PT Bank BNI Syariah— Gedung Tempo Pavilion 1 Lt.3-6 Jl. HR Rasuna Said Kav. 10-11 Jakarta Selatan 12950
T:(021) 2966-7946W/E:www.bnisyariah.co.id/[email protected]
I.
PENDAHULUAN
1. LANDASAN TATA KELOLA PERUSAHAAN YANG BAIK (GOOD CORPORATE GOVERNANCE)
Penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik (Good Corporate Governance) bagi PT Bank BNI Syariah (BNI Syariah) merupakan hal penting yang harus diterapkan secara konsisten dan berkesinambungan, untuk mencapai kinerja perusahaan yang maksimal.
Dalam praktiknya pelaksanaanGood Corporate Governance(GCG) BNI Syariah berlandaskan pada peraturan perundang-undangan yang berlaku khususnya yang mengatur mengenai penerapan GCG yaitu Undang-Undang Perbankan Syariah nomor 21 tahun 2008 dan Peraturan Bank Indonesia Nomor 11/33/PBI/2009 tentang Pelaksanaan Good Corporate
GovernanceBagi Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah, dan dengan mengacu pada 5
(lima) Prinsip GCG:
a. Prinsip keadilan (fairness) adalah bahwa setiap keputusan yang diambil senantiasa memperhatikan kepentingan pemegang saham mayoritas dan memberikan perlindungan kepada pemegang saham minoritas dan stakeholders lainnya dari rekayasa dan transaksi yang bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
b. Prinsip transparansi (transparancy) adalah meningkatkan keterbukaan (discloser) dalam mengemukakan informasi yang material dan relevan serta keterbukaan dalam proses pengambilan keputusan oleh manajemen.
c. Prinsip pertanggungjawaban (responsibility) adalah kesesuaian pengelolaan Bank dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan prinsip-prinsip pengelolaan Bank yang sehat.
d. Prinsip akuntabilitas (accountabilily) adalah kejelasan fungsi dan pelaksanaan pertanggungjawaban organ Bank sehingga pengelolaannya berjalan secara efektif.
2. STRUKTUR TATA KELOLA PERUSAHAAN
Sebagai bentuk komitmen PenerapanGood Corporate Governance(GCG), BNI Syariah telah memiliki Struktur Tata Kelola Perusahaan yang senantiasa disesuaikan dengan praktik terbaik GCG :
DEWAN KOMISARIS DEWAN PENGAWAS SYARIAH
DIREKTUR UTAMA
DIREKTUR BISNIS DIREKTUR RISIKO DAN KEPATUHAN
Komite Di Bawah Dewan Komisaris
Komite Audit
Komite Pemantau Risiko
Komite Remunerasi dan Nominasi
Komite Di Bawah Direksi
Komite Kebijakan dan Risiko Komite Asset Liability and Management
Komite Modal, Investasi dan Teknologi
II.
RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM
Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) merupakan organ tertinggi diantara organ-organ Perseroan lainnya. Rapat Umum Pemegang Saham terdiri dari Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPS Tahunan) dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB).
RUPS memiliki kewenangan eksklusif yang tidak diberikan kepada Direksi dan Dewan Komisaris, antara lain wewenang untuk mengangkat dan memberhentikan anggota Dewan Komisaris, Direksi dan DPS, mengevaluasi kinerja Dewan Komisaris dan Direksi, menetapkan perubahan Anggaran Dasar, memberikan persetujuan atas laporan tahunan, menetapkan alokasi penggunaan laba, menunjuk Kantor Akuntan Publik, serta menetapkan jumlah dan jenis remunerasi Dewan Komisaris dan Direksi.
1. RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM TAHUNAN (RUPS TAHUNAN)
BNI Syariah telah mengadakan RUPS Tahunan tahun buku 2012 pada tanggal 1 Mei 2013. Hasil keputusan RUPS Tahunan tahun 2013 antara lain sebagai berikut:
1. Menyetujui Laporan Tahunan BNI Syariah untuk tahun buku 2012 termasuk pengesahan laporan keuangan, serta Laporan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris, untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2012.
2. Memberikan pelunasan dan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya (acquit et de charge) kepada seluruh anggota Direksi atas tindakan pengurusan dan kepada seluruh anggota Dewan Komisaris atas tindakan pengawasan yang telah mereka lakukan dalam tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2012, sepanjang:
a. Tindakan tersebut bukan merupakan tindak pidana; dan
b. Tindakan tersebut tercermin dalam Laporan Tahunan dan Laporan Keuangan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2012.
3. Menyetujui laba bersih BNI Syariah tahun 2013 beserta penggunaannya.
4. Melimpahkan kewenangan kepada Direksi BNI Syariah untuk pelaksanaan tanggung jawab sosial dan lingkungan serta zakat BNI Syariah untuk tahun buku 2013 termasuk menentukan besarnya alokasi biaya.
5. Menyetujui penunjukan Kantor Akuntan Publik (KAP) Tanudiredja, Wibisana dan rekan (afiliasi KAP Pricewaterhousecooper) sebagai Akuntan Publik BNI Syariah untuk tahun buku 2013.
6. Melimpahkan kewenangan kepada Dewan Komisaris BNI Syariah untuk menetapkan besarnya biaya jasa KAP dan Konsultan Aktuaria untuk tahun buku 2013.
8. Menyetujui penambahan 1 (satu) orang Direktur sehingga seluruhnya berjumlah 4 (empat) orang Direktur.
9. Menetapkan gaji Direksi dan honorarium Dewan Komisaris serta failitas/tunjangan Direksi dan Dewan Komisaris untuk tahun buku 2013.
2. RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM LUAR BIASA (RUPSLB)
Selama tahun 2013 BNI Syariah telah mengadakan RUPSLB sebanyak 3 (tiga) kali. Adapun hasil keputusan RUPSLB tersebut antara lain sebagai berikut:
a. RUPSLB Tanggal 01 Mei 2013
Keputusan:
Menyetujui dan menetapkan perubahan Pasal 1 ayat (1) Anggaran Dasar Perseroan, menjadi sebagai berikut:
“Perseroan Terbatas ini bernama PT Bank BNI Syariah (selanjutnya cukup disingkat dengan “Perseroan”), berkedudukan dan berkantor pusat di Jakarta Selatan.”
b. RUPSLB Tanggal 30 Agustus 2013
Keputusan:
Menyetujui pengunduran diri Bapak Achjar Iljas sebagai Komisaris Utama (Independen) dan mengangkat serta menetapkan Bapak Subarjo Joyosumarto sebagai Komisaris Utama (Independen) BNI Syariah.
c. RUPSLB Tanggal 06 September 2013
Keputusan:
III.
DEWAN KOMISARIS
1. SUSUNAN ANGGOTA DEWAN KOMISARIS
Susunan anggota Dewan Komisaris BNI Syariah terdiri dari 3 (tiga) orang. Kriteria dan independensi Dewan Komisaris BNI Syariah telah sesuai dengan Peraturan Bank Indonesia Nomor 11/33/PBI/2009 tentang pelaksanaanGood Corporate GovernanceBagi Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah. Masing-masing anggota Dewan Komisaris BNI Syariah telah melalui mekanisme uji kemampuan dan kepatutan (fit and proper test) yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia.
Susunan Anggota Dewan Komisaris:
No. Nama Jabatan Tanggal Efektif
1. Achjar Iljas Komisaris Utama
(Independen)
19 Juni 2010 sampai dengan 30 Agustus 2013
2. Subarjo Joyosumarto Komisaris Utama
(Independen)
12 September 2013
3. Harisman Komisaris Independen 14 Juni 2012
2. PROFIL DAN DAFTAR RIWAYAT HIDUP SINGKAT DEWAN KOMISARIS
KOMISARIS UTAMA (INDEPENDEN) PT BANK BNI SYARIAH
ACHJAR ILJAS (Maninjau, 10 Februari 1948)
Beliau memperoleh gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Indonesia dan Master of Arts in Economics dari Duke University, Durham, North Carolina, Amerika Serikat serta gelar Magister Hukum dari Universitas Padjadjaran, Bandung. Beliau memulai kariernya di PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. Cabang Kramat tahun 1967 sebelum akhirnya bergabung dengan Citibank Jakarta tahun 1974. Setahun kemudian, beliau pindah ke Bank Indonesia dan mengabdi selama 27 tahun serta menempati berbagai posisi. Karirnya dilanjutkan sebagai Komisaris Independen PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. dan BNP Paribas Indonesia hingga akhirnya diangkat menjadi Komisaris Utama BNI Syariah sejak Juni 2010. Di tingkat internasional, beliau juga pernah ditugaskan sebagai Asisten Direktur Eksekutif IMF (1986-1990). Tak hanya itu, secaraex-officio, beliau sempat berperan sebagai Alternate Governor World Bank, Board of Directors SEACEN dan Executive Committee APRACA.
KOMISARIS UTAMA (INDEPENDEN) PT BANK BNI SYARIAH
SUBARJO JOYOSUMARTO (Cilacap, 20 Oktober 1943)
Menjabat sebagai Komisaris Utama (Independen) BNI Syariah sejak 12 September 2013 berdasarkan. Beliau memperoleh gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, pada 1968, kemudian meraih gelar Master of Art (M.A) dalam bidang
International Economics dari Department of Economics Univesity of Colorado, Boulder, Colorado, USA pada 1984, dan melanjutkan studi hingga meraih gelar Doctor of Philosophy (Ph.D), bidang monetary economics, dari universitas yang sama pada 1987. Sebelum menjabat sebagai Komisaris Utama (Independen) BNI Syariah, beliau menjabat sebagai Komisaris Independen Bank BTN sejak Mei 2008. Beliau juga menjabat sebagai Direktur Utama Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) sejak Januari 2007.
KOMISARIS (INDEPENDEN) PT BANK BNI SYARIAH
HARISMAN (Baturaja, 29 Oktober 1952)
Menjabat sebagai Komisaris (Independen) BNI Syariah sejak tahun 2012. Beliau memperoleh gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Gadjah Mada pada tahun 1972 dan Master of Arts di bidang Ekonomi dari William College, Amerika Serikat pada tahun 1985. Beliau memulai kariernya di Bank Indonesia sebagai Staf utusan Kredit Koperasi dan Kredit Kecil pada tahun 1979, hingga kemudian menjabat sebagai Wakil Kepala Urusan Penelitian dan Pengaturan Perbankan pada tahun 1998 – 2001 sebelum akhirnya diangkat sebagai Direktur Direktorat Perbankan Syariah Bank Indonesia pada tahun 2003.
Pada tahun 2008 beliau diangkat sebagaiSteering CommitteeLPPI dan SBM ITB pada tahun 2009. Saat ini beliau juga menjabat sebagai Anggota Dewan Kehormatan ASBISINDO (Asosiasi Perbankan Syariah Indonesia).
KOMISARIS PT BANK BNI SYARIAH
IMAM BUDI SARJITO (Semarang, 16 Maret 1959)
Menjabat sebagai Komisaris BNI Syariah sejak tahun 2012. Beliau memperoleh gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Diponegoro tahun 1982 dan Master di bidang Ekonomi dari University of Illinois pada tahun 1990 hingga berhasil memperoleh gelar Doktor di bidang Ekonomi dari Graduate School of Claremont pada tahun 1995.
Beliau mengawali karir pada PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. sebagai trainee di Divisi Pendidikan & Pelatihan pada tahun 1983, Pemimpin Kelompok Pengelolaan
Investment Servicespada tahun 1996 hingga diangkat sebagai Pemimpin Divisi Perencanaan
Strategis pada tahun 2004.
3. RANGKAP JABATAN DEWAN KOMISARIS
Dewan Komisaris BNI Syariah tidak ada yang melanggar ketentuan rangkap jabatan. Rangkap jabatan yang saat ini terjadi masih memenuhi ketentuan rangkap jabatan, dimana salah seorang Komisaris BNI Syariah merupakan Pejabat Eksekutif pada 1 (satu) perusahaan yang merupakan pemegang saham BNI Syariah.
4. TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB DEWAN KOMISARIS
Dewan Komisaris BNI Syariah memiliki tugas dan tanggung jawab yang telah diatur baik di dalam Anggaran Dasar BNI Syariah maupun dalam peraturan perundang-undangan. Dewan Komisaris senantiasa secara proaktif memberikan arahan dan masukan kepada Direksi baik pada perumusan strategi, tahap implementasi hingga pemantauan kinerja yang disertai upaya untuk memastikan bahwa penerapan manajemen risiko,shareholder valuedanGood Corporate Governance (GCG) dilaksanakan secara komprehensif, efektif dan efisien dalam kerangka kerja BNI Syariah.
Dalam menjaga kelangsungan usaha BNI Syariah, Dewan Komisaris memiliki tugas dan tanggung jawab yang telah diatur baik di dalam Anggaran Dasar BNI Syariah, berikut tugas dan tanggung jawab Dewan Komisaris:
1. Bertugas dan bertanggungjawab secara kolektif dalam melakukan pengawasan dan memberikan nasihat kepada Direksi serta memastikan pelaksanaan operasional perusahaan dalam setiap jenjang organisasi sesuai dengan prinsip-prinsip GCG.
2. Melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas dan tanggung jawab Direksi, pengawasan atas kebijaksanaan Direksi serta memberikan nasehat kepada Direksi. Terhadap fungsi pengawasan tersebut, Dewan Komisaris telah memantau dan mengevaluasi pelaksanaan kebijakan strategis BNI Syariah.
3. Melaksanakan pengawasan atas terselenggaranya GCG dalam setiap jenjang organisasi dilakukan, secara langsung termasuk memantau tindak lanjut atas rekomendasi dari Dewan Komisaris kepada Direksi maupun melalui Komite-Komite yang dibentuk.
4. Memastikan bahwa Direksi menindaklanjuti temuan Audit dan rekomendasi dari Satuan Kerja Audit Intern, Audit Ekstern, hasil pengawasan Bank Indonesia dan Dewan Pengawas Syariah.
6. Tidak terlibat dalam pengambilan keputusan kegiatan operasional BNI Syariah, kecuali dalam hal penyediaan dana kepada pihak terkait sepanjang kewenangan tersebut ditetapkan dalam Anggaran Dasar BNI Syariah atau dalam RUPS.
7. Memastikan bahwa Komite yang dibentuk untuk mendukung efektivitas pelaksanaan tugas dan tanggung jawab Dewan Komsaris, telah menjalankan tugasnya secara efektif. Komite-komite yang mendukung tugas dan tanggung jawab Dewan Komisaris adalah Komite Audit, Komite Pemantau Risiko dan Komite Remunerasi dan Nominasi yang pengangkatannya ditetapkan oleh Direksi berdasarkan keputusan Rapat Dewan Komisaris.
8. Membuat dan menyampaikan laporan pertanggungjawaban pengawasan atas pengelolaan BNI Syariah.
9. Memastikan Direksi telah memperhatikan kepentingan para pemegang saham.
5. PELAKSANAAN TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB DEWAN KOMISARIS
Selama tahun 2013, Dewan Komisaris telah melaksanakan fungsinya antara lain:
1. Memberikan rekomendasi terhadap hal-hal sebagai berikut:
a. Kebijakan peningkatan kualitas pemberian dan pemantauan fasilitas pembiayaan non retail.
b. Kebijakan aktiva produktif pasar uang dan pasar modal.
c. Fungsi dari Satuan Pengawasan Internal terkait dengan penugasan audit, pengembangan kapabilitas, pengembangan fungsi konsultasi, dan pemilihan area yang audit dengan memperhatikan faktor risiko dari masing-masing auditan.
d. Penilaian kinerja manajemen tahun 2013.
e. Penerapan strategi anti fraud bagi BNI Syariah.
f. Peningkatan kepatuhan terhadap ketentuan dan prosedur operasional perbankan syariah.
g. Evaluasi Komite Audit terhadap objektivitas dan independensi Kantor Akuntan Publik (KAP) Tanudiredja, Wibisana dan Rekan (afiliasi KAP PricewaterhouseCoopers) yang melakukan audit tahun buku 2012.
h. Penetapan harga perkiraan sendiri terhadap KAP yang melakukan audit tahun buku 2013.
i. Optimalisasi Service Level Agreement dengan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.
2. Pengisianself assessment Good Corporate Governance.
a. Fasilitas kendaraan, cuti tahunan bagi Direksi.
b. Rencana tambahan pembiayaan sindikasi dan pembiayaan lainnya.
c. Evaluasi pelaksanaan fungsi kepatuhan BNI Syariah Semester II tahun 2012.
4. Mengajukan permohonan uji kemampuan dan kepatutan (fit and proper test) kepada Bank Indonesia untuk memperoleh persetujuan pencalonan calon anggota Direksi BNI Syariah.
5. Memberikan persetujuan pembiayaan untuk pihak terkait dengan BNI Syariah.
6. Menindaklanjuti hasil keputusan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan BNI Syariah tahun buku 2012 tanggal 01 Mei 2013 dan keputusan dalam Rapat Direksi dan Dewan Komisaris tanggal 07 Mei 2013 tentang pelaksanaan hasil putusan RUPS.
6. RAPAT DEWAN KOMISARIS
a. Rapat Dewan Komisaris
Selama tahun 2013, Dewan Komisaris telah melaksanakan Rapat Internal Dewan Komisaris sebanyak 28 (dua puluh delapan) kali. Seluruh keputusan rapat tersebut telah dituangkan dalam risalah rapat dan didokumentasikan dengan baik serta disampaikan oleh Dewan Komisaris kepada Direksi sebagai rekomendasi.
Adapun tingkat kehadiran masing-masing anggota Dewan Komisaris adalah sebagai berikut :
Nama Jabatan Jumlah
Rapat
Kehadiran % Kehadiran
Achjar Iljas*) Komisaris Utama
(Independen) 19 16 84%
Subarjo
Joyosumarto**)
Komisaris Utama
(Independen) 9 9 100%
Harisman Komisaris
Independen 28 27 96%
Imam Budi Sarjito Komisaris 28 27 96%
Ket:
b. Rapat Dewan Komisaris dengan Direksi
Nama Jabatan Jumlah
Rapat
Kehadiran % Kehadiran
Achjar Iljas*) Komisaris Utama
(Independen) 10 9 90%
Subarjo
Joyosumarto**)
Komisaris Utama
(Independen) 4 4 100%
Harisman Komisaris
Independen 14 14 100%
Imam Budi Sarjito Komisaris 14 14 100%
Dinno Indiano Direktur Utama 14 14 100%
Imam Teguh Saptono Direktur Bisnis 14 14 100%
Acep Riana
Jayaprawira
Direktur Risiko dan
Kepatuhan 14 14 100%
Junaidi HIsom***) Direktur
Operasional 1 1 100%
Ket:
*) : efektif menjabat sebagai Komisaris Utama sejak tanggal 19 Juni 2010 s.d 30 Agustus 2013 **) : efektif menjabat sebagai Komisaris Utama sejak tanggal 12 September 2013
***) : efektif menjabat sebagai Direktur Operasional sejak tanggal 09 Desember 2013
c. Rapat Dewan Komisaris, Direksi dan Dewan Pengawas Syariah
Nama Jabatan Jumlah
Rapat
Kehadiran % Kehadiran
Achjar Iljas*) Komisaris Utama
(Independen) 2 2 100%
Subarjo
Joyosumarto**)
Komisaris Utama
(Independen) 1 1 100%
Harisman Komisaris
Independen 3 3 100%
Imam Budi Sarjito Komisaris 3 3 100%
Dinno Indiano Direktur Utama 3 3 100%
Imam Teguh Saptono Direktur Bisnis 3 3 100%
Acep Riana
Jayaprawira
Direktur Risiko dan
Kepatuhan 3 3 100%
KH Ma’ruf Amin Dewan Pengawas
Syariah 3 -
-Hasanudin Dewan Pengawas
Syariah 3 3 100%
Ket:
7. HUBUNGAN KEUANGAN DAN HUBUNGAN KELUARGA DEWAN KOMISARIS
a. Hubungan Keuangan
Nama
Hubungan Keuangan Dengan
Dewan Komisaris Direksi Pemegang Saham
Pengendali
Ya Tidak Ya Tidak Ya Tidak
Dewan Komisaris
Achjar Iljas × × ×
Subarjo Joyosumarto × × ×
Harisman × × ×
Imam Budi Sarjito × × ×
b. Hubungan Keluarga
Nama
Hubungan Keluarga Dengan
Dewan Komisaris Direksi Pemegang Saham
Pengendali
Ya Tidak Ya Tidak Ya Tidak
Dewan Komisaris
Achjar Iljas × × ×
Subarjo Joyosumarto × × ×
Harisman × × ×
Imam Budi Sarjito × × ×
8. KEPEMILIKAN SAHAM DEWAN KOMISARIS
NAMA JABATAN SAHAM DI BNI
SYARIAH
SAHAM DI PERUSAHAAN
LAIN
INDEPENDENSI
Achjar Iljas*) Komisaris Utama Nihil Nihil Independen
Subarjo
Joyosumarto**)
Komisaris Utama
Nihil Nihil Independen
Harisman Komisaris Nihil Nihil Independen
Imam Budi Sarjito Komisaris
Nihil
IV.
DIREKSI
1. SUSUNAN ANGGOTA DIREKSI
Anggota Direksi BNI Syariah terdiri dari 4 (empat) orang Direktur dimana penunjukan dan pengangkatannya telah sesuai dengan Anggaran Dasar BNI Syariah serta peraturan perundang-undangan yang berlaku. Masing-masing anggota Direksi BNI Syariah telah melalui mekanisme uji kemampuan dan kepatutan (fit and proper test) yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia.
Susunan Anggota Direksi:
No. Nama Jabatan Tanggal Efektif
1. Dinno Indiano Direktur Utama 25 September 2012
2. Imam Teguh Saptono Direktur Bisnis 19 Juni 2010
3. Acep Riana Jayaprawira Direktur Risiko dan Kepatuhan
04 Oktober 2012
4. Junaidi Hisom Direktur Operasional 09 Desember 2013
2. PROFIL DAN DAFTAR RIWAYAT HIDUP SINGKAT DIREKSI
Direksi BNI Syariah sebagai organ perusahaaan bertugas dan bertanggung jawab penuh atas pengurusan perusahaan sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasar dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
DIREKTUR UTAMA PT BANK BNI SYARIAH
DINNO INDIANO (Bloomington, 19 Agustus 1960)
Menjabat sebagai Direktur Utama BNI Syariah sejak September 2012. Beliau memperoleh gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Padjajaran, Bandung tahun 1985. Memulai karirnya di Bank Niaga sebagai Executive Development Program pada tahun 1986 dan menempati berbagai posisi jabatan hingga tahun 2000, diantaranya sebagai Pemimpin Cabang Solo dan Semarang ( 1992 – 1997), Remedial Management Head (1997- 1998) hingga dipercaya menjabat sebagai Komisaris Niaga Management Company. Tahun 2000 Bergabung dengan Bank Danamon sebagai Jakarta Commercial Centre Head, kemudian dipercaya sebagai Regional Manager hingga menjabat sebagai Head of Eastern Indonesia, karirnya di Bank Danamon diakhiri pada tahun 2005 dengan jabatan terakhir sebagai Commercial Early Warning Head. Beliau pernah menjabat sebagai Presiden Komisaris PT Bank Swaguna pada tahun 2005, dan Presiden Direktur PT Bank Kesawan Tbk. sejak tahun 2006 hingga tahun 2010. Tahun 2010 beliau dipercaya oleh PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. untuk memimpin Divisi Usaha Menengah sebagai Pemimpin, dan Divisi Usaha Menengah dan Kecil pada tahun 2012.
DIREKTUR BISNIS PT BANK BNI SYARIAH
IMAM TEGUH SAPTONO (Jakarta, 18 November 1969)
Menjabat sebagai Direktur Bisnis BNI Syariah sejak tahun 2012. Beliau memperoleh gelar Sarjana Pertanian dari Institut Pertanian Bogor (IPB) dan memperoleh gelar Magister Manajemen serta gelar Doktor dalam bidang Manajemen dan Bisnis di Institut yang sama.
Memulai karir sebagai Trainee for Management Instructor di PT Garuda Indonesia pada tahun 1992. Bergabung dengan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. tahun 1996 di Divisi Perencanaan Strategis (1996) dan sempat Bergabung dengan Bank Permata sebagai Head of Investor Relations (2003-2005), hingga jabatan terakhir sebagai Corporate Secretary Bank Permata (2007). Selepas di Bank Permata, beliau kemudian kembali bergabung dengan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. di tahun 2007 sebagai Wakil Koordinator Non Organic Growth Project hingga tahun 2010, bergabung dengan Tim Implementasi Pembentukan Bank Umum Syariah tahun 2009, hingga menjadi Direktur Risiko dan Kepatuhan BNI Syariah pada Juni 2010.
DIREKTUR RISIKO DAN KEPATUHAN PT BANK BNI SYARIAH
ACEP RIANA JAYAPRAWIRA (Medan, 24 Februari 1963)
Menjabat sebagai Direktur Risiko dan Kepatuhan sejak tahun 2012. Beliau memperoleh gelar Insinyur dari Institut Teknologi Bandung (1986), gelar Magister Sains dari Universitas Indonesia (2002), dan gelar Doktor Teknologi Industri Pertanian dari Institut Pertanian Bogor (2010).
Beliau memulai karirnya sebagai engineer PT Astra Internasional dan PT Federal Motor (1986-1988), selanjutnya berkarir di Divisi Corporate Banking Bank Duta dari tahun 1989 – 1994, sebelum menduduki beberapa jabatan di PT Bank Muamalat Indonesia dengan jabatan terakhir Kepala Divisi Supervisi dan Support Pembiayaan, kemudian beliau menempati beberapa posisi penting sebagai berikut: Direktur Administrasi dan Treasury PT PNM Venture Capital (1999-2005), Direktur Perencanaan, Pengembangan dan Informasi, Direktur Umum & Sumber Daya Manusia di PT Jamsostek (Persero) (2005-2007); Presiden Direktur PT Score Consulting Indonesia (2008-2010); Komisaris Independen PT Persada Ventura Syariah (2008-2010); hingga akhirnya diangkat menjadi Komisaris Independen BNI Syariah pada bulan Juni 2010 - 2012.
DIREKTUR OPERASIONAL PT BANK BNI SYARIAH
JUNAIDI HISOM (Semangus, 01 Januari 1958)
Menjabat sebagai Direktur Operasional BNI Syariah sejak 09 Desember 2013, dimana sebelumnya beliau menjabat sebagai Chief Operating and Financial Officer (COFO) BNI Syariah pada tahun 2012. Beliau memperoleh gelar Sarjana Ekonomi di bidang Manajemen dari Universitas Sriwijaya tahun 1989 dan Magister Manajemen dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi IPWI, Jakarta tahun 1998.
Beliau memulai karirnya pada PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. pada tahun 1992 sebagai Koordinator Kredit Cabang Palembang, hingga diangkat sebagai Vice President Divisi Human Capital tahun 2010, menjabat sebagai Vice President Divisi Organizational Learning merangkap sebagai pemimpin Divisi Human Capital pada tahun 2011.
Pelatihan yang diikuti selama 2 (dua) tahun terakhir antara lain Pendidikan & Pelatihan Manajemen Umum Dana Pensiun (2011) dan 3.0 Leading Culture Transformation Customer Corporate Culture is The New Copetitive Advantage (2012).
3. RANGKAP JABATAN DIREKSI
Direksi BNI Syariah tidak ada yang merangkap jabatan sebagai anggota Dewan Komisaris, anggota Direksi, atau Pejabat Eksekutif pada bank, perusahaan dan/atau lembaga lain.
4. KEPEMILIKAN SAHAM DIREKSI
NAMA JABATAN SAHAM DI
BNI SYARIAH
SAHAM DI PERUSAHAAN LAIN
INDEPENDENSI
Dinno Indiano Direktur Utama Nihil Nihil Independen
Imam Teguh
PT Pasti Rumoko Jaya
(10 %) Independen
Junaidi Hisom Direktur
Nihil
PT BPR Yaspis Dana Prima (10 %)
Independen
5. PENINGKATAN KOMPETENSI DIREKSI
Sepanjang tahun 2013 Direksi BNI Syariah telah mengikuti beberapa seminar sebagai berikut:
No. Jabatan Waktu Seminar Penyelenggara
1. Direktur
Utama
25 April Seminar BBM : Kebijakan APBN, Neraca Transaksi Berjalan dan
Perekonomian 30-31 Mei The 3rdBank Indonesia International
Seminar on Islamic Finance Bank Indonesia 25
November
Seminar Kebijakan dan Strategi Pengembangan Pasar Surat Utang Indonesia: “Peluang dan Tantangan
Menghadapi Era Globalisasi
Enabling Indonesia Uniqueness to Bring Competitive Advantage of
Islamic Banking, IBEX 2013
Asosiasi Perbankan Syariah Indonesia
(ASBISINDO) 27 Juni Program Penjaminan LPS dan
Prospek Pertumbuhan Perbankan
September Seminar IDC Final Insights; Indonesia Financial Services Summit 2013
IDC Financial Insights
Risiko dan Kepatuhan
dalam Pengembangan Keilmuan Ekonomi Islam dan Bisnis Syariah
9 April Seminar Otoritas Jasa Keuangan KADIN
23 April Konferensi Internasional tentang
Islam, Peradaban dan Perdamaian
-9 Mei Seminar Ekonomi Islam : Tantangan dan Peluang SDI yang Berkompeten
dalam Perbankan Syariah
IBFI TRISAKTI
16 Mei
Seminar & Rapat Umum Anggota (RUA) FKDKP
Forum Komunikasi
Direktur Kepatuhan 27 Mei Seminar : Identifikasi Area Berisiko
Tinggi di Wilayah Indonesia berdasarkan Penyalahgunaan Bank
sebagai Sarana Pencucian Uang”
Bank Indonesia
4. Direktur Operasional
16 Desember
Seminar Akhir Tahun Perbankan
Syariah 2013 Bank Indonesia
6. EVENT PENTING BNI SYARIAH TAHUN 2013
No. Judul Kegiatan Tanggal Perihal Kegiatan
1. LaunchingBisnis Mikro
BNI Syariah
17 Januari LaunchingBisnis Mikro BNI Syariah.
2. Peresmian Gerai ATM Pertama
1 Februari Peresmian gerai ATM BNI Syariah pertama berlokasi di Thamrin City.
3. LaunchingMurabahah
Emas
1 Februari Launching produk murabahah emas bersamaan dengan peresmian gerai ATM pertama di Thamrin City.
4. Penanaman Hutan Kota Pekalongan
9 April Salah satu kegiatan CSR BNI Syariah yang diadakan di Pekalongan dengan penanaman hutan kota.
5. Peringatan Hari Bumi 21 April Memperingati Hari Bumi di Car Free Day Bundaran HI dengan sosialisasi
“Hijaukan Bumi Selamatkan
Generasi”.
6. LaunchingKantor
Cabang Mikro Jambi
11 Mei Launching kantor cabang mikro
Jambi.
7. LaunchingKoperasi
Syariah
21 Mei Launching Koperasi Syariah untuk para pemulung di Bantar Gebang sebagai salah satu program CSR BNI Syariah.
8. Donor Darah dalam Rangka Milad BNI Syariah
Direktur Utama BNI Felia Salim.
9. Milad BNI Syariah 19 Juni Memperingati ulang tahun BNI
Syariah yang ke 3 (tiga).
10. Run for Hope 30 Juni Acara amal untuk menyambut bulan
Ramadhan bekerjasama dengan BAZNAS.
11. Ta’jil on the road 18 Juli Pembagian ta’jil kepada masyarakat
bersama Polda Metro Jaya di Bundaran HI.
12. Sahuron the road 16 Juli Pembagian makanan sahur kepada
masyarakat di kawasan Blok M. 13. Edukasi Laik Jalan
dengan Ditlantas
16 Juli Sosialisasi laik jalan kepada para sopir angkutan umum luar kota di terminal Kp. Rambutan, Lebak Bulus dan Pulo Gadung.
14. Berbagi Buka Hasanah dengan Republika
20 Juli Buka puasa bersama anak yatim bekerjasama dengan Republika dalam rangka Republika Ramadhan
fair dilaksanakan di Masjid At-Tin TMII.
15. Buka Puasa Anak Yatim 24 Juli Lanjutan dari rangkaian acara amal
Run for Hope, Buka puasa bersama
25 Juli Cahaya Rezeki Hasanah sebagai apresiasi kepada nasabah BNI Syariah.
17. Pisah Sambut Komisaris Utama
16 September Perpisahan Komisaris Utama BNI Syariah Bapak Achjar Iljas dan Penyambutan Komisaris Utama BNI Syariah yang baru Bapak Subarjo Joyosumarto.
18. Pemotongan Hewan Qurban
15 Oktober Pemotongan hewan qurban serentak di seluruh Cabang BNI Syariah di Indonesia.
19. Perubahan Susunan Direksi
9 Desember Bapak Junaidi Hisom efektif sebagai Direktur Operasional BNI Syariah sesuai hasil fit and proper test Bank Indonesia.
20. LaunchingKantor Pusat 11 Desember Launching kantor pusat BNI Syariah
yang baru terletak di Gedung Tempo Pavillion 1.
21. Business Meeting 16-18 Desember Acara internal BNI Syariah dimana
bisnis dengan tema “Riding the Wave 2014”.
7. RAPAT DIREKSI
Rapat Direksi BNI Syariah merupakan forum sekaligus mekanisme dalam pengambilan keputusan secara musyawarah mufakat. Selama tahun 2013, Direksi telah melaksanakan Rapat Direksi sebanyak 74 (tujuh puluh empat) kali.
Adapun tingkat kehadiran masing-masing anggota Direksi adalah sebagai berikut:
Nama Jabatan Jumlah Rapat Kehadiran % Kehadiran
Dinno Indiano Direktur Utama 74 66 89%
Imam Teguh Saptono
Direktur Bisnis
74 70 95%
Acep Riana Jayaprawira
Direktur Risiko dan
Kepatuhan 74 72 97%
Junaidi Hisom*) Direktur
Operasional 4 3 75%
Ket:
*) : efektif menjabat sebagai Direktur Operasional sejak tanggal 09 Desember 2013
8. HUBUNGAN KEUANGAN DAN HUBUNGAN KELUARGA DIREKSI
a. Hubungan Keuangan
Nama
Hubungan Keuangan Dengan
Dewan Komisaris Direksi Pemegang Saham
Pengendali
Ya Tidak Ya Tidak Ya Tidak
Direksi
Dinno Indiano × × ×
Imam Teguh Saptono × × ×
Acep Riana Jayaprawira × × ×
Junaidi Hisom*) × × ×
Ket:
b. Hubungan Keluarga
Nama
Hubungan Keluarga Dengan
Dewan Komisaris Direksi Pemegang Saham
Pengendali
Ya Tidak Ya Tidak Ya Tidak
Direksi
Dinno Indiano × × ×
Imam Teguh Saptono × × ×
Acep Riana Jayaprawira × × ×
Junaidi Hisom*) × × ×
Ket:
*) : efektif menjabat sebagai Direktur Operasional sejak tanggal 09 Desember 2013
9. TATA TERTIB KERJA DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI
BNI Syariah telah memiliki Buku Pedoman Tata Tertib Kerja Dewan Komisaris dan Direksi yang telah ditetapkan melalui Surat Keputusan Bersama Dewan Komisaris dan Direksi Nomor KEP/01/DK/2010 dan DIR/274A tanggal 21 September 2010 dan telah disempurnakan melalui Surat Keputusan Bersama Dewan Komisaris dan Direksi Nomor KP/DIR/016 dan KP/01/DK/2013 tanggal 12 November 2013.
Tata Tertib Kerja Dewan Komisaris dan Direksi antara lain mengatur hal-hal sebagai berikut:
1. Fungsi, Tugas dan Kewajiban Dewan Komisaris dan Direksi
2. Pembagian tugas Direksi
3. Wewenang Dewan Komisaris dan Direksi
4. Waktu Kerja dan Rapat Dewan Komisaris dan Direksi
5. Hubungan kerja antara Dewan Komisaris dan Direksi
V.
KOMITE DI BAWAH DEWAN KOMISARIS DAN KOMITE DIBAWAH DIREKSI
1. KOMITE DI BAWAH DEWAN KOMISARIS
1.1. KOMITE PEMANTAU RISIKO
i. TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB
Tugas dan tanggung jawab Komite Pemantau Risiko berdasarkan Piagam Komite Pemantau Risiko Nomor KEP/08/DK/2010 tanggal 05 Oktober 2010 sebagai berikut:
a. TUGAS KOMITE PEMANTAU RISIKO
1. Melakukan evaluasi atas kebijakan dan strategi manajemen risiko yang disusun oleh manajemen secara tahunan.
2. Melakukan evaluasi terhadap laporan pertanggungjawaban Direksi atas pelaksanaan kebijakan manajemen risiko.
3. Melakukan evaluasi atas Laporan Profil Risiko Triwulanan BNI Syariah dan pelaksanaan proses manajemen risiko, untuk selanjutnya memberikan masukan kepda Dewan Komisaris atas kondisi risiko yang dihadapi oleh BNI Syariah serta usulan langkah-langkah untuk mitigasi risiko atas risiko-risiko tersebut, sehingga Dewan Komisaris dapat memberikan masukan untuk langkah perbaikan kepada Direksi apabila diperlukan.
4. Mengevaluasi langkah-langkah yang diambil Direksi dalam rangka memenuhi Peraturan Bank Indonesia dan peraturan perundang-undangan lain yang berlaku dalam rangka pelaksanaan prinsip kehati-hatian, khususnya yang berkaitan dengan manajemen risiko.
6. Mengevaluasi hasil pemantauan atas kepatuhan BNI Syariah terkait pelaksanaan manajemen risiko terhadap seluruh perjanjian dan komitmen yang dibuat oleh Direksi kepada Bank Indonesia.
7. Melakukan evaluasi dan memberikan masukan dari segi manajemen risiko kepada Dewan Komisaris terhadap permohonan atas usulan Direksi yang berkaitan denga transaksi atau kegiatan usaha yang melampaui kewenangan Direksi untuk dapat digunakan oleh Dewan Komisaris sebagai dasar untuk pengambilan keputusan.
8. Melakukan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan tugas Komite Kebijakan dan Risiko dan Satuan Kerja Manajemen Risiko, yang mencakup hal-hal sebagai berikut:
a. Melakukan penelaahan atas pelaksanaan masing-masing komponen dari Enterprise Risk Management di dalam perusahaan;
b. Melakukan penelaahan atas informasi yang berkaitan dengan manajemen risiko dalam laporan-laporan yang akan dipublikasikan perusahaan;
c. Memberikan masukan dalam proses pelaksanaan seleksi dan mengusulkan calon konsultan manajemen risiko independen, serta mengawasi pekerjaan konsultan manajemen risiko independen termasuk mengusulkan pemberhentiannya apabila dalam pelaksanaan tugasnya dianggap tidak memenuhi standar atau ketentuan yang berlaku.
9. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Dewan Komisaris berdasarkan ketentuan peraturan perundangan yang berlaku.
10. Melakukan self-evaluation terhadap efektivitas pelaksanaan tugas dan memutakhirkan secara periodik Pedoman Kerja Komite Pemantau Risiko.
b. TANGGUNG JAWAB KOMITE PEMANTAU RISIKO
1. Melakukan evaluasi tentang kebijakan manajemen risiko.
2. Melakukan evaluasi tentang kesesuaian antara kebijakan manajemen risiko dengan pelaksanaan kebijakan tersebut dan memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris mengenai kebijakan manajemen risiko dan impelementasinya untuk memastikan bahwa BNI Syariah telah mengelola risiko-risiko secara memadai.
ii. SUSUNAN ANGGOTA
Jabatan Dalam
Komite Nama Keahlian Rangkap Jabatan Representasi
Ketua Achjar Iljas*) Ekonomi
– Ketua Komite
– Ketua Komite Audit – Anggota Komite
Anggota Ibrahim Husain Risiko dan
Keuangan
-Pihak Independen
Anggota Bambang Eko Ekonomi - Pihak
Independen
iii. FREKUENSI RAPAT
Anggota Jumlah Rapat Kehadiran % Kehadiran
Achjar Iljas*) 16 11 69%
Subarjo Joyosumarto**) 13 13 100%
Harisman 29 29 100%
Imam Budi Sarjito 29 28 97%
Ibrahim Husain 29 29 100%
Bambang Eko***) 9 9 100%
Ket:
*) : efektif menjabat sebagai Komisaris Utama sejak tanggal 19 Juni 2010 s.d 30 Agustus 2013 **) : efektif menjabat sebagai Komisaris Utama sejak tanggal 12 September 2013
iv. PELAKSANAAN TUGAS KOMITE
Program kerja Komite Pemantau Risiko selama tahun 2013 adalah sebagai berikut:
1. Melakukan inventarisasi/evaluasi kebijakan BNI Syariah sesuai Peraturan Bank Indoenesia yang memerlukan persetujuan dan evaluasi Dewan Komisaris yang disampaikan Direksi.
2. Melakukan evaluasi atas review Buku Pedoman Kebijakan BNI Syariah yang sebelumnya telah mendapat persetujuan Dewan Komisaris atas dasar Peraturan Bank Indonesia.
3. Melakukan evaluasi Rencana Kerja Satuan Kerja Manajemen Risiko dan Komite Manajemen Risiko tahun 2013.
4. Melakukan evaluasi pelaksanaan tugas Satuan Kerja Manajemen Risiko Tahun 2013 Semester 1 (satu).
5. Melakukan evaluasi potensi manajemen risiko atas dasar laporan profil risiko.
6. Melakukan monitoring strategi penyelesaian Non Performing Financing (NPF), hapus buku, Penyisihan Penghapusan Aktifa Produktif 2011 danrecovery.
7. Melakukan evaluasi/monitoring pengelolaan risiko kepada masing-masing Divisi terkait atas dasar Laporan Profil Risiko.
8. Menyusun dan melaporkan pelaksanaan Rencana Kerja Tahun 2012 dan rencana kerja Komite Pemantau Risiko tahun 2013 dan 2014.
1.2. KOMITE REMUNERASI DAN NOMINASI
i. TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB
Tugas dan tanggung jawab Komite Remunerasi dan Nominasi berdasarkan Piagam Komite Remunerasi dan Nominasi Nomor KEP/09/DK/2010 tanggal 05 Oktober 2010 sebagai berikut:
a. TUGAS KOMITE REMUNERASI DAN NOMINASI
1. Melakukan evaluasi terhadap sistem/kebijakan remunerasi.
2. Melakukan evaluasi terhadap kesesuaian antara kebijakan remunerasi dengan pelaksanaan kebijakan tersebut.
3. Memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris mengenai kebijakan remunerasi bagi Dewan Komisaris, Direksi, Dewan Pengawas Syariah, Pejabat Eksekutif dan pegawai secara keseluruhan.
5. Memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris mengenai calon pihak independen yang akan menjadi anggota Komite Audit dan anggota Komite Pemantau Risiko.
6. Melaksanakan tugas lainnya yang diberikan oleh Dewan Komisaris.
b. TANGGUNG JAWAB KOMITE REMUNERASI DAN NOMINASI
Melakukan evaluasi serta menyusun dan memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris mengenai sistem/kebijakan remunerasi dan nominasi bagi Dewan Komisaris, Direksi, Pejabat Eksekutif dan pegawai secara menyeluruh.
ii. SUSUNAN ANGGOTA
Jabatan Dalam
Komite Nama Keahlian
Rangkap
Jabatan Representasi
Ketua Achjar Iljas*) SDM
– Ketua Komite
Anggota Imam Budi Sarjito Perbankan
– Anggota Komite
Anggota Arief Adhie Sanjaya Akuntansi Sekretaris Dewan Komisaris
Pihak Independen
Anggota Idayu Nilawati SDM - Pihak
Independen Anggota Pemimpin Divisi HCT SDM Pemimpin Divisi Ex Officio Ket:
*) : efektif menjabat sebagai Komisaris Utama sejak tanggal 19 Juni 2010 s.d 30 Agustus 2013 **) : efektif menjabat sebagai Komisaris Utama sejak tanggal 12 September 2013
Anggota Jumlah Rapat Kehadiran % Kehadiran
Achjar Iljas*) 10 8 80%
Subarjo Joyosumarto**) 2 2 100%
Harisman 10 10 100%
Imam Budi Sarjito 10 10 100%
Arief Adhi Sanjaya 10 10 100%
Idayu Nilawati 10 10 100%
Iwa Kustiwa 10 10 100%
Ket:
*) : efektif menjabat sebagai Komisaris Utama sejak tanggal 19 Juni 2010 s.d 30 Agustus 2013 **) : efektif menjabat sebagai Komisaris Utama sejak tanggal 12 September 2013
iv. PELAKSANAAN TUGAS KOMITE
Selama tahun 2013 Komite Remunerasi dan Nominasi telah melakukan program kerja sebagai berikut:
1. Me-review kebijakan remunerasi Direksi, Dewan Komisaris, pegawai secara keseluruhan.
2. Memastikan bahwa sistem remunerasi pegawai yang digunakan telah sesuai dengan kepentingan perusahaan dan memenuhi hak-hak pegawai serta setara dengan pasar.
3. Me-review nominasi Direksi dan Dewan Komisaris untuk memastikan
tersedianya sistem nominasi yang memenuhi ketentuan Good Corporate Governance.
4. Memastikan bahwa sistem nominasi pegawai telah memuhi prinsip-prinsip keadilan dan menunjang ketersediaan pegawai yang berkualitas untuk menjamin pencapaian kinerja yang unggul.
5. Me-review sistem parameter penilaian kinerja Direksi agar tersedianya
penilaian kinerja Direksi yang objektif dan transparan.
6. Memberikan rekomendasi untuk anggota Komite Dewan Komisaris.
7. Menyampaikan usulan besaran pemberian tantiem Direksi dan Dewan Komisaris.
i. TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB
Tugas dan tanggung jawab Komite Remunerasi dan Nominasi berdasarkan Piagam Komite Audit Nomor KEP/07/DK/2010 tanggal 05 Oktober 2010 sebagai berikut:
1. Melakukan penelaahan atas informasi keuangan yang akan dikeluarkan BNI Syariah seperti laporan keuangan, proyeksi dan informasi keuangan lainnya. 2. Mengevaluasi efektivitas pelaksanaan audit dari auditor ekstern termasuk
menelaah independensi dan objektivitas auditor ekstern serta menelaah kecukupan pemeriksaan yang dilakukannya untuk memastikan semua risiko yang penting telah dipertimbangkan.
3. Melakukan penelaahan atas ketaatan BNI Syariah terhadap peraturan perundang-undangan lainnya yang berhubungan dengan kegiatan BNI Syariah. 4. Melakukan pemantauan dan evaluasi atas perencanaan dan pelaksanaan audit
serta pemantauan atas tindak lanjut hasil audit dalam rangka menilai kecukupan pengendalian intern termasuk kecukupan proses pelaporan keuangan. Paling kurang dengan melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap:
– Pelaksanaan tugas Satuan Pengawasan Intern (SPI)
– Pelaksanaan tindak lanjut oleh Direksi atas hasil temuan SPI, akuntan publik dan hasil pengawasan Bank Indonesia.
5. Memberikan rekomendasi mengenai penunjukan Kantor Akuntan Publik kepada Dewan Komisaris.
6. Melakukan penelaahan dan melaporkan kepada Dewan Komisaris atas pengaduan yang berkaitan dengan BNI Syariah.
7. Menelaah laporan pelaksanaanGood Corporate GovernanceBNI Syariah. 8. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Dewan Komisaris.
dan Nominasi
Anggota Achjar Iljas Ekonomi
– Ketua Komite
Anggota Imam Budi Sarjito
– Anggota
Anggota Alexander Zulkarnain – Akuntansi
– Keuangan
-Pihak Independen
Anggota Vivin Haryadi Keuangan - Pihak
Independen
Subarjo Joyosumarto**) 9 9 - 100%
Harisman 19 18 1 95%
Imam Budi Sarjito 19 17 2 89%
Alexander Zulkarnain 19 17 2 89%
Vivin Haryadi***) 19 14 5 74%
Ket:
*) : efektif menjabat sebagai Komisaris Utama sejak tanggal 19 Juni 2010 s.d 30 Agustus 2013 **) : efektif menjabat sebagai Komisaris Utama sejak tanggal 12 September 2013
***) : efektif menjabat sebagai anggota Komite Audit sejak April 2013
iv. PELAKSANAAN TUGAS KOMITE
Selama tahun 2013 program kerja yang telah dilakukan oleh Komite Audit adalah sebagai berikut:
1. Mengevaluasi hal-hal sebagai berikut:
a. rencana kerja Satuan Pengawasan Intern (SPI);
b. pelaksanaan rencana kerja SPI dan pokok-pokok hasil audit;
c. tindak lanjut manajemen atas laporan SPI, Bank Indonesia, Management
LetterKantor Akuntan Publik dan Dewan Pengawas Syariah;
d. efektivitas pelaksanaan auditor ekstern.
3. Menelaah hal-hal sebagai berikut:
a. Laporan tahunan 2013;
b. Informasi keuangan triwulan I, II dan III;
c. Laporan pelaksanaanGood Corporate Governance(GCG) Tahun 2012;
d. Pengaduan yang berkaitan dengan BNI Syariah.
4. Melakukan koordinasi dengan Kantor Akuntan Publik dalam rangka efektivitas pelaksanaan audit ekstern.
5. Membuat pengungkapan Komite Audit pada laporan tahunan.
6. Membuat laporan pelaksanaan tugas kepada Dewan Komisaris.
2. KOMITE DI BAWAH DIREKSI
2.1. KOMITE KEBIJAKAN DAN RISIKO
i. TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB
1. Mengidentifikasi seluruh jenis risiko yang berasal dari segenap kegiatan usaha unit – unit BNI Syariah.
2. Menetapkan kebijakan dan strategi risk metrics dan indikator – indikator manajemen risiko yang digunakan.
3. Membangun mekanisme manajemen risiko di setiap jenis risiko, termasuk akuntabilitas (accountability) dan pertanggungjawaban (responsibility) setiap unit.
4. Menetapkan kebijakan dan strategi sebagai langkah antisipasi apabila ditemukan pelampauan, pelanggaran maupun deviasi dari limit yang sudah ditetapkan.
5. MenetapkanOverall Exposure Limitditingkat perusahaan (bank wide).
6. Menetapkan sistem alokasi aktiva berisiko (risk asset) dan modal ke setiap unit bisnis.
7. Menetapkan dan menyetujui usulan kebijakan, sistem manajemen dan prosedur pembiayaan yang telah ada maupun yang baru.
8. Menetapkan dan menyetujui persetujuan khusus (exception) terhadap kebijakan dan prosedur yang dapat diberikan kepada Nasabah dengan tetap menjaga kualitas pembiayaan.
9. Memperbaiki kebijakan dan prosedur pembiayaan atas dasar laporan dari Divisi Risiko dan memberikan arahan khususnya yang berkenaan dangan ketaatan terhadap kebijakan dan prosedur pembiayaan yang berlaku.
ii. SUSUNAN ANGGOTA
Susunan Anggota Komite Kebijakan dan Risiko (KKR) berdasarkan Surat Keputusan Direksi No. KP/030/DIR/R tanggal 29 Oktober 2012 adalah sebagai berikut:
Nama Jabatan
Direktur Utama Ketua
Direktur Risiko & Kepatuhan Ketua Pengganti
Direktur Bisnis Anggota
Chief Operating & Financial Officer (COFO) Anggota
Pemimpin Divisi Bisnis Ritel Anggota
Pemimpin Divisi Enterprise Risk Management Anggota Pimpinan Satuan Pengawasan Intern Anggota Pimpinan Divisi Perencanaan Strategis Anggota Pemimpin Divisi Product Management Anggota Pemimpin Divisi Recovery & Remedial Anggota
Pemimpin Divisi Bisnis Kartu Anggota
Pemimpin Divisi Hukum, Kepatuhan &
Kesekretariatan Anggota
Pemimpin Divisi Tresuri & Internasional Anggota
Pemimpin Divisi Business Risk Anggota
Pemimpin Divisi Bisnis Mikro Anggota
Pemimpin Divisi Usaha Menengah Anggota
Pemimpin Divisi Operasional Anggota
Pemimpin Divisi Enterprise Risk Management Sekretaris
iii. FREKUENSI RAPAT
Selama tahun 2013 Komite Kebijakan dan Risiko telah melaksanakan rapat komite sebanyak 5 (lima) kali dengan rincian tingkat kehadiran masing-masing anggota sebagai berikut:
Direktur Risiko dan Kepatuhan 5 5 0 100 %
Direktur Bisnis 5 5 0 100 %
Chief Operating & Financial
Officer (COFO) 5 5 0 100 %
Pemimpin Divisi Bisnis Ritel 5 5 0 100 %
Pemimpin Divisi Enterprise Risk
Management 5 5 0 100 %
Pemimpin Divisi Recovery &
Remedial 5 5 0 100 %
Pemimpin Divisi Bisnis Kartu 5 5 0 100 %
Kepatuhan & Kesekretariatan Pemimpin Divisi Tresuri &
Internasional 5 5 0 100 %
Pemimpin Divisi Business Risk 5 5 0 100 %
Pemimpin Divisi Bisnis Mikro 5 5 0 100 %
Pemimpin Divisi Usaha
Menengah 5 5 0 100 %
Pemimpin Divisi Operasional 5 5 0 100 %
iv. LAPORAN PELAKSANAAN TUGAS
Selama tahun 2013 program kerja yang telah dilakukan oleh KKR adalah sebagai berikut:
1. Me-reviewkebijakan pembiayaan ritel dan kewenangan yang harus diputus
Pejabat Pemutus Pembiayaan atas dasar masukan dari bisnis unit dan
product owner.
2. Me-review kebijakan pembiayaan non ritel dan kewenangan yang harus
diputus komite.
3. Me-review kebijakan pengelolaan pembiayaan oleh Divisi RRM baik ritel maupun non ritel.
4. Me-review kebijakan pembiayaan mikro dan kewenangan yang harus
diputus pejabat pemutus pembiayaan.
5. Me-reviewkewenangan memutus kerugian operasional.
6. Me-reviewVaR dan SR Ideal.
7. Penyempurnaan mekanisme keputusan pembiayaan.
2.2. KOMITE ASSET LIABILITY MANAGEMENT
i. TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB
1. Menetapkan tujuan dan sasaran Komite Asset Liability Management (KALMA) BNI Syariah serta merumuskan kebijakan dan strategi yang diperlukan.
2. Memberikan petunjuk pengelolaan aset dan kewajiban BNI Syariah.
3. Menetapkan dan menjaga jumlah alat likuid sesuai kebutuhan likuiditas dan ketentuan Bank Indonesia.
4. Menjaga keseimbangan penggunaan dana dengan sumber dana.
5. Menetapkan kebijakan penempatan dana baik melalui money market
maupuncapital market.
6. Menganalisis struktur neraca dan mengkaji semua risiko yang muncul dari
7. Mengevaluasi perkembangan dan prospek indikator-indikator ekonomi dan menganalisis dampaknya terhadap posisi simpanan dan pinjaman, posisi valuta asing, profit sharing, nilai tukar valuta asing dan profitabilitas BNI Syariah.
8. Menghitung cost of fund dan menetapkan profit sharing (giro, tabungan dan deposito).
9. Menetapkan internalFunds Transfer Price(FTP).
ii. SUSUNAN ANGGOTA
Susunan Anggota Komite Asset Liability Management (KALMA) berdasarkan Surat Keputusan Direksi No. KP/030/DIR/R tanggal 29 Oktober 2012 adalah sebagai berikut:
Nama Jabatan
Direktur Utama Ketua
Chief Operating & Financial Officer (COFO) Ketua Pengganti
Direktur Risiko dan Kepatuhan Anggota
Direktur Bisnis Anggota
Pemimpin Divisi Tresuri dan Internasional Anggota
Pemimpin Divisi Bisnis Ritel Anggota
Pemimpin Divisi Enterprise Risk Management Anggota Pemimpin Divisi Pengendalian Keuangan Anggota Pemimpin Divisi Perencanaan Strategis Anggota Pemimpin Divisi Product Management Anggota Pemimpin Divisi Usaha Menengah Anggota
Pemimpin Divisi Bisnis Kartu Anggota
Pemimpin Divisi Business Risk Anggota
Pemimpin Divisi Bisnis Mikro Anggota
Pemimpin Divisi Tresuri dan Internasional Sekretaris iii. FREKUENSI RAPAT
Selama tahun 2013, Komite Asset Liability Management (KALMA) telah melaksanakan 8 (delapan) kali rapat dengan rincian tingkat kehadiran masing-masing anggota sebagai berikut:
Anggota Jumlah
Rapat Kehadiran Ketidakhadiran
% Kehadiran
Direktur Utama 8 8 0 100 %
Chief Operating & Financial
Officer (COFO) 8 7 1 88 %
Direktur Risiko dan
Kepatuhan 8 6 2 75 %
Direktur Bisnis 8 8 0 100 %
Pemimpin Divisi Tresuri dan
Internasional 8 8 0 100 %
Pemimpin Divisi Bisnis Ritel 8 7 1 88 %
Pemimpin Divisi Enterprise
Risk Management 8 7 1 88 %
Pengendalian Keuangan Pemimpin Divisi
Perencanaan Strategis 8 8 0 100 %
Pemimpin Divisi Product
Management 8 8 0 100 %
Pemimpin Divisi Usaha
Menengah 8 7 1 88 %
Pemimpin Divisi Bisnis
Kartu 8 1 7 13 %
Pemimpin Divisi Business
Risk 8 7 1 88 %
Pemimpin Divisi Bisnis
Mikro 8 5 3 63 %
Pemimpin Divisi Tresuri dan
Internasional 8 8 0 100 %
iv. LAPORAN PELAKSANAAN TUGAS
Selama tahun 2013 program kerja yang telah dilakukan oleh KALMA adalah sebagai berikut:
1. Menetapkan tarif pembiayaan Emas iB Hasanah. 2. Menetapkan tarif pembiayaan multifinance.
3. Menetapkan tarif pembiayaan griya khusus (regional).
4. Me-reviewnisbah produk dana dan tarif pembiayaan.
5. Menetapkan kewenangan:
- Tarif khusus pembiayaan multifinance; - Tarif khusus pembiayaan komersil; - Pembiayaan produktif ritel; dan - Pemberian nisbah spesial
6. Penyampaian kondisi internal kepada Direksi berupa: - Likuiditas BNI Syariah;
- Perkembangan Pembiayaan dan DPK;
- Perkembangan 50 (lima puluh) Nasabah dominan; - Perkembangan komposisi deposito;
- Perkembangan nilai tukar;
- Perkembangan posisi devisa neto;
- Perkembangan yield realisasi pembiayaan; - Perkembangan yield realisasi tresuri.
7. Penyampaian kondisi eksternal kepada Direksi berupa: - Kondisi BI rate;
- Porsi bagi hasil bank pesaing.
2.3. KOMITE MODAL, INVESTASI DAN TEKNOLOGI
i. TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB
1. Melakukan review pencapaian target pendapatan dan biaya (Opex dan Capex), penyempurnaan dan pengembangan kualitas kebijakan dan sistem manajemen penganggaran BNI Syariah yang efisien, efektif dan adaptif terhadap perkembangan lingkungan usaha.
2. Merekomendasikan keputusan strategis terutama dalam hal perubahan target maupun Opex/Capex yang tidak atau belum diakomodasi dalam Rencana Bisnis Bank (RBB).
3. Mengevaluasi pencapaian eksekusi rencana kerja unit, termasuk realisasi anggaran.
4. Merekomendasikan proses perubahan anggaran baik dalam bentuk redistribusi maupun realokasi terutama terhadap hal-hal yang menyangkut perubahan target dan strategi dalam rangka pencapaian kinerja.
5. Memastikan pengembangan sistem, pemeliharaan, prosedur standar operasional teknologi searah/konsisten dengan strategi bisnis (pengembangan master plan IT, updated master plan IT, penentuan standard service level).
6. Melakukan review dan diskusi atas permasalahan dukungan IT di segenap unit bisnis dengan bertindak sebagai penengah atas permasalahan yang terjadi antar unit dan Service Level Agreement (SLA) yang belum terselesaikan.
7. Memastikan proses pengembangan/perubahan IT telah terkoordinasi dengan baik dan sesuai dengan user requirement (memonitor jadwal implementasi proyek dan pengembangan MIS).
8. Memastikan review dan persetujuan proyek IT yang berdampak besar terhadap alokasi keuangan BNI Syariah.
9. Mengantisipasi pelampauan/pelanggaran risiko teknologi dan penyimpangan pencapaian sasaran dengan menetapkan, menyesuaikan kebijakan dan strategi pengembangan teknologi.
10. Melakukan review atas rencana pengembangan jaringan cabang yang berdampak pada kebutuhan biaya investasi.
ii. SUSUNAN ANGGOTA
Nama Jabatan Chief Operating & Financial Officer (COFO) Ketua
Direktur Bisnis Ketua Pengganti
Direktur Utama Anggota
Direktur Risiko dan Kepatuhan Anggota Pemimpin Divisi, Komunikasi, Jaringan dan
Logistik Anggota
Pemimpin Divisi Pengendalian Keuangan Anggota Pemimpin Divisi Tresuri dan Internasional Anggota Pemimpin Divisi Teknologi Informasi Anggota
Pemimpin Divisi Bisnis Kartu Anggota
Pemimpin Divisi Product Management Anggota
Pemimpin Divisi Bisnis Mikro Anggota
Pemimpin Divisi Operasional Anggota
Pemimpin Divisi Perencanaan dan Strategis Sekretaris
iii. FREKUENSI RAPAT
Anggota Jumlah
Rapat Kehadiran Ketidakhadiran
% Kehadiran Chief Operating & Financial
Officer (COFO) 1 1 - 100 %
Perencanaan dan Strategis 1 1 - 100 %
Pemimpin Divisi
Pengendalian Keuangan 1 1 - 100 %
Pemimpin Divisi Tresuri dan
Internasional 1 1 - 100 %
Pemimpin Divisi Teknologi
iv. LAPORAN PELAKSANAAN TUGAS
a.Prioritas proyek teknologi informasi tahun 2013.
b. Klasifikasi/kriteria dan kewenangan proyek dalam rangka pelaksanaan IT
Governance.
2.4. KOMITE SUMBER DAYA MANUSIA
i. TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB
1. Memastikan dilakukannya evaluasi kinerja terhadap staf-staf inti.
2. Memastikan reward dan punishment dibuat dan dilaksanakan dengan baik dalam me-reviewdan menyetujui sistem komunikasi internal pegawai. 3. Menyetujui dilakukannyasurveykepuasan pegawai secara rutin, melakukan
dan memberikan arahan atas tindakan perbaikan yang diperlukan.
4. Memastikan implementasi budaya kerja sesuai dengan corporate culture
yang islami.
5. Memastikan tidak adanya berbagai bentuk praktik diskriminasi dalam lingkungan kerja di BNI Syariah.
6. Me-review manpower plan jangka pendek maupun jangka panjang, serta
memutuskan kebijakan terbaik dalam menyelesaikan kekurangan maupun kelebihan pegawai.
7. Me-review training master plandan memprioritaskan implementasinya.
8. Me-review pelaksanaan succession plan dan memilih kandidat yang akan
dipromosikan, dimutasi, dirotasi atau diusulkan mengikuti pelatihan dan pengembangan.
9. Me-review dan menyetujui Individual Development Plan yang akan
digunakan dalam penentuan kandidat promosi/ mutasi/ rotasi/ talent and development.
10. Me-reviewdan menyetujui mutasi, rotasi, promosi, demosi, dan lain-lain. 11. Me-review dan menyetujui Career Path Management tahunan dan
me-review kemajuan yang dicapai.
12. Menyetujui pendelegasian kewenangan di bidang pengelolaan sumber daya manusia kepada tingkatan yang sesuai.
13. Me-reviewdan menetapkan standar layanan.
14. Memantau dan menetapkan keputusan strategis terkait dengan peningkatan standard layanan.
ii. SUSUNAN ANGGOTA
Nama Jabatan
Direktur Utama Ketua
Direktur Risiko dan Kepatuhan Ketua Pengganti
Direktur Bisnis Anggota
Chief Operating & Financial Officer (COFO) Anggota Pemimpin Satuan Pengawasan Intern Anggota
Pemimpin Divisi Bisnis Ritel Anggota
Pemimpin Divisi Bisnis Mikro Anggota
Pemimpin Divisi Operasional Anggota
Pemimpin Divisi Human Capital Sekretaris
iii. FREKUENSI RAPAT
Selama tahun 2013, KSDM telah melaksanakan 13 (tiga belas) kali rapat dengan rincian tingkat kehadiran masing-masing anggota sebagai berikut:
Anggota Jumlah
Rapat Kehadiran Ketidakhadiran
% Kehadiran
Direktur Utama 13 13 - 100 %
Direktur Risiko dan
Kepatuhan 13 13 - 100 %
Direktur Bisnis 13 13 - 100 %
Chief Operating & Financial
Officer (COFO) 13 12 1 92 %
Pemimpin Divisi Human
Capital 13 13 - 100 %
Pemimpin Satuan
Pengawasan Intern 13 13 - 100 %
Pemimpin Divisi Bisnis Ritel 13 12 1 92 %
Pemimpin Divisi Mikro 13 12 1 92 %
Pemimpin Divisi
Operasional 13 12 1 92 %
iv. LAPORAN PELAKSANAAN TUGAS
Selama tahun 2013 KSDM telah memutuskan/menetapkan antara lain mengenai hal-hal sebagai berikut:
a.Menetapkan kebijakanreward, punishmentdan kinerja. b. Melakukan pengukuran kinerja cabang.
c. Menetapkan dan melakukan kebijakan kepegawaian. d. Menetapkan remunerasi dan mutasi.
VI.
DEWAN PENGAWAS SYARIAH
Susunan Dewan Pengawas Syariah (DPS) BNI Syariah telah sesuai dengan Peraturan Bank Indonesia, terdiri dari 2 (dua) orang yakni sebagai berikut:
No Jabatan Nama Tanggal Efektif
1. Ketua Dewan Pengawas Syariah K.H Ma’ruf Amin 19 Juni 2010
2. Anggota Dewan Pengawas Syariah Hasanudin 19 Juni 2010
Masing-masing anggota DPS memiliki integritas, kompetensi yang memadai untuk menjalankan tugasnya sebagai DPS.
2. PROFIL DAN RIWAYAT HIDUP SINGKAT DEWAN PENGAWAS SYARIAH
a. KETUA DEWAN PENGAWAS SYARIAH
KH. MA’RUF AMIN (Tangerang, 11 Maret 1943)
Menjabat sebagai Ketua Dewan Pengawas Syariah BNI Syariah sejak 19 Juni 2010. Beliau memperoleh gelar Sarjana dari Fakultas Ushuluddin, Universitas Ibnu Chaldun tahun 1967 serta sebelumnya pernah mengenyam pendidikan di berbagai pesantren ternama di Indonesia.
Dewan Syariah Nasional MUI (2003-sekarang) dan sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (2007-sekarang).
b. ANGGOTA DEWAN PENGAWAS SYARIAH
HASANUDIN (Cirebon, 04 Maret 1961)
Menjabat sebagai anggota Dewan Pengawas Syariah BNI Syariah sejak 2010. Beliau memperoleh gelar Sarjana Muda Fakultas Syariah dari Universitas Islam Tribhakti, Kediri tahun 1985, Sarjana Fakultas Syariah, Institut Agama Islam Negeri IAIN (sekarang UIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta tahun 1989. Beliau kemudian memperoleh gelar Magister Agama dalam studi Pengkajian Islam dari IAIN Syarif Hidayatullah, Jakarta tahun 1997, dan telah menyelesaikan program Doktor dalam studi Pengkajian Syariah dari Universitas yang sama.
Beliau memulai karirnya sebagai anggota Tim Ahli LP.POM – MUI tahun 2006, kemudian menjabat sebagai anggota Komite Akuntansi Syariah (KAS) – IAI tahun 2006, kemudian hingga saat ini menjabat sebagai Wakil Sekretaris Badan Pelaksana Harian Dewan Syariah Nasional (BPH – DSN).
maupun narasumber, serta berpartisipasi aktif dalam penyiapan dan pembahasan fatwa-fatwa DSN – MUI.
3. TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB DEWAN PENGAWAS SYARIAH
Tugas dan tanggung jawab Dewan Pengawas Syariah (DPS) adalah memberikan nasihat dan saran kepada Direksi serta mengawasi kegiatan Perseroan agar sesuai dengan Prinsip Syariah yang tercermin pada 3 (tiga) fungsi, yaitu:
a. Fungsi koordinasi DPS dilaksanakan dengan cara melaksanakan seluruh proses komunikasi dalam rangka implementasi Prinsip Syariah dan pemenuhan Prinsip Syariah pada Bank.
b. Fungsi pengawasan DPS dilakukan dengan cara antara lain:
1) Melakukan pengawasan terhadap proses pengembangan produk baru BNI Syariah; dan
2) Melakukan pengawasan terhadap kegiatan Bank.
c. Fungsi pelaporan DPS dilaksanakan dengan cara menyampaikan Laporan Hasil Pengawasan DPS kepada Direksi, Dewan Komisaris, Bank Indonesia dan DSN-MUI.
4. PELAKSANAAN TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB DEWAN PENGAWAS SYARIAH
a. Pelaksanaan tugas dan tanggung jawab DPS dalam rangka melakukan koordinasi adalah meliputi:
1) Mengikuti rapat dan diskusi dengan pihak internal terkait pemenuhan Prinsip Syariah.
2) Mewakili dan mendampingi BNI Syariah untuk rapat, diskusi, dan konsultasi kepada pihak eksternal terkait pemenuhan Prinsip Syariah.
b. Pelaksanaan tugas dan tanggung jawab DPS dalam rangka melakukan pengawasan adalah meliputi:
1. Menilai dan memastikan pemenuhan Prinsip Syariah atas pedoman operasional dan produk yang diterbitkan BNI Syariah.
2. Mengawasi proses pengembangan produk baru BNI Syariah agar sesuai dengan fatwa DSN-MUI.
3. Meminta fatwa kepada DSN-MUI untuk produk baru BNI Syariah yang belum ada fatwanya.
5. Meminta data dan informasi terkait dengan aspek syariah dari satuan kerja BNI Syariah dalam rangka pelaksanaan tugasnya.
6. Mengevaluasi Kebijakan Manajemen Risiko yang terkait dengan pemenuhan Prinsip Syariah.
7. Mengevaluasi pertanggungjawaban Direksi atas pelaksanaan Kebijakan Manajemen Risiko yang terkait dengan pemenuhan Prinsip Syariah.
c. Pelaksanaan tugas dan tanggung jawab DPS dalam rangka melakukan pelaporan antara lain meliputi:
1. Melaporkan hasil pengawasan kepada Direksi dan Dewan Komisaris.
2. Menyampaikan hasil evaluasi Kebijakan Manajemen Risiko yang terkait dengan
pemenuhan Prinsip Syariah kepada Direksi dan Dewan Komisaris.
3. Menyampaikan hasil evaluasi pertanggungjawaban Direksi atas pelaksanaan Manajemen Risiko yang terkait dengan pemenuhan Prinsip Syariah kepada Direksi dan Dewan Komisaris.
5. LAPORAN KEGIATAN PELAKSANAAN TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB DEWAN PENGAWAS SYARIAH
a. Kegiatan Pada Fungsi Koordinasi
No. Tugas dan Tanggungjawab Realisasi Kegiatan
1. Mengikuti rapat dan diskusi dengan pihak internal terkait pemenuhan Prinsip Syariah.
1. Rapat DPS dilaksanakan sebanyak 18 (delapan belas) kali, baik secara internal, bersama Direksi, bersama Divisi, atau bersama unit kerja lainnya.
Rapat DPS dilaksanakan untuk membahas persoalan-persoalan yang dihadapi oleh Direksi, Divisi, atau unit kerja lainnya yang terkait dengan rencana pengambilan kebijakan dan pelaksanaan operasional di BNI Syariah berdasarkan prinsip syariah.
pedoman syariah dalam menjalankan kegiatan operasional BNI Syariah.
3. Dewan Pengawas Syariah juga turut serta dalam memberikan pelatihan Pendidikan Dasar Perbankan Syariah (PDPS) dan refreshment pengetahuan syariah untuk pegawai, dengan menjadi instruktur pelatihan baik oleh anggota DPS secara langsung atau melalui staff DPS.
2. Mewakili dan/atau mendampingi BNI Syariah untuk rapat, diskusi, dan konsultasi kepada pihak eksternal terkait pemenuhan Prinsip Syariah.
1. Dewan Pengawas Syariah mendampingi Divisi PDM untuk berkonsultasi dengan BPH DSN-MUI mengenai akad yang akan atau dapat digunakan pada skema bisnis Supply Chain Financing.
Konsultasi dilakukan dengan metode presentasi dengan memaparkan skema bisnis, usulan akad, dan pokok persoalan yang dihadapi oleh BNI Syariah. Kemudian DSN-MUI memberikan pandangan atau rekomendasi atas persoalan yang dihadapi oleh BNI Syariah. 2. Menghadiri kegiatan Ijtima’ Sanawi (annual meeting) DPS tahun 2013 yang diselenggarakan oleh DSN-MUI.
3. Dewan Pengawas Syariah juga terlibat dalam kegiatan Sosialisasi Transaksi Syariah kepada Koperasi, BMT, atau entitas lainnya yang mengundang, meminta, kepada DPS untuk memberikan penjelasan tentang implementasi akad-akad syariah pada lembaga keuangan.
b. KEGIATAN PADA FUNGSI PENGAWASAN
No. Tugas dan Tanggungjawab Realisasi Kegiatan
1. Menilai dan memastikan pemenuhan Prinsip Syariah atas pedoman operasional dan produk yang diterbitkan BNI syariah.
Pada tahun 2013 tidak ada pengembangan produk baru pada BNI Syariah. Selain itu, pedoman operasional dan produk yang dimiliki BNI Syariah sudah sesuai dengan Prinsip Syariah, sehingga DPS memfokuskan penilaian pada rencana pengembangan fitur produk BNI Syariah.
2. Mengawasi proses pengembangan produk baru BNI Syariah agar sesuai dengan fatwa DSN-MUI.
Pengawasan terhadap rencana pengembangan fitur produk dilakukan dengan mengkaji usulan fitur/model bisnis dan akad yang digunakan agar sesuai dengan fatwa DSN-MUI. Metode pengawasan dilakukan dengan cara berdiskusi dengan Direksi atau Divisi mengenai tujuan, karakteristik, dan akad yang akan digunakan. Hal ini dilakukan untuk menilai dan memastikan pemenuhan Prinsip Syariah pada rencana pengembangan fitur produk yang dikeluarkan oleh BNI Syariah.
3. Meminta fatwa kepada DSN-MUI untuk produk baru BNI Syariah yang belum
ada fatwanya. ada fatwanya, yaitu pada skema bisnissupply chain financing.
Pada skema bisnis tersebut belum ditemukan akad yang tepat yang sesuai dengan fatwa DSN-MUI, sehingga DPS merekomendasikan agar Divisi terkait yang berwenang untuk berkonsultasi atau mengajukan permohonan fatwa kepada DSN-MUI. 4. Melakukan review secara berkala atas
pemenuhan Prinsip Syariah terhadap mekanisme penghimpunan dana dan penyaluran dana serta pelayanan jasa BNI Syariah.
1. Dewan Pengawas Syariah melakukan kegiatan audit yang dilakukan secara sinergi dengan Satuan Pengawasan Intern (SPI). SPI sebagai pelaksana fungsi audit, melakukan proses audit (termasuk aspek syariah) terhadap seluruh kegiatan perbankan meliputi mekanisme penghimpunan dana, penyaluran dana, serta pelayanan jasa perbankan.
2. Dewan Pengawas Syariah juga melakukan kegiatan review terhadap pelaksanaan produk yang dimiliki oleh BNI Syariah, baik dalam kegiatan penghimpunan dana maupun penyaluran dana, serta pelayanan jasa BNI Syariah dengan tujuan untuk mengetahui pemenuhan Prinsip Syariah pada pelaksanaan operasional BNI Syariah. Kegiatan review terhadap pelaksanaan produk dilakukan oleh DPS pada Divisi atau unit kerja lainnya.
3. Dewan Pengawas Syariah juga melakukan review syariah terhadap form akad atau form perjanjian kerjasama yang akan diterapkan di BNI Syariah, di antaranya yaitu:
a. Review terhadap form akad murabahah untuk pembiayaan mikro.
b. Review terhadap form perjanjian kerjasama program PUMP-KB Jamsostek. c. Review terhadap form akad pembukaan
rekening deposito instansi/lembaga yang mengharapkanreturntertentu dan tetap. d. Review terhadap form perjanjian
kerjasama dengan perusahaan asuransi pembiayaan anjak piutang.
5. Meminta data dan informasi terkait dengan aspek syariah dari satuan kerja BNI Syariah dalam rangka pelaksanaan tugasnya.
Dewan Pengawas Syariah terlibat aktif dalam proses pengawasan aspek syariah pada setiap lini kegiatan yang menjadi tugas dan tanggungjawabnya. Semua kegiatan yang dilaksanakan oleh DPS tentu memerlukan data dan informasi yang akurat dari satuan kerja atau unit kerja terkait. Kesadaran akan pentingnya pemenuhan aspek syariah oleh semua satuan kerja atau unit kerja di BNI Syariah mendukung pelaksanaan tugas DPS. Dalam menjalankan tugas pengawasannya DPS dapat bersinergi dengan baik dengan satuan kerja atau unit kerja BNI Syariah sehingga seluruh kebutuhan data dan informasi yang dibutuhkan oleh DPS dapat terpenuhi.