PENGEBORAN MINYAK BUMI DI LEPAS PANTAI

Teks penuh

(1)

WAWASAN SOSIAL BUDAYA MARITIM

A. Pengantar

Dewasa ini tanpa kita sadari kehidupan kita tidak luput dari minyak bumi. Pernahkah kita berpikir darimana asal plastik, PVC, dan tupperware yang digunakan untuk perabotan rumah tangga ? Itu merupakan hasil dari pengolahan sisa minyak bumi. Petroleum berasal dari kata petra yang berarti batuan dan oleum yang berarti minyak. Maka secara kosakata petroleum berarti minyak batuan, dengn kata lain berarti minyak yang berada di dalam batuan. Ada beberapa hal yang menarik tentang minyak bumi yaitu minyak bumi terdiri atas beberapa teori yaitu teori anorganik dan organik, cadangan minyak dunia kebanyakan adalah minyak unconventional, minyak bumi paling banyak diproduksi menjadi bensin dan minyak bumi menjadi sumber utama energi di dunia.1

Indonesia dikenal sebagai negara yang kaya akan cadangan minyak. Beberapa kota di indonesia pun dikenal sebagai kota minyak akibat menjadi tempat pengumpulan dan pengolahan minyak. Salah satu kota minyak yang kini semakin berkembang adalah kota balikpapan yang berada di pulau kalimantan. Perkembangan pesat kota balikpapan, tentu dikarenakan kekayaan alamnya berupa minyak bumi. Perekonomian balikpapan sendiri berjalan dengan baik. Balikpapan pun akan semakin mengukuhkan posisinya sebagai kota minyak dengan pengembangan kilang dari Pertamina. Banyaknya penduduk yang berasal dari luar kalimantan menunjukkkan bahwa balikpapan memiliki potensi yang besar untuk menjadi kota yang menjanjikan.2

1 Syuhada, Gugus, 2012, dalam http://beberapa hal menarik tentang minyak bumi.wordpress.com (diakses pada hari senin, 20 November 2017).

2 Defanto, Hafizh, 2017, dalam http://balikpapan, kota minyak di ujung pulau kalimantan.blogspot.com (diakses pada hari senin, 20 November 2017).

Nama : Yohanes Yoseph Deo NIM : H031 17 1504

Topik : Pengeboran Minyak Bumi

Judul : Pengeboran Minyak Bumi di Lepas Pantai Kota

(2)

Minyak bumi sebagai sumber energi utama untuk industri, transportasi dan rumah tangga dan sumber devisa bagi negara. Pengeboran merupakan bagian proses yang membutuhkan biaya paling banyak selama proses eksplorasi minyak bumi. Pengeboran di masa depan akan semakin dalam menembus perut bumi untuk mencari ladang minyak bumi baru. Masalah utama yang akan dihadapi adalah mengantisipasi tekanan yang sangat besar dan temperatur yang sangat tinggi. Tekanan dan temperatur di dalam perut bumi diantisipasi dengan memanfaatkan konsep hidrolik dalam pengeboran minyak bumi.3

Sekarang keberadaan energi merupakan hal yang penting dan tidak bisa dilepaskan dari kehidupan manusia. Kondisi sumberdaya energi yang semakin berkurang sedangkan populasi penduduk terus mengalami peningkatan mengakibatkan kelangkaan energi yang terjadi seperti sekarang ini. Tidak bisa dipungkiri lagi, bahwa minyak bumi merupakan energi utama yang berperan penting dalam menopang keberlangsungan kegiatan industri baik dalam skala kecil ataupun besar. Untuk mengatasi masalah ini harus dilakukan penghematan dalam penggunaan energi, mencari sumber energi alternatif serta melakukan kegiatan eksplorasi untuk menemukan cadangan minyak dan gas bumi yang baru. Pada dasarnya sumber energi dapat dibedakan menjadi 2 yaitu energi konvensional dan unkonvensional. Energi konvensional merupakan sumber energi yang jika habis tidak dapat diperbaharui lagi seperti minyak bumi, batubara dan mineral logam lainnya, sedangkan energi unkonvensional merupakan sumber energi yang dapat diperbaharui seperti matahari, air, angin dan biogas.4

Dalam penulisan ini ada beberapa rumusan masalah yaitu dampak yang ditimbulkan dari pengeboran minyak bumi, dan pengaruh yang ditimbulkan dari menipisnya cadangan minyak bumi serta dampak yang ditimbulkan dari penggunaan minyak bumi.

3 Muhajir, Khairul, 2012, Analisa Perbandingan Pengukuran Tekanan Annulus Teori dan Langsung Pada Proses Pengeboran Minyak Bumi, Jurnal Teknologi Technoscientia Vol.4 No.2 ISSN: 1979-8415

(3)

Adapun tujuan penulisan yaitu untuk mengetahui bahwa semakin menipisnya cadangan minyak, mengetahui kegunaan minyak bumi bagi kehidupan manusia, dan juga mengetahui dampak yang ditimbulkan dari penggunaan minyak bumi.

B. Metode Penulisan

Penulisan ini didasarkan pada beberapa referensi yang diperoleh melalui pustaka dan informasi yang diperoleh didapatkan pada beberapa artikel dan jurnal yang diambil dari internet. Metode yang digunakan yaitu dengan cara membaca dan menulis.

C. Pembahasan

Peningkatan kebutuhan minyak bumi yang tidak diimbangi dengan peningkatan produksinya menyebabkan Indonesia terancam krisis energi. Penurunan cadangan minyak disebabkan oleh dua faktor utama yaitu eksploitasi minyak selama bertahun-tahun dan minimnya eksplorasi atau surveigeologi untuk menemukan cadangan minyak terbaru. Tanpa difokuskan eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi terutama di wilayah lepas pantai pulau kalimantan yang kaya minyak dan gas bumi,diperkirakan ±14 tahun lagi Indonesia menjadi negara total pengimpor minyak. Untuk memperlambat Indonesia menjadi net oil importer country, perlu ditingkatkan jumlah cadanganminyak

(oil reserve) yang tersimpan di cekungan minyak (oil basin) yang berada pada kedalamanbeberapa ribu meter di bawah permukaan bumi (subsurface), peningkatan kegiatan hulu (upstreamoil activity) yang terdiri dari penyelidikan umum, penelitian, pemetaan, eksplorasi dan eksploitasi,yang dilakukan baik pada kawasan daratan

(4)

salah satu pasal yang mengatur kewenangan daerah dalam pengelolaan wilayah perairan.Dalam Pasal 10 disebutkan bahwa “daerah Provinsi berwenang mengelola wilayah laut sejauh 12 mil diukur dari garis pantai, sementara Daerah Kabupaten dan Kota berwenang mengelolawilayah laut sepertiga dari batas kewenangan Propinsi atau sejauh 4 mil laut”. Dengan demikian dipersepsikan bahwa di luar 12 mil tersebut merupakan kewenangan Pemerintah Pusat.4

Pengeboran minyak bumi di laut menyebabkan terjadinya pencemaran laut. Pada umumnya, pengeboran minyak bumi di laut menyebabkan terjadinya peledakan (blow aut) di sumur minyak. Ledakan ini mengakibatkan semburan minyak ke lokasi sekitar laut, sehingga menimbulkan pencemaran. Contohnya, ledakan anjungan minyak yang terjadi di teluk meksiko sekitar 80 kilometer dari Pantai Louisiana pada 22 April 2010. Pencemaran laut yang diakibatkan oleh pengeboran minyak di lepas pantai itu dikelola perusahaan minyak British Petroleum (BP). Ledakan itu memompa minyak mentah 8.000 barel atau 336.000 galon minyak ke perairan di sekitarnya. Tumpahan minyak di laut berasal dari kecelakaan kapal tanker. Contohnya tumpahan minyak terbesar yang terjadi pada tahun 2006 di lepas pantai Libanon. Selain itu, terjadi kecelakaan Prestige

pada tahun 2002 di lepas pantai Spanyol.Bencana alam seperti badai atau banjir juga dapat menyebabkan tumpahan minyak. Sebagai contoh pada tahun 2007, banjir di

Kansas menyebabkan lebih dari 40.000 galon minyak mentah dari kilang tumpah ke

perairan itu yang terendam dalam laut yang tercemar limbah minyak bumi. Akibat yang ditimbulkan dari terjadinya pencemaran minyak bumi di laut adalah:

1. Rusaknya estetika pantai akibat bau dari material minyak. Residu berwarna gelap yang terdampar di pantai akan menutupi batuan, pasir, tumbuhan dan hewan. Gumpalan tar yang terbentuk dalam proses pelapukan minyak akan hanyut dan terdampar di pantai.

(5)

3. Pertumbuhan fitoplankton laut akan terhambat akibat keberadaan senyawa beracun dalam komponen minyak bumi, juga senyawa beracun yang terbentuk dari proses biodegradasi. Jika jumlah pitoplankton menurun, maka populasi

ikan, udang, dan kerang juga akan menurun. Padahal hewan-hewan tersebut dibutuhkan manusia karena memiliki nilai ekonomi dan kandungan protein yang tinggi.

4. Penurunan populasi alga dan protozoa akibat kontak dengan racun slick (lapisan minyak di permukaan air). Selain itu, terjadi kematian burung-burung laut. Hal ini dikarenakan slick membuat permukaan laut lebih tenang dan menarik burung untuk hinggap di atasnya ataupun menyelam mencari makanan. Saat kontak dengan minyak, terjadi peresapan minyak ke dalam bulu dan merusak sistem kekedapan air dan isolasi, sehingga burung akan kedinginan yang pada akhirnya mati.

D. Penutup

Peningkatan kebutuhan minyak bumi yang tidak diimbangi dengan peningkatan produksinya menyebabkan Indonesia terancam krisis energi. Penurunan cadangan minyak disebabkan oleh dua faktor utama yaitu eksploitasi minyak selama bertahun-tahun dan minimnya eksplorasi atau surveigeologi untuk menemukan cadangan minyak terbaru. Tanpa difokuskan eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi terutama di wilayah lepas pantai pulau kalimantan yang kaya minyak dan gas bumi, diperkirakan ±14 tahun lagi Indonesia menjadi negara total pengimpor minyak.

Pengeboran minyak bumi di laut menyebabkan terjadinya pencemaran laut. Pada umumnya, pengeboran minyak bumi di laut menyebabkan terjadinya peledakan (blow aut) di sumur minyak. Ledakan ini mengakibatkan semburan minyak ke lokasi sekitar laut, sehingga menimbulkan pencemaran.

(6)

Dari pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa peningkatan kebutuhan minyak bumi yang tidak diimbangi dengan peningkatan produksinya mengakibatkan indonesia terancam krisis energi dan akibat yang ditimbulkan yaitu rusaknya estetika pantai, kerusakan biologis dan senyawa beracun dalam komponen minyak bumi mengakibatkan penurunan populasi alga dan protozoa.

Oleh karena itu ada beberapa cara yang digunakan untuk mengatasi pengeboran dan pencemaran minyak bumi yaitu dengan mengurangi pengeboran dan pemerintah dapat dengan tegas menindak perusahaan yang melakukan pengeboran dan mengakibatkan pencemaran dilepas pantai

E. Daftar Pustaka

Muhajir, Khairul, 2012, Analisa Perbandingan Pengukuran Tekanan Annulus Teori dan Langsung Pada Proses Pengeboran Minyak Bumi, Jurnal Teknologi Technoscientia Vol.4 No.2 ISSN: 1979-8415

Rusin, Alfy, 2015, Jurnal Teknologi Minyak dan Gas Bumi Vol. 9 No. 3 ISSN: 2088-7590

Syuhada, Gugus, 2012, dalam http://beberapa hal menarik tentang minyak bumi.wordpress.com (diakses pada hari senin, 20 November 2017).

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...