PENGARUH RISIKO INVESTASI TERHADAP RETURN SAHAM Oleh
Angreina Yasin 1513046 Akuntansi A
Universitas Atma Jaya Makassar
ABSTRACT
I. Pendahuluan A. Latar belakang
Investasi merupakan suatu penanaman modal secara langsung ataupun tidak langsung, jangka pendek maupun jangka panjang, dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan yang diharapkan atau bentuk manfaat lainnya sebagai hasil dari penanaman modal itu sendiri. Dari investasi tersebut investor mengharapkan suatu keuntungan (return).
Salah satu bagian terpenting dalam mempelajari investasi adalah bagaimana mengukur risiko dan return. Tetapi definisi risiko dan return tidak akan pernah sama antara satu dengan investor lainnya, bahkan tingkat kesuksesan risiko dan return tidak akan pernah bisa sama.
Return merupakan salah satu faktor yang memotivasi investor berinvestasi dan juga merupakan imbalan atas keberanian investor dalam menanggung risiko berinvestasi. Return yang diharapkan oleh investor disebut return total. Return total merupakan penjumlahan dari capita gain (loss) dan yield. Namun, investor juga memiliki pertimbangan lain sebelum berinvestasi, yang salah satunya adalah risiko yang terkandung dalam saham. Return dan risiko merupakan dua faktor yang tidak terpisahkan, karena trade-off dari kedua faktor ini merupakan pertimbangan suatu investasi.
Dalam kenyataannya hampir semua investasi mengandung unsur ketidakpastian atau risiko. Investor tidak mengetahui secara pasti hasil yang akan diperoleh dari investasinya. Yang dapat dilakukan oleh para investor adalah memperkirakan berapa keuntungan (return) yang diharapkan dari investasi dan seberapa jauh hasil yang sebenarnya akan menyimpang dari hasil yang diharapkan. Pilihan investasi tidak dapat hanya mempertimbangkan return yang diharapkan tetapi juga tingkat risiko yang akan dihadapi.
depan atas investasi dalam sekuritas dipengaruhi oleh faktor pembentuk risiko investasi, baik risiko sistematik maupun risiko tidak sistematik.
Beta saham sebagai pengukur dari risiko pasar, mengindikasikan tingkat kepekaan suatu saham terhadap kondisi pasar secara umum. Jika beta suatu saham lebih besar dari satu, berarti saham tersebut memiliki risiko lebih tinggi dari risiko rata-rata pasar, dan saham tersebut termasuk saham agresif. Sebaliknya, jika beta suatu saham lebih kecil dari satu, berarti saham tersebut memiliki risiko lebih rendah dari risiko rata-rata pasar, dan saham tersebut termasuk saham defensif.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang di atas, maka dapat di kemukakan rumusan masalah penelitian sebagai berikut:
1. Apakah pengelolaan risiko investasi akan memberikan dampak yang besar terhadap return saham?
2. Apakah cara yang dapat dilakukan dalam menangani risiko dalam investasi?
C. Tujuan Pembahasan
Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah:
1. Untuk mengetahui dampak risiko investasi terhadap return saham.
2. Untuk mengetahui cara yang dapat dilakukan untuk menangani risiko dalam investasi.
II. Metode Pembahasan
III. Kajian Teori yang Digunakan 3. 1 Return Saham
Return merupakan pengembalian yang diperoleh dari investasi. Return dibedakan menjadi dua, pertama return yang telah terjadi (actual return) yang dihitung berdasarkan data historis, actual return penting karena digunakan sebagai salah satu pengukur kinerja dari perusahaan; dan kedua return yang diharapkan (expected return) investor di masa yang akan datang”. Ada dua komponen dalam pengambilan keputusan yaitu :
1. Untung/rugi modal (capital gain/loss) merupakan keuntungan (kerugian) bagi investor yang diperoleh dari kelebihan harga jual (harga beli) di atas harga beli (harga jual) yang keduanya terjadi di pasar sekunder.
2. Imbal hasil (yield) merupakan pendapatan atau aliran kas yang diterima incestor secara periodic, misalnya berupa dividen atau bunga. Yield dinyatakan dalam persentase dari modal yang ditanamkan.
3. 2 Expected Return
Expected return menunjukkan apa yang kita harapkan untuk diperoleh dari investasi terhadap suatu aset pada masa mendatang. Return ekspektasian (expected return) dapat dihitung dengan berdasarkan nilai return historisnya.
Kenyataan menghitung hasil masa depan dan probabilitasnya merupakan hal yang tidak mudah dan bersifat subjektif. Akibat dari perkiraan subjektif ini, ketidakakuratan akan terjadi. Untuk mengurangi ketidakakuratan ini, data historis dapat digunakan sebagai dasar ekspektasi.
3. 3 Risiko
1. Systematic risk (risiko sistemastis) merupakan risiko yang tidak dapat dihilangkan dengan melakukan diversifikasi, karena fluktuasi risiko ini dpengaruhi oleh faktor-faktor makro yang dapat memengaruhi pasar secara keseluruhan. Misalnya perubahan tingkat bunga, kurs valuta asing, kebijakan pemerintah, dan sebagainya. Risiko ini bersifat umum dan berlaku bagi semua saham dalam bursa saham yang bersangkutan. Risiko ini juga disebut risiko yang tidak dapat didiversifikasi (undiversifiable risk).
2. Unsystematic risk ( risiko tidak sistematis) merupakan risiko yang dapat dihilangkan dengan melakukan diversifikasi, karena risiko ini hanya ada dalam satu perusahaan atau industri tertentu. Fluktuasi risiko ini besarnya berbeda-beda antara satu sahan dengan saham yang lain. Karena perbedaan itulah maka masing-msing saham memiliki tingkat sensitivitas modal, struktur aset, tingkat likuiditas, tingkat keuntungan, dan sebagainya. Risiko ini juga disebut risiko yang dapat didiversifikasi (diversifiable risk).
Pembahasan risiko memiliki keterkaitan yang kuat dengan pembahasan investasi. Setiap keputusan investasi memiliki keterkaitan kuat dengan terjadinya risiko, karena perangkat keputusan investasi tidak selamanya lengkap dan bisa dianggap sempurna, namun di sana terdapat berbagai kelemahan yang tidak teranalisis secara baik dan sempurna. Karena itu, risiko selalu dijadikan barometer utama untuk dianalisis jika investasi dilakukan. Analisis risiko adalah proses pengukuran dan penganalisaan risiko disatukan dengan keputusan keuangan dan investasi.
3. 3. 1 Risiko Investasi
Apabila dikaitkan dengan preferensi investor teradap risiko, maka risiko dibedakan menjadi tiga, yaitu :
1. Investor yang menyukai risiko atau pencari risiko (risk seeker) 2. Investor yang netral terhadap risiko (risk neutral)
3. Investor yang tidak menyukai risiko atau menghindari risiko (risk averter)
Beberapa jenis risiko investasi yang mungkin timbul dan perlu dipertimbangkan dalam membuat keputusan investasi, yaitu :
1. Risiko bisnis (business risk) merupakan risiko yang timbul akibat menurunnya profitabilitas perusahaan emiten.
2. Risiko likuiditas (liquidity risk) yaitu risiko yang berkaitan dengan kemampuan saham yang bersangkutan untuk dapat segera diperjualbelikan tanpa mengalami kerugian yang berarti.
3. Risioko tingkat bunga (interest rate risk) merupakan risiko yang timbul akibat perubahan tingkat bunga yang berlaku di pasar.
4. Risiko pasar (market risk) merupakan risiko yang timbul akibat kondisi perekonomian negara yang berubah-ubah dipengaruhi oleh resesi dan kondisi perekonomian lain.
5. Risiko daya beli (purchasing power-risk) merupakan risiko yang timbul akibat pengaruh perubahan tingkat inflasi.
6. Risiko mata uang (currency risk) merupakan risiko yang timbul akibat pengaruh perubahan nilai tukar mata uang domestik (misalnya rupiah) terhadap mata uang negara lain (misalnya dollar Amerika Serikat).
3. 4 Pengaruh Risiko Sistematis Terhadap Return Saham
Risiko sistematis adalah risiko yang tidak dapat dihilangkan melalui diversifikasi. Risiko sistematis dari suatu sekuritas atau portofolio dapat diukur dengan beta. Beta saham individual menunjukkan seberapa besar dan seberapa kecil tingkat perubahan return pasar terhadap return yang diberikan oleh perusahaan. Semakin tinggi risiko sistematis atau beta, maka akan berpengaruh terhadap return saham.
Teori pasar modal menekankan hubungan antara risiko dan tingkat pengembalian investasi (return saham). Hubungan risiko pasar dan tingkat pengembalian (return) ini bersifat linier dan searah. Artinya semakin besar risiko maka semakin besar pula return
Definisi investasi menyebutkan bahwa investasi merupakan suatu kegiatan penempatan dana pada satu atau lebih dari suatu aset selama periode waktu tertentu dengan harapan akan memperoleh penghasilan atau peningkatan nilai investasi. Sehingga dapat disimpulkan investasi adalah memanfaatkan aset yang dimiliki seseorang untuk hal yang lebih bernilai, yang bertujuan untuk menambah atau meningkatkan kesejahteraan pemilik modal atau aset.
3. 6 Beta sebagai Alat Ukur Risiko Sistematis
Dalam investasi, ada sebagian risiko yang bisa dihilangkan dengan diversifikasi (risiko tidak sistematis), oleh karena itu hanya risiko yang tidak bisa hilang karena menginvestasikan dananya pada berbagai sekuritas dengan harapan memperoleh imbalan (return). Sedangkan perusahaan sebagai pihak yang memerlukan dana dapat memanfaatkan dana tersebut untuk mengembangkan usahanya.
Pada dasarnya, pasar modal memang merupakan produk dari sistem perekonomian kapitalis. Sedangkan dalam proses sosialisasi pasar modal di Indonesia, tujuan didirikannya pasar modal sudah disisipi muatan idealism. Pasar modal Indonesia diharapkan mampu memberikan alternative sumber dana eksternal yang berasal dari masyarakat (investor) bagi perusahaan, sehingga nantinya kredit sektor perbankan dapat dialihkan untuk pembiayaan usaha industri kecil dan menengah (Tandelilin, 2007, h.25-26).
IV. Metode Penelitian 4. 1 Sampel dan Populasi
keuangan tahun 2010-2015 yang dipublikasikan di www.idx.co.id karena terbuka untuk umum dan mudah untuk diakses bagi siapa saja, salah satunya kami mahasiswa jurusan Akuntansi kelas A angkatan 2015.
4. 2 Pengukuran Variabel dan Penelitian
Variabel independen disini adalah piutang pada perusahaan sampel yang telah dipilih. Sedangkan variabel dependen adalah jumlah kas perusahaan sampel yang telah dipilih. Penelitian ini menggunakan aplikasi IBM SPSS 24 untuk menguji hubungan antara variabel dependen dan variabel independen.
4. 3 Hasil Analisis
Dari data tersebut, ditemukan nilai R Square sebesar ,095 yang berarti bahwa sebesar 0,95% variable tambahan modal disetor bersih berpengaruh terhadap saldo laba. Sedangkan selisihnya sebesar 95,05% manajemen laba dipengaruhi oleh faktor lain.
manajemen saldo laba.
Dari data tersebut, dapat dirumuskan Y = (1,978E + 11) + 0,659X. Dari persamaan regresi tersebut dapat diketahui bahwa aset pajak tangguhan memiliki hubungan searah dengan manajemen saldo laba.
V. Pembahasan
Pembahasan risiko memiliki keterkaitan yang kuat dengan pembahasan investasi. Setiap keputusan investasi yang dibuat memiliki keterkaitan yang kuat dengan terjadinya risiko. Pemilihan investasi dapat berbeda untuk setiap individu, karena hal tersebut akan sangat bergantung pada perilaku investor terhadap variabel-variabel penentu tingkat pengembalian suatu investasi. Pada investasi dalam bentuk saham di pasar modal, tingkat pengembalian setiap saham dapat tidak sama karena besarnya dividen kas dan keuntungan atau kerugian dalam menjual setiap saham berbeda. Oleh karena itu, dalam melakukan investasi, investor seharusnya mempertimbangkan secara matang mengenai beberapa hal yang sangat penting dalam pengambilan keputusan investasi yang dilakukannya, yaitu berapa tingkat pengembalian yang diharapkannya, berapa besar risiko yang harus ditanggungnya dan berapa kelikuiditas investasi tersebut.
Secara umum investor mempunyai kecenderungan untuk menghindari resiko (risk averse), maka apabila seorang investor berhadapan dengan sekuritas yang mengandung resiko tinggi, ia pasti berharap akan memperoleh tingkat pengembalian yang tinggi pula dari sekuritas tersebut.
Salah satu pertimbangan yang sebaiknya diperhatikan oleh investor yang akan melakukan investasi saham adalah risiko pasar yang nantinya akan mempengaruhi kinerja industri di setiap sektornya. Selain itu investor diharapkan peka terhadap keadaan-keadaan yang terjadi dipasar guna mendapatkan keputusan yang tepat dalam hal menanamkan investasi dan memaksimalkan return yang akan diterima nantinya. Dengan kepekaan investor dalam memperhatikan risiko pasar yang terjadi setiap tahunnya membuat investor dapat meminimalisir kerugian yang akan diterima dalam hal berinvestasi. Karena risiko sistematis memiliki korelasi yang paling kuat dan signifikan dalam hal mendapatkan return yang besar. Sehingga dengan tingkat risiko yang besar akan memberikan return yang tinggi pula (high risk – high return).
Mengingat bahwa secara rasional investor pasti ingin meminimalkan resiko yang ditanggungnya dalam melakukan investasi (risk averse), maka para investor akan cenderung melakukan diversifikasi melalui pembentukan portfolio dan berarti jenis resiko tersebut menjadi tidak relevan lagi dalam pengukuran resiko pada investasi surat berharga (resiko tidak sistematis). Jadi satu-satunya resiko yang relevan dan mencerminkan resiko dalam investasi surat berharga adalah resiko yang tidak bisa dieliminasi, yaitu resiko sistematis yang dilambangkan dengan symbol beta ( β ).
Beta saham individual menunjukkan seberapa besar dan seberapa kecil tingkat perubahan return pasar terhadap return yang diberikan oleh perusahaan. Semakin tinggi risiko sistematis atau beta, maka akan berpengaruh terhadap return saham.
- The best way to handle risk in investment is to avoid it / cara terbaik menangani risiko dalam investasi adalah dengan menghindarinya –
Pemikiran menurut teori keuangan tradisional, yaitu untuk mendapatkan pengembalian (return) yang lebih tinggi. Anda perlu mengambil lebih banyak risiko. Return ini adalah hadiah dalam mengambil risiko. Selanjutnya, tergantung pada risiko toleransi Anda, Anda dapat mengambil banyak risiko yang membuat Anda nyaman sebagai fungsi utilitas.Dengan demikian, salah satu dengan toleransi risiko yang lebih tinggi harus mengharapkan keuntungan (returns) yang lebih tinggi.
Tetapi dalam nilai investasi, risiko bukan hal untuk bertahan agar dapat di hargai/hadiahi. Investor(penanam modal) yang sejati diharapkan untuk melakukan segala upaya untuk menghindari risiko.Bagi nilai investor, mengambil risiko adalah sebuah pilihan bukan nasib. Dalam konteks investasi nilai, jika risiko didefinisi sebagai probabilitas kerugian permanen modal, nilai investor(penanam modal) dapat memiliki beberapa risiko atas portofolionya dengan memilih saham perusahaan dengan laporan keuangan yang kuat dan probabilitas yang rendah dalam mengalami kerugian atau bangkrut sama sekali. Dengan risiko didefinisikan ketidakstabilan ada sangat sedikit kontrol karena, menurut definisi, pasar akan berfluktuasi, risiko adalah nasib dalam konteks itu.
Menurut Graham, rahasia investasi yang sehat dapat disaring menjadi 3 kata “Margin Of Safety”. Investor hanya harus membeli saham pada harga di bawah nilai perkiraan intrinsik. Secara khusus, tujuan analis keamanan harus memilih saham untuk “dimana harga pasar jatuh jauh dari mencerminkan nilai”.
Untuk investor nilai, hasil tidak didasarkan pada jumlah risiko yang Anda ambil tetapi lebih pada margin keselamatan/margin of safety. Pengembalian investasi kepada investor nilai ditentukan oleh sejauh mana Anda mampu menghindari risiko, bukan oleh berapa banyak risiko yang Anda bersedia untuk mengambil. Sementara investor nilai dibutuhkan untuk melakukan analisis menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi, tidak ada jaminan terhadap kesalahan manusia. Bahkan jika nilai intrinsik sebuah perusahaan salah diperhitungkan, a large margin of safety dapat melindungi investor nilai terhadap kesalahan ini.
V. Penutup A. Kesimpulan:
Penulisan Artikel ini bertujuan untuk menyampaikan kepada pembaca khususnya penanam modal (investor) dalam melakukan investasi pada saham untuk berhati-hati dalam berinvestasi agar terhindar atau setidaknya dapat meminimalkan risiko yang mungkin terjadi. Dengan adanya pembahasan ini diharapkan, investor dapat waspada dalam mengambil keputusan, dan dapat mempertimbangkan risiko yang mungkin saja dapat terjadi agar mendapatkan return sesuai yang diharapkan (expected return).
B. Saran
Artikel ini diharapkan dapat menjadi panduan, referensi, masukan dan tambahan informasi bagi para penanam modal/investor maupun para calon investor yang akan melakukan investasi. Dengan adanya artikel ini diharapkan kita dapat berhati-hati dalam mengambil keputusan dan peka terhadap keadaan-keadaan yang terjadi dipasar, terutama risiko pasar yang terjadi setiap tahunnya, agar dapat membuat keputusan yang tepat dalam hal menanamkan investasi, meminimalisir kerugian yang akan diterima dan memaksimalkan return yang akan diterima nantinya.
C. Keterbatasan Artikel
Daftar Pustaka
Halim, Abdul. 2005. Analisis Investasi. Edisi 2. Salemba Empat.
Andi, Nilawatin. 2012. Analisis Risiko Investasi Terhadap Return Saham Pada Industri Telekomunikasi di Indonesia. (Online), (http://repository.unhas.ac.id).
Arista, Desy, dan Astohar. 2012. Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Return Saham ( Kasus pada Perusahaan Manufaktur yang Go Public di BEI periode
tahun 2005-2009. Jurnal Ilmu Manajemen dan Akuntansi Terapan. Vol. 3. No. 1. (Online).
Pramitasari, Novel dan Asandimitra, Nadia. 2013. Pengaruh Risiko Pasar Terhadap
Required Return Saham Aktif dan Tidak Aktif di Bursa Efek Indonesia Tahun 2008-2012. Jurnal Ilmu Manajemen. Vol. 1 No. 3. (Online).
Aryani, Annisa, dkk. 2014. Pengaruh Risiko Sistematis Terhadap Return Saham
(Studi Kasus Sektor Property yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) Periode Tahun 2010-2014). Jurnal Manajemen Ilmu Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam
Bandung. (Online),
(http://karyailmiah.unisba.ac.id/index.php/manajemen/article/download/2028/pdf).
(http://eprints.ums.ac.id/5842/1/B100050303.pdf).
Worthington, Andrew, dan Higgs, Helen. 2004. Art As An Investment: Risk, Return
and Portfolio Diversification In Major Painting Markets. Accounting and Finance 44(2):pp. 257-272. (Online).
Septiani, Devi, Nyoman, Ni dan Luh, Supadmi, Ni. 2014. Analisis Pengaruh Beta
terhadap Return Saham Periode Sebelum dan Saat Krisis Global (Studi Pada Perusahaan Perbankan di BEI). E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana. (Online).
Fama, Eugene F, dan French, Kenneth R. 1993. Common Risk Factors In The
Returns On Stocks and Bonds. Journal of Financial Economics University Of Chicago.
Saputra, Kumianny A, dkk. 2002. Pengaruh Risiko Sistematis dan Likuiditas
Terhadap Tingkat Pengembalian Saham Badan-Badan Usaha yang Go-Public di Bursa Efek Jakarta pada Tahun 1999. Jurnal Manajemen dan Kewirausahan Vol. 4
No. 1 Universitas Kristen Petra. (Online),
(http://puslit.petra.ac.id/journals/management/)
Otuteye, Eben, Siddique, Mohammad. 2014. Redefining Risk and Return in
Common Stock Investment From a Value Investing Perspective: Some Tenable Proportions. Brandes Institute. (Online), ([email protected]).
Yuanedta, Ayu, Dini. 2015. Analisis Risiko dan Tingkat Pengembalian Saham Dalam Menentukan Saham Yang Dimiliki Investor. Jurnal Ilmu dan Riset Manajemen Vol.4,No.4.(Online),
(http://ejournal.stiesia.ac.id/index.php/jirm/article/viewFile/771/748)
Wardiningsih, Sri, Suprihatmi. 2012. Analisis Risiko dalam Keputusan Investasi.
Jurnal Ekonomi dan Kewirausahaan Vol. 12, No. 1 Universitas Slamet Riyadi Surakarta.(Online),(http://download.portalgaruda.org/article.php?
LAMPIRAN
No Kode Nama Perusahaan
1 INTP Indocement Tunggal Prakasa Tbk
2 SMBR Semen Baturaja Persero Tbk
3 SMCB Holcim Indonesia Tbk d.h Semen Cibinong Tbk 4 SMGR Semen Indonesia Tbk d.h Semen Gresik Tbk
5 WTON Wijaya Karya Beton Tbk
6 AMFG Asahimas Flat Glass Tbk
7 ARNA Arwana Citra Mulia Tbk
8 IKAI Inti Keramik Alam Asri Industri Tbk 9 KIAS Keramika Indonesia Assosiasi Tbk
10 MLIA Mulia Industrindo Tbk
11 TOTO Surya Toto Indonesia Tbk
12 ALKA Alaska Industrindo Tbk
13 ALMI Alumindo Light Metal Industry Tbk 14 BAJA Saranacentral Bajatama Tbk
15 BTON Beton Jaya Manunggal Tbk
16 CTBN Citra Turbindo Tbk
17 GDST Gunawan Dianjaya Steel Tbk
18 INAI Indal Aluminium Industry Tbk
19 ISSP Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk 20 JKSW Jakarta Kyoei Steel Work LTD Tbk
21 JPRS Jaya Pari Steel Tbk
29 BUDI Budi Starch and Sweetener Tbk d.h Budi Acid Jaya
30 DPNS Duta Pertiwi Nusantara
31 EKAD Ekadharma International Tbk 32 ETWA Eterindo Wahanatama Tbk 33 INCI Intan Wijaya International Tbk 34 SOBI Sorini Agro Asia Corporindo Tbk
35 SRSN Indo Acitama Tbk
36 TPIA Chandra Asri Petrochemical 37 UNIC Unggul Indah Cahaya Tbk
38 AKKU Alam Karya Unggul Tbk
39 AKPI Argha Karya Prima Industry Tbk 40 APLI Asiaplast Industries Tbk
41 BRNA Berlina Tbk
45 IPOL Indopoly Swakarsa Industry Tbk 46 SIAP Sekawan Intipratama Tbk
47 SIMA Siwani Makmur Tbk
48 TALF Tunas Alfin Tbk
49 TRST Trias Sentosa Tbk
50 YPAS Yana Prima Hasta Persada Tbk
51 CPIN Charoen Pokphand Indonesia Tbk
52 JPFA Japfa Comfeed Indonesia Tbk
53 MAIN Malindo Feedmill Tbk
54 SIPD Siearad Produce Tbk
55 SULI SLJ Global Tbk d.h Sumalindo Lestari Jaya Tbk
56 TIRT Tirta Mahakam Resources Tbk
57 ALDO Alkindo Naratama Tbk
58 DAJK Dwi Aneka Jaya Kemasindo Tbk
59 FASW Fajar Surya Wisesa Tbk
60 INKP Indah Kiat Pulp & paper Tbk 61 INRU Toba Pulp Lestari Tbk
62 KBRI Kertas Basuki Rachmat Indonesia Tbk
63 KDSI Kedaung Setia Industrial Tbk pindah dari sub sektor
64 SPMA Suparma Tbk
65 TKIM Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk
66 AMIN Ateliers Mecaniques D'Indonesie Tbk baru IPO 10-67 KRAH Grand Kartech Tbk
68 ASII Astra International Tbk
69 AUTO Astra Auto Part Tbk
70 BOLT Garuda Metalindo Tbk )baru IPO 07-Jul-2015 71 BRAM Indo Kordsa Tbk d.h Branta Mulia Tbk
72 GDYR Goodyear Indonesia Tbk
73 GJTL Gajah Tunggal Tbk
74 IMAS Indomobil Sukses International Tbk
75 INDS Indospring Tbk
76 LPIN Multi Prima Sejahtera Tbk d.h Lippo Enterprises Tbk 77 MASA Multistrada Arah Sarana Tbk
78 NIPS Nippres Tbk
79 PRAS Prima alloy steel Universal Tbk
80 SMSM Selamat Sempurna Tbk
81 ADMG Polychem Indonesia Tbk
82 ARGO Argo Pantes Tbk
83 CNTX Centex Tbk
84 ERTX Eratex Djaya Tbk
85 ESTI Ever Shine Textile Industry Tbk
86 HDTX Panasia Indo Resources Tbk d.h Panasia 87 INDR Indo Rama Synthetic Tbk
88 MYTX Apac Citra Centertex Tbk 89 PBRX Pan Brothers Tbk
92 STAR Star Petrochem Tbk 93 TFCO Tifico Fiber Indonesia Tbk
94 SRIL Sri Rejeki Isman Tbk
95 SSTM Sunson Textile Manufacturer Tbk 96 TRIS Trisula International Tbk
97 UNIT Nusantara Inti Corpora Tbk
98 BATA Sepatu Bata Tbk
99 BIMA Primarindo Asia Infrastructure Tbk 10 IKBI Sumi Indo Kabel Tbk
10 JECC Jembo Cable Company Tbk 10 KBLI KMI Wire and Cable Tbk 10 KBLM Kabelindo Murni Tbk
10 SCCO Supreme Cable Manufacturing and Commerce Tbk
10 VOKS Voksel Electric Tbk
10 PTSN Sat Nusa Persada Tbk
10 AISA Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk
10 ALTO Tri Banyan Tirta Tbk
10 CEKA Cahaya Kalbar Tbk
11 DLTA Delta Djakarta Tbk
11 ICBP Indofood CBP Sukses Makmur Tbk
11 INDF Indofood Sukses Makmur Tbk
11 MLBI Multi Bintang Indonesia Tbk
11 MYOR Mayora Indah Tbk
11 PSDN Prashida Aneka Niaga Tbk 11 ROTI Nippon Indosari Corporindo Tbk
11 SKBM Sekar Bumi Tbk
11 SKLT Sekar Laut Tbk
11 STTP Siantar Top Tbk
12 ULTJ Ultrajaya Milk Industry and Trading Company Tbk
12 GGRM Gudang Garam Tbk
12 HMSP Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk
12 RMBA Bentoel International Investama Tbk 12 WIIM Wismilak Inti Makmur Tbk
12 DVLA Darya Varia Laboratoria Tbk
12 INAF Indofarma Tbk
12 KAEF Kimia Farma Tbk
12 KLBF Kalbe Farma Tbk
12 MERK Merck Tbk
13 PYFA Pyridam Farma Tbk
13 SCPI Schering Plough Indonesia Tbk
13 SIDO Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk 13 SQBI & SQBB Taisho Pharmaceutical Indonesia Tbk
13 TSPC Tempo Scan Pasific Tbk
13 ADES Akasha Wira International Tbk d.h Ades Waters 13 KINO Kino Indonesia Tbk baru IPO 11-Des-2015.
13 MBTO Martina Berto Tbk
13 TCID Mandom Indonesia Tbk 14 UNVR Unilever Indonesia Tbk 14 CINT Chitose Internasional Tbk
14 KICI Kedaung Indag Can Tbk