• Tidak ada hasil yang ditemukan

DETERMINAN DISTRIBUSI DOKTER SPESIALIS DI KOTA/KABUPATEN INDONESIA | Ilyas | Jurnal Manajemen Pelayanan Kesehatan 2747 4767 1 SM

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "DETERMINAN DISTRIBUSI DOKTER SPESIALIS DI KOTA/KABUPATEN INDONESIA | Ilyas | Jurnal Manajemen Pelayanan Kesehatan 2747 4767 1 SM"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel 2. Rasio Dokter Spesialis Per 100.000 Penduduk,Analisis Tingkat Kabupaten/Kota Tahun 2002
Tabel  3. Jumlah Kabupaten/Kota dan PersentasenyaDengan Rasio Dokter Spesialis Sebanyak 6 DokterSpesialis per 100.000 Penduduk
Tabel 5. Uji T-Test Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Distribusi DSP,Analisis Tingkat Kabupaten/Kota, Tahun 2002 (Variabel Kontinyu)
Tabel 7. Odds Rasio Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Distribusi DSP, Analisis Tingkat Kabupaten/Kota, Tahun 2002
+3

Referensi

Dokumen terkait

Dalam konteks ini perlu digaris bawahi bahwa di Indonesia belum ada Reformasi Sektor Kesehatan yang melibatkan pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten kota yang dilakukan

Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Pelaksanaan Jamsoskes di Kota Palembang telah diatur melalui Peraturan Daerah Provinsi Sumatera Selatan No. 2/2009 dan

Didapatkan hampir semua (91,3%) sampel (kabupaten kota) di Jawa Tengah menyatakan bahwa Bupati/ W alikota/W akil Bupati/Sekda merupakan stakeholder yang harus ada

Pelayanan kesehatan yang optimal, berkualitas, merata dan terjangkau untuk seluruh masyarakat di kabupaten Sinjai dapat tercapai sebagai dampak dari suatu terobosan dari penentu

Dokter yang mempunyai keterlekatan lemah dengan Eka Hospital adalah yang mempunyai persepsi kurang baik terhadap sistem remunerasi, purna waktu A, bekerja di Eka Hospital

da menunjukkan bahwa harga rokok, pengeluaran per kapita, pengeluaran pangan, umur awal merokok mempengaruhi konsumsi rokok. Untuk mengefektif- kan kebijakan perlindungan

Metode: Penelitian deskriptif secara potong lintang dilakukan dalam bulan Juli-Desember 2006 di 26 Kabupaten/Kota dari 11 Provinsi. Sampel adalah 26 Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota

Jika nilai koefisien PDRB per kapita Atas Dasar Harga Konstan tahun 2000 daerah i tahun t-1 lebih kecil dari nol, maka pendapatan antar kabupaten/kota di Provinsi Jawa Barat