• Tidak ada hasil yang ditemukan

ABSTRACT Karawang City is one of the city's major food-producing materials such as rice, but it turns out in the city of Karawang are still many citiz

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "ABSTRACT Karawang City is one of the city's major food-producing materials such as rice, but it turns out in the city of Karawang are still many citiz"

Copied!
29
0
0

Teks penuh

(1)

APLIKASI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS PENYEBARAN RASKIN (BERAS MISKIN) PEMERINTAH DAERAH KOTA KARAWANG DENGAN

MENGGUNAKAN ARCVIEW 3.3

1

Indri Mariska(10107904) 2

Dr. Ernastuti., S.si., M.Kom 1

Mahasiswa Sistem Informasi Universitas Gunadarma [email protected]

2

Dosen Tetap Universitas Gunadarma [email protected]

ABSTRAK

Kota Karawang merupakan salah satu kota yang memproduksi bahan pangan utama yaitu beras, namun ternyata di Kota Karawang masih banyak warganya yang sangat kekurangan untuk mengkonsumsi beras, oleh karena itu penulis mengambil tema Aplikasi Sistem Infromasi Geografis penyebaran raskin di Kota Karawang. Pada skripsi ini penulis menggunakan Arcview 3.3 sebagai tempat digitasi peta dan aebagai pembuatan aplikasinya. Penulis memanfaatkan bahasa pemrograman yang disebut Avenue yaitu bahasa pemrograman berbasis OOP yang terdapat di dalam ArcView untuk mendesign tampilan aplikasinya.

Informasi yang disajikan meliputi tulisan, tabel dan grafik yang diharapkan dapat mempermudah pengguna dalam mengetahui penyebaran raskin secara aktual. Oleh karena itu diharapkan dengan adanya Sistem Informasi Penyebaran Raskin (Beras Miskin) di Kota Depok ini PEMDA setempat menjadi lebih terbantu dalam proses palaksanaan program Raskin di Kota Karawang.

(2)

ABSTRACT

Karawang City is one of the city's major food-producing materials such as rice, but it turns out in the city of Karawang are still many citizenswho are very short to eat rice, therefore the author takes the theme of Opera-Geographic System Applications in the city of Karachiraskin deployment. In this thesis the author using ArcView 3.3 as adigitized map and aebagai manufacturing applications. Authors use the programming language called Avenue of OOPbasedprogramming language contained in ArcView to display designapplication.

The information presented includes the text, tables and graphs that are expected to facilitate users in knowing the actual deploymentRaskin. It is therefore expected by the Information DisseminationSystem Raskin (rice Poor) in Kota Depok local authorities to bemore helpful in the process palaksanaan Raskin program in the City of Karachi..

PENDAHULUAN

Pada ilmu komputer, sistem informasi merupakan hal yang sangat mendasar terutama keterkaitannya dengan sistem secara global. Berkembangnya teknologi komputer merupakan suatu indikasi bahwa komputer adalah suatu media yang digemari dalam mencari informasi. Secara tidak langsung hal ini menandakan bahwa komputer adalah suatu media yang cocok untuk penyebaran informasi. Teknologi komputer dengan segala inovasinya adalah salah satu penyokong perubahan tersebut. Terlebih setelah mewabahnya pemakaian Internet di segala penjuru dunia.

SIG dapat digunakan oleh berbagai bidang ilmu, pekerjaan, dan peristiwa. Banyak sekali aplikasi–aplikasi yang dapat ditangani oleh system informasi geografis, tidak terkecuali pada bidang kepemerintahan. Peristiwa yang dapat diteliti dengan dasar SIG adalah penyebaran beras miskin (Raskin) pada kota Karawang. Dalam proses penyebaran Raskin pemerintah daerah menggunakan aplikasi SIG berbasis dekstop untuk menangani proses penyebarannya.

Tujuan dari pembuatan tugas akhir ini adalah membuat suatu aplikasi yang memperoleh sistem informasi geografis penyebaran Beras Miskin (Raskin) di wilayah kota Karawang, dimana sistem ini dapat menyajikan informasi mengenai penduduk kota

(3)

Karawang, khususnya informasi mengenai penduduk miskin yang akan dibagikan beras miskin (Raskin), serta informasi mengenai hasil panen padi sawah dan padi ladang agar pemerintah daerah dapat menganalisa penyebaran raskin berdasarkan hasil panen dari setiap kecamatan. Informasi tersebut ditujukan untuk PEMDA setempat agar PEMDA dapat mengurangi beban pengeluaran rumah tangga sasaran melalui pemenuhan sebagian kebutuhan pangan pokok dalam bentuk beras.

TINJAUAN PUSTAKA Arcview

ArcView merupakan salah satu perangkat lunak SIG dan pemetaan yang dikembangkan oleh ESRI (Environmental Systems Research Institute, Inc). Dengan ArcView, anda dapat memiliki kemampuan-kemampuan untk melakukan visualisasi, mengexplore, menjawab query (baik basis data spasial maupun non spasial), menganalisis data secara geografis, dan sebagainya.

Definisi Sistem

Suatu sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran yang tertentu

Definisi Informasi

data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya.

Data adalah kenyataan yang menggambarkan suatu kejadian–kejadian dan kesatuan yang nyata. Atau data adalah representasi dunia nyata yang mewakili suatu objek seperti manusia (pegawai, mahasiswa, pelanggan), hewan, peristiwa, konsep, keadaan dll, yang direkam dalam bentuk angka, huruf, simbol, teks, gambar, bunyi atau kombinasinya.

Definisi SIG

Sistem Informasi Geografis (SIG) merupakan komputer yang berbasis pada sistem informasi yang digunakan untuk memberikan bentuk digital dan analisa terhadap

(4)

permukaan geografi bumi. Defenisi SIG selalu berubah karena SIG merupakan bidang kajian ilmu dan teknologi yang relatif masih baru. Berikut beberapa defenisi SIG menurut para ahli adalah[6]:

1. Definisi GIS (Rhind, 1988):

GIS is a computer system for collecting, checking, integrating and analyzing information related to the surface of the earth.

2. Definisi GIS yang dianggap lebih memadai (Marble & Peuquet, 1983) and (Parker,

1988; Ozemoy et al., 1981; Burrough, 1986):

GIS deals with space-time data and often but not necessarily, employs computer hardware and software.

3. Purwadhi, 1994:

- SIG merupakan suatu sistem yang mengorganisir perangkat keras (hardware), perangkat lunak (software), dan data, serta dapat mendaya-gunakan system penyimpanan, pengolahan, maupun analisis data secara simultan, sehingga dapat diperoleh informasi yang berkaitan dengan aspek keruangan.

- SIG merupakan manajemen data spasial dan non-spasial yang berbasis computer dengan tiga karakteristik dasar, yaitu: (i) mempunyai fenomena aktual (variabel data non-lokasi) yang berhubungan dengan topik permasalahan di lokasi bersangkutan; (ii) merupakan suatu kejadian di suatu lokasi; dan (iii) mempunyai dimensi waktu.

Struktur Navigasi

Struktur Navigasi termasuk struktur terpenting dalam pembuatan suatu aplikasi web dan gambarnya harus sudah ada pada tahap perencanaan. Struktur navigasi sendiri terbagi menjadi 4, yaitu :

1. Struktur Navigasi Linier

Pada struktur navigasi linier masing–masing kotak hanya mempunyai satu penghubung (linier) dan pengaksesannya harus urut, yaitu misalnya jika kita ingin mengakses kotak 3 maka kita harus melewati kotak 1 dan 2.

(5)

Pada strutur ini masing–masing kotak mempunyai lebih dari satu penghubung (non linier) dan pengaksesannya tidak harus urut. Misalnya jika kita ingin mengakses ke kotak 4 maka kita tidk harus melewati kotak 2, 3, tetapi langsung ke kotak 4.

3. Struktur Navigasi Hirarki

Pada struktur hirarki pengaksesan dilakukan secara terurut baik itu dari atas maupun dari bawah. Misalnya jika kita ingin mengakses kotak 4 maka kita harus melewati kotak 2 dan sebaliknya.

4. Struktur Navigasi Campuran

Pada struktur ini merupakan penggabungan dari ketiga struktur sebelumnya yaitu Linier, Non Linier dan Hirarki. Pada struktur ini dapat dikatakan sebagai struktur bebas .

PERANCANGAN

Permasalahan dan Alasan dibuatnya SIG Penyakit ISPA Kota Depok

Penulis ingin menyajikan data dalam bentuk visual yang dapat memudahkan user

untuk melihat penyebaran Raskin(Beras Miskin) Pemerintah Daerah Kota Karawang.

Melalui Sistem Informasi Geografi, data peyebaran Raskin dapat dikelola dengan mudah

karena basis data ini berkaitan dengan ruang atau posisi goegrafis. Data yang bersifat

deskriptif, maupun numerik akan tertata dengan baik dan terpetakan secara rapi

menggunakan teknologi digital, sehingga memudahkan kita untuk memperbaharui dan

mengaktualkan datanya (editing), serta mempergunakan secara akurat dan tepat untuk

keperluan analisis. Dengan Web GIS ini pula penulis memudahkan pembaca untuk

(6)

Perancangan Data

Data yang digunakan merupakan data spasial. Namun data tersebut saling

berkaitan, dan keterkaitan data akan dibahas menggunakan perancangan data ERD(entity

relasional diagram) dan normalisasi.

ERD(entity relasional diagram)

ERD yang digambarkan akan menjelaskan tentang ralasi antar data pada aplikasi ini. Gambar 3.1 memperlihatkan ERDnya.

Padi Sawah Kecamatan Analisis Padi Ladang Titik Distribusi Raskin Desa Punya Punya Diberikan Punya Menyediakan Punya

(7)

Struktur Navigasi

Struktur navigasi adalah struktur yang penting dari pembuatan aplikasi ini. Karena peta ini yang akan menjadi arah dan acuan dari aplikasi yang dibuat.

Pada aplikasi Aplikasi Sistem Informasi Geografis Penyebaran Raskin (Baras Miskin) Pemerintah Daerah Kota Karawang dengan Menggunakan ArcView ini struktur navigasi yang digunakan adalah struktur navigasi Composite (Campuran).

Struktur penjejakan Composite (campuran) merupakan gabungan dari

tiga struktur yaitu Linear, Non Linear dan Hierarchi. Struktur penjejakan ini juga biasa disebut struktur penjejakan bebas. Jika suatu tampilan membutuhkan percabangan, maka dapat dibuat percabangan, dan bila dalam percabangan tersebut terdapat suatu tampilan yang sama kedudukannya maka dapat dibuat struktur Linear dalam percabangan tersebut. Struktur penjejakan ini banyak digunakan dalam pembuatan aplikasi sebab struktur ini dapat memberikan keinteraksian yang lebih tinggi. Stuktur navigasi tentang aplikasi dapat dilihat pada gambar 1.

(8)

Gambar 1. Struktur Navigasi Campuran

PEMBAHASAN DAN UJICOBA

Pembuatan WebGIS Dengan Chameleon pada MapServer

Interface atau antar muka merupakan gambar atau image dan segala sesuatu yang muncul pada layar monitor. Interface merupakan tempat antar program dan penguna berinteraksi satu sama lain. Seiring dengan berkembangnya teknologi informasi, manusia sebagai pelaku di dalamnya dituntut untuk mendapatkan informasi yang baru. Informasi ini bisa didapatkan melalui berbagai media komunikasi, namun pada umumnya manusia mencari informasi dari media yang menurut mereka menarik dan mudah digunakan sehingga akan lebih mudah untuk dimengerti dan diingat. Oleh karena itu, desain interface yang interaktif sangat mendukung pencapain tujuan dari informasi yang ditampilkan.

Pembuatan aplikasi ini akan dimulai melalui langkah awal pembuatan project, setelah itu pembuatan view lalu pembuatan theme. Disini akan dijabarkan bagaimana proses pembuatan peta Kota Karawang, dan juga layer-layer lainnya yang mendukung aplikasi ini. Serta akan dijabarkan bagaimana proses pengisian table-tabel untuk masing-masing layer. Pembuatan aplikasi ini menekankan pada beberapa aspek, yaitu :

 Komunikatif

Aplikasi GIS ini memiliki konsep komunikatif yaitu memiliki keterhubungan antara program, isi pesan / informasi yang ditampilkan, serta user.

 Estetis

Konsep estetis ini berfungsi untuk memberikan suatu keindahan, sehingga lebih menarik minat pengunjung untuk lebih menggali informasi yang ditawarkan dari aplikasi GIS ini.

 Ekonomis

Konsep ini memperhatikan faktor ekonomis dalam arti ukuran file yang digunakan. Hal tersebut berkaitan erat dengan kecepatan akses yang ditawarkan pada aplikasi GIS ini.

Dalam mendesian interface aplikasi GIS ini disesuaikan dengan para pemakai. Misalnya bila aplikasi GIS ditujukan untuk pemerintah daerah yang bersangkutan, maka desainnya harus dapat menyampaikan informasi yang lengkap mengenai objek yang akan

(9)

ditampilkan tentunya dengan desain yang persuasif sehingga diharapkan dapat membantu dalam pengambilan keputusan. Hal lain yang perlu diperhatikan dalam mendesain interface adalah perencanaan storyboard dari aplikasi yang dibuat.

Pembuatan Aplikasi

Pembuatan aplikasi ini akan dimulai melalui langkah awal pembuatan project, setelah itu pembuatan view lalu pembuatan theme. Disini akan dijabarkan bagaimana proses pembuatan peta Kota Karawang, dan juga layer-layer lainnya yang mendukung aplikasi ini. Serta akan dijabarkan bagaimana proses pengisian table-tabel untuk masing-masing layer.

1. Pembuatan Halaman Home

Subbab ini membahas mengenai langkah pembuatan banner awal atau intro dari aplikasi. Banner awal aplikasi ini menampilkan gambar utama yang langsung disertai dengan window password yang digunakan untuk akses pengguna. Dan langkah pembuatan banner awal ini adalah sebagai berikut:

1. Persiapkan gambar yang akan digunakan untuk banner awal, gambar harus dalam bentuk (.Bmp)

2. Pada project buat script baru untuk perintah memanggil banner awal dengan langkah : Double klik pada icon Script atau klik icon Script – klik new. Script akan tampil seperti pada gambar 2.

Gambar 2. Tampilan Script Kosong 3.Isikan script tersebut dengan listing program berikut :

menu21 = av.getactivegui.getbuttonbar.getcontrols.get(0) menu21.setvisible(false)

(10)

av.setname("SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS KOTA KARAWANG") namefile = "d:\bismillah\gambar\BG SKRIPSI.bmp".AsFileName

A = MsgBox.Banner(namefile,2,"") av.delayedrun("login",nil,2)

listing program diatas adalah listing program untuk memanggil gambar yang akan di jadikan banner awal, av.setname("SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS KOTA KARAWANG") potongan program ini digunakan untuk member nama pada project. namefile = "d:\bismillah\gambar\BG SKRIPSI.bmp".AsFileName

A = MsgBox.Banner(namefile,2,"") potongan program ini digunakan untuk

memanggil gambar yang extensionnya adalah (.bmp).

av.delayedrun("login",nil,2) potongan program ini digunakan untuk menunggu jalannya script yang lain dalam hal ini adalah “login”. Gambar 3 memperlihatkan listing program yang ditulis didalam script.

Gambar 3 Tampilan Script Banner Awal

4. Setelah itu compile program dengan . Jika program berhasil di compile lalu

running rpgram dengan . Maka akan muncul tampilan banner awal seperti pada gambar 4.

(11)

Gambar 4 Banner Awal

2. Pembuatan Login

Subbab ini membahas langkah pembuatan window Login. Pembuatan hampir sama dengan pembuatan banner namun pada pembuatan window login ini menggunakan MSGBOX untuk tampilan window nya.

Gambar 5 Tampilan Window Password

(12)

Gambar 7 MsgBox Berhasil Masuk

3. Pembuatan Menu

Pada subbab ini akan dibahas mengenai langkah pembuatan menu pada aplikasi. Langkah pembuatan menu ini sama dengan langkah pembuatan banner ataupun pembuatan login. Menu pada aplikasi dibuat menggunakan coding avenue. Dan langkah pembuatan menu adalah sebagai berikut :

1. Pada project buat script baru untuk perintah memanggil banner awal dengan langkah : Double klik pada icon Script atau klik icon Script – klik new

2. Ketikkan listing program menu (listing program dapat dilihat di lampiran listing program). Listing program dituliskan pada script seperti gambar 8

(13)

3. Setelah itu compile program dengan . Jika program berhasil di compile lalu

running program dengan . setelah di running maka alpikasi akan tampil seperti pada gambar 9

Menu

Gambar 9 Tampilan Menu

4. Pembuatan Informasi Peta

Pada submenu ini akan dibahas mengenai langkah pembuatan submenu yang ada pada menu informasi peta. Untuk semua submenu informasi peta, langkah yang digunakan hampir sama, namun yang membedakan adalah link setiap halamannya. Dan langkah pembuatan submenu adalah sebagai berikut :

1. Langkah pertama persiapkan kotak dialog untuk menampilkan informasi double klik pada icon dialog. Rancang kotak dialog dengan menggunakan textbox untuk menempatkan text informasi dan labelbutton untuk tombol ok. Setelah itu ubah nama dialog dengan menggantinya pada dialog editor – properties beri nama dialog dengan nama “kepadatan”

2. Setelah itu rancang chart atau grafik untuk menampilkan informasi dalam bentuk grafik. Dengan langkah double klik pada icon grafik lalu akan tampil window seperti pada gambar 10

(14)

Gambar 10 Pick a Table

Setelah memilih table mana yang akan ditampilkan datanya menggunakan grafik maka akan tampil window seperti pada gambar 11 yang menampilkan chart properti. Untuk kita menentukan mana yang akan di tampilkan informasinya. Setelah itu klik ok maka akan tampil grafiknya.

Gambar 11 Chart Properties

3. Jika kotak dialog dan chart telah dibuat, setelah itu buat program avenue untuk menghubungkan dialog dan chart dengan script.

4. Pertama program untuk menampilkan kotak dialog dengan menggunakan script. Double klik pada icon script – dan beri nama script dengan “0-kepadatan”. Setelah itu tuliskan program berikut pada script :

prfl = av.finddialog("kepadatan") prfl.open

(15)

tf = TextFile.Make( "D:\bismillah\gambar\kepadatan.txt".AsFileName, #FILE_PERM_READ )

source = tf.Read( tf.GetSize ) tf.Close

infrm = prfl.findbyname("aTextBox9") infrm.SetText( source )

script diatas dapat menampilkan kotak dialog setelah pengguna meng-klik submenu kependudukan. Gambar 12 memperlihatkan kotak dialog yang telah terisi oleh informasi.

Gambar 12 Kotak Dialog Kepadatan Penduduk

5. Setalah tampil kotak dialog pengguna akan menekan tombol ok lalu akan tampil view yang menggambarkan peta kota karawang. Yang menerangkan kependudukan. Untuk itu digunakan script untuk menghubungkan tombol ok dengan script. Pada script tuliskan program berikut :

theView = av.getproject.finddoc("view2") if(theView = nil) then

theView = View.Make theView.GetWin.Open else theView.GetWin.Open end MyFile = Srcname.Make("D:\bismillah\kependudukan.shp")

(16)

if(MyFile = nil) Then

msgbox.info("file tersebut tidak ada!!!","Perhatian") else

MyTheme = Theme.Make(MyFile) theView.AddTheme(MyTheme) MyTheme.SetVisible(true) End

Script diatas akan menampilkan sebuah view dengan theme kependudukan didalamnya. Script diatas dapat diberi nama “0 – ok kependudukan”. Maka gambar 13 akan memperlihatkan output dari script diatas.

Gambar 13 View Kepadatan Penduduk

6. Setalah tampil view dengan theme kepadatan penduduk pengguna akan menekan tombol chart untuk melihat informasi dalam bentuk grafik. Yang menerangkan kependudukan. Untuk itu digunakan script untuk menghubungkan tombol chart dengan script. Pada script tuliskan program berikut :

theView = av.GetActiveDoc theViewName=theView.GetName

theView = av.getproject.FindDoc("Chart Kependudukan") theView.getwin.open

Script diatas akan menampilkan sebuah grafik kependudukan. Chart diatas adalah chart yang telah di buat sebelumnya. Script diatas dapat diberi nama “0 – chart kependudukan”. Maka gambar 14 akan memperlihatkan output dari script diatas.

(17)

Gambar 14 Chart Kepadatan Penduduk

Untuk langkah pembuatan submenu informasi peta yang lainnya adalah sama seperti pada pembuatan submenu kepadatan penduduk.

5. Pembuatan Cari Data

Pada submenu ini akan dibahas mengenai langkah pembuatan submenu yang ada pada menu cari data. Untuk semua submenu cari data, langkah yang digunakan hampir sama, namun yang membedakan adalah link setiap halamannya. Dan langkah pembuatan submenu adalah sebagai berikut :

1. Langkah pembuatan submenu cari data adalah dengan menghubungkan submenu dengan script. Script yang dibuat akan menampilkan list untuk pengguna memilih kecamatan mana yang ingin diketahui datanya yang setelah itu akan tampil table dengan blok warna yang menerangkan datanya. Double klik icon script lalu tuliskan script program berikut :

objlist={"Pakisjaya","Batujaya","Tirjaya","Cibuaya","Pedes","jayakarta ","Rengasdengklok","Kutawaluya","Cilebar","Tempuran","Rawamerta", "Cilamaya”,”Kulon","Cilamaya”,”Wetan","Banyusari","Lemahabang","T elagasari","Majalaya","KarawangTimur","KarawangBarat","Jatisari","T irtamulya","Purwasari","Klari","TelukjambeTimur","TelukjambeBarat", "Ciampel","Pangkalan","Tegalwaru","Cikampek","Kota Baru"}

objpesan = "Pilih Salah Satu Kecamatan Dibawah Ini : " objjudul = "Penduduk"

(18)

objpil = msgbox.choiceAsstring(objlist,objpesan,objjudul) if(objpil<>nil)then analisis = objpil.quote objnamafile = "D:\bismillah\kependudukan.dbf".asFileName forwrite = false skipfirst = false objVtab = Vtab.make(objnamafile,forwrite,skipfirst) objbitmap = objVtab.getselection objekspresi = "([Kecamatan]="+Analisis+")" objVtab.Query(objekspresi,objbitmap,#Vtab_Seltype_New) objVtab.UpdateSelection objTabel = Table.make(objVtab) objTabel.getwin.open objTabel.promoteselection else

msgbox.error("Anda Tidak Jadi Memilih...","info") end

Script diatas akan menampilkan list mengenai kecamatan mana yang akan dilihat datanya. Setelah terpilih kecamatannya maka akan tampil table yang di panggil di dalam list program. Script disimpan menggunakan nama script “1-cari penduduk”. Maka gambar 4.27 memperlihatkan tampilan list kecamatan, dan gambar 4.28 memperlihatkan tampilan table penduduk dengan blok warna yang datanya ingin dilihat.

(19)

Gambar 4.27List Cari Data Penduduk

Gambar 4.28 Tablei Data Penduduk

Untuk langkah pembuatan submenu cari data yang lainnya adalah sama seperti pada pembuatan submenu cari data penduduk.

6. Pembuatan Halaman Update Data

Pada submenu ini akan dibahas mengenai langkah pembuatan submenu yang ada pada menu update data. Dalam menu Update Data terdapat submenu Pilih Tabel, yang digunakan untuk memilih tabel mana yang akan di update. Pengupdatean dilakukan ketika tabel telah tampil, pada toolbar terdapat menu-menu seperti file, hapus, ubah, tambah, dan tabel. Operasi update dapat dilakukan menggunakan menu-menu tersebut. Dan langkah pembuatan submenu-menu Pilih Tabel adalah sebagai berikut :

1. Langkah pembuatan submenu update data adalah dengan menghubungkan submenu dengan script. Script yang dibuat akan menampilkan Pilih Tabel (Add Table) untuk pengguna memilih tabel mana yang ingin diupdate datanya yang setelah itu akan tampil table. Double klik icon script lalu tuliskan script program berikut:

av.Run( "Project.AddTable", NIL )

Script diatas akan menampilkan Add Table mengenai tabel mana yang akan dilihat datanya. Setelah terpilih tabelnya maka akan tampil table yang di panggil di dalam list program. Maka gambar 4.29 memperlihatkan tampilan list table, dan gambar 4.30 memperlihatkan tampilan table.

(20)

Gambar 4.29 List table yang Akan Dihapus

Gambar 4.30 Table yang Akan Dihapus

Proses update data dapat dilakukan ketika tabel telah tampil di layar. Terdapat menu-menu pada toolbar seperti file, hapus , ubah, tambah, dan tabel yang digunakan untuk update data. Gambar 4.31 memperlihatkan menu-menu update.

(21)

Langkah Menghapus Data

Pada menu “Hapus” terdapat submenu Hapus Field, Hapus Record, dan Petunjuk Hapus dapat dilihat pada gambar 4.32. Hapus Field digunakan untuk menghapus field, Hapus Record digunakan untuk menghapus record, sedangkan Petunjuk Hapus digunakan untuk informasi bagaimana melakukan operasi hapus. Proses hapus data dapat dilakukan dengan langkah mengaktifkan tabel, yaitu dengan memilih menu Table-Start Editing, setelah tabel aktif pilih menu Hapus-Hapus Field/Hapus Record. Atau dengan membaca petunjuk pada menu Petunjuk Hapus. Untuk menghapus field dan record serta membaca petunjuk hubungkan submenu hapus dengan script. Tuliskan list program yang terdapat pada halaman Listing Program ke dalam script. Gambar 4.33 memperlihatkan information ketika akan menghapus data. Dan gambar 4.34 memperlihatkan Petunjuk Hapus.

Gambar 4.32 Menu Hapus

(22)

Gambar 4.34 Petunjuk Hapus

Langkah Mengubah Data

Pada menu “Hapus” terdapat submenu Petunjuk Ubah dapat dilihat pada gambar 4.35. Petunjuk Ubah digunakan untuk memberi informasi dalam melakukan operasi ubah. Proses hapus data dapat dilakukan dengan langkah mengaktifkan tabel, yaitu dengan memilih menu Table-Start Editing, setelah tabel aktif pilih “Edit”. Atau dengan membaca petunjuk pada menu Petunjuk Ubah.

Untuk membaca petunjuk hubungkan submenu hapus dengan script. Tuliskan list program yang terdapat pada halaman Listing Program ke dalam script. Gambar 4.36 memperlihatkan Petunjuk Ubah.

(23)

Gambar 4.36 Petunjuk Ubah

Langkah Menambah Data

Pada menu “Tambah” terdapat submenu Tambah Field, Tambah Record, dan Petunjuk Tambah dapat dilihat pada gambar 4.37. Tambah Field digunakan untuk menambah field, Tambah Record digunakan untuk menambah record, sedangkan Petunjuk Tambah digunakan untuk informasi bagaimana melakukan operasi tambah. Proses tambah data dapat dilakukan dengan langkah mengaktifkan tabel, yaitu dengan memilih menu Table-Start Editing, setelah tabel aktif pilih menu Tambah-Tambah Field/Tambah Record. Atau dengan membaca petunjuk pada menu Petunjuk Tambah.

Untuk menambah field dan record serta membaca petunjuk hubungkan submenu tambah dengan script. Tuliskan list program yang terdapat pada halaman Listing Program ke dalam script. Dan gambar 4.38 memperlihatkan Petunjuk Tambah.

(24)

Gambar 4.38 Petunjuk Tambah

7. Pembuatan Halaman Bantuan

Pada submenu ini akan dibahas mengenai pembuatan pentunjuk dan profil penulis. Petunjuk dan profil penulis dibuat menggunakan dialog dan akan di tampilkan dengan menggunakan script.

(25)

Gambar 10.Tampilan Halaman Bantuan profil

8. Kuisioner

Pada subbab ini penulis melakukan penelitian dengan memberikan kuisioner kepada 20 orang yang berbeda dengan ketentuan sebagai berikut :

1. Memiliki pendidikan minimal perguruan tinggi untuk melakukan uji coba atas aplikasi ini

2. Mengerti penggunaan teknologi terutama penggunaan komputer sebagai alat untuk mengoperasikan sistem ini.

Penulis memberikan pertanyaan atau kuisioner yang telah dibuat sebelumnya dan memberi pengarahan serta penjelasan tentang penggunaan aplikasi ini serta fungsi dari aplikasi yang dibuat. Berikut ini merupakan tabel pertanyaan yang digunakan pada Kuisioner dalam penelitian ini.

Tabel 4.1 Tabel Pertanyaan Kuisioner

No Soal Kuisioner Jumlah Skor Kriteria

1 Interface aplikasi ini sangat menarik Memilih A =

Memilih B =

A.Sangat setuju

(26)

Memilih C =

Memilih D =

C.Cukup

D.Kurang

2 Aplikasi ini mudah untuk di

operasikan atau digunakan

Memilih A = Memilih B = Memilih C = Memilih D = A.Sangat setuju B.Setuju C.Cukup D.Kurang

3 Informasi yang diberikan oleh

aplikasi ini sudah memenuhi

kebutuhan pengguna Memilih A = Memilih B = Memilih C = Memilih D = A.Sangat setuju B.Setuju C.Cukup D.Kurang

4 Fasilitas yang ada pada aplikasi ini cukup lengkap Memilih A = Memilih B = Memilih C = Memilih D = A.Sangat setuju B.Setuju C.Cukup D.Kurang

5 Dengan bantuan aplikasi ini masalah pengguna dapat diselesaikan

Memilih A = Memilih B = Memilih C = Memilih D = A.Sangat setuju B.Setuju C.Cukup D.Kurang

Dari tabel pertanyaan yang digunakan pada Kuisioner dalam penelitian ini, penulis menyebarkan pertanyaan tersebut kepada 20 orang. Kuisioner terdiri dari 5 pertanyaan, dengan 4 kategori yaitu Sangat Setuju, Setuju, Cukup, dan Kurang. Dari kategori tersebut akan terlihat hasil penilaian atau uji coba aplikasi ini apakah

(27)

aplikasi ini dapat berfungsi bagi pengguna, serta apakah aplikasi ini bermanfaat bagi pengguna. Dari penyebaran kuisioner di peroleh hasil sebagai berikut.

Tabel 4.2 Tabel Hasil Kuisioner

No Soal Kuisioner Jumlah Skor Kriteria

1 Interface aplikasi ini sangat menarik Memilih A = 1

Memilih B = 4 Memilih C = 13 Memilih D = 2 A.Sangat setuju B.Setuju C.Cukup D.Kurang

2 Aplikasi ini mudah untuk di

operasikan atau digunakan

Memilih A = Memilih B = 18 Memilih C = 2 Memilih D = A.Sangat setuju B.Setuju C.Cukup D.Kurang

3 Informasi yang diberikan oleh

aplikasi ini sudah memenuhi

kebutuhan pengguna Memilih A = 20 Memilih B = Memilih C = Memilih D = A.Sangat setuju B.Setuju C.Cukup D.Kurang

4 Fasilitas yang ada pada aplikasi ini cukup lengkap Memilih A = 1 Memilih B = 8 Memilih C = 10 Memilih D = 1 A.Sangat setuju B.Setuju C.Cukup D.Kurang

5 Dengan bantuan aplikasi ini masalah pengguna dapat diselesaikan

Memilih A = 12

Memilih B = 5

A.Sangat setuju

(28)

Memilih C = 3

Memilih D =

C.Cukup

D.Kurang

Dari hasil kuisioner di atas dapat dilihat hasil dari uji coba aplikasi ini. Untuk melihat hasil uji coba aplikasi secara lebih jelas, penulis mempersenkan hasil uji coba untu masing-masing pertanyaan. Sehingga dapat memudahkan untuk menganalisa.

PENUTUP

Dengan memanfaatkan aplikasi Aplikasi Sistem Informasi Geografis Penyebaran Raskin (Beras Miskin) Pemerintah Daerah Kota Karawang Barat dengan Menggunakan ArcView3.3, penulis dapat memberi kesimpulan bahwa aplikasi yang dirancang ini dapat memberikan suatu informasi penyebaran raskin di Kota Karawang yang dapat membantu PEMDA dalam proses penyebarannya, dan aplikasi ini juga dapat membantu PEMDA untuk menganalisa penyebaran raskin berdasarkan hasil panen padi sawah dan padi lading setiap kecamatan. Yang dimana upaya tersebut dapat membantu PEMDA mengurangi beban pengeluaran rumah tangga sasaran.

Dalam pembuatan aplikasi ini penulis juga dapat menyimpulkan bahwa software ArcView 3.3 dapat membantu dalam mengelola database yang memiliki data yang sangan banyak. Selain itu, yang mudah dipahami ArcView 3.3 juga dapat membantu pembuatan aplikasi ini dengan menggunakan bahasa pemrograman avenue dan mudah digunakan. Karna bahasa avenue merupakan bahasa pemrograman yang berbasiskan OOP (Object Oriented Programming) Pembuatan Aplikasi Sistem Informasi Geografis Penyebaran Raskin (Beras Miskin) Pemerintah Daerah Kota Karawang Barat dengan Menggunakan ArcView 3.3 yang dibuat oleh penulis ini masih jauh dari sempurna, karena pengetahuan yang dimiliki penulis tentang program aplikasi ArcView 3.3 masih perlu banyak belajar. Penulis menyadari masih banyak kekurangan didalam pembuatan Aplikasi Sistem Informasi Geografis Penyebaran Raskin (Beras Miskin) Pemerintah Daerah Kota Karawang Barat dengan Menggunakan ArcView 3.3 ini, sehingga dibutuhkan pengembangan diantaranya :

1. Pemahaman mengenai bagaimana mengelola dan mengolah suatu database yang terdapat dalam software ArcView.

2. Pengetahuan mengenai bagaimana cara membuat aplikasi SIG dengan menggunakan ArcView yang dapat disajikan dalam bentuk (.EXE)

3. Pemahaman yang lebih jauh lagi mengenai bagaimana menggunakan bahasa avenue yang berbasiskan OOP.

Untuk itu penulis berharap agar pengguna dapat memberikan saran yang melimpah mengenai apa yang lebih dibutuhkan dalam pengembangan aplikasi ini.

(29)

DAFTAR PUSTAKA

[1] Edy Prahasta, Membangun Aplikasi Web-based GIS dengan Mapserver, Bandung, Informatika, 2006

[2] Eko Budiyanto, M. Si., Avenue untuk Pengembangan Sistem Informasi Geografis, ANDI Yogyakarta, 2007

[3] Eriko Utama, Modul Pelatihan ARCGIS/MAINFO, Comlabs ITB, Bandung 2004

[4] Jurnal Universitas Gunadarma, Depok, 2009.

[5] URL :http://id.wikipedia.org/wiki/Geografi, diunduh pada, 18 Juli 2011

[6] URL : Rahmad Husein “Konsep Dasar Sistem Informasi Geografis(Geographic Information System) ”http://ftsi.files.wordpress.com/2008/04/rahmat-sig.pdf, diunduh pada, 18 Juli 2011

[7] URL : Eddy Purwanto “Metode Pemetaan”http://www.scribd.com/doc /6739808/METODE-PEMETAAN, diunduh pada, 18 Juli 2011

[8] URL : Parno, SKom., MMSI “Sistem Informasi Data Flow Diagram”

http://id.wikipedia.org/wiki/Basis_data, diunduh pada, 18 Juli 2011

[9] URL : http://www.karawangkab.go.id/index.php?start=3, diunduh pada, 18 Juli 2011

Gambar

Gambar 1. Struktur Navigasi Campuran
Gambar 2. Tampilan Script Kosong 3.Isikan script tersebut dengan listing program berikut :
Gambar 3 Tampilan Script Banner Awal
Gambar 4 Banner Awal
+7

Referensi

Dokumen terkait

Salah satu penyebab gagal ginjal kronis adalah gaya hidup yang tidak baik seperti konsumsi alkohol/tuak sebagaimana kebiasaan sebagian masyarakat Nias.Penelitian ini bertujuan

Promosi penjualan sebagai unsur utama dalam kampanye pemasaran merupakan berbagai kumpulan alat-alat insentif yang sebagian besar berjangka pendek dan dirancang

Distribusi suhu secara horisontal, suhu yang lebih tinggi menyebar di dekat pantai dengan nilai suhu berkisar 30,76 – 33,8 o C, distribusi suhu secara vertikal

SHELL VOUR SEMBIRING: Optimasi Alat Pengolahan Limbah Polimer Pertanian Untuk Menghasilkan Bahan Bakar, dibimbing oleh RISWANTI SIGALINGGING dan ADIAN RINDANG.. Salah satu

Present Continuous tense in English tenses are used for ongoing action now, the incident at the time was talking and action that last sonly for a short period of time..

Sementara IA adalah departemen independen yang tugasnya untuk mengidentifikasi dan mengelola risiko , tidak ada bukti bahwa IA memiliki pengaruh terhadap tingkat

Poci Wayang yaitu suatu kerajinan gerabah dari tanah liat yang berbentuk poci namun memiliki corak ukir gambar wayang.Poci dan wayang merupakan salah satu budaya Indonesia yang

Indonesia dan Pemerintah Republik Panama mengenai Pembebasan Visa bagi Pemegang Paspor Diplomatik, Dinas,. Konsuler dan Khusus (Agreement between tlrc Gouernment