PENGASUHAN DAN
KELEKATAN ANAK
Fildzah Badzlina, MKM Andra Vidyarini, S.Gz, M.Si Tim Pengajar MK Tumbuh Kembang Anak Prodi Imu Gizi FIKES Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA
Hai orang-orang yang beriman, peliharalah
dirimu dan keluargamu dari api neraka yang
bahan bakarnya adalah manusia dan batu;
penjaganya malaikat-malaikat yang kasar,
keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap
apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka
dan selalu mengerjakan apa yang
diperintahkan
definisi
P
engasuhan
Suatu bentuk (struktur), sistem dalam menjaga, merawat dan membimbing anak (KBBI)
Pola Asuh
Cara atau metode pengasuhan yang digunakan oleh orang tua agar anak dapat tumbuh menjadi individu yang dewasa secara sosial (Santrock, 2014).
Pola interaksi antara anak dengan orangtua yang meliputi pemenuhan kebutuhan fisik (seperti makan, minum dan lain-lain) dan kebutuhan psikologis (seperti rasa aman, kasih sayang dan lain -lain), serta sosialisasi norma-norma yang berlaku di masyarakat agar anak dapat hidup selaras dengan lingkungannya (Latifah, 2011)
1. Upaya memenuhi kebutuhan anak untuk
kesejahteraan jasmani, rohani, sosial dan emosionalnya. Dan melindungi anak, melalui menghindarkan dari potensi kecelakaan/ bahaya atau pelecehan.
2. Memberikan aturan dan memastikan
bahwa aturan terkontrol serta mampu ditegakkan.
3. Mendukung anak, mampu mengembangkan
potensi dalam dirinya. Dimana, jika hal ini dilakukan dengan benar, maka anak-anak dalam pengasuhan mampu menjadi
generasi terbaik dan juga menjadi penyejuk mata serta hati orangtua.
MACAM-MACAM
PENGASUHAN
01
02
03
04
Authoritarian Parenting Authoritative Parenting Neglectful Parenting Indulgent Parenting Oleh Baumrind• Pola asuh dengan gaya membatasi dan menghukum orang
tua menasihati anak untuk mengikuti arahan mereka dan menghormati pekerjaan dan upaya mereka
• Orang tua yang otoriter menempatkan batasan dan kendali
tegas pada anak dan mengizinkan sedikit pertukaran verbal. Misalnya, orang tua yang otoriter mungkin berkata, "Kamu akan melakukannya dengan caraku atau yang lain.“
• Orang tua yang otoriter juga mungkin sering memukul anak,
menegakkan aturan dengan kaku tetapi tidak
menjelaskannya, dan menunjukkan kemarahan kepada anak.
• Anak-anak dari orang tua otoriter seringkali tidak bahagia,
takut, dan cemas tentang membandingkan diri mereka
dengan orang lain, gagal memulai aktivitas, tidak inisiatif dan memiliki keterampilan komunikasi yang lemah.
• Anak laki-laki dari orang tua otoriter dapat berperilaku
agresif
POLA ASUH OTORATIF (AUTHORITATIVE PARENTING)
• Tipe ini mendorong anak untuk mandiri tetapi tetap membatasi
dan mengontrol tindakan mereka
• Pemberian dan penerimaan verbal yang ekstensif diperbolehkan,
dan orang tua bersikap hangat serta mengasuh anak
• Orang tua yang berwibawa mungkin merangkul anak dengan cara
yang menghibur dan berkata, "Kamu tahu kamu seharusnya tidak melakukan itu. Mari bicarakan tentang bagaimana kamu dapat menangani situasi ini dengan lebih baik di lain waktu. “
• Orang tua yang berwibawa menunjukkan kesenangan dan
dukungan dalam menanggapi perilaku konstruktif anak-anak, perilaku dewasa, mandiri, dan sesuai usia dari anak-anak.
• Anak-anak yang orang tuanya berwibawa sering kali ceria, dapat
mengendalikan diri dan mandiri, dan berorientasi pada prestasi; mereka cenderung memelihara hubungan persahabatan dengan teman sebaya, bekerja sama dengan orang dewasa, dan mengatasi stres dengan baik.
POLA ASUH LALAI (NEGLECTFUL PARENTING)
• Tipe ini orang tua sangat tidak terlibat dalam kehidupan anak.
• Anak-anak yang orang tuanya lalai mengembangkan perasaan
bahwa aspek lain dari kehidupan orang tua lebih penting daripada mereka
• Anak-anak ini cenderung tidak kompeten secara sosial, memiliki
pengendalian diri yang buruk dan tidak menangani kemandirian dengan baik, sering kali memiliki harga diri yang rendah, tidak dewasa, dan mungkin terasing dari keluarga
• Pada masa remaja, mereka mungkin menunjukkan pola
POLA ASUH MEMANJAKAN (INDULGENT PARENTING)
• Tipe ini orang tua sangat terlibat dengan anak-anak mereka
tetapi hanya sedikit menuntut atau mengontrol mereka
• Orang tua tipe ini membiarkan anak mereka melakukan apa yang
mereka inginkan
• Akibat anak-anak tidak pernah belajar untuk mengontrol
perilaku mereka sendiri dan selalu berharap untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan
• Beberapa orang tua sengaja membesarkan anak-anak mereka
dengan cara ini karena mereka percaya kombinasi dari
keterlibatan yang hangat dan sedikit kekangan akan
menghasilkan anak yang kreatif dan percaya diri
• Faktanya anak-anak yang orang tuanya memanjakan jarang
belajar menghargai orang lain dan mengalami kesulitan untuk mengontrol perilaku mereka. Mereka mungkin mendominasi,
egosentris, tidak patuh, dan mengalami kesulitan dalam
Pola asuh gizi
● Pola asuh gizi merupakan asupan makan dalam rangka
menopang tumbuh kembang fisik dan biologis balita secara tepat dan berimbang
● Aspek kunci pola asuh gizi
a. Perawatan dan perlindungan bagi ibu untuk anaknya
b. Praktek menyusui dan pemberian MP-ASI
c. Pengasuhan psiko-social
d. Penyiapan makanan
e. Kebersihan diri dan sanitasi lingkungan
f. Praktek kesehatan dirumah dan pola pencarian
POLA ASUH MAKAN
• Pola asuh makan adalah cara makan seseorang atau sekelompok
orang dalam memilih makanan dan memakannya sebagai
tanggapan terhadap pengaruh fisiologi, psikologi budaya dan sosial (Waryana, 2010)
• Boucher (2014) pola asuh makan orang tua kepada anak atau
parental feeding adalah perilaku orang tua yang menunjukkan
bahwa memberikan makan pada anaknya baik dengan
pertimbangan atau tanpa pertimbangan
• Untuk kebutuhan pangan/gizi balita, ibu menyiapkan diri sejak
prenatal dalam mengatur dietnya selama kehamilan, masa neonatal berupa pemberian air susu ibu (ASI), menyiapkan makanan tambahan berupa makanan padat yang lebih bervariasi
bahannya atau makanan yang diperkaya, dan dukungan
emosional untuk anak (Kartini, 2006).
• Faktor-faktor yang perlu diperhatikan untuk pengaturan makan
yang tepat adalah umur, berat badan, keadaan mulut sebagai alat
penerima makanan, kebiasaan makan, kesukaan dan
ketidaksukaan, dan toleransi anak terhadap makanan yang diberikan
Orang tua memberikan makanan agar anak tenang saat si anak merasa marah, cemas,
menangis dll
Orang tua memberikan hadiah atau reward berupa makanan jika anak berperilaku baik atau melakukan hal yang diperintahkan
orang tua
Orangtua mendorong anak untuk makan dan memuji anak jika makan
makanan yang telah disediakan. Mendorong anak untuk makan bukan
hanya menyuruh tapi memastikan
Orangtua memutuskan dengan tegas apa yang anaknya makan, menentukan
makanan, baik jenis dan jumlah makanan serta menentukan kapan harus mulai dan berhenti makan
TIPE POLA ASUH MAKAN
EMOTIONAL FEEDING INTRUMENTAL FEEDING PROMPTING OR ENCOURAGEMENT TO EAT CONTROL OVER EATING Wardle (2002)
Pola makan responsive pada anak
• Pola makan yang responsive adalah proses dua arah atau hubungan timbal balik di
mana orang tua memperhatikan isyarat anak dan merespons isyarat dengan tepat. Ini membantu mengembangkan fondasi hubungan saling percaya yang mendukung perkembangan anak. Seorang anak membutuhkan makanan, kesehatan, dan perawatan untuk tumbuh dan berkembang
• Pemberian makan responsif (RF) mengacu pada hubungan timbal balik antara bayi
atau anak dan pengasuhnya yang ditandai oleh anak yang mengomunikasikan perasaan lapar dan kenyang melalui isyarat verbal atau nonverbal, diikuti dengan respons langsung dari pengasuh atau orang tua.
• Responsnya mencakup penyediaan makanan yang sesuai dan bergizi dengan cara
yang mendukung, sambil menjaga lingkungan makan yang tepat. Literatur menunjukkan bahwa RF adalah dasar untuk pengembangan perilaku makan sehat dan keterampilan optimal untuk pengaturan diri dan pengendalian diri asupan makanan. Oleh karena itu, praktik RF dikaitkan dengan standar pertumbuhan yang ideal, asupan nutrisi yang optimal, dan pengaturan berat badan jangka panjang
• responsive feeding juga membantu orang tua dalam mengatur porsi dan frekuensi
Pola makan responsive pada anak
• Pemberian makan aktif adalah ketika orang tua atau pengasuh terlibat dalam
perilaku positif dengan anak, sambil mendorong dan mengingat kepentingan anak selama waktu makan.
• Contoh perilaku aktif positif termasuk melakukan percakapan tentang makanan,
memodelkan perilaku makanan yang baik (pilihan sehat), bermain permainan makanan dan mendorong anak secara verbal.
• perilaku negatif termasuk upaya permusuhan dan intrusif untuk memberi makan
langsung, yaitu memberi makan secara paksa, memegang anak kepala, dan
mengancam atau mengguncang anak, dan dikenal sebagai pemberian makanan non-responsif
LANGKAH PROSES RF PADA ANAK
Penciptaan rutinitas terstruktur, di mana harapan diumumkan dan emosi mendorong interaksi.
02
Isyarat isyarat oleh anak melalui tindakanmotorik, ekspresi wajah atau vokalisasi
03
Respons yang cepat dari pengasuh terhadap sinyal-sinyalini dengan cara yang mendukung, kontingen dan tepat
04
Persepsi respons oleh anak dengan cara yangdapat diprediksi
Pemberian asi
Air Susu Ibu (ASI)
●
Merupakan makanan yang ideal untuk bayi terutama pada
bulan-bulan pertama
●
ASI mengandung semua zat gizi untuk membangun dan penyediaan
energi dalam susunan yang diperlukan
●
ASI tidak memberatkan fungsi traktus digestivus dan ginjal serta
cara pemberian asi
Inisiasi Menyusui Dini (IMD)
Tata cara pelaksanaan IMD (Kemenkes, 2010)
1.
Setelah lahir, bayi secepatnya dikeringkan seperlunya (bukan
dibersihkan), kecuali tangan
2.
Bayi ditengkurapkan di dada atau perut ibu, kulit bayi melekat pada
kulit ibu
cara pemberian asi
Inisiasi Menyusui Dini (IMD)
Urutan perilaku bayi saat pertama kali menyusu
Perilaku yang teramati Perkiraan waktu
Bayi beristirahat dan melihat 30–40 menit pertama
Bayi mulai mendecakkan bibir dan membawa jarinya ke mulut
40–60 menit setelah lahir dengan kontak kulit dengan kulit terus– menerus tanpa terputus
Bayi mengeluarkan air liur
Bayi menendang, menggerakkan kaki, bahu lengan dan badannya ke arah dada ibu
dengan mengandalkan indra penciumannya Bayi meletakkan mulutnya ke puting ibu
cara pemberian asi
Lama dan Cara Menyusui
●
Masing-masing payudara berperan sebagai produsen, penyimpan
sekaligus peralatan untuk memberikan ASI
●
Untuk mencapai keseimbangan, sebaiknya kedua payudara diberikan
secara bergantian
●
Lama menyusui bergantung sifat bayi
●
Bayi yang menyusui cepat (
quick-feeder
) payudara hampir
dikosongkan dalam waktu 5 menit
●
Bayi yang menyusui lamban (
slow-feeder
) butuh waktu 20 menit
bahkan lebih, dengan diselingi istirahat pendek
●
Sebaiknya menyusui tidak terlalui lama untuk menghindari
KELEKATAN
● Tingkah laku yang khusus pada manusia, yaitu kecenderungan dan keinginan
seseorang untuk mencari kedekatan dengan orang lain dan mencari kepuasan dalam hubungan dengan orang tersebut (John Bowlby)
● Mencari dan mempertahankan kontak dengan orang-orang tertentu saja. Orang
pertama yang dipilih anak dalam kelekatan adalah ibu (pengasuh), ayah atau saudara-saudara dekatnya (Monks, 2006)
KELEKATAN
Ciri-ciri anak dapat dikatakan lekat pada orang lain (Maccoby):
a. Mempunyai kelekatan fisik dengan seseorang
b. Menjadi cemas ketika berpisah dengan figur lekat
c. Menjadi gembira dan lega ketika figur lekatnya kembali
d. Orientasinya tetap pada figur lekat walaupun tidak melakukan interaksi.
Anak memperhatikan gerakan, mendengarkan suara dan sebisa mungkin berusaha mencari perhatian figur lekatnya
FIGUR LEKAT
● Merupakan orang yang dijadikan anak sebagai objek lekat
● Figur lekat tidak hanya ibu, tetapi bisa juga ayah, pengasuh (baby Sitter) atau
nenek tergantung kepada siapa bayi merasa nyaman
● Anak akan selalu ingin berdekatan dengan figur lekatnya menangis jika figur
lekatnya pergi, selalu memandang ke arah perginya figur lekat, dan akan sangat senang jika figur lekat kembali serta hal yang paling menonjol adalah anak berani bereksplorasi bebas jika berada dekat figur lekatnya.
TINGKAH LAKU LEKAT
● Tingkah laku lekat (attachment behavior) beberapa bentuk perilaku yang
dihasilkan dari usaha seseorang untuk mempertahankan kedekatan dengan seseorang yang dianggap mampu memberikan perlindungan dari ancaman lingkungan terutama saat seseorang merasa takut, sakit dan terancam
● Ada dua stimulus yang membuat merasa terancam:
1. Stimulus yang berbentuk besar, suaranya keras, datang secara tiba-tiba dan
berubah dengan cepat
2. Objek yang bagi anak merupakan sesuatu yang asing
● Jika anak berada dalam kondisi ini sistem kelekatannya diaktifkan Anak akan
bergerak mendekat untuk melihat atau memeriksa keberadaan ibunya
Tingkah laku yang dilakukan anak dengan memberikan tanda
supaya figur lekat mendekat
Anak berusaha mendekati figur lekat agar diperhatikan dan
terjadi kelekatan afektif
signaling behavior
approaching behavior
SIGNALING BEHAVIOR
menangis Tersenyum &
meraban Mengacungkan tangan Mencoba menarik perhatian
approaching
behavior
Menghisap Mendekati dan mengikuti ClingingFase-fase kelekatan
Fase 1 (sejak lahir sampai usia 3 bulan): respon tak terpilah kepada manusia
02
Fase 2 (usia 3 sampai 6 bulan): fokus padaorang-orang yang dikenal
03
Fase 3 (usia 6 bulan sampai 3 tahun): kelekatan yangintens dan pencarian kedekatan yang aktif
04
Fase 4 (usia 3 tahun sampai akhir masakanak-kanak): Tingkah laku persahabatan
Anak merasa percaya terhadap ibu sebagai figure yang selalu siap mendampingi,
sensitif dan
responsif, penuh cinta dan kasih sayang dan selalu menolongnya
anak merasa tidak
pasti bahwa
ibunya selalu ada dan responsive atau cepat membantu serta datang kepadanya pada saat membutuhkan mereka.
Orang tua selalu menghindar dari anak mengakibatkan anak melakukan penolakan juga terhadap orang tuanya.
POLA KELEKATAN
Secure attachment (pola aman) Resistant attachment (pola melawan) Avoidant attachment (pola menghindar)Manfaat Kelekatan
● Mengembangkan potensi intelektual
● Menjelaskan apa yang anak lihat
● Berpikir secara logis
● Mengembangkan empati
● Membuat anak percaya diri
● Mengatasi stress dan frustasi
● Mampu mengatasi ketakutan dan kekhawatiran
● Mengembangkan hubungan selanjutnya
Kelekatan dan Gizi
● Interaksi yang intens antara ibu dan anak biasanya dimulai saat proses
pemberian ASI (air susu ibu)
● Dari sisi kesehatan, ASI sangat penting diberikan kepada anak, sebab ASI
mengandung gizi baik yang sangat dibutuhkan dalam pertumbuhan anak, sehingga merupakan suatu keharusan bagi Ibu untuk memberikan ASI pada anaknya
● Melalui proses pemberian ASI diharapkan akan berkembang kelekatan dan
tingkah laku lekat karena dalam proses ini terjadi kontak fisik yang disertai upaya untuk membangun hubungan psikologis antara ibu dan anak.
● Secara psikologis, pemberian ASI akan meningkatkan hubungan emosional yang
kuat antara ibu dan anak
● Pada saat bayi sedang menyusu, kontak fisik yang dilakukan dengan canda
penuh kasih sayang oleh ibu memberikan kesempatan anak berinteraksi lebih lama dan intensif dibanding jika berinteraksi dalam kondisi bermain. Di sinilah dimulainya ikatan yang kuat secara emosional antara ibu dan anak.
CREDITS: This presentation template was created by
Slidesgo, including icons by Flaticon, and infographics & images by Freepik.