• Tidak ada hasil yang ditemukan

P U T U S A N Nomor : 08/G/2017/PTUN.SMD DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "P U T U S A N Nomor : 08/G/2017/PTUN.SMD DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA"

Copied!
50
0
0

Teks penuh

(1)

Halaman 1 dari 50 halaman, Putusan Perkara Nomor: 08/G/2017/PTUN.SMD

P U T U S A N

Nomor : 08/G/2017/PTUN.SMD

DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

Pengadilan Tata Usaha Negara Samarinda yang memeriksa, memutus, dan menyelesaikan sengketa tata usaha negara pada peradilan tingkat pertama dengan acara biasa telah menjatuhkan Putusan sebagaimana tersebut di bawah ini, dalam sengketa antara;

Nama : DIDIK. A

Kewarganegaraan : Indonesia.

Pekerjaan : Karyawan Swasta.

Alamat : Desa Long Noran RT. 005, Kecamatan Telen, Kabupaten Kutai Timur.

Dalam hal ini memberikan kuasa kepada : 1. FIRMANSYAH, S.H.

2. SYAM HADIJANTO, S.H.

3. ABDUL KARIM, S.H. ( Advokat Magang )

Ketiganya berkewarganegaraan Indonesia, Pekerjaan Advokat dan Advokat Magang, berkantor pada NETRAJA Law Office yang berkantor di Jalan Yos Sudarso IV Amar Hotel Lt 2, Kecamatan Sangatta Utara, Kelurahan Teluk Lingga, Kabupaten Kutai Timur, berdasarkan Surat Kuasa Khusus tanggal 02 Februari 2017 ;

Selanjutnya disebut sebagai --- PENGGUGAT ; M E L A W A N :

PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA

PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA

PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA

PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA

(2)

Halaman 2 dari 50 halaman, Putusan Perkara Nomor: 08/G/2017/PTUN.SMD

BUPATI KUTAI TIMUR, berkedudukan di Jalan Soekarno Hatta Pusat

Perkantoran Bukit Pelangi, Sangatta Utara, Kabupaten Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Timur ;

Dalam hal ini diwakili oleh :

1. WALUYO HERYAWAN, S.H., Jabatan Kepala Bagian Hukum Sekretariat Daerah Kabupaten Kutai Timur ;

2. SOLEH ABIDIN, S.H., Jabatan Kasubbag Bantuan Hukum dan Kerjasama Bagian Hukum Sekretariat Daerah Kabupaten Kutai Timur ;

3. ELIN AGVANISFIYANTI, S.H., Jabatan Kasubbag Dokumentasi Bagian Hukum Sekretariat Daerah Kabupaten Kutai Timur ;

4. JANUAR BAYU IRAWAN, S.H., Jabatan Kasubbag Perundang-undangan Bagian Hukum Sekretariat Daerah Kabupaten Kutai Timur ;

Kesemuanya berkewarganegaraan Indonesia,

pekerjaan Pegawai Negeri Sipil pada Kantor Bupati Kutai Timur, beralamat di Jalan Soekarno - Hatta Nomor 1, Pusat Perkantoran Bukit Pelangi, Sangatta Utara, Kabupaten Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Timur, berdasarkan Surat Kuasa Khusus Nomor : 180/03/S. Kuasa/HK/III/2017 tanggal 21 Maret 2017 ;

Selanjutnya disebut sebagai---TERGUGAT ;

Pengadilan Tata Usaha Negara tersebut :

PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA

PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA

PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA

PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA

(3)

Halaman 3 dari 50 halaman, Putusan Perkara Nomor: 08/G/2017/PTUN.SMD 1. Telah membaca Penetapan Ketua Pengadilan Tata Usaha Negara Samarinda

Nomor : 08/PEN-DIS/2017/PTUN.SMD tanggal 27 Februari 2017 tentang Penetapan Lolos Dismissal ;

2. Telah membaca Penetapan Ketua Pengadilan Tata Usaha Negara Samarinda Nomor : 08/PEN/2017/PTUN.SMD tanggal 27 Februari 2017 tentang Penetapan Penunjukan Majelis Hakim ;

3. Telah membaca Penetapan Panitera Pengadilan Tata Usaha Negara Samarinda Nomor : 08/G/2017/PTUN.SMD tanggal 27 Februari 2017 tentang Penunjukan Panitera Pengganti ;

4. Telah membaca Penetapan Hakim Ketua Majelis Pengadilan Tata Usaha Negara Samarinda Nomor : 08/PEN-PP/2017/PTUN.SMD tanggal 28 Februari 2017 tentang Pemeriksaan Persiapan ;

5. Telah membaca Penetapan Hakim Ketua Majelis Pengadilan Tata Usaha Negara Samarinda Nomor : 08/PEN-HS/2017/PTUN.SMD tanggal 30 Maret 2017 tentang Penetapan Penentuan Hari Sidang ;

6. Telah membaca Berkas perkara Nomor : 08/G/2017/PTUN.SMD termasuk bukti dan surat-surat lainnya yang diajukan Para Pihak di persidangan;

7. Telah memeriksa dan mendengar keterangan saksi-saksi di persidangan; 8. Telah mendengar keterangan Para Pihak di persidangan;

TENTANG DUDUK SENGKETA

Menimbang, bahwa Penggugat telah mengajukan gugatannya tertanggal 23 Februari 2017 yang terdaftar di Kepaniteraan Pengadilan Tata Usaha Negara Samarinda pada tanggal 23 Februari 2017 dengan register perkara Nomor : 08/G/2017/PTUN.SMD yang telah diperbaiki secara formal pada Pemeriksaan Persiapan tanggal 30 Maret 2017 yang mengemukakan dalil-dalil sebagai berikut ;

I. OBJEK GUGATAN

PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA

PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA

PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA

PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA

(4)

Halaman 4 dari 50 halaman, Putusan Perkara Nomor: 08/G/2017/PTUN.SMD a. Surat Keputusan Bupati Kutai Timur Nomor 141.1/K.886/2016 tentang

Penetapan Penundaan Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa pada Desa Long Noran Kecamatan Telen Kabupaten Kutai Timur, tertanggal 15 Desember 2016.

II. TENGGANG WAKTU GUGATAN

Bahwa pada tanggal 15 Desember 2016 Bupati Kutai Timur telah mengeluarkan Surat Keputusan a quo yang merupaan Penetapan penundaan pelaksanaan pemilihan kepala desa pada Desa Long Noran Kecamatan Telen Kabupaten Kutai Timur, bahwa surat keputusan a quo baru diketahui oleh PENGGUGAT pada tanggal 16 Desember 2016 berdasarkan informasi yang disampaikan oleh Panitia Pemilihan Kepala Desa Long Noran.

Sesuai dengan ketentuan yang terdapat dalam Pasal 55 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1986 Jo Undang-Undang-Undang-Undang Nomor 51 Tahun 2009 Tentang Peradilan Tata Usaha Negara bahwa Gugatan hanya dapat diajukan dalam tenggang waktu sembilan puluh hari terhitung sejak saat diterimanya atau diumumkan. Dengan demikian dalam hal ini PENGGUGAT masih dalam tenggang waktu sesuai dengan yang dipersyaratkan dalam regulasi.

III. KEPENTINGAN PENGGUGAT YANG DIRUGIKAN

Bahwa atas tindakan TERGUGAT dalam hal ini telah mengakibatkan PENGGUGAT mengalami kerugian secara material dan moril, karena ditundanya pelaksanaan pemilihan Kepala Desa Long Noran Kecamatan Telen Kabupaten Kutai Timur, telah mengakibatkan hilangnya hak dan kesempatan bagi PENGGUGAT yang telah ditetapkan sebagai Calon Kepala Desa Long Noran Kecamatan Telen Kabupaten Kutai Timur.

PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA

PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA

PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA

PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA

(5)

Halaman 5 dari 50 halaman, Putusan Perkara Nomor: 08/G/2017/PTUN.SMD

IV. POSITA ( DALIL GUGATAN )

Adapun yang menjadi dasar diajukannya Gugatan ini adalah sebagai berikut :

1. Bahwa Penggugat adalah calon kepala desa dengan nomor urut 1 (satu) yang ditetapkan berdasarkan Berita Acara Penetapan Nomor Urut Calon Kepala Desa yang berhak dipilih pada pemilihan Kepala Desa Long Noran Kecamatan Telen pada tanggal 11 Desember 2016, yang disaksikan langsung oleh Panitia Pilkades Desa Long Noran, BPD, Panitia Pengawas, dan calon Kepala Desa yang berhak dipilih.

2. Bahwa Penggugat telah menerima dan mengetahui adanya Surat Keputusan Bupati Kutai Timur Tertanggal 15 Desember 2016 dengan Nomor 141.1/K.886/2016 tentang Penetapan Penundaan Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa pada Desa Long Noran Kecamatan Telen Kabupaten Kutai Timur.

3. Bahwa karena Penggugat menerima Surat Keputusan dari Tergugat pada tanggal 16 Desember 2016, sehingga diajukan gugatan ini oleh PENGGUGAT ke Pengadilan Tata Usaha Negara Samarinda masih dalam tenggang waktu 90 (sembilan puluh) hari dan karenanya tenggang waktu tersebut memenuhi ketentuan pasal 55 Undang-Undang No. 5 Tahun 1986 Jo Undang-Undang-Undang-Undang Nomor 51 Tahun 2009 Tentang Peradilan Tata Usaha.

4. Bahwa surat a quo yang diterbitkan oleh TERGUGAT merupakan Keputusan Tata Usaha Negara yang bersifat konkret, individual, dan final, sehingga memenuhi ketentuan pasal 1 angka 9

Undang-PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA Undang-PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA

PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA

PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA

PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA

(6)

Halaman 6 dari 50 halaman, Putusan Perkara Nomor: 08/G/2017/PTUN.SMD Undang Nomor 51 Tahun 2009 Tentang Peradilan Tata Usaha, dengan dasar sebagai berikut:

a. Bahwa surat keputusan TERGUGAT a quo bersifat konkret karena yang disebutkan secara jelas dan nyata menyebutkan penundaan pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa pada Desa Long Noran Kecamatan Telen Kabupaten Kutai Timur, yang mana PENGGUGAT merupakan salah satu calon yang telah ditetapkan berdasarkan Berita Acara Penetapan Nomor urut Calon Kepala Desa yang berhak dipilih pada pemilihan Kepala Desa Long Noran Kecamatan Telen pada tanggal 11 Desember 2016.

b. Bahwa surat keputusan TERGUGAT a quo bersifat individual karena tidak ditujukan kepada umum, tetapi berwujud dan nyata secara tegas akan terkait dengan nama-nama yang telah ditetapkan sebagai calon kepala desa yang berhak dipilih pemilihan Kepala Desa Long Noran Kecamatan Telen.

c. Bahwa surat keputusan TERGUGAT a quo bersifat final karena tidak lagi memerlukan persetujuan dari instansi tertentu baik bersifat horizontal maupun vertikal. Dengan demikian surat keputusan Tergugat tersebut telah bersifat final dan telah menimbulkan akibat hukum.

5. Bahwa berdasarkan Surat Keputusan dari Tergugat pada tanggal 15 Desember 2016 Penggugat telah mengajukan Somasi Terbuka pada tanggal 18 Desember 2016.

6. Bahwa dengan adanya Surat Keputusan yang dikeluarkan oleh Tergugat, Penggugat telah melakukan hearing dengan DPRD Kabupaten Kutai Timur Pada tanggal 10 Januari 2017.

PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA

PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA

PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA

PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA

(7)

Halaman 7 dari 50 halaman, Putusan Perkara Nomor: 08/G/2017/PTUN.SMD 7. Bahwa pelaksanaan pemungutan suara dalam pemilihan kepala desa

Long Noran Kecamatan Telen Kabupaten Kutai Timur telah dijadwalkan akan dilaksanakan pada tanggal 20 Desember 2016. 8. Bahwa proses pelaksanaan pemilihan Kepala Desa Long Noran

Kecamatan Telen Kabupaten Kutai Timur telah sampai pada tahap pendistribusian logistik pemungutan suara, yang dalam hal ini bakal calon kepala desa telah ditetapkan nomor urut Calon Kepala Desa yang berhak dipilih pada pemilihan Kepala Desa Long Noran Kecamatan Telen yang disaksikan langsung oleh Panitia Pilkades Desa Long Noran, BPD, Panitia Pengawas.

9. Bahwa panitia pemilihan kepala desa Long Naran Kecamatan Telen Kabupaten Kutai Timur tetap menetapkan calon kepala desa yang berhak dipilih pada tanggal 11 Desember 2016 yakni sebagai berikut : a. DIDIK A mendapatkan Nomor Urut 1 (satu);

b. NGANG UDAU mendapatkan Nomor Urut 2 (Dua); c. YUNI H mendapatkan Nomor Urut 3 (Tiga);

Sementara Surat pengunduran diri dari calon kepala desa nomor urut 2 (dua) dan nomor urut (3) telah masuk masing-masing pada tanggal 5 & 10 Desember 2016.

10. Bahwa dengan mengingat ketentuan sebagaimana tertuang dalam Pasal 26 ayat (1), ayat (4) dan ayat (5) Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 112 Tahun 2014 Tentang Pemilihan Kepala Desa jo Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2014 Tentang Pemilihan Kepala Desa yang menyatakan sebagai berikut :

Ayat (1)

Penetapan calon kepala desa disertai dengan penentuan nomor urut melalui undian secara terbuka oleh Panitia pemilihan.

PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA

PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA

PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA

PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA

(8)

Halaman 8 dari 50 halaman, Putusan Perkara Nomor: 08/G/2017/PTUN.SMD

Ayat (4)

Panitia pemilihan mengumumkan melalui media masa dan/atau papan pengumuman tentang nama calon yang telah ditetapkan, paling lambat 7 (tujuh) hari sejak tanggal ditetapkan.

Ayat (5)

Pengumuman sebagaimana dimaksud pada ayat (4) bersifat final dan mengikat.

11. Bahwa mengingat ketentuan sebagaimana yang tertuang dalam Pasal 45 Peraturan Bupati Kutai Timur Nomor 16 Tahun 2016 Tentang Mekanisme Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa, yang menyebutkan sebagai berikut :

Penundaan pada pelaksanaan tahapan pemilihan kepala desa terjadi dikarenakan adanya kerusuhan, gangguan keamanan, bencana alam atau gangguan lainnya yang mengakibatkan sebagian atau seluruh tahapan pemilihan kepala desa tidak dapat dilaksanakan sesuai dengan jadwal, kondisi tersebut harus ditetapkan oleh panitia pemilihan dengan mendapatkan rekomendasi panitia pemilihan kabupaten dan kemudian mendapatkan persetujuan oleh menteri.

Dari ketentuan sebagaimana tersebut diatas sangatlah jelas telah melanggar asas-asas sebagaimana berikut :

a. Asas Legalitas

Yang dalam hal ini penyelenggaraan administrasi pemerintahan wajib untuk mengedepankan dasar hukum dari sebuah Keputusan/Tindakan yang dibuat oleh Badan dan/atau Pejabat Pemerintahan, Dalam Surat Keputusan a quo yang diterbitkan TERGUGAT sangat jelas bahwa dalam hal ini tergugat tidak

“Mengindahkan” koridor yang telah ditetapkan dalam sebuah

PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA

PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA

PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA

PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA

(9)

Halaman 9 dari 50 halaman, Putusan Perkara Nomor: 08/G/2017/PTUN.SMD aturan untuk melakukan penundaan pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa, sehingga sangat jelas kiranya bahwa Surat Keputusan a quo adalah Batal Demi Hukum.

b. Asas Perlindungan Hak Asasi Manusia

Dalam hal ini penyelenggaraan Administrasi Pemerintahan tidak boleh melanggar hak-hak dasar warga masyarakat sebagaimana dijamin dalam konstitusi, Hak untuk dipilih merupakan hak dasar bagi setiap warga sesuai dengan ketentuan yang berlaku, dengan adanya Surat Keputusan a quo yang dikeluarkan oleh TERGUGAT telah mengakibatkan hilangnya hak untuk dipilih dalam Pemilihan Kepala Desa pada Desa Long Noran Kecamatan Telen Kabupaten Kutai Timur yang sebelumnya telah dijadwakan dilaksanakan secara serentak di seluruh Kabupaten Kutai Timur.

c. Asas Tidak Menyalahgunakan Kewenangan

Dalam hal ini memberikan kewajiban bagi Badan dan/atau Pejabat Pemerintahan tidak menggunakan kewenangan untuk kepentingan pribadi atau kepentingan yang lain dan tidak sesuai dengan tujuan pemberian kewenangan, dalam hal ini kewenangan untuk menunda pelaksanaan pemilihan kepala desa harus benar-benar dicermati, karena di satu sisi seluruh proses yang ada telah berjalan sebagaimana mestinya, namun kemudian tanpa dasar dan/atau landasan hukum yang jelas kemudian dikeluarkanlah Surat Keputusan a quo.

12. Bahwa Penundaan pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa pada Desa Long Noran Kecamatan Telen Kabupaten Kutai Timur, didasarkan pada pertimbangan:

PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA

PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA

PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA

PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA

(10)

Halaman 10 dari 50 halaman, Putusan Perkara Nomor: 08/G/2017/PTUN.SMD a. Surat Pengunduran Diri saudara Ngang Udau pada tanggal 10

Desember 2016;

b. Surat Pengunduran Diri Saudari Yuni H. sebagai calon kepala desa Long Noran pada tanggal 5 Desember 2016;

c. Menindaklanjuti Berita Acara Rapat Panitia Pemilihan Kepala Desa Tingkat Kabupaten Kutai Timur Nomor 140/BA.01/PPKD/2016 tanggal 14 Desember 2016;

13. Karena itu, berdasarkan alasan dan pertimbangan sebagaimana yang tersebut diatas, dilakukanlah penundaan pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa Long Noran Kecamatan Telen Kabupaten Kutai Timur, yang dalam hal ini Penggugat merupakan salah satu calon kepala desa dalam pemilihan tersebut.

14. Bahwa dari ketentuan sebagaimana tersebut di atas jelas terlihat alasan Penundaan pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa Pelaksanaan pada Desa Long Noran Kecamatan Telen Kabupaten Kutai Timur yang dalam hal ini Penggugat merupakan salah satu calon kepala desa dalam pemilihan tersebut, adalah tidak sesuai/bertentangan dengan ketentuan sebagai berikut:

a. Pasal 32 ayat (5) Peraturan Daerah Kabupaten Kutai Timur Nomor 7 Tahun 2016 ;

b. Pasal 26 ayat (1), ayat (4) dan ayat (5) Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 112 Tahun 2014 Tentang Pemilihan Kepala Desa ; c. Pasal 45 Peraturan Bupati Kutai Timur Nomor 16 Tahun 2016

Tentang Mekanisme Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa ; 15. Bahwa berdasarkan ketentuan dalam Pasal 45 Peraturan Bupati

Kutai Timur Nomor 16 Tahun 2016 Tentang Mekanisme Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa, yang menyebutkan sebagai berikut :

PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA

PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA

PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA

PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA

(11)

Halaman 11 dari 50 halaman, Putusan Perkara Nomor: 08/G/2017/PTUN.SMD Penundaan pada pelaksanaan tahapan pemilihan kepala desa terjadi dikarenakan adanya kerusuhan, gangguan keamanan, bencana alam atau gangguan lainnya yang mengakibatkan sebagian atau seluruh tahapan pemilihan kepala desa tidak dapat dilaksanakan sesuai dengan jadwal, kondisi tersebut harus ditetapkan oleh panitia pemilihan dengan mendapatkan rekomendasi panitia pemilihan kabupaten dan kemudian mendapatkan persetujuan oleh menteri.

Bahwa berdasarkan ketentuan sebagaimana tersebut diatas, tidak ada satu-pun ketentuan yang dapat digunakan oleh TERGUGAT untuk melakukan penundaan pelaksanaan pemilihan kepala desa, dan juga dalam hal ini telah diumumkan nama dan nomor urut calon yang berhak dipilih dalam pemilihan kepala desa Long Noran Kecamatan Telen Kabupaten Kutai Timur pada tanggal 11 Desember 2016, dan sesuai dengan ketentuan Pasal 26 ayat (5) Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 112 Tahun 2014 Tentang Pemilihan Kepala Desa jo Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2014 Tentang Pemilihan Kepala Desa bahwa pengumuman tersebut bersifat final dan mengikat (final and binding).

Bahwa berdasarkan alasan-alasan tersebut diatas Dengan demikian, surat keputusan dari TERGUGAT (mohon dinyatakan batal atau tidak sah).

16. Bahwa selain alasan tersebut diatas, TERGUGAT dalam mengeluarkan surat aquo telah bertentangan dengan asas umum pemerintahan yang baik, TERGUGAT telah menimbulkan ketidakpastian hukum bagi penggugat, yang mana dalam asas ini mengutamakan landasan ketentuan peraturan perundang-undangan, kepatutan dan keadilan dalam setiap kebijakan penyelenggaraan

PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA

PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA

PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA

PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA

(12)

Halaman 12 dari 50 halaman, Putusan Perkara Nomor: 08/G/2017/PTUN.SMD pemerintahan, dalam hal ini sangatlah jelas kiranya Surat Keputusan a quo yang dikeluarkan telah mengakibatkan ketidakpastian pelaksanaan pemilihan Kepala Desa Long Noran Kecamatan Telen Kabupaten Kutai Timur, yang mana penundaan tersebut sangatlah tidak beralasan dan tidak memiliki pijakan yuridis yang kuat.

V. PETITUM ( PERMINTAAN )

Berdasarkan uraian dan alasan penggugat tersebut di atas, maka dengan segala kerendahan hati PENGGUGAT memohon kepada ketua/majelis hakim yang mulia yang memeriksa dan yang akan memutus perkara ini agar mengambil putusan sebagai berikut :

1. Mengabulkan gugatan Penggugat untuk seluruhnya ;

2. Menyatakan batal atau tidak sah Surat Keputusan Bupati Kutai Timur Nomor 141.1/K.886/2016 tentang Penetapan Penundaan Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa pada Desa Long Noran Kecamatan Telen Kabupaten Kutai Timur, Tertanggal 15 Desember 2016 ;

3. Mewajibkan TERGUGAT untuk mencabut Surat Keputusan Bupati Kutai Timur Nomor 141.1/K.886/2016 tentang Penetapan Penundaan Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa pada Desa Long Noran Kecamatan Telen Kabupaten Kutai Timur, Tertanggal 15 Desember 2016 ;

4. Menghukum TERGUGAT untuk membayar biaya perkara yang ditimbulkan dalam perkara ini;

Jika pengadilan atau Majelis Hakim berpendapat lain, mohon keputusan yang seadil-adilnya berdasarkan hukum dan kebenaran. Demikianlah gugatan ini kami ajukan atas petimbangan dan kebijakan Bapak Ketua Pengadilan Tata

PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA

PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA

PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA

PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA

(13)

Halaman 13 dari 50 halaman, Putusan Perkara Nomor: 08/G/2017/PTUN.SMD Usaha Negara Samarinda atau Majelis Hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini kami sampaikan ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya.

Menimbang bahwa terhadap gugatan Penggugat tersebut, Tergugat melalui kuasanya telah mengajukan Jawaban tertanggal 25 April 2017, yang mengemukakan dalil-dalil bantahan sebagai berikut :

DALAM EKSEPSI :

Bahwa Tergugat dengan ini membantah seluruh dali-dalil gugatan Penggugat,kecuali atas hal-hal yang secara tegas diakui oleh Tergugat dalam Jawaban ini seperti yang telah didalilkan oleh Penggugat sebagai berikut :

I. Gugatan Penggugat Salah Objek (Error in Objecto)

1. Bahwa Tergugat menolak dengan tegas dalil Penggugat yang pada intinya Penggugat merasa dirugikan atas terbitnya Surat Keputusan Aquo yang mengakibatkan kepentigan Penggugat di rugikan;

2. Bahwa berdasarkan ketentuan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara jo. Undang-Undang No. 9 Tahun 2004 tentang Perubahan atas Undang-Undang No. 5 Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara jo. Undang-Undang No. 51 Tahun tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang No. 5 Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara (“UU TUN”), yakni Pasal 1 angka 9 UU TUN yang berbunyi sebagai berikut :

“Keputusan Tata Usaha Negara adalah suatu penetapan tertulis yang dikeluarkan oleh Badan atau Pejabat Tata Usaha Negara yang berisi tindakan hukum tata usaha negara yang berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku bersifat konkrit, individual, dan final, yang menimbulkan akibat hukum bagi seseorang atau badan hukum perdata.”

PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA

PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA

PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA

PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA

(14)

Halaman 14 dari 50 halaman, Putusan Perkara Nomor: 08/G/2017/PTUN.SMD 3. Bahwa berdasarkan ketentuan Pasal 1 angka 9 UU TUN jelas bahwa

Surat Keputusan Aquo hanya menunda pelaksanaan karena tahapan tidak mungkin dilaksanakan Pemilihan Kepala Desa ;

4. Bahwa penerbitan Surat Keputusan Aquo tersebut tidak mempunyai hubungan hukum dengan Penggugat, karena tidak bersifat Konkrit, Individual dan Final kepada Penggugat.

5. Bahwa sebagaimana dalil Penggugat dalam gugatannya bahwa akibat diterbitkannya Surat Keputusan Aquo oleh Tergugat mengakibatkan kerugian secara materiil, hal tersebut jelas merupakan alasan yang mengada-ada, karena tahapan - tahapan Penundaan pemilihan kepala desa Long Noran telah sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Sehingga berdasarkan hal tersebut di atas jelas, bahwa kerugian yang dialami oleh Penggugat adalah karena terbitnya Surat Keputusan Aquo yang mempunyai akibat hukum kepada Penggugat, karena bersifat Konkrit, Individual dan Final kepada Penggugat.

6. Berdasarkan hal-hal yang telah diuraikan di atas, jelas terbukti bahwa Gugatan Penggugat Salah Objek (Error in Objecto). sehingga oleh karenanya layak dan sangat berdasar hukum apabila Majelis Hakim Yang Terhormat menolak atau setidaknya menyatakan Gugatan PENGGUGAT TIDAK DAPAT DITERIMA (Niet Ontvankelijk Veerklaard).

Namun demikian apabila Majelis Hakim Yang Terhormatberpendapat lain (quad non), makagugatan PENGGUGAT tetapharus DITOLAK dengan alasan-alasan sebagai berikut :

I. DALAM POKOK PERKARA

PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA

PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA

PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA

PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA

(15)

Halaman 15 dari 50 halaman, Putusan Perkara Nomor: 08/G/2017/PTUN.SMD 7. Bahwa TERGUGAT memohon kepada Majelis Hakim Yang Terhormat

agar hal-hal yang TERGUGAT kemukakan dalam EKSEPSI, mohon dianggap merupakan suatu kesatuan yang tidak terpisahkan dengan Jawaban TERGUGAT dalam POKOK PERKARA ini.

8. Bahwa TERGUGAT menolak dengan tegas semua dalil PENGGUGAT sebagaimana diuraikan dalam Gugatannya, kecuali hal-hal yang secara tegas diakui kebenarannya oleh TERGUGAT.

9. Bahwa tergugat menolak dengan tegas dalil Penggugat angka 11 huruf a,b dan c karena berdasararkan pasal 26 ayat (1) dan (2) Peraturan Daerah Kabupaten Kutai Timur Nomor 7 Tahun 2016 tentang Pelaksanaan Pemilihan Kepaa Desa serentak :

Ayat (1)

Dalam hal bakal calon yang memenuhi persyaratan sebagaaimana dimaksud pada pasal 23 ayat (1) kurang dari 2 (dua) orang, pnitia pemilihan memperpanjangbwaktu pendaftaran selama 20 (dua puluh) hari;

Ayat (2)

Dalam hal bakal calon yang memenuhi persyaratan tetap kurang dari 2 (dua) setelah perpanjangan waktu pendaftaran sebagamana dimaksud pada ayat (1), Bupati menunda pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa sampaidenga waktu yang ditetapkan kemudian;

10. Bahwa Tergugat menilak dengan tegas dengan dalil Penggugat anggka 16 yang mendalilkan Keputusan Aquo yang dikeluarkan telah mengakibatkan ketidak pastian pelaksanaan pilkades Long Noran Kecamatan Telen Kabupaten Kutai Timur;

Bahwa berdasarkan pasal 45 perturan Bupati Kutai Timur Nomor 16 Tahun 2016 tentang mekanisme Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa, Penundaan pada pelaksanaan tahapan Pemilihan kepala Desa terjadi

PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA

PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA

PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA

PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA

(16)

Halaman 16 dari 50 halaman, Putusan Perkara Nomor: 08/G/2017/PTUN.SMD dikarenakan adanya kersuhan, gangguan keamaanan, bencana alam atau gangguan lainya yang mengakibatkan sebagian atau seluruh tahapan pemilihan kepala desa tidak dapat dilaksanakan sesuai dengan jadwal, kondisi tersebut harus ditetapkan oleh panitia pemilihan dan mendapat rekomendasi dari panitia Kabupaten dan kemudian mendapatkan persetujuan dari menteri’

PENERBITAN SURAT KEPUTUSAN AQUO TELAH SESUAI DENGAN PERATURAN PERUNDANGAN-UNDANGAN YANG BERLAKU DAN TIDAK BERTENTANGAN DENGAN AZAS-AZAS UMUM PEMERINTAHAN YANG BAIK

A. SURAT KEPUTUSAN AQUO I (Keputusan Bupati Kutai Timur Nomor : 141.1/K.866/2016 tanggal 15 Desember 2016) Telah Memenuhi Peraturan Perundang-undangan Yang Berlaku ;

11. Bahwa TERGUGAT dengan tegas juga menolak semua dalil PENGGUGAT dalam Gugatannya, yang pada intinya menyatakan bahwa TERGUGAT telah melanggar ketentuan perundang-undangan yang berlakuserta telah bertentangan dengan Azas-Azas Umum Pemerintahan Yang Baik, Azas Kepastian Hukum, Azas Tertib Penyelenggaraan Negara dan Azas Bertindak Cepat dalam menerbitkan Surat Keputusan Aquo.

12. Bahwa sebagaimana telah TERGUGAT sampaikan di atas, TERGUGAT adalah Badan atau Pejabat Tata Usaha Negara yang melaksanakan urusan pemerintahan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku, hal tersebut sesuai dengan Pasal 1 butir 2 UU TUN, yang menyatakan:

PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA

PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA

PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA

PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA

(17)

Halaman 17 dari 50 halaman, Putusan Perkara Nomor: 08/G/2017/PTUN.SMD

Pasal 1 butir 2 UU TUN:

“Badan atau Pejabat Tata Usaha Negara adalah Badan atau Pejabat yang melaksanakan urusan pemerintahan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.”

13. Bahwa berdasarkan hal-hal yang telah diuraikan di atas, jelas terbukti bahwa tindakan yang dilakukan oleh Tergugat TELAH SESUAI

DENGAN PERATURAN PERUNDANGAN-UNDANGAN YANG BERLAKU DAN TIDAK BERTENTANGAN DENGAN AZAS-AZAS UMUM PEMERINTAHAN YANG BAIK. sehingga oleh karenanya layak

dan sangat berdasar hukum apabila Majelis Hakim Yang Terhormat menolak gugatan Penggugat untuk seluruhnya.

Bahwa berdasarkan hal-hal yang Tergugat sampaikan diatas, jelas bahwa dalil Penggugat yang menyatakan Tergugat telah melanggar azas-azas umum pemerintahan yang baik (AAUPB) maka tidak benar, dan telah jelas terbukti bahwa tindakan yang dilakukan oleh Tergugat telah sesuai dengan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku. Sehingga oleh karenanya, Tergugat mohon dengan hormat kepada Majelis Hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini berkenan menerima dan untuk selanjutnyamemberikan putusan dengan amar sebagai berikut :

I. DALAM EKSEPSI :

 Menerima Eksepsi Tergugat ;

 Menolak Gugatan Penggugat untuk seluruhnya atau setidaknya menyatakan Gugatan Tidak Dapat Diterima (niet ontvankelijke verklaard);

I. DALAM POKOK PERKARA :

PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA

PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA

PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA

PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA

(18)

Halaman 18 dari 50 halaman, Putusan Perkara Nomor: 08/G/2017/PTUN.SMD  Menolak Gugatan Penggugat untuk seluruhnya atau setidaknya

menyatakan Gugatan Tidak Dapat Diterima (niet ontvankelijke verklaard);

 Menghukum Penggugat untuk membayar biaya perkara ;

ATAU :

Memberikan putusan lain yang adil, berdasarkan pandangan suatu peradilan yang baik dan benar (ex aequo et bono) ;

Demikian Jawaban Tergugat ini disampaikan, atas perhatiaan dan berkenan Majelis Hakim PTUN Samarinda yang terhormat menerima dan mengabulkanya, tak lupa dihaturkan terima kasih;

Menimbang bahwa terhadap Jawaban Tergugat tersebut, Penggugat mengajukan Repliknya tertanggal 02 Mei 2017, dan Tergugat mengajukan Dupliknya tertanggal 10 Mei 2017;

Menimbang bahwa untuk menguatkan dalil-dalil gugatannya, Penggugat melalui kuasanya telah mengajukan bukti-bukti tertulis berupa fotokopi surat - surat yang telah bermeterai cukup dan telah dicocokkan dengan asli atau fotokopinya di persidangan, bukti-bukti surat tersebut diberi tanda P-1 sampai dengan P-14, adalah sebagai berikut ;

Bukti P - 1 : Fotokopi Dari Fotokopi Keputusan Bupati Kutai Timur Nomor : 141.1/k.886/2016 Tentang Penetapan Penundaan Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa Long Noran Kecamatan Telen Kabupaten Kutai Timur, tanggal 15 Desember 2016 ;

Bukti P - 2 : Fotokopi Sesuai Dengan Aslinya Berita Acara Penetapan Nomor Urut Calon Kepala Desa Yang Berhak Dipilih Pada Pemilihan

PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA

PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA

PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA

PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA

(19)

Halaman 19 dari 50 halaman, Putusan Perkara Nomor: 08/G/2017/PTUN.SMD Kepala Desa Long Noran Kecamatan Telen, tanggal 11 Desember 2016 ;

Bukti P - 3 : Fotokopi Sesuai Dengan Aslinya Jadwal Tahapan Pelaksanaan

Pemilihan Kepala Desa Tahun 2016, tanggal 01 Nopember 2016 ;

Bukti P - 4 : Fotokopi Sesuai Dengan Aslinya Kartu Suara Pemilihan Kepala Desa Desa Long Noran Kecamatan Telen Kabupaten Kutai Timur ;

Bukti P - 5 : Fotokopi Sesuai Dengan Aslinya Berita Acara Kampanye Calon No. Urut 1 Atas Nama DIDIK A Dalam Rangka Pemilihan Kepala Desa Long Noran Kecamatan Telen Kabupaten Kutai Timur Tahun 2016 ;

Bukti P - 6 : Fotokopi Sesuai Dengan Aslinya Surat yang ditujukan kepada Bupati Kutai Timur, Perihal : SOMASI TERBUKA ;

Bukti P - 7 : Fotokopi Dari Fotokopi Resum Rapat tanggal 10 Januari 2017 ; Bukti P - 8 : Fotokopi Sesuai Dengan Aslinya Surat Pernyataan Tidak Akan

Mencabut Pencalonan Kepala Desa atas nama YUNI. H, tanggal 17 Nopember 2016 ;

Bukti P - 9 : Fotokopi Sesuai Dengan Aslinya Pernyataan Tidak Akan Mencabut Pencalonan Kepala Desa atas nama NGANG UDAU, tanggal Nopember 2016 ;

Bukti P - 10 : Fotokopi Dari Fotokopi Surat Kesepakatan antara Didik.A Dengan Ngang Udau Tanggal 8 Desember 2016 ;

Bukti P - 11 : Fotokopi Sesuai Dengan Aslinya Surat Dukungan Untuk Saudara Didik A. ;

PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA

PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA

PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA

PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA

(20)

Halaman 20 dari 50 halaman, Putusan Perkara Nomor: 08/G/2017/PTUN.SMD Bukti P - 12 : Fotokopi Sesuai Dengan Aslinya Surat Pernyataan Bersedia

Tidak Membuat Keributan/Keonaran atas nama DIDIK A ;

Bukti P - 13 : Fotokopi Sesuai Dengan Aslinya Surat Pernyataan Bersedia Tidak Membuat Keributan/Keonaran atas nama NGANG UDAU ; Bukti P - 14 : Fotokopi Sesuai Dengan Aslinya Surat Pernyataan Bersedia

Tidak Membuat Keributan/Keonaran atas nama YUNI. H ;

Menimbang bahwa untuk menguatkan dalil - dalil bantahannya, Tergugat melalui kuasa hukumnya telah mengajukan bukti - bukti tertulis berupa fotokopi surat-surat yang telah bermeterai cukup dan telah dicocokkan dengan asli atau fotokopinya di persidangan, selanjutnya diberi tanda T - 1 sampai dengan T - 9, sebagai berikut :

Bukti T - 1 : Fotokopi Dari Fotokopi Undang-Undang Republik Indonesia Nomor : 6 Tahun 2014 Tentang Desa, tanggal 15 Januari 2014 ;

Bukti T - 2 : Fotokopi Dari Fotokopi Peraturan pemerintah Republik Indonesia Nomor : 43 Tahun 2014 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa, tanggal 30 Mei 2014 ;

Bukti T - 3 : Fotokopi Dari Fotokopi Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor : 112 Tahun 2014 Tentang Pemilihan Kepala Desa, tanggal 31 Desember 2014 ;

Bukti T - 4 : Fotokopi Sesuai Dengan Aslinya Peraturan Daerah Kabupaten Kutai Timur Nomor : 7 Tahun 2016 Tentang Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa Secara Serentak, tanggal 2 Agustus 2016 ;

PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA

PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA

PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA

PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA

(21)

Halaman 21 dari 50 halaman, Putusan Perkara Nomor: 08/G/2017/PTUN.SMD Bukti T - 5 : Fotokopi Sesuai Dengan Aslinya Peraturan Bupati Kutai Timur

Nomor : 16 Tahun 2016 Tentang Mekanisme Pemilihan Kepala Desa, tanggal 9 September 2016 ;

Bukti T - 6 : Fotokopi Sesuai Dengan Aslinya Surat Pernyataan Mengundurkan Diri Sebagai Bakal Calon Kepala Desa atas nama YUNI. H beserta fotokopi Kartu Tanda Penduduk atas nama YUNI. H ;

Bukti T - 7 : Fotokopi Sesuai Dengan Aslinya Surat Pernyataan Mengundurkan Diri Sebagai Bakal Calon Kepala Desa Long Noran Kecamatan Telen atas nama NGANG UDAU beserta fotokopi Kartu Tanda Penduduk atas nama NGANG UDAU ;

Bukti T - 8 : Fotokopi Sesuai Dengan Aslinya Berita Acara No. 140/BA-01/PPKD/2016, tanggal 14 Desember 2016 ;

Bukti T - 9 : Fotokopi Sesuai Dengan Aslinya Keputusan Bupati Kutai Timur Nomor : 141.1/k.886/2016 tanggal 15 Desember 2016, Tentang Penetapan Penundaan Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa Long Noran Kecamatan Telen Kabupaten Kutai Timur ;

Menimbang bahwa selain mengajukan alat bukti surat, Penggugat mengajukan 1 (satu) orang saksi atas nama;

L U K A S, kewarganegaraan Indonesia, tempat, tanggal lahir Desa Merasa,

10-03-1972, jenis kelamin Laki - laki, agama Kristen, pekerjaan Petani, alamat Jalan Lencau Ncuk, RT. 001, Desa Long Noran, Kecamatan Telen, Kabupaten Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Timur.

PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA

PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA

PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA

PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA

(22)

Halaman 22 dari 50 halaman, Putusan Perkara Nomor: 08/G/2017/PTUN.SMD Saksi dibawah sumpah yang memberikan keterangan pada pokoknya sebagai berikut :

- Bahwa Saksi menyatakan tidak ada hubungan keluarga dan tidak ada hubungan pekerjaan dengan Penggugat serta kuasa hukumnya ;

- Bahwa Saksi menyatakan tidak ada hubungan keluarga dan tidak ada hubungan pekerjaan dengan Tergugat serta kuasa hukumnya ;

- Bahwa ya benar, Saksi warga Desa Long Noran yang mengetahui adanya proses pemelihan kepala desa disana ;

- Bahwa Saksi menyatakan proses pemilihan kepala desa bulan Juli 2016 ; - Bahwa Saksi menyatakan ya benar, proses pemilihan kepala desa yang diikuti

oleh sdr. DIDIK. A ;

- Bahwa Saksi menyatakan sebelum pemilihan memang ada sedikit kondisi yang tidak kondusif dan ada sempat turun dari keamanan dan kami tidak mengetahui permasalahannya, dan hanya mendengar informasi saja adanya persaingan antara pendukung kandidat tetapi tidak ada konflik antara pendukung ;

- Bahwa Saksi tidak ada melihat langsung selama proses pelaksanaan pemilihan kepala desa tersebut pernah ada kerusuhan, gangguan keamanan atau gangguan lainnya yang tidak kondusif ;

- Bahwa Saksi menyatakan benar ada Surat Pengunduran Diri atas nama NGANG UDAU ;

- Bahwa Saksi selaku Sekretaris Panitia Pemilihan Kepala Desa mengetahui ada Surat Pernyataan Tidak Akan Mencabut Pencalonan Sebagai Calon Kepala Desa ;

- Bahwa Saksi mengetahui ada surat pernyataan tidak akan membuat onar ;

PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA

PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA

PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA

PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA

(23)

Halaman 23 dari 50 halaman, Putusan Perkara Nomor: 08/G/2017/PTUN.SMD

- Bahwa Saksi dari panitia tidak tahu proses pengunduran diri sdr. NGANG UDAU, Saksi hanya mendapatkan berita bahwa yang mengundurkan diri

sudah mengajukan surat pengunduran diri ke Bupati, berarti proses pengunduran diri tidak melaui Panitia Desa akan tetapi langsung ke Bupati ; - Bahwa pada saat itu sdr. DIDIK tanggal 16 Nopember 2016 melakukan

kampanye dan ada laporan ke Panitia Pemilihan Kepala Desa sedangkan Panitia Pemilihan Kepala Desa tidak mengetahui 2 (dua) calon kepala desa mengundurkan diri seharusnya dilanjutkan kembali kemekanisme tahapan logistik dan pemilihan kepala desa, tidak dilaksanakan karena ada surat dari Bupati ;

- Bahwa Saksi sebagai Sekretaris Pemilihan Kepala Desa, sepengetahuan Saksi yang dipelajari bahwa untuk pengunduran diri calon kepala desa itu tidak ada sanksi kecuali untuk kepala daerah itu ada sanksinya.

- Bahwa Saksi menyatakan untuk tahapan - tahapan mulai dari penjaringan/seleksi sampai ketahap letsus itu sudah berjalan dengan baik ; - Bahwa sepengetahuan Saksi dalam buku pedoman yang Saksi pelajari dalam

aturan itu calon tunggal menurut Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014, itu calon tunggal tidak ada berarti tidak bisa dilaksanakan ;

Menimbang bahwa selain mengajukan alat bukti surat, Tergugat mengajukan 1 (satu) orang saksi atas nama;

MUHAMMAD RUSDY, S.Sos., kewarganegaraan Indonesia, tempat, tanggal lahir

Samarinda, 12-10-1979, jenis kelamin laki - laki, agama Islam, pekerjaan Pegawai Negeri Sipil, alamat Jalan Yos Sudarso I GG Blimbing No. 48, RT.008, Desa Sangatta Utara, Kecamatan

PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA

PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA

PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA

PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA

(24)

Halaman 24 dari 50 halaman, Putusan Perkara Nomor: 08/G/2017/PTUN.SMD

Sangatta Utara, Kabupaten Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Timur.

Saksi dibawah sumpah yang memberikan keterangan pada pokoknya sebagai berikut :

- Bahwa Saksi menyatakan tidak ada hubungan keluarga dan tidak ada hubungan pekerjaan dengan Penggugat serta kuasa hukumnya ;

- Bahwa Saksi menyatakan tidak ada hubungan keluarga dan tidak ada hubungan pekerjaan dengan Tergugat serta kuasa hukumnya ;

- Bahwa Saksi Pegawai Negeri Sipil di Pemerintah Kabupaten Kutai Timur pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa ;

- Bahwa Saksi menyatakan kantornya sekarang berubah dari Januari 2017 namanya menjadi Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (dulu BAPEMAS = Badan Pemberdayaan Masyarakat Dan Pemerintahan Desa), salah satu tugasnya membidangi pemerintahan desa ;

- Bahwa Saksi mengetahui ada pemilihan kepala desa di Desa Long Noran tahun 2016 ;

- Bahwa ya, Saksi juga menjadi Panitia Pemilihan Kepala Desa Tingkat Kabupaten sebagai anggota ;

- Bahwa terkait tugas Saksi sebagai Panitia Kabupaten yang merekomendasikan untuk melakukan penundaan kepada Bupati sehingga lahirlah SK Bupati, selain dari alasan adanya calon kepala desa kurang dari 2 (dua) calon tidak ada alasan lain yang Saksi rekomendasikan kepada Bupati ; - Bahwa Saksi menyatakan juga disampaikan penundaan ini berlangsung

sampai pemilihan kepala desa serentak periode berikutnya ;

PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA

PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA

PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA

PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA

(25)

Halaman 25 dari 50 halaman, Putusan Perkara Nomor: 08/G/2017/PTUN.SMD - Bahwa Saksi menyatakan pemilihan kepala desa periode berikutnya dalam

masa 6 (enam ) tahun itu hanya bisa 3 (tiga) kali. Kutai Timur baru sekali rencana kedepan itu akan ada di tahun 2018 dan tahun 2020 ;

- Bahwa rencana itu belum ada dituangkan dalam suatu keputusan akan dilakukan pemilhan tahun 2018 ;

- Bahwa Saksi menyatakan ya, bahwa Pj. Ini akan menduduki jabatan sampai pada pemilihan berikutnya ;

- Bahwa SK Pj-nya terbitnya pada saat sebelum pemilihan ;

- Bahwa Saksi menyatakan kalau bunyi SK Pj. adalah masa jabatannya sampai dilantiknya kepala desa definitif dan tugas utamanya adalah melaksanakan pemilihan kepala desa ;

- Bahwa Saksi menyatakan hubungannya Tupoksi terkait pemilihan kepala desa, secara Tupoksi memang pemerintah desa itu masuk dalam beban tugas di Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, waktu itu saya menjabat sebagai Sub Bidang Perangkat dan Administrasi Pemerintahan Desa, dan pada wakti itu saya menjabat sebagai Plt. karena Kepala Bidangnnya sudah pensiun. Secara langsung terlibat pada proses dan tahapan pemilihan kepala desa serentak Kabupaten Kutai Timur tahun 2016 ;

- Bahwa Saksi tahu tentang pengunduran diri sdr. NGANG UDAU dan sdri. YUNI ;

- Bahwa Saksi menjelaskan Panitia Kabupaten sampai menerima surat pengunduran diri, pada tanggal 14 Desember 2016 ada surat yang ditujukan ke kantor kami yang isinya adalah 2 (dua) surat pernyataan pengunduran diri dari 2 (dua) calon kepala desa di Desa Long Noran Kecamatan Telen, atas nama Ibu YUNI dan Bapak NGANG UDAU, dan itu kami terima pada tanggal 14 Desember 2016 ;

- Bahwa Saksi tahu ada Berita Acara Panitia Kabupaten ;

PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA

PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA

PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA

PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA

(26)

Halaman 26 dari 50 halaman, Putusan Perkara Nomor: 08/G/2017/PTUN.SMD - Bahwa Saksi menjelaskan Setelah kami menerima surat lalu kami

mengadakan rapat koordinasi dan konsultasi bersama-sama Ketua Panitia pada saat itu Bapak Asisten I, Wakil Ketua Bapak Staf Khusus Bupati Bidang Pengembangan Desa, Bapak Kepala Longmas, saya sendiri dan ada unsur panitia dari bagian hukum pada saat itu, membahas terkait surat pengunduran diri tersebut sehingga pada hari itu disimpulkan bahwa pelaksanaan pemilihan kepala desa di Desa Long Noran direkomendasikan untuk ditunda ;

- Bahwa sepengetahuan Saksi tahapan-tahapan atau kebijakan Bupati itu yang mengeluarkan penundaan sesuai prosedur atau tidak, berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Kutai Timur Nomor 7 Tahun 2016 dan Peraturan Bupati Kutai Timur Nomor 16 Tahun 2016, pelaksanaan pemilihan kepala desa serentak bahwa ada Pasal yang menjelaskan jumlah calon itu dibatasi , pembatasan itu disebutkan minimal 2 (dua) calon dan maksimal 5 (lima) calon. asumsi pada hari itu bahwa dengan jumlah calon pada saat itu ada 3 (tiga) calon untuk Desa Long Noran dan 2 (dua) calon mengundurkan diri dan tinggal 1 (satu) calon, berdasarkan Peraturan Bupati Kutai Timur Nomor 16 Tahun 2016 tidak dimungkinkan hal tersebut untuk dilaksanakan pemilihan kepala desa karena pemilihan kepala desa minimal 2 (dua) calon artinya kalau hanya 1 (satu) calon tidak cukup syarat untuk dilanjutkan pada tahapan pemilihan kepala desa ;

- Bahwa menurut ketentuan yang Saksi ketahui tidak ada sanksi pengunduran diri itu ;

- Bahwa mekanimismenya dalam pembentukan berita acara sepengetahuan Saksi, setelah surat diterima lalu kami dikoordinasikan dengan Panitia Desa, Panitia Tingkat Kecamatan dan pihak Polsek, berkoordinasi dan berkomunikasi. Dan informasi yang kami dapat dari Panitia Desa Kecamatan mengetahui bahwa 2 (dua) calon kepala desa sudah niat mengundurkan diri.

PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA

PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA

PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA

PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA

(27)

Halaman 27 dari 50 halaman, Putusan Perkara Nomor: 08/G/2017/PTUN.SMD Setelah itu kami rapat dengan Panitia Desa Tingkat Kabupaten dengan berbagai macam pertimbangan, yaitu :

1. Pertimbangan waktu, permohonan masuk tanggal 13 Desember 2016 dan kami mendapatkan konfirmasi tanggal 14 Desember 2016 sementara pemilihan kepala desa dijadwalkan tanggal 20 Desember 2016. Waktu yang tidak memungkinkan dengan kondisi geografis.

2. Segi anggaran.

3. Mendekati perayaan Natal tanggal 25 Desember 2016.

Atas dasar itu kami berkesimpulan Bupati punya hak untuk menunda pelaksanaan pemilihan kepala desa. Dan itu menjadi dasar SK dikeluarkan.

- Bahwa Saksi rapatnya tanggal 14 Desember 2016 itu koordinasinya ke Kecamatan dan ke desa langsung saat itu juga melalui via telepon. Jadi karena panitia banyak ada yang menghubungi pak Camat saya sendiri, menghubungi Panitia Desa dan pihak Kepolisian setempat ;

- Bahwa setelah rapat mekanisme pemilihan kepala desa tidak dijelaskan secara tertulis di dalam peraturan poin yang mengatur bahwa berdasarkan informasi sudah bisa dikeluarkan Surat Keputusan, di Pasal 3 menyatakan bahwa Bupati mempunyai kewenangan untuk menunda terkait dengan jumlah calon yang tidak cukup syarat. Kalau detail kronologisnya tidak dijelaskan harus ada apa harus bagaimana, yang jelas disebutkan bahwa menjadi Keputusan Bupati ;

- Bahwa dari tanggal 14 Desember 2016 rapat koordinasi dan tanggal 15 Desember 2016 keluar SK Bupati, ada pada saat itu dasar yang mengatakan dalam tim tersebut bahwa pemerintah kabupaten dirugikan karena mekanisme sudah berjalan semua tinggal pemilihan saja minus 6 (enam) hari pemilihan, tapi pertimbangan sebaliknya ketika proses dilanjutkan dengan kondisi calon

PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA

PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA

PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA

PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA

(28)

Halaman 28 dari 50 halaman, Putusan Perkara Nomor: 08/G/2017/PTUN.SMD yang sudah mau mundur artinya kondisi tetap dilaksanakan, ketika dia terpilih / dilantik tentu dia tetap mundur ;

- Bahwa disebutkan ada Surat Pernyataan Tidak Akan Mencabut Pencalonan Kepala Desa, tidak dipertimbangkan juga buat Tim Kabupaten. Jadi alasan kuat, salah satunya karena Undang-Undang Desa baru terbit tahun 2014 dengan segala macam turunannya yang berproses sampai saat ini berupa Peraturan Pemerintah dan Peraturan Menteri disuatu kondisi Kutai Timur pada saat itu sudah memiliki 78 (tujuh puluh delapan) Desa yang Kepala Desanya semuanya berstatus Pj. Artinya kita harus bekerja cepat untuk membuat Peraturan Daerah dilanjutkan Peraturan Bupati terkait pemilihan kepala desa ;

- Bahwa sepengetahuan Saksi tidak ada mekanisme bahwa Surat Pengunduran Diri yang dibuat secara tulis tangan ;

- Bahwa sepengetahuan Saksi sebagai Panitia Kabupaten yang dibatasi calon ; Menimbang bahwa Penggugat melalui Kuasa Hukumnya menyampaikan Kesimpulannya tertanggal 31 Mei 2017 dan Tergugat melalui Kuasa Hukumnya menyampaikan Kesimpulannya tertanggal 30 Mei 2017;

Menimbang bahwa untuk mempersingkat Putusan ini, maka segala sesuatu yang termuat dalam Berita Acara dianggap tercantum dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dengan putusan ini ;

Menimbang bahwa selanjutnya Para Pihak menyatakan cukup dan mohon putusan;

TENTANG PERTIMBANGAN HUKUM

Menimbang, bahwa maksud dan tujuan Gugatan Penggugat adalah sebagaimana terurai pada Duduk Sengketa tersebut diatas;

PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA

PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA

PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA

PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA

(29)

Halaman 29 dari 50 halaman, Putusan Perkara Nomor: 08/G/2017/PTUN.SMD Menimbang, bahwa Objek Sengketa dalam sengketa ini yang selanjutnya akan disebut “Objek Sengketa” adalah Keputusan Bupati Kutai Timur Nomor 141.1/K.886/2016 Tanggal 15 Desember 2016 tentang Penetapan Penundaan Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa Pada Desa Long Noran Kecamatan Telen Kabupaten Kutai Timur (lihat Bukti P-1= T-9);

Menimbang, bahwa atas Gugatan Penggugat tersebut, Tergugat telah menyampaikan Eksepsi dalam Surat Jawabannya tertanggal 25 April 2017;

Menimbang, bahwa sebelum mempertimbangkan tentang pokok sengketa, Majelis Hakim terlebih dahulu akan mempertimbangkan Eksepsi Tergugat yang selengkapnya sebagaimana terurai pada bagian Duduk Sengketa Putusan ini sebagai berikut:

DALAM EKSEPSI

Menimbang, bahwa Eksepsi Tergugat tersebut pada pokoknya mendalilkan Gugatan Penggugat salah objek (Error in Objecto) dengan alasan bahwa Objek Sengketa hanya menunda pelaksanaan dan tidak bersifat konkrit, individual, dan final oleh karenanya tidak memiliki hubungan hukum dengan Penggugat serta alasan Gugatan yang diajukan Penggugat mengada-ada;

Menimbang, bahwa Penggugat telah mengajukan bantahan terhadap Eksepsi Tergugat tersebut dalam Replik secara tertulis tertanggal 2 Mei 2017 yang pada pokoknya menyatakan menolak Eksepsi Tergugat dan tetap pada dalil Gugatannya semula;

Menimbang, bahwa Majelis Hakim akan terlebih dahulu mempertimbangkan Eksepsi Tegugat mengenai Gugatan Salah Objek (Error in Objecto) yang dikaitkan dengan kriteria keputusan tata usaha negara yang menjadi Objek Sengketa dalam sengketa ini;

Menimbang, bahwa Pasal 1 angka 9 Undang-Undang Nomor 51 Tahun 2009 Tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1986

PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA

PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA

PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA

PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA

(30)

Halaman 30 dari 50 halaman, Putusan Perkara Nomor: 08/G/2017/PTUN.SMD tentang Peradilan Tata Usaha Negara menyatakan:

“ Keputusan Tata Usaha Negara adalah suatu penetapan tertulis yang dikeluarkan oleh Badan atau Pejabat Tata Usaha Negara yang berisi tindakan hukum tata usaha negara yang berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku, yang bersifat konkret, individual, dan final, yang menimbulkan akibat hukum bagi seseorang atau badan hukum perdata”;

Menimbang, bahwa berdasarkan kriteria suatu keputusan tata usaha negara sebagaimana yang ditentukan Pasal 1 angka 9 tersebut kemudian mencermati isi Objek Sengketa, maka dapat ditentukan bahwa Objek Sengketa merupakan penetapan tertulis berupa surat keputusan yang dikeluarkan oleh Bupati Kutai Timur berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku sebagaimana yang tercantum dalam konsiderannya dan berisikan penundaan pemilihan kepala desa yang khusus ditujukan pada Desa Long Noran, Kecamatan Telen, Kabupaten Kutai Timur, bersifat individual karena dampak yang ditimbulkan dari Keputusan tersebut ditujukan kepada para peserta Pemilihan Kepala Desa, bersifat final karena keputusan tersebut tidak memerlukan persetujuan lebih lanjut oleh pejabat tata usaha negara lainnya dan telah menimbulkan akibat hukum kepada Penggugat yang merupakan Calon Kepala Desa yang telah ditetapkan dengan Nomor Urut 1, dengan demikian Objek Sengketa telah memenuhi unsur suatu Keputusan Tata Usaha Negara sesuai Pasal 1 angka 9 Undang-Undang Nomor 51 Tahun 2009 Tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara;

Menimbang, bahwa dikarenakan Objek Sengketa memenuhi kriteria suatu Keputusan Tata Usaha Negara, maka Eksepsi Tergugat mengenai Gugatan

PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA

PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA

PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA

PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA

(31)

Halaman 31 dari 50 halaman, Putusan Perkara Nomor: 08/G/2017/PTUN.SMD Penggugat Salah Objek (Error in Objecto) tidak beralasan hukum dan oleh karenanya dinyatakan tidak dapat diterima;

Menimbang, bahwa suatu keputusan tata usaha negara merupakan suatu syarat mutlak dalam menentukan apakah sengketa ini merupakan sengketa tata usaha negara yang menjadi kompetensi Peradilan Tata Usaha Negara?, maka untuk itu Majelis Hakim akan mempertimbangkannya berdasarkan ketentuan Pasal 47 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara yang menyatakan bahwa:

”Pengadilan bertugas dan berwenang memeriksa, memutus, dan meyelesaikan Sengketa Tata Usaha Negara”;

Menimbang, bahwa lebih lanjut mengenai Sengketa Tata Usaha Negara diatur pada Pasal 1 angka 10 Undang-Undang Nomor 51 Tahun 2009 Tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara yang menyebutkan bahwa:

“Sengketa tata usaha negara adalah sengketa yang timbul dalam bidang tata usaha negara antara orang atau badan hukum perdata dengan badan atau pejabat tata usaha negara, baik di pusat maupun di daerah, sebagai akibat dikeluarkannya keputusan tata usaha negara termasuk sengketa kepegawaian berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku”;

Menimbang, bahwa dengan mencermati pokok persoalan dalam sengketa ini, Majelis Hakim menentukan bahwa pokok sengeta terkait penyelengaraan pemilihan kepala desa sebagai salah satu kegiatan pemerintahan di bidang tata usaha negara yang timbul antara Penggugat sebagai subjek hukum perorangan dengan Tergugat yaitu Bupati Kutai Timur selaku Pejabat Tata Usaha Negara di Kabupaten Kutai Timur sebagai akibat diterbitkannya Objek Sengketa yang telah memenuhi unsur suatu keputusan tata usaha negara;

Menimbang, bahwa berdasarkan seluruh uraian pertimbangan tersebut

PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA

PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA

PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA

PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA

(32)

Halaman 32 dari 50 halaman, Putusan Perkara Nomor: 08/G/2017/PTUN.SMD diatas, maka sengketa ini telah memenuhi kriteria suatu sengketa tata usaha negara dan merupakan kompetensi Peradilan Tata Usaha Negara Samarinda dalam memeriksa, memutus, dan menyelesaikan sengketa ini berdasarkan Pasal 47 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara;

Menimbang, bahwa selain yang menjadi Eksepsi Tergugat dalam Jawabannya, selanjutnya Majelis Hakim akan mempertimbangkan mengenai formal gugatan terkait tenggang waktu pengajuan gugatan berdasarkan Pasal 55 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara yang mengatur bahwa:

“Gugatan dapat diajukan hanya dalam tenggang waktu sembilan puluh hari terhitung sejak saat diterimanya atau diumumkannya Keputusan Badan atau Pejabat Tata Usaha Negara.;

Menimbang, bahwa Penggugat mendalilkan dalam Gugatannya perihal diketahuinya Objek Sengketa oleh Penggugat pada tanggal 16 Desember 2016 berdasarkan informasi yang disampaikan oleh Panitia Pemilihan Kepala Desa Long Noran dan terhadap dalil tersebut tidak dibantah oleh Tergugat, maka dengan didaftarkannya Gugatan in casu di Bagian Kepaniteraan Pengadilan Tata Usaha Negara Samarinda pada tanggal 23 Februari 2017, Majelis Hakim berpendapat bahwa Gugatan a quo masih dalam tenggang waktu 90 (sembilan puluh) hari pengajuan gugatan sebagaimana yang diatur dalam Pasal 55 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara;

Menimbang, bahwa berdasarkan uraian pertimbangan Eksepsi dan formal gugatan tersebut diatas, maka sengketa ini telah memenuhi seluruh aspek formal suatu Gugatan Tata Usaha Negara dan selanjutnya Majelis Hakim akan mempertimbangkan pokok sengketanya;

DALAM POKOK SENGKETA

Menimbang, bahwa Majelis Hakim akan mempertimbangkan tentang

PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA

PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA

PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA

PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA

(33)

Halaman 33 dari 50 halaman, Putusan Perkara Nomor: 08/G/2017/PTUN.SMD pokok sengketa in casu dengan terlebih dahulu memperhatikan Gugatan Penggugat yang pada pokoknya memohon agar Objek Sengketa dinyatakan batal atau tidak sah karena Penggugat merasa dirugikan dan tindakan Tergugat dalam menerbitkan Objek Sengketa telah bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan Asas-Asas Umum Pemerintahan yang Baik (AUPB);

Menimbang, bahwa untuk menguatkan dalil Gugatannya, Penggugat telah mengajukan Bukti Surat P-1 sampai dengan P-14 dan 1 (satu) orang saksi yang keseluruhan rincian bukti dan keterangan saksi terurai pada Duduk Sengketa;

Menimbang, bahwa terhadap gugatan Penggugat tersebut Tergugat telah membantahnya dengan dalil yang pada pokoknya menyatakan bahwa tindakan Tergugat dalam menerbitkan Objek Sengketa telah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan AUPB;

Menimbang, bahwa untuk menguatkan dalil bantahannya, Tergugat telah mengajukan bukti surat yang terdiri dari Bukti T-1 hingga Bukti T-9 dan mengajukan 1 (satu) orang saksi;

Menimbang, bahwa dari proses jawab-jinawab antara Penggugat dan Tergugat dalam Persidangan, maka Majelis Hakim berpendapat bahwa yang menjadi inti pokok permasalahan dalam sengketa a quo yang harus diuji adalah keabsahan hukum (rechtsmatigheid toetsing) berdasarkan Pasal 53 ayat (2) huruf a dan b Undang Nomor 9 Tahun 2004 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1986 Tentang Peradilan Tata Usaha Negara yaitu apakah Objek Sengketa baik dari segi kewenangan, prosedur, maupun substansi telah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan Asas-Asas Umum Pemerintahan yang Baik (AUPB) sehingga harus dipertahankan atau sebaliknya dinyatakan batal atau tidak sah;

Menimbang, bahwa selanjutnya Majelis Hakim akan mempertimbangkan kewenangan Tergugat untuk menjawab permasalahan hukum apakah Tergugat

PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA

PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA

PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA

PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA

(34)

Halaman 34 dari 50 halaman, Putusan Perkara Nomor: 08/G/2017/PTUN.SMD berwenang baik dari segi materi, ruang, maupun waktu dalam menerbitkan Objek Sengketa a quo;

Menimbang, bahwa kewenangan Tergugat terkait penerbitan Objek Sengketa diatur secara tegas dalam ketentuan sebagai berikut:

1. Pasal 31 ayat (1) dan (2) Undang-Undang RI Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa;

(1) Pemilihan Kepala Desa dilaksanakan secara serentak di seluruh wilayah Kabupaten/Kota;

(2) Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota menetapkan kebijakan pelaksanaan pemilihan Kepala Desa secara serentak sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dengan Peraturan Daerah Kabupaten/Kota;

2. Pasal 1 angka 5 Peraturan Menteri Dalam Negeri RI Nomor 112 Tahun 2014 tentang Kepala Desa jo. Pasal 1 angka 9 Peraturan Daerah Kabupaten Kutai Timur Nomor 7 Tahun 2016 tentang Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa Secara Serentak;

Pemilihan Kepala Desa adalah pelaksanaan kedaulatan rakyat di desa dalam rangka memilih kepala desa yang bersifat langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil yang dilaksanakan secara serentak dan bergelombang;

3. Pasal 1 angka 3 Peraturan Daerah Kabupaten Kutai Timur Nomor 7 Tahun 2016 tentang Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa Secara Serentak jo. Pasal 1 angka 2 Peraturan Bupati Kutai Timur Nomor 16 Tahun 2016 tentang Mekanisme Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa;

Pemerintah Daerah adalah Bupati sebagai unsur penyelenggara Pemerintahan Daerah yang memimpin pelaksanaan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah otonom;

Menimbang, bahwa dari uraian ketentuan peraturan perundang-undangan tersebut diatas mengatur kewenangan Bupati sebagai unsur penyelenggara

PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA

PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA

PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA

PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA

Referensi

Dokumen terkait

Sklera merupakan dinding bola mata yang paling keras dengan  jaringan pengikat yang tebal, yang tersusun oleh serat kolagen, jaringan.. fibrosa dan proteoglikan

menggunakan modul 3G dan mengirimkan data sensor ph, konduktivitas, kadar oksigen terlarut, suhu air dan daya baterai ke server yang diakses menggunakan koneksi

Surat Pelantikan Penceramah Borang Pengesahan Menghadiri Latihan, Borang Penilaian Keberkesanan Latihan (SOK/LAT/BR02/ LATIHAN 05) Surat/memo peringatan/dokumen lain

Analisis data diartikan sebagai upaya mengolah data menjadi informasi, sehingga karakteristik atau sifat-sifat data tersebut dapat dengan mudah dipahami dan bermanfaat untuk

Hal tersebut tidak lain merupakan sebuah frustasi dan agresi serta perasaan superior terhadap orang lain yang menjadi sumber motivasional mahasiswa

Menurut Taylor, Peplau, dan Sears (2009) diskriminasi adalah komponen behavioral yang merupakan perilaku negatif terhadap individu karena individu tersebut adalah

Pendekatan penelitian yang digunakan adalah bersifat kualitatif, dengan cara menganalisis bahan hukum secara komprehensif baik bahan hukum primer maupun bahan hukum sekunder

atau Pb dalam udara, dan merkuri dalam bulu bebek. Tahap selanjutnya adalah memperkirakan jumlah masyarakat exposed yang ada, dengan memperhatikan ada tidaknya riwayat kontak