LEMBAR PERSETUJUAN
Substansi Prosedur Tetap tentang Pelayanan Kesehatan telah saya setujui.
Disetujui di Jakarta
pada tanggal September 2011
SEKRETARIS UTAMA,
PROSEDUR TETAP NOMOR 21 TAHUN 2011 TENTANG PELAYANAN KESEHATAN BAB I PENDAHULUAN A. Umum
Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) sebagai satu-satunya instansi pemerintah yang menjalankan tugas pemerintah di bidang kearsipan, memiliki khazanah arsip yang beraneka ragam serta memerlukan penanganan dan pengelolaan yang tepat agar arsip-arsip yang dimilikinya dapat tetap utuh dan terawat dengan baik sehingga dapat digunakan dan dimanfaatkan demi kelancaran penyelenggaraan pemerintahan maupun demi kemajuan ilmu pengetahuan, penelitian, pendidikan dan bidang-bidang lainnya.
Dalam melaksanakan penanganan dan pengelolaan arsip-arsip tersebut, banyak ditemukan faktor-faktor risiko yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan terhadap pegawai-pegawai yang ada di lingkungan ANRI, baik terhadap pegawai yang bersentuhan langsung dengan arsip maupun yang tidak berhubungan langsung dengan arsip. Faktor-faktor resiko tersebut diantaranya adalah berupa debu-debu yang berasal dari arsip, terutama pada arsip-arsip statis yang sudah berusia tua, serangga-serangga perusak arsip, dan bahan-bahan kimia yang digunakan dalam perawatan arsip.
Dengan demikian maka ANRI sebagai suatu organisasi pemerintahan sudah selayaknya bertanggungjawab terhadap status kesehatan setiap pegawai yang ada di dalamnya dan berupaya untuk meminimalkan faktor resiko pekerjaan, agar tercapai suatu tingkat kesehatan yang baik secara jasmani maupun rohani, dalam rangka mewujudkan suatu lingkungan kerja yang sehat, bersemangat, dan berprestasi. Sehubungan dengan hal tersebut ANRI menyelenggarakan program kesehatan bagi para pegawainya yang bersifat terpadu berupa pelayanan kesehatan umum tingkat pertama di Poliklinik ANRI, serta pemeriksaan kesehatan yang dilakukan secara berkala bagi pegawai ANRI, dengan jenis pemeriksaan kesehatan yang disesuaikan menurut kebutuhan masing-masing pegawai terkait dengan unit
kerja tempatnya bertugas. Dengan tercapainya status kesehatan yang baik diharapkan akan terwujud sosok pegawai negeri sipil yang sehat jasmani maupun rohani sehingga mempunyai kemampuan untuk melaksanakan tugas-tugas yang diberikan secara tertib, efektif, dan efisien.
B. Maksud dan Tujuan
Maksud dari penyusunan Prosedur Tetap tentang Pelayanan Kesehatan di lingkungan ANRI adalah sebagai acuan atau pedoman bagi petugas kesehatan dalam rangka memberikan pelayanan kesehatan umum di Poliklinik ANRI.
Sedangkan tujuan dari penyusunan prosedur tetap ini adalah untuk mendukung kelancaran pelaksanaan pemberian pelayanan kesehatan kepada setiap pegawai di lingkungan ANRI.
C. Ruang Lingkup
Ruang lingkup penyusunan Prosedur Tetap tentang Pelayanan Kesehatan ini meliputi: Pelayanan Kesehatan Umum Poliklinik ANRI, Pelaksanaan Pemeriksaan Kesehatan Pejabat Struktural Eselon I dan II di lingkungan ANRI, dan Pelaksanaan Pemeriksaan Kesehatan Bagi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan ANRI.
D. Dasar
1. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1974 Nomor 55, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 304) sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 1999 (Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 169, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3890);
2. Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan (Lembaran Negara Tahun
2009 Nomor 144);
3. Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 152, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5071);
4. Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 1977 tentang Pengujian Kesehatan Pegawai Negeri Sipil dan Tenaga-Tenaga Lainnya Yang Bekerja Pada Negara Republik Indonesia;
5. Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. PER.03/MEN/1982 tentang Pelayanan Kesehatan Kerja Tenaga Kerja;
6. Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor: PER/21/M.PAN/11/2008 tentang Pedoman Penyusunan Standar Operating Prosedur (SOP) Aministrasi Pemerintah;
7. Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 22 Tahun 2008 tentang Pedoman Umum Tata Naskah Dinas;
8. Surat Keputusan Bersama Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi dan Menteri Kesehatan No. 114 Tahun 1985 tentang Penyelenggaraan Pemeliharaan Kesehatan Bagi Tenaga Kerja;
9. Peraturan Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia Nomor 03 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Arsip Nasional Republik Indonesia sebagaimana telah dua kali diubah terakhir dengan Peraturan Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia Nomor 05 Tahun 2010;
10. Peraturan Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia Nomor 06 Tahun 2009 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyusunan Prosedur Tetap di lingkungan Arsip Nasional Republik Indonesia.
E. Pengertian
Dalam Prosedur Tetap ini yang dimaksud dengan:
1. Pelayanan Kesehatan Umum adalah bentuk pelayanan kesehatan kepada masyarakat dalam upaya pencegahan, penyembuhan dan pemulihan kesehatan akibat penyakit, peningkatan derajat kesehatan masyarakat, serta pembinaan peran serta masyarakat dalam rangka kemandirian di bidang kesehatan.
2. Pegawai Negeri adalah Setiap Warga Negara Republik Indonesia yang telah memenuhi syarat yang ditentukan, diangkat oleh pejabat yang berwenang dan diserahi tugas dalam suatu jabatan negeri atau diserahi tugas negara lainnya, dan digaji berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
3. Calon Pegawai Negeri Sipil adalah setiap warga negara yang telah memenuhi syarat yang ditentukan dan diserahi tugas, serta digaji berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku tapi belum diangkat secara penuh menjadi PNS.
4. Pejabat yang berwenang adalah Pejabat Pembina Kepegawaian yang diberi wewenang dalam hal administrasi pelayanan kesehatan.
5. Dokter adalah Pegawai Negeri Sipil yang diberi tugas, tanggung jawab, wewenang, dan hak secara penuh oleh pejabat yang berwenang untuk melakukan kegiatan pelayanan kesehatan poliklinik.
6. Perawat adalah Pegawai Negeri Sipil yang diberi tugas, tanggung jawab, wewenang dan hak secara penuh oleh pejabat yang berwenang untuk melaksanakan pelayanan keperawatan kepada pegawai, masyarakat dan sarana kesehatan.
7. Pemroses administrasi pelaksanaan pelayanan pemeriksaan kesehatan adalah pegawai yang melakukan proses administrasi mulai dari penyusunan data calon peserta hingga terlaksananya pelayanan pemeriksaan kesehatan.
8. Tim Penguji Kesehatan adalah tim yang dibentuk oleh menteri yang terdiri dari sejumlah dokter yang bekerja secara bersama (bergabung) dalam menguji kesehatan PNS dan tenaga-tenaga lainnya yang bekerja pada Negara Republik Indonesia.
BAB II
PROSEDUR PELAYANAN KESEHATAN
A. Pelayanan Kesehatan Umum Poliklinik ANRI
1. a. Perawat menerima pendaftaran dan mencatat nama pegawai/pasien ke dalam buku agenda berobat serta menyiapkan kartu rekam medis.
b. Perawat mengukur tanda-tanda vital (tekanan darah, suhu, nadi, pernafasan), mengukur tinggi badan dan berat badan kemudian mencatat hasil pengukuran tersebut kedalam kartu rekam medis.
c. Perawat mengantar pasien beserta rekam medisnya ke dokter untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.
d. Perawat mendampingi dokter melakukan pemeriksaan kepada pasien.
2. a. Dokter melakukan pemeriksaan pasien berupa anamnesis, pemeriksaan fisik yang diperlukan, mendiagnosa penyakit, tindakan medis (bila perlu).
b. Dokter menulis resep, membuat rujukan bagi yang memerlukan tindak lanjut, dan mencatat rekam medis pasien.
3. Pasien menyerahkan resep dan kartu rekam medis kepada perawat, selanjutnya pasien menunggu di tempat pengambilan obat.
4. a. Perawat menerima resep obat dan kartu rekam medis.
b. Perawat kemudian menyiapkan obat serta memberi label dan mengemasnya ke dalam plastik obat kemudian mencatat obat yang disiapkan ke dalam buku agenda berobat serta menyimpan kartu rekam medis.
c. Perawat memanggil pasien kemudian menyerahkan obat dan menjelaskan petunjuk penggunaan obat kepada pasien.
5. Pasien menerima obat.
6. Perawat membuat laporan harian/mingguan/triwulanan/tahunan kunjungan pasien. 7. Perawat menyampaikan laporan tersebut ke Dokter untuk diteruskan kepada Kasubbag
Diskesra dan Kabag Kepegawaian.
8. Perawat menyimpan laporan di poliklinik.
B. Pelaksanaan Pemeriksaan Kesehatan Pejabat Struktural Eselon I dan II
1. Karo Hukum dan Kepegawaian menerima Surat Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan tentang jadwal pelaksanaan pemeriksan kesehatan bagi pejabat eselon I dan eselon II pada tahun berjalan dan mendisposisi kepada Kabag Kepegawaian.
2. Kabag Kepegawaian menerima disposisi dan mendelegasikan kepada Kasubbag Diskesra Pegawai untuk proses lebih lanjut.
3. Kasubbag Diskesra Pegawai menugaskan Perawat untuk menyusun daftar nama pejabat yang diusulkan mengikuti pemeriksaan kesehatan.
4. Perawat menyusun daftar nama pejabat yang diusulkan mengikuti pemeriksaan kesehatan dan menyampaikan kepada Kasubbag Diskesra Pegawai.
5. Kasubbag Diskesra memeriksa dan mengoreksi daftar nama pejabat yang diusulkan mengikuti pemeriksaan kesehatan, apabila sudah sesuai kemudian memerintahkan Pemroses Administrasi untuk membuat konsep nota dinas dan konsep surat pengantar. 6. Pemroses Administrasi membuat konsep nota dinas, konsep surat pengantar, dan
mengetik daftar nama pejabat yang diusulkan kemudian menyampaikan kepada Kasubbag Diskesra.
7. Kasubbag Diskesra menerima dan mengoreksi konsep nota dinas dan konsep surat pengantar beserta daftar nama pejabat yang diusulkan kemudian menyampaikannya kepada Kabag Kepegawaian.
8. Kabag Kepegawaian menandatangani nota dinas, mengoreksi dan menyampaikan konsep surat pengantar beserta daftar nama pejabat yang diusulkan kepada Karo Hukum dan Kepegawaian.
9. a. Karo Hukum dan Kepegawaian mengoreksi dan memberikan persetujuan, atas nama Sekretaris Utama menandatangani surat pengantar dan daftar nama pejabat yang telah diusulkan tersebut.
b. Karo Hukum dan Kepegawaian mendisposisikan berkas surat pengantar dan daftar nama pejabat yang akan diusulkan kepada Kabag Kepegawaian.
10. Kabag Kepegawaian menerima dan mendisposisikan berkas surat pengantar dan daftar nama pejabat yang akan diusulkan kepada Kasubbag Diskesra.
11. Kasubbag Diskesra Pegawai menerima disposisi dan memerintahkan Pemroses Administrasi untuk mengirim berkas dan daftar nama pejabat yang akan melakukan pemeriksaaan kesehatan.
12. Pemroses Administrasi menghubungi Subbag Persuratan dan Penggandaan untuk meminta nomor surat keluar.
13. Pemroses Administrasi mengirimkan berkas kepada Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan.
14. Karo Hukum dan Kepegawaian menerima surat balasan dari Sekretaris Jenderal Kementrian Kesehatan berupa surat panggilan pemeriksaan kesehatan kepada pejabat yang telah diusulkan, kemudian diturunkan kepada Kasubbag Diskesra Pegawai melalui Kabag Kepegawaian untuk diproses oleh Pemroses Administrasi.
15. Pemroses Administrasi kemudian menggandakan surat panggilan tersebut dan mendistribusikan kepada masing-masing pejabat struktural eselon I dan eselon II.
a. Jika ada pejabat yang berhalangan untuk melaksanakan pemeriksaan kesehatan sesuai dengan jadwal yang ditentukan, pejabat tersebut menyerahkan kembali surat panggilan tersebut kepada Pemroses Administrasi untuk dilakukan perubahan jadwal dengan mengirim kembali surat tersebut kepada Sekretaris Jenderal Kementrian Kesehatan.
b. Pemroses administrasi menerima perubahan jadwal pelaksanaan pemeriksaan kesehatan dan menyampaikan kembali kepada pejabat eselon I dan eselon II terkait. 16. Pejabat eselon I dan eselon II kemudian melaksanakan pemeriksaan kesehatan di rumah sakit dalam waktu yang telah ditentukan. Pihak rumah sakit mengirimkan hasil pemeriksaan kesehatan kepada Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan, kemudian hasil pemeriksaan kesehatan eselon II disampaikan kepada Pemroses Administrasi melalui Kabag Kepegawaian yang diteruskan kepada Kasubbag Diskesra. Untuk hasil pemeriksaan kesehatan eselon I disampaikan langsung ke masing-masin pejabat.
17. Kabag Kepegawaian menerima hasil pemeriksaan kesehatan pejabat eselon II dan mendisposisi untuk proses lebih lanjut.
18. Pemroses Administrasi mendistribusikan hasil pemeriksaan kesehatan kepada pejabat eselon II terkait.
19. Pejabat eselon I menerima secara langsung hasil pemeriksaan kesehatan.
C. Pelaksanaan Pemeriksaan Kesehatan Bagi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS)
1. Pemroses Administrasi membuat naskah surat permohonan pemeriksaan kesehatan CPNS kepada Rumah Sakit Pemerintah untuk golongan III dan Puskesmas bagi golongan II.
2. Pemroses Administrasi menyampaikan naskah/konsep surat tersebut kepada Kasubbag Diskesra Pegawai.
3. Kasubbag Diskesra Pegawai menerima, mengoreksi, dan menyampaikan naskah/konsep surat permohonan pemeriksaan kesehatan kepada Kabag Kepegawaian.
4. Kabag Kepegawaian menerima, memeriksa dan menandatangani surat tersebut dan menyerahkannya kembali kepada Kasubbag Diskesra Pegawai.
5. Kasubbag Diskesra Pegawai memerintahkan kepada Pemroses Administrasi untuk mendistribusikan.
6. Pemroses Administrasi memberi nomor surat, menggandakan dan mendistribusikan surat tersebut kepada CPNS, dan salinan surat tersebut diserahkan kepada Subbag Administrasi Pegawai untuk disimpan dalam file pegawai.
7. CPNS melaksanakan pemeriksaan kesehatan sesuai dengan jadwal dan tempat pelaksanaan yang telah ditentukan dengan membawa surat permohonan tersebut.
8. Kabag Kepegawaian menerima laporan hasil pelaksanaan pemeriksaan kesehatan dari Tim Penguji Kesehatan untuk selanjutnya disampaikan kepada Pemroses Administrasi melalui Kasubbag Diskesra Pegawai.
9. Pemroses Administrasi kemudian menggandakan hasil pemeriksaan kesehatan untuk masing-masing disimpan dan diserahkan kepada Subbag Perencanaan dan Mutasi Pegawai dan Subbag Administrasi Pegawai.
BAB III PENUTUP
Prosedur Tetap tentang Pelayanan Kesehatan di lingkungan ANRI ini disusun agar dapat digunakan sebagai pedoman bagi pihak-pihak yang terkait dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada pegawai-pegawai yang ada di lingkungan ANRI, maupun kepada pihak-pihak lain yang membutuhkan yang terlibat dalam kegiatan-kegiatan kearsipan yang berkaitan dengan ANRI, sehingga pada akhirnya akan mewujudkan efisiensi dan efektifitas pelaksanaan penyelenggaraan pemerintahan khususnya di ANRI dalam kerangka Reformasi Birokrasi Nasional.
Prosedur Tetap tentang Pelayanan Kesehatan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan dan apabila dikemudian hari terdapat kekeliruan akan dilakukan perbaikan sebagaimana mestinya.
Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal September 2011
SEKRETARIS UTAMA,
LAMPIRAN PROSEDUR TETAP NOMOR 21 TAHUN 2011
TENTANG
DAFTAR LAMPIRAN
PROSEDUR TETAP TENTANG PELAYANAN KESEHATAN
LAMPIRAN 1 DIAGRAM ALIR PELAYANAN KESEHATAN UMUM POLIKLINIK ANRI
LAMPIRAN 2 DIAGRAM ALIR PELAKSANAAN PEMERIKSAAN KESEHATAN PEJABAT STRUKTURAL ESELON I DAN II
LAMPIRAN 3 DIAGRAM ALIR PELAKSANAAN PEMERIKSAAN KESEHATAN BAGI CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL (CPNS)
Lampiran 1 Prosedur Tetap
Nomor : Tahun 2011 Tanggal : September 2011
DIAGRAM ALIR
PROSEDUR PELAYANAN KESEHATAN UMUM POLIKLINIK ANRI
No. Tahap Kegiatan
Unit Penyelesaiaan
Perawat Dokter Kasubbag Diskesra
Pegawai Kabag Kepegawaian Pegawai/Pasien 1 a. Menerima dan mencatat nama dan menyiapkan kartu rekam medis
b. Mengukur tanda-tanda vital (tekanan darah, suhu, nadi, pernafasan), mengukur tinggi badan, dan berat badan kemudian mencatat hasil pengukuran ke dalam kartu rekam medis
c. Mengantar pasien beserta kartu rekam medisnya untuk mendapatkan pemeriksaan
d. Mendampingi melakukan pemeriksaan kepada pasien
2 a. Melakukan pemeriksaan pasien berupa anamnesis, pemeriksaan fisik yang diperlukan, mendiagnosa penyakit, tindakan medis (bila perlu). b. Menulis resep, membuat rujukan bagi yang memerlukan tindak
No. Tahap Kegiatan
Unit Penyelesaiaan
Perawat Dokter Kasubbag Diskesra
Pegawai Kabag Kepegawaian Pegawai/Pasien 3 Menyerahkan resep dan kartu rekam medis kemudian menunggu di
tempat pengambilan obat
4 a. Menerima resep obat dan kartu rekam medis
b. Menyiapkan obat, memberi label, dan mengemasnya ke dalam plastik obat kemudian mencatat obat yang disiapkan ke dalam buku agenda berobat serta menyimpan kartu rekam medis
c. Memanggil, menyerahkan obat dan menjelaskan petunjuk penggunaan obat
5 Menerima obat
6 Membuat laporan kunjungan pasien
harian/mingguan/bulanan/triwulanan/tahunan
7 Menyampaikan laporan kunjungan pasien
8 Menyimpan laporan di poliklinik
Lampiran 2 Prosedur Tetap
Nomor : Tahun 2011 Tanggal : September 2011
DIAGRAM ALIR
PROSEDUR PELAKSANAAN PEMERIKSAAN KESEHATAN PEJABAT STRUKTURAL ESELON I DAN ESELON II
No Tahap Kegiatan Unit Penyelesaian Pemroses Administrasi Perawat Kasubbag Diskesra Pegawai Kabag Kepegawaian Karo Hukum dan Kepegawaian Pejabat Eselon I dan Eselon II Subbag Persuratan dan Penggandaan Rumah Sakit terkait Sekjen Kementerian Kesehatan 1 Menerima dan mendisposisi Surat
Sekjen Kementrerian Kesehatan tentang jadwal pelaksanaan
pemeriksaan kesehatan bagi pejabat eselon I dan eselon II pada tahun berjalan
2 Menerima disposisi dan mendelegasikan Surat Sekjen
Kementerian Kesehatan tentang jadwal pelaksanaan pemeriksaan kesehatan bagi pejabat eselon I dan eselon II
3 Menugaskan penyusunan daftar nama pejabat yang diusulkan mengikuti pemeriksaan kesehatan
No Tahap Kegiatan Unit Penyelesaian Pemroses Administrasi Perawat Kasubbag Diskesra Pegawai Kabag Kepegawaian Karo Hukum dan Kepegawaian Pejabat Eselon I dan Eselon II Subbag Persuratan dan Penggandaan Rumah Sakit terkait Sekjen Kementerian Kesehatan 4 Menyusun dan menyampaikan daftar
nama pejabat yang diusulkan mengikuti pemeriksaan kesehatan
5 a. Memeriksa dan mengoreksi daftar nama pejabat yang diusulkan mengikuti pemeriksaan kesehatan b. Memerintahkan pembuatan konsep
nota dinas dan surat pengantar 6 Membuat dan menyampaikan konsep
nota dinas, konsep surat pengantar, dan mengetik daftar nama pejabat yang diusulkan
7 Menerima, mengoreksi, dan
menyampaikan konsep nota dinas dan konsep surat pengantar beserta daftar nama pejabat yang diusulkan 8 Menandatangani nota dinas dan
mengoreksi menyampaikan konsep surat pengantar beserta daftar nama pejabat yang diusulkan
9 a. Mengoreksi dan memberikan persetujuan, atas nama Sekretaris Utama menandatangani surat pengantar dan daftar nama pejabat yang diusulkan
b. Mendisposisikan berkas untuk proses lebih lanjut
No Tahap Kegiatan Unit Penyelesaian Pemroses Administrasi Perawat Kasubbag Diskesra Pegawai Kabag Kepegawaian Karo Hukum dan Kepegawaian Pejabat Eselon I dan Eselon II Subbag Persuratan dan Penggandaan Rumah Sakit terkait Sekjen Kementerian Kesehatan 10 Menerima dan mendisposisikan berkas
surat pengantar dan daftar nama pejabat yang akan diusulkan
11 Menerima disposisi dan
memerintahkan pengiriman berkas dan daftar nama pejabat yang akan
melakukan pemeriksaan kesehatan 12 Berkoordinasi untuk mendapatkan
nomor surat keluar
13 Mengirimkan berkas dan daftar nama pejabat yang akan melakukan
pemeriksaaan kesehatan
14 Menerima dan mendisposisi surat balasan berupa panggilan pemeriksaan kesehatan kepada pejabat yang telah diusulkan
15 Menggandakan surat panggilan dan mendistribusikan
a. Jika ada pejabat yang berhalangan untuk melaksanakan pemeriksaan kesehatan sesuai dengan jadwal yang ditentukan, pejabat tersebut
menyerahkan kembali surat panggilan untuk dilakukan
perubahan jadwal dengan mengirim kembali surat tersebut kepada Sekjen
No Tahap Kegiatan Unit Penyelesaian Pemroses Administrasi Perawat Kasubbag Diskesra Pegawai Kabag Kepegawaian Karo Hukum dan Kepegawaian Pejabat Eselon I dan Eselon II Subbag Persuratan dan Penggandaan Rumah Sakit terkait Sekjen Kementerian Kesehatan Kementerian Kesehatan
b. Pemroses administrasi menerima perubahan jadwal pelaksanaan pemeriksaan kesehatan dan menyampaikan kembali kepada pejabat eselon I dan eselon II terkait 16 Melaksanakan pemeriksaan kesehatan
di rumah sakit sesuai waktu yang telah ditentukan.
17 Menerima hasil pemeriksaan kesehatan pejabat eselon II dan mendisposisikan untuk proses tindak lanjut
18 Mendistribusikan hasil pemeriksaan kesehatan pejabat eselon II
19 Pejabat eselon I menerima hasil pemeriksaan kesehatan dari Sekjen Kementrian Kesehatan
Lampiran 3 Prosedur Tetap
Nomor : Tahun 2011 Tanggal : September 2011
DIAGRAM ALIR
PELAKSANAAN PEMERIKSAAN KESEHATAN BAGI CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL (CPNS)
No. Tahap Kegiatan
Unit Penyelesaian
Pemroses
Administrasi Kasubbag Diskesra
Kasubbag Perencanaan dan Mutasi Pegawai
/Kasubbag Administrasi Pegawai Kabag Kepegawaian CPNS Tim Penguji Kesehatan
1 Membuat naskah/konsep surat permohonan pemeriksaan kesehatan CPNS kepada Rumah Sakit Pemerintah untuk golongan III dan Puskesmas bagi golongan II
2 Menyampaikan naskah/konsep surat permohonan pemeriksaan kesehatan CPNS
3 Menerima, mengoreksi, dan menyampaikan naskah/konsep surat permohonan pemeriksaan kesehatan
4 Memeriksa, menandatangani dan mendisposisi surat permohonan pemeriksaan kesehatan
No. Tahap Kegiatan
Unit Penyelesaian
Pemroses
Administrasi Kasubbag Diskesra
Kasubbag Perencanaan dan Mutasi Pegawai
/Kasubbag Administrasi Pegawai Kabag Kepegawaian CPNS Tim Penguji Kesehatan
6 Memberi nomor surat, menggandakan dan mendistribusikan surat permohonan pemeriksaan kesehatan. Salinan surat tersebut diserahkan kepada Subbag Administrasi Pegawai untuk disimpan dalam file pegawai
7 Menerima surat permohonan pemeriksaan dan melaksanakan pemeriksaan kesehatan sesuai dengan jadwal dan tempat pelaksanaan yang telah ditentukan dengan membawa surat permohonan
8 Menerima dan mendisposisi laporan hasil pelaksanaan pemeriksaan kesehatan
9 Menggandakan hasil pemeriksaan kesehatan untuk masing-masing disimpan dan diserahkan
Norma Waktu: 5 hari kerja
SEKRETARIS UTAMA,