• Tidak ada hasil yang ditemukan

IV. GAMBARAN UMUM Perkembangan Pertumbuhan Ekonomi di Sektor Pertanian Negara Berkembang dan Maju Periode

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "IV. GAMBARAN UMUM Perkembangan Pertumbuhan Ekonomi di Sektor Pertanian Negara Berkembang dan Maju Periode"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

IV. GAMBARAN UMUM

4.1. Perkembangan Pertumbuhan Ekonomi di Sektor Pertanian Negara Berkembang dan Maju Periode 1980-2008

Berdasarkan Gambar 4.1, periode 1980 hingga 2008 perkembangan GDP pertanian negara-negara berkembang dalam sampel cenderung mengalami peningkatan terutama Cina dan India. Pada tahun 1980 GDP pertanian Cina sebesar 68,23 miliar US$ dan pada tahun 2008 GDP pertanian Cina sebesar 251,2 miliar US$ sehingga telah terjadi peningkatan pertumbuhan sektor pertanian sebesar 368,16 persen. Pada tahun 1980 GDP pertanian India sebesar 53,78 miliar US$ dan pada tahun 2008 GDP pertanian India sebesar 123,3 miliar US$ sehingga telah terjadi peningkatan pertumbuhan sektor pertanian sebesar 229,28 persen.

0 5E+10 1E+11 1.5E+11 2E+11 2.5E+11 3E+11 GDP  Riil  Pertanian  (US$) Tahun Indonesia Thailand Cina India Brasil Argentina Meksiko Mesir Afrika Selatan Turki

Sumber: World Development Indicator, diolah

Gambar 4.1. Perkembangan Pertumbuhan Ekonomi di Sektor Pertanian Negara Berkembang, 1980-2008

Sedangkan untuk Indonesia dan Thailand pada tahun 1998 mengalami penurunan GDP pertanian akibat krisis moneter yang dialami kedua negara. Pada tahun 1997 GDP pertanian Indonesia sebesar 25,07 miliar US$ dan pada tahun

(2)

1998 GDP pertanian Indonesia sebesar 24,74 miliar US$ sehingga telah terjadi penurunan pertumbuhan sektor pertanian sebesar 1,33 persen. Pada tahun 1997 GDP pertanian Thailand sebesar 10,25 miliar US$ dan pada tahun 1998 GDP pertanian Thailand sebesar 10,1 miliar US$ sehingga telah terjadi penurunan pertumbuhan sektor pertanian sebesar 1,47 persen. Memasuki tahun 1999, GDP pertanian Indonesia dan Thailand sudah mulai stabil dan cenderung mengalami peningkatan. Besaran GDP pertanianrata-rata per tahun yang dihasilkan negara berkembang dalam sampel pada periode 1980 hingga 2008 bila diurutkan dari yang terbesar ke terkecil yaitu Cina, India, Brasil, Indonesia, Turki, Meksiko, Mesir, Argentina, Thailand, dan Afrika Selatan.

0 2E+10 4E+10 6E+10 8E+10 1E+11 1.2E+11 1.4E+11 GDP  Riil  Pertanian  (US$) Tahun AS UK Kanada Jepang Korea Selatan Australia Selandia Baru Spanyol Italia Perancis

Sumber: World Development Indicator, diolah

Gambar 4.2. Perkembangan Pertumbuhan Ekonomi di Sektor Pertanian Negara Maju, 1980-2008

Berdasarkan Gambar 4.2, periode 1980 hingga 2008 perkembangan GDP pertanian negara-negara maju dalam sampel cenderung mengalami peningkatan terutama Amerika Serikat. Pada tahun 1980 GDP pertanian Amerika Serikat sebesar 45,43 miliar US$ dan pada tahun 2008 GDP pertanian Amerika Serikat

(3)

sebesar 120,9 miliar US$ sehingga telah terjadi peningkatan pertumbuhan sektor pertanian sebesar 266,1 persen. Sedangkan GDP pertanian Jepang cenderung mengalami penurunan. GDP pertanian Jepang terbesar yaitu pada tahun 1987 sebesar 90,95 miliar US$ dan pada tahun 2008 sebesar 83,07 miliar US$ sehingga telah terjadi penurunan pertumbuhan sektor pertanian sebesar 8,2 persen. Besaran GDP pertanian rata-rata per tahun yang dihasilkan negara maju dalam sampel pada periode 1980 hingga 2008 bila diurutkan dari yang terbesar ke terkecil yaitu Amerika Serikat, jepang, Perancis, Italia, Korea Selatan, Spanyol, Kanada, United Kingdom, Australia, dan Selandia Baru.

4.2. Perkembangan Pertumbuhan Ekonomi di Sektor Industri Negara Berkembang dan Maju Periode 1980-2008

Berdasarkan Gambar 4.3, periode 1980 hingga 2008 perkembangan GDP industri negara-negara berkembang dalam sampel cenderung mengalami peningkatan terutama Cina. Pada tahun 1980 GDP industri Cina sebesar 62,33 miliar US$ dan pada tahun 2008 GDP industri Cina sebesar 1318,7 miliar US$ sehingga telah terjadi peningkatan GDP industri sebesar 2115,65 persen. Sedangkan untuk Indonesia dan Thailand pada tahun 1998 mengalami penurunan GDP industri akibat krisis moneter yang dialami kedua negara. Pada tahun 1997 GDP industri Indonesia sebesar 81,57 miliar US$ dan pada tahun 1998 GDP industri Indonesia sebesar 70,19 miliar US$ sehingga telah terjadi penurunan pertumbuhan sektor industri sebesar 13,95 persen. Pada tahun 1997 GDP industri Thailand sebesar 51,33 miliar US$ dan pada tahun 1998 GDP industri Thailand sebesar 44,66 miliar US$ sehingga telah terjadi penurunan pertumbuhan sektor industri sebesar 13 persen. Memasuki tahun 1999, GDP industri Indonesia dan

(4)

Thailand sudah mulai stabil dan cenderung mengalami peningkatan. Besaran GDP industri rata-rata per tahun yang dihasilkan negara berkembang dalam sampel pada periode 1980 hingga 2008 bila diurutkan dari yang terbesar ke terkecil yaitu Cina, Brasil, Meksiko, India, Turki, Indonesia, Argentina, Thailand, Afrika Selatan, dan Mesir.

0 2E+11 4E+11 6E+11 8E+11 1E+12 1.2E+12 1.4E+12 GDP  Riil  Industri  (US$) Tahun Indonesia Thailand Cina India Brasil Argentina Meksiko Mesir Afrika Selatan Turki

Sumber: World Development Indicator, diolah

Gambar 4.3. Perkembangan Pertumbuhan Ekonomi di Sektor Industri Negara Berkembang, 1980-2008

Berdasarkan Gambar 4.4, periode 1980 hingga 2008 perkembangan GDP industri negara-negara maju dalam sampel cenderung mengalami peningkatan terutama Amerika Serikat dan Jepang. Pada tahun 1980 GDP industri Amerika Serikat sebesar 1285,4 miliar US$ dan pada tahun 2008 GDP industri Amerika Serikat sebesar 2245,8 miliar US$ sehingga telah terjadi peningkatan pertumbuhan sektor industri sebesar 74,7 persen. Pada tahun 1980 GDP industri Jepang sebesar 1032,22 miliar US$ dan pada tahun 2008 GDP industri Jepang sebesar 1616,43 miliar US$ sehingga telah terjadi peningkatan pertumbuhan sektor industri sebesar 56,5 persen. Besaran GDP industri rata-rata per tahunyang

(5)

dihasilkan negara maju dalam sampel pada periode 1980 hingga 2008 bila diurutkan dari yang terbesar ke terkecil yaitu Amerika Serikat, jepang, United Kingdom, Italia, Perancis, Kanada, Spanyol, Korea Selatan, Australia, dan Selandia Baru. 0 5E+11 1E+12 1.5E+12 2E+12 2.5E+12 GDP  Riil  Industri  (US$) Tahun AS UK Kanada Jepang Korea Selatan Australia Selandia Baru Spanyol Italia Perancis

Sumber: World Development Indicator, diolah

Gambar 4.4. Perkembangan Pertumbuhan Ekonomi di Sektor Industri Negara Maju, 1980-2008

4.3. Perkembangan Emisi Gas Rumah Kaca di Negara Berkembang dan Maju Periode 1980-2008

4.3.1. Perkembangan Emisi Karbondioksida (CO2) di Negara Berkembang

dan Maju Periode 1980-2008

Berdasarkan Gambar 4.5, periode 1980 hingga 2008 perkembangan emisi CO2 negara-negara berkembang dalam sampel cenderung mengalami peningkatan

terutama Cina dan India. Pada tahun 1980 emisi CO2 Cina sebesar 1467192,4 kilotonne dan pada tahun 2008 emisi CO2 Cina sebesar 7031916,2 kilotonne

sehingga telah terjadi peningkatan pertumbuhan emisi CO2 sebesar 479,28 persen.

(6)

2008 emisi CO2 India sebesar 1742697,7 kilotonne sehingga telah terjadi

peningkatan pertumbuhan emisi CO2 sebesar 499,9 persen. Besaran emisi CO2

rata-rata per tahunyang dihasilkan negara berkembang dalam sampel pada periode 1980 hingga 2008 bila diurutkan dari yang terbesar ke terkecil yaitu Cina, India, Meksiko, Afrika Selatan, Brasil, Indonesia, Turki, Thailand, Argentina, dan Mesir. 0 1000000 2000000 3000000 4000000 5000000 6000000 7000000 8000000 CO2  (kilotonne) Tahun Indonesia Thailand Cina India Brasil Argentina Meksiko Mesir Afrika Selatan Turki

Sumber: World Development Indicator, diolah

Gambar 4.5. Perkembangan Emisi Karbondioksida di Negara Berkembang, 1980-2008

Berdasarkan Gambar 4.6, periode 1980 hingga 2008 perkembangan emisi CO2 negara-negara maju dalam sampel cenderung mengalami peningkatan

terutama Amerika Serikat. Pada tahun 1980 emisi CO2 Amerika Serikat sebesar

4721170,8 kilotonne dan pada tahun 2008 emisi CO2 Amerika Serikat sebesar

5461013,2 kilotonne sehingga telah terjadi peningkatan pertumbuhan emisi CO2

(7)

0 1000000 2000000 3000000 4000000 5000000 6000000 CO2  (kilotonne) Tahun AS UK Kanada Jepang Korea Selatan Australia Selandia Baru Spanyol Italia Perancis

Sumber: World Development Indicator, diolah

Gambar 4.6. Perkembangan Emisi Karbondioksida di Negara Maju, 1980-2008

Sedangkan United Kingdom dan Perancis cenderung mengalami penurunan, pada tahun 1980 emisi CO2 United Kingdom dan Perancis

berturut-turut sebesar 579290,7 kilotonnne dan 505363,9 kilotonnne dan pada tahun 2008 emisi CO2 United Kingdom dan Perancis berturut-turut sebesar 522855,5 kilotonne dan 376985,9 kilotonnne sehingga telah terjadi penurunan pertumbuhan

emisi CO2 sebesar 9,7 persen dan 25,4 persen. Besaran emisi CO2 rata-rata per

tahunyang dihasilkan negara maju dalam sampel pada periode 1980 hingga 2008 bila diurutkan dari yang terbesar ke terkecil yaitu Amerika Serikat, Jepang, United Kingdom, Kanada, Korea Selatan, Italia, Perancis, Australia, Selandia Baru, dan Spanyol.

(8)

4.3.2. Perkembangan Emisi Nitrogen Oksida (N2O) di Negara Berkembang

dan Maju Periode 1980-2008

Berdasarkan Gambar 4.7, periode 1980 hingga 2008 perkembangan emisi N2O negara-negara berkembang dalam sampel cenderung mengalami peningkatan

terutama Cina dan India. Pada tahun 1980 emisi N2O Cina sebesar 765,11 kilotonne dan pada tahun 2008 emisi N2O Cina sebesar 1764,38 kilotonne

sehingga telah terjadi peningkatan pertumbuhan emisi N2Osebesar 230,6 persen.

Pada tahun 1980 emisi N2O India sebesar 370,32 kilotonne dan pada tahun 2008

emisi N2O India sebesar 763,55 kilotonne sehingga telah terjadi peningkatan

pertumbuhan emisi N2O sebesar 206,2 persen. Besaran emisi N2O rata-rata per

tahun yang dihasilkan negara berkembang dalam sampel pada periode 1980 hingga 2008 bila diurutkan dari yang terbesar ke terkecil yaitu Cina, India, Brasil, Indonesia, Meksiko, Argentina, Turki, Afrika Selatan, Mesir, dan Thailand.

0 200 400 600 800 1000 1200 1400 1600 1800 2000 1980 1982 1984 1986 1988 1990 1992 1994 1996 1998 2000 2002 2004 2006 2008 N2O  (kilotonne) Tahun Indonesia Thailand Cina India Brasil Argentina Meksiko Mesir Afrika Selatan Turki

Sumber: EDGAR, diolah

Gambar 4.7. Perkembangan Emisi Nitrogen Oksida di Negara Berkembang, 1980-2008

(9)

Berdasarkan Gambar 4.8, periode 1980 hingga 2008 perkembangan emisi N2O negara-negara maju dalam sampel memiliki kecenderungan yang menurun

kecuali Korea Selatan. Periode 2002 hingga 2008 perkembangan emisi N2O

Korea Selatan memiliki kecenderungan yang sangat meningkat mencapai 1843,24

kilotonne pada tahun 2005. Amerika Serikat sebagai penghasil rata-rata emisi N2O

terbesar periode 1980 hingga 2008 diantara negara-negara maju lainnya dalam sampel, pada tahun 1980 merupakan tahun dimana Amerika Serikat menghasilkan emisi N2Oterbesar yaitu sebesar 1215,22 kilotonne. Besaran rata-rata emisi N2O

per tahunyang dihasilkan negara maju dalam sampel pada periode 1980 hingga 2008 bila diurutkan dari yang terbesar ke terkecil yaitu Amerika Serikat, Korea Selatan , Australia, Perancis, Kanada, United Kingdom, Jepang, Italia, Spanyol, dan Selandia Baru.

0 200 400 600 800 1000 1200 1400 1600 1800 2000 1980 1982 1984 1986 1988 1990 1992 1994 1996 1998 2000 2002 2004 2006 2008 N2O  (kilotonne) Tahun AS UK Kanada Jepang Korea Selatan Australia Selandia Baru Spanyol Italia Perancis

Sumber: EDGAR, diolah

Gambar 4.8. Perkembangan Emisi Nitrogen Oksida di Negara Maju, 1980-2008

(10)

4.3.3. Perkembangan Emisi Metana (CH4) di Negara Berkembang dan

Maju Periode 1980-2008

Berdasarkan Gambar 4.9, periode 1980 hingga 2008 perkembangan emisi CH4 negara-negara berkembang dalam sampel cenderung mengalami peningkatan

terutama Cina dan India. Pada tahun 1980 emisi CH4 Cina sebesar 41387,4 kilotonne dan pada tahun 2008 emisi CH4 Cina sebesar 73200,9 kilotonne

sehingga telah terjadi peningkatan pertumbuhan emisi N2O sebesar 76,9 persen.

Pada tahun 1980 emisi CH4 India sebesar 21168 kilotonne dan pada tahun 2008

emisi CH4 India sebesar 28874,5 kilotonne sehingga telah terjadi peningkatan

pertumbuhan emisi CH4 sebesar 36,4 persen. Besaran emisi CH4 rata-rata per

tahun yang dihasilkan negara berkembang dalam sampel pada periode 1980 hingga 2008 bila diurutkan dari yang terbesar ke terkecil yaitu Cina, India, Brasil, Indonesia, Meksiko, Argentina, Thailand, Turki, Afrika Selatan, dan Mesir.

0 10000 20000 30000 40000 50000 60000 70000 80000 1980 1982 1984 1986 1988 1990 1992 1994 1996 1998 2000 2002 2004 2006 2008 CH4  (kilotonne) Tahun Indonesia Thailand Cina India Brasil Argentina Meksiko Mesir Afrika Selatan Turki

Sumber: EDGAR, diolah

Gambar 4.9. Perkembangan Emisi Metana di Negara Berkembang, 1980-2008

(11)

Berdasarkan Gambar 4.10, periode 1980 hingga 2008 perkembangan emisi CH4 negara-negara maju dalam sampel cenderung berfluktuasi. Selama periode

1980 hingga 2008, Amerika Serikat sebagai penyumbang emisi CH4 terbesar

diantara negara-negara maju dalam sampel. Tahun 1990 merupakan tahun dimana Amerika Serikat menghasilkan emisi CH4 terbesar yaitu sebesar 30363,6 kilotonne. Besaran rata-rata emisi CH4 per tahun yang dihasilkan negara maju

dalam sampel pada periode 1980 hingga 2008 bila diurutkan dari yang terbesar ke yang terkecil yaitu Amerika Serikat, Australia, United Kingdom, Kanada, Perancis, Jepang, Italia, Spanyol, Selandia Baru, dan Korea Selatan.

0 5000 10000 15000 20000 25000 30000 35000 1980 1982 1984 1986 1988 1990 1992 1994 1996 1998 2000 2002 2004 2006 2008 CH4  (kilotonne) Tahun AS UK Kanada Jepang Korea Selatan Australia Selandia Baru Spanyol Italia Perancis

Sumber: EDGAR, diolah

Gambar

Gambar 4.1.  Perkembangan  Pertumbuhan Ekonomi di Sektor Pertanian  Negara Berkembang, 1980-2008
Gambar 4.2.  Perkembangan  Pertumbuhan Ekonomi di Sektor Pertanian  Negara Maju, 1980-2008
Gambar 4.3.  Perkembangan  Pertumbuhan Ekonomi di Sektor Industri  Negara Berkembang, 1980-2008
Gambar 4.4.  Perkembangan  Pertumbuhan Ekonomi di Sektor Industri  Negara Maju, 1980-2008
+7

Referensi

Dokumen terkait