1
RISALAH SIDANG
SENAT AKADEMIK – INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG Rapat / Sidang Sidang SENAT AKADEMIK No. : 17/RSSA/07122012 Hari / Tanggal Jumat / 7 Desember 2012 Waktu pkl. 14.00 – 16.40 Tempat Gedung Balai Pertemuan Ilmiah ITB, Jalan Dipati Ukur No. 4 Bandung Peserta Anggota SA = 21 orang (dari 33 orang) Ex‐officio = 10 orang (dari 19 orang) Tidak Hadir = 22 orang ( termasuk ijin 6 orang ) Catatan : ‐ daftar hadir ada pada lampiran ‐ Agenda Sidang 1. Pengesahan Agenda Sidang 2. Pengesahan konsep risalah sidang 2 November 2012 3. Laporan pimpinan SA ITB 4. Laporan komisi : Komisi I : Pembahasan draft SK Skema Pendidikan Komisi III : Usulan kenaikkan jabatan/pangkat Kenaikkan jabatan : Ke GB FMIPA : Dr. L. H. Wiryanto STEI : Dr. Gibson H.M. Sianipar Ke LK SITH : Dr. Anggraini Barlian Kenaikkan pangkat dalam jabatan yang sama FSRD : Dr. Dicky R. Munaf 5. Laporan persiapan kurikulum 2012 oleh WRAM 6. Lain‐lain Catatan Sidang 1. Pengesahan Agenda Sidang Keputusan : Agenda sidang disetujui 2. Pengesahan Risalah Sidang 2 November 2012 Isi risalah : a. Komisi‐I : Skema Pendidikan Akan dibahas pada sidang berikutnya b. Komisi‐III : Kenaikaan jabatan/pangkat Kenaikkan jabatan ke LK SITH : Dr. Gede Suantika FMIPA : Dr. Chatif Kunjaya SBM : Dr. Aurik Gustomo Kenaikkan pangkat dalam jabatan yang sama FMIPA : Dr. Agus Yodi Gunawan SF : Prof. Yeyet Cahyati Sumirtapura Keputusan : Risalah sidang 2 November 2012 disetujui3. Laporan Pimpinan SA Ketua SA : a. Anggota baru : Prof. Doddy Abdassah (FTTM) b. Kunjungan SA ke Senat Fakultas/Sekolah Beberapa hal/isu penting : Senat Akademik : ‐ Hubungan kelembagaan antara SA dan Senat Fak/Sek ‐ Review komisi‐komisi di SA ‐ Inventarisasi dan review kembali SK‐SK SA yang pernah dikeluarkan Akademik dan Kurikulum : ‐ Kurikulum dan program TPB ‐ Jumlah mahasiswa yang sudah terlalu banyak, fasilitas kurang mendukung ‐ Hubungan kelembagaan prodi, KK, Fak/Sek Dosen / Komunitas Akademik : ‐ Kepedulian terhadap ITB yang “self organize” ‐ Etika dan penegakkan etika c. Peran SA dalam proses penyusunan Statuta ITB ‐ Pertemuan 7 PT BHMN di UGM dan Unair ‐ Beberapa pertemuan tim statuta, SA & Nara sumber d. Isu etika/norma dan komisi penegakkan etika/norma e. Review komisi‐komisi di SA Apakah diperlukan ? ‐ Komisi terkait dengan permasalahan kampus ‐ Komisi terkati dengan permasalahan etika Sekretaris SA : f. Situs SA sudah bisa diakses : ‐ Kebijakan SA ITB (SK) dapat diunduh oleh publik ‐ Risalah Sidang Pleno (terbatas hanya untuk anggota SA) g. Laporan surat/SK masuk dan keluar 4. Komisi III : Usulan kenaikkan jabatan/pangkat Kenaikkan jabatan : Ke GB FMIPA : Dr. L. H. Wiryanto Pandangan dari Dekan FMIPA ‐ Ybs anggota KK Matematika Industri & Keuangan ‐ Karya ilmiah diterbitkan pada jurnal internasional dan nasional (ada dalam berkas usulan) ‐ Memiliki kegiatan internasional seperti memberikan kuliah tamu di Universitas Okayama‐Jepang, Editor Jurnal
3
RISALAH SIDANG
SENAT AKADEMIK – INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG Industrial Math Society, angg komite konferensi SIAM Asia Timur dan lain‐lain ‐ Aktif mengajar dan meneliti ‐ Tekun dan serius ‐ Mengusulkan kenaikkan jabatan ke GB Komentar Perekomendasi Prof. Edy Suwono : ‐ Bidang minat fluid dynamics dengan dasar mathematical physics, sehingga banyak kerja sama dengan bidang lain seperti Teknik Sipil ‐ Banyak mengikuti kegiatan internasional (konferensi, penelitian dan pembimbingan) ‐ Sangat mendukung untuk kenaikkan jabatan ke GB Prof. Sutawanir ‐ Mengenal melalui kegiatan pembimbingan baik S1 dan S2 ‐ Benyak melakukan kerja sama internasional, seperti pernah menjadi ketua konferensi internasional dan menangani kerja sama double degree dengan Kanazawa University‐ Jepang ‐ Mendukung untuk kenaikkan jabatan ke GB Komentar anggota SA Prof. Buchari ‐ Ybs termasuk yang mengikuti perkembangan ilmu murni yang berhubungan dengan bidang2 lain atau bidang aplikasi Prof. Widyo Nugroho ‐ Apresiasi kepada ybs khususnya dalam bidang pengabdian pada masyarakat seperti menilai buku SMA, memberikan pelatihan guru dsb. ‐ Setuju untuk diusulakn kenaikkan jabatan ke GB Keputusan : Dr. L. H. Wiryanto disetujui untuk diusulkan ke jabatan GB STEI : Dr. Gibson H.M. Sianipar Pandangan Dekan STEI ‐ Ybs anggota KK Teknik Ketenagalistrikan ‐ Penelitian dalam Komputasi Sistem Tenaga; Restrukturisasi Sistem Tenaga; Power System Analysis ‐ Mengajar mata kuliah : Rangkaian Elektrik, AnalisisNumerik, Manajemen Daya Elektrik dsb ‐ Ybs aktif dalam keprofesian yang berhubungan dengan Sistem Kelistrikan seperti dalam penyusunan UU Ketenagalistrikan dsb ‐ Dalam kluster keilmuan yang ditekuni belum ada Profesor (Prof. S. Sapiie sudah pensiun) ‐ Mengusulkan kenaikkan jabatan ke GB Komentar Perekomendasi Prof. Sudjana Sapiie : ‐ Ybs Seorang pemikir/insinyur/intelektual ‐ Tekun dan pintar, perfeksionis ‐ Tidak terlalu konsern untuk kenaikkan pangkat ‐ Membuat paper dalam bidang Elektroteknik yang ‘sulit’ sehingga butuh waktu yang lama dan diajukan ke jurnal IEEE (masih berlangsung) ‐ Cita‐cita membuat suatu teori yang nantinya dikenal teori Gibson ‐ Mendapat pengakuan dari suatu grup dalam IEEE ‐ Mendapatkan undangan untuk membicarakan paper yang ditulis secara khusus di Canada ‐ Problem : pembawaan/karakter yang agak sulit karena perfeksionis ‐ Ybs diyakini dapat memberikan kontribusi kegurubesaran di ITB ‐ Pernah ada masalah personal sehingga sempat ”menghilang” ‐ Merekomendasikan sebagai GB, yang seharusnya sudah 10 tahun lalu Prof. Andriyan Bayu Suksmono ‐ Memilik karakter yang kuat, jujur dan berterus terang ‐ Sikap keilmuan yang idealis ‐ Menginginkan kenaikkan jabatan fungsional dengan menunggu pengakuan internasional ‐ Daya juang tinggi ‐ Merekomendasikan untuk diajukan ke jabatan GB Prof. Komang Bagiasna ‐ Terpanggil menjadi perekomendasi, karena pernah kuliah bersama‐sama di Elektroteknik ‐ Ybs merupakan mahasiswa yang cemerlang ‐ Seharusnya sudah sejak lama diusulkan menjadi GB, ‐ Perfeksionis
5
RISALAH SIDANG
SENAT AKADEMIK – INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG ‐ Merekomendasikan untuk diajukan ke jabatan GB Komentar anggota SA Prof. Tati Mengko ‐ Sangat lurus dan berkarakter, pandai ‐ Sempat “hilang” sekitar 2 tahun karena ada masalah pribadi ‐ Mendukung untuk diajukan ke jabatan GB Prof. Irwandy Arif ‐ Ybs sangat sportif dalam kegiatan olah raga, dan diyakini dalam kegiatan keilmuan juga bersifat sportif Keputusan : Dr. Gibson Sianipar disetujui untuk diusulkan ke jabatan GBKe LK SITH : Dr. Anggraini Barlian Pandangan Dekan SITH ‐ Bidang yang ditekuni : Biologi perkembangan ‐ Aktfi sebagai peneliti dan memiliki publikasi internasional dan nasional ‐ Dalam pengembangan institusi pernah menjabat sekretaris program studi Bbiologi 2003‐2006 dan saat ini sebagai ketua Prodi Bioteknologi dan Biomanajemen ‐ Menyetujui untuk diusulkan ke LK Komentar Prof. Djoko Iskandar ‐ Bekerja dalam penelitian di garis‐garis depan ‐ Calon potensial GB SITH mendatang ‐ Terakhir naik pangkat thn 2000 (tidak terlalu diurus) Prof. Intan Ahmad ‐ Dari segi keilmuan : no question ‐ Aktif di Dikti ‐ Top no 1 pada saat seleksi reviewer di DIKTI Keputusan : Dr. Anggraini Barlian disetujui diajukan ke jabatan LK Laporan Kenaikkan pangkat dalam jabatan yang sama FSRD : Dr. Dicky R. Munaf
5. Komisi – I : Pembahasan draft SK Skema Pendidikan (Draft SK lihat lampiran) Prof. Roos Akbar (tim Komisi‐I) Beberapa point pada draft SK ‐ Jika pertimbangan ke‐3 disepakati (norma kerma akademik dengan lembaga mitra) maka draft dianggap sudah memenuhi ‐ Pendidikan di ITB hanya akademik dan profesi, vokasi hanya untuk yang bersifat rintisan Komentar Prof. Widyo Nugroho ‐ SK ini harus mengacu ke PTP (PP 66/2010) ‐ Harus mengacu ke statuta, tetapi statuta berdasarkan PP 66/2010 tidak ada, dapat dikatakan status ITB saat ini fuzzy ‐ Draft SK ini mengacu ke PP 155/2000 ‐ Usul : draft SK ini ditambah kalimat jika statuta diberlakukan berdasarkan UU 12/2012, harus ada penyesusaian ‐ SK‐SK berdasarkan PP 155/2000 harus ditinjau jika UU 12/2012 berlaku Prof. Kadarsah Suryadi ‐ Sebaiknya ada klausul : jika ada ketentuan lebih lanjut maka akan disesuaikan Prof. Intan Ahmad ‐ Perlu ditambahkan UU 12/2012 dalam ‘mengingat’ Prof. Roos Akbar ‐ Tidak perlu dinyatakan secara langsung mengenai penyesuaian peraturan Prof. Irwandy Arif ‐ Perubahan peraturan sudah ada pada no. 9 ‐ Memutuskan pada no 8 : di luar kebiasaan, kenapa ? Prof. Tati Mengko ‐ No 7 : apa yang dimaksud pengertian setara ? ‐ Bagaimana kerma yang sedang berjalan ? Prof. Roos Akbar ‐ No 8, bagaimana dengan yang sedang berjalan ‐ No 7 : universitas manapun bisa menjadi feeder (tidak hanya universitas luar negeri) Prof. Hermawan KD
7
RISALAH SIDANG
SENAT AKADEMIK – INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG ‐ Ingin kejelasan no 5 dan 7 ‐ Bagaimana contoh dengan Jepang yang memiliki prodi dengan nama yang tidak biasa (tidak linier) Prof. Roos Akbar ‐ Kerma perlu dilakukan dengan hati‐hati ‐ Harus jelas dan dipikirkan bangun keilmuan secara lengkap meskipun tidak harus segera ada (diimplementasikan) Prof. Djoko Iskandar ‐ Kata “linier” dalam no 5, menurut DIKTI menuju ke arah professorship. Linier yang dimaksud sebaiknya pada landasan keilmuan Prof. Intan Ahmad ‐ Masih perlu diperbaiki ‘redaksional’ Prof. Widyo Nugroho ‐ Pengembangan keilmuan didasarkan body of knowledge ‐ UU PT pengembangan rumpun keilmuan didasarkan pohon keilmuan,jadi keilmuan yang harus linier, bukan program studinya Prof. Daryono Hadi ‐ Trend pengembangan prodi kearah multidisiplin perlu dipertimbangkan Prof. Irwandy Arif ‐ No 8 tidak perlu dituliskan untuk 4 tahun Keputusan : Prinsip disetujui, redaksional akan diperbaiki 6. Laporan persiapan kurikulum 2012 oleh WRAM Ketua tim kurikulum : Dr. Akhmad Mukhlis Progres penyusunan Kurikulum 2012 (lihat lampiran) Oleh : Prof. Kadarsah Suryadi Komentar Prof. Benhard Sitohang ‐ Klarifikasi tentang mata kuliah fak/sek.dengan asumsi fak./sek adalah satu rumpun (lihat adendum SK034/2012) ‐ Penjelasan : o S2 : “penguasaan” dan “pemanfaatan”, o S3 : kualifikasi dan proposal Prof. Widyo Nugroho ‐ Filsafat ilmu digunakan untuk memahami metoda ilmiah ‐ S2 tidak ada filsafat ilmu, S3 harus sudah pahammetodologi penelitian ‐ Usul : S3 filsafat ilmu 3 sks dan metodologi penelitian 2 sks Prof. Intan Ahmad ‐ Program minor, mahasiswa lebih cenderung mengambil elektif ‐ Minor ada keterbatasan fasilitas, dosen dsb ‐ S3 : residensi hanya 2 semester, terlalu pendek dan seharusnya fulltime Prof. Ofyar Tamin ‐ 4 Tahapan, bagaimana kualifikasi dan proposal ‐ Tahap I dan II perlu ditinjau Dr. Yustiono ‐ Klarifikasi persyaratan SKS ‐ Bagaimana adanya perbedaan minat utama dan minat lain dengan perbedaan 48 sks Prof. Kadarsah Suryadi ‐ Program major‐minor, tidak mudah dilaksanakan ‐ Jika syarat minor dipenuhi akan diberi transkrip minor, sedangkan jika tidak dipenuhi akan menjadi elektif Dr. A. Muchlis (tim kurikulum) ‐ TPB : kuliah dasar fak/sek dengan asumsi satu rumpun diserahkan ke fak/sek masing‐masing untuk menentukan ‐ Filsafat ilmu dan metodologi penelitian, jika sudah mendapatkan di S2 sudah tidak perlu diambil. SKS perlu ditinjau lagi ‐ Minor ada di SK Senat Akademik dan diperlukan untuk menambahkan sub‐kemampuan Prof. Bambang Riyanto ‐ Saat ini ujian kualifikasi S3 didasarkan proposal ‐ Usulan kurikulum saat ini ; perlu ada ujian kualifikasi ‐ Bentuk ujian kualifikasi teknisnya diserahkan ke fak/sek ‐ Ujian kualifikasi dirancang untuk satu semester, proposal 2 semester Prof. Ofyar Tamin ‐ Permasalahan : urutan kualifikasi – proposal ‐ Jika tidak mampu menyusun propsal perlu diterminasi, tetapi bagaimana jika kualifikasi sudah lulus ? Prof. Tati Syamsudin ‐ Lulus kualifikasi : kandidat doktor ‐ Perlu dilihat ujian kualifikasi pada semester‐1 Prof. Pudji Astuti ‐ Ada 2 tahap dalam tahap‐I : kualifikasi dan proposal
9
RISALAH SIDANG
SENAT AKADEMIK – INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG ‐ Kandidat doktor adalah yang telah memenuhi kualifikasi dan proposal Prof. Benhard Sitohang ‐ Kompromikan kembali bahwa ujian kualifikasi sekaligus proposal Prof. Hermawan KD ‐ Faktanya banyak juga yang gagal pada kurikulum 2008 walaupun proposal telah lulus, antara lain karena tidak mempunyai kemampuan teknis detil ‐ Setuju dengan urutan kualifikasi lalu proposal Prof. Intan Ahmad ‐ di negara maju ada yang tidak ada batas waktu seperti ITB ‐ Dengan batas waktu yang ada ujian kualifikasi + proposal menjadi tidak mudah Dr. Ibnu Syabri ‐ Ada beberapa contoh : hanya dengan lulus beberapa kuliah qualified menjadi kandidat doktor ‐ Mengembalikan ke fak/sek mengenai kriteria kualifikasi Prof. Benhard Sitohang ‐ Untuk TPB : mata kuliah dasar fak/sek artinya fak/sek dalam satu rumpun ‐ Fak/Sek adalah unit bukan keilmuan ‐ sebaiknya mata kuliah dasar keilmuan bukan fak/sek Prof. Djoko Iskandar ‐ apakah fasttrack masih diperlukan ? Dr. Ahmad Muchlis ‐ Fast track tidak muncul dalam rancangan kurikulum Keputusan : tidak ada Sidang ditutup pkl. 16.40 LAMPIRAN 1. Draft SK Skema Pendidikan 2. Presentasi Progres Persiapan Kurikulum 3. Catatan 4. Daftar Hadir Bandung, 7 Desember 2012 Senat Akademik ITB Menyetujui Sekretaris, Ketua Senat Akademik ITB (Deddy Kurniadi) (Intan Ahmad)
LAMPIRAN I
Draft SK Skema Pendidikan
DRAFT SURAT KEPUTUSAN SENAK AKADEMIK INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG Nomor: xx/SK/K01‐SA/2012 TENTANG SKEMA PENDIDIKAN DI ITB SENAT AKADEMIK INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG MENIMBANG:
1. Pernyataan bahwa ITB memperkuat posisi dan keterpandangannya sebagai universitas berbasiskan riset berikut ciri‐cirinya seperti yang tertuang dalam SK Senat Akademik Nomer 01/SK/K01‐SA/2009 mempunyai kaitan erat dengan skema pendidikan.
2. Beragamnya skema pendidikan yang ada di ITB maupun di universitas lain baik secara mandiri maupun dalam kerangka kerjasama dalam dan luar negeri.
3. Kerjasama akademik ITB dengan lembaga mitra yang harus memberikan manfaat kepada ITB yang normanya tertuang dalam SK Senat Akademik Nomer 03/SK/K01‐SA/2007tentang Norma Kerjasama Akademik dengan Lembaga Mitra yang harus juga sesuai dengan pernyataan ITB sebagai universitas riset. (ini agak bertentangan karena di SK ini ada program feeder dan kerma dengan pemda yang justru akan diperbaiki Æ mohon saran) 4. Adanya pertanggungjawaban ITB untuk turut serta dalam mengembangkan
dan membangun masyarakat. MENGINGAT: 1. UU 20/2003 Tentang Sisdiknas 2. SK MWA tentang RENIP ITB 2011‐2015 3. SK Senat Akademik 10/SK/I1‐SA/OT/2012 tentang Harkat Pendidikan di ITB 4. SK Senat Akademik nomer 20/SK/K01‐SA/2010 tentang Fokus Riset ITB 5. SK Senat Akademik nomer 22/SK/K01‐SA/2007 tentang Kriteria, Persyaratan dan Prosedur Penyelenggaraan Program‐program Pendidikan Khusus. MEMUTUSKAN: Menetapkan:
1. Pendidikan di ITB ditujukan untuk meraih cita‐cita menjadi universitas berbasiskan riset. Untuk itu, jenis pendidikan yang dipilih untuk dilaksanakan di ITB dibatasi hanya yang terkait dengan pendidikan akademik dan profesi.
3. Dalam hal penugasan pemerintah, jenis pendidikan lain (vokasi) dapat dilaksanakan dalam jangka waktu tertentu asalkan bersifat rintisan dan harus sesuai dengan rencana pengembangan ITB sendiri.
4. Pendidikan di ITB bersifat terbuka dalam artian semua lapisan masyarakat dapat memperoleh pendidikan di ITB (tanpa harus membuat kelas khusus) asal memenuhi persyaratan yang ditetapkan.
5. Pengembangan program studi di ITB harus mengikuti bangun keilmuan dan kurikulum yang bersifat linier, terintegrasi dan lengkap dari program sarjana, magister hingga doktor dengan alur yang jelas.
6. Kurikulum yang terintegrasi di ITB dilakukan dengan mempertimbangkan/memperhatikan berbagai metoda yang dapat dilakukan seperti full time‐part time, credit earning‐credit transfer, fast track dan sebagainya.
7. Kerjasama antara ITB dengan perguruan tinggi mitra yang setara dan atau lebih baik dalam proses pendidikan dapat dilakukan melalui metoda double degree‐joint degree, sandwich.
8. Skema pendidikan yang ada saat ini masih dapat berlaku dengan ketentuan 4 tahun dari tanggal ditetapkannya SK ini sudah harus selesai penyesuaiannya. 9. Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan dengan ketentuan akan
diperbaiki sebagaimana mestinya apabila dikemudian hari disadari terdapat kekeliruan dalam penetapannya. Ditetapkan di Bandung, Pada tanggal ….. 2012 Ketua, Prof. Dr. Intan Ahmad Tembusan Yth: 1. Ketua MGB 2. Rektor 3. Para Dekan Fak/Sek
11
RISALAH SIDANG
SENAT AKADEMIK – INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNGLAMPIRAN II
Presentasi Progres Persiapan Kurikulum
Tim Penyusun Panduan Penyusunan Kurikulum
2013
Institut Teknologi Bandung
Dasar
Dasar
Kepmendiknas
RI
No.
232/U/2000
Tentang
Pedoman
Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian Hasil
Belajar Mahasiswa
Kepmendiknas No. 045/U/2002 Tentang Kurikulum Inti
Pendidikan Tinggi
Surat Keputusan Senat Akademik Institut Teknologi Bandung
No. 11/SK/I1‐SA/0T/2012 Tentang Pedoman Kurikulum 2013‐
2018Institut Teknologi Bandung
2018Institut Teknologi Bandung
Surat Keputusan Senat Akademik No. 10/SK/I1‐SA/OT/2012
Tentang Harkat Pendidikan di Institut Teknologi Bandung
Panduan Kurikulum
Panduan Kurikulum
•
Memandu kegiatan penyusunan kurikulum
Memandu kegiatan penyusunan kurikulum
agar terstruktur dan mencerminkan
paradigma penyusunan kurikulum (outcome
based, learner centered, continuous
improvement, international accreditation)
•
Memberikan landasan untuk mengurangi
kesulitan dalam implementasi
•
Memberikan landasan untuk memudahkan
asesmen
Jadwal
Jadwal
Penyusunan kurikulum dilakukan dalam stages:
1. Redefinisi program studi: body of knowledge; tantangan
10 tahun ke depan; tujuan pendidikan program studi;
outcome lulusan (sampai Juli 2012)
2. Penyusunan struktur kurikulum program studi, termasuk
roadmap, penetapan outcome matakuliah, pemetaan
matakuliah vs outcome lulusan (Juni – November 2012)
3. Perencanaan support system, koordinasi lintas program
studi(Oktober – Desember 2012)
4. Penyiapan pengajaran, termasuk silabus lengkap (Oktober
4. Penyiapan pengajaran, termasuk silabus lengkap (Oktober
2012 – Januari 2013)
Naskah kurikulum harus mencakup hal‐hal berikut:
A. Deskripsi tentang bidang keilmuan/keahlian atau profesi
B. Tujuan pendidikan program studi
C
C
i
l l
( t d
t
t
)
C. Capaian lulusan (student outcome)
D. Struktur kurikulum
E. Road map dan capaian matakuliah (learning outcome)
F. Atmosfer akademik
G. Sumber daya manusia
H Dukungan sarana dan prasarana
H. Dukungan sarana dan prasarana
I.
Asesmen pembelajaran
J.
Aturan ekivalensi
K. Deskripsi matakuliah.
Struktur Kurikulum ‐ Sarjana
Struktur Kurikulum Sarjana
Matakuliah pilihan: paling sedikit 15 sks; termasuk paling sedikit 3 sks dari luar prodi.
Matakuliah wajib prodi: paling sedikit 54
Agama dan Etika: 2 sks
Pancasila dan Kewarganegaraan: 2 sks
Matakuliah wajib prodi: paling sedikit 54 sks, termasuk tugas akhir Pancasila dan Kewarganegaraan: 2 sks Muatan Manajemen: 2 sks Muatan Lingkungan: 2 sks Tahap Persiapan Bersama 36 sks: • Ilmu Pengetahuan Dasar: berdasarkan stream (Sains dan Rekayasa; Seni dan Desain; Manajemen) • Pengantar Teknologi Informasi
• Pengantar Rekayasa dan Desain I dan II atau Sains Terpadu I dan IIPengantar Rekayasa dan Desain I dan II atau Sains Terpadu I dan II
• Bahasa Indonesia, Bahasa Inggeris dan Olahraga
Struktur Kurikulum ‐ Sarjana
Struktur Kurikulum Sarjana
Program Minor:
Program Minor:
•
12‐18 sks
b ik
l h
b k
d i
•
memberikan salah satu sub‐kemampuan dari
kemampuan pokok yang diperoleh lulusan
di
k
program studi yang menawarkan
•
dapat melebihi 144 sks
Struktur Kurikulum ‐ Magister
Struktur Kurikulum Magister
O i
t i
Orientasi:
•
penguasaan dan pengembangan ilmu
pengetahuan, teknologi atau seni, atau
•
pemanfaatan dan pendayagunaan ilmu
pengetahuan, teknologi atau seni melalui
keahlian atau profesi tertentu.
•
Wajib prodi: paling sedikit 3 sks jika ada jalur
pilihan
•
Jalur pilihan (jika ada): beda paling sedikit 12
Jalur pilihan (jika ada): beda paling sedikit 12
sks dalam satu prodi
•
Tesis: 6‐12 sks (orientasi “pengembangan”)
•
Tesis: 6‐12 sks (orientasi pengembangan )
atau
P
k khi 4 6 k ( i
t i
Proyek akhir: 4‐6 sks (orientasi
“pemanfaatan”)
•
Pilihan: 9‐12 sks
Struktur Kurikulum ‐ Doktor
Struktur Kurikulum Doktor
Empat tahap:
Empat tahap:
I. Ujian kualifikasi (batas: akhir semester 2)
l (b
khi
II. Penyusunan proposal (batas: akhir semester
4)
III. Penelitian
IV. Ujian disertasi (batas: akhir semester 10)
j
(
)
Masa mukim: minimal 2 semester
Publikasi internasional
Publikasi internasional
Struktur Kurikulum ‐ Doktor
Struktur Kurikulum Doktor
Matakuliah:
Matakuliah:
•
Filsafat Ilmu 2 sks
d l i
li i
3 k
•
Metodologi Penelitian: 3 sks
•
Ujian Kualifikasi: 3 sks
•
Penyusunan Proposal: 3 sks
•
Penelitian dan Laporan Kemajuan I‐IV @ 5 sks
Penelitian dan Laporan Kemajuan I IV @ 5 sks
•
Ujian Disertasi: 3 sks
W jib
Pilih
P di 6 k
•
Wajib atau Pilihan Prodi: 6 sks
Lain‐lain
Lain lain
1. Beban kerja per sks: 3 jam/minggu (sarjana)
atau 5 jam/minggu (pascasarjana)
j
/
gg (p
j
)
2. Pengalaman hands‐on
3 Bobot sks per matakuliah
3. Bobot sks per matakuliah
4. Kegiatan ko‐kurikuler
12
RISALAH SIDANG
SENAT AKADEMIK – INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNGLAMPIRAN III
CATATAN
Koreksi dari Prof. Roos Akbar
14