• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tata Cara Pengembalian Kelebihan Pajak

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Tata Cara Pengembalian Kelebihan Pajak"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

Kementerian Keuangan RI

Direktorat Jenderal Pajak

(2)

Mengapa terjadi Lebih Bayar yang

tidak seharusnya terutang?

Pembayaran pajak yang bukan objek pajak;

Terdapat kesalahan pemotongan atau pemungutan yang

bukan merupakan objek pajak;

Terdapat kesalahan pemotongan atau pemungutan yang

mengakibatkan pajak yang dipotong atau dipungut lebih

besar;

(3)

Pembayaran pajak yang bukan objek pajak:

pembayaran pajak yang lebih besar dari pajak

terutang;

pembayaran

pajak

atas

transaksi

yang

dibatalkan;

pembayaran

pajak

yang

seharusnya

tidak

dibayar;

Pembayaran pajak oleh Wajib Pajak terkait

(4)

Kesalahan pemotongan atau pemungutan yang

mengakibatkan pajak yang dipotong atau dipungut

lebih besar:

Pemotongan dan pemungutan PPh yang mengakibatkan pajak

yang dipotong lebih besar, termasuk yang berasal dari P3B;

Pemotongan dan pemungutan PPh yang diterima bukan subjek

pajak;

Pemungutan PPN oleh bukan PKP yang berakibat pajak dipungut

lebih besar;

(5)

Kesalahan pemotongan atau pemungutan yang bukan

merupakan objek pajak:

Kesalahan pemotongan atau pemungutan PPh,

Pemungutan PPN dan PPnBM,

(6)

Kelebihan pembayaran pajak terkait Pajak dalam rangka impor,

meliputi PPh Pasal 22, PPN, dan PPnBM impor tercantum dalam:

Surat Penetapan Tarif dan/atau Nilai Pabean (SPTNP) dan

Surat Penetapan Kembali Tarif dan Nilai Pabean (SPKTNP),

Surat Pemberitahuan Kekurangan Pembayaran Bea Masuk,

Cukai, Denda Administrasi, Bunga dan Pajak

(SPKPBM),

SPTNP, Surat Penetapan Pabean (SPP)

diterbitkan surat kep

keberatan, atau surat kep keberatan dan banding, atau surat

kep keberatan, banding, dan peninjauan kembali,

SPKTNP yang telah diterbitkan putusan banding, atau

putusan banding dan putusan peninjauan kembali,

(7)

PEMOHON

TEMPAT PERMOHONAN

Terkait dengan

Pembayaran

Wajib Pajak Badan

Wajib Pajak Orang Pribadi

OP atau Badan yang tidak diwajibkan memiliki NPWP

Non-PKP yang dipungut Wajib Pajak yang dipotong/dipungut

WPLN melalui BUT-nya

PKP yang dipungut

Non-PKP yang dipungut

KPP TERDAFTAR

KPP DOMISILI

(8)

PEMOHON

TEMPAT PERMOHONAN

Tidak wajib NPWP

Dalam hal WP

pemotong/pemungut

atau PKP pemungut

tidak ditemukan antara

lain karena

pembubaran

Pihak yang

dipotong/dipungut

Wajib Pajak yang pemotong/pemungut atau PKP pemungut

KPP

PEMOTONG/PEMUNGUT

TERDAFTAR

(9)

Dalam hal permohonan karena terdapat pembayaran pajak oleh WP

yang bukan objek yang terutang atau yang seharusnya tidak terutang

Dalam hal permohonan

karena terdapat

kelebihan pembayaran

pajak oleh WP yang

terkait dengan

pajak-pajak dalam rangka

impor

fotokopi bukti pembayaran pajak berupa SSCP atau sarana administrasi lain yang dipersamakan dengan SSCP

fotokopi keputusan keberatan, putusan banding, dan putusan peninjauan kembali yang terkait dengan SPTNP, SPKTNP, SPKPBM, SPP, atau dokumen yang berisi pembatalan impor yang telah disetujui oleh pejabat yang berwenang

perhitungan pajak yang seharusnya tidak terutang

alasan permohonan pengembalian atas kelebihan pembayaran pajak yang seharusnya tidak terutang

Asli bukti pembayaran pajak berupa SSP atau sarana administrasi lain yang dipersamakan dengan SPP

Perhitungan pajak yang seharusnya tidak terutang

alasan permohonan pengembalian atas kelebihan pembayaran pajak yang seharusnya tidak terutang

(10)

Dalam hal

permohonan

karena terdapat

kesalahan

Pemotongan/Pem

ungutan terkait

PPh, PPN dan

PPnBM

• asli bukti pemotongan/pemungutan pajak;

• asli faktur pajak atau dokumen lain yang dipersamakan dengan faktur pajak

perhitungan pajak yang seharusnya tidak terutang

surat permohonan dari pihak yang dipotong atau dipungut kepada Wajib Pajak

surat kuasa dari pihak yang dipotong atau dipungut kepada Wajib Pajak

alasan permohonan pengembalian

• asli bukti pemotongan/pemungutan pajak;

• asli faktur pajak atau dokumen lain yang dipersamakan dengan faktur pajak

Perhitungan pajak yang seharusnya tidak terutang

alasan permohonan pengembalian

M

Untuk permohonan yang diajukan WP/PKP/non-PKP yang

dipotong/dipungut dan WPLN melalui BUT

Untuk permohonan yang diajukan oleh OP/Badan yang tidak wajib NPWP atau WPLN tanpa BUT

Untuk

(11)

Dirjen Pajak

(12)

Referensi

Dokumen terkait

Bahwa alasan-alasan permohonan Pemohon Peninjauan Kembali tidak dapat dibenarkan, karena Putusan Pengadilan Pajak yang menyatakan mengabulkan seluruhnya banding Pemohon Banding

Bahwa alasan-alasan permohonan Pemohon Peninjauan Kembali tidak dapat dibenarkan, karena putusan Pengadilan Pajak yang menolak permohonan banding Pemohon Banding terhadap

[r]

Bahwa alasan-alasan peninjauan kembali tersebut tidak dapat dibenarkan, karena Pertimbangan Hukum dan Putusan Pengadilan Pajak yang menyatakan permohonan banding Pemohon

Bahwa alasan-alasan permohonan Pemohon Peninjauan Kembali tidak dapat dibenarkan, karena putusan Pengadilan Pajak yang menyatakan mengabulkan sebagian banding Pemohon Banding

dalam hal masih terdapat sisa kelebihan pembayaran pajak yang harus dikembalikan kepada Wajib Pajak setelah dikompensasikan dengan Utang Pajak melalui potongan

Alasan-alasan permohonan Pemohon Peninjauan Kembali tidak dapat dibenarkan, karena putusan Pengadilan Pajak yang menyatakan mengabulkan sebagian permohonan banding Pemohon

Bahwa alasan-alasan permohonan Pemohon Peninjauan Kembali tidak dapat dibenarkan, karena putusan Pengadilan Pajak yang menyatakan mengabulkan sebagian Permohonan banding Pemohon