• Tidak ada hasil yang ditemukan

Makalah Limnologi Tentang Beberapa Organ

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Makalah Limnologi Tentang Beberapa Organ"

Copied!
23
0
0

Teks penuh

(1)

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Perairan air tawar memiliki peranan yang sangat penting karena merupakan sumber air rumah tangga dan industri yang murah. Perairan air tawar merupakan tempat disposal/pembuangan yang mudah dan murah. Suatu ekosistem dapat terbentuk oleh adanya interaksi antara makhluk dan lingkungannya, baik antara makhluk hidup dengan makhluk hidup lainnya danantara makhluk hidup dengan lingkungan abiotik (habitat). Interaksi dalam ekosistem didasari adanya hubungan saling membutuhkan antara sesama makhluk hidup dan adanya eksploitasi lingkungan abiotik untuk kebutuhan dasar hidup bagi makhluk hidup.

Dilihat dari aspek kebutuhannya, sesungguhnya interaksi bagi makhluk hidup umumnya merupakan upaya mendapatkan energi bagi kelangsungan hidupnya yang meliputi pertumbuhan, pemeliharaan, reproduksi dan pergerakan. Keberlangsungan tersebut membuat setiap individu berjuang untuk dapat mempertahankan kelangsungan hidupnya. Sehingga mereka memproduksi segala hal yang mereka butuhkan dalam melangsungkan hidupnya. Organisme yang hidup di air tawar pada umumnya telah beradaptasi. Hewan dan tumbuhan rendah yang hidup di habitat air, tekanan osmosisnya sama dengan tekanan osmosis lingkungan atau isotonis.

1.2 Rumusan Masalah

Adapun rumusan masalah dalam penyusunan makalah ini adalah sebagai brikut: 1. Apakah yang dimaksud dengan ekosistem air tawar?

(2)

1.3 Tujuan

Adapun tujuan dari penyusunan makalah ini adalah:

1. Untuk mengetahui pengertian dan ciri-ciri ekosistem air tawar.

2. Untuk mengetahui factor pembatas dan jenis-jenis ekosistem air tawar.

(3)

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Ekosistem Air Tawar

Secara umum, maksud ekosistem adalah suatu hubungan timbal balik yang terjadi antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Disekitar kita, ada banyak sekali ekosistem yang terjadi, mungkin itu ekosistem air tawar, ekosistem, pantai, ekosistem darat, dan sebagainya tergantung dari lingkungan tempat hidup makhluk tersebut. Sedangkan yang dimaksud ekosistem air tawar adalah suatu bentuk menyeluruh atau tatanan yang ada didalam air tawar dan sekitarnya yang terdiri dari makhluk hidup didalam air tersebut dan lingkungan air tawar itu sendiri. Ekosistem air tawar akan saling mempengaruhi antara satu komponen dengan komponen lainnya. Komponen pembentuk ekosistem dapat dibedakan menjadi komponen hidup (biotik) dan komponen tidak hidup (abiotik). Interaksi antara komponen biotik dengan komponen abiotik akan membentuk kesatuan yang tidak dapat dipisahkan, dan hal itulah yang menjadikan sebuah ekosistem didalam air tawar maupun ditempat lainnya.

2.2 Ciri-ciri Ekosistem Air Tawar

Ekosistem air tawar ini memiliki ciri-ciri tertentu antara lain: 1. Pada wilayah tersebut tidak terdapat variasi suhu yang mencolok.

2. Kecenderungan penetrasi terhadap cahaya sangat kurang yang dipengaruhi oleh cuaca juga iklim.

3. Tumbuhan yang banyak dijumpai pada ekosistem yang satu ini adalah jenis ganggang.

4. Organisme yang hidup di dalam ekosistem ini umumnya telah mengalami fase adaptasi.

(4)

6. Kadar garam/salinitasnya sangat rendah, bahkan lebih rendah dari kadar garam protoplasma organisme akuatik.

7. Variasi suhu sangat rendah. 8. Penetrasi cahaya matahari kurang. 9. Dipengaruhi oleh iklim dan cuaca.

2.3 Faktor Pembatas Ekosistem Air Tawar

Faktor-faktor pembatas yang cukup penting pada air tawar, dan yang akan dibicarakan mendalam pada tiap pembahasan dari sistem akuatik adalah :

1. Suhu.

Air mempunyai beberapa sifat unik yang berhubungan dengan panas yang secara bersama-sama mengurani perubahan suhu sampai tingkat minimal, sehingga perbedaan suhu dalam air lebih kecil dan perubahan yang terjadi lebih lambat dari pada udara. Sifat yang terpenting adalah :

 Panas jenis yang tinggi, relatif sejumlah besar panas dibutuhkan untuk merubah suhu air. 1 gram kalori (gkal) panas dibutuhkan untuk menaikkan suhu 1 ml (=1

gram) air 1o C lebih tinggi (antara 15-16o) hanya amonia dan beberapa senyawa lain mempunyai nilai lebih dari satu.

 Panas fusi yang tinggi. 80 kalori dibutuhkan untuk mengubah 1 gram es menjadi air tanpa mengubah suhunya (dan sebaliknya).

 Panas evaporasi yang tinggi. 536 kalori diserap sewaktu evaporasi yang dapat dikatakan berlangsung terus menerus dari permukaan vegetasi, air dan es, sebagian besar sinar matahari digunakan untuk evaporasi air dari ekosistem didunia dan alur energi ini mengubah iklim dan memungkinkan perkembangan kehidupan dalam semua keanekaragaman yang menakjubkan.

(5)

Walaupun variasi suhu dalam air tidak sebesar di udara, hal ini merupakan faktor pembatas utama, karena organisme akuatik seringkali mempunyai toleransi yang sempit ( stenotermal ). Maka, walaupun terjadi populasi panas yang sedang oleh manusia, akibatnya dapat amat luas. Perubahan suhu menyebabkan pola sirkulasi yang khas dan stratifikasi, yang amat mempengaruhi kehidupan akuatik. Daerah perairan yang cukup luas dapat mempengaruhi iklim daerah daratan di sekitarnya. Suhu air paling baik dan efisien diukur menggunakan sensor elektronis seperti termistor. Pembacaan dan pencatatan langsung dari termistor memudahkan para pemula untuk mengambil profil suhu dari habitat akuatik.

2. Kejernihan

(6)

3. Arus

Air cukup “padat”, maka arah arus amat penting sebagai faktor pembatas, terutama pada aliran air. Disamping itu, arus air sering kali amat menentukan distribusi gas yang vital, garam dan organisme kecil.

4. Konsentrasi gas pernapasan

Berbeda dengan lingkungan laut konsentrasi oksigen dan karbon dioksida sering kali terbatas pada lingkungan air tawar. Pada ”zaman polusi” ini konsentrasi oksigen terlarut dan kebutuhan oksigen biologis sering kali diukur dan merupakan faktor fisik yang paling intensif dipelajari. Sebagai suatu gambaran dari ”kantong oksigen” yang disebabkan polusi dan konsekuensinya dalam hal biota biasanya berlaku berlawanan, ahli ekologi tentang populasi makin lama makin memperhatikan penyuburan dibandingkan dengan pengaruh yang membatasi dari karbon dioksida dalam air tawar.

5. Konsentrasi garam biogenik

(7)

Buku pegangan untuk invertebrata air tawar yang ditulis untuk pulau-pulau di Inggris, misalnya dapat digunakan di Amerika Serikat paling tidak sampai tingkat family atau genus, tanaman rendah dan invertebrata air tawar menunjukkan tingkat kosmopolitan yang tinggi. Oranisme air tawar mempunyai persoalan tertentu untuk dipecahkan dalam hubungan dengan pengaturan tekanan osmose (osmoregulasi). Karena konsentrasi garam dalam cairan tubuh atau sel lebih besar daripada lingkungan air tawar (yaitu disebut cairan hipertonik), maka air cenderung masuk ke dalam tubuh secara osmosis bila selaputnya (membran) dapat ditembus air (permeabel), atau kadar aram akan menjadi tinggi bila membran relatif tidak permeabel. Binatang air tawar, seperti protozoa dengan selaput sel yang tipis dan ikan dengan insangnya harus mempunyai cara efisien untuk mengeluarkan air (terlaksana dengan vakuola kontraktil pada protozoa dan ginjal pada ikan) atau badannya akan membesar dan meletus. Kesukaran dalam osmoregulasi dapat diterangkan ,paling tidak sebagian, mengapa sejumlah besar hewan laut dari seluruh Phyllum, kenyataanya belum pernah berhasil memasuki lingkungan air tawar. Sebaliknya ikan bertulang (juga burung laut dan mamalia) yang cairan tubuhnya berkadar garam lebih rendah dari air laut (yaitu hipotonik) berhasil masuk kembali ke laut dengan merubah osmoregulasi metabolis secara perlahan-lahan yang meliputi pembuangan garam dan penanganan air.

2.4 Jenis Ekosistem Air Tawar

Secara umum ekosistem air tawar dibagi menjadi dua jenis yaitu ekosistem lentik atau air tenang dan ekosistem air yang mengalir atau lotik.

1. Ekosistem Lentik atau Ekosistem Air Tenang

(8)

Perairan menggenang di bagi dalam tiga lapisan utama yang didasari oleh ada tidaknya penetrasi cahaya matahari dan tumbuhan air, yaitu: Littoral, limnetik dan profundal, sedangkan atas dasar perbedaan temperatur perairannya, perairan menggenang dibagi menjadi 3 kelompok yaitu: metalimnion, epilimnion, dan hipolimnion. Kelompok organisme di perairan menggenang berdasarkan niche utama dalam kedudukan rantai makanan meliputi produser (autotrof), makro konsumer (heterotrof) dan mikrokonsumer (dekomposer). Kelompok organisme yang ada di perairan menggenang berdasarkan cara hidupnya meliputi: benthos, plankton, perifiton, nekton dan neuston. Contoh kosistem air tenang yaitu danau, rawa air tawar, kolam, rawa gambut dan lain sebagainya:

a. Danau

Danau merupakan suatu badan air yang menggenang dan luasnya mulai dari beberapa meter persegi hingga ratusan meter persegi. Di danau terdapat pembagian daerah berdasarkan penetrasi cahaya matahari, yaitu daerah yang dapat ditembus cahaya matahari sehingga terjadi fotosintesis disebut daerah fotik dan daerah yang tidak tertembus cahaya matahari disebut daerah afotik. Di danau juga terdapat daerah perubahan temperatur yang drastis atau termoklin. Termoklin memisahkan daerah yang hangat di atas dengan daerah dingin di dasar. Komunitas tumbuhan dan hewan tersebar di danau sesuai dengan kedalaman dan jaraknya dari tepi.

b. Kolam

Kolam umumnya di definisikan sebagai kumpulan air yang dangkal dan sifat umumnya relatif merupakan air tenang dan kaya akan vegetasi. Kolam merupakan tempat tinggal yang baik bagi hewan-hewan invertebrate.

c. Rawa air tawar

(9)

Pada lapisan dasar terdapat insekta, keong, dan ikan-ikan. Dalam keadaan yang tidak menyenangkan penghuni rawa membentuk kista. Sebagai contoh ikan (lepidosiner dan ceratodus) mem bungkus diri dengan lumpur selama beberapa bulan.

2. Ekosistem Lotik atau Ekosistem Air Mengalir

Perairan mengalir (lotik) adalah suatu bentuk ekosistem perairan yang di dalamnya aliran atau arus air memegang peranan penting. Hal ini karena aliran air cukup begitu besar contohnya yaitu sungai. Sungai adalah suatu badan air yang mengalir ke satu arah. Air sungai dingin dan jernih serta mengandung sedikit sedimen dan makanan. Aliran air dan gelombang secara konstan memberikan oksigen pada air. Suhu air bervariasi sesuai dengan ketinggian dan garis lintang. Komunitas yang berada di sungai berbeda dengan danau. Air sungai yang mengalir deras tidak mendukung keberadaan komunitas plankton, karena akan terbawa arus. Sebagai gantinya terjadi fotosintesis dari ganggang yang melekat dan tanaman berakar, sehingga dapat mendukung rantai makanan. Organisme sungai dapat bertahan tidak terbawa arus karena mengalami adaptasi evolusioner. Misalnya bertubuh tipis dorsoventral dan dapat melekat pada batu. Beberapa jenis serangga yang hidup di sisi-sisi hilir menghuni habitat kecil yang bebas dari pusaran air.

2.5 Peranan Berbagai organisme dalam ekosistem air tawar

Terdapat berbaga organism yang memiliki perana penting dalam ekosistem air tawar antara lain, yaitu :

1. Tumbuhan air

Tumbuhan air tawar merupakan organisme yang memiliki akar,batang dan daun untuk tumbuhan tingkat tinggi, serta melakukan proses photosintesis, yang mana seluruh atau sebagian siklus hidupnya berada di air tawar. Peranan tumbuhan air dalam ekosistem air tawar, yaitu:

(10)

Air bisa menjadi tempat berlindung dan bertelur ikan. Tanaman air dengan ukuran daun yang lebar dapat melindungi ikan dari teriknya matahari, sementara akarnya yang panjang merupakan tempat berlindung ikan dari predator dan juga perubahan lingkungan. Akar tanaman bisa menjadi tempat ikan untuk meletakkan telurnya.

Menyerap racun pada air

Kotoran dan urinen ikan dapat menghasilkan zat yang berbahaya bagi ikan itu sendiri. Selain itu, sisa makanan dan zat yang membusuk juga dapat menghasilkan amoniak yang akan menjadi racun bagi ikan. Kehadiran tanaman air dapat menjadi solusinya. Tanaman air mampu menyerap amoniak yang akan diubah menjadi makanan bagi tanaman tersebut. Berkat tanaman air, kadar amoniak pada air akan berkurang sehingga air terbebas dari zat yang membahayakan bagi ikan.

Meningkatkan kandungan oksigen dalam air

Seperti layaknya tanaman berklorofil, tanaman air juga dapat menghasilkan oksigen. Saat proses fotosintesis, tanaman air akan membentuk bahan organik dengan bantuan sinar matahari. Dari proses tersebut, tanaman ini akan menghasilkan oksigen yang dilepaskan ke dalam air. Dengan meningkatnya kadar oksigen di dalam air, ikan dan hewan lainnya dalam air dapat bernafas dengan baik.

Mencegah pertumbuhan lumut

Lumut sangat cepat tumbuh di tempat yang basah. Jika sudah begini tentunya sangat mengganggu pemandangan, juga mengesankan kolam yang tidak terawat. Dengan kehadiran tanaman air dalam kolam, pertumbuhan lumut dapat dicegah. Lumut dapat tumbuh pesat jika terjadi kelebihan zat makanan dalam air, namun tanaman air lebih cepat menyerap zat makanan di dalam air dibandingkan lumut. Sehingga lumut akan “kalah” oleh tanaman air.

(11)

Estetika menjadi alasan utama mengapa kita menggunakan tanaman pada kolam. Sebuah rumah tanpa kehadiran taman bakal tampak kurang asri. Begitu pula kolam yang tidak dihiasi tanaman air, terasa sepi dan dingin. Selain itu, tanaman air juga dapat menjadi solusi bagi kita yang tinggal di rumah dengan lahan terbatas. Dari pada menanam tanaman yang langsung ditanam di tanah, tanaman air yang mengambang bisa menjadi pilihan.

Terdapat beberapa contoh tanaman air, yaitu : a. Eceng gondok

Eceng gondok hidup mengapung di air dan kadang-kadang berakar dalam tanah. Tingginya sekitar 0,4 – 0,8 meter. Tidak mempunyai batang. Daunnya tunggal dan berbentuk oval. Ujung dan pangkalnya meruncing, pangkal tangkai daun menggelembung.

Permukaan daunnya licin dan berwarna hijau. Bunganya termasuk bunga majemuk, berbentuk bulir, kelopaknya berbentuk tabung. Bijinya berbentuk bulat dan berwarna hitam. Buahnya kotak beruang tiga dan berwarna hijau. Akarnya merupakan akar serabut. Manfaatnya, yaitu sebagai pembersih polutan logam berat, sebagai bahan pembuatan kerajinan tangan dan sebagai bahan alat tangkap ikan

b. Teratai (Nymphaea alba)

Tanaman tumbuh di permukaan air yang tenang. Bunga dan daun terdapat di permukaan air, keluar dari tangkai yang berasal dari rizoma yang berada di dalam lumpur pada dasar kolam, sungai atau rawa. Tangkai terdapat di tengah-tengah daun Daun berbentuk bundar atau bentuk

(12)

tidak mengandung lapisan lilin sehingga air yang jatuh ke permukaan daun tidak membentuk butiran air. Manfaatnya, yaitu: memperindah perairan, sebagai tempat melekatkan telur ikan pada kolam atau danau

c. Lagarosiphon major

Lagarosiphon merupakan salah satu tanaman pengganggu, lagarosiphon dikatakan sebagai tanaman gulma karena mengganggu tanaman lain, karena dia menyebar dengan sangat cepat. Lagarosiphon menyebar dengan cepat, menggusur tanaman asli dan membuat air

idak bias mengalir dengan baik.lagarosiphon Ini dapat tumbuh hingga 4 meter panjangnya. Manfaatnya, yaitu: berguna sebagai penyedia makanan dan tempat hidup ikan, tempat berlindung organism air dan meletakan telur.

d. Brachiaria mutica

Sebuah spesies yang banyak di jumpai, rumput merayap menyebar melalui stolons, setek, dan benih. Batang menjulur ke atas dengan akar di dasar, dan dapat mencapai hingga 8 meter tingginya, setelah berbulu bening dan sarung. Daun baling-baling adalah 4-12 inci panjang dan lebar ½ inci. Batang dapat sampai 12 inci, dengan menyebarkan berbagai cabang. Bulir kira-kira 0,12 inci, elips, dengan tulang punggung keunguan. Meskipun ada banyak kepala

(13)

2. Plankton

Plankton berasal dari bahasa Yunani yang mempunyai arti mengapung, Plankton biasanya mengalir bersama arus laut. Plankton juga biasanya disebut biota yang hidup di mintakat pelagic dan mengapung, menghanyutkan atau berenang sangat lincah, artinya mereka tidak dapat melawan arus. Ukuran Plankton sangat beranekaragam dari yang terkecil yang disebut Ultraplankton dengan ukuran <0,005 mikro, Nanoplankton yang berukuran 60-70 mikro, dan Netplankton yang dapat berukuran beberapa millimeter dan dapat dikumpulkan dengan jarring plankton. Makro plankton berukuran besar baik berupa tumbuhan ataupun hewan. Plankton memiliki peranan ekologis sangat penting dalam menunjang kehidupan di perairan. Tapi jika pertumbuhannya tidak terkendali akan merugikan. Plankton digolongkan menjadi beberapa kategori :

Phytoplankton

Plankton nabati/tumbuhan, yang hidupnya mengapung, berukuran sangat kecil 2-200 mikro mili (1:0,001 ml). Umumnya dia bersifat sel tunggal tapi ada juga yang berbentuk rantai, dapat tumbuh dengan sangat cepat sehingga dapat menyebabkan perubahan warna Air. Phytoplankton bersifat Autotropik (Mampu menghasilkan bahan organik sebagai makanannya). Disamping itu peranan phytoplankton energy yang terkandung di dalam tubuhnya dijadikan aliran energy melalui rantai makanan. Contoh : Clorela sp, Spirulina sp, Diatom

Zooplankton

Plankton Hewani adalah hewan yang hidupnya mengapung / melayang dalam perairan, kemampuan renangnya sangat terbatas sehingga sangat tergantung arus. Sifat Zooplankton (Heterotropik/tak dapat memproduksi sendiri bahan organik/energy ukurannya berkisar 0,2-2mm. Contoh: copepod, Ampipoda.

Bakterio Plankton

(14)

sebagai Dikompuser (pengurai). Contoh : Psidomonas sp (H2S), Nitrobacter sp (N), Aeromonas sp(HNO2).

Virioplankton

Virus yang hidup sebagai plankton. Ciri-ciri virioplankton, yaitu tidak mampu hidup tanpa ada inang dan biasanya inang yang digunakan adalah Bakterio Plankton dan Phytoplankton. Contoh white spot, Imononicrosis Hepato Pancreas, semicularis hepatovirus.

Kelimpahan plankton yang terdiri dari phytoplankton dan zooplankton sangat diperlukan untuk mengetahui kesuburan suatu perairan yang akan dipergunakan untuk kegiatan budidaya. Plankton sebagai organisme perairan tingkat rendah yang melayang-layang di air dalam waktu yang relatif lama mengikuti pergerakan arus air. Peranan plankton semakin mutlak diperlukan oleh organisme lainnya sebagai bahan makanan. Di perairan pelagis, fitoplankton adalah satu-satunya organisme yang berperan sebagai mesin kehidupan, yang mampu menghasilkan bahan organik.

3. Bentos

Bentos merupakan organisme yang hidup di dasar wilayah perairan atau endapan, seperti laut, sungai dan perairan lainnya. Binatang yang disebut bentos ini dapat di bagi berdasarkan cara makanannya menjadi pemakan penyaring (seperti kerang) dan pemakan deposit (seperti siput). Kelompok bentos yang relatif mudah diidentifikasi dan peka terhadap perubahan lingkungan perairan adalah invertebrata makro atau lebih dikenal dengan bentos. Bentos dapat diklasifikasikan berdasarkan: 1. Ukurannya

a. Mikrobenthos Hewan yang memiliki ukuran lebih kecil dari 0,1 mm. Contohnya bakteri, diatom, ciliata, amoeba , dan flagellate

b. Meibenthos Merupakan benthos yang mempunyai ukuran antara 0,1 mm sampai 1,0 mm. Contohnya : nematode, cepepoda dan foraminifera

(15)

2. Tempat Hidupnya

a. Epifauna. Epifauna adalah hewan yang hidupnya di atas permukaan dasar lautan. Contohnya, kepiting, siput laut, dan bintang laut.

b. Infauna. Infauna adalah hewan yang hidupnya dengan cara menggali lubang pada dasar lautan. Contohnya cacing, tiram, macoma dan remis.

3. Jenisnya

a. Zoobenthos, merupakan hewan yang sebagian atau seluruh siklus hidupnya berada di dasar perairan, baik yang sesil, merayap maupun menggali lubang. Hewan ini memegang beberapa peran penting dalam perairan seperti dalam proses dekomposisi dan mineralisasi material organik yang memasuki perairan, serta menduduki beberapa tingkatan trofik dalam rantai makanan. Zoobenthos membantu mempercepat proses dekomposisi materi organik. Berbagai jenis zoobenthos ada yang berperan sebagai konsumen primer dan ada pula yang berperan sebagai konsumen sekunder atau konsumen yang menempati tempat yang lebih tinggi. Pada umumnya, zoobenthos merupakan makanan alami bagi ikan-ikan pemakan di dasar. Berbagai jenis zoobenthos ada yang berperan sebagai konsumen primer dan ada pula yang berperan sebagai konsumen sekunder atau konsumen yang menempati tempat yang lebih tinggi.

b. Phytobenthos, merupakan tanaman milik benthos. Sumber makanan utama untuk benthos adalah alga dan organik limpasan dari tanah.

4. Cara Memperoleh Makanan

a. Filter feeder (suspension feeder) adalah hewan yang makan dengan menyaring padatan tersuspensi dan partikel makanan dari air, biasanya dengan melewatkan air melalui struktur penyaringan khusus. Contohya seperti spons dan bivalvia yang memiliki tubuh yang keras. Proses ini dapat terjadi pada daerah yang berpasir.

(16)

Bentos mempunyai peranan yang sangat penting dalam siklus nutrient di dasar perairan. Karena bentos berperan sebagai salah satu mata rantai penghubung dalam aliran energi dan siklus dari alga planktonik sampai konsumen tingkat tinggi. Keberadaan hewan bentos pada suatu perairan sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor lingkungan, baik biotik maupun abiotik. Faktor biotik yang berpengaruh diantaranya adalah produsen, yang merupakan salah satu sumber makanan bagi hewan bentos, Adapun faktor abiotik adalah fisik-kimia air yang diantaranya suhu, arus, oksigen terlarut (DO), kebutuhan oksigen biologi (BOD), dan kimia (COD) serta kandungan nitrogen (N), kedalaman air dan substrat dasar.

Hewan benthos yang relatif mudah diidentifikasi dan peka terhadap perubahan lingkungan perairan adalah jenis yang tergolong ke dalam kelompok makroinvertebrata air. Makroinvertebrata air dikenal juga dengan istilah makrozoobenthos. Hewan ini memegang peranan penting. dalam perairan seperti dalam proses dekomposisi dan mineralisasi material organik yang memasuki perairan. Hewan benthos, terutama yang bersifat herbivor dan detrivor dapat menghancurkan makrofit akuatik yang hidup maupun yang mati dan serasah yang masuk ke dalam perairan menjadi potongan-potongan yang lebih kecil, sehingga mempermudah mikroba untuk menguraikannya menjadi nutrien bagi produsen perairan. Odum (1994), menyatakan makroinvertebrata air (makrozoobenthos) memegang peranan penting dalam ekosistem perairan dan menduduki beberapa tingkatan trofik pada rantai makanan. Kedudukan makroinvertebrata air di dalam tingkatan trofik digolongkan ke dalam kelompok:

a. Grazers dan Serapers adalah herbivor pemakan tumbuhan air dan periphyton. Takson yang termasuk ke dalam golongan ini adalah Ecdyonurus sp. (Ephemeroptera), Gastropoda, Elmis sp dan Latelmis sp, (Coleoptera).

(17)

c. Collector adalah detritivor pemakan organik halus. Berdasarkan cara pengambilan makanannya collector dapat dibagi dua yaitu filter feeder dan deposit feeder. Golongan filter feeder adalah collector yang mengambil makanan dengan cara menyaring materi yang terlarut di dalam air. Karakteristik collector dari golongan ini adalah mempunyai fila di daerah mulut atau kaki sebagai alat pengumpul makanan. Takson yang termasuk golongan filter feeder adalah Simulidae (Diptera), Rheotanytarsus sp., Hydropsyche sp. Golongan deposit feeder adalah collector yang mengambil makanan yang ada di permukaan dasar perairan. Takson yang termasuk golongan ini adalah Chiromonidae, Orthoeladine, Diamesiae

d. Predator adalah carnivor pemakan hewan lain. Takson yang termasuk golongan ini adalah Tanypodidae (Diptera), Perla sp (Plecoptera) dan Hirudinae. Sebagai organisme dasar perairan, benthos memiliki habitat yang relatif tetap. Dengan sifat yang demikian, perubahan-perubahan kualitas air dan substrat tampa hidupnya sangat mempengaruhi komposisi maupun kelimpahannya. Komposisi maupun kelimpahan makroinvertebrata tergantung kepada kepekaan/toleransinya terhadap perubahan lingkungan. Setiap komunitas memberikan respon terhadap perubahan kualitas habitat dengan cara penyesuaian diri pada struktur komunitas. Pada kondisi lingkungan yang relatif stabil, komposisi dan kelimpahan makroinvertebrata air relatif tetap (APHA, 1992). Gaufin dalam Wilhm (1975) mengelompokkan spesies makrozobenthos berdasarkan kepekaannya terhadap pencemaran karena bahan organik ke dalam kelompok:

 Intoleran, yaitu organisme yang dapat tumbuh dan berkembang dalam kisaran kondisi lingkungan yang sempit dan jarang dijumpai di perairan yang kaya organik. Organisme ini tidak dapat beradaptasi bila kondisi perairan mengalami penurunan kualitas.

(18)

Walaupun organisme ini dapat bertahan hidup diperairan yang banyak bahan organik namun tidak dapat mentolerir tekanan lingkungan.

 Toleran, yaitu organisme yang dapat tumbuh dan berkembang dalam kisaran kondisi lingkungan yang luas, yaitu organisme yang sering dijumpai diperairan yang berkualitas jelek. Pada umumnya organisme tersebut tidak peka terhadap berbagai tekanan lingkungan dan kelimpahannya dapat bertambah diperairan yang tercemar oleh bahan organik.

4. Periphyton

Perifiton (Periphyton) adalah kumpulan jasad renik hewan maupun tumbuh-tumbuhan (kumpulan ganggang cyanobacteria dan mikroinvertebrata) yang hidup menetap di sekitar epifiton dalam perairan tawar. Sebagian besar perifiton berupa Amoeba, cacing

Rotaroria dan udang renik. Jasad renik tersebut melekat pada permukaan yang terendam di dalam air. Perifiton berfungsi sebagai sumber makanan penting bagi konsumen kecil, seperti invertebrata dan beberapa ikan. Perifiton juga dapat menstabilkan polusi yang terjadi di air. Perifiton menjadi indikator penting dalam memonitor kualitas air (indikator perubahan kondisi) karena bisa dengan cepat merespons perubahan lingkungan yang terjadi.

(19)

terlarut melalui fotosintesis untuk mempertahankan sebagian besar kehidupan di sekitarnya. Perifiton dapat diklasifikasikan sebagai berikut:

a. Epilithic, perifiton yang menempel pada batu. b. Epidendritic, perifiton yang menempel pada kayu.

c. Epiphytic, perifiton yang menempel atau hidup pada permukaan daun maupun batang tumbuhan.

d. Epizoic, perifiton yang menempel pada permukaan tubuh hewan. e. Epipelic, perifiton yang menempel pada permukaan sedimen.

f. Epipsamic, perifiton yang menempel pada permukaan pasir. Perifiton dalam ekosistem perairan berfungsi sebagai sumber makanan penting bagi organisme dengan tingkat trofik yang lebih tinggi, seperti: avertebrata, larva, dan beberapa ikan. Perifiton juga dapat menyerap bahan pencemar yang ada di perairan, sehingga dapat membatasi penyebarannya di lingkungan khususnya perairan. Komunitas perifiton biasa digunakan dalam sistem produksi akuakultur yaitu sebagai sumber makanan bagi ikan

5. Ikan

Ikan air tawar adalah ikan yang menghabiskan sebagian atau seluruh hidupnya di air tawar, seperti sungai dan danau dengan salinitas kurang dari 0,05%. Dalam banyak hal, lingkungan air tawar berbeda dengan lingkungan perairan laut, dan yang paling membedakan adalah tingkat salinitasnya. Untuk bertahan di air tawar, ikan membutuhkan adaptasi fisiologis yang bertujuan menjaga keseimbangan konsentrasi ion dalam tubuh. 41% dari seluruh spesies ikan diketahui berada di air tawar.

(20)

kehilangan banyak sisik akan mendapatkan kelebihan air yang berdifusi ke dalam kulit, dan dapat menyebabkan kematian pada ikan. Karakteristik lainnya terkait ikan air tawar adalah ginjalnya yang berkembang dengan baik. Ginjal ikan air tawar berukuran besar karena banyak air yang melewatinya.

(21)

BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Adapun kesimpulan dari makalah ini adalah sebagai berikut :

1. Ekosistem air tawar adalah suatu bentuk menyeluruh atau tatanan yang ada didalam air tawar dan sekitarnya yang terdiri dari makhluk hidup didalam air tersebut dan lingkungan air tawar itu sendiri.

2. Ekosistem air tawar ini memiliki ciri-ciri tertentu antara lain: Pada wilayah tersebut tidak terdapat variasi suhu yang mencolok, Kecenderungan penetrasi terhadap cahaya sangat kurang yang dipengaruhi oleh cuaca juga iklim, Tumbuhan yang banyak dijumpai pada ekosistem yang satu ini adalah jenis ganggang. Penetrasi cahaya matahari kurang. Dan dipengaruhi oleh iklim dan cuaca.

3. Terdapat berbaga organism yang memiliki perana penting dalam ekosistem air tawar antara lain, yaitu :

a. Tumbuhan air

 Menjadi habitat ikan

 Menyerap racun pada air

 Meningkatkan kandungan oksigen dalam air

 Mencegah pertumbuhan lumut

 Elemen estetika pada kolam b. Plankton

(22)

fitoplankton adalah satu-satunya organisme yang berperan sebagai mesin kehidupan, yang mampu menghasilkan bahan organik.

c. Bentos

Bentos mempunyai peranan yang sangat penting dalam siklus nutrient di dasar perairan. Karena bentos berperan sebagai salah satu mata rantai penghubung dalam aliran energi dan siklus dari alga planktonik sampai konsumen tingkat tinggi.

d. Periphyton

Periphyton berfungsi sebagai sumber makanan penting bagi konsumen kecil, seperti invertebrata dan beberapa ikan. Periphyton juga dapat menstabilkan polusi yang terjadi di air. Periphyton menjadi indikator penting dalam memonitor kualitas air (indikator perubahan kondisi) karena bisa dengan cepat merespons perubahan lingkungan yang terjadi.

e. Ikan

Ikan air tawar adalah ikan yang menghabiskan sebagian atau seluruh hidupnya di air tawar, seperti sungai dan danau dengan salinitas kurang dari 0,05%. Ikan merupakan sumber protein, lemak, vitamin, dan mineral yang sangat baik dan prospektif.

3.2 Saran

(23)

DAFTAR PUSTAKA

Endarto, Danang. 2007. Geomorfologi Umum. Surakarta: Surakarta Maret University Press

McNaughton, S.J. dan Wolf, Larry L. 1990. Ekologi Umum. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press

Referensi

Dokumen terkait