• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENDEKATAN SAINTIFIK BERBASIS INKUIRI TERBIMBING BERBANTUAN MEDIA AUDIO-VISUAL BERPENGARUH TERHADAP HASIL BELAJAR IPS

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PENDEKATAN SAINTIFIK BERBASIS INKUIRI TERBIMBING BERBANTUAN MEDIA AUDIO-VISUAL BERPENGARUH TERHADAP HASIL BELAJAR IPS"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

PENDEKATAN SAINTIFIK BERBASIS INKUIRI TERBIMBING

BERBANTUAN MEDIA AUDIO-VISUAL BERPENGARUH TERHADAP

HASIL BELAJAR IPS

Ni Luh Nonik Tariasih, I Ketut Adnyana Putra, Made Putra

Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Universitas Pendidikan Ganesha

Singaraja, Indonesia

email: [email protected], [email protected], [email protected]

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh yang signifikan hasil belajar IPS antara siswa yang dibelajarkan melalui pendekatan saintifik berbaris inkuiri terbimbing berbantuan audio-visual dengan siswa yang dibelajarkan melalui pendekatan saintifik pada siswa kelas IV SD Negeri di Gugus Raden Ajeng Kartini Denpasar. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan rancangan non-equivalen control group

desain. Populasi penelitian adalah siswa kelas IV SD Negeri di Gugus Raden Ajeng

Kartini yang terdiri dari 450 orang siswa. Sampel pada penelitian ini adalah sebanyak 67 orang siswa, 35 orang siswa kelas IVC SD Negeri 19 pemecutan sebagai kelompok eksperimen dan sebanyak 32 orang siswa kelas IVA SD Negeri 32 Pemecutan sebagai kelompok kontrol. Penentuan kelompok eksperimen dan kontrol menggunakan teknik

random sampling. Pengumpulan data hasil belajar IPS dilakukan dengan metode tes dan

instrumen yang digunakan adalah berupa tes objektif pilihan ganda. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis uji-t. Berdasarkan hasil analisis diperoleh thitung = 4,74 > ttabel = 2,00, sehingga H0 ditolak yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan. Rerata hasil belajar IPS pada kelompok eksperimen yaitu 81,71 dan kelompok kontrol yaitu 68,13. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan pendekatan saintifik berbasis inkuiri terbimbing berbantuan media audio-visual berpengaruh terhadap hasil belajar IPS siswa kelas IV Gugus Raden Ajeng Kartini Denpasar.

Kata-kata kunci: pendekatan saintifik, inkuiri terbimbing, hasil belajar IPS. Abstract

This study aimed to know the significant difference of the result social sciences study between student is learned by scientific approach based on guided inquiry using audio-visual with student who is learned by scientific approach for 4th grade student of SD Negeri at Gugus Raden Ajeng Kartini Denpasar. This study constituted psuedo experiment study with non-equivalen control group design plan. Study population are grade 5th student of SD Negeri at Gugus Raden Ajeng Kartini that formed by 450 students. Sample for this study as much as 67 students, 35 4th C grade students of SD Negeri 19 Pemecutan as experiment group and as much as 32 4th grade A SD Negeri 32 Pemecutan as control group. Determination of experiment group and control group are using random sampling technique. Social scienfic study result data accumulation is done by test methode and instrument that used is either be multiple choice objective test. Obtained data is analyzed by using t-test. Based on analyze result obtainable thitung = 4,74 > ttabel =2,00, so that H0 ignored that mean there is significance effect. Mean of social sciences study result in experiment group is 61,71 and in control group is 68,13. Therefore, can be concluded that scientific approach based on guided inquiry using audio-visual take effect to study result of 4th grade student Gugus Raden Ajeng Kartini Denpasar.

(2)

PENDAHULUAN

Pendidikan memiliki peran penting dalam pembangunan suatu negara. Pembangunan suatu negara akan berjalan dengan baik apabila memiliki sumber daya manusia yang berkualitas. Peningkatan kualitas sumber daya manusia tidak lepas dari peran lembaga pendidikan yang senantiasa berupaya untuk mengembangkan potensi siswa.

Upaya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, harus diimbangi dengan peningkatan mutu pendidikan agar mampu menciptakan output dan outcome yang berkualitas. Hal tersebut menjadi alasan perlunya membenahi sistem pendidikan saat ini. Berbagai upaya dilakukan pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan, salah satunya dengan perubahan kurikulum yang harus disempurnakan untuk mencapai tujuan pendidikan.

Kurikulum memiliki kedudukan yang sentral dalam seluruh proses pendidikan. Pelaksanaan pendidikan di lembaga-lembaga pendidikan formal berpedoman pada kurikulum yang telah ditetapkan. Keberhasilan suatu kurikulum tergantung kepada bagaimana kurikulum itu dilaksanakan atau diimplementasikan. Ketidaksiapan pelaku pendidikan, baik siswa maupun guru dalam menjalankan

kurikulum yang diberlakukan

menyebabkan polemik di masyarakat.

Walaupun telah menggunakan

pendekatan saintifik, yaitu pendekatan yang mengedepankan aktivitas siswa dalam mengonstruksi pengetahuannya sendiri secara aktif melalui kegiatan

mengobservasi, menanya,

mengumpulkan data, menganalisis data, dan mengomunikasikan hasil belajar. Namun, hal tersebut tidak didukung oleh kemampuan siswa sendiri. Siswa terlihat masih bergantung pada guru dan masih perlu dibimbing untuk membiasakan diri

dalam mencari dan membuka

wawasannya sendiri. Siswa terkesan tidak memiliki motivasi untuk belajar sehingga mengakibatkan hasil belajar siswa menjadi kurang optimal khususnya dalam pembelajaran IPS.

Keberhasilan suatu kurikulum tergantung kepada bagaimana kurikulum itu dilaksanakan atau diimplementasikan.

Sebaik apapun kurikulum secara tertulis

tersebut dirancang, apabila

pelaksanaannya tidak didukung oleh berbagai unsur maka kurikulum akan sulit mencapai hasil yang diharapkan

(Hernawan, 2011:5.25). Untuk

meningkatkan mutu pendidikan tidak akan berhasil apabila hanya satu komponen saja yang diperbaiki seperti perubahan kurikulum. Pelaksanaan kurikulum tidak akan sesuai dengan harapan yang diinginkan apabila pelaku pendidikan tidak memiliki kesiapan dalam menerapkannya. Oleh sebab itu, kualitas guru maupun siswa juga perlu ditingkatkan. Sejalan dengan peningkatan mutu pendidikan perlu diupayakan kegiatan pembelajarn yang inovatif, kreatif, dan menyenangkan.

Guru mempunyai peran yang penting dalam mengarahkan siswa untuk mengimplementasikan pendekatan saintifik. Menurut Daryanto (2014:51), pembelajaran dengan pendekatan saintifik adalah proses pembelajaran yang dirancang sedemikian rupa agar siswa secara aktif mengkonstruksi konsep, hukum, atau prinsip melalui

tahapan-tahapan mengamati (untuk

mengidentifikasi atau menemukan masalah), mengajukan atau merumuskan hipotesis, mengumpulkan data dengan berbagai teknik, menganalisis data,

menarik kesimpulan dan

mengomunikasikan konsep, hukum atau prinsip yang ditemukan. Pada intinya, pendekatan saintifik merupakan pendekatan di dalam kegiatan pembelajaran yang mengutamakan kreativitas dan temuan-temuan siswa. Adapun ciri dari pembelajaran saintifik yang dapat digunakan untuk membentuk keterampilan inovatif yaitu melalui kegiatan observasi, bertanya, melakukan

percobaan, asosiasi

(menghubungkan/menalar), dan

membangun jaringan (networking) (Sani, 2014:53).

Selain mengarahkan siswa untuk mengimplementasikan pendekatan saintifik, upaya yang dilakukan untuk membiasakan siswa dalam membuka wawasannya adalah melalui pemilihan model pembelajaran, maupun media pembelajaran, agar tujuan pembelajaran dapat dicapai dengan hasil yang optimal.

(3)

Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan menerapkan model pembelajaran inkuiri terbimbing dengan menggunakan media audio-visual sebagai media pembelajaran.

Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial atau yang disingkat IPS memiliki peran yang penting dalam pembelajaran tematik terpadu. IPS adalah pembelajaran yang mempelajari kehidupan sosial yang didasarkan pada kajian geografi, ekonomi, sosiologi, antropologi, tata negara, dan sejarah. Pembelajaran IPS di sekolah dasar bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan dasar, yaitu 1) mengenal konsep-konsep yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat dan lingkungan, 2) memiliki kemampuan dasar untuk berpikir logis dan kritis, rasa ingin tahu, inkuiri, memecahkan masalah, dan keterampilan dalam kehidupan sosial, 3) memiliki komitmen dan kesadaran terhadap nilai-nilai sosial dan kemanusiaan, 4) memiliki kemampuan bekerjasama dan kompetensi dalam masyarakat yang majemuk, di tingkat lokal, nasional, dan global (Depdiknas, 2006:1).

Pembelajaran IPS di sekolah dasar bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan dasar, yaitu 1) mengenal konsep-konsep yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat dan lingkungan, 2) memiliki kemampuan dasar untuk berpikir logis dan kritis, rasa ingin tahu, inkuiri, memecahkan masalah, dan keterampilan dalam kehidupan sosial, 3) memiliki komitmen dan kesadaran terhadap nilai-nilai sosial dan kemanusiaan, 4) memiliki

kemampuan bekerjasama dan

kompetensi dalam masyarakat yang majemuk, di tingkat lokal, nasional, dan global (Depdiknas, 2006:1).

IPS memiliki tujuan yang strategis dalam kaitannya dengan pembentukan

dan pembangunan negara yang

berkualitas. IPS pada SD bertujuan untuk

membekali siswa seperangkat

pengetahuan, sikap, nilai, moral, dan keterampilan sosial agar dapat memahami dan melakoni lingkungan masyarakat sekitar, serta sebagai dasar untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi (Depdiknas, 2006:2). IPS juga bertujuan untuk membekali anak

didik dengan pengetahuan sosial yang berguna dalam kehidupannya kelak di masyarakat, memiliki anak didik dengan

kemampuan mengembangkan

pengetahuan, dan keilmuan IPS sesuai dengan perkembangan kehidupan, masyarakat, ilmu pengetahuan, dan teknologi. Membekali peserta didik dengan kemampuan mengidentifikasi, menganalisis, dan menyusun alternatif pemecahan masalah sosial yang terjadi dalam kehidupan di masyarakat. Melalui pembelajaran IPS diharapkan mampu menciptakan insan-insan yang memiliki potensi, moral, etika, serta jiwa semangat yang tangguh dalam rangka menghadapi kehidupan di masyarakat (Tjandra, dkk. 2005:7).

Pembelajaran dengan

menggunakan pendekatan saintifik yang berbasis model pembelajaran inkuiri terbimbing dengan berbantuan media audio-visual dapat memberikan pengaruh terhadap hasil belajar IPS siswa, khususnya pembelajaran dengan menggunakan model inkuiri terbimbing. Berdasarakan pemaparan di atas, perlu adanya kajian empiris tentang Pengaruh Pendekatan Saintifik Berbasis Inkuiri Terbimbing Berbantuan Media Audio-Visual Terhadap hasil belajar IPS Siswa. Sebelumnya belum ada hasil penelitian yang secara tegas menyatakan pendekatan saintifik berbasis inkuiri terbimbing berbantuan media audio-visual berpengaruh terhadap hasil belajar IPS siswa. Penelitian ini dilaksanakan pada siswa kelas IV SD Negeri di Gugus Raden Ajeng Kartini Denpasar. Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh yang signifikan hasil belajar IPS antara siswa yang dibelajarkan menggunakan pendekatan sintifik berbasis inkuiri terbimbing berbantuan media audio-visual dengan siswa yang dibelajarkan menggunakan pendekatan saintifik pada kelas IV SD Negeri di Gugus Raden Ajeng Kartini Denpasar Tahun Ajaran 2015/2016.

Pembelajaran dengan pendekatan saintifik adalah proses pembelajaran yang dirancang sedemikian rupa agar peserta didik secara aktif mengkonstruksi konsep, hukum, atau prinsip melalui

(4)

mengidentifikasi atau menemukan masalah), mengajukan atau merumuskan hipotesis, mengumpulkan data dengan berbagai teknik, menganalisis data,

menarik kesimpulan dan

mengomunikasikan konsep, hukum atau prinsip yang ditemukan (Daryanto, 2014:51). Model pembelajaran inkuiri terbimbing adalah bagian dari model pembelajaran inkuiri. Model pembelajaran inkuiri terbimbing merupakan sebuah model pembelajaran dimana guru membimbing siswa melakukan kegiatan dengan memberi pertanyaan awal dan mengarahkan pada suatu diskusi (Jauhar, 2011:69). Media audio-visual merupakan

media penyalur pesan dengan

memanfaatkan indera pendengaran dan penglihatan.

Pendekatan saintifik berbasis inkuiri terbimbing berbantuan media audio-visual secara garis besar merupakan pembelajaran yang terdiri dari lima komponen yaitu mengamati, menanya,

mencoba, menalar, dan

mengkomunikasikan dalam

pelaksanaannya dipadukan dengan menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing yang terdiri dari beberapa langkah dan bantuan media audio-visual. Langkah-langkah pendekatan saintifik berbasis inkuiri terbimbing berbantuan media audio-visual yaitu 1) penerimaan dan pendefinisian masalah oleh siswa dengan bimbingan guru dan berbantuan media audio-visual, 2) pengembangan hipotesis yang dilakukan oleh siswa, 3) pengumpulan data untuk menguji hipotesis dengan bimbingan guru, 4) pengujian hipotesis oleh siswa dengan bimbingan guru, dan 5) penarikan kesimpulan sementara.

IPS di SD adalah mata pelajaran yang mempelajari kehidupan sosial dan suatu program pendidikan yang merupakan suatu keseluruhan, yang pada pokoknya mempersoalkan manusia dalam lingkungan alam fisik, maupun dalam lingkungan alam sosialnya, serta pembelajaran IPS di SD bersifat menyeluruh penting untuk diketahui dan dipahami.

Hasil belajar adalah hasil yang diperoleh siswa setelah mengalami interaksi proses pembelajaran. Hasil

belajar pembelajaran IPS yaitu hasil belajar yang dicapai oleh siswa setelah mengalami proses interaksi pembelajaran IPS. Dalam kaitannya dengan penelitian ini tentunya hasil belajar pembelajaran IPS yang dimaksud yaitu hasil belajar yang dicapai oleh siswa setelah penerapan model pembelajaran inkuri terbimbing berbantuan media audio-visual dalam proses pembelajaran, dengan materi pelajaran yang diteliti adalah pembelajaran IPS.

METODE

Penelitian ini dilaksanakan pada siswa kelas IV SD Negeri di Gugus Raden Ajeng Kartini Denpasar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh yang signifikan hasil belajar IPS antara siswa yang dibelajarkan menggunakan pendekatan sintifik berbasis inkuiri terbimbing berbantuan media audio-visual dengan siswa yang dibelajarkan menggunakan pendekatan saintifik pada kelas IV SD Negeri di Gugus Raden Ajeng Kartini Denpasar Tahun Ajaran 2015/2016.

Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif dengan metode penelitian eksperimen semu (quasi experiment) dengan alasan tidak semua karakteristik dan kondisi eksperimen dapat diatur dan dikontrol secara ketat seperti halnya dalam penelitian eksperimen murni (true experiment). Desain yang digunakan yaitu melibatkan dua kelompok kelas, yaitu kelompok kelas pertama sebagai kelas eksperimen yang mendapatkan perlakuan khusus dengan penerapan pedekatan saintifik berbasis inkuiri terbimbing berbantuan media audio-visual dan kelompok kelas kedua sebagai kelas kontrol dengan menggunakan pendekatan saintifik.

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SD Negeri di Raden Ajeng Kartini Denpasar tahun ajaran 2015/2016 yang terdiri dari lima sekolah yaitu SD N 19 Pemecutan, SD N 15 Pemecutan, SD N 26 Pemecutan, SD N 27 Pemecutan, dan SD N 32 Pemecutan. Adapun yang menjadi kelas eksperimen adalah kelas IVC SD Negeri 19 Pemecutan dan yang menjadi kelas

(5)

kontrol adalah kelas IVA SD Negeri 32 Pemecutan.

Data yang diperlukan dalam penelitian ini adalah data hasil belajar IPS siswa. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode tes. Tes hasil belajar IPS yang digunakan dalam penelitian dikembangkan sendiri oleh peneliti. Tes yang digunakan adalah tes objektif pilihan ganda biasa dengan 4 pilihan A, B, C, D yang mengandung satu jawaban yang paling benar. Tes ini dikembangkan melalui prosedur penyusunan kisi-kisi, pembuatan butir-butir soal, uji validitas ahli dan praktisi (uji Gregory), revisi, uji coba lapangan, analisis hasil uji coba lapangan dan penulisan akhir.

Uraian dari prosedur penelitian yang dilakukan dibagi menjadi tiga tahap, yaitu tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pada tahap persiapan eksperimen peneliti dan guru pelaksana pembelajaran melakukan diskusi guna memahami terlebih dahulu prinsip dasar dan prosedur dari penelitian dengan menggunakan pendekatan saintifik berbasis inkuiri terbimbing berbantuan media audio-visual. Selanjutnya disiapkan beberapa keperluan yang secara langsung diperlukan nantinya dalam pelaksanaan pembelajaran. Sesuai dengan rencana yang telah disusun, pelaksanaan pembelajaran dilakukan bersamaan baik yang dilakukan di kelas eksperimen maupun kelas kontrol. Untuk pelaksanaan pembelajaran ini, baik kelas eksperimen maupun kelas kontrol diperlakukan sama baik yang mencakup kompetensi dasar, indikator hasil belajar,

tujuan pembelajaran, materi

pembelajaran, dukungan sumber belajar, dukungan alat dan media pembelajaran, dan penggunaan instrumen penilaian hasil belajar IPS dirancang sesuai dengan prosedur pembelajaran. Tahap evaluasi dilakukan setelah kedua kelompok kelas siswa (kelas eksperimen dan kontrol)

menyelesaikan pelaksanaan

pembelajaran, kedua kelompok mengikuti

penilaian secara keseluruhan selama masa eksperimen. Penilaian dilakukan menggunakan tes pengetahuan hasil belajar IPS berupa tes objektif pilihan ganda biasa.

Teknik analisis data yang digunakan untuk menganalisis data hasil penelitian adalah teknik analisis statisik deskriptif dan statistik inferensial. Kegiatan yang termasuk analisis statistik deskriptif diantaranya menentukan distribusi frekuensi, nilai rerata (mean), median, modus, simpangan baku, varians, dan menggambarkannnya dalam bentuk diagram. Kegiatan yang termasuk analisis statistic inferensial adalah menentukan uji hipotesis dengan menggunakan uji-t, namun terlebih dahulu dilakukan uji prasyarat analisis yang meliputi uji normalitas sebaran data dan homogenitas varians.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil penelitian ini memaparkan tentang nilai rerata (mean), median, modus, standar devisiasi, dan varians serta menggambarkannya dalam diagram batang berdasarkan data hasil belajar IPS siswa kelas IVC SD Negeri 19 Pemecutan pada kelas eksperimen yang dibelajarkan dengan pendekatan saintifik berbasis inkuiri terbimbing berbantuan media audio-visual dan SD Negeri 32 pemecutan pada kelas kontrol yang dibelajarkan dengan pendekatan saintifik. Untuk tes hasil belajar IPS yang digunakan sebagai instrumen penelitian ini adalah berjumlah 20 butir soal pilihan ganda biasa yang telah diuji validitas, daya beda, tingkat kesukaran, dan reliabilitas. Post test diberikan setelah 6 kali treatment (perlakuan) baik di kelas eksperimen maupun di kelas kontrol. Banyaknya siswa pada kelas eksperimen adalah 35 orang siswa dan pada kelas kontrol adalah 32 orang siswa. Maka jumlah siswa dalam penelitian ini adalah 67 orang. Hasil deskripsi data dapat dilihat pada tabel berikut ini.

(6)

Berdasarkan data tersebut, diketahui

bahwa kelas eksperimen yang

dibelajarkan melalui pendekatan saintifik berbasis inkuiri terbimbing berbantuan media audio-visual memiliki nilai rerata hasil belajar IPS yang lebih tinggi daripada kelas kontrol yang dibelajarkan melalui pendekatan saintifik. Adapun data nilai

hasil belajar IPS kelas eksperimen yaitu siswa kelas IVC SD Negeri 19 Pemecutan dan kelas kontrol yaitu siswa kelas IVA SD Negeri 32 Pemecutan yang disajikan dalam gambar diagram batang distribusi frekuensi hasil belajar IPS kelas eksperimen dan kelas kontrol adalah sebagai berikut. 0 1 2 3 4 5 6 7 50 70 75 80 85 90 95 100 Fr e ku e n si Nilai X

Gambar 1. Gambar Diagram Batang Distribusi Frekuensi Hasil Belajar IPS Kelas Eksperimen

Gambar 2. Gambar Diagram Batang Distribusi Frekuensi Hasil Belajar IPS Kelas Kontrol Berdasarkan hasil uji prasyarat yaitu

uji normalitas sebaran data dan uji homogenitas varians, dapat diketahui bahwa data tersebut berdistribusi normal

dan mempunyai varians yang homogen. Maka untuk uji hipotesis dilakukan dengan uji-t dan rumus polled varians yang disajikan dalam bentuk tabel berikut.

Tabel 2. Tabel Hasil Analisis Uji-t Data Hasil Belajar IPS

Hasil Analisis Kelas Eksperimen Kelas Kontrol

Mean 81,71 68,13 Median 85 70 Modus 90 dan 95 75 Varians 141,09 188,31 Standar Deviasi 11,88 13,72 0 2 4 6 8 40 45 55 60 65 70 75 80 85 90 Fr e ku e n si Nilai X

(7)

No. Sampel N Dk S2 thitung ttabel Status 1 Kelas Eksperimen 35 65 81,71 141,09 4,74 2,00 H0 ditolak 2 Kelas Kontrol 32 68,13 188,31

Hasil analisis data diperoleh thitung =

4,74 dengan menggunakan taraf signifikansi 5% dan dk = 65 diperoleh batas penolakan hipotesis nol ttabel = 2,00. Hal ini

berarti thitung > ttabel (4,74 > 2,00) maka

hipotesis nol diajukan ditolak dan menerima hipotesis alternatif. Maka dapat diinterpretasikan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan hasil belajar IPS antara siswa yang dibelajarkan dengan pendekatan saintifik berbasis inkuiri terbimbing berbantuan media audio-visual dengan siswa yang dibelajarkan dengan pendekatan saintifik pada siswa kelas IV Gugus Randen Ajeng Kartini Denpasar.

Dengan diterapkannya pendekatan saintifik berbasis inkuiri terbimbing berbantuan media audio-visual pada siswa kelompok eksperimen dan pendekatan saintifik pada siswa kelas kontrol, tentunya untuk mengetahui pengaruh hasil belajar dari penerapan pendekatan tersebut. Setelah kelas ekperimen dan kelas kontrol diberikan perlakuan, maka kedua kelas tersebut diberikan post test untuk mencari hasil belajar IPS. Adapun hasil analisis data penelitian pada kedua kelas kelas diperoleh bahwa rerata hasil belajar IPS pada kelas eksperimen adalah = 81,71 dan kelas kontrol adalah = 68,13. Selanjutnya data hasil belajar IPS diuji menggunakan statistik uji-t dan diperoleh thitung = 4,74 > ttabel = 2,00.

Hal ini berarti hipotesis alternatif yang menyebutkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan hasil belajar IPS antara siswa yang dibelajarkan dengan pendekatan saintifik berbasis inkuiri terbimbing berbantuan media audio-visual dengan siswa yang dibelajarkan dengan pendekatan saintifik pada kelas IV Gugus Raden Ajeng Kartini Denpasar dengan taraf signifikan 5% diterima. Hal tersebut dapat dilihat dari Hasil belajar siswa pada kelas eksperimen lebih baik apabila dibandingkan dengan hasil belajar siswa pada kelas kontrol. Hal ini disebabkan oleh pendekatan saintifik berbasis inkuiri terbimbing

berbantuan media audio-visual dapat menarik minat siswa dan memotivasi siswa untuk belajar serta aktif. Selain itu, inkuiri terbimbing merupakan merupakan sebuah model pembelajaran dimana guru membimbing siswa melakukan kegiatan dengan memberi pertanyaan awal dan mengarahkan pada suatu diskusi. Guru yang menentukan permasalahan dan tahap-tahap pemecahannya. Dalam model pembelajaran ini melibatkan siswa untuk memperoleh petunjuk-petunjuk seperlunya, petunjuk-petunjuk itu pada umumnya berupa pertanyaan-pertanyaan yang bersifat membimbing. Model pembelajaran ini dapat digabungkan dengan berbagai media seperti media audio-visual, yaitu salah satu contohnya adalah video atau power point. Menggabungkan model pembelajaran dengan media tersebut akan semakin menambah ketertarikan siswa untuk belajar. Maka dengan diterapkannya pendekatan saintifik berbasis inkuiri terbimbing berbantuan media audio-visual berpengaruh positif terhadap hasil belajar siswa.

Dalam pendekatan saintifik berbasis inkuiri terbimbing berbantuan media audio-visual merupakan pendekatan yang menagarahkan siswa mendapat lima pengalaman belajar yaitu mengamati, menanya, mengumpulkan informasi,

mengasosiasi (menalar), dan

mengomunikasikan. Pada saat

pembelajaran berlangsung dengan menerapkan pendekatan saintifik, selain siswa mendapat lima pengalaman belajar yang telah disebutkan, pembelajaran siswa

dipadukan pula dengan model

pembelajaran inkuiri terbimbing dan media audio-visual. Sedikit perbedaan dengan pendekatan saintifik yang terjadi selama pembelajaran IPS yang berlangsung di kelompok kontrol. Kegiatan pembelajaran di kelompok kontrol hanya mengacu pada lima pengalaman belajar yaitu mengamati, menanya, mengumpulkan informasi,

(8)

mengasosiasi (menalar), dan mengomunikasikan.

Berdasarkan pemaparan tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan pendekatan saintifik berbasis inkuiri terbimbing berbantuan media audio-visual berpengaruh terhadap hasil belajar IPS siswa kelas IV SD Negeri di Gugus Raden Ajeng Kartini Denpasar.

SIMPULAN DAN SARAN

Hasil penelitian analisis data post test menunjukkan bahwa rerata hasil belajar IPS kelas eksperimen lebih tinggi daripada rerata kelas kontrol (81,71 > 68,13). Berdasarkan hasil analisis uji-t diperoleh thitung sebesar 4,74 dan ttabel dengan dk = 35

+ 32 – 2 = 65 pada taraf signifikansi 5% adalah 2,00 karena thitung > ttabel (4,74 >

2,00), maka H0 ditolak dan Ha diterima. Hal

ini membuktikan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan hasil belajar IPS antara kelas siswa yang dibelajarkan melalui pendekatan saintifik berbasis inkuiri terbimbing berbantuan media audio-visual dengan kelas siswa yang dibelajarkan melalui pendekatan saintifik.

Jadi dapat disimpulkan bahwa penerapan pendekatan saintifik berbasis inkuiri terbimbing berbantuan media audio-visual berpengaruh terhadap hasil belajar IPS siswa kelas IV Gugus Raden Ajeng Kartini Denpasar tahun pelajaran 2015/2016.

Adapun saran yang dapat

disampaikan berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan adalah sebagai berikut: (1) diharapkan guru dapat menambah wawasan dan pengetahuan tentang mengembangkan inovasi dalam merancang pembelajaran sesuai dengan kurikulum 2013 yang bertujuan untuk memperoleh hasil belajar yang optimal, serta diharapkan guru mampu menerapkan pendekatan saintifik yang lebih optimal dipadukan dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing berbantuan media audio-visual.

Selain itu, dengan penerapan

pendekatan saintifik berbasis inkuiri terbimbing berbantuan media audio-visual menjadi salah satu pendekatan yang diterapkan guru dalam kegiatan pembelajaran pada pembelajaran IPS yang

dapat menarik minat dan menimbulkan rasa senang siswa dalam belajar. Dengan demikian dapat memberikan kontribusi yang baik terhadap hasil belajar siswa, (2) siswa lebih aktif dan dapat mengembangkan kreativitasnya dalam mengikuti pembelajaran serta mampu membangun pengetahuannya sendiri melalui pengalaman belajar untuk meningkatkan hasil belajar siswa, (3) dapat dijadikan pedoman bagi sekolah untuk menciptakan kondisi yang mampu memotivasi dan meningkatkan kualitas guru-guru dalam merancang pembelajaran yang inovatif dalam membelajarkan siswa sesuai dengan yang diharapkan dalam kurikulum 2013, sehingga dapat meningkatkan mutu dan kualitas sekolah menjadi lebih unggul dan inovatif, (4) peneliti lain dapat melakukan penelitian lebih lanjut mengenai pendekatan saintifik berbasis inkuiri terbimbing berbantuan media audio-visual pada tema dan pembelajaran yang lain dan dapat mengembangkan kreativitas siswa untuk memperoleh hasil yang lebih baik.

DAFTAR PUSTAKA

Kemendikbud. 2013. Permendikbud Nomor 81A Tahun 2013. Jakarta: Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.

Anam, Khairul. 2015. Model Inkuiri. Jakarta: PT. Raja Grafindo.

Anggreni, Luh Putu. 2014. Pengaruh Model Pembelajaran Inkuiri Berbasis Lingkungan Terhadap Keaktifan Belajar dan Hasil Belajar IPS Siswa Kelas VI di SD No. 2 Kuta dan SD No. 5 Kuta Badung Bali. (Tidak diterbitkan). UNDIKSHA.

Arikunto, Suharsimi. 2013. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.

Arsyard, Azhar. 2011. Media Pembelajaran. Jakarta: PT. Raja Grafindo.

Artini, Ni Kadek Arik. 2013. Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Berbantuan Media Audio-Visual Terhadap Hasil Belajar IPS Siswa Kelas IV Sekolah Dasar Gugus Letda Kajeng Tahun Ajaran 2012/2013. (Tidak diterbitkan). UNDIKSHA.

BNSP, Standar Isi: Badan Standar Nasional Pendidikan 2006.

(9)

Daryanto. 2014. Pembelajaran Saintifik. Yogyakarta: Gava Media.

Dimyanti dan Mudjiono. 2009. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta. Hamalik, Oemar. 2001. Proses Belajar

Mengajar. Bandung: Bumi Aksara. Herrhyanto dan Akib Hamid. 2007.Statistika

Dasar. Jakarta: Universitas Terbuka. Jauhar, Mohammad. 2011. Implementasi

PAIKEM dari Behavioristik sampai akaonstrukstivistik. Jakarta: Pertasi Pustaka.

Kaniawati, Ida. 2012. “Kelebihan dan Kelemahan Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing” Tersedia pada http://file.upi.edu/Direktori/SPS/PRODI .PENDIDIKAN_IPA/BAYONG_TJASY ONO/Lesson_Study_dan_MODEL_PE MBELAJARAN_IPA.pdf. (diakses tanggal 2 Desember 2015).

Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. 2014. Permendikbud Nomor 57 Tahun 2014 Tentang Kurikulum 2013 Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah. Jakarta: Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.

Kosasih. 2014. Strategi Belajar dan Pembelajaran (Implementasi Kurikulum 2013). Bandung: Yrama Widya.

Koyan, I Wayan. 2011. Asesmen Pendidikan. Singaraja: UNDIKSHA. Neka, I Ketut. 2014. Pengaruh Model

Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Berbasis Lingkungan Terhadap Keterampilan Berpikir Kreatif dan Penguasaan Konsep IPA Kelas V SD Gugus VIII Kecamatan Abang. (Tidak diterbitkan). UNDIKSHA.

Oka Vera Wijayanthi, A.A. Sagung. 2014. Pengaruh Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Berbasis Kearifan Lokal Terhadap Tanggung Jawab Belajar dan Hasil Belajar IPS Siswa Kelas V SD Gugus I Gusti Ngurah Rai Denpasar Selatan.(Tidak diterbitkan). UNDIKSHA.

Rustaman Nuryani, dkk. 2010. Materi dan Pembelajaran IPS SD. Jakarta: Kencana Perdana Media Group. Sagala, Syaiful. 2003. Konsep dan Makna

Pembelajaran. Bandung: Alfabeta.

Sanjaya, Wina. 2009. Perencanaan dan Desain Sistem Pembelajaran. Jakarta: Prewnada Media Group.

Sardijyo, dkk. 2007. Pendidikan IPS SD. Jakarta: Universitas Terbuka.

Suardiani, Ni Nyoman. 2015. Pengaruh Model Pembelajaran Inkuiri Terhadap Motivasi Berprestasi dan Hasil Belajar IPS Siswa Kelas V SDN Gugus 8 Kecamatan Sukawati Tahun Ajaran 2014/2015. (Tidak diterbitkan). UNDIKSHA.

Suastra, I Wayan. 2009. Pembelajaran Sains Terkini. Singaraja: UNDIKSHA. Sudijono, Anas. 2011. Pengantar Evaluasi

Pendidikan. Jakarta: PT. Rajagrafindo Persada.

Sudjana, Nana. 2009. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Sugiyono. 2012. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta.

Sukardi, 2011. Metodelogi Penelitian Pendidikan Kompetensi dan Praktiknya. Jakarta: Bumi Aksara. Sukiman. 2012. Pengembangan Media

Pembelajaran. Yogyakarta: PT. Pustaka Isan Madani.

Tjandra, Made. Dkk. 2005. Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial di Sekolah Dasar. Jurusan PGSD FIP IKIP Singaraja.

Trianto. 2010. Mendisain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif. Jakarta: Kencana Media Group. Winarsunu, Tulus. 2010. Statistik Dalam

Penelitian Psikologi dan Pendidikan. Malang: Universitas Negeri Malang. Yamin, Martinis. 2011. Paradigma Baru

Pembelajaran. Jakarta: Gaung Persada.

Gambar

Tabel 2. Tabel Hasil Analisis Uji-t Data Hasil Belajar IPS

Referensi

Dokumen terkait

[r]

Sebagai kelanjutan proses pelelangan ini, kami mengundang saudara untuk menghadiri tahapan verifikasi dan pembuktian kualifikasi paket pekerjaan Pembangunan Jembatan Alue Sungai

Tujuan : Menganalisa perbedaan efektifitas terapi latihan William Flexion Exercise dan Mc.Kenzie Extension Exercises terhadap penurunan nyeri punggung bawah Miogenik

Dengan melakukan peninjuan beberapa aspek diatas, dapat disimpulkan perlunya suatu rencana tindak ( action plan ) yang meliputi, (1) melakukan pengenalan karekteristik sampah

Rekayasa perangkat lunak yang dilakukan adalah penyusunan Diagram conteks, Diagram Alir Data (DAD) level 0 dan desain database. Rekayasa sistem ini digunakan untuk

Website Band Bondan Prakoso & Fade2Black dibangun menggunakan visualisasi multimedia Visual Studio.Net 2005 dengan teknologi Ajax serta menggunakan software pendukung

Dari hasil pembahasan penulis dapat menarik kesimpulan bahwa ada hubungan yang kuat antara biaya personal selling dan biaya brosur dengan hasil penjualan yang hasilnya mendekati

Rantai tataniaga dalam perdagangan sapi Bali asal Timor yang diantar pulaukan ke DKI Jakarta dapat digambarkan sebagai berikut: 1) dimulai dari pedagang besar