 utk mendanai kegiatan yg sesuai pada bidang DAK yang sama sesuai prioritas nasional dgn JuknisTA sebelumnya.

 Kegiatan yang dibiayai dari sisa DAK harus selesai dan dapat dimanfaatkan pada akhir tahun anggaran berkenaan.

Daerah penerima DAK dpt melakukan optimalisasi penggunaan DAK dgn

merencanakan dan menganggarakan kembali kegiatan DAK dlm APBD tahun berjalan, pada bidang yg sama serta mengacu pada Juknis yg telah ditetapkan, sepanjang akumulasi nilai kontrak kegiatannya lebih kecil dari pagu bidang DAK-nya.

Keg DAK 2015

Sisa DAK

Meningkatnya akumulasi Sisa DAK Tindak

Lanjut

(28)

Kemeterian Dalam Negeri

Sekretariat Jenderal

Perubahan Tujuan dan Sasaran

Penggunaan DAK

Apabila terjadi perubahan tujuan dan sasaran

penggunaan DAK dari yang telah ditetapkan

dalam petunjuk teknis DAK dan/atau Perda

tentang APBD, maka sebelum dilaksanakan

perubahan

perlu

dikonsultasikan

untuk

mendapat

persetujuan dari Menteri teknis

terkait

setelah terlebih dahulu mendapat

pertimbangan Menteri Dalam Negeri, yang

selanjutnya dijadikan dasar persetujuan DPRD.

Permendagri 20/2009

(29)

Kemeterian Dalam Negeri Sekretariat Jenderal

PERUBAHAN PENGGUNAAN DAK

 Dikonsultasikan untuk mendapat persetujuan dari Menteri

teknis terkait setelah terlebih dahulu mendapat pertimbangan

Menteri Dalam Negeri, yang selanjutnya dijadikan dasar persetujuan DPRD.

Permendagri 20/2009 ttg Pedoman Pengelolaan Keuangan DAK di Daerah

29

Kendala dalam penyesuaian atau perubahan penggunaan DAK untuk kegiatan yang belum atau sudah dilaksanakan

Rekomen-dasi

Kegiatan belum dilaksanakan:

 Penegasan status barang/aset sebelum diubah penggunaannya , melalui audit oleh instansi yang kompeten/berwenang.

(30)

Kemeterian Dalam Negeri Sekretariat Jenderal

30

Surat Edaran Bersama MENDAGRI dan Kepala LKPP

No: 027/5308/SJ dan No: 6/SE/KA/2012 Tgl. 27 Desember 2012

(31)

Kemeterian Dalam Negeri Sekretariat Jenderal

Sinkronisasi meliputi:

1. Ketepatan jadwal penetapan Juknis;

2. Kesesuaian penggunaan/pemanfaatan DAK pd masing2 bidang dgn pencapaian prioritas nas; 3. Keselarasan dgn prinsip penyelenggaraan Otda; 4. Kesesuaian dengan penglolaan keuangan.

Pertimbangan: untuk koordinasi penyusunan Juknis DAK sebagaimana Pasal 59 ayat (2) PP No. 55/2005 ttg Dana Perimbangan.

Dibentuk Pokja dgn anggota: Kemen.PPN/

Bappenas; Kemenkeu: dan Kemendagri (+Sekber DAK).

Tugas mengkoordinasikan penyusunan Juknis DAK yg disusun oleh KL/LPNK.

Tujuan: sinkronisasi rancangan Juknis DAK yg telah disusun oleh KL/LPNK dgn prinsip

penyelenggaraan Otda dan prioritas pembangunan nasional.

Koordinasi Penyusunan Juknis DAK

31

(32)

Kemeterian Dalam Negeri Sekretariat Jenderal

Beberapa Permasalahan dan Tantangan

1. Perencanaan dan penganggaran DAK belum didukung dengan

sistem dan data yang akurat

sehingga belum dapat

merefleksikan sesuai kondisi dan karakteristik daerah.

2. Ketidaksesuaian

Juknis dengan kebutuhan daerah

sebagai akibat

rigidnya Juknis tersebut; keterlambatan Juknis dan seringnya

terjadi perubahan; serta aturan Juknis yg bertentangan dgn

beberapa peraturan di bidang lainnya, misalnya dengan aturan

pengelolaan keuangan daerah.

3. Rendahnya

daya serap DAK

yang secara umum disebabkan

Penetapan Perda APBD terlambat, dan adanya keraguan

aparat/pejabat pengelola kegiatan dalam menerapkan peraturan

per-UU-an terkait dengan pengadaan barang dan jasa, serta

dana pendamping yang belum tersedia.

4. Masih ditemukan

inefisiensi anggaran

yang disebabkan

kurangnya

pemahaman

dalam

menerapkan

kebijakan

(33)

Kemeterian Dalam Negeri

Sekretariat Jenderal

Langkah oleh daerah: antara lain

1. Agar segera bersiap utk perencanaan dan penganggaran DAK TA 2015 sesuai prioritas nasional mengacu pada RKP 2015.

2. Meningkatkan penyediaan data-data teknis, koordinasi pengelolaan DAK secara utuh dan terpadu, sinkronisasi kegiatan DAK dengan kegiatan lain yang didanai APBN maupun APBD, serta meningkatkan pengawasan terhadap pelaksanaan kegiatan DAK.

3. Dalam hal Pemda memperoleh DAK setelah Perda tentang APBD ditetapkan dan belum dianggarkan dalam APBD, maka untuk menghindari terlambatnya pelaksanaan DAK, Pemda dapat melaksanakan DAK dimaksud mendahului penetapan Perda Perubahan sesuai mekanisme yang diatur dalam Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah.

4. Bagi Daerah penerima DAK yang belum mencantumkan secara pasti lokasi/tempat pembangunan, (berdampak terhadap keterlambatan pelaksanaan kegiatan), dihimbau agar sejak awal sudah dapat ditetapkan dan dikonsultasikan dengan DPRD dan satuan kerja

(34)

Kemeterian Dalam Negeri Sekretariat Jenderal

 Menetapkan Perda tentang APBD secara tepat waktu, serta pemenuhan persyaratan

dalam rangka penyaluran DAK secara bertahap;

 Membentuk Tim dalam rangka membantu SKPD mengatasi berbagai hambatan dan

permasalahan.

 DAK yg telah disalurkan ke rekening kas daerah dimungkinkan pencairannya untuk

satu atau dua bidang;

 Kegiatan-kegiatan DAK yang dikerjasamakan dengan pihak ketiga (kontrak)

dilaksanakan sesuai ketentuan dan jadwal pelaksanaan;

 PPK-SKPD melakukan upaya percepatan/kelancaran dengan tetap meningkatkan

ketelitian dokumen yg dipersyaratkan;

 PPKD selaku BUD melakukan upaya percepatan pencairan dana dan permintaan

pencairan dana dari Pemerintah sesuai tahapan;

 Mengkoordinassikan Kepala SKPD menyampaikan laporan realisasi DAK kepada

PPKD secara akurat dan tepat waktu;

 Mengkoordinasikan, mengevaluasi dan memantau perkembangan pelaksanaan DAK

di masing-masing SKPD.

5. Menghindari rendahnya daya serap DAK sampai akhir tahun, dengan beberapa langkah seperti:

Lanjutan

………

(35)

Kemeterian Dalam Negeri Sekretariat Jenderal

Lanjutan

………

6. Agar dalam penganggarannya mempedomani standar biaya dan/atau standar satuan harga yang ditetapkan dalam Keputusan Kepala Daerah, dengan mengacu pada harga satuan konstruksi bangunan (basic price) yang ditetapkan oleh instansi terkait yang disesuaikan dengan harga yang berlaku setempat.

7. Pelaksanaan pengadaan barang dan jasa yang bersumber dari DAK tetap mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pedoman Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah beserta perubahannya. Untuk mempercepat pelaksanaan pengadaan barang/jasa atas kegiatan DAK yang dikerjasamakan dengan pihak ketiga atau melalui proses kontraktual, sudah diterbitkan kebijakan bersama antara Mendagri dengan Kepala LKPP berupa Surat Edaran Bersama No.027/5308/SJ dan No.6/SE/KA/2012 tentang percepatan Pelaksanaan Pengadan Barang dan Jasa Pemerintah dimana proses pengadaan barang/jasa dapat dilakukan setelah RAPBD disetujui bersama antara Kepala Daerah dan DPRD.

(36)

Kemeterian Dalam Negeri Sekretariat Jenderal

8. Agar taat azas dan tepat waktu khususnya dalam

menyampaikan laporan realisasi keuangan kepada

Menteri Keuangan, Menteri Dalam Negeri dan

Menteri Teknis terkait sesuai mekanisme peraturan

perundang-undangan,

karena

terkait

dengan

pelaksanaan penyaluran tahap berikutnya serta

kinerja pelaporan untuk dijadikan pertimbangan

pengalokasian DAK tahun berikutnya.

Lanjutan

………

(37)

KEMENTERIAN DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA

Direktorat Jenderal Keuangan Daerah

SUBDIT FASILITASI DAK

DIREKTORAT FASILITASI DANA PERIMBANGAN DIREKTORAT JENDERAL KEUANGAN DAERAH

KEMENTERIAN DALAM NEGERI

Jalan Veteran Nomor 7, Jakarta 10110, Telp/Fax. (021) 3504042

http//keuda.kemendagri.go.id Email: [email protected]

Referensi

Dokumen terkait