• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODE PENELITIAN PENDIDIKAN. DR. DARHIM, M.Si. UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "METODE PENELITIAN PENDIDIKAN. DR. DARHIM, M.Si. UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA"

Copied!
62
0
0

Teks penuh

(1)

METODE PENELITIAN

PENDIDIKAN

DR. DARHIM, M.Si.

(2)

BUKU SUMBER

Judul Buku,

How to design and

evaluate reseach in education

,

2

nd

edition.

Pengarang,

Jack R.

Fraenkle dan Norman A Wallen

Judul Buku,

Experimental

Methodology

, 4

nd

edition.

(3)

TUJUAN

Agar mahasiswa paham

melakukan penelitian ilmiah

yang dirancang sendiri.

Agar mahasiswa mampu

mengkaji hasil penelitian orang

(4)

SESI PERKULIAHAN

Pembekalan secara teoritik

Diskusi dan presentasi

a) Hasil penelitian orang lain

b) Rancanan disain penelitian

Tugas mandiri

Ujian (tengah dan akhir)

(5)

TARGET PERKULIAHAN

Setiap minggu diusahakan untuk

membahas satu satu kajian (dari

buku atau materi yang ditugaskan).

Anda harus mempelajari bahan yang

relevan dan membuat catatan

khusus untuk setiap bahan kajian.

Pada bab III tentang metodologi

penelitian anda harus sudah dapat

(6)

BEBAN KULIAH ANDA

Sebelum kuliah ada sesi report

hasil kajian

Kuliah tatap muka

(7)

PENTINGNYA PENELITIAN

Penelitian merupan penyelesaian

salah satu masalah.

Kalau seseorang tidak berkeinginan

menyelesaikan masalah, maka orang

itu tidak ingin memiliki pengetahuan.

Jika seseorang inging memiliki

pengetahuan, maka ia harus

melakukan penelitian dengan

metode ilmiah.

(8)

CARA-CARA MEMPEROLEH

PENGETAHUAN

• Menggunakan indera, ini pada umumnya dilakukan oleh orang-orang jaman dahulu. Dengan cara ini pasti ada keterbatasanya antara lain kemampuan indera yang digunakan untuk menggali pengetahuan.

• Kesepakatan dengan orang lain, … . Mungkin cara ini

terbatas oleh adanya kesempatan orang lain yang diajak melakukan kesepakatan, kadang kala terjadi beda

pendapat.

• Pendapat akhli, … . Keterbatasannya pada latar belakang

akhli itu sendiri. • Logika, … .

(9)

TERIMAKASIH

ATAS

PERHATIANNYA

(10)

MASALAH

Awal dari perlu adanya suatu

penelitian adalah adanya masalah.

Masalah merupakan suatu

kesenjangan antara

fakta/kenyataan dengan harapan

Masalah berupa kesulitan yang

dirasakan (masarakat atau peneliti)

(Kerlinger, 1986).

Masalah dapat berupa hambatan

(11)

KLASIFIKASI MASALAH

Masalah yang muncul

berdasarkan dari dugaan,

perasaan, atau keyakinan

seseorang (bukan masalah

penelitian)

(12)

CIRI MASALAH YANG

LAYAK DITELITI

Dirasakan benar-benar sebagai

masalah

Dapat diukur dalam skala

nominal, ordinal, interval, atau

(13)

CIRI-CIRI MASALAH

YANG BAIK

Dapat Diteliti

Memberikan Kontribusi yang

Berarti

Dapat Didukung dengan Data

Empiris

Sesuai dengan Kemampuan dan

Keinginan Peneliti

(14)

Persyaratan Rumusan Masalah

• Harus jelas tidak menimbulkan makna ganda yang menimbulkan penafsiran berbeda (Gay, 1981, Cresswell, 1994).

• Sebaiknya dinyatakan dalam bentuk pertanyaan (Kerlinger, 1986, Tuckman, 1978).

• Menyatakan hubungan antara dua variabel atau lebih (Tuckman, 1978).

• Relevan dengan latar belakang masalah dan merupakan hasil inentifikasi yang dilakukan sebelumnya.

• Tidak mewakili salah satu pandangan, nilai moral, atau etika tertentu (Tuckman, 1978).

(15)

CONTOH KESENJANGAN

Ngantuk

Tdk konsent

Susah pahan

Dst

Tdk beda dg

waktu lain

KENYATAAN HARAPAN BEL. DI SIANG HARI

(16)

PERTANYAAN PENELITIAN TERKAIT

KESENJANGAN

1. Apakah ada perbedaan hasil belajar di siang hari dengan di pagi hari?

2. Apakah ada perbedaan hasil belajar di siang hari dan di sore hari?

3. Apakah ada perbedaah hasil belajar di siang hari dan belajar di waktu lain?

4. Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi hasil belajar di siang hari?

5. Bagaiman caranya agar berhasil belajar di siang hari? 6. Apakah ada pengaruh belajar di siang hari terhadap

efektifitas pembelajaran di kelas?

7. Apakah ada pengaruh belajar di siang hari terhadap hasil belajar siswa?

8. Apakah ada hubungan antara hasil belajar sisiwa dalam matematika dan bahasa Indonesia yang belajar di siang hari?

(17)

PENGELOMPOKKAN MASALAH

MENJADI SUATU KAJIAN ATAU

PENELITIAN

No. Mas PENGELOMPOKKAN MASALAH I II III IV V Dst. 1. 2. 3. 4. 5. 6. Dst.

(18)

PERUMUSAN JUDUL KAJIAN/PENELITIAN

I.

II.

III.

IV.

V.

VI.

VII.

Dst

(19)

IDENTIFIKASI

VARIABEL PENELITIAN

• Variabel merupakan objek atau gejala (cenderung bervariasi) yang akan diteliti.

• Variabel penelitian mungkin muncul dalam masalah, tujuan, definisi operasional,

hipotesis, dan kesimpulan.

• Ada keterkaitan variabel di masalah

dengan empat lainnya (tujuan, definisi, hip, kes).

• Variabel dapat muncul dari faktor-faktor dominan atau samar-samar dari suatu masalah.

(20)

JENIS VARIABEL BERDASARKAN

HUBUNGANNYA

• Variabel independen/bebas (input/treatment/stimulus)

• Varibel dependen/terikat (output)

• Variabel moderator (mengaitkan var bebas dan var terikat)

• Variabel kontrol

• Variabel interpening. Variabel yang secara teoritis turut mempengaruhi fenomena yang diamati, tetapi tidak dapat (atau bahkan

disengaja/dianggap tidak mempengaruhi) dilihat, diukur, dan dimanipulasi (Tuckman, 1978)

(21)

JENIS VARIABEL BERDASARKAN

SIFAT DATANYA

Variabel Kuantitatif (kehadiran, jenis

kelamin, waktu belajar, dsb). Terdiri

dari var diskrit/nominal/kategori dan

var kontinum (ordinal, interval, rasio)

Variabel Kualitatif (kemakmuran,

kejujuran, kepercayaan diri, data

juang, dsb)

(22)

TUGAS 1

BUAT JUDUL

KAJIAN/PENELITIAN YANG

DIKEMBANGKAN

BERDASARKAN ADANYA SUATU

(23)

TERIMAKASIH

ATAS

PERHATIANNYA

(24)

MACAM LAPORAN KARYA

TULIS ILMIAH

Makalah Ilmiah

Laporan Hasil Penelitian (PTK

(25)

APA MAKALAH ITU?

Makalah adalah

karya tulis ilmiah mengenai suatu topik tertentu yang tercakup dalam ruang lingkup tertentu.

Karakteristik makalah, antara lain:

- Merupakan hasil kajian literatur atau laporan pelaksanaan suatu kegiatan.

- Mendemonstrasikan dalam menerapkan suatu prosedur, prinsip, atau teori.

- Menunjukkan kemampuan pemahaman terhadap isi dari berbagai sumber yang digunakan.

- Mendemonstrasikan kemampuan meramu berbagai

(26)

SISTEMATIKA PENULISAN

MAKALAH ILMIAH

BAGIAN AWAL: Hal Judul, Abstrak, Kata Pengantar, Daftar Isi, dan Daftar Lamp.

BAGIAN ISI:

BAB I. PENDAHULUAN (Latar Belakang, Rumusan Masalah, Tujuan, dan Manfaat)

BAB II. KAJIAN TEORI DAN PUSTAKA

BAB III. PEMECAHAN MASALAH DAN PEMBAHASAN BAB IV. KESIMPULAN DAN SARAN

(27)

SISTEMATIKA PENULISAN

LAPORAN PTK

BAGIAN AWAL: Hal Judul, Hal Pengesahan, Abstrak, Kata Pengantar, Daftar Isi, dan Daftar Lamp.

BAGIAN ISI:

BAB I. PENDAHULUAN (Latar Belakang, Rumusan

Masalah, Tujuan Penelitian, dan Manfaat Penelitian)

BAB II. KAJIAN TEORI DAN PUSTAKA

BAB III. PROSEDUR PENELITIAN (Disain Penelitian, Isnstrumen, dan Prosedur Pengolahan Data) BAB IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN

(28)

SISTEMATIKA PENULISAN

LAPORAN NON PTK

BAGIAN AWAL: Hal Judul, Hal Pengesahan, Abstrak, Kata Pengantar, Daftar Isi, dan Daftar Lamp.

BAGIAN ISI:

BAB I. PENDAHULUAN (Latar Belakang, Rumusan

Masalah, Tujuan Penelitian, Manfaat Penelitian,

Anggapan Dasar, Hipotesis, dan Definisi Istilah)

BAB II. KAJIAN TEORI DAN PUSTAKA

BAB III. METODE PENELITIAN (Populasi dan Sampel, Disain Penelitian, Instrumen, Prosedur Pengolahan Data) BAB IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN

(29)

TERIMAKASIH

ATAS

PERHATIANNYA

(30)

JUDUL

Dirumuskan dalam satu kalimat

Ringkas

Komunikatif

Afirmatif

(31)

ABSTRAK

• Merupakan uraian singkat tetapi lengkap.

• Memuat judul, permasalahan, landasan teoritik,

metode/pendekatan/prosedur pemecahan masalah, populasi dan sampel, instrumen, hasil/temuan, dan rekomendasi.

• Cukup satu halaman (kadang kala bedasarkan jumlah kata maksimum).

(32)

DAFTAR ISI

• Merupakan penyajian sistematika isi secara rinci

• Berfungsi untuk mempermudah para

pembaca mencari judul atau sub-judul yang akan dibaca.

• Judul dan sub-judul dalam daftar isi harus ditulis nomor halamannya.

• Nomor untuk sebelum BAB I memakai angka Romawi Kecil (I, ii, iii, dst.)

• Nomor dari halaman pertama BAB I memakai angka Arab (1, 2, 3, dst.)

(33)

DAFTAR TABEL

• Pada dasarnya sama dengan daftar isi.

• Disajikan secara terurut dari tabel pertama sampai tabel terakhir.

• Penomoran menggunakan dua kode, yang pertama menyatakan bab dan yang kedua menyatakan nomor urut. Contoh: Tabel 2.5 berati tabel tersebut pada BAB II urutan ke-5.

• Diberi nomor halaman dengan angka Arab

• Judul tabel pada daftar tabel dengan huruf kapital.

(34)

DAFTAR GAMBAR

• Pada dasarnya sama dengan daftar isi.

• Disajikan secara terurut dari gambar pertama sampai tabel terakhir.

• Penomoran menggunakan dua kode, yang pertama menyatakan bab dan yang kedua menyatakan nomor urut. Contoh: Gambar 2.5 berati gambar tersebut pada BAB II urutan ke-5.

• Diberi nomor halaman dengan angka Arab

• Judul gambar pada daftar tabel dengan huruf kapital.

(35)

DAFTAR LAMPIRAN

• Berfungsi serupa dengan daftar-daftar yang lain.

• Disajikan secara berurutan

• Memuat nomor urut lampiran dengan satu bilangan Arab.

• Memuat nomor halaman yang menyatakan tempat lampiran tersebut pada karya

(36)

BAB I. PENDAHULUAN

• Merupakan bagian awal karya tulis.

• Memuat sub-sub (sesuai jenis karya tulis ilmiah), antara lain: Latar Belakang,

Rumusan Masalah, Tujuan,

Kegunaan/Manfaat, Asumsi, Hipotesis, dan Definisi Istilah.

(37)

TERIMAKASIH

ATAS

PERHATIANNYA

(38)

LATAR BELAKANG

• Berisi mengapa masalah itu muncul.

• Apa pentingnya dilihat dari segi profesi penulis. • Apa pentingnya dari segi pengembangan ilmu. • Apa pentingnya dari kepentingan bangsa.

• Ada kegelisahan penulis jika masalah itu tak dibahas/diselesaikan/diteliti.

• Ungkapkan gejala-gejala kesenjangan di lapangan

sebagai dasar pemikiran memunculkan permasalahan. • Kemukakan kerugian yang bakal timbul bila masalah tak

dipecahkan/dibahas/diteliti.

• Kemukakan keuntungan bila masalah tersebut dipecahkan/dibahas/diteliti.

• Kemukakan kedudukan masalah yang

(39)

RUMUSAN MASALAH

• Biasanya merupakan pekrjaan yang sukar bagi setiap pembuat karya ilmiah/peneliti.

• Perlu pengetahuan yang luas dan terpadu mengenai teori-teori dan hasil penelitian di bidang terkait dengan masalah yang

dibahas/diteliti.

• Idenifikasikan variabel-variabel yang dibahas/diteliti.

• Dibuat dalam bentuk kalimat tanya.

• Harus nampak indikator dari setiap variabel yang diteliti yang kemudian akan dijabarkan dalam instrumen (untuk karya penelitian) yang akan digunakan.

(40)

TUJUAN

(PENELITIAN/STUDI)

• Merupakan harapan hasil yang hendak diperoleh setelah kajian/penelitian selesai.

• Harus sesuai dengan rumusan masalah.

• Harus mencerminkan proses pemecahan maslah/penelitian.

• Rumusan tujuan tidak boleh sama dengan rumusan maksud penulisan karya tulis pada halaman sampul (luar dan dalam).

• Terdiri dari tujuan umum (secara singkat dalam satu kalimat) dan khusus (dalam bentuk butir-butir yang mengacu kepada masalah)

(41)

ASUMSI

(ANGGAPAN DASAR)

• Berfungsi sebagai titik pangkal pemecahan masalah/penelitian.

• Asumsi dapat berupa teori atau pemikiran peneliti.

• Asumsi dianggap sudah benar tanpa harus dibuktikan kebenarannya pada saat masalah dipecahkan/diteliti.

• Dirumuskan sebagai landasan bagi hipotesis.

• Rumusan dalam bentuk kalimat deklaratif.

• Rumusan asumsi tidak dalam kalimat bertanya, menyuruh, menyarankan, atau kalimat

(42)

HIPOTESIS

• Merupakan jawaban sementara terhadap masalah atau sub masalah yang diajukan peneliti.

• Hipotesis harus dijabarkan dari landasan teoritik atau tinjauan pustaka.

• Hipotesis harus diuji kebenarannya.

• Melalui penelitian ilmiah, hipotesis akan dinyatakan diterima atau ditolak.

• Hpotesis harus dibuat dalam penelitian analtis.

• Dalam penelitian deskriptif, hipotesis tak harus ada. • Rumusan hipotesis dalam bentuk kalimat afirmatif.

• Rumusan tidak dalam kalimat bertanya, menyuruh, menyarankan, atau kalimat mengharapkan.

Contoh:

Tidak terdapat perbedaan h.b. siswa yang belajar di siang hari dengan yang belajar di sore hari.

(43)

DEFINISI ISTILAH

• Buat rumusan operasional setiap variabel yang muncul dalam masalah yang akan

dipecahkan/diteliti.

• Harus tergambar indikator-indikator dari setiap variabel yang dipecahkan/diteliti.

(44)

TERIMAKASIH

ATAS

PERHATIANNYA

(45)

BAB II. KAJIAN TEORI DAN PUSTAKA

• Gunakan teori dan pustaka yang relevan.

• Memberi arah dan petunjuk pada pemecahan masalah.

• Teori-teori yang dikemukakan sesuai dengan bidang yang dikaji/diteliti.

• Dalam melakukan kajian teori, penulis membandingkan, mengkontraskan, meletakkan kedudukan teori yang

dikemukakan dalam masalah yang dibahas/diteliti.

• Kajian teoritis dimaksudkan untuk menampilkan hasil penelitian terdahulu dipergunakan penulis dalam

kajian/penelitiannya.

• Kajian teoritis bukan untuk memamerkan hasil penelitian para pakar terdahulu, sehingga para pembaca diberi tahu tentang banyaknya sumber tertulis yang dipilih penulis.

• Dalam prakteknya judul BAB II ini sering disesuikan dengan masalahnya, tetapi dapat pula digunakan judul: Kerangka Teoritis, Landasan Teoritik, dsb.

(46)

MANFAAT STUDI LITERATUR

Memberikan jalan pemecahan

masalah

Melihat hasil studi terdahulu dalam

kaitannya dengan masalah yang

akan dipecahkan

(47)

TIGA SUMBER YANG

DAPAT DIGUNAKAN

General References (artikel,

monographs, books, and ather

documents)

Primary sources (publikasi hasil

riset). Misalnya jurnal

Secondary sources (publikasi yang

telah dicuplik seseorang). Misalnya

buku teks, encyclopedias, research

reviews, and yearbooks

(48)

TAHAPAN YANG HARUS

DILAKUKAN

Rumuskan secara jelas masalah

yang akan dipecahkan.

Pilih sumber ke dua yang relevan

Pilih salah satu sumber umum.

Rumuskan secara jelas semua kata

kunci masalah yang akan

dipecahkan (menggunakan

referensi).

(49)

ANDA HARUS TAHU

Kartu Katalog

Indeks (RIE, CIJE, DAI, dll)

Bibliographies Card

Not Card

Computer Search

(50)

BEBERAPA MACAM INDEKS

RIE (Resources in Education) di dalam

ERIC (Eucatinal Resources Information

Center)

CIJE (Current Index to Journals in

Education)

ECER (Exceptional Child Education

Resources)

NSSE ( National Society for the Study of

Education)

(51)

MENULIS LAPORAN HASIL

STUDI LITERATUR

Introduction

Body of the Review

Summary of the Review

Conclusions

(52)

TERIMAKASIH

ATAS

PERHATIANNYA

(53)

BAB III. METODE PENELITIAN

• Menguraikan semua tahap penelitian mulai dari persiapan hingga akhir penelitian.

• Pada PTK biasanya menguraikan secara rinci deskripsi setiap siklus penelitian.

• Pada penelitian umumnya, menguraikan tentang: subjek penelitian (populasi dan sampel), disain penelitian, instrumen, prosedu penelitian,

prosedur pengolahan data.

• Khusus pada pengembangan instrumen,

dikemukakan jenisnya, cara pengembangannya, uji reliabilitasnya, uji validitasnya, dan revisi

(54)

TERIMAKASIH

ATAS

PERHATIANNYA

(55)

BAB IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

• Hasil penelitian dikemukakan mengikuti butir-butir masalah, tujuan, atau hipotesis penelitian.

• Setiap hasil penelitian harus ada pembahasannya.

• Dalam pembahasan itu diperlukan sikap

ilmiahpenulis/peneliti yakni sikap bersedia dan terbuka untuk (dikritik, mengemukakan

keanehan hasil penelitian, mengemukakan hasil penelitian apa adanya tanpa melanggar

tatakrama ilmiah dan pergaulan)

• Kemukakan rangkuman secara komprehensip mulai dari awal hingga akhir, tetapi tidak usah secara berurutan.

(56)

BAB V. KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

• Kemukakan kesimpulan sesuai dengan masalah atau tujuan.

• Isi kesimpulan hendaknya berbeda dengan

rangkuman, sebab sudah ada pembahasan dan penafsiran di BAB IV.

• Kesimpula dapat disajikan butir demi butir atau secara esei padat/komprehensif.

• Kemukakan saran-saran berdasarkan temuan.

• Pada beberapa karya ilmiah mungkin bab ini dibuat pula implikasi. Implikasi ini merupakan akibat langsung dari suatu temuan. Implikasi mngkin berbeda dengan saran atau

rekomendasi, tetapi dapat mengilhami untuk dikemukakannya suatu saran.

(57)

DAFTAR PUSTAKA

• Menuliskan semua sumber yang diacu dalam karya tulis dimaksud berupa produk tertulis (buku, artikel jurnal,

dokumen resmi, atau internet) atau produk tercetak (pada disk, video, film, atau kaset).

• Penulisan daftar pustaka dilakukan secara alfabetis nama pengarang tanpa nomor urut.

• Sumber yang memakan tempat lebih dari satu baris ditulis dalam satu spasi, dengan baris kedua dst ditulis masuk ke dalam (biasanya 4 karakter).

• Spasi yang memisahkan antara dua sumber yang

berurutan sesuai spasi karya ilmiah pada penulisan teks (biasanya 1,5 atau 2 spasi)

• Sebenarnya ada cara penulisan daftar pustaka secara khusus (menyusul).

(58)

LAMPIRAN

• Berisi semua dokumen yang digunakan dalam penulisan karya ilmiah/penelitian (instrumen, data, hasil olahan data, daftar statistik, surat ijin, bukti lain yang perlu).

• Setiap lampiran diberi nomor urut sesuai urutan penggunaannya.

• Setiap lampiran diberi judul lampiran dimaksud.

• Teknik penomoran dapat satu atau dua karakter. Khusus yang menggunakan dua karakter dapat dihubungkan dengan bab pada teks karya ilmiah. Contoh: Lampiran 4.5 Data Hasil Tes Awal Kelas Eksperimen. Ini berarti lampiran tersebut

(59)

TEKNIK PENGETIKAN

• Ikuti ketentuan yang dipersyaratkan oleh lembaga atau instansi yang

menawarkan/meminta karya tulis dimaksud.

• Pelanggaran terhadap ketentuan yang

ditetapkan, akan berakibat karya tulis dimaksud tidak diakui.

(60)

CARA MENULIS KUTIPAN

• Jika yang dikutip ditulis seutuhnya.

Contoh:

Matematika dapat dipandang sebagai aktivitas manusia dan dapat dihubungkan dengan realitas (Freudethal, 1991). Freudenthal (1991) memandang bahwa matematika sebagai aktivitas manusia dan dapat dihubungkan dengan realitas. Sebagaimana dikemukakan Freudenthal (1991) bahwa matematika sebagai aktivitas manusia dan dapat dihubungkan

dengan realitas. Oleh karena itu, … dst

• Jika yang dikutip ada yang dihilangkan.

Contoh:

Chomsky (Yelon dan Weinstein, 1977) mengemukakan bahwa … children are born with innate understanding of the structure of language.

• Jika penulis banyak (lebih dari 3 orang)

Contoh:

Mc Clelland et al (1960) mengemukakan bahwa … dst

• Jika banyak sumber yan digunakan

Contoh:

Beberapa studi tentang anak-anak yang mengalami kesulitan bealajar (Dunkey, 1972; Miggs, 1976; dan Parmenter, 1976) menunjukkan bahwa … dst

(61)

TERIMAKASIH

ATAS

PERHATIANNYA

(62)

Referensi

Dokumen terkait

Soft Copy Selama Berlaku 8 DPA Murni Bidang Persandian dan Statistik Tahun 2020 SEKRETARIS DINAS KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA PROV.. KALBAR Kabid Persandian dan

keluarga yang beriman dan bertaqwa kepada keluarga yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlaq mulia dan Tuhan Yang Maha Esa, berakhlaq mulia dan berbudi

Pemerintah Kota Tangerang melihat peluang makin banyaknya urban dari warga tetapi terkendala dengan lahan untuk tempat hunian, oleh sebab itu pemerintah Kota Tangerang

aureus resisten terhadap antibiotik ciprofloxacin (15%), cefotaxime (31%), dan cefadroxil (8%), sedangkan bakteri Gram negatif yang mengalami resistensi tertinggi

Apabila nilai yang didapatkan pada bab sebelumnya kurang dari 75, maka akan muncul soal dengan tingkat kesulitan rendah seperti yang ditunjukkan oleh Gambar 3.17.

Permasalahan dalam penelitian pada rancang bangun cross section water tube boiler adalah ingin mengetahui pengaruh level ketinggian air di dalam steam drum terhadap

Perintah untuk menampilkan data siswa dari tabel siswa yang terdiri dari field NIS, nama_siswa dan tanggal lahir dengan urutan dari alfabet adalah ..... select nis,