RENCANA STRATEGIS (RENSTRA)
TAHUN 2017-2022
PEMERINTAH KOTA BANDA ACEH
1.1 Latar Belakang
Rencana Strategis (Renstra) Baitul Mal Kota Banda Aceh Tahun 2017 - 2022 merupakan dokumen perencanaan SKPD untuk periode 5 (lima) tahun yang disusun guna menyediakan dokumen perencanaan lima tahunan Baitul Mal Kota Banda Aceh yang akan digunakan sebagai acuan dalam penyusunan Rencana Kerja Baitul Mal Kota Banda Aceh (Renja SKPD) yang dalam penyusunannya berpedoman pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Daerah Kota Banda Aceh Tahun 2017 – 2022, sehingga Renstra Baitul Mal Kota Banda Aceh merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari RPJM Daerah Kota Banda Aceh Tahun 2017 – 2022.
Rencana strategis SKPD disusun untuk menindaklanjuti program RPJMD ke dalam program dan kegiatan SKPD selama lima tahun. Program dan kegiatan dalam renstra SKPD terkait dengan sasaran RPJMD, dengan demikian renstra SKPD tidak terlepas dari sasaran yang telah ditetapkan dalam RPJMD.
Baitul Mal Kota Banda Aceh sebagai salah satu SKPD Pemerintah Kota Banda Aceh mempunyai tugas pokok membantu Walikota dalam urusan pelaksanaan pengelolaan zakat, infaq, sadaqah, harta waqaf dan harta agama. Penyelenggaraan urusan dalam hal melakukan
pengumpulan, pendistribusian, pendayagunaan, pemberdayaan,
sosialisasi, pembinaan dan pengelolaan zakat, wakaf, harta agama serta menjadi wali pengawas sesuai dengan ketentuan syariat islam secara eksplisit tercantum dalam RPJP Kota Banda Aceh 2007-2027. Secara implisit kedudukan Baitul Mal Kota Banda Aceh untuk penyelenggaraan
BAB I PENDAHULUAN
program pelaksana pengelolaan zakat, infaq, sadaqah, harta waqaf dan harta agama dinyatakan dalam RPJMD. Kedudukan Baitul Mal Kota Banda Aceh sebagai pelaksana program pemberdayaan masyarakat miskin terbagi ke dalam tiga kategori yaitu pelaksana utama, pelaksana penunjang dan pelaksana pendukung.
Penyusunan Renstra Baitul Mal Kota Banda Aceh tidak dapat terlepas dan mengacu pada Tugas Pokok dan Fungsi Baitul Mal Kota Banda Aceh. Disamping itu juga mengacu pada berbagai kebijakan dan prioritas program Pemerintah Kota Banda Aceh yang tertuang dalam RPJMD untuk menjamin terciptanya sinergitas dan sinkronisasi program pembangunan baik secara vertikal maupun secara horizontal antar Satuan Kerja, mengingat Satuan Kerja merupakan pelaksana utama
dengan dukungan unsur stakeholder lainnya baik dari
masyarakat/muzakki maupun pengusaha dalam mengimplementasikan RPJM Daerah Kota Banda Aceh untuk kurun lima tahun ke depan.
Penyusunan Rencana strategis Baitul Mal Kota Banda Aceh mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah, Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor: 86 Tahun 2017 tentang tata cara perencanaan, pengendalian dan evaluasi pembangunan daerah, tata cara evaluasi rancangan peraturan daerah tentang RPJPD dan RPJMD, serta tata cara RPJPD, RPJMD dan RKPD dan melalui keterlibatan semua pemangku kepentingan di Baitul Mal Kota Banda Aceh baik unsur pimpinan, unsur staf sekretariat maupun unsur pelaksana bidang.
1.2 Landasan Hukum
Peraturan-peraturan yang digunakan sebagai landasan hukum dalam penyusunan Renstra Baitul Mal Kota Banda Aceh Kota Banda Aceh antara lain sebagai berikut :
1. Undang-Undang Darurat Nomor 8 Tahun 1956 tentang Pembentukan Daerah Otonom Kota-Kota Besar dalam Lingkungan Daerah Propinsi Sumatera Utara;
2. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 75, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3851);
3. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286);
4. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4355);
5. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 53, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4389);
6. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan, Pengelolaan dan Tanggungjawab Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 66, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4400);
7. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4421);
8. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana telah diubah beberapa kali, terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844);
9. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438);
10. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana
Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun 2005-2025 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 33, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4700);
11. Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 66, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4723);
12. Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 68, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4725);
13. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5059);
14. Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh; 15. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat; 16. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan
Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4578);. 17. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2008
tentang Pedoman Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 19, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4815);
18. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 165, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4593);
19. Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 2006 tentang Tata Cara Penyusunan Rencana Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 97, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4664);
20. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi, dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/ Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 82; Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4737);
21. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 21, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4817);
22. Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 42, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4828);
23. Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2008 tentang Pendanaan dan Pengelolaan Bantuan Bencana (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 42, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4828);
24. Peraturan Presiden Nomor 1 Tahun 2007 tentang Pengesahan, Pengundangan dan Penyebarluasan Peraturan Perundang-undangan; 25. Peraturan Presiden Nomor 5 Tahun 2010 tentang Rencana
Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2010-2014; 26. Peraturan Bersama Menteri Dalam Negeri, Menteri Perencanaan
Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Dan Menteri Keuangan
a. Nomor : 28 Tahun 2010
b. Nomor : 0199/M PPN/04/2010 c. Nomor : PMK 95/PMK 07/2010
tentang Penyelarasan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2010-2014;
27. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah;
28. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017 tentang tata cara perencanaan, pengendalian, dan evaluasi pembangunan daerah, tata cara evaluasi rancangan peraturan daerah tentang RPJPD dan RPJMD, serta tata cara perubahan RPJPD, RPJMD dan RKPD
29. Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 373 Tahun 2003 tentang Pelaksanaan Undang-Undang No. 38 Tahun 1999 tentang Pengelolaan Zakat;
30. Peraturan Daerah Propinsi Daerah Istimewa Aceh Nomor 5 Tahun 2000 tentang Pelaksanaan Syariat Islam;
31. Qanun Kota Banda Aceh Nomor 4 Tahun 2009 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Banda Aceh Tahun 2009 - 2029;
32. Qanun Kota Banda Aceh Nomor 16 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Kota (RPJPK) Kota Banda Aceh 2007 – 2027;
33. Qanun Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam Nomor 10 Tahun 2002 tentang Peradilan Syariat Islam;
34. Qanun Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam Nomor 11 Tahun 2002 tentang Pelaksanaan Syariat Islam Bidang Aqidah, Ibadah dan Syiar Islam;
35. Qanun Aceh Nomor 10 Tahun 2007 tentang Baitul Mal;
36. Qanun Kota Banda Aceh Nomor 2 Tahun 2008 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Perangkat Daerah Kota Banda Aceh;
37. Qanun Kota Banda Aceh Nomor 5 Tahun 2010 Tanggal 13 Desember 2010 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Keistimewaan Kota Banda Aceh;
38. Qanun Kota Banda Aceh Nomor 3 Tahun 2012 tentang perubahan atas Qanun Kota Banda Aceh Nomor 1 Tahun 2007 tentang Pokok-pokok pengelolaan Keuangan Daerah;
39. Peraturan Walikota Banda Aceh Nomor 3 Tahun 2007 tentang Sistem dan Prosedur Pengelolaan Keuangan Daerah Kota Banda Aceh;
40. Peraturan Walikota Banda Aceh Nomor 37 Tahun 2012 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Kota Banda Aceh Tahun 2012-2017;
41. Peraturan Walikota Banda Aceh Nomor 8 Tahun 2015 tentang Rencana Kerja Pembangunan Kota Banda Aceh Tahun 2015;
42. Peraturan Walikota Banda Aceh Nomor 3 Tahun 2010 Tanggal 8 Januari 2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Badan Pelaksana Baitul Mal Kota Banda Aceh;
43. Peraturan Walikota Banda Aceh Nomor 5 Tahun 2011 tentang Tugas Pokok dan Fungsi Sekretariat Baitul Mal Kota Banda Aceh;
44. Peraturan Walikota Banda Aceh Nomor 34 Tahun 2011 tentang Dewan Pengawas Baitul Mal Kota Banda Aceh;
45. Keputusan Walikota Banda Aceh Nomor 154 Tahun 2004 tanggal 30 Juni 2004 tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Baitul Mal Kota Banda Aceh;
46. Keputusan Walikota Banda Aceh Nomor 303 Tahun 2011 tentang Pengangkatan Dewan Pengawas Baitul Mal Kota Banda Aceh Periode 2011-2015;
1.3 Maksud dan Tujuan
Penyusunan Renstra Baitul Mal Kota Banda Aceh Tahun 2017 - 2022 ini dimaksudkan untuk memberikan arah sekaligus menjadi acuan bagi seluruh komponen Baitul Mal Kota Banda Aceh dan stakeholders lainnya dalam pemanfaatan secara optimal sumber daya yang dimiliki untuk mewujudkan cita-cita organisasi, sesuai dengan visi, misi, dan tujuan yang telah disepakati bersama, sehingga seluruh daya dan upaya yang dilakukan dapat bersinergi, terpadu, menyeluruh, aspiratif dan saling melengkapi satu dengan yang lainnya di dalam satu pola sikap dan pola tindak yang terkoordinasi.
Substansi renstra ini mencakup indikasi rencana pokok kegiatan yang akan dilakukan dengan sumber dana APBK Banda Aceh. Berdasarkan pertimbangan tersebut, Renstra Baitul Mal Kota Banda Aceh disusun dengan maksud sebagai berikut :
1. Menyediakan satu acuan resmi bagi Baitul Mal Kota Banda Aceh
dalam menyusun Rencana Kerja Baitul (Renja SKPD) sekaligus merupakan acuan dalam penentuan pilihan-pilihan program dan kegiatan tahunan secara lintas sumber pembiayaan, baik APBN, Provinsi maupun APBK dan Pendapatan dari Zakat, infaq dan sadaqah (ZIS);
2. Menjabarkan gambaran tentang kondisi umum daerah sekarang
sesuai dengan Tugas Pokok dan Fungsi sekaligus memahami arah dan tujuan yang ingin dicapai dalam rangka mewujudkan Visi dan Misi baik Baitul Mal Kota;
3. Menyamakan persepsi dari seluruh potensi sumber daya yang ada
pada lingkup Baitul Mal Kota Banda Aceh agar mampu menjawab tuntutan aspirasi yang semakin kritis dan beragam;
4. Memudahkan seluruh jajaran aparatur Baitul Mal Kota Banda Aceh dalam mencapai tujuan dengan cara menyusun program dan kegiatan secara terpadu, terarah dan terukur;
5. Memudahkan seluruh jajaran aparatur Baitul Mal Kota Banda Aceh
untuk memahami, menilai arah kebijakan, program dan kegiatan operasional tahunan dalam rentang waktu lima tahunan.
Sedangkan tujuan disusunnya Renstra Baitul Mal Kota Banda Aceh Tahun 2017 - 2022 adalah untuk :
1. Mengimplementasikan program-program RPJMD sehingga dapat
mencapai visi Pemerintah Kota Banda Aceh dalam terwujudnya Kota Banda Aceh yang gemilang dalam bingkai syariah;
2. Mengantisipasi secara pro aktif terhadap berbagai perubahan yang
terjadi agar pelayanan dapat dilakukan secara prima melalui intensitas komunikasi dengan seluruh stakeholder;
3. Menyediakan satu tolak ukur untuk mengukur dan melakukan evaluasi
kinerja tahunan Baitul Mal Kota Banda Aceh
1.4 Sistematika Penulisan
Renstra Baitul Mal Kota Banda Aceh Tahun 2017-2022 disusun dengan mengacu kepada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017 tentang tata cara perencanaan, pengendalian, dan evaluasi pembangunan daerah, tata cara evaluasi rancangan peraturan daerah tentang RPJPD dan RPJMD, serta tata cara perubahan RPJPD, RPJMD dan RKPD dengan sistematika sebagai berikut:
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang 1.2. Landasan Hukum 1.3. Maksud dan Tujuan 1.4. Sistematika Penulisan BAB II GAMBARAN PELAYANAN SKPD
2.1. Tugas, Fungsi dan Struktur Organisasi Baitul Mal 2.2. Sumber Daya Baitul Mal
2.3. Kinerja Pelayanan Baitul Mal
2.4. Tantangan dan Peluang Pengembangan Pelayanan Baitul Mal BAB III PERMASALAHAN DAN ISU-ISU STRATEGIS BAITUL MAL
3.1. Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi Pelayanan Baitul Mal
3.2. Telaahan Visi, Misi dan Program Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Terpilih
3.3. Telaahan Renstra Baitul Mal dan Renstra Baitul Mal Aceh 3.4. Telaahan Rencana Tata Ruang Wilayah dan Kajian
Lingkungan Hidup Strategis 3.5. Penentuan Isu-isu Strategis BAB IV TUJUAN DAN SASARAN
4.1. Tujuan dan sasaran Jangka Menengah Baitul Mal BAB V STRATEGIS DAN ARAH KEBIJAKAN
BAB VI RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN SERTA PENDANAAN
BAB VII KINERJA PENYELENGGARAAN BIDANG URUSAN BAB VIII PENUTUP
2.1. Tugas, Fungsi, dan Struktur Organisasi Baitul Mal
Baitul Mal Kota Banda Aceh yang mempunyai tugas melaksanakan wewenang Otonomi Daerah di Bidang Pengelolaan Zakat, Infaq, Shadaqah dan Harta Agama berdasarkan Peraturan Walikota Banda Aceh Nomor 3 Tahun 2010 Tanggal 08Januari 2010 Tentang Susunan Organisasi Dan Tata Kerja Badan Pelaksana Baitul Mal Kota Banda Aceh menyelenggarakan fungsi sebagai berikut:
a. Pelaksanaan pendataan muzakki dan mustahik;
b. Pelaksanaan pengumpulan zakat;
c. Pendataan dan pengelolaan harta wakaf dan harta agama;
d. Pelaksanaan penyaluran dan pendistribusian zakat;
e. Pelaksanaan pembinaan, pendayagunaan dan pemberdayaan zakat,
harta wakaf dan harta agama produktif;
f. Pelaksanaan sosialisasi dan pengembangan zakat, harta wakaf dan
harta agama produktif;
g. Pelaksanaan penelitian, inventarisasi, klasifikasi terhadap
pengelolaan zakat, harta wakaf dan harta agama;
h. Pelaksanaan pengendalian dan pengawasan urusan perwalian
sesuai dengan ketentuan syariat Islam;
i. Pelaksanaan penerimaan zakat, harta wakaf dan harta agama;
BAB II
j. Pelaksanaan pengelolaan terhadap terhadap harta yang tidak diketahui pemilik atau ahli warisnya berdasarkan putusan Mahkamah Syar’iyah;
k. Pelaksanaan koordinasi dengan lembaga atau Instansi terkait
lainnya dibidang pengelolaan zakat harta wakaf dan harta agama;
l. Pelaksanaan tugas-tugas kedinasan lainnya yang diberikan
Walikota sesuai dengan tugas dan fungsinya serta Peraturan Perundang-undangan yang berlaku.
Untuk melaksanakan fungsi tersebut di atas Baitul Mal Kota Banda Aceh mempunyai wewenang :
a. Mengurus dan mengelola zakat, wakaf, dan harta agama;
b. Melakukan pengumpulan, penyaluran dan pendayagunaan zakat; c. Melakukan sosialisasi kewajiban mengeluarkan zakat;
d. Menjadi wali terhadap anak yang tidak mempunyai lagi wali nashab, wali pengawas terhadap wali nashab dan wali pengampu terhadap orang dewasa yang tidak cakap melakukan perbuatan hukum;
e. Menerima dan menyimpan zakat dan harta agama pada rekening khusus Bendaharawan umum Pemerintah Kota;
f. Melaksanakan pengelolaan harta wakaf;
g. Melaksanakan pengelolaan zakat dan menyalurkan kepada mustahiq sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan;
h. Menjadi pengelola terhadap harta yang tidak diketahui pemilik Harta ahli warisnya berdasarkan putusan Mahkamah Syariah; dan
i. Membuat perjanjian kerjasama dengan Pihak Ketiga untuk meningkatkan pemberdayaan ekonomi umat berdasarkan prinsip saling menguntungkan.
Dalam rangka mendukung kinerja Baitul Mal Kota Banda Aceh maka diundangkan Qanun Kota Banda Aceh Nomor 5 Tahun 2010 Tanggal 13 Desember 2010 Tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Sekretariat Lembaga Keistimewaan Kota Banda Aceh yang di dalamnya memuat Sekretariat Baitul Mal Kota Banda Aceh.
Tugas Pokok Sekretariat adalah menyelenggarakan administrasi kesekretariatan, administrasi keuangan, dan mendukung tugas fungsi Lembaga Baitul Mal Kota Banda Aceh.
Sekretariat Baitul Mal Kota Banda Aceh menyelenggara- kan fungsi:
1. Penyusunan Program Sekretariat Baitul Mal;
2. Pelaksanaan Fasilitasi Penyiapan Program Baitul Mal
3. Pelaksanaan Fasilitas dan pemberian pelayanan teknis Baitul Mal; 4. Pengelolaan administrasi keuangan, kepegawaian, perlengkapan,
rumah tangga dan ketatausahaan Sekretariat Baitul Mal;
5. Penyiapan penyelenggaraan pengembangan informasi dan teknologi; 6. Pemeliharaan dan pembinaan keamanan serta ketertiban dalam
lingkungan Sekretariat Baitul Mal;
7. Penyusunan rencana, penelaahan dan pengkoordinasian penyiapan perumusan kebijakan Baitul Mal Kota Banda Aceh;
8. Pelaksanaan koordinasi dengan instansi dan/atau lembaga terkait lainnya dalam rangka mendukung tugas pokok dan fungsi sekretariat baitul mal; dan
9. Pelaksanaan tugas-tugas kedinasan lainnya yang diberikan oleh pimpinan baitul mal dan Walikota melalui Sekda.
Susunan Organisasi Baitul Mal terdiri dari :
1. Pengurus Baitul Mal
Struktur Pengurus Pelaksana Baitul Mal terdiri dari :
- Ketua 1 orang
- Kepala Bidang 4 orang
- Kepala Sub Bidang 8 orang
Pimpinan mempunyai tugas memimpin Baitul Mal dalam memberikan arahan dan bimbingan kepada bawahannya dalam melaksanakan tugas sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya masing-masing.Sementara Bidang – Bidang, terdiri atas :
Bidang Pengumpulan, membawahi:
1. Sub Bidang Inventarisasi
2. Sub Bidang Pembukuan dan Pelaporan
Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, membawahi :
1. Sub Bidang Pendistribusian 2. Sub Bidang Pendayagunaan
Bidang Sosialisasi dan Pembinaan, membawahi :
1. Sub Bidang Sosialisasi 2. Sub Bidang Pembinaan
Bidang Perwalian dan Harta Agama, membawahi :
1. Sub Bidang Perwalian 2. Sub Bidang Harta Agama
Adapun Tugas pokok dan fungsi Bidang-Bidang pada Baitul Mal Kota Banda Aceh adalah sebagai berikut :
a. Bidang Pengumpulan : mempunyai tugas melakukan pengumpulan, pendataan muzakki, penetapan jumlah zakat yang harus dipungut berdasarkan Fatwa MPU dan penyelenggaraan administrasi pembukuan dan pelaporan.
b. Bidang Pendistribusian dan pendayagunaan : mempunyai tugas melakukan penyaluran dan pendayagunaan zakat sesuai dengan asnaf yang telah ditetapkan sesuai dengan ketentuan Syariat Islam.
c. Bidang Sosialisasi dan pembinaan : mempunyai tugas melakukan sosialisasi, pembinaan, penyuluhan dalam rangka menjaga, memelihara, mengatur dan mengurus harta agama dan memasyarakatkan kewajiban membayar zakat serta menjalin kerjasama antara Ulama, Umara, Muzakki dan pelaporan secara berkala.
d. Bidang Perwalian : mempunyai tugas menjadi wali pengasuh bagi anak-anak yang tidak ada orang tua atau ahli waris dan wali pengasuh bagi orang yang tidak cakap untuk melakukan suatu perbuatan hukum serta melakukan pengelolaaan harta agama dan harta yang tidak diketahui pemilik dan ahli waris sesuai dengan kewenangan dan ketentuan perundang-undangan.
2. Sekretariat
Struktur Sekretariat terdiri dari :
- Kepala Sekretariat 1 orang
- Kasubbag Umum, Kepegawaian dan Aset 1 orang
- Kasubbag Keuangan, Program dan Pelaporan1 orang
- Kasubbag Pengembangan Informasi
dan Teknologi 1 orang
3. Dewan Pengawas
Baitul Mal Kota Banda Aceh memiliki garis koordinasi dengan Dewan Pengawas Baitul Mal Kota Banda Aceh yang diangkat dan bertanggung jawab langsung pada Walikota Banda Aceh. Dewan pengawas terdiri dari :
- Ketua 1 orang
- Wakil Ketua (merangkap Anggota) 1 orang
- Sekretaris 1 orang
(ex Officio Kepala Sekretariat Baitul Mal Kota Banda Aceh)
- Anggota 5 orang
Dewan Pengawas mempunyai tugas memberi pengawasan, pembinaan dan pertimbangan syar’i kepada Pelaksana Baitul Mal Kota dalam melakukan penerimaan pengelolaan zakat, wakaf, infaq dan shadaqah serta harta agama lainnya.
Dewan pengawas menyelenggarakan fungsi :
2. Pelaksanaan pertimbangan dan nasihat (muwashi) baik asistensi maupun advokasi syar’i yang berkaitan dengan hak dan kewajiban Baitul Mal Kota;
3. Pelaksanaan penetapan pendayagunaan zakat, infaq, shadaqah dan wakaf serta harta agama lainnya;
4. Pelaksanaan pengawasan administrasi dan keuangan dalam pengelolaan zakat, infaq, shadaqah dan wakaf serta harta agama lainnya;
5. Pelaksanaan pemberian rekomendasi kepada Bupati/walikota terhadap kinerja Baitul Mal Kota Banda Aceh.
Untuk menyelenggarakan fungsi tersebut Dewan pengawas memiliki kewenangan merumuskan kebijakan umum, pembinaan dan pengawasan di bidang pengelolaan zakat, infaq, shadaqah dan wakaf serta harta agama lainnya.
2.2. Sumber Daya Baitul Mal
Tak dapat dipungkiri sumber daya manusia merupakan faktor penunjang kelancaran pelaksanaan tugas yang diemban suatu organisasi. Untuk komposisi pegawai pada Baitul Mal Kota Banda Aceh sebanyak 46 orang yang mana banyak didominasi oleh pegawai Badan Pelaksana yang berstatus pegawai honorer. Pegawai berstatus PNS sebanyak 16 orang sementara pegawai honorer adalah sebanyak 30 orang. Dewan Pengawas Baitul Mal berjumlah 7 orang termasuk Kepala Sekretariat Baitul Mal yang merangkap sebagai Sekretaris Dewan Pengawas sesuai dengan Pasal 2 ayat (2) Peraturan Walikota Banda Aceh Nomor 34 Tahun 2011.
Komposisi pegawai Baitul Mal terdiri dari Sekretariat Baitul Mal dan Badan pelaksana Baitul Mal. Pada Sekretariat Baitul Mal jumlah PNS berdasarkan pangkat/golongan terdiri dari: golongan (IV/a) berjumlah 1 orang, golongan (III/d) berjumlah 1 orang, golongan (III/c) berjumlah 3 orang, golongan (III/b) berjumlah 4 orang dan golongan (III/a) berjumlah 4 orang sedangkan golongan (II/d) berjumlah 2 orang, golongan (II/c) berjumlah 1 orang dan golongan (II/b) berjumlah 1 orang. Pegawai Honorer dan tenaga penyuluh berjumlah 30 orang.Pada Badan Pelaksana Baitul Mal jumlah pegawai sebanyak 13 orang dan dewan pengawas 7 orang.
Dilihat dari jumlah pegawai sekretariat Baitul Mal berdasarkan jabatan antara lain: Kepala sekretariat 1 orang, Kasubbag 3 orang sedangkan pegawai Badan Pelaksana Baitul Mal berdasarkan non eselonering terdiri dari Kepala Baitul Mal 1 orang, Kepala bidang 4 orang dan Kepala sub bidang 8 orang.
Dilihat dari jumlah keseluruhan menurut tingkat pendidikan antara lain: Pendidikan Magister 7 orang, Sarjana S-1 25 orang, Diploma III sebanyak 5 orang dahn SLTA sebanyak 9 orang. Hal ini menunjukkan bahwa apabila ditinjau dari kualifikasi pendidikan pegawai, sudah cukup menunjang bagi Baitul Mal Kota Banda Aceh dalam melaksanakan tugas baik secara administrasi mau pun teknis sebagai lembaga pengelola zakat, infaq, shadaqah dan harta agama lainnya yang mana saat inijuga telah didukung dengan tenaga IT yang cukup profesional.
Sumber daya lain yang ikut menunjang kinerja SKPD adalah ketersediaan barang-barang inventaris Baitul Mal Kota Banda Aceh untuk menjaga kesinambungan dan kelancaran kegiatan di Baitul Mal Kota Banda Aceh. Pengadaan barang-barang inventaris tersebut berasal dari dana APBK, juga bantuan dari pihak lain. Rincian tersebut dapat dilihat sebagai berikut:
kendaraan roda empat berjumlah 1 unit dengan nilai Rp 118.200.000,-, kendaraan roda dua berjumlah 7 unit dengan nilai Rp. 95.818.000,-, computer 10 unit dengan nilai Rp. 51.166.039,-, laptop 4 unit dengan nilai Rp. 23.400.000,-, tabah dan bangunan dengan nilai Rp. 993.966.000,-, dan mobile (alat-alat kantor dan rumah tanggah) berjumlah 263 dengan harga Rp. 285.016.687. (sumber inventaris barang tahun 2016).
2.3. Kinerja Pelayanan Baitul Mal
Baitul Mal Kota Banda Aceh merupakan sebagaibagian dari SKPD yang bertanggung jawab mengelola zakat, infaq, shadaqah dan harta agama lainnya dalam mendukung pelaksanaan syariat Islam di Aceh. Pengelolaan zakat dipercayakan dalam lingkup pemerintah dengan tujuan agar terselenggaranya keadilan ekonomi dan keadilan sosial bagi masyarakat kota banda aceh. Pengelolaan yang demikian memberi kemudahan bagi masyarakat untuk memperoleh akses pelayanan sehingga pengelolaan semakin professional dan akuntabel karena inklud ke dalam perencanaan daerah dan menjadi tanggung jawab Kepala Daerah (Walikota).
Pengelolaan zakat hingga tingkat Gampong perlu ditingkatkan manajemen pengelolaannya sehingga tercipta profesionalitas dalam pengelolaan zakat dan harta agama di tingkat gampong. Penguatan dilakukan secara bersama melalui pembinaan Baitul Mal Gampong sehingga peran dan fungsi Baitul Mal dapat berjalan sebagaimana mestinya.
Guna menunjang kapasitas kelembagaan Baitul Mal Kota Banda Aceh sebagai pengelola zakat, infaq, shadaqah, dan harta agama lainnya kiranya diperlukan peningkatan kapasitas bagi aparatur Baitul Mal Kota Banda Aceh
agar dapat menjadi pengelola professional dan cakap dalam mendukung pelaksanaan pembangunan.
Baitul Mal membantu biaya pendidikan siswa dari keluarga miskin dalam program beasiswa dalam bentuk beasiswa biasa (tingkat SD s/d SMA), beasiswa setengah penuh (tingkat SLTP sederajat) dan beasiswa penuh untuk program Tahfizh Quran.
Pengelolaan zakat pada baitul mal kota Banda Aceh meliputi pengelolaan zakat untuk usaha produktif juga dalam bentuk konsumtif. Bentuk konsumtif ini diterima oleh senif tertentu yang dapat dirinci sebagai berikut:
a. Fakir (konsumtif uzur dan biasa) b. Miskin (konsumtif dan Produktif)
c. Fisabilillah (Majelis Taklim, Tajhiz mayat, TPA/TPQ, Balai Pengajian, dan Beasiswa Pendidikan)
d. Ibnu sabil (orang yang kehabisan uang dalam perjalanan) e. Gharim (orang yang tertimpa musibah/bencana)
f. Muallaf (konsumtif dan Produktif) g. Amil (tidak ada penyaluran)
h. Rikab (tidak ada penyaluran)
Penyaluran zakat dalam bentuk produktif berupa modal usaha berbentuk hibah dan modal usaha bergulir.
Tabel 2.1
Pencapaian Kinerja Pelayanan
Baitul Mal Kota Banda Aceh
NO Indikator Kinerja sesuai Tugas dan Fungsi SKPD Target SPM Target IKK Target Indikat or Lainny a
Target Renstra SKPD Realisasi Capaian Rasio Capaian
2013 2014 2015 2016 2017 2013 2014 2015 2016 2017 2013 2014 2015 2016 2017
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20
1 Meningkatnya penerimaan ZIS - - - 14,237,7 22,547 15,736,22 2,547 17,368, 836,14 1 18,5 04,5 00,0 00 18,6 04,5 00,0 00 14,5 00,3 84,9 71 14,682, 802,18 2 16,849,154, 019 19,481,1 91,339 14,962, 031,634 101.8 4 93.31 97.01 105.2 8 80.42
2 Meningkatnya Jumlah Muzakki - - - 8,705 8,851 8,943 9,19 5 9,49 7 7,95 3 8,099 8,943 9210 7747 91.36 91.50 100.0 0 100.1 6 81.57 .
Tabel 2 2
Anggaran dan Realisasi Pendanaan Tahun 2013-2017
raian
Anggaran pada Tahun ke.. (Rp) Realisasi Anggaran pada Tahun ke..(Rp) Rasio antara Anggaran dengan Realisasi
Tahun ke..(Rp) Rata-rata Pertumbuhan (%) 2013 2014 2015 2016 2017 2013 2014 2015 2016 2017 2013 2014 2015 2016 2017 Anggaran Realisasi Peneri maan 14,237,72 2,547 15,736,22 2,547 17,368,83 6,141 18,504 ,500,0 00 18,604, 500,000 14,500, 384,971 14,735,69 9,593 16,849, 154,019 19,481, 191,339 14,9 62,0 31,6 34 101.84 93.6 4 97.01 105.28 80.42 99.46 76.80 Belanja Tidak Langsu ng 935,662,0 00 1,071,063 ,766 1,154,745 ,933 1,348, 677,97 9 1,301,5 05,344 901,111 ,881 1,047,869 ,894 1,273,3 24,181 1,300,7 75,786 1,17 1,23 6,03 4 96.31 97.8 3 110.27 96.45 89.99 85.62 97.89 - Belanja Pegawa i 935,662,0 00 1,071,063, 766 1,154,745, 933 1,348, 677,97 9 1,301,5 05,344 901,111 ,881 1,047,869,8 94 1,273,3 24,181 1,300,7 75,786 1,17 1,23 6,03 4 96.31 97.8 3 110.27 96.45 89.99 85.62 97.89 Belanja Langsu ng 22,589,05 4,743 19,925,44 2,084 20,865,64 5,542 21,743 ,253,0 45 25,190, 552,592 19,854, 145,452 16,819,57 7,684 19,169, 090,415 17,236, 703,305 18,7 37,9 52,5 14 87.89 84.4 1 91.87 79.27 74.38 95.96 111.21 - Belanja Pegawa i 770,135, 000 698,875, 000 957,622,0 00 947,254,000 961,425,000 752,035,000 640,025,0 00 926,572, 000 916,603, 261 928,5 75,00 0 97.65 91.5 8 96.76 96.76 96.58 101.09 101.09
- Belanja barang dan jasa 21,561,4 66,343 19,209,8 07,784 19,908,0 23,542 20,79 5,999, 045 24,205, 527,59 2 18,845, 032,632 16,162,92 8,684 18,242,5 18,415 16,320,1 00,044 17,78 5,877 ,514 87.40 84.1 4 91.63 78.48 73.48 95.73 111.78 - Belanja Modal 257,453, 400 16,759,3 00 - - 23,600, 000 257,077 ,820 16,624,00 0 - - 23,50 0,000 99.85 99.1 9 - - 99.58 0.00 0.00 Total 23,524,71 6,743 20,996,50 5,850 22,020,39 1,475 23,091 ,931,0 24 26,492, 057,936 20,755, 257,333 17,867,44 7,578 20,442, 414,596 18,537, 479,091 19,9 09,1 88,5 48 88.23 85.1 0 92.83 80.28 75.15 95.36 110.28
2.4. Tantangan dan Peluang Pengembangan Pelayanan Baitul Mal
Dalam rangka mempertahankan eksistensi dan kemampuan bersaing, perlu dilakukan penilaian terhadap kondisi organisasi dan lingkungan sekitarnya . Dalam menjalankan renstra strategis 2017-2022, Baitul mal Kota telah melakukan identifikasi beberapa peluang dan tantangan yang akan dihadapi yaitu antara lain:
Peluang (Opportunities)
1. Adanya dukungan politik dari pemerintah daerah; 2. Adanya dukungan dari pihak legislatif/DPRK; 3. Penduduk dengan mayoritas muslim;
4. Tingginya kesadaran beragama warga Kota Banda Aceh; 5. Adanya regulasi yang mendukung pengelolaan zakat; 6. Potensi penerimaan zakat yang tinggi;
7. Adanya kemajuan iptek di bidang informasi dan teknologi; 8. Adanya dukungan masyarakat, Pemerintah Propinsi dan
Pemerintah Pusat terhadap pelaksanaan Syariat Islam; 9. Kondisi daerah yang kondusif; dan
10. Sikap masyarakat yang membuka diri
Tantangan (threat)
1. Tingkat partisipasi masyarakat dalam membayar zakat di Baitul Mal Kota Banda Aceh masih rendah;
2. Masih adanya orang yang enggan membayar zakat;
3. Masyarakat masih banyak yang memilih menyalurkan sendiri zakatnya;
4. Masih ada yang memperdebatkan dan mempertanyakan kewajiban zakat profesi;
5. Koordinasi antar SKPD yang kurang tepat waktu dan sasaran; 6. Mahalnya biaya untuk sosialisasi ZIS pada lokasi-lokasi
strategis, terutamamelalui baliho/spanduk(karena
keterbatasan anggaran SKPD) dalam upaya pemanfaatan
titik-titik sosialisasi zakat yang potensial dalam
pengembangan informasi; dan
7. Penguatan regulasi hukum yang lebih mengikat dalam upaya peningkatan penerimaan ZIS masih lamban/belum optimal.
3.1 Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi Pelayanan Baitul Mal
Dalam melaksanakan tugas dan fungsinya Baitul Mal Kota Banda Aceh perlu memetakan isu dan mengenali permasalahan yang timbul baik secara internal maupun eksternal. Permasalahan yang ada dapat diidentifikasikan sebagai berikut:
1. Masih banyak pedagang/pengusaha di Banda Aceh yang membayar zakatnya diluar Kota Banda Aceh;
2. Belum adanya sanksi atau pun regulasi hukum yang mengikat terhadap para Muzakkiyang tidak mau membayar zakat;
3. Masih banyak para muzakki yang menyalurkan zakatnya secara pribadi dalam bentuk konsumtif, sehingga para mustahiq masih belum dapat diberdayakan secara ekonomi;
4. Data mustahikterutama fakir miskin belum begitu akurat, data yang ada perlu diverifikasi ulang;
5. Pemahaman masyarakat terhadap agama khususnya tentang zakat masih belum memadai.
3.2 Telaahan Visi, Misi, dan Program Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Terpilih
Keberadaan Baitul Mal Kota Banda sebagai lembaga Pendukung Pelaksanaan Keistimewaan di bidang Syariat Islam memberi dampak yang
BAB III
PERMASALAHAN DAN ISU-ISU STRATEGIS BAITUL MAL
DAN FUNGSI
ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI
besar bagi terwujudnya visi Banda Aceh sebagai Kota Banda Aceh yang gemilang dalam bingkai syariah.
Dalam upaya mewujudkan visi dan misi yang diemban perlu dilaksanakan secara konsisten dan diejawantahkan dalam lingkup program kerja yang tidak terlepas dari apa yang digariskan oleh Syariat Islam tentang peruntukan dana zakat, infaq, shadaqah dan harta agama lainnya. Zakat hanya diperuntukkan untuk 8 (delapan) golongan (senif) yangtelah
disebutkan dalam Al Quran surat At Taubah Ayat 60 yaitu:
1. Fakir; 2. Miskin;
3. Amil (pengurus zakat);
4. Rikab (untuk memerdekakan budak); 5. Gharim (orang yang berhutang); 6. Fisabilillah (di jalan Allah);
7. Ibnu sabil (orang yang berada dalam perjalanan); dan 8. Muallaf (orang yang baru masuk Islam)
Sementara infaq dan shadaqah hanya dapat dipergunakan untuk menunjang pengelolaan zakat dan peruntukannya seputar kepentingan umat Islam.
Untuk mengemban misi ‘(Misi 1) Meningkatkan dan member fasilitas pembinaan kepada peserta dan pendidik hafiz dan hafizzah segala bentuk
kegiatan Baitul Mal Kota Banda Aceh mengemban misi ini. Hal tersebut merupakan wujud nyata dari lahirnya Baitul Mal sebagai lembaga yang bertugas mengumpulkan harta umat islam dan mengelola harta tersebut untuk kepentingan syiar Islam. Selain berfungsi sosial secara ekonomi
keberadaan Baitul Mal menjadi sarana penting untuk meningkatkan perekonomian umat islam agar terlepas dari kemiskinan dan penyakit sosial lainnya.
Untuk menciptakan masyarakat yang cerdas secara intektual, sadar dan memahami agama baitul mal kotaBanda Aceh melalui program pendidikan dan pelatihan berusaha membangkitkan semangat para remaja dan pemuda untuk mengenal Islam lebih dalam. Lembaga Baitul Mal hadir karena Islam, tidak ada lembaga lain yang menyerupai Baitul Mal dan mengemban misi suci layaknya Baitul Mal dalam mendukung pelaksanaan syariat islam di Aceh.
Selain Aparatur Sipil Negara Pegawai Negeri Sipil dan honorer, pembayaran zakat, infaq dan shadaqah masih mengandalkan kesadaran masyarakat untuk menyampaikan sendiri hartanya untuk disisihkan dalam pengelolaan Baitul Mal Kota Banda Aceh. Hal tersebutlah yang mendasari minimnya penerimaan zakat dari orang pribadi/badan disamping karena tidak tegasnya sanksi atau regulasi hukum bagi orang yang tidak mau membayar zakat.
Hal terpenting yang perlu mendapat perhatian dalam upaya mewujudkan pengelolaan ZIS yang professional adalah memantapkan posisi Baitul mal yang telah terpercaya sebagai lembaga yang amanah. Untuk mewujudkannya diperlukan akses yang luas kepada publik dan menjadi lembaga transparan dan akuntable.
Dalam mengemban (misi 2) Baitul mal mengupayakan lahan dan membangun rumah sederhana yang diperuntukan bagi kaum dhuafa sesuai
dengan aturan dan mekanisme yang berlaku dimana pemberian bantuan pembangunan rumah dan rehab rumah setiap tahunnya bertambah sesuai dengan usulan dan dana zakat yang tersedia.
Dalam mengemban (misi 3) yaitu menyediakan bantuan pendidikan kepada keluarga miskin sesuai dengan kemampuan daerah, dalam upaya
memberikan dukungan pendidikan dan perlindungan anak dari kekerasan (contoh: anak Punk) Baitul Mal Kota Banda Aceh pernah bekerja sama dengan LBH Banda Aceh dalam membantu finansial mantan anak punk untuk terlepas dari kungkungan pergaulan yang tidak sehat.
Selain itu pemberian bantuan biaya pendidikan juga tidak luput dari perhatian Baitul Mal Kota Banda Aceh. Selama ini telah diberikan beasiswa dengan berbagai tingkatan, seperti beasiswa biasa (tingkat SD s/d SMP), beasiswa setengah penuh (tingkat SLTP sederajat), beasiswa tahfidz Al-Qur’an, dan beasiswa santri salafi.
3.3 Telaahan Renstra Baitul Mal Kota dan Renstra Baitul Mal Aceh
Rencana strategik Kota Banda Aceh akan terwujud dengan adanya rencana strategik SKPD yang mendukung terselenggaranya pemerintahan demi mewujudkan visi Pemerintah kota Banda Aceh yaitu terwujudnya Kota Banda Aceh yang gemilang dalam bingkai syariah.
Renstra Baitul Mal kota tidak terlepas dari Renstra Baitul Mal Aceh dimana dalam visi Baitul Mal aceh disebutkan Terwujudnya Aceh yang damai dan sejahtera melalui pemerintah yang bersih, adil dan melayani.
3.4 Telaahan Rencana Tata Ruang Wilayah dan Kajian Lingkungan Hidup Strategis
Rencana tata ruang wilayah menyangkut peruntukan pengelolaan harta agama yang berada di bawah penguasaan Baitul Mal Kota Banda Aceh, seperti tanah wakaf. Harta agama tersebut dikelola oleh Baitul Mal dan dipergunakan kembali untuk kepentingan masyarakat muslim dan syiar islam. Harta
tersebut bukan merupakan milik pemerintah maupun di bawah penguasaan pemerintah akan tetapi milik rakyat yang dikelola oleh Baitul Mal Kota Banda Aceh, sehingga Baitul Mal tidak boleh semena-mena dalam melakukan perubahan peruntukan terhadap lahan yang berada dibawah pengawasan Baitul Mal.
3.5 Penentuan Isu-isu Strategis
Belum otimalnya pengumpulan Zakat infaq dan sadaqah;
Belum optimalnya kapasitas aparatur dalam melayani masyarakat;
Masih tingginya angka kemiskinan dan pengangguran;
Sarana dan prasarana belum memadai;
Peningkatan pengetahuan masyarakat tentang ZIS pada lembaga
Baitul Mal ;
Pelayanan masyarakat berbasis IT;
Peningkatan jumlah muzakki;
Target Penerima ZIS yang tepat guna dan hasil guna; dan
4.1 Tujuan dan Sasaran Program Jangka Menengah Baitul Mal
Sekretariat Baitul Mal sebagai unsur yang bertugas membantu Baitul Mal melakukan pengelolaan administrasi umum. Kegiatan tersebut harus dilakukan untuk mewujudkan tujuan Baitul Mal sebagai lembaga yang bertugas mengumpulkan dan menyalurkan zakat sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Untuk mencapai sasaran tersebut Sekretariat Baitul Mal perlu mewujudkan pengelolaan administrasi yang efektif dan efisien. Hal ini diharapkan pada akhirnya mampu memberikan pelayanan yang profesional dan prima kepada lembaga Baitul Mal.Sesuai Peraturan Walikota Banda Aceh Nomor 3 Tahun 2007 tentang Sistem dan Prosedur Pengelolaan Keuangan Daerah Kota Banda Aceh, Sekretariat Baitul Mal menjalankan tugas berupa urusan pilihan : Syariat Islam (2.09) bersama-sama dengan Dinas Syariat Islam.
Tujuan Strategik merupakan penjabaran atau implementasi dari pernyataan misi yang akan dicapai atau dihasilkan dalam jangka waktu 1 sampai 5 tahun ke depan. Dengan diformulasikan tujuan strategik ini maka Baitul Mal Kota Banda Aceh dapat dengan tepat mengetahui apa yang harus dilaksanakan dalam memenuhi tuntutan visinya. Tujuan akan mengarahkan perumusan sasaran, kebijakan, program dan kegiatan dalam rangka merealisasikan misi.
Dengan adanya penetapan tujuan akan dapat diletakkan kerangka prioritas untuk menentukan arah, guna pencapaian keberhasilan sebagai
BAB IV
motivator dan pendorong bagi kinerja yang memuaskan dalam penyelenggaraan otonomi daerah.
Adapun yang menjadi tujuan Baitul Mal Kota Banda Aceh adalah: peningkatan pendayagunaan zakat, infaq dan sadaqah
Sebagai tolok ukur keberhasilan sasaran tersebut, ditetapkan indikator sasaran sebagai berikut :
Untuk sasaran 1 : Peningkatnya peran Baitul Mal Gampong, dengan
indikator sasaran adalah jumlah baitul mal gampong yang baik
Untuk sasaran 2 : Tertibnya pengelolaan harta agama dengan
indikator sasaran jumlah objek harta agama yang terjaga
Untuk sasaran 3 : Terwujudnya pengelolaan ZIS secara transparan dan akuntabel, dengan indikator sasaran jumlah muzakki, jumlah
penerima zakat, persentase penerimaan ZIS dan survey kepuasan masyarakat . Dengan ini diharapkan dapat dicapai melalui beberapa hal yang mendukung, seperti :
a. Adanya dukungan cendekiawan, tokoh masyarakat, tokoh agama terhadap program pembangunan;
b. Terwujudnya pengelolaan ZIS yang optimal dan tepat sasaran; c. Tersebarnya informasi tentang zakat melalui media cetak, bulletin,
baliho, dan sebagainya;dan
d. Meningkatnya pemahaman keagamaan bagi masyarakat tentang zakat melalui sosialisasi dalam bentuk Talkshow TV/Radio, Khutbah Jum’at, Ceramah Agama, Iklan dan sebagainya.
Untuk mencapai sasaran yang telah ditetapkan dalam Renstra 2017-2022, maka dengan memperhatikan kondisi anggaran yang tersedia direncanakan sasaran kinerja sebagai berikut :
Untuk sasaran 1 : Peningkatnya peran Baitul Mal Gampong, dengan
indikator sasaran adalah jumlah baitul mal gampong yang baik
Untuk sasaran 2 : Tertibnya pengelolaan harta agama dengan
indikator sasaran jumlah objek harta agama yang terjaga
Untuk sasaran 3 : Terwujudnya pengelolaan ZIS secara transparan dan akuntabel, dengan indikator sasaran jumlah muzakki, jumlah
penerima zakat, persentase penerimaan ZIS dan survey kepuasan masyarakat
Berkaitan dengan hal tersebut di atas, salah satu bentuk pengukuran yang dapat dilihat sehubungan dengan pencapaian indikator tersebut adalah perkembangan dari penerimaan PAD melalui zakat di Kota Banda Aceh dari tahun ke tahun, sebagaimana berikut :
No Tahun Jumlah %
Sejak berdirinya Badan Baitul Mal Kota Banda Aceh
1 2007 Rp. 2.142.874.802,- -
2 2008 Rp. 4.180.963.863,- 95,11%
3 2009 Rp. 6.246.592.265,- 49,41%
4 2010 Rp. 7.297.901.904,- 16,83%
Dibentuknya Sekretariat Baitul Mal Kota Banda Aceh Mulai Tahun 2011 5 2011 Rp. 8,026,000,000,- 100,33% 6 2012 Rp 8,869,865,216,- 110,87% 7 2013 Rp 14,500,384,971,- 101,84% 8 2014 Rp 14,735,699,593,- 93,64% 9 2015 Rp 16,849,154,019,- 97,01% 10 2016 Rp 19,481,191,339,- 105,28%
Penerimaan 2016 angka dari bagian akuntansi BPKK
Dapat dilihat bahwa peningkatan penerimaan ZIS terus mengalami peningkatan setiap tahunnya yang mana sudah mencapai angka 19,4 M lebih pada saat ini. Selain komitmen Baitul Mal Kota Banda Aceh terus melakukan sosialisasi yang intens, mulai tahun ini kontribusi ZIS dari instansi vertikal yang akhirnya mempercayakan pengelolaan ZIS kepada Baitul Mal juga sangat memberikan peningkatan yang signifikan dan ini tentunya sangat memberikan kontribusi yang positif bagi pemasukan PAD Kota Banda Aceh.
Tabel 4.1
Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah Pelayanan Baitul Mal
No TUJUAN SASARAN
INDIKATOR
TARGET KINERJA TUJUAN/ SASARAN PADA TAHUN KE TUJUAN / SASARAN 1 2 3 4 2018 2019 2020 2021 2022 Meningkatkan Pendayagunaan Layanan Zakat Infaq dan sadaqah (ZIS) Peningkatan peran Baitul Mal Gampong Jumlah Baitul mal gampong yang baik 0 15 Baitul Mal Gampong 25 Baitul Mal Gampong 35 Baitul Mal Gampong 50 Baitul Mal Gampong Tertibnya Pengelolaan Harta Agama Jumlah objek harta agama yang terjaga 0 500 objek 500
objek 500 objek 500 objek
Terwujudnya pengelolaan ZIS secara transparan dan akuntabel Jumlah Muzakki 8.264 muzakki 8.764 muzakki 9.064 muzakki 9.364 muzakki 9.664 muzakki Jumlah penerima zakat 12.935 mustahik 12.935 mustahik 12.935 mustahik 12.935 mustahik 12.935 mustahik Persentase peningkatan penerimaan ZIS 70% 73% 75% 77% 80%
Survey Kepuasan Masyarakat (SKM) /Muzakki 70% 75% 77% 80% 82%
1. POHON KINERJA SASARAN BAITUL MAL KOTA BANDA ACEH
VISI Terwujudnya Kota Banda Aceh Gemilang Dalam Bingkai Syari’ah
MISI
Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi Pariwisata dan Kesejahteraan
Masyarakat
TUJUAN
RPJM Mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang inklusive dan Kesejahteraan Merata
SASARAN
RPJM Meningkatnya kesejahteraan
TUJUAN
SKPD Meningkatkan Pendayagunaan Pelayanan ZIS
SASARAN
SKPD Peningkatan peran Baitul Mal gampong
INDIKATOR
SASARAN Jumlah Baitul Mal Gampong yang baik
PROGRAM Pembinaan dan Pengembangan Syariat Islam
2. POHON KINERJA SASARAN BAITUL MAL KOTA BANDA ACEH
VISI Terwujudnya Kota Banda Aceh Gemilang Dalam Bingkai Syari’ah
MISI
Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi Pariwisata dan Kesejahteraan
Masyarakat
TUJUAN
RPJM Mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang inklusive dan Kesejahteraan Merata
SASARAN
RPJM Meningkatnya kesejahteraan
TUJUAN
SKPD Meningkatkan Pendayagunaan Pelayanan ZIS
SASARAN Tertibnya Pengelolaan Harta Agama
INDIKATOR
SASARAN Jumlah Objek Harta Agama yang terjaga
PROGRAM Penelitian dan Pengembangan Syariat Islam
3. POHON KINERJA SASARAN BAITUL MAL KOTA BANDA ACEH
VISI Terwujudnya Kota Banda Aceh Gemilang Dalam Bingkai Syari’ah
MISI Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi Pariwisata dan Kesejahteraan Masyarakat
TUJUAN
RPJM Mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang inklusive dan Kesejahteraan Merata
TUJUAN
RPJM Mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang inklusive dan Kesejahteraan Merata
SASARAN
RPJM Meningkatnya kesejahteraan
SASARAN Terwujudnya pengelolaan ZIS yang transparan dan akuntabel
INDIKATOR
SASARAN Jumlah Muzakki
Jumlah Penyaluran Zakat
Persentase Peningkatan
Penerimaan ZIS SKM
PROGRAM Pengembangan Penyemarakan Syiar Islam Usaha Dakwah Generasi Muda dan kader
Dakwah
KEGIATAN Pendataan penerima bantuan ZIS Penyaluran
ZIS Pengawasan, pendataan, monitoring dan evaluasi ZIS Sosialisasi
Adapun strategi untuk meningkatkan pencapaian pengumpulan zakat, infaq dan shadaqah (ZIS) adalah sebagai berikut :
a. Memaksimalkan penerimaan Zakat Infaq dan sadaqah dengan
Mengintensifkan pemasukan ZIS dari Dinas, Badan dan kantor yang belum membayar ZIS ke Baitul Mal Kota Banda Aceh, baik dari Instansi dilingkungan Pemko Banda Aceh maupun Instansi Vertikal. b. Melakukan sosialisasi dan pengumpulan zakat ketempat-tempat
usaha seperti: toko emas, toko pakaian, toko alat bangunan, praktek dokter/ bidan swasta/tenaga propesi dan dunia usaha lainnya.
c. Mengintensifkan penagihan setoran dana zakat bergulir dari para
mustahiq (penerima modal bergulir, baik dalam bentuk bantuan becak barang/ penumpang bermesin, boat pukat dan nelayan).
d. Melakukan sosialisasi zakat melalui Talkshow, Khutbah Jum’at,
diskusi, dialog interaktif melalui TV/radio, pemasangan
baliho/spanduk, penyebaran brosur/bulletin dan sebagainya.
BAB V
TABEL 5.1
TUJUAN SASARAN STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN
Visi: Terwujudnya Kota Banda Aceh Gemilang dalam Bingkai Syariah Misi: Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi Pariwisata dan
Kesejahteraan Masyarakat
TUJUAN SASARAN STRATEGI ARAH KEBIJAKAN
Terwujudnya pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan
Mengkatkan pendapatan asli daerah
Memaksimalkan sumber-sumber penerimaan, retribusi dan pajak daerah
Melakukan upaya intensifikasi dan ekstensifikasi pajak dan retribusi daerah
Meningkatkan Kesejahteraan
Memberikan bantuan tepat
sasaran sesuai dengan klaster Menyusun regulasi tentang penyaluran bantuan
Meningkatkan Penerimaan ZIS
Memaksimalkan sumber-sumber objek ZIS dan memaksimalkan hubungan kerjsama dengan instansi terkait dalam pengumpulan ZIS
Melakukan upaya intensifikasi dan ekstensifikasi zakat infaq dan sadaqah
OK SASARAN DAN PENDANAAN INDIKATIF
Program adalah kumpulan kegiatan yang sistematis dan terpadu untuk mendapatkan hasil yang dilaksanakan oleh satu atau beberapa instansi pemerintah ataupun dalam rangka kerja sama dengan masyarakat, guna mencapai tujuan tertentu.
Penjabaran kebijakan-kebijakan yang telah ditetapkan, dirumuskan dalam bentuk program sebagai kumpulan kegiatan nyata, sistematis dan terpadu guna mencapai tujuan dan sasaran. Program yang akan dilaksanakan mulai tahun 2017-2022 dalam Renstra adalah sebagai berikut:
A. Program/Kegiatan pada setiap SKPD : 1. Pelayanan Administrasi Perkantoran
1.1. Penyediaan Jasa Komunikasi, SDA & Listrik 1.2. Penyediaan Jasa Kebersihan Kantor
1.3. Penyediaan Alat Tulis Kantor
1.4. Penyediaan Barang Cetak dan Penggandaan
1.5. Penyediaan Komponen Instalasi Listrik/Penerangan Bangunan Kantor
1.6. Penyediaan Makanan dan Minuman
1.7. Rapat-rapat Koordinasi dan Konsultasi Ke Luar Daerah 1.8. Penyediaan Jasa Pelelangan/Pengadaan Barang
1.9. Penyediaan Tenaga Pendukung Administrasi/ Teknis Perkantoran
BAB VI
RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN SERTA PENDANAAN
2. Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur
2.1. Pembangunan Gedung Kantor.
2.2. Pengadaan Peralatan Gedung Kantor.
2.3. Pemeliharaan Rutin/Berkala Gedung Kantor.
2.4. Pemeliharaan Rutin/Berkala KendaraanDinas/ Operasional. 2.5. Pemeliharaan Rutin/Berkala Peralatan Gedung Kantor.
3. Peningkatan Disiplin Aparatur
3.1. Pengadaan mesin/kartu absensi
3.2. Pengadaan Pakaian Dinas dan Perlengkapannya. 3.3. Pengadaan Pakaian khusus hari-hari tertentu
B. Program/Kegiatan Urusan Wajib :
1. Program Peningkatan Sumberdaya dan Peran Baitul Mal Kota Banda Aceh
1.1. Program Pembinaan dan Pengembangan Syariat Islam (1) Pembinaan Baitul Mal Gampong
1.2. Program Penelitian dan Pengembangan Syariat Islam (1) Pendataan Harta Wakaf dan Harta Agama
1.3. Program Penyemarakan Syiar Islam
1) Pendataan dan Penerimaan Bantuan ZIS 2) Penyaluran ZIS
4) Sosialisasi ZIS
1.4. Program Usaha Dakwah Generasi Muda dan Kader Dakwah 1) Pendataan Calon Muzakki
Sesuai Peraturan Walikota Banda Aceh Nomor 3 Tahun 2007 tentang Sistem dan Prosedur Pengelolaan Keuangan Daerah Kota Banda Aceh, Sekretariat Baitul Mal menjalankan tugas berupa urusan pilihan : Syariat Islam (2.09) bersama-sama dengan Dinas Syariat Islam.
Program di Baitul Mal Kota Banda Aceh yaitu :
1. Program Pembinaan dan Pengembangan Syariat Islam 2. Program Penelitian dan Pengembangan Syariat Islam
3. Program usaha dakwah generasi muda dan kader dakwah 4. Program Penyemarakan Syiar Islam
B. Kegiatan
Dari kebijakan yang telah ditetapkan,program-program tersebut diatas dijabarkan dalam beberapa kegiatan dengan pemanfaatan sumber daya yang ada, yaitu :
1. Penyediaan jasa komunikasi, sumber daya listrik dan air; 2. Penyediaan jasa kebersihan kantor;
3. Penyediaan Alat Tulis Kantor;
4. Penyediaan barang cetakan dan penggandaan; 5. Penyediaan makanan dan minuman;
6. Penyediaan komponen instalasi listrik/penerangan bangunan kantor; 7. Rapat koordinasi dan konsultasi keluar daerah;
8. Penyediaan jasa pelelangan/pengadaan barang;
9. Penyediaan jasa tenaga pendukung administrasi/teknis perkantoran; 10. Pembangunan gedung kantor;
11. Pengadaan Peralatan gedung kantor;
12. Pemeliharaan rutin/berkala gedung kantor;
13. Pemeliharaan rutin/berkala kendaraan dinas/operasional; 14. Pemeliharaan rutin/berkala peralatan gedung kantor; 15. Sosialisasi ZIS;
16. Pendataan calon muzakki;
17. Pembinaan Baitul Mal Gampong;
18. Pendataan harta wakaf dan harta agama;
19. Pengawasan pendataan monitoring dan evaluasi ZIS; 20. Pendataan penerimaan bantuan ZIS;
21. Pendataan harta agama; dan
22. Penyaluran zakat, infaq dan sadaqah (ZIS)
Rencana program dan kegiatan, indikator kinerja , kelompok sasaran dan pendanaa indikatif selama 5 (lima) tahunan tercantum dalam tabel berikut ini
No SKPD 2018 2019 2020 2021 2022 pada akhir periode Kondisi Kinerja RPJMD
1 2 3 4 5 6 7 8
TABEL 6.1 RENCANA PROGRAM KEGIATAN INDIKATOR KINERJA KELOMPOK SASARAN DAN PENDANAAN INDIKATIF TAHUN 2017-2022 Tujuan Sasaran Indikato r Sasaran
Kode Program dan Kegiatan Indikator kinerja program (outcome) dan kegiatan (output) Data Capaia n pada Tahun Awal Perenc anaan 2017
Target Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan
Unit Kerj a SKP D Pen ang-gun g-jawa b Lo kas i Tahun-2018 Tahun-2019 Tahun-2020 Tahun-2021 Tahun-2022
Kondisi Kinerja pada akhir periode
Renstra SKPD target Rp targe t Rp targe t Rp targe t Rp targe t Rp target Rp -1 -2 -3 -4 -5 -6 -7 -8 -9 -10 -11 -12 -13 -14 -15 -16 -17 -18 -19 -20 -21 Mewujud kan tata kelola pemerint ah yang baik Terwuj udnya akuntab ilitas kinrja dan keuanga n yang baik Nilai SAKIP 2 0 9 2 0 9 0 5 0 1 Program Pelayanan Administra si Perkantora n Persentase pemenuhan kebutuhan penunjang perangkat daerah 100% 100 % 1,077,71 4,250 100 % 1,169,35 6,264 100 % 1,217,29 1,131 100 % 1,278,15 5,688 100 % 1,342,06 3,472 100 % 6,084,58 0,805 Bait ul Mal Ba nda Ac eh 2 0 9 2 0 9 0 5 0 1 0 2 Penyediaan jasa komunikasi, sumber daya air dan listrik Jumlah waktu jasa komunikasi, sumber daya air dan listrik yang disediakan 12 Bln 12 Bln 39,126,0 00 12 Bln 45,136,4 15 12 bln 45,293,2 36 12 Bln 47,557,8 98 12 Bln 49,935,7 92 60 bln 227,049, 341
2 0 9 2 0 9 0 5 0 1 0 8 Penyediaan jasa kebersihan kantor Jumlah waktu jasa kebersihan kantor yang disedia kan 12 Bln 12 Bln 3,314,20 0 12 Bln 2,992,40 6 12 bln 3,142,02 6 12 bln 3,299,12 7 12 Bln 3,464,08 3 60 bln 16,211,8 42 2 0 9 2 0 9 0 5 0 1 1 0 Penyediaan alat tulis kantor Jumlah jenis alat tulis kantor yang disediakan 31 jenis 31 jenis 14,562,4 50 40 jenis 19,906,9 61 40 jenis 20,902,3 09 40 jenis 21,947,4 24 40 jenis 23,044,7 95 191 jenis 100,363, 939 2 0 9 2 0 9 0 5 0 1 1 1 Penyediaan barang cetakan dan penggandaa n Jumlah jenis cetak dan penggandaa n yang disediakan 8 jenis 8 jenis 21,215,0 00 8 jenis 23,461,6 41 8 jenis 24,634,7 23 8 jenis 25,866,4 59 8 jenis 27,159,7 82 40 jenis 122,337, 605 2 0 9 2 0 9 0 5 0 1 1 2 Penyediaan komponen instalasi listrik/ penerangan bangunan kantor Jumlah jenis komponen instalasi /penerangan bangunan kantor yang disediakan 7 jenis 7 jenis 578,600 7 jenis 637,907 7 jenis 637,907 7 jenis 669,802 7 jenis 703,292 35 jenis 3,227,50 8 2 0 9 2 0 9 0 5 0 1 1 7 Penyediaan makanan dan minuman Jumlah porsi makanan dan minuman yang disediakan 6776 porsi 6776 porsi 91,038,0 00 6776 porsi 104,364, 984 6776 porsi 105,383, 232 6776 porsi 110,652, 396 6776 porsi 116,185, 016 3388 0 porsi 527,623, 628
2 0 9 2 0 9 0 5 0 1 1 8 Rapat-rapat koordinasi dan konsultasi ke luar daerah Terpenuhi undangan rapat2 koordinasi dan konsultasi keluar daerah 8 lapora n 8 lapor an 80,000,0 00 8 lapor an 90,200,0 00 8 lapor an 92,610,0 00 8 lapor an 97,240,5 00 8 lapor an 102,102, 525 40 lapor an 462,153, 025 2 09 2 09 05 01 19 Penyediaan Jasa Pelelangan/ Pengadaan barang Jumlah waktu jasa pelelangan/p engadaan barang yang disediakan 12 Bln Bln 12 3,000,000 Bln 12 3,307,500 Bln 12 3,472,875 Bln 12 3,646,519 Bln 12 3,828,845 bln 60 17,255,739 2 0 9 2 0 9 0 5 0 1 2 0 Penyediaan Jasa Tenaga Pendukung Administrasi /Teknis Perkantoran Jumlah waktu jasa tenaga pendukung administrasi /teknis perkantoran yang disediakan 12 Bln 12 Bln 824,880, 000 12 Bln 879,348, 450 12 bln 921,214, 823 12 Bln 967,275, 564 12 Bln 1,015,63 9,342 60 bln 4,608,35 8,179 Mening katnya jumlah sarana dan prasara na aparatur 2 09 2 09 05 02 Program peningkata n sarana dan prasarana aparatur Persentase pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana aparatur 100% 100% 73,089,6 00 100 % 77,675,4 09 100 % 81,559,1 79 100 % 85,637,1 38 100 % 89,918,9 95 100 % 407,880, 321 Bait ul Mal Ba nda Ac eh
2 0 9 2 0 9 0 5 0 2 0 9 Pengadaan Peralatan gedung kantor Jumlah jenis peralatan gedung kantor yang disediakan 8 kali 8 kali 8,000,00 0 20 kali 11,025,0 00 20 kali 11,576,2 50 20 kali 12,155,0 63 20 kali 12,762,8 16 88 kali 55,519,1 29 2 0 9 2 0 9 0 5 0 2 2 2 Pemeliharaa n rutin/berkala peralatan gedung kantor Jumlah pemeliharaa n peralatan gedung kantor yang dilaksanaka n 28 kali 28 kali 5,637,60 0 28 kali 6,215,45 4 28 kali 6,526,22 7 28 kali 6,852,53 8 28 kali 7,195,16 5 140 kali 32,426,9 84 2 09 2 09 05 02 24 Pemeliharaa n rutin/berkala kenderaan dinas/operas ional Jumlah pemeliharaa n kendaraan dinas/operas ional yang dilaksanaka n 108 kali 108 kali 59,452,0 00 108 kali 48,192,4 80 108 kali 50,602,1 04 108 kali 53,132,2 09 108 kali 55,788,8 20 540 kali 267,167, 613 2 0 9 2 0 9 0 5 0 2 2 8 Pemeliharaa n rutin/berkala gedung kantor jumlah pemeliharaa n gedung kantor yang dilaksanaka n 1 kali 1 kali 0 1 kali 12,242,4 75 1 kali 12,854,5 99 1 kali 13,497,3 29 1 kali 14,172,1 95 1 kali 52,766,5 98
Mening katnya disiplin aparatur 2 0 9 2 0 9 0 5 0 3 Program peningkata n Disiplin Aparatur persentase tingkat kedisiplina n aparatur perangkat daerah 100% 100 % 25,850,0 00 100 % 25,850,0 00 100 % 25,850,0 00 100 % 25,850,0 00 100 % 25,850,0 00 100 % 129,250, 000 Bait ul Mal Ba nda Ac eh 2 0 9 2 0 9 0 5 0 3 0 2 Pengadaan Pakaian dinas beserta perlengkapa nnya Jumlah pakaian dinas beserta perlengkapa n yang disediakan 47 stel/or ang 47 stel/o rang 25,850,0 00 47 stel/ org 25,850,0 00 47 stel/ org 25,850,0 00 47 stel/ org 25,850,0 00 47 stel/ org 25,850,0 00 235 stel/o rang 129,250, 000 2 0 9 2 0 9 0 5 0 3 Pengadaan Pakaian khusus hari-hari tertentu Tersedianya Pakaian khusus hari-hari tertentu 0 0 0 0 0 0 0 0 Meningk atkan Pendaya gunaan layanan Zakat Infaq dan Sadaqah (ZIS) Pening katan Peran Baitul Mal Gampo ng Jumlah Baitul Mal Gampo ng yang Baik 2 09 2 09 05 Program Pembinaan dan pengembang an Syariat Islam Jumlah Baitul Mal Gampong yang Baik 20 % 30% 0 50% 45,000,000 70% 47,250,000 90% 49,612,500 100% 52,093,125 100% 193,955,625 Bait ul Mal Ba nda Ac eh
2 0 9 2 0 9 0 5 Pembinaan Baitul Mal Gampong Jumlah Baitul Mal Gampong yang Baik 15 gampo ng 0 0 15 gam pong 45,000,0 00 25 gam pong 47,250,0 00 35 gam pong 49,612,5 00 50 gam pong 52,093,1 25 50 gamp ong 193,955, 625 Tertibn ya Pengelo laan Harta Agama Jumlah Objek harta Agama yang Terjag a 2 09 2 09 05 Program Penelitian dan Pengembang an Syariat Islam Persentase jumlah objek penelitian dan pengembang an syariat islam 500 objek 0 0 100 % 42,000,0 00 100 % 44,100,0 00 100 % 46,305,0 00 100 % 48,620,2 50 100 % 181,025, 250 Bait ul Mal Ba nda Ac eh 2 0 9 2 0 9 0 5 Pendataan Harta wakaf dan harta agama Jumlah Objek Harta Agama yang terjaga 500 objek 0 0 500 obje k 42,000,0 00 500 obje k 44,100,0 00 500 obje k 46,305,0 00 500 obje k 48,620,2 50 2000 objek 181,025, 250 Terwuj udnya Pengelo laan ZIS Secara Transp aran dan Akunta bel Jumlah Muzakk i 2 0 9 2 0 9 0 5 1 9 Program Penyemarak an Syiar Islam Persentase tercapainya penyemarak an syiar islam 10.98 % 19.95 % 19,099,4 35,000 19.8 3% 18,989,2 97,801 19.9 5% 19,103,0 37,691 20.0 7% 19,217,9 89,574 20.1 9% ####### ### 100 % 95,743,9 49,119 Bait ul Mal Ba nda Ac eh
Jumlah Penerim a Zakat Infaq dan sadaqah 2 0 9 2 0 9 0 5 1 9 0 2 Pendataan penerima bantuan ZIS Terdatanya jumlah penerima bantuan ZIS 2.200 org 2.200 org 286,545, 000 2.20 0 org 41,393,3 63 2.20 0 org 43,463,0 31 2.20 0 org 45,636,1 82 2.20 0 org 47,917,9 91 11.00 0 org 464,955, 567 Persent ase Peningk atan Penerim aan ZIS 2 0 9 2 0 9 0 5 1 9 0 4 Penyaluran Zakat, Infaq dan Shadaqah (ZIS) Jumlah Penerima Zakat Infaq dan Sadaqah (ZIS) 11.11 % 12.93 5 org 18,604,5 00,000 12.9 35 org 18,704,5 00,000 12.9 35 org 18,804,0 00,000 12.9 35 org 18,904,0 00,000 12.9 35 org 19,004,5 00,000 64,67 5 94,021,5 00,000 Servey Kepuas an Masyar akat 2 0 9 2 0 9 0 5 1 9 1 4 Pengawasan, Pendataan, Monitoring dan Evaluasi ZIS Jumlah Pengawasan , pendataan, monitoring dan Evaluasi ZIS 400 objek 400 objek 130,440, 000 400 obje k 138,198, 375 400 obje k 145,108, 294 400 obje k 152,363, 708 400 obje k 159,981, 894 2.000 objek 726,092, 271 2 0 9 2 0 9 0 5 1 9 1 5 Sosialisasi ZIS Jumlah sosialisasi ZIS 102 lokasi 102 lokas i 77,950,0 00 125 lokas i 105,206, 063 125 lokas i 110,466, 366 125 lokas i 115,989, 684 135 lokas i 121,789, 168 612 lokas i 531,401, 281 2 0 9 2 0 9 0 5 Program Usaha Dakwah Generasi Muda dan Kader Dakwah Persentase terlaksanany a usaha dakwah generasi mudah dan kader dakwah 100% 0 0 100 % 26,250,0 00 100 % 27,562,5 00 100 % 28,940,6 25 100 % 30,387,6 56 100 % 113,140, 781 Bait ul Mal Ba nda Ac eh