• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH RISIKO INVESTASI TERHADAP RETUR

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "PENGARUH RISIKO INVESTASI TERHADAP RETUR"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH RISIKO INVESTASI TERHADAP RETURN SAHAM Oleh

Angreina Yasin 1513046 Akuntansi A

Universitas Atma Jaya Makassar

ABSTRACT

(2)

I. Pendahuluan A. Latar belakang

Investasi merupakan suatu penanaman modal secara langsung ataupun tidak langsung, jangka pendek maupun jangka panjang, dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan yang diharapkan atau bentuk manfaat lainnya sebagai hasil dari penanaman modal itu sendiri. Dari investasi tersebut investor mengharapkan suatu keuntungan (return).

Salah satu bagian terpenting dalam mempelajari investasi adalah bagaimana mengukur risiko dan return. Tetapi definisi risiko dan return tidak akan pernah sama antara satu dengan investor lainnya, bahkan tingkat kesuksesan risiko dan return tidak akan pernah bisa sama.

Return merupakan salah satu faktor yang memotivasi investor berinvestasi dan juga merupakan imbalan atas keberanian investor dalam menanggung risiko berinvestasi. Return yang diharapkan oleh investor disebut return total. Return total merupakan penjumlahan dari capita gain (loss) dan yield. Namun, investor juga memiliki pertimbangan lain sebelum berinvestasi, yang salah satunya adalah risiko yang terkandung dalam saham. Return dan risiko merupakan dua faktor yang tidak terpisahkan, karena trade-off dari kedua faktor ini merupakan pertimbangan suatu investasi.

Dalam kenyataannya hampir semua investasi mengandung unsur ketidakpastian atau risiko. Investor tidak mengetahui secara pasti hasil yang akan diperoleh dari investasinya. Yang dapat dilakukan oleh para investor adalah memperkirakan berapa keuntungan (return) yang diharapkan dari investasi dan seberapa jauh hasil yang sebenarnya akan menyimpang dari hasil yang diharapkan. Pilihan investasi tidak dapat hanya mempertimbangkan return yang diharapkan tetapi juga tingkat risiko yang akan dihadapi.

(3)

depan atas investasi dalam sekuritas dipengaruhi oleh faktor pembentuk risiko investasi, baik risiko sistematik maupun risiko tidak sistematik.

Beta saham sebagai pengukur dari risiko pasar, mengindikasikan tingkat kepekaan suatu saham terhadap kondisi pasar secara umum. Jika beta suatu saham lebih besar dari satu, berarti saham tersebut memiliki risiko lebih tinggi dari risiko rata-rata pasar, dan saham tersebut termasuk saham agresif. Sebaliknya, jika beta suatu saham lebih kecil dari satu, berarti saham tersebut memiliki risiko lebih rendah dari risiko rata-rata pasar, dan saham tersebut termasuk saham defensif.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian latar belakang di atas, maka dapat di kemukakan rumusan masalah penelitian sebagai berikut:

1. Apakah pengelolaan risiko investasi akan memberikan dampak yang besar terhadap return saham?

2. Apakah cara yang dapat dilakukan dalam menangani risiko dalam investasi?

C. Tujuan Pembahasan

Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah:

1. Untuk mengetahui dampak risiko investasi terhadap return saham.

2. Untuk mengetahui cara yang dapat dilakukan untuk menangani risiko dalam investasi.

II. Metode Pembahasan

(4)

III. Kajian Teori yang Digunakan 3. 1 Return Saham

Return merupakan pengembalian yang diperoleh dari investasi. Return dibedakan menjadi dua, pertama return yang telah terjadi (actual return) yang dihitung berdasarkan data historis, actual return penting karena digunakan sebagai salah satu pengukur kinerja dari perusahaan; dan kedua return yang diharapkan (expected return) investor di masa yang akan datang”. Ada dua komponen dalam pengambilan keputusan yaitu :

1. Untung/rugi modal (capital gain/loss) merupakan keuntungan (kerugian) bagi investor yang diperoleh dari kelebihan harga jual (harga beli) di atas harga beli (harga jual) yang keduanya terjadi di pasar sekunder.

2. Imbal hasil (yield) merupakan pendapatan atau aliran kas yang diterima incestor secara periodic, misalnya berupa dividen atau bunga. Yield dinyatakan dalam persentase dari modal yang ditanamkan.

3. 2 Expected Return

Expected return menunjukkan apa yang kita harapkan untuk diperoleh dari investasi terhadap suatu aset pada masa mendatang. Return ekspektasian (expected return) dapat dihitung dengan berdasarkan nilai return historisnya.

Kenyataan menghitung hasil masa depan dan probabilitasnya merupakan hal yang tidak mudah dan bersifat subjektif. Akibat dari perkiraan subjektif ini, ketidakakuratan akan terjadi. Untuk mengurangi ketidakakuratan ini, data historis dapat digunakan sebagai dasar ekspektasi.

3. 3 Risiko

(5)

1. Systematic risk (risiko sistemastis) merupakan risiko yang tidak dapat dihilangkan dengan melakukan diversifikasi, karena fluktuasi risiko ini dpengaruhi oleh faktor-faktor makro yang dapat memengaruhi pasar secara keseluruhan. Misalnya perubahan tingkat bunga, kurs valuta asing, kebijakan pemerintah, dan sebagainya. Risiko ini bersifat umum dan berlaku bagi semua saham dalam bursa saham yang bersangkutan. Risiko ini juga disebut risiko yang tidak dapat didiversifikasi (undiversifiable risk).

2. Unsystematic risk ( risiko tidak sistematis) merupakan risiko yang dapat dihilangkan dengan melakukan diversifikasi, karena risiko ini hanya ada dalam satu perusahaan atau industri tertentu. Fluktuasi risiko ini besarnya berbeda-beda antara satu sahan dengan saham yang lain. Karena perbedaan itulah maka masing-msing saham memiliki tingkat sensitivitas modal, struktur aset, tingkat likuiditas, tingkat keuntungan, dan sebagainya. Risiko ini juga disebut risiko yang dapat didiversifikasi (diversifiable risk).

Pembahasan risiko memiliki keterkaitan yang kuat dengan pembahasan investasi. Setiap keputusan investasi memiliki keterkaitan kuat dengan terjadinya risiko, karena perangkat keputusan investasi tidak selamanya lengkap dan bisa dianggap sempurna, namun di sana terdapat berbagai kelemahan yang tidak teranalisis secara baik dan sempurna. Karena itu, risiko selalu dijadikan barometer utama untuk dianalisis jika investasi dilakukan. Analisis risiko adalah proses pengukuran dan penganalisaan risiko disatukan dengan keputusan keuangan dan investasi.

3. 3. 1 Risiko Investasi

Apabila dikaitkan dengan preferensi investor teradap risiko, maka risiko dibedakan menjadi tiga, yaitu :

1. Investor yang menyukai risiko atau pencari risiko (risk seeker) 2. Investor yang netral terhadap risiko (risk neutral)

3. Investor yang tidak menyukai risiko atau menghindari risiko (risk averter)

(6)

Beberapa jenis risiko investasi yang mungkin timbul dan perlu dipertimbangkan dalam membuat keputusan investasi, yaitu :

1. Risiko bisnis (business risk) merupakan risiko yang timbul akibat menurunnya profitabilitas perusahaan emiten.

2. Risiko likuiditas (liquidity risk) yaitu risiko yang berkaitan dengan kemampuan saham yang bersangkutan untuk dapat segera diperjualbelikan tanpa mengalami kerugian yang berarti.

3. Risioko tingkat bunga (interest rate risk) merupakan risiko yang timbul akibat perubahan tingkat bunga yang berlaku di pasar.

4. Risiko pasar (market risk) merupakan risiko yang timbul akibat kondisi perekonomian negara yang berubah-ubah dipengaruhi oleh resesi dan kondisi perekonomian lain.

5. Risiko daya beli (purchasing power-risk) merupakan risiko yang timbul akibat pengaruh perubahan tingkat inflasi.

6. Risiko mata uang (currency risk) merupakan risiko yang timbul akibat pengaruh perubahan nilai tukar mata uang domestik (misalnya rupiah) terhadap mata uang negara lain (misalnya dollar Amerika Serikat).

3. 4 Pengaruh Risiko Sistematis Terhadap Return Saham

Risiko sistematis adalah risiko yang tidak dapat dihilangkan melalui diversifikasi. Risiko sistematis dari suatu sekuritas atau portofolio dapat diukur dengan beta. Beta saham individual menunjukkan seberapa besar dan seberapa kecil tingkat perubahan return pasar terhadap return yang diberikan oleh perusahaan. Semakin tinggi risiko sistematis atau beta, maka akan berpengaruh terhadap return saham.

Teori pasar modal menekankan hubungan antara risiko dan tingkat pengembalian investasi (return saham). Hubungan risiko pasar dan tingkat pengembalian (return) ini bersifat linier dan searah. Artinya semakin besar risiko maka semakin besar pula return

(7)

Definisi investasi menyebutkan bahwa investasi merupakan suatu kegiatan penempatan dana pada satu atau lebih dari suatu aset selama periode waktu tertentu dengan harapan akan memperoleh penghasilan atau peningkatan nilai investasi. Sehingga dapat disimpulkan investasi adalah memanfaatkan aset yang dimiliki seseorang untuk hal yang lebih bernilai, yang bertujuan untuk menambah atau meningkatkan kesejahteraan pemilik modal atau aset.

3. 6 Beta sebagai Alat Ukur Risiko Sistematis

Dalam investasi, ada sebagian risiko yang bisa dihilangkan dengan diversifikasi (risiko tidak sistematis), oleh karena itu hanya risiko yang tidak bisa hilang karena menginvestasikan dananya pada berbagai sekuritas dengan harapan memperoleh imbalan (return). Sedangkan perusahaan sebagai pihak yang memerlukan dana dapat memanfaatkan dana tersebut untuk mengembangkan usahanya.

Pada dasarnya, pasar modal memang merupakan produk dari sistem perekonomian kapitalis. Sedangkan dalam proses sosialisasi pasar modal di Indonesia, tujuan didirikannya pasar modal sudah disisipi muatan idealism. Pasar modal Indonesia diharapkan mampu memberikan alternative sumber dana eksternal yang berasal dari masyarakat (investor) bagi perusahaan, sehingga nantinya kredit sektor perbankan dapat dialihkan untuk pembiayaan usaha industri kecil dan menengah (Tandelilin, 2007, h.25-26).

IV. Metode Penelitian 4. 1 Sampel dan Populasi

(8)

keuangan tahun 2010-2015 yang dipublikasikan di www.idx.co.id karena terbuka untuk umum dan mudah untuk diakses bagi siapa saja, salah satunya kami mahasiswa jurusan Akuntansi kelas A angkatan 2015.

4. 2 Pengukuran Variabel dan Penelitian

Variabel independen disini adalah piutang pada perusahaan sampel yang telah dipilih. Sedangkan variabel dependen adalah jumlah kas perusahaan sampel yang telah dipilih. Penelitian ini menggunakan aplikasi IBM SPSS 24 untuk menguji hubungan antara variabel dependen dan variabel independen.

4. 3 Hasil Analisis

Dari data tersebut, ditemukan nilai R Square sebesar ,095 yang berarti bahwa sebesar 0,95% variable tambahan modal disetor bersih berpengaruh terhadap saldo laba. Sedangkan selisihnya sebesar 95,05% manajemen laba dipengaruhi oleh faktor lain.

(9)

manajemen saldo laba.

Dari data tersebut, dapat dirumuskan Y = (1,978E + 11) + 0,659X. Dari persamaan regresi tersebut dapat diketahui bahwa aset pajak tangguhan memiliki hubungan searah dengan manajemen saldo laba.

V. Pembahasan

Pembahasan risiko memiliki keterkaitan yang kuat dengan pembahasan investasi. Setiap keputusan investasi yang dibuat memiliki keterkaitan yang kuat dengan terjadinya risiko. Pemilihan investasi dapat berbeda untuk setiap individu, karena hal tersebut akan sangat bergantung pada perilaku investor terhadap variabel-variabel penentu tingkat pengembalian suatu investasi. Pada investasi dalam bentuk saham di pasar modal, tingkat pengembalian setiap saham dapat tidak sama karena besarnya dividen kas dan keuntungan atau kerugian dalam menjual setiap saham berbeda. Oleh karena itu, dalam melakukan investasi, investor seharusnya mempertimbangkan secara matang mengenai beberapa hal yang sangat penting dalam pengambilan keputusan investasi yang dilakukannya, yaitu berapa tingkat pengembalian yang diharapkannya, berapa besar risiko yang harus ditanggungnya dan berapa kelikuiditas investasi tersebut.

(10)

Secara umum investor mempunyai kecenderungan untuk menghindari resiko (risk averse), maka apabila seorang investor berhadapan dengan sekuritas yang mengandung resiko tinggi, ia pasti berharap akan memperoleh tingkat pengembalian yang tinggi pula dari sekuritas tersebut.

Salah satu pertimbangan yang sebaiknya diperhatikan oleh investor yang akan melakukan investasi saham adalah risiko pasar yang nantinya akan mempengaruhi kinerja industri di setiap sektornya. Selain itu investor diharapkan peka terhadap keadaan-keadaan yang terjadi dipasar guna mendapatkan keputusan yang tepat dalam hal menanamkan investasi dan memaksimalkan return yang akan diterima nantinya. Dengan kepekaan investor dalam memperhatikan risiko pasar yang terjadi setiap tahunnya membuat investor dapat meminimalisir kerugian yang akan diterima dalam hal berinvestasi. Karena risiko sistematis memiliki korelasi yang paling kuat dan signifikan dalam hal mendapatkan return yang besar. Sehingga dengan tingkat risiko yang besar akan memberikan return yang tinggi pula (high risk – high return).

Mengingat bahwa secara rasional investor pasti ingin meminimalkan resiko yang ditanggungnya dalam melakukan investasi (risk averse), maka para investor akan cenderung melakukan diversifikasi melalui pembentukan portfolio dan berarti jenis resiko tersebut menjadi tidak relevan lagi dalam pengukuran resiko pada investasi surat berharga (resiko tidak sistematis). Jadi satu-satunya resiko yang relevan dan mencerminkan resiko dalam investasi surat berharga adalah resiko yang tidak bisa dieliminasi, yaitu resiko sistematis yang dilambangkan dengan symbol beta ( β ).

Beta saham individual menunjukkan seberapa besar dan seberapa kecil tingkat perubahan return pasar terhadap return yang diberikan oleh perusahaan. Semakin tinggi risiko sistematis atau beta, maka akan berpengaruh terhadap return saham.

(11)

- The best way to handle risk in investment is to avoid it / cara terbaik menangani risiko dalam investasi adalah dengan menghindarinya –

Pemikiran menurut teori keuangan tradisional, yaitu untuk mendapatkan pengembalian (return) yang lebih tinggi. Anda perlu mengambil lebih banyak risiko. Return ini adalah hadiah dalam mengambil risiko. Selanjutnya, tergantung pada risiko toleransi Anda, Anda dapat mengambil banyak risiko yang membuat Anda nyaman sebagai fungsi utilitas.Dengan demikian, salah satu dengan toleransi risiko yang lebih tinggi harus mengharapkan keuntungan (returns) yang lebih tinggi.

Tetapi dalam nilai investasi, risiko bukan hal untuk bertahan agar dapat di hargai/hadiahi. Investor(penanam modal) yang sejati diharapkan untuk melakukan segala upaya untuk menghindari risiko.Bagi nilai investor, mengambil risiko adalah sebuah pilihan bukan nasib. Dalam konteks investasi nilai, jika risiko didefinisi sebagai probabilitas kerugian permanen modal, nilai investor(penanam modal) dapat memiliki beberapa risiko atas portofolionya dengan memilih saham perusahaan dengan laporan keuangan yang kuat dan probabilitas yang rendah dalam mengalami kerugian atau bangkrut sama sekali. Dengan risiko didefinisikan ketidakstabilan ada sangat sedikit kontrol karena, menurut definisi, pasar akan berfluktuasi, risiko adalah nasib dalam konteks itu.

Menurut Graham, rahasia investasi yang sehat dapat disaring menjadi 3 kata “Margin Of Safety”. Investor hanya harus membeli saham pada harga di bawah nilai perkiraan intrinsik. Secara khusus, tujuan analis keamanan harus memilih saham untuk “dimana harga pasar jatuh jauh dari mencerminkan nilai”.

(12)

Untuk investor nilai, hasil tidak didasarkan pada jumlah risiko yang Anda ambil tetapi lebih pada margin keselamatan/margin of safety. Pengembalian investasi kepada investor nilai ditentukan oleh sejauh mana Anda mampu menghindari risiko, bukan oleh berapa banyak risiko yang Anda bersedia untuk mengambil. Sementara investor nilai dibutuhkan untuk melakukan analisis menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi, tidak ada jaminan terhadap kesalahan manusia. Bahkan jika nilai intrinsik sebuah perusahaan salah diperhitungkan, a large margin of safety dapat melindungi investor nilai terhadap kesalahan ini.

V. Penutup A. Kesimpulan:

Penulisan Artikel ini bertujuan untuk menyampaikan kepada pembaca khususnya penanam modal (investor) dalam melakukan investasi pada saham untuk berhati-hati dalam berinvestasi agar terhindar atau setidaknya dapat meminimalkan risiko yang mungkin terjadi. Dengan adanya pembahasan ini diharapkan, investor dapat waspada dalam mengambil keputusan, dan dapat mempertimbangkan risiko yang mungkin saja dapat terjadi agar mendapatkan return sesuai yang diharapkan (expected return).

B. Saran

Artikel ini diharapkan dapat menjadi panduan, referensi, masukan dan tambahan informasi bagi para penanam modal/investor maupun para calon investor yang akan melakukan investasi. Dengan adanya artikel ini diharapkan kita dapat berhati-hati dalam mengambil keputusan dan peka terhadap keadaan-keadaan yang terjadi dipasar, terutama risiko pasar yang terjadi setiap tahunnya, agar dapat membuat keputusan yang tepat dalam hal menanamkan investasi, meminimalisir kerugian yang akan diterima dan memaksimalkan return yang akan diterima nantinya.

C. Keterbatasan Artikel

(13)

Daftar Pustaka

Halim, Abdul. 2005. Analisis Investasi. Edisi 2. Salemba Empat.

Andi, Nilawatin. 2012. Analisis Risiko Investasi Terhadap Return Saham Pada Industri Telekomunikasi di Indonesia. (Online), (http://repository.unhas.ac.id).

Arista, Desy, dan Astohar. 2012. Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Return Saham ( Kasus pada Perusahaan Manufaktur yang Go Public di BEI periode

tahun 2005-2009. Jurnal Ilmu Manajemen dan Akuntansi Terapan. Vol. 3. No. 1. (Online).

Pramitasari, Novel dan Asandimitra, Nadia. 2013. Pengaruh Risiko Pasar Terhadap

Required Return Saham Aktif dan Tidak Aktif di Bursa Efek Indonesia Tahun 2008-2012. Jurnal Ilmu Manajemen. Vol. 1 No. 3. (Online).

Aryani, Annisa, dkk. 2014. Pengaruh Risiko Sistematis Terhadap Return Saham

(Studi Kasus Sektor Property yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) Periode Tahun 2010-2014). Jurnal Manajemen Ilmu Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam

Bandung. (Online),

(http://karyailmiah.unisba.ac.id/index.php/manajemen/article/download/2028/pdf).

(14)

(http://eprints.ums.ac.id/5842/1/B100050303.pdf).

Worthington, Andrew, dan Higgs, Helen. 2004. Art As An Investment: Risk, Return

and Portfolio Diversification In Major Painting Markets. Accounting and Finance 44(2):pp. 257-272. (Online).

Septiani, Devi, Nyoman, Ni dan Luh, Supadmi, Ni. 2014. Analisis Pengaruh Beta

terhadap Return Saham Periode Sebelum dan Saat Krisis Global (Studi Pada Perusahaan Perbankan di BEI). E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana. (Online).

Fama, Eugene F, dan French, Kenneth R. 1993. Common Risk Factors In The

Returns On Stocks and Bonds. Journal of Financial Economics University Of Chicago.

Saputra, Kumianny A, dkk. 2002. Pengaruh Risiko Sistematis dan Likuiditas

Terhadap Tingkat Pengembalian Saham Badan-Badan Usaha yang Go-Public di Bursa Efek Jakarta pada Tahun 1999. Jurnal Manajemen dan Kewirausahan Vol. 4

No. 1 Universitas Kristen Petra. (Online),

(http://puslit.petra.ac.id/journals/management/)

Otuteye, Eben, Siddique, Mohammad. 2014. Redefining Risk and Return in

Common Stock Investment From a Value Investing Perspective: Some Tenable Proportions. Brandes Institute. (Online), ([email protected]).

Yuanedta, Ayu, Dini. 2015. Analisis Risiko dan Tingkat Pengembalian Saham Dalam Menentukan Saham Yang Dimiliki Investor. Jurnal Ilmu dan Riset Manajemen Vol.4,No.4.(Online),

(http://ejournal.stiesia.ac.id/index.php/jirm/article/viewFile/771/748)

Wardiningsih, Sri, Suprihatmi. 2012. Analisis Risiko dalam Keputusan Investasi.

Jurnal Ekonomi dan Kewirausahaan Vol. 12, No. 1 Universitas Slamet Riyadi Surakarta.(Online),(http://download.portalgaruda.org/article.php?

(15)

LAMPIRAN

No Kode Nama Perusahaan

1 INTP Indocement Tunggal Prakasa Tbk

2 SMBR Semen Baturaja Persero Tbk

3 SMCB Holcim Indonesia Tbk d.h Semen Cibinong Tbk 4 SMGR Semen Indonesia Tbk d.h Semen Gresik Tbk

5 WTON Wijaya Karya Beton Tbk

6 AMFG Asahimas Flat Glass Tbk

7 ARNA Arwana Citra Mulia Tbk

8 IKAI Inti Keramik Alam Asri Industri Tbk 9 KIAS Keramika Indonesia Assosiasi Tbk

10 MLIA Mulia Industrindo Tbk

11 TOTO Surya Toto Indonesia Tbk

12 ALKA Alaska Industrindo Tbk

13 ALMI Alumindo Light Metal Industry Tbk 14 BAJA Saranacentral Bajatama Tbk

15 BTON Beton Jaya Manunggal Tbk

16 CTBN Citra Turbindo Tbk

17 GDST Gunawan Dianjaya Steel Tbk

18 INAI Indal Aluminium Industry Tbk

19 ISSP Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk 20 JKSW Jakarta Kyoei Steel Work LTD Tbk

21 JPRS Jaya Pari Steel Tbk

29 BUDI Budi Starch and Sweetener Tbk d.h Budi Acid Jaya

30 DPNS Duta Pertiwi Nusantara

31 EKAD Ekadharma International Tbk 32 ETWA Eterindo Wahanatama Tbk 33 INCI Intan Wijaya International Tbk 34 SOBI Sorini Agro Asia Corporindo Tbk

35 SRSN Indo Acitama Tbk

36 TPIA Chandra Asri Petrochemical 37 UNIC Unggul Indah Cahaya Tbk

38 AKKU Alam Karya Unggul Tbk

39 AKPI Argha Karya Prima Industry Tbk 40 APLI Asiaplast Industries Tbk

41 BRNA Berlina Tbk

(16)

45 IPOL Indopoly Swakarsa Industry Tbk 46 SIAP Sekawan Intipratama Tbk

47 SIMA Siwani Makmur Tbk

48 TALF Tunas Alfin Tbk

49 TRST Trias Sentosa Tbk

50 YPAS Yana Prima Hasta Persada Tbk

51 CPIN Charoen Pokphand Indonesia Tbk

52 JPFA Japfa Comfeed Indonesia Tbk

53 MAIN Malindo Feedmill Tbk

54 SIPD Siearad Produce Tbk

55 SULI SLJ Global Tbk d.h Sumalindo Lestari Jaya Tbk

56 TIRT Tirta Mahakam Resources Tbk

57 ALDO Alkindo Naratama Tbk

58 DAJK Dwi Aneka Jaya Kemasindo Tbk

59 FASW Fajar Surya Wisesa Tbk

60 INKP Indah Kiat Pulp & paper Tbk 61 INRU Toba Pulp Lestari Tbk

62 KBRI Kertas Basuki Rachmat Indonesia Tbk

63 KDSI Kedaung Setia Industrial Tbk pindah dari sub sektor

64 SPMA Suparma Tbk

65 TKIM Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk

66 AMIN Ateliers Mecaniques D'Indonesie Tbk baru IPO 10-67 KRAH Grand Kartech Tbk

68 ASII Astra International Tbk

69 AUTO Astra Auto Part Tbk

70 BOLT Garuda Metalindo Tbk )baru IPO 07-Jul-2015 71 BRAM Indo Kordsa Tbk d.h Branta Mulia Tbk

72 GDYR Goodyear Indonesia Tbk

73 GJTL Gajah Tunggal Tbk

74 IMAS Indomobil Sukses International Tbk

75 INDS Indospring Tbk

76 LPIN Multi Prima Sejahtera Tbk d.h Lippo Enterprises Tbk 77 MASA Multistrada Arah Sarana Tbk

78 NIPS Nippres Tbk

79 PRAS Prima alloy steel Universal Tbk

80 SMSM Selamat Sempurna Tbk

81 ADMG Polychem Indonesia Tbk

82 ARGO Argo Pantes Tbk

83 CNTX Centex Tbk

84 ERTX Eratex Djaya Tbk

85 ESTI Ever Shine Textile Industry Tbk

86 HDTX Panasia Indo Resources Tbk d.h Panasia 87 INDR Indo Rama Synthetic Tbk

88 MYTX Apac Citra Centertex Tbk 89 PBRX Pan Brothers Tbk

(17)

92 STAR Star Petrochem Tbk 93 TFCO Tifico Fiber Indonesia Tbk

94 SRIL Sri Rejeki Isman Tbk

95 SSTM Sunson Textile Manufacturer Tbk 96 TRIS Trisula International Tbk

97 UNIT Nusantara Inti Corpora Tbk

98 BATA Sepatu Bata Tbk

99 BIMA Primarindo Asia Infrastructure Tbk 10 IKBI Sumi Indo Kabel Tbk

10 JECC Jembo Cable Company Tbk 10 KBLI KMI Wire and Cable Tbk 10 KBLM Kabelindo Murni Tbk

10 SCCO Supreme Cable Manufacturing and Commerce Tbk

10 VOKS Voksel Electric Tbk

10 PTSN Sat Nusa Persada Tbk

10 AISA Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk

10 ALTO Tri Banyan Tirta Tbk

10 CEKA Cahaya Kalbar Tbk

11 DLTA Delta Djakarta Tbk

11 ICBP Indofood CBP Sukses Makmur Tbk

11 INDF Indofood Sukses Makmur Tbk

11 MLBI Multi Bintang Indonesia Tbk

11 MYOR Mayora Indah Tbk

11 PSDN Prashida Aneka Niaga Tbk 11 ROTI Nippon Indosari Corporindo Tbk

11 SKBM Sekar Bumi Tbk

11 SKLT Sekar Laut Tbk

11 STTP Siantar Top Tbk

12 ULTJ Ultrajaya Milk Industry and Trading Company Tbk

12 GGRM Gudang Garam Tbk

12 HMSP Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk

12 RMBA Bentoel International Investama Tbk 12 WIIM Wismilak Inti Makmur Tbk

12 DVLA Darya Varia Laboratoria Tbk

12 INAF Indofarma Tbk

12 KAEF Kimia Farma Tbk

12 KLBF Kalbe Farma Tbk

12 MERK Merck Tbk

13 PYFA Pyridam Farma Tbk

13 SCPI Schering Plough Indonesia Tbk

13 SIDO Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk 13 SQBI & SQBB Taisho Pharmaceutical Indonesia Tbk

13 TSPC Tempo Scan Pasific Tbk

13 ADES Akasha Wira International Tbk d.h Ades Waters 13 KINO Kino Indonesia Tbk baru IPO 11-Des-2015.

13 MBTO Martina Berto Tbk

(18)

13 TCID Mandom Indonesia Tbk 14 UNVR Unilever Indonesia Tbk 14 CINT Chitose Internasional Tbk

14 KICI Kedaung Indag Can Tbk

Referensi

Dokumen terkait

Ketua Presidium Indonesian Police Watch (IPW), Neta S Pane mendesak Kapolri Jenderal Sutarman untuk menindaklanjuti laporan dari Ketua Pembina Yayasan Pendidikan

Desain otomasi ini terdiri dari sensor Passive Infrared Receiver (PIR) yang berfungsi sebagai pendeteksi aktivitas manusia, sensor Light Dependent Resistor (LDR)

Jl. Rasuna Said Kav. Permasalahan yang muncul adalah bagaimana implementasi mekanisme pemberian hukuman disiplin pegawai dan bentuk pemulihan bagi seorang pegawai

Penyelesaian sengketa dalam hubungan hukum perjanjian asuransi pada perasuransian syariah, dapat ditempuh penyelesaian melalui pengadilan (litigasi), atau penyelesaian

Dari hasil pemetaan dengan cara pengambilan titik koordinat pada kuadran tiap spesies mangrove di tiga stasiun penelitian di Kelurahan Tongkaina, yaitu dengan

Jadi kiai adalah sebagai seorang da’i dan santri sebagai mad’unya ketika kiainya sedang menyampaikan pelajarannya baik itu pelajaran dalam bentuk lisan, tulisan atau

Penelitian ini mendasarkan pendapat dalam literatur analis keuangan yang fokus utamanya adalah pada book-tax differences dimana laba fiskal lebih besar dibanding laba akuntansi

Langkah-langkah penelitian dan pengembangan pada penelitian ini dapat ditunjukkan pada gambar bagan berikut ini. Gambar 3.1 Bagan Penelitian.. Penjelasan singkat tentang