48 3.1 Desain Penelitian
Desain penelitian adalah kerangka atau framework untuk mengadakan penelitian. Dalam penelitian ini, jenis desain yang digunakan bersifat penelitian eksploratif. Penelitian eksploratif bertujuan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang telah dirumuskan dalam mengarahkan tipe penelitian tersebut, mencari ide-ide atas hubungan-hubungan baru dan tidak membutuhkan sebuah hipotesis. Dalam studi ini, penelitian deskriptif mengidentifikasi tingkat kepentingan sub-kriteria yang terdapat pada kriteria 7Cs desain customer interface, yaitu context, content, community, customization, communication, connection dan commerce. Selain itu penelitian ini juga bertujuan untuk melihat role model bagi objek penelitian berdasarkan model website pesaing.
Menurut Sekaran (2006:135), Cross sectional study adalah suatu penelitian di mana data yang dikumpulkan hanya sekali, mungkin selama satu periode per hari, per minggu, atau per bulan dengan tujuan untuk menjawab pertanyaan penelitian.
Menurut Sekaran (2006), Time horizon yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah cross-section,yaitu suatu penelitian yang dilakukan dalam kurun waktu tertentu .
Tabel. 3.1 Desain Penelitian
Tujuan Penelitian Desain Penelitian Jenis Penelitian Metode Penelitian Unit Analisis Time Horizon
T-1 Eksploratif Survey Individu
Cross Sectional
T-2 Eksploratif Survey Individu
Cross Sectional
T-3 Eksploratif Survey Individu
Cross Sectional
T-4 Eksploratif Survey Individu
Cross Sectional
T-5 Eksploratif Survey Individu
Cross Sectional
T-6 Eksploratif Survey Individu
Cross Sectional
T-7 Eksploratif Survey Individu
Cross Sectional Sumber : Peneliti, 2012
Keterangan :
1. Untuk menentukan prioritas klasifikasi dan alternatif pilihan pada kriteria Context untuk Luxina berdasarkan hasil perbandingan.
2. Untuk menentukan prioritas klasifikasi dan alternatif pilihan pada kriteria Content untuk Luxina berdasarkan hasil perbandingan.
3. Untuk menentukan prioritas klasifikasi dan alternatif pilihan pada kriteria Community untuk Luxina berdasarkan hasil perbandingan. 4. Untuk menentukan prioritas klasifikasi dan alternatif pilihan pada
kriteria customization untuk Luxina berdasarkan hasil perbandingan. 5. Untuk menentukan prioritas klasifikasi dan alternatif pilihan pada
kriteria communication untuk Luxina berdasarkan hasil perbandingan. 6. Untuk menentukan prioritas klasifikasi dan alternatif pilihan pada
kriteria connection untuk Luxina berdasarkan hasil perbandingan. 7. Untuk menentukan prioritas klasifikasi dan alternatif pilihan pada
kriteria Commerce untuk Luxina berdasarkan hasil perbandingan.
.
3.2 Jenis dan Sumber data Penelitian
Sumber data yang dikumpulkan untuk mendukung penelitian ini merupakan data primer dan data sekunder. Menurut Sekaran (2006), data primer adalah data yang diperoleh langsung di lapangan oleh peneliti sebagai objek penelitian. Data primer berupa informasi yang diperoleh dengan melakukan penelitian langsung, data
ini didapat dari interview, observasi website perusahaan dan penyebaran kuesioner kepada para pengambil keputusan (decision maker) atas website Luxina by Best Life, hal ini sehubungan dengan informasi yang diperlukan untuk penelitian ini.
Menurut Sugiyono (2006), data sekunder adalah data yang tidak langsung memberikan data kepada peneliti, misalnya penelitian harus melalui orang lain atau mencari melalui dokumen. Data ini diperoleh dengan menggunakan studi literatur yang dilakukan terhadap banyak buku dan diperoleh berdasarkan catatan – catatan yang berhubungan dengan penelitian, selain itu peneliti mempergunakan data yang diperoleh dari internet. Data sekunder yang digunakan untuk penelitian adalah data pengunjung website Luxina by Best Life, profil perusahaan Best Life Indonesia, literatur, jurnal, dan artikel ilmiah yang terkait penelitian.
3.3 Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam keseluruhan penelitian ini adalah sebagai berikut:
a. Studi Pustaka (Library Research)
Peneliti menggunakan beberapa referensi berupa buku, jurnal, maupun artikel dari media elektronik. Informasi tersebut berhubungan dengan variable-variable penelitian yang akan dilakukan oleh peneliti.
b. Penelitian Lapangan (Field Research)
Dalam penelitian ini, digunakan teknik pengumpulan data melalui interview dan kuesioner.
Interview dilakukan untuk mengetahui goal perusahaan terhadap website yang sedang dikembangkan. Dari hasil wawancara, peneliti akan menemukan goals perusahaan dan dapat membuat formulasi strategi 7Cs customer interface selanjutnya terhadap website. Dalam proses wawancara, peneliti mengembangkan beberapa pertanyaan berdasarkan kriteria 7Cs pada penelitian ini.
Kuesioner digunakan dalam pengumpulan data dari responden dan peneliti menyusun format pertanyaan yang telah diatur sedemikian rupa untuk mengidentifikasi tingkat kepentingan sub-kriteria dari masing-masing kriteria yang terdapat pada 7Cs desain customer interface dan melihat role model bagi masing-masing kriteria atas website pesaing kepada responden secara tertulis. Dalam penelitian ini kuesioner ini dibuat menggunakan skala pengukuran AHP.
Tabel 3.2 Bobot Penilaian AHP Skala Definisi dari “Importance”
1 Sama pentingnya (equal Importance)
3 Sedikit Lebih Penting (slightly more important)
5 Jelas Lebih Penting (Materially more importance)
7 Sangat Jelas Penting (Significantly more Importance)
2,4,6,8 Ragu-ragu antara dua nilai yang berdekatan (compromise value)
Sumber : (Saaty, 1993) 3.4 Teknik Pengambilan Sampel
Pada penerapan metode AHP yang diutamakan adalah kualitas data dari responden, dan tidak tergantung pada kuantitasnya(Saaty, 1993). Oleh karena itu, penilaian AHP memerlukan pakar sebagai responden dalam pengambilan keputusan dalam pemilihan alternatif. Para pakar disini merupakan orang-orang kompeten yang benar-benar menguasai, mempengaruhi pengambilan kebijakan atau benar-benar mengetahui informasi yang dibutuhkan. Untuk jumlah responden dalam metode AHP tidak memiliki perumusan tertentu, namun hanya ada batas minimum yaitu dua orang responden(Saaty, 1993).
Penentuan sample dilakukan melalui observasi, wawancara dan studi pustaka. Observasi lapangan dilakukan di Best Life Indonesia. Pemilihan dengan tujuan tertentu menggunakan metode purposive sampling, dengan kriteria mewakili setiap bidang keahlian dan diprioritaskan kepada pakar yang disyaratkan untuk menggunakan AHP (Analytical Hierarchy Process) cukup beberapa orang (Saaty, 1993). Para pakar tersebut adalah para decision maker Luxina yaitu Chief in Editor, Redaktur Senior, Redaktur Pelaksana, Product Developer, dan divisi Pemasaran. Penentuan penentuan sample adalah para manajerial Best Life Indonesia, mereka dinilai mengenal pasar luxury Indonesia. Sehingga dapat memberikan penilaian terhadap pengambilan keputusan terhadap Luxina.
Data diolah dengan menggunakan Metode AHP dengan langkah analisis sebagaimana diuraikan pada metodologi.
3.5 Metode Analisis
Menurut Istijanto (2009), analisis merupakan tindakan mengolah data hingga menjadi informasi yang bermanfaat dalam menjawab masalah riset. Pemilihan metode analisis ini harus sesuai dengan jenis riset yang dijalankan.
Kegiatan yang penting dalam keseluruhan proses penelitian adalah pengolahan data. Dengan pengolahan data maka dapat diketahui makna dari data yang berhasil dikumpulkan. Oleh karena itu, hasil penelitian pun akan segera diketahui. Pengolahan data ini adalah menggunakan metode analisis AHP (Analytical Hierarcial Process).
Tahap awal yang dilakukan adalah menentukan prioritas pada sub-kriteria 7Cs untuk menyusun strategi formulasi desain customer interface, tahapan sub-kriteria ini disusun berdasarkan literatur yang menjadi bahan refrensi penelitian. Tahap selanjutnya adalah pembuatan hierarki alternatif yang juga disusun berdasarkan wawancara dengan pihak Best Life Indonesia. Kuesioner diberikan untuk mengetahui pembobotan setiap elemen pada seluruh tingkat pada struktur hierarki sub-kriteria. Setelah hasil kuesioner didapat diketahui pembobotan setiap elemen pada tingkat hirarki sub-kriteria dan alternatif, data ini akan diolah dengan menggunakan AHP.
3.6 Bentuk Hierarki Kriteria dan Alternatif 7Cs Customer Interface
Gambar 3.1 Hierarki Context
Sumber : Peneliti
Hierarki ini bertujuan untuk membuat perbandingan berpasangan pada AHP yang nantinya akan diberikan pembobotan. Pada kriteria context, ditentukan kriteria nya seperti fungsional, estetika dan integrasi. Masing-masing kriteria tersebut dipasangkan dengan alternatif yang telah ditentukan, yaitu Luxina, Robb Report dan Luxury insider. Lalu, cara membaca perbandingan berpasangan tersebut adalah dengan membaca perkriteria yang dipasangkan pada setiap alternatif. Kriteria fungsional dipasangkan dengan Luxina, Robb-report dan Luxury insider. Sama
CONTEXT
FUNGSIONAL AESTHETICS INTEGRASI
LUXINA ROBB-REPORT
halnya untuk aestethic dan integrasi, keduanya masing-masing dipsangakan dengan Luxina, Robb Report dan Luxury Insider.
Gambar 3.2 Hierarki Content
Sumber : Peneliti
Hierarki ini bertujuan untuk membuat perbandingan berpasangan pada AHP yang nantinya akan diberikan pembobotan. Pada kriteria content, ditentukan kriteria nya seperti product-dominan,information-dominant, dan service dominant. Masing-masing kriteria tersebut dipasangkan dengan alternatif yang telah ditentukan, yaitu Luxina, Robb Report dan Luxury insider. Lalu, cara membaca perbandingan berpasangan tersebut adalah dengan membaca perkriteria yang dipasangkan pada setiap alternatif. Kriteria product-dominant dipasangkan dengan Luxina, Robb-report dan Luxury insider. Sama halnya untuk information-dominant, dan service dominant,
CONTENT PRODUCT DOMINANT INFORMATION DOMINANT SERVICE DOMINANT LUXINA ROBB-REPORT LUXURY INSIDER
keduanya masing-masing dipsangakan dengan Luxina, Robb Report dan Luxury Insider.
Gambar 3.3 Hierarki Community
Sumber : Peneliti
Hierarki ini bertujuan untuk membuat perbandingan berpasangan pada AHP yang nantinya akan diberikan pembobotan. Pada kriteria community, ditentukan kriteria nya seperti nonexistent, limited dan strong. Masing-masing kriteria tersebut dipasangkan dengan alternatif yang telah ditentukan, yaitu Luxina, Robb Report dan Luxury insider. Lalu, cara membaca perbandingan berpasangan tersebut adalah dengan membaca perkriteria yang dipasangkan pada setiap alternatif. Kriteria nonexistent dipasangkan dengan Luxina, Robb-report dan Luxury insider. Sama halnya untuk , limited dan strong, keduanya masing-masing dipsangkan dengan Luxina, Robb Report dan Luxury Insider
COMMUNITY
NONEXISTENT LIMITED STRONG
Gambar 3.4 Hierarki Customization
Sumber : Peneliti
Hierarki ini bertujuan untuk membuat perbandingan berpasangan pada AHP yang nantinya akan diberikan pembobotan. Pada kriteria customization, ditentukan kriteria nya seperti generic, moderate dan highly. Masing-masing kriteria tersebut dipasangkan dengan alternatif yang telah ditentukan, yaitu Luxina, Robb Report dan Luxury insider. Lalu, cara membaca perbandingan berpasangan tersebut adalah dengan membaca perkriteria yang dipasangkan pada setiap alternatif. Kriteria generic dipasangkan dengan Luxina, Robb-report dan Luxury insider. Sama halnya untuk moderate dan highly, keduanya masing-masing dipsangkan dengan Luxina, Robb Report dan Luxury Insider.
CUSTOMIZATION
GENERIC MODERATE HIGHLY
Gambar 3.5 Hierarki Communication
Sumber : Peneliti
Hierarki ini bertujuan untuk membuat perbandingan berpasangan pada AHP yang nantinya akan diberikan pembobotan. Pada kriteria communication, ditentukan kriteria nya seperti broadcast, interactive dan interation. Masing-masing kriteria tersebut dipasangkan dengan alternatif yang telah ditentukan, yaitu Luxina, Robb Report dan Luxury insider. Lalu, cara membaca perbandingan berpasangan tersebut adalah dengan membaca perkriteria yang dipasangkan pada setiap alternatif. Kriteria broadcast dipasangkan dengan Luxina, Robb-report dan Luxury insider. Sama halnya untuk moderate dan highly, keduanya masing-masing dipsangkan dengan Luxina, Robb Report dan Luxury Insider.
COMMUNICATION
BROADCAST
LUXINA ROBB-REPORT LUXURY INSIDER
Gambar 3.6 Hierarki Connection
Sumber : Peneliti
Hierarki ini bertujuan untuk membuat perbandingan berpasangan pada AHP yang nantinya akan diberikan pembobotan. Pada kriteria connection, ditentukan kriteria nya seperti generic, moderate dan highly. Masing-masing kriteria tersebut dipasangkan dengan alternatif yang telah ditentukan, yaitu Luxina, Robb Report dan Luxury insider. Lalu, cara membaca perbandingan berpasangan tersebut adalah dengan membaca perkriteria yang dipasangkan pada setiap alternatif. Kriteria generic dipasangkan dengan Luxina, Robb-report dan Luxury insider. Sama halnya
CONNECTION
PORTAL DESTINASI HUB
LUXINA ROBB-REPORT
untuk moderate dan highly, keduanya masing-masing dipsangkan dengan Luxina, Robb Report dan Luxury Insider.
Gambar 3.7 Hierarki Commerce
Sumber : Peneliti
Hierarki ini bertujuan untuk membuat perbandingan berpasangan pada AHP yang nantinya akan diberikan pembobotan. Pada kriteria commerce, ditentukan kriteria nya seperti low, medium dan high. Masing-masing kriteria tersebut dipasangkan dengan alternatif yang telah ditentukan, yaitu Luxina, Robb Report dan Luxury insider. Lalu, cara membaca perbandingan berpasangan tersebut adalah dengan membaca perkriteria yang dipasangkan pada setiap alternatif. Kriteria low dipasangkan dengan Luxina, Robb-report dan Luxury insider. Sama halnya untuk
COMMERCE
LOW MEDIUM HIGH
medium dan high, keduanya masing-masing dipsangkan dengan Luxina, Robb Report dan Luxury Insider.
3.7 Perhitungan Menggunakan 123ahp.com
123ahp.com merupakan salah satu alat hitung AHP secara online. Dengan perhitungan instan 123ahp.com membantu memberikan hasil akurat sesuai dengan perhitungan manual yang biasanya dilakukan menggunakan program excel dan expert choice. Prinsip kerja 123ahp.com yang memudahkan dan tepat membuat peneliti memilih ini sebagai alat bantu identifikasi pengolahan data.
Gambar 3.8 123ahp.com
3.8 Cara Kerja 123ahp.com
Pada halaman awal terdapat fitur new calculation, dari new calculation kita bisa memulai perhitungan. Ada baiknya melakukan registrasi/login terlebih dulu, karena dengan melakukan login kita dapat bebas menentukan berapa banyak alternatif dan kriteria yang ingin kita miliki dalam perhitungan. Apabila tidak login, maka untuk pilihan alternatif dan kriteria akan terbatas.
Langkah awal perhitungan adalah menentukan/masukan alternatif dan kriteria yang dimiliki pada kolom-kolom yang ada. Kita dapat menyesuaikan jumlah banyaknya kolom, tergantung pada banyaknya alternatif dan kriteria pilihan. Setelah menentukan jenis alternatif dan kriteria, klik tombol next pada pojok bawah kanan.
Gambar 3.10 Langkah kedua pengerjaan pada 123ahp.com
Setelah menentukan alternatif dan kriteria, maka 123ahp.com akan melakukan matriks pair-wise comparison. Yang pertama akan dihitung adalah kriteria, masukan bobot pilihan pada salah satu nomor yang ada, sesuai prinsip kerja AHP, maka hanya diijinkan memilih satu nomor pada tiap bar.
Gambar 3.11 Langkah ketiga pengerjaan di 123ahp.com
Lalu setelah memeberi bobot pada kriteria, selanjutnya dilakukan pembobotan terhadap masing kriteria berdasarkan alternatif yang ada. Gambar diatas merupakan langkah penilaian alternatif terhadap kriteria fungsional.
Gambar 3.12 Langkah keempat pengerjaan di 123ahp.com
Setelah melakukan pembobotan alteratif terhadap kriteria fungsional, dilanjutkan dengan pembobotan alternatif terhadap kriteria aesthetics.
Gambar 3.13 Langkah kelima pengerjaan di 123ahp.com
Setelah melakukan pembobotan alteratif terhadap kriteria integrasi, dilanjutkan dengan pembobotan alternatif terhadap kriteria integrasi.
Gambar 3.14 Contoh Hasil perhitungan
Gambar diatas merupakan hasil hitung kriteria dan alternatif yang sudah dilakukan. Gambar diatas tidak menggambarkan jelas tiap komponen yang ada pada AHP seperti CI, CR dan nilai lamda (eigen value). Pada gambar ini hanya dihasilkan nilai hitung secara keseluruhan. Oleh karena itu, untuk mengetahui hasil yang detail atas setiap perhitungan maka, klik tombol intermediate steps pada bagian kanan bawah.
Pada gambar intermediate diatas, dijelaskan nilai CI, CR dan eigen value, nilai normalisasi kriteria pun sudah dihitung dan dapat dilihat pada gambar 3.16 diatas.
3.9 Rancangan Pemecahan Masalah
Rancangan pemecahan masalah pada penelitian ini adalah dengan membuat kerangka strategi perusahaan dari hasil in-depth interview dengan para decison maker. Setelah itu peneliti menyebar kuesioner kepada para decision maker Best Life Indonesia yang juga merupakan decision maker website Luxina by Best Life. Kuesioner berisi butir-butir pertanyaan mengenai klasifikasi masing-masing C pada 7Cs yang tepat bagi website Luxina by Best Life yang dikomparasikan dengan website yang dinilai sebagai website pesaing, yaitu website Robb Report
(www.robbreport.com) dan website Luxury Insider (www.luxury-insider.com). Hasil
dari kuesioner akan diolah menggunakan metode analisis Analytical Hierarcial Process (AHP). Hasil dari pengolahan data ini akan berupa peringkat dari masing-masing pasang klasifikasi C dan pada alternatif website. Klasifikasi dengan nilai tertinggi akan menjadi pilihan untuk dijadikan kerangka dalam menentukan klasifikasi yang dapat diterapkan pada website Luxina.