• Tidak ada hasil yang ditemukan

Clustering Data Polutan Udara Kota Pekanbaru dengan Menggunakan Metode K-Means Clustering

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Clustering Data Polutan Udara Kota Pekanbaru dengan Menggunakan Metode K-Means Clustering"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

Gambar

Gambar 1. Pengaruh untuk setiap parameter pencemar
Gambar 2. Kelompok dengan 5 cluster 3.  Hitung jarak antara data dengan centroid. Pada
Gambar 4. Kelompok dengan 4 cluster  Dari  jumlah  total  16  variabel  data  yang
Gambar 6. Diagram alir metode K-means

Referensi

Dokumen terkait

Lampiran 4 menunjukkan data spesies jamur yang hasil cluster-nya berbeda dengan hasil penelitian Rahayu (1992) beserta fitur cirinya. Fitur ciri yang mempunyai

3) Setelah menetukan titik pusat awal cluster langkah selanjutnya yaitu hitung jarak centroid setiap data ke masing-masing centroid menggunakan persamaan

Untuk menghitung jarak tersebut dapat menggunakan euclidean distance seperti pada (4). Untuk menentukan anggota cluster adalah dengan memperhitungkan jarak minimum objek. Nilai

Setelah dilakukan proses reduksi dimensi, selanjutnya dilakukan proses clustering menggunakan K-Means, dengan skenario reduksi dimensi yang berbeda dan jumlah cluster yang

Dari beberapa kali pengujian menggunakan 5 Cluster yang berbeda menunjukkan bahwa nilai DBI terkecil terdapat pada pengujian menggunakan 3 jumlah Cluster yaitu

Sehingga penelitan ini dilakukan untuk menginterpretasi kelompok yang terbentuk dari implementasi k-means clustering menggunakan 3 teknik similarity yaitu Euclidean,

Pada penelitian ini diketahui bahwa hasil cluster dengan metode k-means memiliki kualitas sedang sampai baik pada nilai k mendekati jumlah jenis moda transportasi dilihat dari

Kedua, dari clustering yang terbentuk dari masing-masing kelas, dapat dijabarkan bahwa untuk kelas Teknik Informatika-A, sebanyak 5 10% nilai UTS termasuk dalam cluster nilai