• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS KEBIJAKAN KONTRAK DAN HARGA GAS METANA BATUBARA (COALBED METHANE/CBM) DI INDONESIA TESIS

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "ANALISIS KEBIJAKAN KONTRAK DAN HARGA GAS METANA BATUBARA (COALBED METHANE/CBM) DI INDONESIA TESIS"

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)

ANALISIS KEBIJAKAN KONTRAK DAN HARGA GAS

METANA BATUBARA (COALBED METHANE/CBM)

DI INDONESIA

TESIS

Karya tulis sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Magister dari

Institut Teknologi Bandung

Oleh

SUDONO

NIM : 22206005

Program Studi Teknik Perminyakan

(2)

ANALISIS KEBIJAKAN KONTRAK DAN HARGA GAS

METANA B (COALBED METHANE/CBM) DI INDONESIA

Oleh :

SUDONO

NIM : 22206005

Program Studi Teknik Perminyakan Institut Teknologi Bandung

Menyetujui

Tanggal...

Pembimbing I Pembimbing II

(3)

ABSTRAK

ANALISIS KEBIJAKAN KONTRAK DAN HARGA GAS

METANA-B DI INDONESIA

Oleh

Sudono

NIM : 22206005

Indonesia mempunyai sumber daya Gas Metana-B mencapai kurang lebih 453 TCF. Sumber daya tersebut dinilai layak dikembangkan untuk meningkatkan pendapatan negara dan memberikan kontribusi sebesar-besarnya bagi perekonomian nasional sesuai dengan amanat UU No. 22 tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi. Pemerintah berusaha mendapatkan pendapatan sebanyak-banyaknya bagi perekonomian Negara sedangkan investor akan menitikberatkan pertimbangan pada terms and conditions kontrak yang akan diberlakukan, bersama-sama dengan faktor-faktor lainnya seperti potensi cadangan dan pasar. Model pengembangan Gas Metana-B merupakan salah satu unsur yang akan diimplementasikan dalam kontrak, sehingga perlu dilakukan evaluasi dan kajian agar investasi dalam pengusahaan Gas Metana-B akan layak baik secara teknis maupun ekonomis serta menarik dan menguntungkan bagi para pihak (Pemerintah dan Investor). Oleh karena itu analisis kebijakan kontrak dan harga Gas Metana-B mutlak diperlukan, sehingga Pemerintah dapat mengambil keputusan secara tepat dan cepat dalam memberikan penawaran yang menarik pada wilayah kerja Gas Metana-B baru, atau menyepakati fiscal terms tertentu bersama kontraktor.

Analisis kebijakan kontrak dan harga gas dalam kajian ini didasarkan pada pertimbangan kebijakan, ekonomis dan teknis dengan mempertimbangkan model kontrak migas, model kontrak negara lain dan model kontrak yang diajukan oleh calon investor. Berdasarkan model-model tersebut dan pertimbangan perundangan-undangan, ekonomi dan teknis diusulkan suatu model kontrak yang dapat menguntungkan baik pemerintah maupun investor.

Modifikasi Kontrak Production Sharing lebih dipilih dibanding Kontrak Karya dan model kontrak lainnya karena lebih dapat diterima oleh pemerintah dan investor. Audit pemerintah adalah pre, current, dan post audit. Ketransparanan dari segala yang dikerjakan kontraktor jauh lebih baik daripada pada Kontrak Karya karena pengawasannya dilakukan setiap saat. Keuntungan kontrak tersebut adalah managemen ada di tangan pemerintah sehingga proses Indonesianisasi, transfer teknologi dan ketransparanan lebih terjamin.

Kata kunci : gas metana-b, model kontrak, kebijakan, ekonomi, teknis, PSC, kontrak usulan, investasi,

(4)

ABSTRACT

ANALYSIS OF CONTRACT AND GAS PRICE POLICY FOR

COALBED METHANE IN INDONESIA

by

Sudono

NIM : 22206005

Indonesia possesses Coalbed Methane resource that amounts to around 453 TCF. This kind of resource is considered worthy of development in order to increase the national income and to give contribution at the most to the national economy, in respect of the national constitution No. 22 year 2001 regarding Oil and Natural Gas. The government makes efforts to obtain as much of the national income for economy of the country, whereas investors are more likely to focus on consideration upon terms and conditions of the contract applied, along with other factors, such as reserve potential and market.

The development model of Coalbed Methane is one of the elements implemented in the contract. Therefore, it is necessary to perform evaluation and research to make the exertion of Coalbed methane technically and economically feasible, and able to attract other parties (Government and Investors) and profitable. Consequently, the analyses of contract and gas price policy for Coalbed Methane is necessary indeed, so that the government can make a prompt and accurate decision in offering interesting bid for a new work area of Coalbed Methane, or in reaching agreement on certain fiscal terms with contractors.

The analysis of contract and gas price policy in this research is based on legal, economical, and technical considerations, referring to models of oil and gas contract, contract applied in other countries, and contracts proposed by investors. Combining those models and the above mentioned considerations, a new model of contract, which is beneficial for both government and investors, is proposed. Modification of Production Sharing Contract (PSC) is preferred to Contract of Work and other forms of contract because it is more acceptable for both government and investor. The nature of governmental audit includes pre, current, and post audit. The transparency on everything conducted by the contractor is much better than that of Contract of Work due to continuous supervision. The advantage of this contract is that the management is in the hand of the government, so that the process of Indonesianization, technology transfer, and transparency is more definite.

Key words: Coalbed methane, model of contract, policy, economy, technical, PSC, proposed contract, investment.

(5)

PEDOMAN PENGGUNAAN TESIS

Tesis S2 yang tidak dipublikasikan terdaftar dan tersedia di Perpustakaan Institut Teknologi Bandung, dan terbuka untuk umum dengan ketentuan bahwa hak cipta ada pada pengarang dengan mengikuti aturan HaKI yang berlaku di Institut Teknologi Bandung. Referensi kepustakaan diperkenankan dicatat, tetapi pengutipan atau peringkasan hanya dapat dilakukan seizin pengarang dan harus disertai dengan kebiasaan ilmiah untuk menyebutkan sumbernya. Memperbanyak atau menerbitkan sebagian atau seluruh tesis haruslah seizin Direktur Program Pascasarjana, Institut Teknologi Bandung.

(6)
(7)

KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT atas segala rahmat dan karunia-Nya, akhirnya penulis dapat menyelesaikan tesis ini.

Tak lupa penulis juga ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang ikut membantu kelancaran penyelesaian tugas akhir ini. Penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada pihak-pihak sebagai berikut :

1. Bapak Prof. Dr. Ir. Widjajono Partowidagdo dan Dr. Ir. Doddy Abdassah, selaku pembimbing.

2. Bapak Dr. Ir. Arsegianto, selaku Ketua Program Studi Magíster Teknik Perminyakan, Institut Teknologi Bandung.

3. Bapak Dr. Ir. Taufan Marhaendrajana, selaku Ketua Program Studi Teknik Perminyakan, Institut Teknologi Bandung

4. Seluruh Staf pengajar Program Studi Teknik Perminyakan ITB yang telah memberikan ilmu pengetahuan dan pendidikan bagi penulis.

5. Seluruh staf administrasi Program Studi Teknik Perminyakan ITB (Pak Acep Kundrat, Pak Oman, Pak Paryono, Pak Haryanta dan Ibu Tuti). 6. Seluruh rekan-rekan Program Pasca Sarjana (S2) TM ITB, Dedy Irawan,

Amega Yasutra, dan teman-teman Gada Energi.

7. Terima kasih juga buat kedua orang tuaku, istri dan Najeela Faza R. yang selalu memberikan semangat.

Semoga tesis ini dapat bermanfaat.

Bandung, Februari 2008

(8)

DAFTAR ISI

ABSTRAK ... . i

ABSTRACT... ii

PEDOMAN PENGGUNAAN TESIS ... iii

LEMBAR PERSEMBAHAN ... iv KATA PENGANTAR ... v DAFTAR ISI... vi DAFTAR LAMPIRAN... ix DAFTAR GAMBAR ... x DAFTAR TABEL... xv

DAFTAR SIMBOL... xviii

Bab I. Pendahuluan ... 1

I.1. Latar Belakang ... 1

I.2. Tujuan Penelitian ... 2

I.3. Batasan Masalah ... 2

I.4. Metode Penelitian ... 3

I.5. Sistematika Penulisan ... 3

Bab II Kajian Pustaka... 5

II.1 Perencanaan Kebutuhan Energi Nasional... 5

II.2 Gas Metana-B di Indonesia... 7

II.3 Pengembangan Gas Metana-B di Indonesia ... 8

II.4 Contoh Pengembangan Gas Metana-B Negara Lain ... 12

II.4.1 Kunci Keberhasilan Pengusahaan Gas Metana-B ... 13

II.4.2 Tahapan Eksplorasi dan Pengembangan Gas Metana-B ... 14

II.4.3 Tantangan Geologi dan Rekayasa ... 17

II.4.4 Teknologi Untuk Keberhasilan Pengembangan Gas Metana-B 19 II.4.5 Biaya Pengembangan CBM ... 20

II.5 Dasar Hukum Pengusahaan Gas Metana-B di Indonesia ... 21

II.6 Tata Cara Pengembangan Gas Metana-B di Indonesia... 23

II.7 Kebijakan Pengembangan Gas Metana-B di Indonesia... 26

II.8 Keekonomian Pengembangan Gas Metana-B di Indonesia... 26

(9)

DAFTAR ISI

(Lanjutan)

Bab III Kajian Kontrak Pengusahaan dan Harga Gas Metana-B... 33

III.1 Penentuan Parameter Biaya Pengusahaan Gas Metana-B... 33

III.2 Penentuan Parameter Keekonomian Gas Metana-B... 38

III.2.1 Pengembangan Lapangan ... 38

III.2.2 Perkiraan Produksi... 39

III.2.3 Fasilitas Produksi... 40

III.2.4 Biaya Investasi dan Operasional Proyek ... 41

III.3 Keekonomian Model Kontrak PSC Konvensional... 42

III.4 Keekonomian Model Kontrak R/C PSC Malaysia ... 52

III.5 Keekonomian Model Kontrak Usulan Calon Investor ... 53

Bab IV Hasil dan Diskusi... 63

IV.1 Model Kontrak PSC Konvensional... 63

IV.2 Model Kontrak R/C PSC Malaysia... 67

IV.3 Model Kontrak Usulan Calon Investor ... 69

IV.4 Model Kontrak Usulan... 71

IV.4.1 Dasar Pemikiran Pengelolaan Gas Metana-B Indonesia... 71

IV.4.2 Visi dan Misi Pengusahaan Gas Metana-B ... 72

Bab V Studi Kasus Model Kontrak Usulan ... 76

V.1 Model Kontrak Usulan dengan Biaya dan Produksi Indonesia ... 76

V.1.1 Hasil Perhitungan Keekonomian ... 76

V.1.2 Sensitivitas Keekonomian Proyek ... 77

V.1.3 Analisis Multisensitivitas terhadap Perbandingan Government Take dan Net Contractor Share pada Berbagai Harga ... 82

V.2 Model Kontrak Usulan dengan Biaya dan Produksi India ... 87

V.2.1 Hasil Perhitungan Keekonomian ... 87

V.2.2 Sensitivitas Keekonomian Proyek ... 88

V.2.3 Analisis Multisensitivitas terhadap Perbandingan Government Take dan Net Contractor Share pada Berbagai Harga ... 93

(10)

DAFTAR ISI

(Lanjutan)

V.3 Model Kontrak Usulan dengan Biaya dan Produksi Kanada ... 97

V.3.1 Hasil Perhitungan Keekonomian ... 97

V.3.2 Sensitivitas Keekonomian Proyek ... 98

V.3.3 Analisis Multisensitivitas terhadap Perbandingan Government Take dan Net Contractor Share pada Berbagai Harga ... 103

Bab V Kesimpulan Dan Saran ... 107

VI.1. Kesimpulan ... 107

VI.2 Saran ... 113

(11)

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran A Cash Flow Perhitungan Keekonomian Gas Metana-B dengan Model Kontrak Migas, R/C PSC Malaysia dan Usulan Calon Investor

Lampiran B Cash Flow Perhitungan Keekonomian Gas Metana-B dengan Model Kontrak Usulan dan Analisis Multisensitivitas

(12)

DAFTAR GAMBAR

Gambar II.1 Rencana pemakaian energi nasional 2005-2025... 6

Gambar II.2 Produksi minyak bumi dan kondensat Indonesia ... 6

Gambar II.3 Sumberdaya Gas Metana-B di Indonesia... 7

Gambar II.4 Perbandingan Gas Metana-B dan gas konvensional berdasarkan resikonya... 13

Gambar II.5 Hubungan NPV sebagai fungsi dari discount rate... 28

Gambar III.1 Kajian Model Kontrak Gas Metana-B... 34

Gambar III.2 Perkiraan produksi gas tahunan dan kumulatif Lapangan X... 39

Gambar III.3 Perkiraan produksi air tahunan Lapangan X... 39

Gambar III.4 Distribusi pendapatan model PSC Konvensional... 44

Gambar III.5 IRR sebagai fungsi perubahan harga gas, produksi gas, investasi kapital, investasi non kapital dan Contractor Share... 45

Gambar III.6 IRR sebagai fungsi perubahan harga gas, produksi gas, investasi kapital, investasi non kapital dan Contractor Share (Tornado Chart)... 45

Gambar III.7 NPV sebagai fungsi perubahan harga gas, produksi gas, investasi kapital, investasi non kapital dan Contractor Share... 46

Gambar III.8 NPV sebagai fungsi perubahan harga gas, produksi gas, investasi kapital, investasi non kapital dan Contractor Share(Tornado Chart)... 46

Gambar III.9 POT sebagai fungsi perubahan harga gas, produksi gas, investasi kapital, investasi non kapital dan Contractor Share ... 47

Gambar III.10 POT sebagai fungsi perubahan harga gas, produksi gas, investasi kapital, investasi non kapital dan Contractor Share(Tornado Chart)... 47

Gambar III.11 Productivity Index sebagai fungsi perubahan harga gas, produksi gas, investasi kapital, investasi non kapital dan Contractor Share... 48

(13)

DAFTAR GAMBAR

(Lanjutan)

Gambar III.12 Productivity Index sebagai fungsi perubahan harga gas, produksi gas, investasi kapital, investasi non kapital dan Contractor Share (Tornado Chart)... 48 Gambar III.13 IRR sebagai fungsi perubahan produksi gas pada berbagai harga

gas... 49 Gambar III.14 NPV sebagai fungsi perubahan produksi gas pada berbagai harga

gas... 50 Gambar III.15 IRR sebagai fungsi perubahan operating cost pada berbagai harga

gas... 50 Gambar III.16 NPV sebagai fungsi perubahan operating cost pada berbagai harga

gas... 51 Gambar III.17 Distribusi pendapatan model Kontrak Usulan Calon Investor.. 55 Gambar III.18 IRR sebagai fungsi perubahan harga gas, produksi gas, investasi

kapital, investasi non kapital dan Contractor Share... 56 Gambar III.19 IRR sebagai fungsi perubahan harga gas, produksi gas, investasi

kapital, investasi non kapital dan Contractor Share (Tornado Chart)... 56 Gambar III.20 NPV sebagai fungsi perubahan harga gas, produksi gas, investasi

kapital, investasi non kapital dan Contractor Share... 57 Gambar III.21 NPV sebagai fungsi perubahan harga gas, produksi gas, investasi

kapital, investasi non kapital dan Contractor Share(Tornado

Chart)... 57 Gambar III.22 POT sebagai fungsi perubahan investasi kapital, investasi non

kapital dan Contractor Share... 58 Gambar III.23 POT sebagai fungsi perubahan harga gas, produksi gas, investasi

kapital, investasi non kapital dan Contractor Share (Tornado Chart)... 58

(14)

DAFTAR GAMBAR

(Lanjutan)

Gambar III.24 Productivity Index sebagai fungsi perubahan harga gas, produksi gas, investasi kapital, investasi non kapital dan Contractor Share... 59 Gambar III.25 Productivity Index sebagai fungsi perubahan harga gas, produksi

gas, investasi kapital, investasi non kapital dan Contractor Share (Tornado Chart)... 59 Gambar III.26 IRR sebagai fungsi perubahan produksi gas pada berbagai harga

gas... 60 Gambar III.27 NPV sebagai fungsi perubahan produksi gas pada berbagai harga

gas... 61 Gambar III.28 IRR sebagai fungsi perubahan operating cost pada berbagai harga

gas... 61 Gambar III.29 NPV sebagai fungsi perubahan operating cost pada berbagai harga

gas... 62 Gambar IV.1 Distribusi pendapatan model PSC Konvensional... 66 Gambar IV.2 Distribusi pendapatan model Kontrak Usulan Calon Investor.. 70 Gambar IV.3 Model Kontrak Usulan... 75 Gambar V.1 Distribusi revenue hasil perhitungan model Kontrak Usulan.... 77 Gambar V.2 IRR sebagai fungsi Perubahan Harga Gas, Produksi Gas, Capex

(Investment), Biaya Operasi dan Contractor Share... 78 Gambar V.3 IRR sebagai fungsi Perubahan Harga Gas, Produksi Gas, Capex

(Investment), Biaya Operasi dan Contractor Share (Tornado

Chart)... 78 Gambar V.4 NPV sebagai fungsi Perubahan Harga Gas, Produksi Gas, Capex

(Investment), Biaya Operasi dan Contractor Share... 79 Gambar V.5 NPV sebagai fungsi Perubahan Harga Gas, Produksi Gas, Capex

(Investment), Biaya Operasi dan Contractor Share (Tornado Chart)... 79

(15)

DAFTAR GAMBAR

(Lanjutan)

Gambar V.6 POT sebagai fungsi Perubahan Harga Gas, Produksi Gas, Capex (Investment), Biaya Operasi dan Contractor Share... 80 Gambar V.7 POT sebagai fungsi Perubahan Harga Gas, Produksi Gas, Capex

(Investment), Biaya Operasi dan Contractor Share (Tornado

Chart)... 80 Gambar V.8 PI sebagai fungsi Perubahan Harga Gas, Produksi Gas, Capex

(Investment), Biaya Operasi dan Contractor Share... 81 Gambar V.9 POT sebagai fungsi Perubahan Harga Gas, Produksi Gas, Capex

(Investment), Biaya Operasi dan Contractor Share (Tornado

Chart)... 81 Gambar V.10 Distribusi revenue hasil perhitungan model Kontrak Usulan dengan produksi dan biaya India... 88 Gambar V.11 IRR sebagai fungsi Perubahan Harga Gas, Produksi Gas, Capex

(Investment), Biaya Operasi dan Contractor Share... 89 Gambar V.12 IRR sebagai fungsi Perubahan Harga Gas, Produksi Gas, Capex

(Investment), Biaya Operasi dan Contractor Share (Tornado

Chart)... 89 Gambar V.13 NPV sebagai fungsi Perubahan Harga Gas, Produksi Gas, Capex

(Investment), Biaya Operasi dan Contractor Share... 90 Gambar V.14 NPV sebagai fungsi Perubahan Harga Gas, Produksi Gas, Capex

(Investment), Biaya Operasi dan Contractor Share (Tornado

Chart)... 90 Gambar V.15 POT sebagai fungsi Perubahan Harga Gas, Produksi Gas, Capex

(Investment), Biaya Operasi dan Contractor Share... 91 Gambar V.16 POT sebagai fungsi Perubahan Harga Gas, Produksi Gas, Capex

(Investment), Biaya Operasi dan Contractor Share (Tornado

Chart)... 91 Gambar V.17 PI sebagai fungsi Perubahan Harga Gas, Produksi Gas, Capex

(16)

DAFTAR GAMBAR

(Lanjutan)

Gambar V.18 PI sebagai fungsi Perubahan Harga Gas, Produksi Gas, Capex (Investment), Biaya Operasi dan Contractor Share (Tornado

Chart)... 92 Gambar V.19 Distribusi revenue hasil perhitungan model Kontrak Usulan.... 98 Gambar V.20 IRR sebagai fungsi Perubahan Harga Gas, Produksi Gas, Capex

(Investment), Biaya Operasi dan Contractor Share... 99 Gambar V.21 IRR sebagai fungsi Perubahan Harga Gas, Produksi Gas, Capex

(Investment), Biaya Operasi dan Contractor Share (Tornado

Chart)... 99 Gambar V.22 NPV sebagai fungsi Perubahan Harga Gas, Produksi Gas, Capex

(Investment), Biaya Operasi dan Contractor Share... 100 Gambar V.23 NPV sebagai fungsi Perubahan Harga Gas, Produksi Gas, Capex

(Investment), Biaya Operasi dan Contractor Share (Tornado

Chart)... 100 Gambar V.24 POT sebagai fungsi Perubahan Harga Gas, Produksi Gas, Capex

(Investment), Biaya Operasi dan Contractor Share... 101 Gambar V.25 POT sebagai fungsi Perubahan Harga Gas, Produksi Gas, Capex

(Investment), Biaya Operasi dan Contractor Share (Tornado

Chart)... 101 Gambar V.26 PI sebagai fungsi Perubahan Harga Gas, Produksi Gas, Capex

(Investment), Biaya Operasi dan Contractor Share... 102 Gambar V.27 PI sebagai fungsi Perubahan Harga Gas, Produksi Gas, Capex

(Investment), Biaya Operasi dan Contractor Share (Tornado

Chart)... 102

(17)

DAFTAR TABEL

Tabel II.1 Sumberdaya Gas Metana-B di Indonesia ... 8 Tabel II.2 Perhitungan cost recovery ….. ... 29 Tabel III.1 Bentuk model kontrak dan term & condition ... 35 Tabel III.2 Perbandingan bentuk kontrak dan term & condition beberapa

negara ….. ... 36 Tabel III.3 Model kontrak Gas Metana-B Usulan Calon Investor …... 37 Tabel III.4 Indikator keekonomian Gas Metana-B model PSC Konvensional 43 Tabel III.5 Distribusi pendapatan model PSC Konvensional ... 44 Tabel III.6 Hasil perhitungan Gas Metana-B dengan Kontrak R/C PSC

Malaysia ….. ... 53 Tabel III.7. Indikator keekonomian Gas Metana-B model Kontrak Usulan Calon

Investor ... 55 Tabel III.8. Distribusi pendapatan model Kontrak Usulan Calon Investor ….. 55 Tabel IV.1. Indikator keekonomian Gas Metana-B model PSC Konvensional 66 Tabel IV.2. Distribusi pendapatan model PSC Konvensional ….. ... 66 Tabel IV.3. Hasil perhitungan keekonomian Gas Metana-B dengan Kontrak R/C

PSC Malaysia ….. ... 67 Tabel IV.4. Indikator keekonomian Gas Metana-B model Kontrak Usulan Calon

Investor ….. ... 69 Tabel IV.5 Distribusi pendapatan model Kontrak Usulan Calon Investor ... 70 Tabel V.1 Indikator Keekonomian hasil perhitungan model Kontrak Usulan 76 Tabel V.2. Distribusi revenue hasil perhitungan model Kontrak Usulan ….. . 77 Tabel V.3. Hasil analisis sensitivitas dengan berbagai Government Take dan

royalty 0% dengan parameter produksi dan biaya Indonesia ….. 83

Tabel V.4. Hasil analisis sensitivitas dengan berbagai Government Take dan

(18)

DAFTAR TABEL

(Lanjutan)

Tabel V.5. Hasil analisis sensitivitas dengan berbagai Government Take dan

royalty 6% dengan parameter produksi dan biaya Indonesia ….. 84

Tabel V.6. Hasil analisis sensitivitas dengan berbagai Government Take dan

royalty 7% dengan parameter produksi dan biaya Indonesia ….. 85

Tabel V.7. Hasil analisis sensitivitas dengan berbagai Government Take dan royalty 8% dengan parameter produksi dan biaya Indonesia ... 85 Tabel V.8. Hasil analisis sensitivitas dengan berbagai Government Take dan

royalty 9% dengan parameter produksi dan biaya Indonesia ….. 86

Tabel V.9. Hasil analisis sensitivitas dengan berbagai Government Take dan

royalty 10% dengan parameter produksi dan biaya Indonesia ….. 86

Tabel V.10. Indikator Keekonomian hasil perhitungan model Kontrak Usulan dengan produksi dan biaya India ... 87 Tabel V.11. Distribusi revenue hasil perhitungan model Kontrak Usulan dengan

produksi dan biaya India …... 87 Tabel V.12. Hasil analisis sensitivitas dengan berbagai Government Take dan

royalty 0% dengan parameter produksi dan biaya India ... 93 Tabel V.13. Hasil analisis sensitivitas dengan berbagai Government Take dan

royalty 5% dengan parameter produksi dan biaya India ….. ... 94 Tabel V.14. Hasil analisis sensitivitas dengan berbagai Government Take dan

royalty 6% dengan parameter produksi dan biaya India ….. ... 94 Tabel V.15. Hasil analisis sensitivitas dengan berbagai Government Take dan

royalty 7% dengan parameter produksi dan biaya India ….. ... 95 Tabel V.16. Hasil analisis sensitivitas dengan berbagai Government Take dan

royalty 8% dengan parameter produksi dan biaya India ….. ... 95 Tabel V.17. Hasil analisis sensitivitas dengan berbagai Government Take dan

royalty 9% dengan parameter produksi dan biaya India ... 96 Tabel V.18. Hasil analisis sensitivitas dengan berbagai Government Take dan

royalty 10% dengan parameter produksi dan biaya India ... 96 Tabel V.19. Indikator Keekonomian hasil perhitungan model Kontrak Usulan 97

(19)

DAFTAR TABEL

(Lanjutan)

Tabel V.20. Distribusi revenue hasil perhitungan model Kontrak Usulan ….. 97 Tabel V.21. Hasil analisis sensitivitas dengan berbagai Government Take dan royalty 0% dengan parameter produksi dan biaya Kanada …... 103 Tabel V.22. Hasil analisis sensitivitas dengan berbagai Government Take dan

royalty 5% dengan parameter produksi dan biaya Kanada ….. ... 104 Tabel V.23. Hasil analisis sensitivitas dengan berbagai Government Take dan

royalty 6% dengan parameter produksi dan biaya Kanada ….. ... 104 Tabel V.24. Hasil analisis sensitivitas dengan berbagai Government Take dan

royalty 7% dengan parameter produksi dan biaya Kanada ... 105 Tabel V.25. Hasil analisis sensitivitas dengan berbagai Government Take dan

royalty 8% dengan parameter produksi dan biaya Kanada ….. ... 105 Tabel V.26. Hasil analisis sensitivitas dengan berbagai Government Take dan

royalty 9% dengan parameter produksi dan biaya Kanada ….. ... 106 Tabel V.27. Hasil analisis sensitivitas dengan berbagai Government Take dan

royalty 10% dengan parameter produksi dan biaya Kanada ….. . 106

(20)

DAFTAR SIMBOL DAN SINGKATAN

CBM = Coalbed Methane/Gas Metana Batubara/Gas Metana-B/GMB I = Investment D = Depreciation CF = Cash Flow P = Price GR = Gross Revenue C = Capital cost NC = Non Capital Cost D = Depreciation I = Discount Rate

MARR = Minimum Attractive Rate of OC = Operating Cost T = Tax UR = Unrecovered CR = Cost TI = Taxable Income CF = Cash Flow NCF = Net Cash Flow

PIR = Profit to Investment Rate FTP = First Trenche Petroleum CS = Contractor Share

NCS = Net Contractor Share CT = Contractor Take ES = Equity to be Split GS = Government Share GT = Government Take

Referensi

Dokumen terkait

Dari studi pembuatan paduan Zr-2,5Nb dan Zr-2,5Nb-0,5Mo dengan proses peleburan dalam tungku busur listrik dapat ditarik kesimpulan bahwa dengan penambahan 0,5 %berat

Hubungan dokumen Rencana Strategis Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Tahun 2014- 2019 dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kota Tegal Tahun 2014 – 2019 adalah

Ke-2, Yang sedang di luar hubungan dinas berada di luar Indonesia, melakukan salah satu kejahatan yang dirumuskan dalam kitab Undang- undang ini, atau suatu

Work effectively with customers and colleagues Work effectively with customers and colleagues Work effectively with customers and colleagues 18 Bekerja dalam

Namun ternyata tidak semua guru memiliki latar belakang pendidikan yang sesuai dengan bidang studi yang diampunya, seperti guru mata pelajaran IPS di SMP Negeri

Untuk memahami kebijakan politik luar negeri Australia tidak terlalu sulit, namum dalam rentang waktu yang berbeda akan. menemukan keaneahan dalam perbedaan sikap yang

Dari gambar tersebut dapat diketahui  bahwa fungsi diskrit yang dihasilkan dari fungsi kontinyu yang sama dengan  periode sampling yang berbeda akan dihasilkan