• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGEMBANGAN MODEL PERFORMANCE MEASUREMENT DENGAN INTEGRASI METODE BALANCE SCORECARD, ANP DAN CSF (STUDI KASUS PT. XYZ)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PENGEMBANGAN MODEL PERFORMANCE MEASUREMENT DENGAN INTEGRASI METODE BALANCE SCORECARD, ANP DAN CSF (STUDI KASUS PT. XYZ)"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

PENGEMBANGAN MODEL PERFORMANCE MEASUREMENT

DENGAN INTEGRASI METODE BALANCE SCORECARD, ANP DAN

CSF (STUDI KASUS PT. XYZ)

Yogie Setiarko1)dan Suparno2)

1) Program Studi Magister Manajemen Teknologi, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Jl. Cokroaminoto 12A, Surabaya, 60264, Indonesia e-mail: ygdgtl@gmail.com

2)Jurusan Teknik Industri, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

ABSTRAK

PT. XYZ adalah perusahaan milik negara yang bergerak dalam bidang pembuatan Boiler untuk pembangkit listrik. Perusahaan ini melakukan pekerjaan di wilayah Ende propinsi NTT, Tanjung balai karimun propinsi kepulauan Riau, Tidore, propinsi Maluku utara, Tembilahan propinsi Riau. Jenis pekerjaan yang dilakukan meliputi pengerjaan proyek perancangan

boiler, proyek EPC (Engineering, Procurement and Contruction). Permasalahan yang

dihadapi perusahaan adalah bagaimana mengetahui kinerja perusahaan saat ini serta tindakan apakah yang perlu dilakukan guna meningkatkan kinerja perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja perusahaan saat ini serta untuk menemukan solusi yang tepat guna meningkatkan kinerja perusahaan. Kinerja perusahaan dapat diukur dengan menggunakan metode Balanced Scorecard yang tidak hanya melihat sisi perusahaan dari aspek financial melainkan juga memperhatikan aspek non financial perusahaan. Dalam pengukuran Balanced

Scorecard kinerja perusahaan diukur dari empat perspektif yaitu keuangan, pelanggan, proses

bisnis internal dan juga perspektif pembelajaran serta pertumbuhan. Metode ANP digunakan untuk pembobotan kriteria. Solusi dari penerapan metode ANP hanya dapat digunakan jika jumlah kriteria dan alternatif terbatas. CSF digunakan untuk menentukan sebuah wilayah kunci dimana sebuah kinerja yang memuaskan diperlukan untuk mencapai tujuan dari sebuah organisasi. Pendekatan CSF digunakan untuk menentukan faktor-faktor yang akan mencapai tujuan dari sebuah perusahaan. Metode CSF juga dapat digunakan untuk menemukan solusi yang tepat dalam meningkatkan kinerja perusahaan. Setelah dilakukan pembobotan dan perankingan, perusahaan akan mengetahui kriteria-kriteria manakah yang harus diperhatikan guna mempertahankan ataupun meningkatkan kinerja perusahaan.

Kata kunci: Balanced Scorecard, ANP, CSF, Kinerja perusahaan.

PENDAHULUAN

PT. XYZ adalah merupakan perusahaan nasional dengan tipe EPC (Engineering

Procurement Construction) di bidang boiler untuk aplikasi pembangkit listrik tenaga uap

(PLTU). Salah satu produk boiler yang dipasarkan adalah SBU New Unit Boiler. Boiler tersebut pertama kali dipasarkan pada tahun 2008 bersamaan dengan dimulainya pelaksanaan Program Percepatan Pembangkit tahap pertama. Boiler tersebut terpasang di salah satu PLTU milik PLN di NTT. Semenjak itu sampai tahun 2010, PT. XYZ menjadi market leader di bisnis boiler untuk PLTU skala kecil di PLN. Pada tahun 2011, predikat tersebut sudah bukan menjadi milik perusahaan ini karena aspek harga dan lead time dari perusahaan ini bukanlah yang terbaik.

(2)

Dalam rangka mengukur keberhasilan perusahaan maka perlu dilakukan suatu pengukuran kinerja. Pengukuran kinerja merupakan salah satu faktor penting bagi perusahaan. Pengukuran tersebut juga dapat digunakan sebagai dasar untuk menyusun sistem imbalan dalam perusahaan. Pengukuran kinerja dapat didefinisikan sebagai proses untuk mengukur efisiensi dan efektivitas dari tindakan yang lalu. Sistem pengukuran kinerja memungkinkan adanya pengambilan keputusan serta tindakan (Neely, 2002).

Kinerja adalah kemampuan kerja yang ditunjukkan dengan hasil kerja. Kinerja juga dapat didefinisikan sebagai keberhasilan personel, tim, atau unit organisasi dalam mewujudkan sasaran strategik yang telah ditetapkan sebelumnya dengan perilaku yang diharapkan (Mulyadi, 2001).

Bagi perusahaan, pengukuran kinerja sangat dibutuhkan seperti pendapat yang menyebutkan “if you cannot measure it, you cannot manage it” (Kaplan, 2006). Kinerja perusahaan dalam waktu tertentu sangat penting untuk diketahui. Hal tersebut berkaitan dengan prestasi yang dicapai perusahaan dalam periode tertentu. Selama ini pengukuran kinerja perusahaan hanya menggambarkan kinerja dari sisi internal perusahaan saja tanpa mempertimbangkan sisi eksternal perusahaan. Pengukuran kinerja yang demikian dirasa kurang efektif sehingga perlu dilakukan pengukuran yang lebih efektif.

Salah satu pengukuran kinerja adalah Balanced Scorecard (BSC). Pengukuran kinerja dengan BSC memungkinkan para eksekutif memandang perusahaan dari berbagai perspektif secara simultan. Ada empat perspektif dalam BSC yaitu perspektif financial, customer,

internal bussiness process serta learning and growth.

Dalam penelitian ini akan dilakukan pengukuran kinerja dengan menggunakan metode

Balance scorecard. Balance scorecard digunakan karena metode ini bersifat komprehensif

serta sangat responsif dan adaptif terhadap berbagai lingkungan bisnis. Selain itu, dalam

Balanced Scorecard setiap perspektif yang ada didalamnya memiliki keterkaitan satu sama

lain dan semua aktivitas internal maupun eksternal perusahaan dilibatkan dalam pengukuran kinerja. ANP dipilih dalam penelitian ini karena ANP mampu menemukan keterkaitan

criteria satu sama lain Selain itu, ANP dapat digunakan dalam pengambilan keputusan yang

bersifat kompleks dengan adanya kriteria yang saling mempengaruhi dan memiliki hubungan ketergantungan satu sama lain (Ismail, 2011). Metode CSF digunakan untuk menentukan faktor kritis yang harus dilakukan. Dalam CSF, akan dilakukan penentuan Misi, Goal /

Objectives, dan setelah itu faktor kritis. Dengan menggunakan metode CSF akan dapat

ditemukan alternatif action yang tepat untuk meningkatkan kinerja perusahaan.

Permasalahan yang dihadapi dalam penelitian ini adalah bagaimana mengembangkan suatu model pengukuran kinerja perusahaan dengan menggunakan integrasi metode BSC, ANP dan CSF dalam meningkatkan kinerja perusahaan. Tujuan dari penelitian ini antara lainuntuk mengembangkan suatu model pengukuran kinerja dengan menggunakan integrasi metode BSC, ANP dan CSF, melakukan pengukuran kinerja perusahaan dan meningkatkan serta memperbaiki kinerja perusahaan.

METODE

Tahapan utama dalam penelitian ini ada 3, yaitu pengukuran kinerja menggunakan

Balanceed Scorecard, pembobotan dengan metode ANP serta perankingan dengan metode

CSF. Output dari pembobotan ANP akan digunakan sebagai input dalam metode CSF. Output dari pembobotan ANP juga akan digunakan sebagai input dalam scoring system. Secara keseluruhan tahapan penelitian dapat dilihat pada gambar 1.

Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan wawancara langsung dengan para ahli/expert perusahaan. Setelah itu dilakukan perancangan pengukuran kinerja hingga

(3)

selanjutnya diolah menggunakan metode ANP dan dilanjutkan dengan CSF. ANP digunakan untuk mengetahui hubungan antar kriteria dan alternatif dan CSF digunakan untuk mendapatkan solusi yang tepat dalam upaya perbaikan kinerja perusahaan.

Penghitungan nilai bobot kriteria dilakukan dengan menggunakan ANP dengan menginput data dari hasil kuisioner pada software super decision. Bobot yang didapat dari perhitungan ANP. KPI yang dihasilkan oleh metode BSC digunakan sebagai objectives pada CSF, dan digunakan untuk menemukan faktor kritis. Bobot yang didapat dari perhitungan ANP juga digunakan dalam perhitungan Balanced scorecard. Bobot tersebut akan digunakan untuk menghitung skor dari masing-masing KPI dalam BSC.

HASIL DAN PEMBAHASAN

PT. XYZ merupakan perusahaan jasa konstruksi konversi energi yang memiliki sejarah dan berpengalaman pada jalur bisnis utamanya yaitu bidang jasa konstruksi konversi energi. Jenis pekerjaan yang dikerjakan PT. XYZ, meliputi: pembangunan pembangkit listrik, perakitan boiler, maintenance mesin pembangkit.

PT.XYZ memiliki visi“Penyedia produk dan jasa yang berkualitas di bidang

ketenaga-listrikan dengan kandungan lokal yang tinggi dan harga yang layak” serta misi

PT.XYZ adalah untuk mengembangkan sumber daya manusia (SDM) perusahaan, melakukan riset dan pengembangan yang berkelanjutan, meningkatkan kesejahteraan stakeholder melalui penciptaan nilai tambah dan kepuasan pelanggan (Pengembangan teknologi dan sumber daya manusia yang berkelanjutan untuk meningkatkan kesejahteraan). Setelah diketahui visi misi perusahaan maka ditetapkan sasaran obyektif perusahaa. Sasaran obyektif tersebut yang akan digunakan dalam perancangan KPI.

Key performance indicator merupakan tolok ukur keberhasilan pencapaian setiap

sasaran strategi perusahaan. Tabel berikut ini merupakan KPI dari setiap sasaran obyektif yang dikelompokkan dalam masing-masing perspektif. Ada 16 KPI yang digunakan dalam pengukuran kinerja perusahaan. KPI tersebut terbagi 4 perspektif dalam Balanced Scorecard meliputi finansial, customer, internal bussiness process serta learning and growth.

Pada tabel 1, akan ditampilkan hasil perancangan KPI di perusahaan PT. XYZ. KPI tersebut dibuat berdasarkan sasaran obyektif yang telah ditentukan perusahaan.

Tabel 1. Key Performance Indicator

Perspektif Sasaran Objektif KPI

Financial

F1 Pencapaian Revenue Revenue

F2 Pencapaian Profit Profit

F3 Pencapaian Bonus and Reward Prosentase penyerapan F4 Pencapaian Return on Asset R.O.A

F5 Pencapaian Return on Equity R.O.E

Customer C1C2 Pencapaian Customer SatisfactionPencapaian Customer Retention Index Kepuasan PelangganJumlah customer C3 Pencapaian Customer Market Share Presentase market share Internal

Bussiness Process

I1 Mengaplikasikan DEN Sys Presentase Modul I2 Pencapaian Internal Loading Presentase manhour I3 Pencapaian Reduce Cycle Time Reduce manhour / durasi I4 Pencapaian Cost of Poor Quality Presentase order

(4)

I5 Pencapaian Continous ImprovementProgram Prosentasi implementasiprogram

Learning and Growth karyawan & Organisasi

L1 Pencapaian Leadership Development Manhour training / org /year L2 Pencapaian Turn Over RatioKaryawan Presentase karyawan tiaptahun L3 Pencapaian Reduce gap Competency Manhour training

L4 Pencapaian Teamwork Building Program Teamwork Building Setelah itu dilakukan perancangan KPI perusahaan maka langkah selanjutnya adalah pembobotan dengan menggunakan metode ANP. Sebelum dilakukan pembobotan, perlu diketahui hubungan keterkaitan dalam pengukuran kinerja. Pada table 2, akan dijelaskan hubungan keterkaitan yang terjadi dalam antar KPI dalam pengukuran kinerja.

Tabel 2.Hubungan keterkaitan

Cluster Node innerdependence outerdependence

Goal KPI - -Financial F1 - -F2 F1,F4 -F3 - -F4 - -F5 - -Customer C1 C2,C3 F1,F2 C2 - F1,F2 C3 - F1,F2,F5

Internal bussiness process

I1 I3

-I2 I3 F3

I3 I1

-I4 F2 C1

I5 I1,I3,I4 C1,C2

Learning and growth

L1 L4 I5

L2 - I3

L3 L4 I3

L4 - I1,I2,I3,F3

Setelah diketahui hubungan keterkaitan antar KPI, maka langkah selanjutnya adalah pembobotan dengan metode ANP. Pengolahan data ANP menggunakan software Super

(5)

Gambar 3. Hasil pembobotan ANP dengan menggunakan Super Decision

Berdasarkan hasil tersebut dapat diketahui bahwa bobot paling tinggi dimiliki oleh KPI F1,F2, C3 dan C1. KPI-KPI tersebut menggambarkan bobot tertinggi dalam pengukuran kinerja perusahaan adalah revenue, profit, market share dan customer satisfaction. Bobot akumulasi dari keempat KPI tersebut mencapai 78,9% dari keseluruhan KPI perusahaan. Sedangkan pembobotan antar perspektif BSC dapat dilihat pada tabel 3.

Tabel3.BobotKriteriaPenentuanLokasi

Perspektif Bobot

Financial 0.565953

Customer 0.305110

Internal Bussiness Process 0.073351

Learning & Growth 0.055586

Berdasarkan hasil tersebut dapat diketahui bahwa perspektif dengan bobot tertinggi dalam pengukuran kinerja perusahaan ada pada perspektif finansial dengan bobot 56,59%. Hal tersebut dikarenakan perspektif finasial merupakan kulminasi dalam strategy map perusahaan.

Setelah dilakukan dengan menggunakan metode ANP, selanjutnya dilakukan proses menentukan faktor kritis dengan CSF. Dalam metode CSF diharuskan menentukan misi dan goal / objectives terlebih dahulu. Setelah itu menggunakan skala traffic light system untuk menentukan KPI mana yang memasuki daerah kritis. Hasil pengukuran kinerja perusahaan dapat dilihat pada tabel 4. Pengukuran kinerja perusahaan PT. XYZ dilakukan pada periode 2013.

Table 4. Hasil pengukuran kinerja PT. XYZ tahun 2013 KPI Bobot Target Pencapaian Persentasepencapaian Skor F1 F1 - Revenue 0,268690 399.5 M 327.4 M 82% 0,220198

(6)

F3 F3 - BonusAnd Reward 0,070732 100% 80% 80% 0,05658 F4 F4 - ROA 0,075930 10% 10% 100% 0,075930 F5 F5 - ROE 0,087039 10% 10% 100% 0,087039 C1 C1 -C.Satisfaction 0,090110 3.3 3.2 97% 0,087379 C2 C2 -C.Retention 0,059442 1 2 200% 0,118884 C3 C3 - MarketShare 0,090518 75 % 58% 77% 0,070001 I1 I1 -Pembelajaran DEN Sys 0,012089 100% 100% 100% 0,012089 I2 I2 - InternalLoading 0,010279 70% 60% 86% 0,008811 I3 I3 - ReduceCycle Time 0,036300 6% 5% 83% 0,023050 I4 I4 - Cost ofPoor Quality 0,009180 2% 3% 150% 0,013770 I5 I5 - ContinousImprovement 0,010861 100% 100% 100% 0,010861 L1 L1 -Leadership

Development 0,006982 32 32 100% 0,006982

L2 L2 - Turn OverRatio

Karyawan 0,006982 3% 3% 100% 0,006982

L3 L3 - ReduceGap

Competency 0,013963 50 50 100% 0,013963

L4 L4 -Teamwork

Building 0,017454 1 1 100% 0,017454

Pengukuran kinerja PT. XYZ pada tahun 2013 menunjukkan kinerja perusahaan yang memerlukan banyak perbaikan. Sasaran obyektif yang ditetapkan perusahaan belum tercapai. Dari hasil pengukuran kinerja diatas, terdapat indikasi dari pengukuran traffic light system yang berwarna kuning, hal ini menandakan bahwa perlu dilakukan proses perbaikan kinerja pada KPI yang memiliki indikasi traffic light system berwarna kuning. Perbaikan kinerja yang dilakukan oleh metode CSF dapat ditunjukan pada Tabel 5.

Tabel 5. Hasil Faktor kritis CSF

F1 Action perusahaan

F1 - Pencapaian Revenue Menaikkan prospek pelanggan Memperbanyak customer

Meningkatkan kualitas barang dan jasa

F2 - Pencapaian Profit Bekerja sama dengan Supplier dengan harga bersaing Menurunkan harga pokok produksi

(7)

F3 - Pencapaian Bonus

dan Reward Membuat system penilaian baku tentang bonus dan penghargaanMembuat himbauan agar karyawan mendapatkan bonus Mendukung prestasi dan penemuan karyawan

C3 - Pencapaian Market

Share Meningkatkan promosi perusahaanMengikuti pameran-pameran teknik

Bekerja sama dengan perusahaan lain yang terkait I3 - Pencapaian Reduce

Cycle Time Membuat dokumentasi proses bisnisMembuat proses paralel Membuat automatisasi proses

Dengan adanya metode CSF maka, perusahaan dapat menetapkan action plan guna meningkatkan kinerja yang dirasa kurang memenuhi target.

KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Hasil pembobotan KPI dengan metode ANP menunjukkan 4 KPI yang berpengaruh besar pada pengukuran kinerja perusahaan adalah revenue (0,26869), profit (0,133449), market

share (0,090518) perusahaan serta customer satisfaction (0,09011).

2. Hasil analisa CSF dan hasil dari indicator traffic light system terdapat beberapa KPI yang mengindikasikan warna kuning yang artinya achievement dari KPI tersebut hampir tercapai. Berikut adalah faktor kritis yang harus dilakukan untuk memperbaiki kinerja :

a. Pencapaian Revenue :

Menaikkan prospek pelanggan, Memperbanyak customer, Meningkatkan kualitas barang dan jasa

b. Pencapaian Profit :

Bekerja sama dengan Supplier dengan harga bersaing, Menurunkan harga pokok produksi, Mempercepat pergerakan stock

c. Pencapaian Bonus dan Reward :

Membuat system penilaian baku tentang bonus dan penghargaan, Membuat himbauan agar karyawan mendapatkan bonus, Mendukung prestasi dan penemuan karyawan d. Pencapaian Market Share :

Meningkatkan promosi perusahaan, Mengikuti pameran-pameran teknik, Bekerja sama dengan perusahaan lain yang terkait

e. Pencapaian Reduce Cycle Time :

Membuat dokumentasi proses bisnis, Membuat proses parallel, Membuat automatisasi proses

3. Pencapaian kinerja perusahaan PT XYZ dari perspektif financial, customer serta learning

and growth harus ditingkatkan sesuai dengan target yang telah ditetapkan perusahaan.

Saran untuk penelitian selanjutnya adalah:

1. Perusahaan perlu meningkatkan nilai perusahaan dan pertumbuhan usaha dengan menjaga kinerja keuangan dalam mempertahankan keunggulan bersaing di tahun 2015. 2. Dalam upaya peningkatan kinerja perusahaan, sebaiknya perusahaan melakukan

perbaikan untuk beberapa indicator kinerja yang masih belum memenuhi target perusahaan.

3. Perusahaan perlu melakukan pelatihan karena hal tersebut sangat berpengaruh dalam meningkatkan kinerja menjadi lebih maksimal. Materi-materi yang diberikan untuk mengembangkan kompetensi karyawan sesuai dengan posisi dan kebuhan karyawan.

(8)

4. Perusahaan perlu mempertahankan keunggulan bersaingnya dengan melakukan inovasi maupun diversifikasi produk.

DAFTAR PUSTAKA

Ervil, Riko (2010), Pengembangan Model Pengukuran Kinerja Supply Chain Berbasis

Balanced Scorecard (Studi Kasus: PT. Semen Padang). S2 Magister Teknologi Industri,

ITS.

Hanugrani, Nikita., Setyanto, Nasir Widha., Efranto, Remba Yanuar. (2014). Pengukuran

Performansi Supply Chain Dengan Menggunakan Supply Chain Operation Refference (SCOR) Berbasis Analitycal Hierarchy Process (AHP) Dan Objective Matrix (OMAX).

Teknik Industri, Universitas Brawijaya.

Kharis, Mochammad (2014), Perancangan Sistem Pengukuran Kinerja Terintegrasi Antara

Metode Balanced Scorecard Dan Kriteria Penilaian Kinerja Unggul (KPKU) BUMN Berbasis Malcolm Baldridge Criteria (MBC) Untuk Mencapai Kinerja Ekselen Di PT SEMEN INDONESIA (PERSERO) Tbk. S2 Magister Manajemen Teknologi Industri,

ITS.

Melisa, Arica (2014), ANALISIS PENERAPAN BALANCE SCORECARD DALAM PENGUKURAN KINERJA DAN PENYUSUNAN STRATEGI PADA KLINIK TIGA MANDIRI. S1 Akuntansi, Universitas Bina Nusantara.

Mulyadi. (1993), Akuntansi Biaya Edisi ke-5, Yogyakarta: BP-STIE YKPN.

Mulyadi. (2001), Balanced Scorecard: Alat Kontemporer untuk Pelipatgandaan Kinerja

Keuangan Perusahaan. PT.Salemba Empat: Jakarta.

Neely, A.D., Gregory, M., dan Platts, K. (1995), Performance measurement system design: A literature review and research agenda, International Journal of Operations & Production Management, vol. 15 no. 4, pp.80-116.

Ostrega, Anna (2009), ANP - SWOT APPROACH TO MINIMIZE ENVIRONMENTAL

IMPACTS DUE MINING ACTIVITIES. AGH University of Science and Technology

Faculty of Mining and Geoengineering.

Pamulu, Muhammad Sapri. (2012), Strategic Management Practices in the Construction Industry: A Dynamic Capabilities View. Lap Lambert Academic Publishing.

Saaty, T. L. (1990), The Analytical hierarchical Process. McGraw Hill: New York

Saragih, Hoga (2014), PERENCANAAN STRATEGIS TEKNOLOGI INFORMASI PADA PT

ABC. S1 Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Bina

Nusantara.

Syazwan Ab Talib, Mohamed (2014), Application of Critical Success Factors in Supply Chain

Management. Faculty of Management, Universiti Teknologi Malaysia.

Takim, Roshana dan Akintoye, Akintola. (2002), Performance Indicators for Successful Construction Project Performance. Greenwood, D (Ed.), 18th Annual ARCOM Conference.

Tirtamassari, Dian (2014), ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM PENGUKURAN

KINERJA DENGAN BALANCE SCORECARD DI PT. GOLDEN SOLUTION INDONESIA. S1 Akuntansi, Universitas Bina Nusantara.

Uysal, Fahriye (2012), An integrated model for sustainable performance measurement in

supply chain, Procedia.

Yuwono, dkk. (2005), Psikologi Industri dan Organisasi. Surabaya : Universitas Airlangga. Yoon, K.dan Hwang, C.L. (1981), Multiple Attribute Decision Making: Methods and

Gambar

Tabel 1. Key Performance Indicator
Tabel 2.Hubungan keterkaitan
Gambar 3. Hasil pembobotan ANP dengan menggunakan Super Decision
Tabel 5. Hasil Faktor kritis CSF

Referensi

Dokumen terkait

Tingkatan kreditur dibagi menjadi tiga, antara lain kreditur separatis (pemegang hak kebendaan), kreditur preferen (yang diistimewakan/ didahulukan), kreditur

Dari perhitungan neraca air untuk menentukan luas DTA Pindul ditambah beberapa bukti penelitian di kawasan karst lainnya, dapat ditarik kesimpulan bahwa penentuan luas DTA

Arsitektur tradisional merupakan bentuk arsitektur yang diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya.Mempelajari bangunan tradisional berartimempelajari

Hasil wawancara kepada petugas Pembiayaan Gadai Emas, Bank Syariah Mandiri Kantor Cabang Pulo Brayan menawarkan harga yang mengikuti pasaran.Tarif tersebut

Desain Implementasi Alarm Pemantau Isi dan Aliran Infus Digital dengan Menggunakan Fuzzy logic Berbasis Wireless; Wahyu Muldayani, 081910201059; 2013:

Pelayanan Keputusan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu atas nama Walikota tentang Izin Mendirikan Bangunan Rumah Tinggal Eksisting Bangunan

Berdasarkan pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa karakteristik pembelajaran pendekatan konstruktivisme meliputi: (1) pengetahuan awal siswa; (2) memberikan

Berdasarkan informasi tersebut di atas, maka sikap ibu terhadap iklan susu pertumbuhan tanpa gula tambahan merupakan hal yang sangat penting untuk diteliti, terutama