Kunjungi Sumsel, Dirjen
PHU Buka Jamarah dan
FOTO KEGIATAN
Kakanwil Kemenag Sumsel Dr.
Drs.H. Mukhlisuddin, SH.MA
mendampingi Dirjen PHU
Prof.H.Nizar Ali,M.Ag saat
Membuka
Jamarah Angkatan II diThe Zuri Hotel Palembang, Jumat (9/10).
Kakanwil Kemenag Sumsel
Dr. Drs.H. Mukhlisuddin, SH.MA
menyampaikan materi pada
Acara
Jamarah Angkatan I di The Zuri Hotel Palembang, Jumat(8/10).
Kanwil Kemenag Sumsel
Dr.Drs.H.Mukhjlisuddin,SH.MA membuka
kegiatan penyusunan anggaran tahun 2021
dengan menggunakan aplikasi SAKTI (sistem
aplikasi keuangan tingkat instansi) di Hotel
The Zuri, Palembang, 22-24 Oktober 2020.
Kakanwil Kemenag Sumsel Dr. Drs. H.
Mukhlisuddin SH, MA membuka secara
resmi Kegiatan Bimbingan Teknis Penguatan
Kompetensi Penceramah Agama Angkatan II di
Penanggung Jawab
Dr.Drs.H.MUkhlisuddin,SH,MA
Redaktur
H. Abadil
Penyunting/Editor
H. Saefudin
H.M.Akhfasyi
Hendarwan
Miftachul Jannah
Nailul Husni
Abdul Qudus Fitriansyah
Desain Grafis
Untung Surapati
M. Yusri
Nana Yunita
Photografer
Anisa Alamanda
Ahmad Idrus
Sekkretariat/Reporter
Andi
Wydiastari
Rubiya
Pembuat Artikel
Agus Landia
A lamat Redaksi
Kanwil Kemenag Sumsel
Jln. Ade Irma Nasution
Tlp. 351668-378607-322291
Fax (0711) 378607
PALEMBANG 30129
Santri Berjuang Ditengah
Pandemi
M
engusung tema Santr iSehat In-donesia Kuat ,peringatan hari santri tahun ini mengedepank-an prinsip kesederhmengedepank-anamengedepank-an, kekhid-matan dengan tetap berpedoman pada protocol Kesehatan dalam rangka pen-gendalian dan pencegahan covid-19Santri merupakan etalase peradaban dunia di era serba digi-tal saat ini. Cerminan wajah Islam Wasathiyah, Islam yang ramah dan rahmah, ada di pundak mereka. Terma-suk ilmu untuk menghadapi era indus-tri 4.0. Sanindus-tri harus mampu menjadi pelopor perjalanan peradaban. Meski-pun dalam situasi pandemic, peringa-tan hari santri 2020 tetap bias digelar.
Seluruh pelaksanaan perin-gatan Hari Santri 2020 disesuaikan dengan kemampuan m a s i n g - m a s i n g dengan mengede-pankan prin-sip-prinsip kes-ederhanaan dan k e k h i d m a t a n , dengan tetap
berpe-doman pada Protokol Kesehatan da-lam rangka pengendalian dan pence-gahan covid-19.
Beberapa pesantren bahkan berhasil melakukan upaya pencega-han, pengendalian, dan penanganan dampak pandemic covid-19 menja-di bukti nyata bahwa pesantren juga memiliki kemampuan ditengah ket-erbatasan fasilitas yang dimilikinya. Modal utamanya adalah tradisi ke-disiplinan yang selama ini diajarkan kepada para santri, keteladanan dan sifat kehati-hatian Kiai dan Pimpinan Pesantren. Hari santri 2020 ditengah pandemic menjadi topic kita di edisi Rukun Umat kali ini.
Kanwil Kemenag Sumsel memperingati hari santri dengan menggelar istighosah dan tausiyah kebangsaan di Mushola Kanwil Ke-menag Sumsel yang digelar terbatas dan sesuai protocol Kesehatan.
Adapula informasi kunjungan stafk husus Menteri Agama dan
Dir-jenBimas Buddha kunjungi Kemenag Sumsel warna warni informasi
ter-kait kemenag sumsel kita had-irkan, memang porsi berita
daerah tidak begitu banyak kami hadirkan pada edisi
kali ini.
LIPUTAN UTAMA
Kunjungi Sumsel, Dirjen PHU Buka
Jamarah dan Tinjau PLHUT
D
irektur Jenderal (Dirjen) Penye-lenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag RI Prof. Dr. H. Nizar Ali M.Ag membuka kegiatan Jagong Masalah Kegiatan ini diikuti 50 peserta yang terdiri d ari para Kepala Kantor Kemenag Ka-bupaten/Kota, Kepala KUA, utusan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU), calon jamaah haji, dan pegawai Kanwil Kemenag Sumsel. Kakanwil Kemenag Sumsel Dr. Drs. H. Mukhlisuddin SH, MA dalam sam-butannya mengaku sangat bersyukur karena Allah SWT emberikan yang terbaik dengan kehadiran Dirjen PHU sekaligus PLT. Sekjen Kemenag RI. Ke-sempatan seperti ini tidaklah mudah. “Ini adalah pemberian atau anugerah dari Allah SWT. Kami sa-dar dengan jabatan sebagai Dirjen sekaligus Sekjen, tentu Bapak Prof. Nizar sangat sibuk dengan berag-am kegiatan yang padat. Karenan-ya, kami sangat senang dan gembi-ra Pak Dirjen menyempatkan diri untuk datang,” tutur Mukhlisuddin.“Kami warga Kemenag Sum-sel, dalam kesempatan ini mohon kiranya Pak Dirjen membimbing kami dalam upaya membangun kehidupan keagamaan di Sumsel. Baik dalam ke-giatan fisik maupun non fisik. Kami doakan semoga Bap ak senantiasa sukses dan sehat,” jelas Mukhlisuddin.
Dirjen PHU Prof. Dr. H. Nizar Ali M.Ag dalam arahannya Prof. Nizar mengatakan bahwa progres penye-lenggaraan dan pelayanan haji Indo-nesia sudah luar biasa. Namun sayang pada 2020 jamaah batal diberang-katkan. “Indeks kepuasan pelayanan haji itu sudah 85,9 %. Sisanya 14,1 % menjadi PR kita untuk memper-baiki pada tahun 2021,” jelasnya. Pada kesempatan itu, Nizar juga menyampaikan beberapa skema pemberangkatan jemaah haji musim haji 2021 / 1442 Hijriah. Opsi perta-ma adalah apabila pandemi covid-19 sudah berakhir maka kuota haji akan kembali normal, yaitu jemaah yang batal berangkat pada tahun ini akan diberangkatkan tahun 2021.
Sedangkan, untuk jemaah yang semula dijadwalkan berangkat tahun 2021 akan mundur ke tahun berikut-nya. Kecuali, jika tahun depan Indo-nesia mendapatkan tambahan kuota. “Opsi kedua adalah jika pandemi covid-19 belum berakhir namun vak-sinnya sudah tersedia maka ibadah haji tetap dilaksanakan. Sedangkan opsi terakhir jika wabah covid ini be-lum hilang dan vaksin bebe-lum ditemu-kan maka dalam situasi demikian, ke-mungkinan pemberangkatan jemaah haji terpaksa ditunda lagi,” jelasnya.
Nizar berharap Kanwil dan Kemenag Kabupaten/Kota memper-siapkan diri menyambut musim haji
2021 semaksimal mungkin. “Ma-nasik sepanjang tahun terus dilak-sanakan. Silahkan dikonsolidasikan dan dikonsultasikan, bagaimana teknisnya. Apakah cukup dengan menerapkan protokol kesehatan. Selain itu, gencarkan sistem digital-isasi melalui video dan audio visual.
Itu lebih bagus. Ditambah alat-alat seperti buku manasik dan lainnya, sehingga lebih efektif. Mumpung wak-tunya cukup panjang,” beber Nizar. Usai membuka kegiatan Jamarah, Dirjen PHU menyempatkan diri un-tuk memberikan materi pada ke-giatan konsultasi, pembahasan, dan penyusunan RKA-KL Bidang PHU di tempat yang sama. Setelah itu, Dirjen PHU didampingi Kakan-wil dan rombongan menyempatkan diri untuk meninjau progress pem-bangunan gedung Pusat Layanan Haji dan Umrah Terpadu (PLHUT) Kemenag Kota Palembang. (quds)
“Ini adalah pemberian
atau anugerah dari Allah
SWT. Kami sadar dengan
jabatan sebagai Dirjen
sekaligus Sekjen, tentu
Bapak Prof. Nizar
san-gat sibuk dengan
berag-am kegiatan yang padat.
Karenanya, kami sangat
senang dan gembira Pak
Dirjen menyempatkan
diri untuk datang,” tutur
Mukhlisuddin.
LIPUTAN UTAMA
Dirjen PHU Beri Kabar Gembira
Penyelenggara Umrah
D
irektur Jenderal Penyeleng-garaan Haji dan Umrah (Dir-jen PHU) Kemenag RI Prof. Dr. H. Nizar Ali M.Ag memberikan pembinaan kepada Forum Kelom-pok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Sumsel di RM Sri Melayu Palembang, Jumat (9/10). Dalam kesempatan tersebut, Ni zar optimis dalam waktu dekat In-donesia akan kembali bisa mem-berangkatkan jamaah umrah. Menurut Nizar, Saudi memang tel-ah memberikan izin penyeleng-garaan umrah secara bertahap.Ada tiga tahap yang diren-canakan. Pertama, mengizinkan war-ga newar-gara Saudi dan ekspatriat yang tinggal di Saudi (mukimin) menun-aikan ibadah umrah mulai 4 Oktober 2020. Izin ini hanya untuk 30 persen dari kapasitas Masjidil Haram sesuai hitungan protokol pencegahan penye-baran Covid-19, yakni 6.000 jemaah umrah per hari. “Alhamdulillah tanggal 4 Oktober kemarin sudah bisa dilak-sanakan sesuai rencana. Umrah ber-jalan sangat baik dan rapi, sesuai den-gan protokol kesehatan,” tutur Nizar. Kedua, mengizinkan ibadah umrah dan shalat di Masjidil Haram bagi warga negara Saudi dan ekspa-triat mulai 18 Oktober 2020. Jum-lahnya bertambah menjadi 75 persen dari kapasitas Masjidil Haram sesuai hitungan protokol tindakan pencega-han, atau 15.000 jemaah umrah per hari dan 40.000 jemaah shalat per hari. “Ketiga, mengizinkan ibadah umrah dan shalat bagi warga Saudi, ekspatri-at dan warga dari luar kerajaan. Ren-cananya, mekanisme ini akan dimulai pada 1 November 2020. Pada tahap tersebut, Masjidil Haram diharap-kan dapat menampung 100 persen sesuai hitungan protokol tindakan pencegahan, yaitu 20.000 jemaah umrah per hari dan 60.000 jemaah
shalat per hari. Kita masih menung-gu penmenung-gumuman dari Kementerian Kesehatan Saudi Arabia, negara mana saja yang boleh masuk. Semoga Indo-nesia termasuk yang diizinkan untuk memberangkatkan jemaah umrah.
Peluang itu cukup terbu-ka, mengingat sejak 15 September lalu, penerbangan dari Indonesia menuju Jeddah sudah diizinkan se-banyak tiga kali per hari,” bebernya.
Sementara itu, Ketua Forum Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Sumsel H. Is-mail Umar mengaku sangat senang bisa bersilaturahim dengan Dirjen PHU dan warga Kemenag. Menurut Ismail, KBIHU di Sumsel berjum-lah lebih kurang 51 dan rata-rata pembimbingnya sudah disertifikasi. “Kita sudah bekerjasama dengan UIN dan Kemenag Sumsel untuk melak-sanakan kegiatan sertifikasi pem-bimbing ibadah. Kerjasama ini akan terus dilanjutkan dan akan kita per-luas sampai ke daerah,” janji Ismail. Kakanwil Kemenag Sumsel Dr. Drs. H. Mukhlisuddin SH, MA menambah-kan, Kemenag dan KBIHU merupakan mitra penting. Karenanya, selagi ada
kesempatan, Kemenag dan KBIHU ha-rus saling membantu dalam melaku-kan pembinaan terhadap masyarakat. “Mari kita jalankan tugas dan per-an kita masing-masing dengper-an se-baik mungkin. Mari saling tolong, saling bantu. Jangan cemari citra dan marwah kita dengan melaku-kan hal-hal yang kurang etis. Insya Allah, Allah SWT berikan yang ter-baik untuk hamba-Nya. Mari terus bersinergi dan bekerjasama agar kualitas pelayanan terhadap mas-yarakat, terutama terkait ibadah haji dan umrah semakin mening-kat,” tutur Mukhlisuddin. (quds)
LIPUTAN UTAMA
K
akanwil Kemenag Sumsel Dr. Drs. H. Mukhlisuddin SH, MA membuka secara resmi kegia-tan Jagong Masalah Haji dan Umrah (Jamarah) Angkatan I di The Zuri Ho-tel Palembang, Kamis (8/10) siang. Kegiatan ini diikuti 50 peserta dari 17 kabupaten/kota se-Sumsel.Kakanwil dalam arahannya menjelaskan, kegiatan ini merupakan wadah untuk mendiskusikan semua permasalahan pada pelaksanaan haji dan umrah. Hal ini menjadi momen-tum yang tepat untuk mengevaluasi kekurangan pada pelayanan terhadap para jamaah haji terdahulu dan men-cari solusi terbaik untuk meningkat-kan pelayanan kepada jamaah haji di masa mendatang.
“Pemerintah sebagai penang-gung jawab pelaksana penyelengga-raan ibadah haji senantiasa berupaya dengan sungguh-sungguh untuk terus melakukan inovasi. Sehingga semua aspek penyelenggaraan dapat disempurnakan sesuai tuntutan mas-yarakat, khususnya para jamaah haji,” jelas Mukhlisuddin.
Pada kesempatan itu, dia juga menyampaikan kepada para peser-ta agar tidak mengecilkan hati mas-yarakat terkait tidak adanya pem-berangkatan jamaah haji pada tahun 2020 ini. “Terus berikan semangat kepada calon jamaah haji, jangan buat mereka putus asa atau kece-wa. Selamat mengikuti acara jagong. Semoga berhasil dan berdayaguna. Layanilah masyarakat dengan cara baik, dengan cara proporsional. Se-hingga orang akan bahagia dengan keberadaan kita. Layanilah dengan profesional sesuai profesi kita mas-ing-masing,” tuntasnya.
Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah H. Armet Dachil SH dalam laporannya menuturkan, kegiatan ini diikuti berjumlah 50 peserta.
Rincian-nya, 17 Kepala Seksi PHU dari Kanke-menag Kabupaten/Kota se-Sumsel, Pembimbing KBIHU (kelompok bimb-ingan ibadah haji dan umrah) seban-yak tiga orang, calon jamaah haji sebanyak enam orang, dan pegawai Kanwil Kemenag Sumsel sebanyak 15 orang.
“Kegiatan digelar selama satu hari dengan menghadirkan narasumber dua pejabat Kemenag RI dan satu pe-jabat Kemenag Sumsel. Adapun ma-teri yang disampaikan adalah Penye-lenggaraan Haji dan Umrah Provinsi Sumatera Selatan, Kebijakan
Penye-Kakanwil Sumsel Buka Jamarah
Angkatan I
lenggaraan Ibadah Haji dan Umrah, serta Kebijakan Realokasi Anggaran Program Penyelenggaraan Haji dan Umrah Tahun 1442 H / 2021 M,” jelas Armet. (quds)
“Pemerintah sebagai penanggung jawab pelaksana
penyelengga-raan ibadah haji senantiasa berupaya dengan sungguh-sungguh
untuk terus melakukan inovasi. Sehingga semua aspek
penyelenggaraan dapat disempurnakan sesuai tuntutan
LIPUTAN UTAMA
Kakanwil Ajak Forum KBIHU Tingkatkan
Peran
K
akanwil Kemenag Sumsel Dr. Drs. H. Mukhlisuddin SH, MA menerima audiensi pengurus Forum Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Sumsel di Ruang Kakanwil, Kamis (8/10) siang. Pada kesempatan tersebut, Kakanwil mengajak Forum KBIHU untuk lebih meningkatkan peran dalam membina dan melayani masyarakat.“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain. Ke-beradaan Kemenag da n KBIHU hen-daknya dapat lebih terasa manfaatnya bagi masyarakat. Mari terus bersin-ergi dan bekerjasama agar kualitas pelayanan terhadap masyarakat, ter-utama terkait ibadah haji dan umrah semakin meningkat. Mari kita niat-kan eksistensi kita untuk membantu orang lain. Insya Allah akan diberka-hi. Jangan sampai gara-gara kita jus-tru masyarakat menjadi susah,” jelas Mukhlisuddin.
Dia menambahkan, Kemenag dan KBIHU merupakan mitra penting. Karenanya, selagi ada kesempatan,
Kemenag dan KBIHU harus saling membantu dalam melakukan pembi-naan terhadap masyarakat.
“Segala sesuatu pasti akan berakhir. Untuk itu, mari kita jalankan tugas dan peran kita masing-masing den-gan sebaik mungkin. Mari saling to-long, saling bantu. Jangan cemari citra dan marwah kita dengan melakukan hal-hal yang kurang etis. Insya Allah, Allah SWT berikan yang terbaik un-tuk hamba-Nya. Saya berterima kasih karena sudah bersedia berkunjung dan mohon doa semoga bisa men-jalankan amanah sebagai Kakanwil dengan sukses. Tidak ada masalah dan tetap selamat hingga pensiun,” tutur Mukhlisuddin.
Ketua Forum KBIHU Sumsel H. Ismail Umar menuturkan, maksud kedatan-gan mereka adalah untuk silaturahim sekaligus mohon petunjuk dan bimb-ingan Kakanwil. Menurutnya, Keme-nag Sumsel dan Forum KBIHU selama ini sudah menjalin koordinasi yang baik.
“Salah satunya Forum KBIHU
beker-jasama dengan UIN dan Kemenag Sumsel telah mengadakan sertifikasi mandiri untuk pembimbing ibadah. Dan insya Allah program ini akan ter-us kita adakan, lagi dan lagi. Besok kami mengundang Pak Kakanwil un-tuk jadi salah satu pemateri pada ke-giatan pembinaan KBIHU,” tuturnya. (quds)
FOKUS BERITA
Kakanwil Sumsel Dampingi Gubernur
Hadiri Puncak Peringatan Hari Santri
K
akanwil Kemenag Sumsel Dr. Drs. H. Mukhlisuddin SH, MA mendampingi Gubernur Sumsel H. Herman Deru SH, MM menghadiri puncak peringatan Hari Santri Nasional 2020 di Kampus 3 Pondok Pesantren Muqimus Sunnah, Talang Kelapa, Banyuasin, Kamis (22/20). Kegiatan ini juga dihadiri Ketua PWNU Sumsel KH. Amiruddin Nachrawi, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumsel Hari Widodo, Mudir Pesantren Muqimus Sunnah KH. Husni Thamrin Yunus, serta para pejabat eselon III Lingkungan Kanwil Kemenag Sumsel.Ketua Panitia Peringatan Hari Santri Sumatera Selatan Tahun 2020 Dr. Hj. Izzah Zen Syukri M.Pd menuturkan, peringatan hari santri di Sumsel tahun ini memang diisi dengan berbagai rangkaian kegiatan, seperti Khotmul Quran dan webinar. “Puncaknya adalah hari ini dengan diisi Tausiyah Kebangsaan oleh KH. Achmad Chalwani Nawawi. Terima
kasih Bapak Gubernur, Bapak Kakanwil, dan semua pihak yang mendukung sehingga kegiatan ini dapat terlaksana,” ujar Izzah.
Kakanwil Kemenag Sumsel Dr. Drs. H. Mukhlisuddin SH, MA dalam sambutannya mengajak untuk mengi si peringatan hari santri dengan banyak bersyukur kepada Allah SWT. Dia juga mengajak untuk meneladani Nabi Muhammad SAW dalam segala aspek kehidupan. “Kita harus banyak bersyukur. Termasuk hari ini, meski di tengah Pandemi Covid-19 kita masih bisa menggelar peringatan hari santri. Selain itu, kita tahu Bapak Gubernur sangat sibuk, namun ternyata bisa hadir di tengah-tengah kita semua. Ini suatu hal yang harus disyukuri. Terima kasih Bapak Gubernur, terima kasih para pengasuh pondok pesantren, dan terima kasih para santri,” tutur Mukhlisuddin.
Sementara itu, Gubernur Sumsel H. Herman Deru SH, MM dalam sambutannya mengucapkan
“Puncaknya adalah
hari ini dengan diisi
Tausiyah Kebangsaan
oleh KH. Ach mad
Chalwani Nawawi.
Terima kasih Bapak
Gubernur, Bapak
Kakanwil, dan
semua pihak yang
mendukung sehingga
kegiatan ini dapat
terlaksana,” ujar Izzah.
FOKUS BERITA
Selamat Hari Santri Nasional 2020. Menurut Deru, peringatan hari santri mengandung nilai yang luar biasa, meskipun ujian yang dialami bangsa ini juga luar biasa.
“Berapa banyak pondok pesantren yang harus mengembalikan santrinya karena wabah Covid-19. Untungnya pandemi ini datang di era teknologi internet. Bisa dibayangkan bagaimana seandainya pandemi ini datang saat kita belum kenal internet. Tidak akan ada yang bisa beraktivitas. Tidak ada work from home (WFH), tidak ada study from home (SFH). Ini adalah karena kebesaran Allah SWT. Jadi kita harus terus bersyukur,” jelas Deru.
Dia menambahkan, lepas atau terbebas dari bencana juga merupakan hal yang harus disyukuri. Tahun ini tidak ada kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Sumsel. Ini merupakan rahmat dari Allah SWT. “Seringkali kalau terjadi bencana, kita baru ingat. Nah saat ini tidak ada bencana Karhutla, harusnya kita syukuri. Jangan saat kemarau saja kita istisqo dan doa bersama. Giliran tidak ada bencana, kita lupa. Saya minta PWNU Sumsel agar buat acara syukuran karena lepas dari Karhutla,” pesan Deru.
Pada kesempatan itu, Deru juga mengucapkan terima kasih kepada panitia hari santri. Meskipun puncak peringatan hari santri digelar cukup besar dan meriah, namun tetap memperhatikan protokol kesehatan. “Sebagai bentuk apresiasi, untuk Pesantren Muqimus Sunnah saya berikan satu mobil operasional,” tutur Deru. (quds)
Peringati Hari Santri,
Kemenag Sumsel Gelar
Istighasah dan Tausiyah
Kebangsaan
K
antor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi SumateraSelatan mengisi peringatan Hari Santri dengan menggelar Istighasah dan Tausiyah Kebangsaan di Musolla al Ikhlas Kanwil Kemenag Sumsel, Kamis (22/10). Kegiatan ini dihadiri Kakanwil Kemenag Sumsel Dr. Drs. H. Mukhlisuddin SH, MA, Kepala Bagian Tata Usaha H. Abadil S.Ag, M.Si, para Kepala Bidang dan Pembimas, Kakankemenag Kota Palembang H. Deni Priansyah S.Ag, M.Pd.I, Ketua Baznas Provinsi Sumsel Drs. H. Najib Haitami, MM, Ketua dan Anggota Dharma Wanita Kanwil Kemenag Sumsel, para Kasubbag dan Kasi Kanwil Kemenag Sumsel. Hadir juga secara virtual para Kepala Kantor Kemenag Kabupaten/ Kota se-Sumsel dan sejumlah pimpinan Pondok Pesantren di Sumsel.
Kakanwil Kemenag Sumsel Dr. Drs. H. Mukhlisuddin SH, MA menuturkan, pesantren yang tumbuh dan berkembang di masyarakat dengan kekhasannya telah terbukti berkontribusi melahirkan insan beriman yang berkarakter, cinta tanah air dan berkemajuan. Kaum sarungan itu juga terbukti memiliki kontribusi nyata dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia, pergerakan kebangsaan, maupun pembangunan nasional.
“Pesantren secara nyata telah berperan penting dalam membentuk, mendirikan, membangun, dan menjaga negara kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, baik melalui aktivitas pendidikan,
dakwah, maupun pemberdayaan masyarakat. Pertimbangan ini yang kemudian menjadi landasan filosofis mengapa negara perlu hadir untuk menjaga kekhasan dan menjamin penyelenggaraan pesantren sesuai dengan kekhasannya,” tutur Mukhlisuddin.
Dia menambahkan, Hari Santri Nasional diperingati setiap tanggal 22 Oktober berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015. Penetapan ini merujuk pada tercetusnya Resolusi Jihad yang berisi fatwa kewajiban berjihad demi mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Resolusi Jihad ini melahirkan peristiwa heroik 10 November 1945 yang kini diperingati sebagai Hari Pahlawan.
“Peringatan hari santri tahun ini secara khusus mengusung tema Santri Sehat Indonesia Kuat. Isu kesehatan diangkat berdasarkan fakta Pandemi Covid-19. Tema ini adalah jawaban dari komitmen kita bersama dalam mendorong kemandirian dan kekhasan pesantren. Jika santri dan keluarga besar pesantren sehat, bisa melewati Pandemi Covid-19 dengan baik, insya Allah negara kita juga akan kuat dan sehat,” jelas Mukhlisuddin.
Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan Islam (Pakis) Kanwil Kemenag Sumsel H. Muhammad Ali S.Ag, M.Pd.I dalam laporannya menuturkan, meski di tengah Pandemi Covid-19, peringatan Hari Santri tetap dilaksanakan. Tujuannya adalah untuk mengingat dan meneladani
FOKUS BERITA
semangat jihad para santri merebut serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia yang digelorakan para ulama. “Tema yang diusung setiap tahunnya berbeda. Para 2016 temanya adalah Dari Pesantren Untuk Indonesia, tahun berikutnya Wajah Pesantren Wajah Indonesia, kemudian pada 2018 Bersama Santri Damailah Negeri dan tahun lalu Santri Indonesia Untuk Perdamaian Dunia. Sedangkan tahun 2020 ini mengusung tema Santri Sehat Indonesia Kuat. Adapun rangkaian kegiatan peringatan Hari Santri berdasarkan edaran Menteri Agama dapat berupa upacara bendera, zikir, shalawat dan tausiyah, serta sosialisasi melalui website. Tentu saja, seremoni peringatan tetap harus mematuhi protokol Covid-19,” jelas Muhammad Ali. (quds)
K
emenag Sumsel tidak melarang pesantren-pesantren untuk memperingati hari santri. Meski demikian, seremoni peringatan hendaknya dilaksanakan secara singkat dan bermanfaat serta memperhatikan protokol pencegahan penyebaran Covid-19 dengan ketat. Demikian diungkapkan Kakanwil Kemenag Sumsel Dr. Drs. H. Mukhlisuddin SH, MA saat menerima audiensi Panitia Peringatan Hari Santri Sumatera Selatan di Ruang Kakanwil, Kamis (15/10) sore. “Silahkan peringati Hari Santri. Undanglah beberapa mudir pesantren. Isilah seremoni peringatan dengan kegiatan-kegiatan bermanfaat seperti tahlilan, istighasah, dan lain sebagainya. Kurangi terlalu banyak sambutan ataupun tarian-tarian,” pesan Mukhlisuddin.Menurut Mukhlisuddin, pandemi
Mukhlisuddin: Peringatan Hari
Santri Harus Sesuai Protokol
Covid-19
Covid-19 memang membuat gerak serba terbatas. Karenanya, pelaksanaan peringatan Hari Santri tentu tidak bisa dilaksanakan sebagaimana biasanya. “Saya kira seremonial upacara tidak perlu. Aturlah kegiatan Hari Santri dengan sebaik mungkin. Pasang baleho dan perbanyak mengingat Allah. Jangan lupa perhatikan dengan benar protokol kesehatan Covid-19. Jangan lupa izin kepada Satgas Covid-19 dan pihak kepolisian. Jangan sampai niat kita baik namun mendatangkan mudarat. Pokoknya aturlah baik-baik, sehingga kegiatan kita nanti berhasil guna, berdaya guna, dan bermanfaat guna,” tuntas Mukhlisuddin.
Sementara itu, Ketua Panitia Hari Santri Sumatera Selatan Tahun 2020 Dr. Hj. Izzah Zen Syukri M.Pd menuturkan, puncak peringatan Hari Santri akan dilaksanakan di Kampus
3 Pondok Pesantren Muqimus Sunnah, Jalan Melaburi RT 19, Kelurahan Kenten, Kecamatan Talang Kelapa, Banyuasin, pada 22 Oktober 2020. “Sejumlah kegiatan memang kita gelar sepanjang bulan Oktober. Adapun kegiatan yang sudah kita laksanakan adalah Khotmul Quran pada Rabu, 14 Oktober kemarin,” tutur Izzah. (quds)
FOKUS BERITA
Peringati Maulid Secara Virtual,
Kakanwil Ajak Teladani Nabi
Muhammad
K
akanwil Kemenag Sumsel Dr. Drs. H. Mukhlisuddin SH, MA menjadi narasumber pada Per-ingatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dilaksanakan Bank Syariah Mandiri secara virtual, Rabu (21/10) siang. Kegiatan ini disaksikan para Kepala Kantor Kemenag Kabupaten/ Kota se-Sumsel serta jajaran Bank Mandiri Syariah di beberapa kabupat-en/kota se-Sumsel.Dalam kesempatan tersebut, Mukhlisuddin mengajak untuk sen-antiasa bersyukur kepada Allah SWT serta menjadikan Nabi Muhammad SAW sebagai teladan. “Allah sela-lu memberikan kepada kita hal-hal yang membawa kepada kebaikan, ti-dak pernah membawa kepada kemu-daratan. Karenanya kita harus ber-syukur. Kalau kita bersyukur, Allah akan menambah nikmat. Namun bila kita kufur atau ingkar, azab Allah san-gat pedih,” jelasnya.
Mukhlisuddin menambahkan, Nabi Muhammad merupakan uswah atau teladan. Caranya berbicara ada-lah teladan, caranya berbuat adaada-lah teladan, caranya dalam memimpin adalah panutan, dan caranya beriba-dah juga harus dicontoh. “Ibaberiba-dah itu umum. Bukan sekadar shalat, zakat, puasa, dan haji saja. Cara kita ber-muamalah atau bertransaksi secara syariah juga merupakan bagian iba-dah. Jadi, dalam bertransaksi di per-bankan pun kita harus tetap melaku-kan sesuai dengan tuntunan Allah dan Rasulullah,” jelasnya.
Dia menuturkan, apapun yang dilakukan sesuai perintah Allah dan contoh Rasulullah akan bernilai ibadah. Segala aktivitas yang mem-berikan manfaat atau dampak positif bagi orang lain juga bernilai ibadah. “Sebaik-baik manusia adalah yang
paling bermanfaat bagi orang lain. Maka berlomba-lomba lah melakukan kebaikan. Dalam bertransaksi pun harus saling menguntungkan. Jangan sampai ada pihak yang dirugikan. In-sya Allah keberkahan menghampiri kita,” terang Mukhlisuddin.
Selain sebagai uswah, lanjut Mukhlisuddin, Nabi Muhammad hadir sebagai penerang dan penyejuk. Nabi Muhammad juga merupakan rahmat bagi seluruh alam dan penyempurna ajaran agama terdahulu. “Kalau ingin hidup senang dan bahagia, ikutilah perintah Allah, ikutilah perintah Ra-sulullah, dan beribadahlah ikhlas se-mata-mata karena Allah. Jangan seka-li-kali melakukan perbuatan haram. Yang subhat saja tidak boleh, apalagi yang haram,” tuntasnya. (quds)
“Allah selalu memberikan
ke-pada kita hal-hal yang
mem-bawa kepada kebaikan, tidak
pernah membawa kepada
kemudaratan. Karenanya
kita harus bersyukur. Kalau
kita bersyukur, Allah akan
menambah nikmat. Namun
bila kita kufur atau ingkar,
azab Allah sangat pedih,”
jelasnya.
BERITA PERISTIWA
S
taf Khusus Menteri Agama Kun-jungi Kemenag SumselStaf Khusus Menteri Agama RI Bidang Organisasi Kemasyarakatan Sosial, Keagamaan, dan Komunikasi Publik Kevin Haikal dan Kepala Biro Umum Sekretariat Jenderal Kemenag RI Yayat Supriyadi M.Si melakukan kunjungan kerja ke Kanwil Kemenag Sumsel, Kamis (15/10). Kedatangan mereka disambut Kakanwil Kemenag Sumsel Dr. Drs. H. Mukhlisuddin SH, MA beserta jajaran di Aula Kanwil Ke-menag Sumsel.
Kakanwil dalam sambutan-nya mengaku sangat senang dengan kedatangan staf khusus dan kepala biro. Mukhlisuddin yakin, pembinaan dari staf khusus dan kepala biro akan memberikan banyak manfaat bagi aparatur sipil negara (ASN) Kemenag Sumsel dalam upaya meningkatkan kinerja dan pelayanan kepada mas-yarakat.
“Alhamdulillah, meski di ten-gah pandemi Covid-19, Kemenag Sumsel terus berupaya memberikan pelayanan prima. Sebenarnya kami ingin mengundang seluruh Kepala Kankemenag Kabupaten/Kota untuk pembinaan ini, namun karena ter-kendala Covid-19, yang kita hadirkan adalah pejabat eselon III dan IV di Kanwil. Semoga pertemuan ini menja-di amal ibadah. Semoga apa yang kita cita-citakan terkabul dan apa yang kita lakukan mendapat keberkahan,” harap Mukhlisuddin.
Kepala Biro Umum Yayat Su-priyadi dalam sambutannya menu-turkan, ada beberapa hal yang perlu dikoordinasikan terkait pelayanan di
Kanwil Kemenag Sumsel. Selain ter-kait biro umum, juga terter-kait biro hu-mas data dan inforhu-masi (HDI). “Kita ingin melihat sejauh mana implemen-tasi PTSP (Pelayanan Terpadu Satu Pintu) di masa pandemi. Mudah-mu-dahan PTSP masih bisa melayani mes-ki penuh dengan keterbatasan. Selain itu, saya harap media sosial dapat dimaksimalkan untuk publikasi akti-vitas di Kemenag. Mudah-mudahan silaturahim kita diberkahi Allah SWT,” tutur Yayat.
Sementara itu, Staf Khusus Menteri Agama Kevin Haikal dalam ar-ahannya menegaskan, ASN Kemenag harus mencerminkan tempat di mana dia bekerja. “Kita adalah bagian besar dari sebuah kementerian yang sangat strategis, kementerian yang menja-di perhatian publik. Karenanya, akan menjadi sebuah keprihatinan apabila ASN tidak mencerminkan tempat di mana mereka mencari makan atau tempat di mana mereka hidup. Jangan sampai ada orang yang bekerja di Ke-menag, tapi seperti orang yang tidak beragama atau mengenal agama,” te-gas Kevin.
Dia menegaskan, Menteri Ag-ama adalah sosok yang sudah sele-sai dengan dirinya. Jauh hari lam-pau beliau sudah menjadi jenderal berbintang empat dan komisaris pe-rusahaan. Anak-anaknya pun sudah menikah. “Jadi yang beliau lakukan tinggal meninggalkan kenangan baik. Beliau ingin melakukan reformasi di Kemenag. Itu harus kita dukung. Bic-ara proses pelelangan, baik itu peker-jaan fisik maupun pengadaan, jangan sekali-kali bermain. Jangan sampai
ada proyek yang mangkrak. Jangan sampai ada temuan, kalau ada temuan selesaikan. Kalau pilih perusahaan pi-lih yang bagus, yang baik, jangan yang macam-macam,” pesan Kevin
Terkait kehidupan beragama dan media sosial, Kevin berpe san agar Kemenag Sumsel dapat memenej informasi dengan baik. Jangan sampai bermusuhan atau jauh dengan me-dia dan wartawan. “Apapun program Kanwil dapat disosialisasikan melalui media sosial. Jaga citra positif indivi-du dan lembaga. Citra positif indiviindivi-du dan lembaga akan menunjang kiner-ja. Jika individu dan lembaga memili-ki citra positi, dukungan publik akan mengalir dengan sendirinya. Dukun-gan publik itu penting demi keber-langsungan sebuah lembaga,” tutur pria 22 tahun tersebut. (quds)
Staf Khusus
Menteri
Agama
Kunjungi
Kemenag
Sumsel
BERITA PERISTIWA
Kakanwil Dampingi Gubernur Kunjungi
Pesantren Ar-Rahman
G
ubernur Sumsel H. Herman Deru melakukan kunjungan sekaligus memberikan kuliah umum di Pondok Pesantren Ar-Rah-man, Jakabaring, Palembang, Selasa (6/10). Hadir pada kegiatan tersebut antara lain Kakanwil Kemenag Sumsel Dr. Drs. H. Mukhlisuddin SH, MA, Asis-ten I Pemprov Sumsel Dr. H. Akhmad Najib SH, M.Hum, dan Ketua Persatu-an Guru Nahdhatul Ulama (Pergunu) Sumsel Dr. H. Ahmad Zainuri, M.Pd.I. Pembina Yayasan Ar-Rahman HM. Sukarman Dewhana menjelaskan, Yayasan Ar-Rahman sendiri memiliki empat unit kegiatan, yaitu lembaga pendidikan, pusat rehabilitasi narko-ba, panti asuhan, dan majelis zikir.“Saat didirikan pada tahun 2000 lalu, kita punya lembaga pendi-dikan TK, MI, MTS, dan MA. Kemudi-an tahun ini sudah berdiri perguruKemudi-an tinggi dan insya Allah tiga tahun men-datang kita bisa membuka Pascasar-jana. Untuk rehabilitasi narkoba, al-hamdulillah merupakan yang terbaik di Indonesia. Satu-satunya panti re-habilitasi yang mengelola anak-anak usia sekolah yang kecanduan. Re-habilitasi kita pesertanya juga kelas mancanegara. Untuk panti asuhan, yayasan kita ada ciri khas yakni anak panti tidak kita pisahkan. Mereka kita gabung dengan santri, baik saat makan, maupun dalam beraktifitas
lainnya. Kita juga punya majelis zikir yang insya Allah istiqomah,” bebern-ya.
Menurut Sukarman, Yayasan Ar-Rahman saat ini terkendala den-gan fasilitas. Tahun ini saja, mereka terpaksa menolak 300 santri yang ingin masuk pesantren Ar-Rahman. “Kita sengaja membatasi karena fasil-itas asrama dan ruang belajar terba-tas. Mudah-mudahan, berkat bantuan Pemerintah Provinsi Sumsel, ke de-pan permasalahan ini bisa kita atasi,” tuntasnya.
Gubernur Sumsel H. Herman Deru dalam arahannya, mengakui dan kagum gagasan cemerlang Yayasan Ar-Rahman dengan beragam unit ke-giatannya. Menurut Deru, intelektual-itas yang diperoleh dalam pendidikan tidak boleh membuat seseorang merasa lebih mampu dari orang lain.
“Buktinya, Pak Sukarman mampu mengelola sebuah yayasan dengan beragam kegiatan positifn-ya. Meskipun beliau bisa dikatakan datang dari kalangan bawah, yang ti-dak sempat mengenyam pendidikan di perguruan tinggi ternama,” jelas Deru.
Kepada para mahasiswa Ar-Rahman, Deru berpesan agar tetap percaya diri menempuh kuliah. Sebab lulusan Universitas Terbuka sekali-pun tetap bisa berkiprah dan
berper-an di masyarakat. “Saya sendiri ada-lah lulusan dari Universitas Terbuka. Jadi, anak-anak tidak boleh minder. Terpenting, kita sekolah ataupun kuli-ah adalkuli-ah agar dapat bermanfaat bagi orang lain. Sebab agama mengajar-kan, manusia yang paling baik adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain. Untuk apa kita sekolah atau kuli-ah kalau tidak memberi manfaat buat sesama,” pesan Deru.
Kakanwil Kemenag Sum-sel Dr. Drs. H. Mukhlisuddin SH, MA ditemui usai kegiatan mengucapkan selamat kepada Yayasan Ar-Rahman karena mampu mengelola beragam unit kegiatannya dengan profesional. Dia berharap, keberadaan Pesantren Ar-Rahman bisa terus memberikan kontribusi dalam pembangunan ma-nusia di Sumsel.
“Saya kira peran Yayasan Ar-Rahman tidak perlu kita ragukan lagi. Bagaimana panti rehabilitasi narkobanya telah berhasil menyem-buhkan banyak anak usia sekolah. Hal ini tentu tidak mudah dan tidak sem-barang orang mampu melakukann-ya. Mudah-mudahan, dengan terus berkoordinasi den an Kemente-rian Agama dan Pemerintah Daerah, Yayasan Ar-Rahman beserta unit ke-giatannya bisa semakin maju,” harap Mukhlisuddin. (quds)
BERITA ARTIKEL
Santri dan Pentashih Mushaf Al-Qur’an
di Kementerian Agama
M
elihat profil anggota pen-tashih mushaf Al-Qur’an mu-lai dari yang pertama hingga sekarang, setidaknya ada tiga kelom-pok para pentashih. Pertama, pen-tashih dengan latar belakang para Kyai pengasuh pesantren Al-Qur’an. Kedua, pentashih den gan latar be-lakang pakar Al-Qur’an atau bahasa, baik akademisi dan peneliti. Ketiga, pentashih dengan latar belakang para santri dan penghafal Al-Qur’an.Inilah tiga generasi pentashih Mushaf Al-Qur’an di Lajnah Pentashi-han Mushaf Al-Qur’an (LPMQ) Kemen-terian Agama. LPMQ adalah satuan kerja setingkat Eselon II yang secara struktur berada di bawah Badan Lit-bang dan Diklat, Kementerian Agama. Berbeda dengan satuan kerja lainn-ya di seluruh Kementerian/Lemba-ga neKementerian/Lemba-gara, bahkan dunia, LPMQ diisi oleh para ASN yang hafal Al-Quran. Sebab, salah satu tugas mereka ada-lah melakukan pentashihan Mushaf Al-Qur’an yang akan terbit dan bere-dar di Indonesia. Mereka berkantor di Bayt Al-Qur’an dan Museum Istiqlal (BQMI), TMII, Jakarta Timur.
Kembali ke pembahasan tiga kelompok pentashih. Para kyai pengasuh pesantren Al-Qur’an men-jadi pentashih ketika lajnah masih bernama Lajnah Taftisy Al-Masahif Asy-Syarifah pada tahun 1951. Pen-tashih generasi pertama ini diangkat langsung berdasarkan surat keputu-san Menteri Agama saat itu, KH. Wa-hid Hasyim. Yang menjadi ketuanya Prof. Dr. Muhammad Adnan dengan aggota antara lain KH. Abdul Qadir Munawwir, KH. Abdullah Afandi Mu-nawwir Krapyak, KH. Arwani Kudus, KH. Ahmad Badawi Kaliwungu, KH. Dahlan Rejoso , KH. Musa Al Mahfudh, KH. M. Basyir, K H. Ahmad Ma’mur, dan
KH. Muhammad Umar Al Muayyad. Beberapa pentashih yang se-karang adalah santri langsung dari dari para Kyai anggota Lajnah per-tama ini. Seperti Kyai Ahsin adalah santri Kyai Umar Abdul Manan, Kyai Arwani dan Kyai Ahmad Badawi. Ber-sama kyai Ahsin, Kyai Fathon ren. Generasi ketiga ini menjadi pentashih mulai tahun 2008 hingga saat ini.
Para pentashih baru ini – di bawah arahan kepala lajnah - langsung disupervisi dan dibimbing oleh para Kyai dan Pentashih lajnah, khususnya Kyai Ahsin Sakho Mu-hammad dan dan Kyai Ahmad Fatho-ni dalam kajian ulumul quran sep-erti rasm dhobt dan qiraat. Dengan Kyai Ahsin, para pentashih sudah mengkaji kitab Al-Muqni’ nya Imam Addani. Juga menkaji Dalilul Hairan Syarah Mairudh Dhom’an, nadlam rasm dhobt yang disusun oleh Imam al Kharraz. Saat ini beliau mengajar para pentashih Nadham Syatibiyah dalam Ilmu Qiraat.
Sedangkan terkait sejarah La-jnah dan Mushaf Standar Indonesia (MSI), ada E. Badri Yunardi, anggota Lajnah dari tahun 1972 hingga seka-rang. Alum-ni pesantren SIRNA BAK-TI Bogor p i m p i n a n KH. Mu-h a m m a d M a ’ s u m inilah yang m e n g awa l muker ula-ma Al-Qu-ran dari 1974-1983
yang kemudian melahirkan Mushaf Standar Indonesia. Selain beliau, ada Juga pak Mazmur Sya’roni, pentashih senior yang ikut menyusun buku Pe-doman Umum Penulisan dan Pen-tashihan Mushaf Al-Qur’an dengan Rasm Usmani yang disusun oleh tim Lajnah.
Terkait dengan pentashih dan latar belakang pesantrennya ada be-berapa anggota pentashih dari 2008 hingga saat ini, yang nyantri di pe-santren yang sama.
1. Tercatat ada empat pen-tashih adalah santri pesantren Mod-ern Gontor Ponorogo. Dari Gontor, mereka lalu melanjutkan ke pesant-ren Al-Quran di berbagai tempat. Salah satunya bahkan diambil menan-tu oleh sang Kyai.
2. Tiga Pentashih adalah santri Sunan Pandanaran Jogjakarta yang diasuh oleh Mbah Mufid, yaitu Dr. Husnul Hakim, Dr. Ali Nurdin, dan Kepala LPMQ Dr. Muchlis M. Hanafi. Oleh Mbah Mufid, Muchlis M Hanafi sering diajak untuk ziarah ke makam-makam aulia. Kepala LPMQ ini mer-upakan sosok santri yang “merdeka
BERITA ARTIKEL
dalam belajar”. Kesukaanya, menjela-jah berbagai pesantren dengan corak pemikiran yang berbeda. Dia suka memanfaatkan liburan pesantren un-tuk nyantri di berbagai pesantren di Jawa. Karena itu, sangat wajar masa mudanya mengalami perubahan pe-mikiran di masa pencarian jatidiri. Dari Gontor beliau ke bangil, tepatnya nyantri di Pesantren Tinggi Ilmu Fiq-ih dan Dakwah Masjid Manarul Islam Bangil. Setelah itu, Muchlis melanjut-kan ke Pesantren Sunan Pandanaran.
3. Tujuh pentashih adalah santri Krapyak Yogjakarta, termasuk KH. Ahsin Sakho Muhammad dan Kyai Fathoni yang menjadi mentor dan pembimbing 24 pentashih muda da-lam kajian rasm dan qiraat.
4. Tujuh pentashih adalah santri Madrasatul Quran Tebuireng Jombang, bahkan salah satunya yaitu KH. A. Muhaimin Zen pernah menjadi Mudir 1 Pesantren Madrasatul Quran Tebuireng.
5. Tercatat dua pentashih den-gan pesantren yang sama antara lain Pesantren Langitan, Pesanren Al Islah Bungah.
Catatan lain terkait lokasi pesantren para pentashih, khusus-nya pesantren Al-Quran juga berag-am. Dari Kota Kudus, Pesantren Yan-bu’, Mazroatul Ulum Damaran, dan Al-Furqon. Dari Yogjakarta, Pesantren Krapyak dan Sunan Pandanaran. Dari Jawa Tengah, Pesantren Al Muayyad Surakarta, Al Asy’ariyah Kalibeber Wonosobo, Nurul Qur’an Kajen Mar-goyoso Pati, al Ihya Ulumuddin Kes-ugihan Cilacap, dan Dar Al Qur’an Al Islamy Lebaksiu Tegal.
Dari Jawa Timur, ada pesant-ren Madrasatul Quran Tebuipesant-reng, dan Tahfiz Al-Qur’an Langitan Tuban. Dari Jawa Barat, Pesantren Tahfiz Mambaul Furqan Karekhel Leuwi Liang Bogor, dan Al-’Arafat Gintung Lor Susukan Cirebon. Sementara dari luar Jawa, ada Pesantren Asadiyah Sengkang Wajo Sulsel, Imam Ash-im Makassar, Darul Huffadz, Majlis Qurra’ Walhuffadz Tuju-tuju, Kajuara Bone, Sulawesi Selatan, Pesantren Is-lamic Center Medan, Dar Al Qur’an Al Islamy Batanghari Jambi, dan
Pesant-ren Al-Aziziyah, Mataram Lombok. Catatan ini sebenarnya ingin menegaskan peran santri dalam men-gawal kesucian Mushaf Al-Qur’an di Indonesia. Juga ingin melihat pros-es regenerasi pentashih mushaf Al-Qur’an yang terus bersambung dari generasi awal pada tahun 1951 ke generasi ketiga dengan dijembatani sangat baik oleh generasi kedua sep-erti Kyai Ahsin Pak Quraish Shihab, Kyai Said Agil Husen Al Munawar dan lainnya.
Meskipun para santri sebagai generasi ketiga para pentashih ini secara kualitas di bawah pentashih generasi pertama dan kedua, tetapi seiring dengan arahan Kepala LPMQ Dr. Muchlis M. Hanafi tentang pening-katan kompetensi pentashih, alham-dulillah ada satu dua pentashih yang mampu meningkatkan kompetensin-ya dengan melakukan kajian Mushaf Standar Indonesia hingga tingkat doktoral. Tercatat Dr. Zaenal Arifin Madzkur dengan kajian tentang rasm MSI dan Dr. Fahrur Razi dengan kajian Waqaf nya.
Bukan hanya peningka-tan kompetensi secara formal, da-lam keahlian non formal beberapa pentashih juga sudah menguasai Al-Qur’an dalam huruf Braille yang dikhususkan untuk disabilitas pen-glihatan. Pentashih yang ahli dalam bidang ini di antaranya: Ahmad Jae-ni, MA., Dr. Ahmad Badrudin,Lc.,MA., Imam Muttaqien, Samiah MA, dan Ida Zulfiya MA. Nama terakhir ini juga menjadi inisiator penyusunan pedoman baca Al-Quran bagi disabil-itas tunarunguwicara yang insya Al-lah akan dibuat pada tahun 2021. Ida Zulfiya juga yang ketika nyantri sudah sering berkirim fatihah kepada ang-gota pentashih yang namanya tercan-tum di Al-Quran.
Akhir Kalam menjadi sant-ri adalah selamanya. Para pentashih generasi ketiga di tengah tugas se-bagai pentashih masih juga mengka-ji Kitab Rasm dan Qiraat. Juga masih ditugaskan oleh Kepala Lajnah un-tuk nyantri ke Mesir berguru dengan masyayikh Azhar dan Syaikh Mesir lainnya. Juga tidak melupakan tugas
pengabdian di masyarakat, baik se-bagai pendidik, imam, mengisi kajian di berbagai tempat.
Semoga Allah meridhai kita semua... Amin
Selamat Hari Santri 2020. Jayalah Pesantren Indonesia. Santri Sehat Indonesia Kuat. Jaga Pesantren untuk Indonesia.
Ahmad Nur Qomari Al Hafidz (ASN Pentashih Mushaf Al-Quran, LPMQ Kementerian Agama)
BERITA DINAMIKA
Terima
Pimpinan
Sumeks,
Kakanwil
Akui Peran
Penting
Media
K
akanwil Kemenag Sumsel Dr. Drs. H. Mukhlisuddin SH, MA didampingi Kasubbag Umum dan Humas Dr. H. Saefudin M.Si me-nerima audiensi P impinan Sumatera Ekspres di Ruang Kakanwil, Kamis (8/10). Pada kesempatan tersebut, Kakanwil menilai media memiliki peran penting dalam transforma-si informatransforma-si, termasuk informatransforma-si di lingkungan Kementerian Agama.“Alhamdulillah, ini pertemuan yang penuh barokah. Apapun aktivi-tas kita, apabila diberkahi Allah SWT hasilnya akan positif. Sebaliknya, ak-tivitas apapun bila tidak diberkahi makan akan menjadi penyakit,” tegas Mukhlisuddin.
Dia berharap, hubungan baik antara Kemenag Sumsel dan Suma-tera Ekspres dapat terus berlanjut. Mukhlisuddin mengakui, Sumatera Ekspres banyak membantu Kemenag Sumsel dalam publikasi. Baik terkait visi misi Kemenag, kegiatan Kemenag, maupun hal-hal positif lainnya.
“Kemenag Sumsel punya satu-an kerja (Satker) madrasah dsatu-an Ksatu-an- Kan-tor Kemenag di 17 kabupaten/kota. Saya kira banyak informasi baik dari sektor pendidikan, keagamaan,
atau-pun terkait pelayanan masyarakat yang dapat jadi bahan informasi dan penting dipublikasikan. Kami tentu berharap dan sangat senang apabila Sumatera Ekspres membantu kami terkait hal ini. Silahkan nanti berkoor-dinasi, baik dengan Kasubbag Humas, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten/ Kota, maupun Kepala Madrasah bila ada hal yang bisa disepakati untuk dikerjakan bersama. Kerjasama yang kita jalin hendaknya tidak hanya sekali dua kali, tapi terus berkesinam-bungan,” harap Mukhlisuddin.
GM Sumatera Ekspres Hj. Nursery mengakui, selama ini Su-matera Ekspres memang memiliki hubungan baik dengan Kanwil Keme-nag Sumsel, termasuk madrasah. Mer-eka sengaja datang berkunjung untuk menjaga kerjasama terus berlanjut, meski ada pergantian pimpinan di Kanwil Kemenag Sumsel.
“Mudah-mudahan dengan pertemuan ini akan ada kesepakatan mengenai kerjasama apa yang kira-ki-ra bisa kita tindaklanjuti. Seperti expo madrasah atau kegiatan-kegiatan lainnya,” tutur Nursery. (quds)
“Alhamdulillah, ini pertemuan yang penuh barokah. Apapun aktivitas kita,
apabila diberkahi Allah SWT hasilnya akan positif. Sebaliknya, aktivitas
apapun bila tidak diberkahi makan akan menjadi penyakit,” tegas
BERITA DINAMIKA
Dirjen Bimas Buddha Kunjungi
Kemenag Sumsel
D
irektur Jenderal (Dirjen) Bimb-ingan Masyarakat (Bimas) Buddha Kemenag RI Caliadi SH, MH memberikan pembinaan ke-pada Pengurus Lembaga Agama dan Keagamaan Buddha serta para tokoh Agama Buddha Sumsel di Aula Kan-wil Kemenag Sumsel, Kamis (8/10). Hadir dalam kegiatan ini antara lain Kakanwil Kemenag Sumsel Dr. Drs. H. Mukhlisuddin SH, MA, Kepala Ba-gian Tata Usaha H. Abadil S.Ag, M.Si dan Pembimas Buddha Wiswadas S.Ag, M.Si.Kakanwil Kemenag Sum-sel Dr. Drs. H. Mukhlisuddin SH, MA dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada Dirjen Bimas Buddha karena telah menyempatkan waktu di tengah kesibukannya untuk datang dan memberikan pembinaan bagi umat Buddha di Sumsel.
“Kami tahu bapak sangat si-buk. Untuk itu, kami sangat senang dengan kedatangan Bapak Dirjen.
Kedatangan bapak ini seperti anuger-ah bagi kami. Mohon maaf atas keku-rang sempurnaan dalam penerimaan kami. Mohon Bapak Dirjen bersedia memberikan pembinaan dan peng-arahan. Semoga Tuhan memberkahi kita semua,” tutur Mukhlisuddin.
Dirjen Bimas Buddha Caliadi SH, MH dalam arahannya mengajak para Pengurus Lembaga Agama dan Keagamaan Buddha serta para tokoh Agama Buddha Sumsel untuk menya-makan persepsi dan terus memban-gun sinergi. Baik dengan Kanwil Ke-menag maupun Pemerintah Daerah setempat. “Mari kita berkontribusi terhadap pembangunan di Sumsel. Di mana bumi dipijak di situ langit dijun-jung. Ini sangat penting dalam upaya membangun kerukunan hidup ber-bangsa dan bernegara sebagaimana harapan kita bersama,” tutur Caliadi. Dia menambahkan, Pengu-rus Lembaga Agama dan Keagamaan Buddha serta para tokoh Agama
Bud-dha hendaknya cepat membangun komunikasi dengan Kanwil Kemenag dan pemerintah daerah setempat. Se-hingga tidak terjadi miss komunikasi. “Tri Kerukunan harus jadi perhatian kita bersama. Bagaimana kerukunan intern umat beragama, antar umat beragama, dan antara umat beragama dan pemerintah bisa terjalin baik,” pesan Caliadi. (quds)
“Kami tahu bapak
san-gat sibuk. Untuk itu,
kami sangat senang
dengan kedatangan
Bapak Dirjen.
Kedatan-gan bapak ini seperti
anugerah bagi kami.
Mohon maaf atas
keku-rang sempurnaan dalam
penerimaan kami.
Mo-hon Bapak Dirjen
ber-sedia memberikan
pem-binaan dan pengarahan.
Semoga Tuhan
mem-berkahi kita semua,”
tutur Mukhlisuddin.
BERITA MUSLIMAH
DWP Kemenag Sumsel Gelar
Rapat Koordinasi Bahas Program
Kerja
D
harma Wanita Persatuan (DWP) Kemenag Sumsel menggelar ra-pat koordinasi dengan pengu-rus inti DWP Kemenag Sumsel. Rapat koordinasi yang digelar di Aula Kan-wil Kemenag Sumsel tersebut mem-bahas rencana program kerja DWP Kemenag Sumsel tahun 2020 serta ta-hun 2021. Ketua DWP Kemenag Sum-sel Dra. Hj.Sumalihah, MPd (19/10) memimpin pelaksanaan rapat.Dikatakannya bahwa terkait rencana program DWP Kemenag Sumsel akan dibahas kembali pada setelah rapat bersama yang akan di-gelar pada 7 November mendatang. Ia mengatakan pula bahawa program 2020 yang sudah direncanakan tetap di jalankan dan untuk tahun 202 akan
ditinjau ulang, terkait pelaksanaan program.
“rencana program DWP akan kita bahas bersama pada rapat 7 No-vember mendatang, saya berharap selruuh anggota dapat terlibat aktif dalam kegiatan DWP Kemenag nan-tinya, untuk kemajuan organisasi, se-lain itu, kita juga akan evaluasi pelak-sanaan program yang kita jalankan, sehingga dapat lebih bermanfaat” ujarnya.
Ia pun mengharapkan seluruh aanggita dapat terlibat aktif dan turut berpartisipasi dalam program yang direncanakan nanti sehingga pelaksa-naan program dapat berjalan dengan lancer dan sesuai yang diharapkan. Program tersebut tidak hanya
pengu-rus DWP di Kanwil Kemenag sumsel tetapi juga di tingkat Kankemenag Kab.Kota. (mifta)
“rencana program DWP
akan kita bahas
bersa-ma pada rapat 7
Novem-ber mendatang, saya
berharap selruuh
ang-gota dapat terlibat
ak-tif dalam kegiatan DWP
Kemenag nantinya,
un-tuk kemajuan
organisa-si, selain itu, kita juga
akan evaluasi
pelak-sanaan program yang
kita jalankan, sehingga
dapat lebih bermanfaat”
ujarnya.
BERITA MUSLIMAH
D
harma Wanita Persatuan (DWP) Kantor Kemenag OKU Selatan menggelar pertemuan rutin yang setiap dilaksanakan dua bulan sekali,kegiatan pertemuan ini bertempat di aula k a n t o r, K a m i s ( 0 8 / 1 0 ) . d e n g a n dihadiri Ketua DWP Kemenag OKU Selatan Hj.Sri Nurmaini Syarif dan seluruh anggota DWP Kemenag OKU Selatan.Dalam kesempatan itu Sri Nurmaini dalam sambutannya mengatakan,bahwa Dharma Wanita Sebagai organisasi perkumpulan para istri PNS, Dharma Wanita memiliki peranan startegis dalam mendukung kelangsungan dan suksesnnya pembangunan yang dilakukan pemerintah.Dan Sri Nurmaini berharap Dharma Wanita Persatuan di lingkungan Kantor Kementerian Agama OKU Selatan dituntut untuk lebih meningkatkan peran aktifnya, baik dalam kegiatan
Ketua DWP Kemenag OKUS : Dharma Wanita
Inspirator Gerakan Kaum Wanita
pembangunan pemberdayaan wanita maupun membantu memecahkan berbagai permasalahan yang dihadapi masyarakat melalui gerakan-gerakan yang langsung bersentuhan dengan masyarakat.
Disamping itu lanjut Sri Nurmaini mengatakan, selain sebagai inspirator gerakan kaum wanita, ibu-ibu Dharma Wanita juga memiliki peran besar dalam membantu mensukseskan tugas suami di kantor. Karena itu harus senantiasa memberikan suport/dukungan dan doa agar suami di kantor bisa bekerja dengan optimal, jujur dan amanah.
Dan tujuan utama dari pendirian Dharma Wanita adalah meningkatkan kualitas sumber daya anggota keluarga ASN untuk mencapai kesejahteraan nasional. Sebagai organisasi yang diusung untuk tujuan bersama, Dharma Wanita memiliki tugas pokok yaitu membina anggota,
memperkukuh rasa persatuan dan kesatuan, meningkatkan kemampuan dan pengetahuan, menjalin hubungan kerjasama dengan berbagai pihak, serta meningkatkan kepedulian sosial dan melakukan pembinaan mental dan spiritual anggota agar menjadi manusia yang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berkepribadian serta berbudi pekerti luhur.
“Dengan pertemuan anggota dapat mempererat antar anggota DWP, seorang istri PNS ditunut untuk pandai pandai membina rumah tangga menjadi rumah tangga yang sakinah dan harus tetap menjaga kehormonisan didalam rumah tangga karena dengan kelurga yang hormonis maka terwujud suami yang setia baik didalam rumah maupun diluar rumah,”Tandas Sri Nurmaini.(Kowo).
BERITA DAERAH
K
akanwil Kemenag Sumsel Dr. Drs. H. Mukhlisuddin SH, MA memberikan pembinaan kepada aparatur sipil negara (ASN) di Lingkungan Kantor Kemenag Kabupaten Ogan Ilir, Rabu (7/10). Selain silaturahim dan pembinaan, pada kesempatan tersebut Kakanwil juga meresmikan Mushola Al-Ikhlas Kantor Kemenag Ogan Ilir.Hadir dalam kegiatan, Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Drs. H. Khusrin MM, Kepala Bidang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan Islam H. Muhammad Ali S.Ag, M.Pd.I, Kepala Bidang Penerangan Agama Islam dan Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Evi Zurfiana SE, M.Pd.I, Pembimas Katolik Drs. Harmadi MM, Kakankemenag
Kunjungi Kemenag OI,
Kakanwil Beri Pembinaan dan
Resmikan Mushola
“Mushola tetap
harus dimakmurkan
meski di tengah
pandemi Covid-19.
Tentunya dengan
tetap memperhatikan
protokol kesehatan
dengan ketat,” jelas
Mukhlisuddin.
Kabupaten Ogan Ilir HM. Kholil Azmi S.Ag, Kasubbag Umum dan Humas Kanwil Kemenag Sumsel Dr. H. Saefudin M.Si, sejumlah pejabat eselon IV Kemenag Kabupaten Ogan Ilir, para Kepala KUA se-Kabupaten Ogan Ilir, serta Ketua DW Kanwil Kemenag Sumsel Hj. Sumalihah M.Pd dan anggota DW Kanwil Kemenag Sumsel. Hadir juga Mudir Pesantren Nurul Islam Seribandung KH. Sazali Tida Anwar dan Ketua Divisi Pendidikan Yayasan Islam Al-Ittifaqiah Dr. Imam Nasruddin S.Pd.
Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Ogan Ilir HM. Kholil Azmi S.Ag dalam sambutannya mengaku sangat bersyukur dan senang mendapat kunjungan dari Kakanwil beserta rombongan. Dia berharap,
para ASN Kemenag Ogan Ilir dapat menerima bimbingan dari Kakanwil sehingga bisa meningkatkan kualitas kinerja di tempat masing-masing.
“Alhamdulillah dalam kesempatan ini, kami juga memberikan
bantuan uang tunai masing-masing Rp15 juta kepada Pesantren Nurul Islam Seribandung dan Pesantren Al-Ittifaqiah Inderalaya untuk keperluan pembelajaran daring, serta bantuan Rp10 juta kepada Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) Shoulatiyah Tanjung Sejaro untuk keperluan pendidikan Covid-19. Mohon Pak Kakanwil memberikannya secara simbolis,” jelas Kholil.
Kakanwil dalam arahannya menuturkan, wajib hukumnya bagi ASN melayani masyarakat dengan
BERITA DAERAH
baik. Allah SWT memberikan yang terbaik kepada kita untuk bisa dimanfaatkan melayani masyarakat. Menurut Mukhlisuddin, dalam al Quran telah ditegaskan bahwa Allah SWT menciptakan manusia dari seorang laki-laki dan perempuan, kemudian menjadikan manusia berbangsa-bangsa dan bersuku-suku untuk saling mengenal. Berbangsa dan bersuku-suku untuk saling mengenal di sini bisa diartikan mengetahui tugas pokok dan fungsi (tupoksi).
“Para ASN Kemenag Ogan Ilir harus mengetahui tupoksi masing-masing. Allah SWT menciptakan manusia untuk memberikan manfaat bagi manusia yang lain. Sebaik-baik manusia adalah orang yang paling bermanfaat bagi orang lain. Manfaatkan pelayanan terpadu satu pintu (PTSP) sebaik mungkin. ASN itu tugasnya melayani masyarakat. ASN Kemenag bertugas melayani masyarakat di bidang agama. Bekerjalah dengan proporsional dan profesional. Bekerjalah sesuai dengan porsi dan sesuai aturan. Saya tidak mau mendengar ada problem pelayanan di tengah masyarakat. Kita bertugas melayani, baik soal pendidikan, agama, keagamaan, maupun administrasi. Kita harus melayani baik sesama internal Kemenag, maupun kepada masyarakat umum. Saya ingatkan agar tidak ada pelayanan yang berbelit-belit dan tertunda. Pekerjaan hari ini harus dituntaskan hari ini juga,” tegasnya.
Terkait peresmian Mushola, dia berharap keberadaan mushola dapat dimanfaatkan sebaik mungkin. Baik untuk aktivitas ibadah seperti sholat berjamaah dan muzakarah agama, maupun untuk aktivitas lainnya. “Mushola tetap harus dimakmurkan meski di tengah pandemi Covid-19. Tentunya dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan dengan ketat,” jelas Mukhlisuddin. (quds)
Kakanwil Serahkan
Bantuan Korban
Kebakaran di Lahat
K
akanwil Kemenag Sumsel
Dr. Drs. H. Mukhlisuddin
SH, MA menyerahkan
bantuan kemanusiaan untuk korban
kebakaran di Pasar Bawah Lahat,
Sabtu (10/10). Bantuan yang
diberikan berupa uang sejumlah Rp
87.280.500 serta dua truk bahan
makanan pokok dan pakaian layak
pakai.
Bantuan berupa uang diberikan
Kakanwil secara simbolis kepada
Bupati Lahat Cik Ujang SH di
Kediaman Bupati Lahat. Sedangkan
bantuan bahan makanan pokok
dan pakaian layak pakai langsung
diserahkan di lokasi tempat
kebakaran. Di tempat itu, Kakanwil
diterima Sekda Kabupaten Lahat
Januarsyah SH, MM.
Kakanwil
dalam
sambutannya menuturkan, bantuan
ini merupakan wujud kepedulian
warga Kementerian Agama Sumsel
terhadap sesama. Terutama warga
Pasar Bawah Lahat yang baru
mendapatkan musibah kebakaran.
“Semoga dapat dimanfaatkan
sebaik mungkin untuk membantu
warga Pasar Bawah. Kami berpesan
kepada warga yang baru mendapat
musibah agar bersabar atas ujian ini.
Allah SWT memang akan menguji
hambanya, dengan berbagai macam
ujian. Dan Allah SWT pasti akan
memberikan yang terbaik bagi
hamba-Nya,” jelas Mukhlisuddin.
Bupati Lahat Cik Ujang SH dalam
sambutannya mengucapkan terima
kasih atas bantuan dari warga
Kemenag. Dia yakin bantuan ini
akan memberikan banyak manfaat
bagi warga yang terkena musibah.
“Pemda Lahat sendiri juga turut
membantu warga yang terkena
kebakaran. Insya Allah kita akan
bantu membangun rumah untuk
mereka. Mohon doa agar diberi
kemudahan dan semoga musibah
serupa tidak terjadi lagi,” kata Cik
Ujang.
Pada penyerahan bantuan ini,
Kakanwil didampingi Kabag
TU Kanwil Kemenag Sumsel H.
Abadil S.Ag M.Si, para Kepala
Bidang Kanwil Kemenag Sumsel,
Kakankemenag Kabupaten Lahat
Drs. H. Rusidi MM, Kakankemenag
Kota Palembang H. Deni Priansyah
S.Ag, M.Pd.I, Kakankemenag
Kabupaten Muaraenim H.
Abdul Harris Putra S.Ag, M.Pd,
Kakankemenag Penukal Abab
Lematang Ilir H. Hasanudin S.Ag,
M.Pd.I, Kakankemenag Kota
Lubuklinggau Drs. H. Azhari Rahardi
M.Si, Kakankemenag Kabupaten
Empat Lawang H. Makki Kamil
S.Ag, M.Pd.I, Kasubbag Umum
dan Humas Dr. H. Saefudin S.Ag,
M.Si, Ketua DW Kanwil Kemenag
Sumsel Dra. Hj. Sumalihah M.Pd
dan anggota DW Kanwil Kemenag
Sumsel.
(quds)
BERITA PENDIDIKAN
Dirjen Pendis
dan Direktur
Diktis
Lakukan
Pembinaan di
Palembang
S
ebuah kesempatan penting, berharga, dan langka diperoleh aparatur sipil negara (ASN) Kemenag Sumsel, khususnya ASN Jajaran Pendidikan Islam. Bertempat di Aula MAN 3 Palembang, Jumat (23/10) siang, mereka mendapat wejangan dan pembinaan dari Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag RI Prof. Dr. H. Muhammad Ali Ramdhani S.TP, MT dan Direktur Pendidikan Tinggi Islam (Diktis) Prof. Dr. H. Suyitno M.Ag.Kakanwil Kemenag Sumsel Dr. Drs. H. Mukhlisuddin SH, MA dalam sambutannya mengaku sangat gembira mendapat kunjungan dan pembinaan dari Dirjen Pendis dan Direktur Diktis. “Kita sama-sama tahu Pak Dirjen dan Pak Direktur sangat sibuk, oleh sebab itu kedatangan Pak Dirjen dan Pak Direktur ke sini merupakan anugerah bagi kami. Apalagi Sumsel ini merupakan provinsi pertama yang didatangi Pak Dirjen di luar Pulau Jawa. Tentu perasaan senang ini tidak bisa diungkapkan secara kongkrit. Mudah-mudahan beliau tidak kapok ke Palembang,” harap Mukhlisuddin. Sebagai wujud syukur, lanjutnya, pembinaan kali ini dihadiri
seluruh pejabat eselon III, baik di Lingkungan Kanwil Kemenag
Sumsel maupun Kepala Kantor Kemenag Kabupaten/Kota
se-Sumsel. Kemudian para pejabat eselon IV Kanwil
Kemenag Sumsel dan Kemenag Kota Palembang,
serta para Kepala Madrasah di Kota Palembang. “Kami
siap mendapatkan pembinaan dan wejangan,
maupun
informasi-informasi penting tentang pendidikan. Ini merupakan kesempatan langka. Kami yakin akan banyak membantu kami dalam meningkatkan kinerja di tempat tugas masing-masing,” harap Mukhlisuddin.
Direktur Diktis Prof. Dr. H. Suyitno M.Ag dalam paparannya menjelaskan pentingnya membangun link match antara madrasah dan perguruan tinggi keagamaan Islam. Sehingga alumni PTKIN memiliki kecakapan baik di bidang agama maupun kecakapan di bidang industri.
“Bila yang masuk PTKIN bukan dari madrasah, dia harus ikut Ma’had Jamaah agar memiliki kecakapan beragama yang dasar atau keterampilan beragama yang dasar. Tidak seperti sekarang, di mana masih kita temukan mahasiswa atau alumni PTKIN yang tidak bisa mengaji. Bila inputnya berasal dari madrasah jurusan agama, targetnya adalah tafaqquh fiddin, sehingga bisa dihasilkan muhaddis atau mufassir,” terang Suyitno.
Lalu bagaimana bila PTKIN tersebut tidak memiliki Ma’had Jamaah, Suyitno meminta agar bekerjasama dengan pondok pesantren. “Ini adalah langkah agar ada link match antara madrasah dan PTKIN. Kita tentu tidak ingin ada alumni SMK atau SMA yang masuk lantas merusak identitas atau kekhasan PTKIN,” jelasnya lagi.
Selain itu, menurut Suyitno, alumni PTKIN harus punya link match dengan dunia industri. Sehingga lulusan PTKIN siap bersaing di dunia kerja. “Kita tidak ingin alumni PTKIN tidak punya kecakapan di bidang-bidang industri. Karenanya, pratikum atau magang akan ditambah durasinya. Bila selama ini hanya beberapa minggu saja, ke depan praktek kerja akan diperpanjang menjadi tiga semester atau satu setengah tahun. Dengan begitu, kehadiran mahasiswa magang tidak malah merepotkan namun benar-benar mengasah kemampuan. Setelah diberikan materi secukupnya, mereka akan banyak praktek. Dengan demikian, bila ada mahasiswa jurusan keguruan misalnya, saat keluar dari PTKIN benar-benar sudah menjadi guru dan siap pakai,” beber Suyitno. Sementara itu, Dirjen Pendis Prof. Dr. H. Muhammad Ali Ramdhan S.TP,
BERITA PENDIDIKAN
MT dalam paparannya menuturkan, Pendidikan Islam menekankan banyak hal terutama dalam hal ilmu. Ilmu terdiri dari tiga huruf, yakni ‘ain, lam, mim. “Huruf ‘ain merujuk pada Illiyyin atau peningkatan derajat seseorang di tempat yang mulia. Sesungguhnya orang berilmu itu memiliki derajat tertentu. Pendis ingin menempatkan anak bangsa pada maqom mulia atau makhluk berderajat tinggi,” terangnya.
Selanjutnya huruf lam merujuk pada latif. Karenanya, orang yang memiliki ilmu dia memiliki rasa dan kelembutan. “Dia memiliki potret yang bersahabat. Dia ramah bukan marah, membina bukan menghina, mengajak tidak mengejek, mengajar tidak menghajar, dan tampil dengan senyuman. Perilaku orang lain sangat tergantung cara kita menyampaikan. Pemilihan diksi penting. Orang berilmu itu pandai memilih kata,” jelasnya.
Kemudian yang terakhir adalah mim yakni mulk atau raja. “Orang yang dibekali ilmu dia akan bahagia hakiki dunia akhirat. Dia akan menang perang. Perang melawan hawa nafsu. Hanya orang berilmu yang bisa melawan dirinya sendiri,” tutur Ramdhani.
Selain pembinaan, di tempat yang sama juga diadakan penandatangan Prasasti Gedung SBSN Madrasah Aliyah Negeri Tahun 2019 dan Prasasti Pembangunan Ruang Kelas Baru. (quds)
D
irektur Jenderal (Dirjen) Pendidikan Islam (Pendis)Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia (RI)
Prof. Dr. H. Muhammad Ali Ramdhani, S.TP., MT meresmikan Gedung Pusat Pembelajaran Terpadu Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia (IC) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sabtu (24/10). Dirjen Kemenag RI bersama rombongan disambut suka cita para tamu undangan dan civitas akademika
Dirjen Pendis Kemenag RI
Resmikan Gedung Pusat
Pembelajaran Terpadu MAN IC
M
uhammad Ali Ramdhani hadir di madrasah didampingi Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islami(Diktis) Kemenag RI Prof. Dr. Suyitno, M.Ag , Kakanwil Kemenag Sumsel Dr. Drs. H. Mukhlisuddin, SH., MA beserta jajaran di Kemenag Sumsel. Gedung yang dibangun melalui sumber pembiayaan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) tahun 2019 ini, akan menjadi tempat yang representatif untuk kegiatan para siswa dan guru MAN IC OKI.
“Saya pesan supaya gedung dirawat dengan baik, betul-betul dimanfaatkan sesuai rencana pemanfaatan. Supaya ditata dan dikelola dengan baik untuk umat dan bangsa,” ujar Dirjen sebelum menandatangani prasasti peresmian gedung.
Kepala MAN IC OKI H. Kiagus Faisal, S.Ag., M.Pd.I mengatakan, ke depannya dia bersama segenap civitasnya akan berusaha meningkatkan kualitas dan kompetensi akademik. Dengan adanya gedung itu, dia mengajak seluruh elemen madrasah dapat bersinergi demi memajukan madrasah bersama.
Kemenag RI yang telah memberi bantuan berupa gedung yang luar biasa ini. Kami akan selalu berupaya untuk meningkatkan kompetensi siswa MAN IC OKI,” ujarnya.
Selain meresmikan Gedung Pembelajaran Terpadu, Muhammad Ali Ramdhani juga memberikan pembinaan kepada civitas MAN IC OKI dan para tamu undangan dengan tajuk “Religious Moderation And Empowerment”.
Dikesempatan yang sama juga Kakanwil Kemenag Sumsel meresmikan Gedung Pusat Kegiatan Siswa. (TitO)
BERITA KOLOM
Selepas Meninjau Seleksi SKB Psikotes Di MAN IC OKI, Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Sumatera Selatan Kunjungi Kemenag OKI
Kakanwil Kemenag Sumsel Drs. Mukhlisuddin, S.H., M.A meninjau pelaksanaan SKB ujian psikotes penerimaan CPNS tahun 2019 di MAN IC OKI, (3/10). Dalam kesempatan tersebut, Kakanwil memberikan dan motivasi dan do’a kepada peserta ujian psikotes yang tengah menunggu di Ruang Tunggu semoga lulus semua.
Selesai pelaksanaan SKB ujian psikotes penerimaan CPNS tahun 2019 di MAN IC OKI Kakanwil Kemenag yang baru saja dilantik pada 15 September 2020 yang lalu langsung meninjau pembangunan gedung perpustakaan 3 lantai MAN IC OKI, yang merupakan madrasah unggulan nasional yang menjadi kebanggan masyarakat OKI di damping oleh Kepala Madrasah MAN IC OKI, Kaur TU, serta guru – guru.
Usai meninjau pelaksanaan SKB ujian psikotes penerimaan CPNS tahun 2019 di MAN IC OKI, Kakanwil Kemenag Sumsel langsung mengunjungi kantor Kemenag OKI dan disambut baik oleh Kepala Kantor Kemenag Kab. OKI didampingi oleh Kasubbag TU, seluruh kasi dan penyelenggara di lingkungan kemenag Kab. OKI. Tujuan mengunjungi Kantor Kemenag OKI tidak lain untuk memberikan pembinaan.
Kepala KaKanwil Kemenag Sumsel di didampingi oleh Kepala Kantor, Kasubbag TU, seluruh kasi dan penyelenggara di lingkungan kemenag Kab. OKI langsung meninjau seluruh ruangan Kantor Kemenag OKI, di mulai dari PTSP Plus pelayanan terbaik di Kemenag Kab. OKI, PPID, seluruh ruang Seksi di lingkungan Kemenag Kab. OKI, serta layanan publik seperti Laktasi, pojok baca, ruang bermain anak dan lainnya
Ahmad Syukri menyampaikan penghormatan yang tinggi dan ucapan terima kasih kepada Kepala Kanwil Kemenag Sumsel yang telah mengunjungi kantor Kemenag Kab. OKI. Kunjungan ini merupakan suatu kehormatan bagi Kantor Kemenag Kab. OKI demi kebaikan dalam meningkatkan kinerja dalam menjalankan tugas di kantor kemenag
Gunakan Aplikasi SAKTI, Kemenag Sumsel Gelar Penyusunan Anggaran
Kanwil Kemenag Sumsel menggelar kegiatan penyusunan anggaran tahun 2021 dengan menggunakan aplikasi SAKTI (sistem aplikasi keuangan tingkat instansi) di Hotel The Zuri, Palembang, 22-24 Oktober 2020. Kegiatan ini diikuti 106 peserta dan dibuka Kakanwil Kemenag Sumsel Dr. Drs. H. Mukhlisuddin SH, MA, Kamis (22/10) sore.
Ketua Panitia Aswan S.Ag, M.Pd.I dalam laporannya menjelaskan, tujuan kegiatan ini adalah menghimpun data anggaran satker-satker Kemenag Sumsel secara efektif dan efisien berdasarkan data kebutuhan yang valid, dengan memanfaatkan aplikasi SAKTI. Aplikasi SAKTI merupakan aplikasi yang digunakan sebagai sarana bagi satuan kerja dalam mendukung implementasi sistem perbendaharaan dan anggaran negara, untuk melakukan pengelolaan keuangan yang meliputi tahapan perencanaan
hingga pertanggungjawaban anggaran.
“Kegiatan ini diikuti 106 peserta yang terdiri dari operator perencanaan pada Kankemenag Kabupaten/Kota sebanyak 17 orang, operator perencanaan pada MAN 22 orang, operator perencanaan pada MTsN 35 orang, dan pendamping operator atau kepala sekolah sebanyak 32 orang. Adapun materi yang diberikan adalah penjelasan mengenai aplikasi SAKTI, lalu dilanjutkan penyusunan angggaran yang dipandu tim perencanaan Kanwil Kemenag Sumsel,” jelas Aswan.
Kakanwil Kemenag Sumsel Dr. Drs. H. Mukhlisuddin SH, MA dalam arahannya berharap, para peserta mengikuti kegiatan dengan baik. Sehingga mereka benar-benar menguasai aplikasi SAKTI dan dapat diimplementasikan dalam menunjang tugas sehari-hari di satker masing-masing.
Mukhlisuddin: Penyuluh Mesti Kuasai Retorika Dakwah
Kakanwil Kemenag Sumsel Dr. Drs. H. Mukhlisuddin SH, MA menyampaikan materi pada Pembinaan Penyuluh Agama Islam Lingkungan Kemenag Kota Palembang di The Zuri Hotel Palembang, Sabtu (24/10) sore. Pada kesempatan tersebut, Kakanwil berpesan agar para penyuluh terus meningkatkan kualitas dan kapasitas diri.
“Kemampuan berdakwah atau berceramah harus terus ditingkatkan. Dakwah itu adalah ilmu retorika. Ilmu bagaimana agar orang bersedia dan betah mendengarkan ceramah kita. Kalau bapak/ibu ceramah jangan kaku, harus bisa melihat situasi dan kondisi audiens,” tutur Mukhlisuddin.
Untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas diri, lanjut Mukhlisuddin, para penyuluh harus banyak membaca buku serta memanfaatkan berbagai media untuk menimba wawasan. Menurutnya, orang yang memiliki ilmu pengetahuan tidak mudah menyalahkan orang lain.
“Menyampaikan materi ceramah mesti sistematis dan jangan monoton. Kuasailah banyak bahasa sehingga mampu mendekatkan diri dengan jamaah pendengar. Persoalan khilafiyah jangan dibawa ke ladang dakwah, sampaikan hal-hal yang umum. Terpenting adalah mengajak orang untuk taat kepada Allah SWT dan mengikuti teladan Rasululllah SAW,” jelas Mukhlisuddin.
Dia juga berpesan agar menjadi penyuluh yang proporsional dan profesional. Proporsional artinya tepat sasaran, sedangkan profesional artinya memiliki kompetensi. “Amalkan 5 S, yaitu senyum, salam, sapa, sopan, dan santun. Performance atau penampilan juga perlu jadi perhatian. Pakaian tidak mesti mahal, namun harus bersih dan rapi. Perhatikan performance saat tampil, apakah sudah tepat. Bagaimana orang mau mendengarkan atau ceramah kita masuk ke hati mereka kalau penampilan kita asal-asalan dan tidak meyakinkan,” tuntas Mukhlisuddin. (quds)
Kab. OKI serta meningkatkan pelayanan Kemenag Kab. OKI dalan inovasi pelayanan yang prima. Ujarnya. (anhar/20).