• Tidak ada hasil yang ditemukan

RANGKUMAN BIOLOGI SMA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "RANGKUMAN BIOLOGI SMA"

Copied!
53
0
0

Teks penuh

(1)

RANGKUMAN

BIOLOGI

(2)

Jaringan Pada Hewan

Dalam pertumbuhan dan perkembangan embrio hewan, terbentuk lapisan embrional yang terdiri dari 3 lapisan (triploblastik), yaitu

1) Lapisan Luar (eksoderm) menghasilkan epidermis, sistem saraf, dan bumbung neutral 2) Lapisan tengah (mesoderm) menghasilkan otot, tulang, dan jaringan ikat

3) Lapisan dalam (endoderm) menghasilkan epithelium, dan organ yang terkait dengan sistem pencernaan, sepetri hati dan pancreas

JARINGAN EPITEL

Yaitu jaringan yang membatasi dua lingkungan berbeda dalam tubuh hewan, dan melekat pada jaringan ikat. Berfungsi untuk melindungi jaringan dibawahnya, transportasi zat, absorpsi, sekresi, ekskresi, eksteroreseptor, membantu respirasi. Secara umum, terbagi menjadi epitel selapis dan berlapis

berdasarkan letaknya:

1) Epidermis, berbatasan dengan lingkungan luar.

2) Endotelium, membatasi organ dalam. 3) Mesotelium, membatasi rongga.

berdasarkan bentuknya, setiap epitel ini terbagi lagi menjadi epitel pipih, kubus, dan silindris

Ciri-ciri :

Sel-selnya berkaitan rapat

▪ Memiliki kemampuan regenerasi tinggi, ditandai dengan adanya membrane dasar dibagian bawah lapisan epitel

Tersusun atas serabut kolagen.

▪ Tidak mengandung pembuluh darah namun mengandung saraf.

Fungsi :

▪ Melindungi jaringan di bawahnya ▪ Transportasi zat-zat ▪ Absorpsi ▪ Sekresi ▪ Ekskresi ▪ Eksteroreseptor ▪ Membantu respirasi

JARINGAN IKAT

Merupakan jaringan yang berkembang dari lapisan embrional mesoderm dengan berbagai bentuk Fungsi :

▪ penghubung, penunjang, dan ikat berbagai jaringan dan organ

▪ memfagositosis kuman dan zat asing

▪ membentuk antibodi dan zat antikoagulan ▪ mengurangi pengeluaran panas tubuh ▪ menyimpan lemak

Berdasarkan tahap perkembangannya, jaringan ikat terdiri atas : 1. Jaringan Ikat Embrional (jaringan mesenkim)

Yaitu jaringan yang terdapat pada individu yang masih dalam kandungan induknya. Kemudian berkembang menjadi jaringan tulang dan lemak

2. Jaringan Ikat Sesungguhnya ▪ Jaringan ikat longgar ▪ Jaringan ikat padat

▪ Jaringan lemak (adiposa) : dibawah lapisan permukaan kulit, ginjal, dan jantung ▪ Jaringan serat retikuler : pada makrofag dan jaringan limfoid)

1

(3)

3. Jaringan Pengikat Khusus (penyokong)

Meliputi jaringan tulang rawan, keras, darah, limfe atau getah bening.

JARINGAN OTOT

JARINGAN SARAF

Terdiri atas sel saraf (neuron) berbentuk serabut panjang dan sel penyokong (neuroglia) berbentuk kecil. Jaringan saraf berkembang dari lapisan ektoderm embrio. Neuroglia menghasilkan mielin sebagai penyokong neuron dan menyatukan jaringan pada susunan saraf pusat.

Neuron adalah unit kerja sistem saraf pusat. Terdiri dari 12 nervus kranial, semua nervus spinal, dan cabangnya. Fungsinya sebagai penghantar informasi berupa rangsangan atau impuls. Dengan adanya sel-sel saraf ini, baik organ maupun sistem gerak bisa memberikan respons sebagaimana

mestinya

Perbedaan Otot polos Otot rangka Otot jantung

Bentuk sel Gelendong Silindris panjang Silindris, bagian ujung bercabang dua atau lebih

Ukuran sel Panjang 3-200 µm Diameter 5-10 µm

Panjang 1-40 mm Diameter 10-100 µm

Panjang 50-100 µm Diameter 10-20 µm

Inti sel Bentuk oval, satu di tengah Bentuk lonjong, banyak di tepi serat Lonjong panjang, satu di tengah serat

Pita gelap-terang Tidak ada Ada Ada

Aktivitas Kontraksi lambat, tidak mudah lelah Kontraksi cepat, kuat, mudah lelah Kontraksi cukup kuat, otomatis, tidak mudah lelah Pengaruh saraf Saraf tak sadar (saraf otonom), otot involunter

(otot tak sadar)

Saraf sadar, otot volunter (otot sadar)

Saraf otonom, otot involunter (otot tak sadar)

Letak

Saluran pencernaan, dinding pembuluh darah, pembuluh limfa, saluran pernapasan, saluran reproduksi, kandung kemih, dermis, iris, dan korpus siliaris mata.

Melekat pada tulang

rangka Jantung

3

(4)

Neuron dibedakan berdasarkan fungsi dan ujungnya Berdasarkan fungsinya

▪ neuron sensorik (aferen) ▪ neuron motorik (eferen) ▪ neuron konektor (interneuron/asosiasi) Berdasarkan polar/ujungnya 1. unipolar 2. bipolar 3. multipo

KARAKTERISTIK SEL INDUK DEWASA

Sel punca adalah sel yang menjadi awal mula dari pertumbuhan sel lain yang menyusun keseluruhan tubuh organisme

Karakteristik :

• sel-sel tersebut dapat berproliferasi untuk periode yang panjang untuk memperbarui diri • sel-sel tersebut dapat berdiferensiasi untuk menghasilkan sel-sel khusus yang mempunyai

karakteristik morfologi dan fungsi yang spesial

5

(5)

Jaringan Pada Tumbuhan

Jaringan adalah sekumpulan sel yang memiliki sifat dan fungsi yang sama.

STRUKTUR JARINGAN PADA TUMBUHAN

JARINGAN MERISTEM

Yaitu jaringan yang masih aktif membelah secara mitosis menghasilkan sel-sel baru

karena penyusun jaringan meristem bersifat embrional.

Berdasarkan letaknya, jaringan meristem terbagi menjadi :

Meristem apikal (di ujung batang

dan ujung akar, menyebabkan

pertumbuhan tunas batang dan akar)

Meristem lateral (di kambium,

menyebabkan batang bertambah

lebar)

Meristem interkalar (di antara

ruas-ruas batang, menyebabkan ruas-ruas-ruas-ruas

batang dapat bertambah panjang)

Berdasarkan asal usulnya, jaringan meristem terbagi menjadi :

Promeristem (telah ada sejak tumbuhan masih dalam tingkat embrio)

Meristem primer (terdapat pada tunas dan akar)

Meristem sekunder (mengakibatkan batang dan akar membesar ke arah samping)

Ciri-Ciri :

Tersusun atas sel sel muda yang aktif membelah

Sel tersusun rapat tanpa ruang antar sel

Dinding sel tipis dan elastic

Selnya penuh dengan protoplasma

JARINGAN PERMANEN

Yaitu jaringan yang berasal dari pembelahan sel-sel meristem primer maupun sekunder

yang telah berdiferensiasi atau mengalami perubahan bentuk sesuai dengan fungsinya.

Ciri-ciri :

Tidak aktif membelah, tidak tumbuh, tidak berkembang lagi

Terdapat ruang antarsel

Sel berukuran besar, telah mengalami penebalan, memiliki vakuola yang besar

1

(6)

Berdasarkan fungsinya, sel terbagi atas :

Jaringan Pelindung

Yaitu jaringan terluar yang menutupi seluruh permukaan tubuh tumbuhan. Jaringan

epidermis dapat mengalami modifikasi menjadi : stomata, trikoma, spina, velamen, sel kipas,

dan sel kersik.

Fungsi :

Sebagai pelindung

Berperan dalam penyerapan zat

Proses transportasi/pertukaran zat

Jaringan Dasar

Ciri-ciri :

Bentuk sel seperti balok

Terdiri atas 1 lapis sel

Sel-sel tersusun rapat

Tidak memiliki klorofil (kecuali sel

penjaga stomata)

yaitu jaringan dasar yang mengisi hampir semua organ tumbuhan, diantaranya pada

korteks batang, korteks akar, dan mesofil daun. Berfungsi sebagai penghasil dan penyimpan

cadangan makanan

Ciri-ciri :

Dibangun oleh sel-sel hidup yang

berdinding tipis

Memiliki banyak vakuola

Letak inti tidak rapat

yaitu jaringan yang berfungsi untuk menunjang bentuk tumbuhan

Terbagi menjadi 2 :

1. KOLENKIM

Berfungsi menopang organ

tumbuhan muda yang masih aktif

tumbuh

Disusun oleh sel-sel hidup yang

dinding selnya mengalami

penebalan

2. SKLERENKIM

Berfungsi menopang organ

tumbuhan yang sudah dewasa

Disusun oleh sel-sel mati yang

berdinding tebal

Berdasarkan sel penyusunnya,

sklerenkim terbagi menjadi serat

(serabut) dan sklereid (sel batu)

Epidermis

Parenkim

(7)

Yaitu jaringan khusus yang berfungsi sebagai pengangkut air, mineral, atau zat-zat

makanan dari daun ke seluruh bagian tumbuhan.

Terbagi menjadi 2 :

1) Xilem (pembuluh kayu)

Jaringan xilem merupakan jaringan dewasa yang kompleks dan tersusun dari

berbagai macam sel

Berfungsi mengangkut air dan zat-zat mineral dari akar ke daun

Terdiri atas : unsur trakeal (trakea dan trakeida), serat xilem, dan parenkim xilem.

Lubang/noktah yang terdapat di ujung sel trakea disebut perforasi

Sel-sel penyusun xilem telah mati dengan dinding sel yang tebal dan mengandung

lignin

2) Floem (pembuluh tapis)

Berfungsi mengangkut zat makanan hasil fotosintesis dari daun ke seluruh tubuh

Tersusun atas sel-sel yang masih aktif/hidup dan yang telah mati

Terdiri atas : unsure kibral, sel pengantar, sel albumen, parenkim floem, dan

serat-serat floem

Ikatan atau persatuan antara xilem dan floem membentuk suatu ikatan pembuluh

angkut (fasis). Fasis terdiri dari beberapa macam :

a) Tipe Konsentris

letak xilem dan floem memusat. Terbagi atas amfivasal dan

amfikribal

b) Tipe Kolateral

letak xilem dan floem berdampingan. Terbagi atas kolateral terbuka

dan tertutup

c) Tipe Bikolateral

letak xilem diapit oleh floem di sebelah luar dan dalam

d) Tipe Radial

letak xilem dan floem berselang-seling

Pengangkutan pada tumbuhan

1. Ekstravaskular, di luar berkas pembuluh (epidermis – korteks – endodermis – stele – xilem

akar).

Apoplas = masuknya air dan mineral tanah secara difusi melalui bagian tumbuhan yang tak

hidup, contoh: ruang antar sel

Simplas = masuknya air dan mineral tanah secara osmosis dan transpor aktif melalui

bagian tumbuhan yang hidup, contoh: plasmodesmata, sitoplasma, vakuola

2. Intravaskular, di dalam berkas pembuluh (xilem akar – xilem batang – xilem tangka daun –

xilem tulang daun), dipengaruhi: tekanan akar, kapilaritas xilem, dan daya isap daun

(transpirasi)

Laju transpirasi dipengaruhi: kelembaban, suhu, cahaya, angin, dan kadar air tanah

Pengangkut

(8)

Yaitu jaringan yang terdapat pada bagian tepi alat-alat pada tumbuhan dan tersusun

oleh kambium gabus (felogen) yang tersusun rapat dengan lapisan lilin (periderm) yang telah

siap menggantikan epidermis yang terkelupas akibat aktivitas kambium vaskular.

Berperan untuk pengganti epidermis yaitu sebagai pelindung jaringan ketika

epidermis telah mati / tidak aktif

Sel-sel gabus mengandung suberin dan kutin, tersusun rapat, dan memiliki lentisel

untuk pertukaran gas dan jalan masuk air

Struktur jaringan gabus :

Eksodermis : Adalah sebuah jaringan gabus yang berada di luar dan mengandung

suberin sebagai pengganti epidermis

Endodermis: Dalam bagian yang masih muda, pada dinding selnya terdiri atas selulosa

dan memiliki sifat yang elastis. Tetapi pada yang sudah tua atau dewasa di dinding

selnya akan terjadi sebuah penebalan berupa titik

Peridermis : dibagi lagi menjadi 3 bagian, adalah

Felogen (kambium gabus) adalah kambium gabus yang yaitu lapisan sel

yang meristematis. Felogen bisa terbentuk dari berbagai jaringan hidup,

contohnya epidermis, dan parenkim korteks yang sel – selnya bisa berubah menjadi

meristematik.

Felem (gabus) adalah suatu lapisan sebagai produk dari felogen yang terbentuk ke

arah luar.

Feloderm (parenkim gabus) adalah sebuah jaringan yang hampir homogen

dengan parenkim korteks yang terbentuk ke arah dalam maka hanya ada di lapisan

paling dalam.

ORGAN PADA TUMBUHAN

AKAR

Adalah organ tumbuhan yang memiliki fungsi utama untuk menyerap air dan mineral

dari dalam tanah yang berguna untuk pertumbuhan tumbuhan.

Akar tumbuhan berpembuluh terdiri dari dua bagian utama, yaitu akar primer yang

membentuk bagian tengah dari akar, dan akar lateral yang merupakan percabangan dari

akar primer.

Gabus

(9)

Struktur morfologi akar :

1. Leher akar/pangkal akar : bagian akar yang bersambungan langsung dengan batang

2. Batang akar : struktur perpanjangan akar yang terletak diantara leher dengan ujung

akar

3. Cabang akar/akar lateral : percabangan yang keluar batang akar utama

4. Serabut akar : percabangan akar yang halus sehingga tampak seperti serabut

5. Rambut akar/bulu akar : penonjolan sel-sel epidermis akar yang berfungsi untuk

memperluas area penyerapan air

6. Ujung akar : bagian akar paling muda yang tersusun dari jaringan meristem

7. Tudung akar : bangian akar yang terletak paling ujung untuk melindungi akar

Struktur anatomi (bagian dalam) akar :

1. Epidermis : terdiri dari sel berbentuk pipih yang tersusun rapat

2. Korteks (kulit pertama) : terdiri dari beberapa lapis sel berdinding tipis dan memiliki

ruang antar sel yang berperan dalam pertukaran gas

3. Endodermis : terdiri dari satu lapis sel tebal yang mengandung zat suberin, berperan

dalam mengatur masuknya air dan unsur hara menuju silinder pusat

4. Silinder pusat (stele) : terdiri dari perisikel (perikambium), xylem, dan floem

dikotil

monokotil

BATANG

Yaitu sumbu bagi tubuh tumbuhan yang menyangga berbagai bagian tubuh tumbuhan.

Fungsi :

Pembentuk daun dan bunga

Lintasan air dan mineral dari akar ke daun

Lintasan hasil fotosintesis dari daun ke seluruh tubuh

Struktur anatomi batang :

1. Epidermis : terdiri dari sel berbentuk pipih yang tersusun rapat dan dilapisi kutikula

2. Korteks : disusun oleh beberapa lapis sel berdinding tipis, vakuola besar dan memiliki

ruang antar sel yang berperan dalam pertukaran gas. Korteks juga berfungsi sebagai

tempat penyimpanan cadangan makanan

3. Silinder pusat (stele) : terdiri dari berkas pembuluh floem pada bagian luar dan xilem

pada bagian dalam. Didalam stele juga terdapat empulur (bagian batang terluas)

(10)

DAUN

Yaitu organ tempat berlangsungnya fotosintesis. Daun juga berperan sebagai alat

respirasi, transpirasi, dan alat perkembangbiakan.

Struktur morfologi daun :

Terdiri dari helai (lamina),

tangkai (petiole), dan pelepah daun

(folius). Daun yang memiliki ketiga

bagian tersebut disebut daun

lengkap/sempurna, sedangkan daun

yang tidak memiliki 1 atau lebih

bagian daun disebut daun tidak

sempurna

Struktur anatomi daun

1. Epidermis : terdiri dari sel yang tersusun rapat pada permukaan atas dan bawah daun.

- Selain sebagai pelindung, daun berperan untuk mencegah penguapan yang

berlebihan karena dilapisi oleh lapisan lilin (kutikula).

- Diantara sel epidermis terdapat stomata yang berperan dlam proses traspirasi dan

respirasi

2. Mesofil : terdiri dari jaringan palisade (jaringan tiang) dan jaringan spons (jaringan

bunga karang).

- Jaringan palisade adalah tempat terjadinya fotosintesis karena dibangun oleh

sel-sel yang menyerupai tiang yang mengandung lebih dari 80% kloroplas & tersusun

rapat

- Jaringan spons disusun oleh sel-sel berbentuk bulat yang tersusun agak renggang

dan berperan dalam pertukaran gas

(11)

BUNGA

Yaitu organ perkembangbiakan pada tumbuhan angiospermae (berbiji tertutup) karena

didalamnya terdapat alat perkembangbiakan generatif.

Struktur bunga umumnya terdiri dari tangkai bunga, dasar, perhiasan, dan alat kelamin.

Perhiasan bunga :

1. Kelopak bunga : lingkaran terluar

bunga yang berfungsi untuk

melindungi kuncup bunga

2. Mahkota : bagian hiasan bunga yang

memiliki warna dan bentuk beragam

yang terletak di dalam kelopak bunga

Alat kelamin bunga :

1. Benang sari : alat kelamin jantan

yang menghasilkan serbuk sari

2. Putik : alat kelamin betina yang

menghasilkan sel telur

BUAH

Yaitu organ yang terbentuk dari bakal buah yang berfungsi untuk melindungi biji dan

menyediakan nutrisi bagi perkembangan biji.

Buah yang seluruh jaringannya berasal dari bakal buah disebut buah sejati.

Contoh : papaya, alpukat, mangga

Buah yang terbentuk dari bakal buah dan bagian-bagian lain dari bunga disebut bunga

semu

Contoh : nangka, apel, dan arbei

Berdasarkan jumlah bakal buah, buah dibedakan menjadi

1) Buah tunggal terbentuk dari satu bakal buah, contoh : manga

2) Buah agregat terbentuk dari banyak bakal buah dalam satu bunga, contoh : arbei

3) Buah majemuk terbentuk dari banyak bakal buah dari banyak bunga, contoh : nangka

BIJI

Yaitu organ yang terbentuk dari bakal biji dan berfungsi sebagai alat

perkembangbiakan generatif pada tumbuhan berbiji (spermatophyta).

Secara umum, biji dibedakan menjadi :

1) Kulit biji (spermodermis) : yang melidungi bagian dalam biji

2) Tali pusat (funiculus) : bagian yang menghubungkan biji dengan papan biji (plasenta)

3) Inti biji (nucleus seminis) : terdapat embrio dan endosperm yang berfungsi sebagai

cadangan makanan. Embrio terdiri dari akar lembaga/calon akar, daun lembaga/keping

biji, dan batang lembaga.

4

5

(12)

Sel

Sel berasal dari kata “cellula” yang berarti ruang penyimpanan, kamar kecil, bilik kecil, atau kotak kecil. Sel merupakan unit terkecil yang menyusun suatu makhluk hidup atau organisme

SEJARAH PENEMUAN SEL

Robert Hooke (1665)

Mengamati sayatan tipis kulit kayu/gabus dengan mikroskop buatannya sendiri. Yang tampak pada saat itu hanyalah kotak-kotak kecil yang kosong tanpa isi

Antonie Van Leeuwenhoek (1674)

Menemukan mikroskop praktis dan menjadi orang pertama yang melihat sel hidup dibawah mikroskop

Schwann dan Schleiden (1838)

• Mengemukakan bahwa sel merupakan unit structural, fisiologi, dan organisasi dari makhluk hidup • Meskipun memiliki banyak kesamaan, sel memiliki 2 bentuk berbeda (sel hewan dan sel

tumbuhan)

Rudolf Virchow (1858)

Mengemukakan bahwa setiap sel berasal dari sel sebelumnya Max Schultze (1840)

Sel merupakan unit fungsional terkecil makhluk hidup Edmund B. Wilson (1983)

Sel sebagai kesatuan hereditas (penurunan sifat). Artinya sifat keturunan terdapat pada kromosom, dan kromosom terdapat di dalam inti sel. Inti sel pada sel kelamin adalah spermatozoa dan ovum

JENIS-JENIS SEL

Tidak mempunyai membran inti, dan inti sel (nukleus) Contoh : sel penyusun tubuh bacteria dan archaebacteria 1

2

3

4

5

Berdasarkan ada tidaknya membran inti

Prokariotik

Eukariotik

Prokariotik

(13)

mempunyai membran inti dan inti sel

contoh : sel penyusun hewan, tumbuhan, manusia, jamur, dan protista

Eukariotik

Perbedaan Sel Hewan Dan Sel Tumbuhan

Perbedaan Bentuk Sentriol Dinding Sel Lisosom Sel Hewan Vakuola Kloroplas Sel Tumbuhan Tidak kaku

Tidak ada

Ada

Tidak ada Ada Tidak ada Ada Ada Tidak ada Besar Kecil Kaku

Perbedaan Sel Prokariotik Dan Sel Eukariotik

Perbedaan Sel Prokariotik Sel Eukariotik Membran Inti

Pusat Sel

Organel

Jenis Organisme

Tidak ada Ada

Nukleiod Nukleus

Ribosom

Nukleus, sitoskeleton, RE, badan golgi, ribosom,

plastida, mitokondria, lisosom, sentriol, badan

mikro, vakuola Kingdom

Monera

Kingdom animalia, protista, fungi, dan

(14)

BAGIAN-BAGIAN SEL

Fungsi :

• Tempat terjadinya reaksi kimia. • Melindungi bagian sel dan memberikan

bentuk bagi sebuah sel

• Sebagai reseptor pada rangsangan yang ditujukan bagi sebuah sel.

• Media komunikasi antar lingkungan dalam sel dengan luar sel

• Melakukan seleksi terhadap berbagai zat yang masuk maupun keluar dari sel Bahan penyusunnya yaitu lipid dan protein (lipoprotein)

Membran sel terdiri atas lapisan ganda (bilayer) fosfolipid. Di dalamnya terdapat molekul protein yang membentuk pola mozaik sehingga diistilahkan dengan model mozaik-fluida.

Sitoplasma adalah bagian sel yang terbungkus membran sel

Pada sel eukariotik, sitoplasma terdiri atas substansi dasar (sitosol) dan sitoskleton. Cairan sitoplasma dipengaruhi oleh tekanan osmosis dari hasil aktivitas osmoregulasi dan menyebabkan perubahan dari fase gel menjadi fase sol atau sebaliknya

Osmoregulasi adalah proses mengatur konsentrasi cairan dan menyeimbangkan pemasukan serta pengeluaran cairan tubuh oleh sel atau organisme hidup

Fungsi :

• Untuk perantara transportasi zat dari luar sel ke organel atau inti sel. • Tempat berlangsungnya metabolisme

dan pembelahan sel

• Tempat penyimpanan nutrisi dan berbagai zat kimia yang dapat dipakai untuk proses metabolism sel.

Adalah

struktur di luar membran plasma yang membatasi ruang bagi sel untuk membesar

Berperan sebagai pelindung sel dan kerusakan secara fisik dan menyokong tubuh

tumbuhan

Membran Sel (lapisan terluar)

Sitoplasma

(15)

Organel adalah suatu struktur yang terdapat dalam matriks.

Berikut uraian mengenai organel :

Merupakan pusat/pengendali seluruh kegiatan sel eukariot

Fungsi nukleus :

Mengatur seluruh kegiatan sel

Menyimpan materi genetic

seperti DNA

Menyimpan protein

Menyintesis ribosom yang

dilakukan nucleolus

Penyusunnya :

Membran inti

Kromosom

Nukleous (anak inti)

Nukleoplasma

Merupakan organel berupa kantung dengan membran lipoproteinnya yang menjadi area

penyimpanan senyawa yang dibutuhkan oleh sel dan juga penyimpanan sisa metabolism.

Vakuola mengandung :

Air

Enzim

Sukrosa

Asam amino

Ion mineral

Yaitu organel seperti jaring yang terdapat dalam sitoplasma. Tersusun atas

tubuh-tubuh yang rata (sisterna). RE dapat membentuk badan golgi.

Berperan dalam transportasi zat

didalam sel.

Terdiri atas :

RE kasar : tersusun oleh

kantung/sisterna, dilekati

ribosom. Fungsi : sintesis protein

RE halus : tersusun oleh tubulus,

tidak dilekati ribosom. Fungsi :

sintesis lemak

Organel

Nukleus (inti sel)

Vakuola

(16)

Yaitu

tempat energi terbentuk. Terbentuknya energi adalah hasil respirasi seluler.

Mitokondria memiliki membran luar dan dalam

Fungsi :

Melakukan oksidasi fosforilasi

dengan menghasilkan ATP (di

bentuk di Krista) dari ADP,

oksidasi asam amino

Melakukan proses metabolism

yaitu siklus Krebs

Menghasilkan protein dengan

bantuan DNA

Yaitu

organel yang dikaitkan dengan fungsi ekskresi sel. Organel ini dapat menghasilkan

vesikula yang berperan dalam sekresi internal/eksternal sel.

Badan Golgi dalam tumbuhan disebut diktiosom

Memiliki 2 sisi berlawanan yaitu sisi cis dan sisi trans

Fungsi :

Membentuk lisosom

Mengemas enzim untuk dikirimkan

ke kelenjar-kelenjar (contoh :

kelenjar pancreas)

Menghasilkan materi dinding sel di

dalam vesikula untuk sel tumbuhan

baru

Membentuk glikolipid

Mengendalikan penambahan

membran plasma sel ketika

eksotisotis

*

Eksositosis adalah mekanisme transpor molekul besar seperti protein dan polisakarida,

melintasi membran plasma dari dalam ke luar sel (sekresi) dengan cara menggabungkan

vesikula berisi molekul tersebut dengan membran plasma

Merupakan kantung membran yang bersifat asam dan banyak mengandung enzim

hidrolisis, seperti protease, lipase, karbohidrase, nuclease

Lisosom diproduksi oleh badan golgi

Fungsi :

Memecahkan berbagai komponen sel secara intraseluler

Autofag (suatu proses katabolisme berupa pemecahan komponen sel melalui lisosom)

Memperbaiki kerusakan pada membran plasma

Mitokondria

Badan Golgi

(17)

Autolisis (kemampuan mencernakan sel yang tidak terpakai lagi)

yaitu salah satu

organel

yang berukuran kecil dan padat dalam

sel

yang berfungsi

sebagai tempat sintesis

protein

Fungsi :

Tempat sintesis protein

Fungsi translasi

Berperan dalam kegiatan metabolisme sel

Ciri-ciri :

mengandung protein (40%) dan

asam ribonukleat atau RNA (60%)

berbentuk kecil dengan diameter

sekitar 20-22 nm

terdapat di RE kasar dan tersebar

di sitoplasma

terdiri dari dua bagian, yaitu

subunit besar dan subunit kecil

Ribosom

(18)

adalah proses pembentukan partikel protein yang di dalamnya melibatkan sintesis RNA

yang dipengaruhi DNA.

di transkripsi

di translasi

Molekul DNA

molekul RNA

asam amino (penyusun protein)

Proses pembentukan molekul RNA tertentu dengan menggunakan

DNA sebagai cetakannya

terjadi di nukleus

tahapan : 1) inisiasi (enzim RNA polymerase menempel pada

promoter)

2) elongasi (enzim RNA polymerase melakukan

pembentukan dan pemanjangan untai RNAd

3) terminasi (berakhirnya transkripsi karena RNA

polymerase mencapai terminator)

Proses penerjemahan kode genetic pada RNAd menjadi asam amino

penyusun protein

terjadi di ribosom

tahapan : 1) inisiasi (terbentuknya kompleks inisiasi)

2) elongasi (pemanjangan rantai polipeptida)

3) terminasi (berakhirnya tranlasi)

Sintesis Protein

transkripsi

(19)

MEKANISME TRANSPOR PADA MEMBRAN SEL

Transpor Pasif

Tidak memerlukan energi

Molekul bergerak searah gradien konsentrasi, yaitu konsentrasi tinggi ke rendah

contoh transpor pasif : 1) Difusi

2) Osmosis

DIFUSI

Yaitu pergerakan atom/molekul berupa gas/cairan (larutan) dari konsentrasi

tinggi ke konsentrasi rendah

Kecepatan difusi dipengaruhi oleh suhu, ukuran , dan tipe molekul yang berdifusi.

Molekul menyebar lebih cepat pada suhu tinggi

Molekul kecil lebih cepat berdifusi

Contoh : 1) ketika memakai parfum

2) ketika melarutkan sirup dalam air tanpa diaduk

3) difusi O2 dan CO2 pada membran alveolus

Berdasarkan prosesnya, difusi terbagi 2 :

1) Difusi sederhana

Yaitu molekul atau zat dapat berdifusi secara spontan hingga dicapai

kerapatan yang sama dalam suatu ruangan.

2) Difusi terfasilitasi / terbantu

Yaitu difusi yang dibantu oleh protein membran

1

Transpor Pasif

Transpor Aktif

1

(20)

OSMOSIS

Yaitu perpindahan pelarut melalui membrane semipermeabel dari larutan

konsentrasi rendah ke konsetrasi tinggi

Jika konsentrasi larutan di luar sel lebih rendah daripada di dalam, berarti sel

berada dalam larutan hipotonik (larutan encer)

sel tumbuhan mengalami tekanan turgor

sel hewan mengalami lisis/pecah

*tekanan turgor adalah yang mendorong membran sel terhadap dinding sel pada

tumbuhan, bakteria, dan fungi, serta pada sel protista yang tidak memiliki

dinding sel

Jika konsentrasi larutan di luar sel lebih tinggi daripada di dalam, berarti sel

berada dalam larutan hipertonik (larutan pekat)

sel tumbuhan mengalami plasmolisis (proses di mana sel kehilangan air

dalam larutan hipertonik)

sel hewan mengalami krenasi/mengkerut

2

Perbedaan Difusi dan Osmosis

Perbandingan

Kondisi

Zat yang berpindah

Osmosis

Difusi

Zat Terlarut

Dari konsentrasi

zat terlarut

tinggi ke rendah

Pelarut

Dari konsentrasi

pelarut tinggi ke

rendah

(21)

Transpor Aktif

Memerlukan energi berupa ATP

Dipengaruhi oleh muatan listrik yang ditentukan oleh natrium dan ion kalium

Molekul bergerak melawan gradien konsentrasi, yakni dari konsentrasi rendah ke

konsentrasi tinggi

Contoh : eksotisotis, endositosis, pompa ion

Terdiri atas 2 tahap :

1) Transpor aktif primer : dilibatkan suatu pompa yang secara aktif menghasilkan ion

H

+

untuk melawan gradien konsentrasi

2) Transpor aktif sekunder : memanfaatkan kegunaan gradient yang telah ada

sebelumnya untuk mengendalikan transpor aktif suatu larutan

EKSOSITOSIS

Yaitu proses pengangkutan

bahan yang terdapat dalam sel

melalui proses pembuatan vesikula

dan fusi dengan membran plasma

Bahan yang di angkut/transport

melalui eksositosis yaitu enzim,

glukosa, hormon, protein dan

limbah suatu sel

ENDOSITOSIS

Yaitu pengangkutan bahan tertentu kedalam sel melalui pelipatan membrane dan

pembentukan vesikula

Jenis endositosis :

Fagositosis

sel makan

Pinositosis

sel minum

Endositosis yang diperantarai reseptor

2

1

(22)

POMPA ION

Yaitu mekanisme transport yang membutuhkan ATP untuk menggerakkan ion

terhadap gradient konsentrasinya. Contoh : pompa ion natrium kalium (Na

+

dan K

+

)

3

(23)

Sistem Ekskresi

SISTEM EKSKRESI PADA MANUSIA

Sistem ekskresi adalah sistem yang melakukan pengeluaran zat sisa hasil metabolism yang tidak dibutuhkan untuk menjaga keseimbangan tubuh melalui osmoregulasi (mekanisme pengaturan jumlah pelarut dan zat terlarut dalam tubuh)

• Zat yang dibuang melalui sistem ekskresi : 1) Air, garam mineral

2) Sisa metabolism karbohidrat dan lemak berupa H2O dan CO2

3) Sisa metabolism protein berupa nitrogen dalam bentuk urea, asam urat, atau ammonia • Organ organ ekskresi :

Organ Ekskret

Ginjal Air, garam mineral, urea (urin)

Paru-paru Air dan CO2

Hati

Cairan empedu (mengandung: air, asam empedu, garam empedu, kolesterol, fosfolipid, dan pigmen empedu

(bilirubin dan biliverdin)) Kulit Air, garam mineral, urea (keringat) GINJAL (Ren) organ ekskresi utama

Ginjal berjumlah sepasang yang terletak di kanan dan kiri tulang pinggang dalam rongga tubuh bagian dorsal (punggung)

Posisi ginjal kanan lebih rendah dari ginjal kiri karena tertekan oleh hati

Ginjal tersusun atas 3 lapisan :

1) Korteks (kulit ginjal) , tempat terjadinya filtrasi, terdapat badan Malpighi.

Mengandung jutaan alat penyaring yang disebut nefron

2) Medulla (sumsum ginjal), tempat terjadinya reabsorpsi dan augmentasi, terdapat

tubulus-tubulus ginjal

3) Pelvis (rongga ginjal), merupakan muara tubulus kolektivus dan hulu ureter Nefron tersusun atas :

1) Nefron epitel, terdiri dari kapsula bowman, tubulus kontortus proksimal, lengkung henle, tubulus kontortus distal, dan tubulus kolektivus

2) Nefron vaskuler, terdiri dari arteriol aferen, arteriol eferen, glomerulus, dan kapiler peritubular

(24)

Badan Malpighi

a. Glomerulus : kapiler ginjal yang melakukan filtrasi darah

Urutan aliran darah sekitar glomerulus :

b. Kapsula Bowman : menampung hasil filtrasi darah

Kapsula bowman menyelubungi

glomerulus dan memiliki dinding berlumen yang tersusun atas epitel pipih dan berhubungan dengan tubulus kontortus proximal

Saluran Nefron

c. Tubulus kontortus proximal : saluran nefron lanjutan kapsula bowman yang melakukan reabsorpsi d. Lengkung Henle : saluran lanjutan tubulus kontortus proximal yang berbentuk lengkung dan

melakukan reabsorpsi

e. Tubulus kontortus distal : saluran nefron yang melakukan reabsorpsi dan augmentasi

f. Tubulus kolektivus (pengumpul) : saluran nefron yang mengumpulkan urin dari nefron-nefron ginjal Mekanisme pembentukan urin:

Keterangan Filtrasi (penyaringan darah)

Reabsorpsi (penyerapan kembali)

Augmentasi (penambahan zat sisa) Tempat Glomerulus Tubulus kontortus proksimal

Dan lengkung henle Tubulus kontortus distal Hasil Urine primer Urine sekunder menuju kantong kemih (pelvis Urine sesungguhnya

renalis) melalui ureter Faktor yang mempengaruhi jumlah urine:

Faktor eksternal

• Suhu lingkungan

• Jumlah air yang diminum

• Alkohol dapat menghambat pembebasan ADH

Faktor internal

• Hormon ADH : mengontrol pengeluaran urine.

• Hormon insulin : menurunkan kadar glukosa darah.

• Sistem renin-angiotensin-aldosteron Karakteristik Urine

Sifat fisik urine : volume normal 800 – 2500 mL/hari, warna kuning pucat sampai kuning tua, berat jenis 1,003 – 1,035 g/cm3, pH 4,7 – 8, bau khas amonia.

Komposisi urine : zat buangan nitrogen (urea, asam urat, dan kreatinin), benda keton, asm hipurat, toksin, zat kimia asing, pigmen, enzim, vitamin, hormon, dan elektrolit.

Urine tidak normal : albumin, glukosa, sel darah merah, zat kapur, batu ginjal, dan badan keton dengan jumlah berlebihan.

(25)

KULIT (Integumen) mengekskresikan zat-zat sisa melalui keringat.

Kandungan utama keringat adalah air, garam mineral (terutama NaCl yang menyebabkan keringat terasa asin), urea (CO(NH2)2), minyak, asam, dan sisa metabolisme sel. Keringat juga mengandung seperti 2-metilfenoln (o-kresol) dan 4-metilfenol (p-kresol)

Struktur Kulit

a. Epidermis (kulit ari), jaringan epitel yang tersusun atas sel kulit hidup dan mati, yang terdiri dari empat lapisan dari atas, yaitu

✓ stratum korneum (kulit tanduk), ✓ lusidum (sel pipih),

✓ granulosum (prekursor pembentukan keratin)

✓ stratum basalis/germinativum (terdapat melanosit yang menghasilkan pigmen melanin).

b. Dermis/korium (kulit jangat), jaringan ikat yang di dalamnya terdapat kapiler darah, sel reseptor kulit, kelenjar keringat (glandula sudorifera), kelenjar minyak (glandula sebasea), dan akar rambut.

c. Hipodermis (lapisan subkutan), jaringan ikat yang di dalamnya terdapat kapiler darah, lapisan lemak, dan jaringan saraf.

d. Kelenjar keringat (glandula sudorifera), berupa pipa terpilin yang menghasilkan keringat.

e. Kelenjar minyak (glandula sebacea), terletak dekat akar rambut yang memberi minyak kepada rambut. Kontrol Pengeluaran Keringat

• Pengeluaran keringat diatur oleh hipotalamus di otak.

• Jika darah yang melewati hipotalamus melebihi batas normal (panas), rangsangan tersebut diteruskan oleh saraf simpatis ke kulit.

• Pembuluh darah melebar, aliran darah di kulit meningkat, terjadi konduksi panas, dan panas terbuang.

• Pengeluaran keringan dipengaruhi oleh: lingkungan, aktivitas tubuh, emosi, dan kondisi psikis. 2 macam kelenjar keringat :

Keterangan Ekrin Apokrin

Letak Tersebar hampir di seluruh permukaan tubuh Di ketiak, saluran telinga, dan sekitar alat kelamin Keringat yang dihasilkan Air yang berisi sejumlah

elektrolit Mengandung protein dan lemak

2

Helai rambut Kapiler Kelenjar minyak Kelenjar keringat Serabut saraf Pembuluh darah Epidermis Lapisan subkutan Dermis

(26)

Proses pengeluaran keringat

Pada keadaan normal, tubuh mengeluarkan keringat sebanyak 50 mL setiap jam. Proses pengeluaran keringat diatur oleh hipotalamus (pada otak). Hipotalamus dapat menghasilkan enzim bradikinin yang bekerja memengaruhi kegiatan kelenjar keringat.

HATI (Hepar) mengekskresikan zat-zat sisa melalui cairan empedu (billus)

Hati merupakan organ tempat perombakan eritrosit yang sudah tua/rusak menjadi tiga bentuk, yaitu zat besi, globin, dan hemin. Setiap harinya, hati mengekskresikan cairan empedu 800-1.000 Ml. Cairan empedu dihasilkan oleh hati dan disimpan dalam kantong empedu. Komposisi getah empedu yaitu air, garam mineral, asam empedu, fosfolipid, kolesterol, dan pigmen empedu (bilirubin/biliverdin).

Mekanisme perombakan eritrosit:

1) Eritrosit yang menjadi zat besi dan globin dibawa ke sumsum tulang, menjadi bahan pembentuk antibodi, hemoglobin dan eritrosit.

2) Eritrosit yang menjadi hemin diubah menjadi pigmen empedu:

a. Bilirubin dibawa ke usus halus, lalu dioksidasi menjadi urobilin dan mewarnai feses dan urin. b. Biliverdin disalurkan ke kantung empedu dan menjadi pigmen empedu.

Fungsi :

Sekresi empedu, cairan yang berasal dari perombakan sel darah merah yang sudah tua dan disimpan dalam kantung empedu atau dialirkan ke duodenum. Berfungsi membantu pencernaan lemak, mengaktikan lipase, membantu absorpsi lemak di usus, dan mengubah zat yang tidak dapat larut di dalam air menjadi larut.

• Menghasilkan hormon trombopoietin, albumin, hormon angiotensinogen, enzim arginase, enzim glutamat-oksaloasetat transferase, glutamat-piruvat transferase, dan laktat dehidrogenase. • Menyimpan glikogen, lemak, zat besi, zat tembaga, serta vitamin A, D, dan B12.

Hati merupakan tempat pembentukan urea terjadi, dengan bantuan asam amino ornitin 1) Amonia, karbon dioksida dan ornitin membentuk sitrulin

NH3 + CO2 + ornitin sitrulin

2) Sitrulin dan amonia membentuk arginin

sitrulin + NH3 arginin

3) Arginin dengan bantuan enzim arginase akan diubah menjadi ornitin dan urea

arginin ornitin + urea

(27)

3

PARU-PARU (Pulmo) mengekskresikan Air dan CO2 yang berbentuk uap air

• Air dan CO2 dihasilkan pada proses katabolisme intraseluler di mitokondria untuk menghasilkan energi berupa ATP.

• Zat sisa CO2 dan H2O diangkut oleh darah menuju jantung, ke paru-paru, kemudian dibuang keluar tubuh melalui saluran pernapasan

• CO2 dan H2O berdifusi di alveolus karena pada alveolus bermuara banyak kapiler yang mempunyai selaput tipis

• Mekanisme pertukaran CO2

➢ Respirasi pada mitokondria sel menghasikan zat sisa yaitu CO2.

➢ Karbondioksida berdifusi dari sel menuju kapiler vena lalu dibawa ke alveolus dengan cara:

a) Oleh plasma darah : Setidaknya 5% CO2 larut dalam plasma darah membentuk: CO2 + H2O H2CO3

b) Oleh hemoglobin : Setidaknya 30% CO2 membentuk karbominohemoglobin.

Hb + CO2 HbCO2

c) Dengan pertukaran klorida :Setidaknya 65% CO2 diangkut dalam bentuk ion bikarbonat menurut reaksi:

CO2 + H2O H2CO3 H2CO3 H+ + HCO

-Ion bikarbonat kemudian keluar menuju plasma darah, bertukar dengan ion Cl-. ➢ Karbondioksida dilepaskan darah dan berdifusi melalui alveolus menuju paru-paru, dan

keluar dari tubuh melalui ekspirasi.

TEKNOLOGI SISTEM EKSKRESI

Hemodialisis (cuci darah), proses pembersihan darah dari zat-zat sisa metabolisme melalui proses penyaringan di luar tubuh.

Transplantasi ginjal, terapi penggantian ginjal pasien dengan ginjal dari orang yang hidup atau yang sudah meninggal.

ESWL (Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy), penghancuran batu saluran kemih menggunakan gelombang kejut yang ditransmisikan dari luar tubuh.

Skin grafting, memindahkan sebagian atau seluruh ketebalan kulit dari donor ke resipien yang

membutuhkan.

SISTEM EKSKRESI PADA HEWAN

1. Pada Cacing

a) Cacing Tanah (Annelida), menggunakan Metanefridium (terdiri dari nefrostom, nefridium, dan nefridiofor)

• Setiap segmen tubuh cacing tanah memiliki sepasang nefridium, kecuali tiga segmen pertama dan terakhir

Mekanisme:

a. Cairan tubuh ditarik oleh nefrostom, masuk ke dalam saluran nefridium

b. Zat-zat yang masih berguna (glukosa, air, dan ion-ion) diserap oleh darah untuk diedarkan kembali

c. Zat sisa (ammonia, urea, garam, air) dikeluarkan melalui nefridiofor

(28)

b) Cacing Pipih (Platyhelminthes), mengunakan Protonefridium • Protonefridium berupa kumpulan jaringan

mirip pipa yang bercabang (nefridiofor) • Ujung nefridiofor disebut sel api/flame

cell, karena memiliki silia (alat bantu gerak seperti api)

• Organ planaria :

• Mekanisme Ekskresi

2. Pada Belalang, menggunakan Pembuluh Malpighi (kumpulan serabut halus bewarna putih kekuningan) • Pangkalnya melekat pada dinding usus

• Terletak di antara usus tengah dan usus belakang • Organ Ekskresi belalang :

• Mekanisme :

a. Darah mengalir melewati pembuluh Malpighi

b. Ketika cairan bergerak melewati bagian proksimal pembuluh, bahan-bahan yang mengandung nitrogen diendapkan kembali menjadi asam urat

c. Air dan garam-garam diserap kembali melalui proses osmosis dan transpor aktif

(29)

GANGGUAN PADA SISTEM EKSKRESI

PADA GINJAL

1) Glukosuria, ekskresi glukosa ke dalam urine.

2) Albuminuria, glomerulus gagal melakukan penyaringan protein.

3) Batu ginjal, adanya endapan senyawa kalsium dan asam urat pada rongga ginjal atau kandung kemih.

4) Diabetes mellitus, banyaknya glukosa dalam urine karena kurangnya hormon insulin untuk mengubah glukosa menjadi glikogen untuk disimpan di hati.

5) Diabetes insipidus, produksi urine berlebihan dan encer karena kekurangan hormon ADH. 6) Poliuria, kelebihan produksi air seni akibat rasa haus yang terus-menerus atau mengonsumsi

cairan yang bersifat diuretik.

7) Gagal ginjal (anuria), ginjal gagal memproduksi urine.

8) Uremia, darah banyak mengandung urea karena ginjal gagal membuang urea keluar dari tubuh. 9) Nefritis, radang nefron karena infeksi bakteri Streptococcus sp.

PADA KULIT

1) Eksem (dermatitis), radang kulit akibat faktor keturunan, emosi dan stres, atau kontak dengan senyawa alergen.

2) Kadas/kurap, bercak merah karena infeksi jamur. 3) Kudis, gatal akibat infeksi tungau dan kutu air. 4) Athlete’s foot, infeksi jamur di sela-sela jari kaki. 5) Vitiligo, gangguan pigmentasi kulit.

6) Jerawat, radang kulit/pori-pori tersumbat akibat infeksi bakteri, perubahan hormonal, kotoran.

7) Pruvitus kutanea, gatal karena iritasi saraf sensoris perifer.

8) Kalvus, penyakit mata ikan karena virus/bakteri dan gesekan terus-menerus

PADA HATI

1) Penyakit hati, disebabkan oleh infeksi virus, Amoeba penyakit disentri, cacing, plasmodium, dan Toxoplasma sp.

2) Sirosis hati, berubahnya sel-sel hati menjadi jaringan ikat fibrosa sehingga kehilangan fungsinya.

3) Hemokromatosis, kelainan genetik yang menyebabkan tubuh terlalu banyak menyerap zat besi dari makanan sehingga banyak tersimpan di dalam organ-organ tertentu

(30)
(31)

Sistem Gerak Manusia

Sistem gerak adalah sistem organ pada manusia yang berperan dalam pergerakan tubuh. Organ yang mendukung kerja sistem gerak:

1) Rangka, alat gerak pasif, terdiri atas jaringan tulang rawan dan tulang sejati. 2) Otot, alat gerak aktif, terdiri atas jaringan otot.

PENGGOLONGAN TULANG

Berdasarkan Jaringan Penyusun tulang rawan, tulang keras

Berdasarkan Bentuk dan Ukurannya tulang pipa (panjang), tulang pendek, tulang pipih, dan tulang tak beraturan

Berdasarkan Matriks Penyusunnya tulang spongiosa/spons dan tulang kompak

Sakrum : tulang selangkang ischium : tulang duduk

Tengkorak (Skull)

Rahang Bawah (Mandibula) Leher

Selangka (Klavikula) Belikat (Skapula)

Dada (Sternum)

Lengan Atas (Humerus) Rusuk (Rib)

Punggung (Vertebra torakalis) Belakang

Pengumpil (Radius) Hasta (Ulna) Panggul

Pergelangan Tangan (Karpal) Telapak Tangan (Metakarpal)

Pergelangan Kaki (Tarsal)

Paha (Femur)

Tempurung Lutut (Patella) Tulang Betis (Tibia) Tulang Kering (Fibula)

Jari Tangan (Falangs)

Telapak Kaki (Metatarsal) Tulang Jari Kaki (Falangs)

(32)

CARA KERJA OTOT

Otot bergerak secara kontraksi dan relaksasi. Saat kontraksi, ukurannya akan memendek, mengeras dan membentuk sebuah gelembung. Dengan adanya kontraksi, tulang akan tertarik. Maka untuk mengembalikan tulang tersebut pada posisi awal, dibutuhkan relaksasi.

Secara umum, gerak tubuh manusia dikelompokkan menjadi gerak sinergis dan antagonis ▪ Sinergis (gerak selaras yang melibatkan 2/lebih otot untuk suatu gerakan)

Contoh : gerakan otot leher dan punggung

Antagonis (gerak yang berlawanan antara 2/lebih otot yang mengendalikan gerak) Gerak antagonis yang banyak dikenal adalah otot bisep dan trisep

Contoh gerak antagonis :

• Fleksi (membengkokkan) >< Ekstensi (meluruskan) • Adduksi (mendekati tubuh) >< Abduksi (menjauhi tubuh) • Elevasi (mengangkat) >< Depresi (menurunkan)

• Supinasi (menengadahkan tangan) >< Pronasi (menelungkupkan tangan)

SENDI DIARTROSIS (persendian yang gerakannya bebas)

OSIFIKASI

: proses pembentukan tulang melalui pengerasan tulang rawan menjadi tulang sejati.

Osifikasi diawali saat jaringan ikat embrional (mesenkim) akan memasuki daerah osifikasi. Apabila pada proses terdapat banyak pembuluh darah, akan terbentuk osteoblas (sel pembentuk tulang). Jika tidak ada pembuluh daran, akan terbentuk kondroblas (sel pembentuk tulang rawan). Urutan proses osifikasi:

1) Tulang rawan yang telah dihasilkan memiliki rongga yang akan terisi osteoblas.

2) Kemudian osteosit dibentuk ke arah luar, atau berbentuk konsentris (saluran Havers).

3) Di sekitar osteosit, dibentuk matriks tulang dari senyawa protein yang mengandung kalsium dan fosfor.

2

3

(33)

Sistem Pencernaan Makanan

ZAT MAKANAN

1. Karbohidrat : sumber energi, pengatur metabolisme lemak, menghemat protein 2. Protein : menghasilkan jaringan baru, pembuatan protein baru dengan fungsi khusus,

sumber energi, mengatur keseimbangan air, memelihara kenetralan tubuh, pembentukan antibodi, dan mengangkut zat-zat gizi. Jika kekurangan akan menyebabkan penyakit kwashiorkor

3. Lemak : pelarut vitamin A D E K, pelindung tubuh, penyimpan cadangan makanan, sumber energi yang efektif, penyekatan/isolasi, turut membangun jaringan tubuh, menghemat protein

4. Vitamin : sumber energi yang lebih efektif, perlindungan, penyekatan/isolasi, perasaan kenyang, turut membangun jaringan tubuh, penyedia vitamin larut lemak, menghemat protein. Jika kekurangan vitamin akan menyebabkan penyakit defisiensi

5. Air dan Garam : zat pembangun dan pengatur yang berperan dalam pemeliharaan fungsi tubuh pada tungkat sel, jaringan, organ, dan fungsi tubuh secara keseluruhan

KECUKUPAN ENERGI (KALORI)

Kebutuhan energi seseorang ditentukan oleh Basal Metabolisme Rate dan aktifitas fisik • BMR pria dewasa = 66 + (13,7 x BB (kg)) + (5 x TB (cm)) – (6,8 x Umur (tahun))

• BMR wanita dewasa = 665 + (9,6 x BB (kg)) + (1,8 x TB (cm)) – (4,7 x Umur (tahun)) BMI (Body Mass Index) = Berat badan (kg)

(Tinggi badan)2 (m)

ORGAN PENCERNAAN MAKANAN

1

2

(34)

1. MULUT

• Pencernaan mekanik dengan bantuan gigi, dan pencernaan kimiawi dengan bantuan enzim amilase/ptyalin (mengubah amilum menjadi glukosa) dan lipase (mengubah lemak menjadi asam lemak dan gliserol)

• Terdiri dari 3 bagian, yaitu 1) Gigi

2) Lidah

tersusun atas otot lurik, epitel kubus dan membran mukosa. Lidah mengandung papila yang berfungsi sebagai indra pengecap.

3) Kelenjar Ludah

a. Glandula parotis, terletak dekat telinga, menghasilkan ludah berupa air yang mengandung enzim amilase. b. Glandula sublingualis,

terletak di bawah lidah, menghasilkan ludah berupa air dan lendir.

c. Glandula submandibularis, terletak di rahang bawah, menghasilkan ludah berupa air dan lendir.

2. ESOFAGUS (kerongkongan)

melakukan gerak peristaltik, yaitu gerak kontraksi dan relaksasi otot polos yang mendorong makanan menuju lambung. Gerak peristaltik menghasilkan makanan berbentuk gumpalan yang disebut bolus.

3. LAMBUNG (ventrikulus)

1) Kardia, bagian lambung atas dekat jantung. 2) Fundus, bagian lambung tengah yang membulat. 3) Pilorus, bagian lambung bawah dekat usus. 4) Rugae, membran mukosa berbentuk lekuk-lekuk

yang berfungsi melindungi dinding lambung dari abrasi asam lambung.

5) Sfingter esofageal, katup yang menjaga agar makanan yang masuk tetap berada di lambung. 6) Sfingter pilorus, katup yang menjaga makanan agar tidak keluar sebelum pencernaan selesai. • Getah lambung : getah yang dihasilkan daerah fundus yang berfungsi untuk mencerna

makanan. Sekresi getah lambung dipacu hormon gastrin yang dihasilkan dinding lambung. Mengandung :

a. Asam klorida (HCl), mematikan kuman, merusak struktur protein, dan mengaktifkan pepsinogen menjadi pepsin.

b. Pepsin, mengubah protein menjadi pepton.

(35)

4. USUS HALUS (intestinum tenue)

Terdiri dari :

1) Duodenum (usus 12 jari), tempat bermuaranya saluran pankreas dan kantung empedu, tempat pencernaan kimiawi oleh getah empedu (erepsin, laktase, maltase, dan sukrase) dan getah pancreas (amilase, tripsin, lipase)

2) Jejenum (usus kosong), tempat pencernaan makanan dengan enzim-enzim.

3) Ileum (usus penyerapan), tempat diserapnya sari-sari makanan hasil pencernaan.

1. Glukosa, asam amino, vitamin dan mineral diserap kapiler darah dalam villi, kemudian diangkut menuju hati, lalu diserap tubuh.

2. Asam lemak & gliserol diangkut terlebih dahulu ke pembuluh kil sebelum diserap tubuh. Struktur dinding :

1) Enterosit, sel epitel silindris yang menyerap sari-sari makanan.

2) Sel goblet/parietal, sel yang berfungsi untuk menghasilkan getah.

3) Villi, lipatan pada dinding usus halus yang berfungsi memperluas bidang penyerapan.

5. USUS BESAR/KOLON (intestinum crassum)

Yaitu tempat terjadinya

penyerapan air dan pembusukan sisa makanan oleh bakteri Escherecia coli menjadi feses

ENZIM-ENZIM

1. Kelenjar Ludah : ptialin/amilase (amilum-glukosa), lipase (lemak-asam lemak dan gliserol) 2. Lambung : pepsin (protein-pepton), renin (mengandapkan kasein susu), HCl (membunuh

kuman)

3. Hati : empedu (mengemulsi lipid/lemak)

4. Usus 12 Jari : erepsin (pepton-asam amino), lactase (laktosa-glukosa dan galaktosa), maltase (maltase jadi 2), sukrase (sukrosa-glukosa dan fruktosa)

(36)

5. Pancreas : Natrium bikarbonat (netralisir asam lambung), amylase (amilum/pati-glukosa), lipase (lemak-asam lemak & gliserol), tripsin (protein-asam amino), nuclease (asam nukleat-nukleotida.

HEWAN RUMINANSIA

Hewan ruminansia adalah kelompok hewan herbivora yang memamah biak, yaitu menelan bahan mentah. Organ pencernaannya berbeda dengan hewan lain terutama lambung. Lambung

ruminansia mempunyai bagian yang berasal dari modifikasi esophagus yaitu rumen (perut besar), reticulum (perut jala), omasum (perut kitab), dan abomasum/lambung sesungguhnya (perut masam)

GANGGUAN PENCERNAAN

1. Pada mulut

a) Parotitis : infeksi pada kelenjar parotitis karena Mumpsvirus b) Xerostomia : produksi air luir yang sangat sedikit

c) Disfagia: kesulitan dalam menelan sehingga makanan langsung dimuntahkan setelah ditelan atau 15-20 menit setelah ada dalam saluran pencernaan.

2. Pada lambung

a) Gastritis : radang akut pada dinding lambung dan usus karena makanan yang kotor. Gastroenteritis : gastritis akut

b) Ulkus : radang pada dinding lambung karena tingginya produksi getah lambung, sementara makanan yang masuk sedikit

c) Kolik : salah cerna dan makanan yang masuk terlalu banyak

d) Rusaknya sel kelenjar getah lambung yang menyebabkan produksi getah lambung sedikit e) Tukak lambung/maag (ulkus peptikum) : sekresi HCl pada lambung yang berlebihan

karena faktor psikis atau bakteri Streptococcus, menyebabkan rasa perih. 3. Pada hati

b) Dispepsia : rasa nyeri pada ulu hati

- Dispepsia organik, disebabkan oleh infeksi alat pencernaan.

- Dispepsia fungsional, disebabkan oleh gangguan fisiologis organ, seperti sekresi HCl lambung berlebihan.

c) Sirosis hati : radang sel-sel hati 4. Pada usus

a) Diare : infeksi kuman pada kolon yang mengakibatkan pengaturan air pada feses terganggu

b) Sembelit/konstipasi : sulit buang air besar karena penyerapan air berlebih c) Apendisitis : peradangan apendiks (usus buntu)

d) Peritonitis : infeksi selaput rongga perut

5

5

(37)

e) Disentri : diare akut yang disertai darah atau nanah karena bakteri Shigella dysentriae atau protozoa Entamoeba histolytica.

(38)

Sistem Peredaran Darah

KOMPONEN DARAH

a) Plasma Darah bagian darah yang berupa cairan, mengisi sekitar 55% dari volume darah • Fungsi : mengatur keseimbangan osmosis darah dalam tubuh

• Mengandung protein penting :

a. Fibrinogen : berperan dalam pembekuan darah b. Globulin : berperan dalam pertahanan tubuh

c. Albumin : berperan membantu aliran darah, dan mengatur tekanan osmosis darah d. Lipoprotein

b. Sel darah terbentuk di sumsum tulang 1) Sel darah putih (leukosit)

• Berfungsi untuk membantu tubuh melawan penyakit

• Memiliki nucleus, tidak berwarna, menunjukkan gerakan amoeboid • Dibagi menjadi 2 kelompok :

1. Granulosit (plasmanya bergranuler)

a. neutrofil berfungsi sebagai fagoosit aktif untuk menyerang bakteri, virus dan penyebab penyakit lainnya

b. basofil menghasilkan histamine (seperti bentol bentol) yang memberi tahu jika ada alergi, menghasilkan heparin agar darah tidak menggumpal

c. eosinofil mempunyai 2 inti dan berfungsi sebagai fagosit dan pembuang zat penyebab radang pada jaringan yang cedera

2. Agranulosit (tidak bergranuler)

a. limfosit berinti besar dan membentuk zat antibodi

b. Monosit menjadi makrofag untuk memakan sel jahat/yang sudah mati

2) Sel darah merah (eritrosit)

• Berfungsi mentransportasikan oksigen

• Kemampuan mengikat O2 dan CO2 oleh sel darah merah adalah karena adanya hemoglobin

• Eritrosit normal berbentuk cakram bikonkraf dan tidak memiliki nucleus

3) Keping darah (trombosit)

• Berperan penting dalam mekanisme penutupan luka (homeostasis)

• Trombosit berbentuk tidak teratur, tidak berwarna, tidak berinti, berukuran kecil, dan mudah pecah jika tersentuh benda kasar

(39)

PEMBEKUAN DARAH (koagulasi)

GOLONGAN DARAH

Golongan darah dibedakan berdasarkan protein yang ada di permukaan sel darah merahnya. Dibedakan menjadi A, B, AB dan O. Penggolongan darah ABO dapat bermanfaat bagi proses transfusi darah. Hal yang harus diperhatikan dalam transfusi yaitu jenis aglutinogen donor dan aglutinin resipien. Darah donor yang bercampur dalam tubuh resipien dianggap antigen.

Goldar Aglutinogen pada eritrosit Aglutinin pada plasma darah

O - Anti-A dan Anti-B

A A Anti-B

B B Anti-A

AB A dan B -

PEMBULUH DARAH

Ciri-ciri

Arteri

Vena

Dinding pembuluh Tebal, Elastis Tipis, Tidak elastis

Arah aliran Dari jantung menuju organ Dari organ menuju jantung

Letak jauh dari permukaan kulit Dekat permukaan kulit

Aliran darah Cepat Lambat

Denyutan Terasa Tidak terasa

Katup Satu di dekatjantung Banyak disepanjang pembuluh darah

PEREDARAN DARAH

a)

Sistemik/Besar (sirkulasi darah yang mencakup seluruh tubuh) 5-6-8-10-11 serambi kiri - bilik kiri – aorta - seluruh tubuh - serambi kanan

b) Pulmonalis/Kecil (sirkulasi darah dari jantung menuju paru-paru, dan sebaliknya) 1-2-3-4 serambi kanan - bilik kanan - arteri pulmonalis - paru-paru - serambi kiri

3

4

5

2

(40)
(41)

Sistem Pernapasan

SISTEM PERNAPASAN PADA MANUSIA

SALURAN PERNAPASAN

Udara dari luar masuk lewat rongga hidung (cavum nasalis) dilengkapi dengan dua lubang yang dibatasi sekat hidung, saraf penciuman (sel olfaktori), silia dan selaput lendir (mukus). Sel goblet merupakan sel penghasil lendir yang berfungsi menyaring debu, melekatkan kotoran pada rambut hidung dan mengatur suhu udara pernapasan (oleh konkha)

Persimpangan antara nasofaring (pernapasan) dengan orofaring (pencernaan)

Faring dilengkapi epiglotis yang dapat membuka dan menutup

a. Keadaan biasa, epiglotis akan terbuka. b. Ketika makanan masuk, epiglotis menutup

faring sehingga makanan masuk ke dalam esofagus.

Tempat dihasilkannya suara pangkal tenggorakan yang terdiri dari lempengan tulang rawan. Dinding laring

digerakkan otot untuk membuka dan menutup glotis. Laring dilengkapi dengan pita suara yang terletak pada jakun yang menghasilkan suara.

Batang tenggorokan yang tersusun cincin tulang rawan dilengkapi oleh silia dan selaput lendir untuk mencegah udara kotor masuk ke paru

Merupakan penghubung antara paru paru dan trakea

terdiri atas lempengan tulang rawan dan otot halus. Bronkus bercabang ke arah kiri dan kanan menuju paru-paru (bifurkasi).

Gelembung paru-paru

banyak kapiler darah sehingga daerah ini terjadi perukaran 02 dan CO2 secara difusi

Tersusun bronkiolus & alveolus dilindungi oleh lapisan berupa cairan limfa yang disebut pleura. Pleura dalam disebut pleura paru paru (pleura visceralis) dan pleura luar disebut pleura rongga dada (pleura parietalis). Paru-paru terbagi menjadi 2 a. Paru-paru kanan (3 lobus, 3 bronkiolus, 3

kelompok alveolus)

b. Paru-paru kiri (2 lobus, 2 bronkiolus, 2 kelompok alveolus)

1

Hidung

Faring

Laring

Trakea

Bronkus

Alveolus

Paru-Paru

(42)

JENIS PERNAPASAN

Berdasarkan tempat terjadinya pertukaran gas, pernapasan dibagi menjadi :

1) Respirasi eksternal : pertukaran gas yang terjadi antara cairan interstisial tubuh (dalam kapiler darah) dengan udara dalam alveolus

2) Respirasi internal : pertukaran gas antara darah dalam kapiler dengan sel-sel tubuh. Pada respirasi ini terjadi proses absorpsi oksigen oleh sel dan pelepasan karbon dioksida dari sel

Pernapasan terjadi dalam dua siklus :

1) Fase inspirasi (inhalasi), masuknya udara ke dalam paru-paru, karena tekanan di dalam lebih rendah daripada di luar paru-paru.

2) Fase ekspirasi (ekshalasi), keluarnya udara dari dalam paru-paru, karena tekanan di dalam lebih tinggi daripada di luar paru-paru.

Pernapasan terjadi melalui dua mekanisme:

1) Pernapasan dada, terjadi karena gerakan tulang-tulang rusuk oleh otot-otot antar rusuk (interkostalis).

2) Pernapasan perut, terjadi karena gerakan otot diafragma.

Pernapasan Dada

Inspirasi otot antar rusuk luar kontraksi, tulang rusuk terangkat, volume rongga dada membesar, tekanan udara di paru-paru turun, udara masuk

Ekspirasi

otot antar rusuk luar relaksasi (antar rusuk dalam kontraksi), volume rongga dada mengecil, tulang rusuk turun, tekanan udara paru-paru mengecil, udara

keluar

Pernapasan Perut

Inspirasi diafragma kontraksi dan mendatar, rongga dada membesar, volume paru-paru membesar, tekanan udara turun, udara masuk

Ekspirasi diafragma relaksasi dan mencembung, rongga dada mengecil, volume udara paru-paru mengecil, tekanan udara naik, udara keluar

Proses pertukaran O2 dan CO2

Pertukaran oksigen dan karbondioksida dari alveolus ke kapiler terjadi secara difusi. Difusi adalah pertukaran zat dari konsentrasi tunggi ke konsentrasi rendah. Pertukaran oksigen dan karbondioksida dari alveolus ke kapiler disebut respirasi eksternal. Kandungan pada rokok nikotin dan tar. Asap rokok mengandung karbonmonoksida (CO) yang mengganggu pernafasan.

(43)

VOLUME UDARA PERNAPASAN

Kapasitas paru-paru adalah jumlah volume udara yang dapat ditampung oleh paru-paru.

1) Udara tidal (pernapasan) : yaitu udara ketika inspirasi atau ekspirasi, ±500 mL. 2) Udara cadangan inspirasi (komplementer) :

yaitu udara yg bisa dimasukkan secara maksimal setelah inspirasi biasa, ±1500 mL. 3) Udara cadangan ekspirasi (suplementer) :

yaitu udara yg masih bisa dikeluarkan setelah ekspirasi biasa, ±1500 mL.

4) Udara residu : volume sisa yang berada dalam paru-paru dan tidak dapat diekspirasikan, ±1000 mL. 5) Kapasitas inspirasi, yaitu jumlah udara tidal dan cadangan inspirasi, ±2000 mL.

6) Kapasitas residu fungsional, yaitu jumlah udara residu dan cadangan ekspirasi, ±2500 mL. 7) Kapasitas vital : udara maksimum yang dapat dikeluarkan setelah inspirasi maksimal ±3500 8) Kapasitas total : yaitu udara yang dapat di tamping maksimal, ±4500 mL.

Hal yang mempengaruhi volume paru-paru : - faktor genetik

- aktivitas tubuh (volume paru-parulebih besarkarena aktivitas banyak)

- kondisi lingkungan (volume paru-parulebih besarkarena tinggal di daratan tinggi) - jenis kelamin (volume paru-parulebih besarpada laki-laki)

FREKUENSI PERNAPASAN (

kecepatan memasukkan dan mengeluarkan udara pernapasan) Kemampuan memasukkan dan mengeluarkan udara pernapasan setiap orang berbeda. Pada orang dewasa berkisar antara 15-20 per menit.

hal yang mempengaruhi frekuensi pernapasan:

- usia (frekuensi pernapasan bayi lebih cepat daripada orang dewasa)

- aktivitas tubuh (frekuensi pernapasan lebih cepat karena aktivitas banyak) - suhu tubuh (frekuensi pernapasan lebih cepat karena suhu tubuh tinggi) - jenis kelamin (frekuensi pernapasan lebih cepat pada perempuan)

- posisi tubuh (frekuensi pernapasan lebih cepat karena posisi berdiri daripada duduk atau tidur) - konsentrasi CO2 dan O2

ENERGI PERNAPASAN (Energi yang terbentuk disimpan dalam bentuk energi kimia, yaitu ATP (Adenosin Tri Phospate))

Proses pembentukan ATP :

Glikolisis Siklus Krebs Transfer Elektron

(pengubahan glukosa menjadi asam piruvat) terjadi di sitoplasma dilepaskan atom hidrogen dan energi 2 ATP

(pengubahan asam piruvat menjadi CO2) terjadi di

mitokondria dilepaskan atom hidrogen dan energi 2 ATP

terjadi di mitokondria

atom hidrogen dari hasil glikolisis dan siklus krebs dipindahkan ke oksigen dengan bantuan enzim sitokrom sehingga terbentuk (H2O)

C6H12O6 + 6O2 – 6CO2 +6H2O + 38 ATP

3

4

Referensi

Dokumen terkait

Syarat membran untuk sel bahan bakar agar dapat bekerja dengan baik adalah memiliki konduktivitas yang besar dan tahan terhadap suhu operasi tinggi.. Suhu operasi tinggi

Serat Optik Sebuah Penghantar, edisi ke 3.. Fibers

Silogisme hipotetik adalah pernyataan yang premis mayornya berupa proposisi hipotetik, tapi untuk premis minornya adalah proposisi kategorik yang menetapkan atau mengingkari

continentem quattuor rubinos et unum diamantem et septem gemmas, tertiam cathenam parvam, habentem pendile cum uno saffyro, uno blasko et quattuor gemmis, item

Seperti halnya function dalam bahasa pemrograman lain, function dalam VHDL dapat menerima suatu data masukan dengan tipe data tertentu dan menghasilkan keluaran yang sesuai dengan

Penulisan instrumen penilaian memuat kisi-kisi, master soal, dan kunci jawaban menggunakan format yang dikeluarkan oleh Pengurus KKG dan/atau Tim Editor.. Penulisan

heading. Semua tulisan harus dalam font 10pt. Setiap kata dalam suatu tulisan harus huruf kecil kecuali untuk kata-kata pendek seperti yang tercantum dalam Bagian III-B.

metode TSTS berbasis konstruktivisme secara nyata dapat meningkatkan prestasi belajar siswa dengan pengaruh yang tinggi; besarnya pengaruh aktivitas dan motivasi siswa