• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGASUHAN DAN KELEKATAN ANAK

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PENGASUHAN DAN KELEKATAN ANAK"

Copied!
32
0
0

Teks penuh

(1)

PENGASUHAN DAN

KELEKATAN ANAK

Fildzah Badzlina, MKM Andra Vidyarini, S.Gz, M.Si Tim Pengajar MK Tumbuh Kembang Anak Prodi Imu Gizi FIKES Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA

(2)

Hai orang-orang yang beriman, peliharalah

dirimu dan keluargamu dari api neraka yang

bahan bakarnya adalah manusia dan batu;

penjaganya malaikat-malaikat yang kasar,

keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap

apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka

dan selalu mengerjakan apa yang

diperintahkan

(3)

definisi

P

engasuhan

Suatu bentuk (struktur), sistem dalam menjaga, merawat dan membimbing anak (KBBI)

Pola Asuh

Cara atau metode pengasuhan yang digunakan oleh orang tua agar anak dapat tumbuh menjadi individu yang dewasa secara sosial (Santrock, 2014).

Pola interaksi antara anak dengan orangtua yang meliputi pemenuhan kebutuhan fisik (seperti makan, minum dan lain-lain) dan kebutuhan psikologis (seperti rasa aman, kasih sayang dan lain -lain), serta sosialisasi norma-norma yang berlaku di masyarakat agar anak dapat hidup selaras dengan lingkungannya (Latifah, 2011)

(4)

1. Upaya memenuhi kebutuhan anak untuk

kesejahteraan jasmani, rohani, sosial dan emosionalnya. Dan melindungi anak, melalui menghindarkan dari potensi kecelakaan/ bahaya atau pelecehan.

2. Memberikan aturan dan memastikan

bahwa aturan terkontrol serta mampu ditegakkan.

3. Mendukung anak, mampu mengembangkan

potensi dalam dirinya. Dimana, jika hal ini dilakukan dengan benar, maka anak-anak dalam pengasuhan mampu menjadi

generasi terbaik dan juga menjadi penyejuk mata serta hati orangtua.

(5)

MACAM-MACAM

PENGASUHAN

01

02

03

04

Authoritarian Parenting Authoritative Parenting Neglectful Parenting Indulgent Parenting Oleh Baumrind

(6)

• Pola asuh dengan gaya membatasi dan menghukum orang

tua menasihati anak untuk mengikuti arahan mereka dan menghormati pekerjaan dan upaya mereka

• Orang tua yang otoriter menempatkan batasan dan kendali

tegas pada anak dan mengizinkan sedikit pertukaran verbal. Misalnya, orang tua yang otoriter mungkin berkata, "Kamu akan melakukannya dengan caraku atau yang lain.“

• Orang tua yang otoriter juga mungkin sering memukul anak,

menegakkan aturan dengan kaku tetapi tidak

menjelaskannya, dan menunjukkan kemarahan kepada anak.

• Anak-anak dari orang tua otoriter seringkali tidak bahagia,

takut, dan cemas tentang membandingkan diri mereka

dengan orang lain, gagal memulai aktivitas, tidak inisiatif dan memiliki keterampilan komunikasi yang lemah.

• Anak laki-laki dari orang tua otoriter dapat berperilaku

agresif

(7)

POLA ASUH OTORATIF (AUTHORITATIVE PARENTING)

• Tipe ini mendorong anak untuk mandiri tetapi tetap membatasi

dan mengontrol tindakan mereka

• Pemberian dan penerimaan verbal yang ekstensif diperbolehkan,

dan orang tua bersikap hangat serta mengasuh anak

• Orang tua yang berwibawa mungkin merangkul anak dengan cara

yang menghibur dan berkata, "Kamu tahu kamu seharusnya tidak melakukan itu. Mari bicarakan tentang bagaimana kamu dapat menangani situasi ini dengan lebih baik di lain waktu. “

• Orang tua yang berwibawa menunjukkan kesenangan dan

dukungan dalam menanggapi perilaku konstruktif anak-anak, perilaku dewasa, mandiri, dan sesuai usia dari anak-anak.

• Anak-anak yang orang tuanya berwibawa sering kali ceria, dapat

mengendalikan diri dan mandiri, dan berorientasi pada prestasi; mereka cenderung memelihara hubungan persahabatan dengan teman sebaya, bekerja sama dengan orang dewasa, dan mengatasi stres dengan baik.

(8)

POLA ASUH LALAI (NEGLECTFUL PARENTING)

• Tipe ini orang tua sangat tidak terlibat dalam kehidupan anak.

• Anak-anak yang orang tuanya lalai mengembangkan perasaan

bahwa aspek lain dari kehidupan orang tua lebih penting daripada mereka

• Anak-anak ini cenderung tidak kompeten secara sosial, memiliki

pengendalian diri yang buruk dan tidak menangani kemandirian dengan baik, sering kali memiliki harga diri yang rendah, tidak dewasa, dan mungkin terasing dari keluarga

• Pada masa remaja, mereka mungkin menunjukkan pola

(9)

POLA ASUH MEMANJAKAN (INDULGENT PARENTING)

• Tipe ini orang tua sangat terlibat dengan anak-anak mereka

tetapi hanya sedikit menuntut atau mengontrol mereka

• Orang tua tipe ini membiarkan anak mereka melakukan apa yang

mereka inginkan

• Akibat  anak-anak tidak pernah belajar untuk mengontrol

perilaku mereka sendiri dan selalu berharap untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan

• Beberapa orang tua sengaja membesarkan anak-anak mereka

dengan cara ini karena mereka percaya kombinasi dari

keterlibatan yang hangat dan sedikit kekangan akan

menghasilkan anak yang kreatif dan percaya diri

• Faktanya  anak-anak yang orang tuanya memanjakan jarang

belajar menghargai orang lain dan mengalami kesulitan untuk mengontrol perilaku mereka. Mereka mungkin mendominasi,

egosentris, tidak patuh, dan mengalami kesulitan dalam

(10)
(11)

Pola asuh gizi

● Pola asuh gizi merupakan asupan makan dalam rangka

menopang tumbuh kembang fisik dan biologis balita secara tepat dan berimbang

● Aspek kunci pola asuh gizi

a. Perawatan dan perlindungan bagi ibu untuk anaknya

b. Praktek menyusui dan pemberian MP-ASI

c. Pengasuhan psiko-social

d. Penyiapan makanan

e. Kebersihan diri dan sanitasi lingkungan

f. Praktek kesehatan dirumah dan pola pencarian

(12)

POLA ASUH MAKAN

• Pola asuh makan adalah cara makan seseorang atau sekelompok

orang dalam memilih makanan dan memakannya sebagai

tanggapan terhadap pengaruh fisiologi, psikologi budaya dan sosial (Waryana, 2010)

• Boucher (2014)  pola asuh makan orang tua kepada anak atau

parental feeding adalah perilaku orang tua yang menunjukkan

bahwa memberikan makan pada anaknya baik dengan

pertimbangan atau tanpa pertimbangan

• Untuk kebutuhan pangan/gizi balita, ibu menyiapkan diri sejak

prenatal dalam mengatur dietnya selama kehamilan, masa neonatal berupa pemberian air susu ibu (ASI), menyiapkan makanan tambahan berupa makanan padat yang lebih bervariasi

bahannya atau makanan yang diperkaya, dan dukungan

emosional untuk anak (Kartini, 2006).

• Faktor-faktor yang perlu diperhatikan untuk pengaturan makan

yang tepat adalah umur, berat badan, keadaan mulut sebagai alat

penerima makanan, kebiasaan makan, kesukaan dan

ketidaksukaan, dan toleransi anak terhadap makanan yang diberikan

(13)

Orang tua memberikan makanan agar anak tenang  saat si anak merasa marah, cemas,

menangis dll

Orang tua memberikan hadiah atau reward berupa makanan jika anak berperilaku baik atau melakukan hal yang diperintahkan

orang tua

Orangtua mendorong anak untuk makan dan memuji anak jika makan

makanan yang telah disediakan. Mendorong anak untuk makan bukan

hanya menyuruh tapi memastikan

Orangtua memutuskan dengan tegas apa yang anaknya makan, menentukan

makanan, baik jenis dan jumlah makanan serta menentukan kapan harus mulai dan berhenti makan

TIPE POLA ASUH MAKAN

EMOTIONAL FEEDING INTRUMENTAL FEEDING PROMPTING OR ENCOURAGEMENT TO EAT CONTROL OVER EATING Wardle (2002)

(14)

Pola makan responsive pada anak

• Pola makan yang responsive adalah proses dua arah atau hubungan timbal balik di

mana orang tua memperhatikan isyarat anak dan merespons isyarat dengan tepat. Ini membantu mengembangkan fondasi hubungan saling percaya yang mendukung perkembangan anak. Seorang anak membutuhkan makanan, kesehatan, dan perawatan untuk tumbuh dan berkembang

• Pemberian makan responsif (RF) mengacu pada hubungan timbal balik antara bayi

atau anak dan pengasuhnya yang ditandai oleh anak yang mengomunikasikan perasaan lapar dan kenyang melalui isyarat verbal atau nonverbal, diikuti dengan respons langsung dari pengasuh atau orang tua.

• Responsnya mencakup penyediaan makanan yang sesuai dan bergizi dengan cara

yang mendukung, sambil menjaga lingkungan makan yang tepat. Literatur menunjukkan bahwa RF adalah dasar untuk pengembangan perilaku makan sehat dan keterampilan optimal untuk pengaturan diri dan pengendalian diri asupan makanan. Oleh karena itu, praktik RF dikaitkan dengan standar pertumbuhan yang ideal, asupan nutrisi yang optimal, dan pengaturan berat badan jangka panjang

• responsive feeding juga membantu orang tua dalam mengatur porsi dan frekuensi

(15)

Pola makan responsive pada anak

• Pemberian makan aktif adalah ketika orang tua atau pengasuh terlibat dalam

perilaku positif dengan anak, sambil mendorong dan mengingat kepentingan anak selama waktu makan.

• Contoh perilaku aktif positif termasuk melakukan percakapan tentang makanan,

memodelkan perilaku makanan yang baik (pilihan sehat), bermain permainan makanan dan mendorong anak secara verbal.

• perilaku negatif termasuk upaya permusuhan dan intrusif untuk memberi makan

langsung, yaitu memberi makan secara paksa, memegang anak kepala, dan

mengancam atau mengguncang anak, dan dikenal sebagai pemberian makanan non-responsif

(16)

LANGKAH PROSES RF PADA ANAK

Penciptaan rutinitas terstruktur, di mana harapan diumumkan dan emosi mendorong interaksi.

02

Isyarat isyarat oleh anak melalui tindakan

motorik, ekspresi wajah atau vokalisasi

03

Respons yang cepat dari pengasuh terhadap sinyal-sinyal

ini dengan cara yang mendukung, kontingen dan tepat

04

Persepsi respons oleh anak dengan cara yang

dapat diprediksi

(17)

Pemberian asi

Air Susu Ibu (ASI)

Merupakan makanan yang ideal untuk bayi terutama pada

bulan-bulan pertama

ASI mengandung semua zat gizi untuk membangun dan penyediaan

energi dalam susunan yang diperlukan

ASI tidak memberatkan fungsi traktus digestivus dan ginjal serta

(18)

cara pemberian asi

Inisiasi Menyusui Dini (IMD)

Tata cara pelaksanaan IMD (Kemenkes, 2010)

1.

Setelah lahir, bayi secepatnya dikeringkan seperlunya (bukan

dibersihkan), kecuali tangan

2.

Bayi ditengkurapkan di dada atau perut ibu, kulit bayi melekat pada

kulit ibu

(19)

cara pemberian asi

Inisiasi Menyusui Dini (IMD)

Urutan perilaku bayi saat pertama kali menyusu

Perilaku yang teramati Perkiraan waktu

Bayi beristirahat dan melihat 30–40 menit pertama

Bayi mulai mendecakkan bibir dan membawa jarinya ke mulut

40–60 menit setelah lahir dengan kontak kulit dengan kulit terus– menerus tanpa terputus

Bayi mengeluarkan air liur

Bayi menendang, menggerakkan kaki, bahu lengan dan badannya ke arah dada ibu

dengan mengandalkan indra penciumannya Bayi meletakkan mulutnya ke puting ibu

(20)

cara pemberian asi

Lama dan Cara Menyusui

Masing-masing payudara berperan sebagai produsen, penyimpan

sekaligus peralatan untuk memberikan ASI

Untuk mencapai keseimbangan, sebaiknya kedua payudara diberikan

secara bergantian

Lama menyusui bergantung sifat bayi

Bayi yang menyusui cepat (

quick-feeder

)  payudara hampir

dikosongkan dalam waktu 5 menit

Bayi yang menyusui lamban (

slow-feeder

)  butuh waktu 20 menit

bahkan lebih, dengan diselingi istirahat pendek

Sebaiknya menyusui tidak terlalui lama  untuk menghindari

(21)

KELEKATAN

● Tingkah laku yang khusus pada manusia, yaitu kecenderungan dan keinginan

seseorang untuk mencari kedekatan dengan orang lain dan mencari kepuasan dalam hubungan dengan orang tersebut (John Bowlby)

● Mencari dan mempertahankan kontak dengan orang-orang tertentu saja. Orang

pertama yang dipilih anak dalam kelekatan adalah ibu (pengasuh), ayah atau saudara-saudara dekatnya (Monks, 2006)

(22)

KELEKATAN

Ciri-ciri anak dapat dikatakan lekat pada orang lain (Maccoby):

a. Mempunyai kelekatan fisik dengan seseorang

b. Menjadi cemas ketika berpisah dengan figur lekat

c. Menjadi gembira dan lega ketika figur lekatnya kembali

d. Orientasinya tetap pada figur lekat walaupun tidak melakukan interaksi.

Anak memperhatikan gerakan, mendengarkan suara dan sebisa mungkin berusaha mencari perhatian figur lekatnya

(23)

FIGUR LEKAT

● Merupakan orang yang dijadikan anak sebagai objek lekat

● Figur lekat tidak hanya ibu, tetapi bisa juga ayah, pengasuh (baby Sitter) atau

nenek tergantung kepada siapa bayi merasa nyaman

● Anak akan selalu ingin berdekatan dengan figur lekatnya  menangis jika figur

lekatnya pergi, selalu memandang ke arah perginya figur lekat, dan akan sangat senang jika figur lekat kembali serta hal yang paling menonjol adalah anak berani bereksplorasi bebas jika berada dekat figur lekatnya.

(24)

TINGKAH LAKU LEKAT

● Tingkah laku lekat (attachment behavior)  beberapa bentuk perilaku yang

dihasilkan dari usaha seseorang untuk mempertahankan kedekatan dengan seseorang yang dianggap mampu memberikan perlindungan dari ancaman lingkungan terutama saat seseorang merasa takut, sakit dan terancam

● Ada dua stimulus yang membuat merasa terancam:

1. Stimulus yang berbentuk besar, suaranya keras, datang secara tiba-tiba dan

berubah dengan cepat

2. Objek yang bagi anak merupakan sesuatu yang asing

● Jika anak berada dalam kondisi ini  sistem kelekatannya diaktifkan  Anak akan

bergerak mendekat untuk melihat atau memeriksa keberadaan ibunya

(25)

Tingkah laku yang dilakukan anak dengan memberikan tanda

supaya figur lekat mendekat

Anak berusaha mendekati figur lekat agar diperhatikan dan

terjadi kelekatan afektif

signaling behavior

approaching behavior

(26)

SIGNALING BEHAVIOR

menangis Tersenyum &

meraban Mengacungkan tangan Mencoba menarik perhatian

(27)

approaching

behavior

Menghisap Mendekati dan mengikuti Clinging

(28)

Fase-fase kelekatan

Fase 1 (sejak lahir sampai usia 3 bulan): respon tak terpilah kepada manusia

02

Fase 2 (usia 3 sampai 6 bulan): fokus pada

orang-orang yang dikenal

03

Fase 3 (usia 6 bulan sampai 3 tahun): kelekatan yang

intens dan pencarian kedekatan yang aktif

04

Fase 4 (usia 3 tahun sampai akhir masa

kanak-kanak): Tingkah laku persahabatan

(29)

Anak merasa percaya terhadap ibu sebagai figure yang selalu siap mendampingi,

sensitif dan

responsif, penuh cinta dan kasih sayang dan selalu menolongnya

anak merasa tidak

pasti bahwa

ibunya selalu ada dan responsive atau cepat membantu serta datang kepadanya pada saat membutuhkan mereka.

Orang tua selalu menghindar dari anak mengakibatkan anak melakukan penolakan juga terhadap orang tuanya.

POLA KELEKATAN

Secure attachment (pola aman) Resistant attachment (pola melawan) Avoidant attachment (pola menghindar)

(30)

Manfaat Kelekatan

● Mengembangkan potensi intelektual

● Menjelaskan apa yang anak lihat

● Berpikir secara logis

● Mengembangkan empati

● Membuat anak percaya diri

● Mengatasi stress dan frustasi

● Mampu mengatasi ketakutan dan kekhawatiran

● Mengembangkan hubungan selanjutnya

(31)

Kelekatan dan Gizi

● Interaksi yang intens antara ibu dan anak biasanya dimulai saat proses

pemberian ASI (air susu ibu)

● Dari sisi kesehatan, ASI sangat penting diberikan kepada anak, sebab ASI

mengandung gizi baik yang sangat dibutuhkan dalam pertumbuhan anak, sehingga merupakan suatu keharusan bagi Ibu untuk memberikan ASI pada anaknya

● Melalui proses pemberian ASI diharapkan akan berkembang kelekatan dan

tingkah laku lekat karena dalam proses ini terjadi kontak fisik yang disertai upaya untuk membangun hubungan psikologis antara ibu dan anak.

● Secara psikologis, pemberian ASI akan meningkatkan hubungan emosional yang

kuat antara ibu dan anak

● Pada saat bayi sedang menyusu, kontak fisik yang dilakukan dengan canda

penuh kasih sayang oleh ibu memberikan kesempatan anak berinteraksi lebih lama dan intensif dibanding jika berinteraksi dalam kondisi bermain. Di sinilah dimulainya ikatan yang kuat secara emosional antara ibu dan anak.

(32)

CREDITS: This presentation template was created by

Slidesgo, including icons by Flaticon, and infographics & images by Freepik.

THANKS!

Do you have any

questions?

Referensi

Dokumen terkait

Debitor : Pihak yang berutang ke pihak lain, biasanya dengan menerima sesuatu. dari kreditur yang dijanjikan debitor untuk dibayar kembali

Sedangkan sasaran pendidikan lanjutannya adalah remaja di Kota Tasikmalaya melalui penyebaran virus toleransi oleh kader KORAN (Komunitas Remaja Toleran)

tersebut dapat dialokasikan untuk memperbaiki sistem pendidikan, kesehatan, membuka lapangan kerja baru, dan meningkatkan pemanfaatan energi baru terbarukan. Saat ini,

Hasil penelitian ini diharapkan bisa menjadi pijakan dalam perumusan desain penelitian lanjutan yang lebih mendalam dan lebih komprehensif khususnya yang berkenaan

Ketersediaan tempat tidur untuk pasien rawat inap dapat mempengaruhi kepuasan pasien karena manajemen pelayanan yang tidak baik dapat mempengaruhi kepuasan

Untuk mencegah terjadinya pembebanan aliran dari suatu daerah terhadap daerah lainnya, maka dapat dibuat beberapa interceptor drain (a) yang kemudian ditampung ke dalam

Metsän tärkeä merkitys etenkin virkistyksen kannalta näyttää kuitenkin melko oleelliselta, sillä valtakunnallisen luonnon virkistyskäyttöä koskevan seurantatutkimuksen

Artinya jenis sekolah dan wilayah sekolah (pedesaan dan perkotaan tidak saling mempengaruhi atau tidak saling mem- berikan kontribusi pada hasil toleransi siswa. Berdasarkan