PERANAN KOMISI PEMILIHAN UMUM DAERAH TERHADAP PARTISIPASI POLITIK PEMILIH PEMULA DALAM PEMILIHAN KEPALA DAERAH DI KABUPATEN GIANYAR TAHUN 2013

Teks penuh

(1)

PERANAN KOMISI PEMILIHAN UMUM DAERAH TERHADAP

PARTISIPASI POLITIK PEMILIH PEMULA DALAM PEMILIHAN

KEPALA DAERAH DI KABUPATEN GIANYAR TAHUN 2013

I Made Suardana 1 I Made Wimas Candranegara 2

Department Public Administration, Faculty Of Social and Political Science Warmadewa University, Denpasar, Bali

wimascandranegara3491@gmail.com

Abstract

The role of KPUD as election organizer includes socialization and administrative services. The purpose of public services is supported by the enactment of Law No. 15 of 2011 on the election. Implementation in the context of regional autonomy is expected to prioritize the public interest, especially in the provision of public facilities. The research problem is how the Role of Regional General Elections Commission on Political Participation Pemilih Pemula Pemilihan Pemilihan Gianyar District of Bali Province. The purpose of this research is to know the role of Regional Election Commission to Political Participation of Pemilih Pemula Pemilihan Pemilihan Gianyar Regency. This research was conducted by using qualitative research method consisting of 3 flow ie data reduction, data presentation and verification. Based on data analysis, it is stated that the role of KPUD conducted by KPUD to the public is good enough. This can be seen from the Role of KPUD in Pemilukada Political Participation Pemilih Pemula in PIlkada. and that is sigmentation, socialization, political information, voting rights. Some suggestions that can be proposed that will be expected to improve the implementation of good socialization, namely the Election Commission need to be faster in conducting socialization to the pemil pemilih community to achieve the desired goal, namely the satisfaction of society. In addition, the KPUD needs to give the voters a chance to monitor the voting process in the elections. Initial voters are registered as voters in the election. It is necessary to involve the pemuga pemilih to participate in socialization conducted by KPUD.

Keywords: Role of KPUD, Political Participation, Novice Voters.

PENDAHULUAN

Dalam sistem pemerintahan demokrasi, rakyat memiliki kedudukan yang utama dalam suatu negara. Jika suatu negara menempatkan rakyat sebagai pemilih. Rakyat merupakan komponen penting dalam negara kedaulatan tertinggi ada di tangan rakyat. Indonesia sebagai negara demokratis, menyatakan kekuasaan ada di tanggan rakyat. Berdasarkan konsep

demokrasi dengan kedaulatan rakyat, maka partisipasi harus diterjemahkan sebagai hak-hak dasar dari rakyat untuk terlibat dalam proses politik, baik secara langsung maupun tidak langsung. Dalam hal ini, Indonesia sebagai Negara yang mengakui bahwa rakyat adalah pemegang tertingi kedaulatan maka Indonesia menjadikan pemilihan umum (Pemilu) sebagai salah satu sarana demokrasi untuk membentuk

(2)

sistem kekuasaan Negara yang berkadaulatan rakyat.Pemilu memiliki nilai strategis bagi rakyat dalam suatu negara yang menganut kedaulatan rakyat. Pemilu juga dipandang sebagai sarana paling efektif untuk memilih wakil rakyat yang mampu mencerminkan kehendak rakyat.

Partisipasi politik masyarakat dalam pemilihan kepala daerah menjadi salah satu wujud kegiatan yang bertujuan untuk memberikan pengaruh terhadap pengambilan keputusan politik. Partisipasi politik yang dimaksud adalah memposisikan masyarakat sebagaai warga Negara (pemilih) bukan sebagai politisi (yang dipilih). Pemilihan langsung kepala daerah dengan proses demokrasi menjadikan rakyat sebagai pemilik legitimasi untuk berpatisipasi dalam menentukan pilihanya. Rakyat yang diangap pemegang kedaulatan berpartisipasi dalam proses politik yang dapat dilihat dari keikutsertaan memberikan suara pada pemilihan berlangsung.

Agar pelaksanaan pemilihan kepala daerah menghasilkan pemerintahan yang demokratis dan mendapat legitimasi sah dari rakyat maka diperlukan lembaga independen sebagai penyelengara pemililihan kepala daerah. Penyelengaraan pemilu sebagaimana yang tertuang dalam pasal 5 Undang- Undang No. 15 Tahun

2011 tentang penyelengaraan pemilu, penyelengaraan terdiri dari Komisi Pemilihan Umum dan Pengawas Pemilihan Umum sebagai satu kesatuan fungsi penyelengaraan pemilu. Kabupaten Gianyar merupakan salah satu daerah yang menyelengarakan pemilihan kepala daerah tahun 2018. KPUD Kabupaten Gianyar memiliki tugas untuk meningkatkan partisipasi politik masyarakat kabupaten Gianyar. Upaya meningkatkan partisipasi politik yang dilakukan oleh KPUD adalah dengan melakukan sosialisasi dan pendidikan politik.

Upaya meningkatkan partisipasi politik masyarakat dan menekan angka golput sebenarnya sudah dilakukan dengan sosialisasi pemilih pemula oleh KPUD. Namun disisi lain masyarakat meminta kepada penyelenggara lebih kreatif dan aktif melakukan sosialisasi sehingga upaya meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pemilihan semakin bertambah. Karena idealnya, semakin bertambahnya umur demokrasi maka seharusnya semakin tingi pula angka partisipasi politik.

KAJIAN PUSTAKA

Menurut Soerjono Soekanto (2002:243), yaitu peranan merupakan aspek dinamis kedudukan (status), apabila seseorang melaksanakan hak dan kewajibannya sesuai dengan

(3)

kedudukannya, maka ia menjalankan suatu peranan. Dari hal diatas lebih lanjut kita lihat pendapat lain tentang peran yang telah ditetapkan sebelumnya disebut sebagai peranan normatif. Sebagai peran normatif dalam hubungannya dengan tugas dan kewajiban dinas perhubungan dalam penegakan hukum mempunyai arti penegakan hukum secara total

enforcement, yaitu penegakan hukum

secara penuh, (Soerjono Soekanto 1987:220). Sedangkan peran ideal, dapat diterjemahkan sebagai peranan yang diharapkan di lakukan oleh pemegang peranan tersebut. Misalnya dinas perhubungan sebagai suatu organisasi formal tertentu diharapkan berfungsi dalam penegakan hukum dapat bertindak sebagai pengayom bagi masyarakat dalam rangka mewujudkan ketertiban, keamanan yang mempunyai tujuan akhir kesejahteraan masyarakat, artinya peranan yang nyata, (Soerjono Soekamto).

KPU adalah lembaga negara yang menyelenggarakan pemilihan umum di Indonesia, yakni meliputi Pemilihan Umum Anggota DPR/DPD/DPRD, Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden, serta Pemilihan Umum Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah. Komisi Pemilihan Umum tidak dapat disejajarkan kedudukannya dengan lembaga -lembaga

negara yang lain yang kewenangannya ditentukan dan diberikan oleh UUD 1945. Hebert Mc Clos ky (dalam Budiardjo,1994:183) “Partisipasi politik adalah kegiatan-kegiatan sukarela dari warga masyarakat melalui bilamana mereka mengambil bagian dalam proses pemilihan penguasaan dan secara langsung atau tidak langsung, dalam proses pembentukan kebijakan umum”. Pemilih pemula menurut saya warga negara Indonesia yang telah genap berusia 17 tahun atau lebih atau sudah/pernah kawin.28 Pemilih dalam setiap pemilihan umum didaftarkan melalui pendataan yang dilakukan oleh petugas yang ditunjuk oleh penyelenggara pemilihan umum. Pemilih pemula merupakan pemilih yang baru pertama kali memilih karena usia mereka baru memasuki usia pemilih yaitu 17 hingga 21 tahun.

METODE PENELITIAN

Metode penelitian ini

menggunakan metode analisis kualitatif dengan menentukan kualitas analisis dan hasil penelitian kualitatif. Penelitian ini merupakan penelitian sampling yaitu penelitian yang dilakukan dengan tidak menyelidiki semua situasi atau peristiwa. Satuan kajian adalah satuan tertentu yang dihitungkan sebagai objek penelitian, maka dalam penelitian ini yang menjadi satuan kajian adalah Kecamatan yaitu

(4)

Kecamatan Gianyar Kabupaten Gianyar, dengan jumlah pemilih pada tahun 2013 sebanyak 70,105 pemilih. Adapun popolasinya adalah pemilih pemula tahun 2013 sejumlah 1.176 pemilih.

Sampel yang diambil dari penelitian ini adalah pemilih pemula pada pemilukada tahun 2013 di Kecamatan Gianyar Kabupaten Gianyar, yang diambil di beberapa desa yakni di Kelurahan Gianyar, Kelurahan Bitera, Desa Bakbakan, Desa Petak, Desa Sumita dan Desa Suwat di masing-masing desa sampel yang di ambil ada 5 orang yang ada potensi untuk menjawab setiap pertanyaan penliti terkait dengan judul. Sample berjumlah 30 orang yang akan terlibat langsung dalam penyelengaraan pemilihan kepala daerah. terhadap partisipasi politik pemilih pemula dalam pemilukada di Kabupaten Gianyar.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Berdasarkan uraian diatas, telah dikemukakan bahwa masalah yang akan dijawab dalam penelitian ini adalah bagaimanakah Peranan Komisi Pemilihan Umum Daerah Terhadap Partisipasi Politik Pemilih Pemula Dalam Pemilihan Kepala Daerah di Kabupaten Gianyar tahun 2013?. Data dianalisis secara kualitatif dan bersifat deskriptif, dalam artian data yang

didapat dianalisis dan hasilnya berbentuk deskriptif fenomena. Dengan kata lain, analisis menggambarkan dan memaparkan data yang diperoleh sebagaimana kondisi keadaan sebenarnya. Jadi data primer dalam penelitian ini diperoleh dari hasil kuesioner yang digali berdasarkan indikator-indikator Peranan Komisi Pemilihan Umum Daerah Terhadap Partisipasi Politik Pemilih Pemula Dalam Pemilihan Kepala Daerah.

Setelah diadakan penelitian dengan metode pengamatan dan kuesioner atau menyebarkan sejumlah pertanyaan di lapangan, kemudian data yang di peroleh dalam penelitian di bahas pada bagian ini guna mengetahui Peranan Komisi Pemilihan Umum Daerah Terhadap Partisipasi Politik Pemilih Pemula Dalam Pemilihan Kepala Daerah. Untuk mengetahui jawaban masing-masing responden, akan diawali dengan menghitung presentasi jawaban responden pada masing-masing pertanyaan yang akan disajikan dalam tabel. Dari jawaban yang didapat dari 30 orang responden terhadap pertanyaan yang diajukan dalam penelitian, maka jawaban responden secara keseluruhan dapat dilihat pada tabel di bawah ini yang akan disajikan melalui tiap-tiap pertanyaan.

(5)

Tabel 1

Hasil Wawancara Tentang Peranan KPUD Terhadap Partisipasi Politik Pemilih Pemula Dalam Pemilihan Umum Kepala Daerah Kabupaten Gianyar. No Kategori

Temuan Pokok Temuan

1

Peranan KPUD Dalam Pemilukada

1. Perlu segmentasi pemilih oleh KPUD.

2. Mengetahui salah satu tugas KPUD adalah melaksanakan sosialisasi tentang pelaksanaan Pilkada.

3. Mengetahui bahwa KPUD melakukan sosialisasi.

4. Belum pernah mengikuti sosialisasi yang di laksanakan oleh KPUD.

5. Belum tahu KPUD mengunakan alat-alat peraga dalam sosialisasi.

6. Bermanfaat sosialisasi yang dilakukan KPUD untuk mengunakan hak pilih dalam pemilukada.

7. Belum tahu KPUD sudah menjalankan tugasnya dengan baik dalam mensosialisasikan pilkada.

8. Media masa mempengaruhi informasi politik masyarakat. 9. KPUD pernah mengunakan media masa dalam sosialisasi

pelaksanaan pilkada. 2 Partisipasi Politik Pemilih Pemula Dalam Pilkada

1. Tahu tentang hak pilih sebagai wajib pemilih. 2. Tahu tentang kewajiban sebagi pemilih.

3. Tidak terdaftar tersebagai pemilih dalam pemilukada. 4. Tidak menggunakan hak pilih dalam pemilukada. 5. Dalam mengunakan hak pilih, atas kesadaran sendiri.

6. Petugas TPS sudah memberikan kesempatan dalam menggunakan hak pilih.

7. Tidak mengawasi proses pemunggutan suara dalam pilkada. Sumber: Hasil Wawancara

PENUTUP

Sebagaimana umumnya, langkah akhir dalam alur kegiatan penelitian adalah

menarik simpulan. Maka dapat ditarik simpulan dalam penelitian Peranan Komisi Pemilihan Umum Daerah Terhadap

(6)

Partisipasi Politik Pemilih Pemula Dalam Pemilihan Kepala Daerah di Kabupaten Gianyar seperti berikut ini:

1. Peranan KPUD Dalam Pemilukada.

Berdasarkan hasil penelitian, bahwa KPUD telah melalukan apa yang menjadi peranannya yakni melakukan sosialisasi terhadap pemilih pemula dengan menggunakan media massa dan alat peraga untuk menjelaskan tentang pilkada kepada pemilih pemula, karena sosialisasi sangat bermanfaat untuk pemilih pemula bisa menggunakan haknya sebagai wajib pemilih.

2. Partisipasi Politik Pemilih Pemula Dalam Pilkada.

Partisipasi pemilih pemula dalam pilkada telah menggunakan haknya sebagai wajib pemilih dan berpatisipasi dalam pilkada setelah terdaftar sebagai wajib pemilih atas kesadarannya sendiri tanpa paksaan dari pihak lain, karena petugas TPS memberikan kesempatan kepada pemilih untuk menggunakan hak pilihnya

Berdasarkan simpulan dari hasil penelitian yang telah dikemukakan di atas, maka dapat diberikan saran-saran yang nantinya diharapkan dapat meningkatkan Peranan KPUD di Kabupaten Gianyar. 1. Perlu KPUD memberikan kesempatan kepada pemilih untuk mengawasi proses pemunggutan suara dalam pilkada.

2. Perlu pemilih pemula menggunakan hak pilihnya dalam pemilukada di Kabupaten Gianyar.

3. Perlu pemilih pemula terdaftar sebagai pemilih dalam pemilukada.

4. Perlu KPUD mengunakan alat-alat peraga dalam sosialisasi.

5. Perlu melibatkan pemilih pemula untuk mengikuti sosialisasi yang di laksanakan oleh KPUD.

REFERENCE

Anggara, Sahya. 2013. Sistem Politik Indonesia. Bandung: CV Setia Pustaka.

Arikunto, Suharsimi. 2013. Prosedur Penelitian. Jakarta: PT Rinek Cipta. Batawi.

Budiardjo. 2008. Dasar-Dasar Ilmu Politik. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

Donald, Parulian. 1997. Menggugat PEMILU. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.

Hidayat, Komaruddin dan Ignas Kleden. 2004. Pergulatan Partai Politik di Indonesia. Jakarta: PT. Rajawali Perss.

Juliansyah, Elvi. 2007. PILKADA: Penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah. Bandung: Mandar Maju.

(7)

J.W. 2013. “Tingkat Kesadaran Politik Pemilih Pemula dalam Pilkada”, Jurnal UNIERA Vol 2 No. 2 Agustus 2013.

Mos’oed, Mohtar dan MacAndrews, Colin. 2008. Perbandingan Sistem Politik.Yogyakarta:Gadjah Mada University Press.

Mufti, Muslim. 2012. Teori-Teori Politik. Bandung:Pustaka setia.

Syafiee, Innu Kencana. Drs. 1993. Sistem Pemerintahan Indonesia (MKDU). Jakarta:PT. Rineka Cipta.

Yunizir. 2009. “Pendidikan Politik Warga Negara dalam Menciptakan Demokrasi yang Berkualitas”, Vo. 2 No. 3 Juni 2009. Kantaprawira,

Rusadi. 2006. Sistem Politik Indonesia: Suatu Model Pengantar. Politik. Jakarta: PT. Rineka Cipta.

Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif Dan R&D. Bandung: Alfabeta. Surbakti, Ramlan. 2013.

Tirtarahardja, umar dan La sulo. 2005. Pengantar Pendiidikan.Jakarta: PT Rineka Cipta.

Wahyudi, Hasbi. 2013. “Peran Kepercayaan politik dan

Kepuasan Demokrasi terhadap Partisipasi Politik Mahasiswa”, Jurnal Psikologi Vol 9 No. 2, Desember 2013. Riau: Fakultas Psikologi UIN Sultan Syarif Kasim Weya.

Yupiter. 2013. “Partisipasi Politik Masayarakat Terhadap Kebijakan Pemerintah di Kabupaten Tolikara Provinsi Papua”, Vol 1 No 3 Tahun 2013.

Undang-Undang No.2 Tahun 2011 Tentang Partai Politik

Undang- Undang No. 15 Tahun 2011 tentang penyelengaraan pemilu, penyelengaraan terdiri dari Komisi Pemilihan Umum dan Pengawas Pemilihan Umum sebagai satu kesatuan fungsi penyelengaraan pemilu. Undang-undang Nomor 3 Tahun 1999

tentang Pemilihan Umum. Keputusan Presiden Nomor 16 Tahun

1999 tentang Pembentukan Komisi Pemilihan Umum dan Penetapan Organisasi dan Tata Kerja Sekretariat Umum Komisi Pemilihan Umum. Undang-Undang (UU) Nomor: 32 tentang

Penjelasan Pemerintahan Daerah.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :