• Tidak ada hasil yang ditemukan

40_Laporan Pertanggungjawaban SBN 2012 f4 ttd

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "40_Laporan Pertanggungjawaban SBN 2012 f4 ttd"

Copied!
29
0
0

Teks penuh

(1)

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Tahun 2012 (audited)

Laporan Pertanggungjawaban SBN Tahun Anggaran 2012 -529-

Daftar 40

LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN PENGELOLAAN

SURAT BERHARGA NEGARA TAHUN 2012

I. PENDAHULUAN

Laporan Pertanggungjawaban Pengelolaan Surat Berharga Negara ini disusun untuk memenuhi amanat pasal 16 Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2002 tentang Surat Utang Negara dan pasal 27 Undang-Undang-Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2008 tentang Surat Berharga Syariah Negara. Selain itu, laporan ini juga disusun agar seluruh pihak yang berkepentingan dapat mengetahui secara jelas dan transparan informasi terkait dengan pengelolaan Surat Berharga Negara. Hal ini sejalan dengan komitmen Pemerintah untuk mengelola keuangan negara secara transparan, profesional dan bertanggung jawab. Seluruh angka dan data yang digunakan dalam laporan ini meliputi realisasi selama satu tahun anggaran yang dimulai 1 Januari 2012 dan berakhir 31 Desember 2012 , kecuali secara jelas dinyatakan lain.

Dalam peta kebijakan fiskal, penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) termasuk dalam sumber pembiayaan dan pengelolaan portofolio utang negara. Pengelolaan utang selain terkait dengan cara mengisi kesenjangan pembiayaan, dalam jangka panjang juga berperan dalam pengelolaan portofolio yang mendukung kesinambungan fiskal. Tujuan penerbitan Surat Berharga Negara adalah untuk:

a. Membiayai defisit APBN

b. Menutup kekurangan kas jangka pendek akibat ketidaksesuaian antara arus kas penerimaan dan pengeluaran dari Rekening Kas Negara dalam satu tahun anggaran (cash-mismatch)

c. Mengelola portofolio utang negara

Pemerintah pusat berwenang menerbitkan Surat Berharga Negara setelah mendapat persetujuan DPR yang disahkan dalam kerangka APBN dan setelah berkonsultasi dengan Bank Indonesia. Atas penerbitan tersebut, Pemerintah berkewajiban membayar bunga dan biaya lainnya serta pokok SBN pada saat jatuh tempo. Dana untuk pembayaran bunga dan biaya lainnya serta pokok SBN disediakan dalam APBN. Adapun manfaat penerbitan SBN adalah sebagai berikut:

a. Sebagai Instrumen Fiskal

Penerbitan SBN diharapkan dapat menggali potensi sumber pembiayaan APBN yang lebih besar dari investor pasar modal.

b. Sebagai Instrumen Investasi

SBN menyediakan alternatif investasi yang relatif bebas risiko gagal bayar dan memberikan peluang bagi investor dan pelaku pasar untuk melakukan diversifikasi portofolionya guna memperkecil risko investasi

c. Sebagai Instrumen Pasar Keuangan

Surat Berharga Negara dapat memperkuat stabilitas sistem keuangan dan dapat dijadikan acuan (benchmark) bagi penentuan nilai instrument pasar keuangan lainnya.

(2)

Negara, adalah surat berharga negara yang diterbitkan berdasarkan prinsip syariah, sebagai bukti atas bagian penyertaan terhadap Aset SBSN, baik dalam mata uang rupiah maupun valuta asing.

Secara umum, SUN dapat dibagi dalam dua jenis yaitu Surat Perbendaharaan Negara (Treasury Bills) dan Obligasi Negara (Treasury Bonds). Surat Perbendaharaan Negara (SPN) yang berjangka waktu sampai dengan 12 bulan dengan pembayaran bunga secara diskonto. Sedangkan Obligasi Negara (ON) yang berjangka waktu lebih dari 12 bulan dengan kupon dan/atau pembayaran bunga secara diskonto. Menurut denominasi mata uangnya, ON yang telah diterbitkan Pemerintah dapat dikelompokkan ke dalam dua kelompok, yaitu ON berdenominasi Rupiah dan ON berdenominasi valuta asing. Menurut jenis tingkat bunganya, ON dapat dikelompokkan ke dalam ON dengan tingkat bunga tetap (fixed rate) dan ON dengan tingkat bunga mengambang (floating rate). Selain itu, Pemerintah juga telah menerbitkan ON tanpa bunga yaitu Zero Coupon (ZC).

Berdasarkan Undang-Undang No. 24 Tahun 2002, SUN diterbitkan dalam bentuk warkat maupun tanpa warkat (scriptless)., SUN dengan warkat adalah surat berharga yang kepemilikannya berupa sertifikat baik atas nama maupun atas unjuk. Sertifikat atas nama adalah sertifikat yang nama pemiliknya tercantum di lembar sertifikat tersebut, sedangkan sertifikat atas unjuk adalah sertifikat yang tidak mencantumkan nama dan pelaku pasar untuk melakukan diversifikasi pemilik sehingga setiap orang yang menguasainya portofolionya guna memperkecil risiko investasi. adalah pemilik yang sah. Surat Utang Negara tanpa warkat (scriptless) adalah surat berharga yang kepemilikannya dicatat secara elektronis (book entry system). Dalam hal SUN tanpa warkat maka bukti kepemilikan yang otentik dan sah adalah pencatatan kepemilikan secara elektronis. Cara pencatatan secara elektronis dimaksudkan agar pengadministrasian data kepemilikan (registry) dan penyelesaian transaksi perdagangan SUN di pasar sekunder dapat diselenggarakan secara efisien, cepat, aman, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Pasal 2 ayat (2) Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2002 tentang Surat Utang Negara (SUN) menyatakan bahwa SUN dapat diterbitkan dalam bentuk yang dapat diperdagangkan (tradable) atau bentuk yang tidak dapat diperdagangkan ( non-tradable). Surat Utang Negara yang dapat diperdagangkan pertama kali diperdagangkan oleh Pemerintah di pasar primer / pasar perdana. Perdagangan SUN selanjutnya ada di pasar sekunder baik di dalam maupun di luar negeri. Perdagangan dapat dilakukan melalui bursa dan atau di luar bursa (over the counter/ OTC). Surat Utang Negara yang tidak diperdagangkan adalah SUN yang tidak diperjualbelikan di Pasar Sekunder dan biasanya diterbitkan secara khusus untuk pemodal institusi tertentu, baik domestik maupun asing, yang berminat untuk memiliki SUN sesuai dengan kebutuhan spesifik dari portofolio investasinya.

SBSN adalah SBN yang berbasis syariah. Pemerintah mulai menerbitkannya pada tahun 2008 dengan denominasi rupiah yakni setelah disahkannya UU No 19 Tahun 2008 tentang SBSN. Berdasarkan metode penerbitan, SBSN tidak berbeda dengan SBN konvensional yaitu SUN. Yang membedakannya dengan SUN adalah SBSN bukan surat pernyataan utang sehingga dalam penerbitannya dibutuhkan underlying transaction dan underlying asset sebagai obyek transaksi. Adapun tujuan penerbitan SBSN adalah untuk membiayai APBN termasuk membiayai proyek-proyek pembangunan pemerintah seperti proyek infrastruktur dalam sektor energi, telekomunikasi, perhubungan, pertanian, industri manufaktur, dan perumahan rakyat).

(3)

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Tahun 2012 (audited)

Laporan Pertanggungjawaban SBN Tahun Anggaran 2012 -531- Adapun gambaran struktur penerbitan Surat Berharga Negara secara umum pada tahun 2012 adalah berikut:

Gambar 1. Struktur Surat Berharga Negara

II. PENGELOLAAN PORTOFOLIO SUN TAHUN 2012

Target pembiayaan APBN-Perubahan tahun 2012 dari SBN Neto ditetapkan sebesar Rp 159.596.700.000.000. Jumlah nominal tersebut merupakan target neto, yaitu jumlah penerbitan SUN baru setelah dikurangi dengan jumlah SUN yang jatuh tempo maupun dibeli kembali oleh Pemerintah sebelum jatuh tempo (buyback).

A. Penerbitan Obligasi Negara dalam Rupiah

Obligasi Negara (ON) dalam denominasi Rupiah yang diterbitkan pada tahun 2012 dilelang sebanyak 22 kali, yang dilakukan sejak bulan Januari sampai Desember 2012 .

Penerbitan Obligasi Negara secara reguler dilakukan dengan cara lelang di pasar perdana. Pada setiap penerbitan, jumlah penawaran yang dimenangkan lebih rendah dari jumlah penawaran yang masuk dengan bid to cover ratio berkisar dari 1,01 kali sampai 15,60 kali.

Total nilai net nominal ON dalam denominasi Rupiah yang diterbitkan pada tahun 2012 dengan tingkat bunga tetap (Fixed Rate) adalah sebesar Rp.122.245.000.000.000, ON dengan tingkat bunga mengambang (VariableRate) dan ON dengan pembayaran bunga secara diskonto (Zero Coupon) tidak diterbitkan pada tahun 2012 , serta ORI yang ditawarkan dengan metode

book building diterbitkan sebanyak 1 kali penerbitan sebesar Rp 12.676.745.000.000. Penerbitan ON dalam denominasi Rupiah mempertimbangkan berbagai aspek, antara lain: (i) struktur jatuh tempo utang yang sudah ada, (ii) pengembangan pasar sekunder SUN, dan (iii) cost of borrowing.

Penjualan Obligasi Negara Ritel (ORI) yang dilakukan sebanyak 1 kali penerbitan merupakan salah satu upaya yang dilakukan oleh Pemerintah untuk memperluas basis investor SUN dan ditujukan untuk investor dengan metode bookbuilding

melalui Agen Penjual yang diseleksi oleh Panitia Seleksi. Bookbuilding adalah salah satu metode penerbitan surat berharga, yaitu investor akan menyampaikan penawaran pembelian atas suatu surat berharga, biasanya berupa jumlah dan harga (yield) penawaran pembelian, dan dicatat dalam book order oleh investment bank yang bertindak sebagai bookrunner. Atas penerbitan ORI009 tersebut mendapat sambutan yang cukup positif dari masyarakat, terbukti dengan jumlah penawaran yang masuk mencapai Rp12.765.145.000.000.

Surat Berharga Negara

Surat Berharga Syariah

Surat Utang

Dapat

Diperdagangkan

Tidak Dapat

Diperdagangkan

Dapat

Diperdagangkan

Tidak Dapat

Diperdagangkan

1. Zero Coupon (SPN, ZC) 2. Fixed Coupon

(Rupiah, USD, Yen) 3. Variable Coupon

1. Zero Coupon (SPN-S) 2. Fixed Coupon

(Rupiah, USD, PBS)

1. Fixed Coupon (Surat Utang, SRBI)

(4)

B. Penerbitan Surat Perbendaharaan Negara (SPN)

SPN adalah Surat Utang Negara yang jangka waktu jatuh temponya sampai dengan 12 bulan. Pada tahun 2012 , Pemerintah menerbitkan23 seri SPN, dengan total penerbitan SPN mencapai Rp.30.520.000.000.000, dengan rincian sebagai berikut:

No Seri Tanggal Penerbitan Jatuh Tempo Kupon Face Value

1 SPN03120411 10 Januari 2012 11 April 2012 - 1,000,000,000,000

2 SPN12130111 10 Januari 2012 11 Januari 2013 - 3,350,000,000,000

3 SPN03120429 26 Januari 2012 29 April 2012 - 800,000,000,000

4 SPN03120508 07 Februari 2012 08 Mei 2012 - 1,000,000,000,000

5 SPN12130208 07 Februari 2012 08 Februari 2013 - 1,750,000,000,000

6 SPN03120522 21 Februari 2012 22 Mei 2012 - 1,000,000,000,000

7 SPN03120607 06 Maret 2012 07 Juni 2012 - 500,000,000,000

8 SPN12130307 06 Maret 2012 07 Maret 2013 - 2,100,000,000,000

9 SPN03120621 20 Maret 2012 21 Juni 2012 - 250,000,000,000

10 SPN12130404 03 April 2012 04 April 2013 - 2,900,000,000,000

11 SPN03120718 17 April 2012 18 Juli 2012 - 300,000,000,000

12 SPN12130502 04 Mei 2012 02 Mei 2013 - 900,000,000,000

13 SPN12130606 07 Juni 2012 06 Juni 2013 - 1,880,000,000,000

14 SPN03120920 19 Juni 2012 20 September 2012 - 500,000,000,000

15 SPN12130704 05 Juli 2012 04 Juli 2013 - 1,550,000,000,000

16 SPN03121018 19 Juli 2012 18 Oktober 2012 - 500,000,000,000

17 SPN12130812 09 Agustus 2012 12 Agustus 2013 - 990,000,000,000

18 SPN03121112 09 Agustus 2012 12 Nopember 2012 - 850,000,000,000

19 SPN03121212 11 September 2012 12 Desember 2012 - 1,000,000,000,000

20 SPN12130912 11 September 2012 13 September 2012 - 2,000,000,000,000

21 SPN03130107 08 Oktober 2012 07 Januari 2013 - 1,000,000,000,000

22 SPN12131007 08 Oktober 2012 07 Oktober 2013 - 1,200,000,000,000

23 SPN03130213 14 Nopember 2012 13 Februari 2013 - 1,000,000,000,000

Jumlah 30.520,000,000,000

Tabel 21. Jenis dan Outstanding SPN tahun 2012

Untuk meningkatkan minat investor atas instrumen SPN dan mendorong perkembangan pasar SPN, Pemerintah telah melakukan perubahan terhadap PP nomor 11 tahun 2006 dengan menerbitkan PP Nomor 27 Tahun 2008 tentang Pajak Penghasilan atas diskonto SPN, dimana pemungutan pajak atas diskonto SPN dilakukan di pasar sekunder dan pada saat jatuh tempo dengan tarif sebesar 20% final.

C. Penerbitan SUN dalam Valuta Asing (International Bonds)

Total penerbitan SUN Valas (International Bonds) dalam tahun 2012 mencapai Rp.46.018.969.099.520 yang terdiri dari US$4.250.000.000 atau setara dengan 39.006.661.099.520 dan JP¥60.000.000.000 atau setara dengan 7.012.038.000.000. Mempertimbangkan daya serap pasar SBN domestik, pada tahun 2012 dilaksanakan 2 kali penerbitan

(5)

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Tahun 2012 (audited)

Laporan Pertanggungjawaban SBN Tahun Anggaran 2012 -533- Acquisition toward Tokyo market Enhancement (GATE) diterbitkan seri Japanese Yen BS 2012 sebesar JP¥60.000.000.000 pada bulan November 2012.

Sebagaimana penerbitan sebelumnya, penerbitan pada tahun 2012 ini juga mendapatkan sambutan yang baik di pasar internasional. Hasil penerbitan ini menunjukkan kepercayaan investor internasional terhadap manajemen fiskal dan prospek ekonomi Indonesia jangka panjang.

SUN Valas MTU Jumlah (Rupiah)

GMTN US$ 4.250.000.000 39.006.661.099.520

Guarantee and Acquisition toward Tokyo Market Enhancement (GATE)

JPY 60.000.000.000 7.012.038.000.000

Total 46.018.969.099.520

Tabel 22. Realisasi Penerbitan SUN Valas s.d. 31 Desember 2012

D. Pelaksanaan Debt Switching/Buyback

Total pelaksanaan debt switching pada tahun 2012 adalah sebanyak 4 kali dengan jumlah nominal SUN yang ditukar sebesar Rp.11.859.000.000.000 dengan rincian sebagai berikut:

No Tanggal Debtswitch Penawaran yang Masuk Jumlah Dimenangkan

1 14-Juni-2012 10.883.000.000.000 5.455.000.000.000

2 31-Juli-2012 9.028.000.000.000 4.978.000.000.000

3 19-November-2012 1.608.000.000.000 738.000.000.000

4 11-Desember-2012 1.607.000.000.000 688.000.000.000

JUMLAH 23.126.000.000.000 11.859.000.000.000

(6)

Tabel 24. Rincian realisasi pelaksanaan Debtswitching tahun 2012

Tanggal

Seri Jatuh Tempo Kupon Nominal Seri Jatuh Tempo Kupon

14-Jun-12 FR0023 15-12-2012 11.00000% 100,000,000,000.00 FR0059 15-05-2027 7.00000%

FR0033 15-03-2013 12.50000% 3,000,000,000.00 FR0059 15-05-2027 7.00000%

ORI005 15-09-2013 11.45000% 2,000,000,000.00 FR0059 15-05-2027 7.00000%

FR0020 15-12-2013 14.27500% 54,000,000,000.00 FR0059 15-05-2027 7.00000%

FR0051 15-05-2014 11.25000% 2,000,000,000.00 FR0059 15-05-2027 7.00000%

VR0019 25-12-2014 3.08000% 1,230,000,000,000.00 FR0059 15-05-2027 7.00000%

VR0020 25-04-2015 3.30573% 100,000,000,000.00 FR0059 15-05-2027 7.00000%

FR0027 15-06-2015 9.50000% 4,000,000,000.00 FR0059 15-05-2027 7.00000%

VR0021 25-11-2015 3.30573% 10,000,000,000.00 FR0059 15-05-2027 7.00000%

VR0022 25-03-2016 3.08000% 250,000,000,000.00 FR0059 15-05-2027 7.00000%

VR0025 25-09-2017 3.08000% 3,700,000,000,000.00 FR0059 15-05-2027 7.00000%

5,455,000,000,000.00

31-Jul-12 FR0023 15-12-2012 11.00000% 137,000,000,000.00 FR0058 15-06-2032 8.25000%

FR0033 15-03-2013 12.50000% 407,000,000,000.00 FR0058 15-06-2032 8.25000%

FR0019 15-06-2013 14.25000% 620,000,000,000.00 FR0058 15-06-2032 8.25000%

ORI007 15-08-2013 7.95000% 110,000,000,000.00 FR0058 15-06-2032 8.25000%

FR0049 15-09-2013 9.00000% 128,000,000,000.00 FR0058 15-06-2032 8.25000%

ORI005 15-09-2013 11.45000% 2,000,000,000.00 FR0058 15-06-2032 8.25000%

FR0020 15-12-2013 14.27500% 192,000,000,000.00 FR0058 15-06-2032 8.25000%

FR0051 15-05-2014 11.25000% 49,000,000,000.00 FR0058 15-06-2032 8.25000%

FR0026 15-10-2014 11.00000% 208,000,000,000.00 FR0058 15-06-2032 8.25000%

VR0019 25-12-2014 3.89781% 2,015,000,000,000.00 FR0058 15-06-2032 8.25000%

VR0020 25-04-2015 3.98906% 635,000,000,000.00 FR0058 15-06-2032 8.25000%

FR0027 15-06-2015 9.50000% 196,000,000,000.00 FR0058 15-06-2032 8.25000%

FR0030 15-05-2016 10.75000% 121,000,000,000.00 FR0058 15-06-2032 8.25000%

FR0028 15-07-2017 10.00000% 158,000,000,000.00 FR0058 15-06-2032 8.25000%

4,978,000,000,000.00

19-Nov-12 FR0033 15-03-2013 12.50000% 50,000,000,000.00 FR0064 15-05-2028 6.12500%

FR0019 15-06-2013 14.25000% 139,000,000,000.00 FR0064 15-05-2028 6.12500%

FR0049 15-09-2013 9.00000% 220,000,000,000.00 FR0064 15-05-2028 6.12500%

FR0020 15-12-2013 14.27500% 219,000,000,000.00 FR0064 15-05-2028 6.12500%

FR0026 15-10-2014 11.00000% 20,000,000,000.00 FR0064 15-05-2028 6.12500%

FR0027 15-06-2015 9.50000% 50,000,000,000.00 FR0064 15-05-2028 6.12500%

FR0030 15-05-2016 10.75000% 40,000,000,000.00 FR0064 15-05-2028 6.12500%

738,000,000,000.00

11-Dec-12 FR0033 15-03-2013 12.50000% 440,000,000,000 FR0064 15-05-2028 6.12500% FR0019 15-06-2013 14.25000% 220,000,000,000 FR0064 15-05-2028 6.12500%

FR0051 15-05-2014 11.25000% 3,000,000,000 FR0064 15-05-2028 6.12500%

FR0030 15-05-2016 10.75000% 5,000,000,000 FR0064 15-05-2028 6.12500%

FR0055 15-09-2016 7.37500% 20,000,000,000 FR0064 15-05-2028 6.12500%

688,000,000,000

11,859,000,000,000.00

(7)

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Tahun 2012 (audited)

Laporan Pertanggungjawaban SBN Tahun Anggaran 2012 -535- Selain itu pada tahun 2012 juga telah dilakukan transaksi langsung (direct payment) cash buyback SUN melalui dealing room DJPU sebanyak 6 kali dengan jumlah yang telah dibeli pemerintah sebanyak Rp.1.137.527.000.000 dari target Rp.2.000.000.000.000 dengan perincian sebagai berikut:

No Tanggal Seri Jatuh Tempo Volume

Nominal

Harga Rata-rata Tertimbang

1 24 Februari FR0053 15 Juli 2021 498.207 498.207.000.000 119.96

Sub total 498.207 498.207.000.000

2 27 Februari FR0026 15 Oktober 2014 101.270 101.207.000.000 115.25

Sub total 101.270 101.207.000.000

3 31 Agustus FR0055 15 September 2016 30.000 30.000.000.000 106.00

Sub total 30.000 30.000.000.000

4 1 November FR0028 15 Juli 2017 8.050 8.050.000.000 119.10

Sub total 8.050 8.050.000.000

5 27 November FR0055 15 September 2016 500.000 500.000.000.000 108.05

Sub total 500.000 500.000.000.000

6 29 November FR0030 15 Mei 2016 -

Sub total -

TOTAL 1.137.527 1.137.527.000.000

Tabel 25. Transaksi Buyback tahun 2012

Pada akhir tahun 2012 , profil jatuh tempo SUN terkonsentrasi dengan jumlah cukup besar pada kurun waktu 2012 -2014. Dalam rangka mengurangi risiko pelunasan pokok SUN pada kurun tahun 2012-2014 tersebut, Pemerintah berupaya untuk menata ulang struktur jatuh tempo SUN melalui debt switching, yaitu dengan membeli seri-seri Obligasi Negara jangka pendek dan menukarkannya dengan Obligasi Negara yang mempunyai jatuh tempo jangka menengah dan panjang. Jumlah SUN yang jatuh tempo pada kurun tahun 2012 -2014, yang berada pada kisaran di atas Rp 32,4 triliun, digeser ke jangka waktu jatuh tempo yang lebih panjang. Kondisi ini juga memberikan keleluasaan bagi Pemerintah untuk menerbitkan instrumen SUN jangka pendek, baik berupa Obligasi Negara Ritel maupun Surat Perbendaharaan Negara. Upaya lain yang dilakukan oleh Pemerintah untuk mengurangi

refinancing risk adalah dengan memberikan prioritas penerbitan Obligasi Negara jangka menengah dan panjang.

Di samping debtswitch, Pemerintah juga melakukan kegiatan cash buyback yang merupakan salah satu strategi pengelolaan portofolio SUN dengan cara melaksanakan pembelian Obligasi Negara yang belum jatuh tempo di pasar sekunder. Dalam periode tahun anggaran 2012 , cash buyback sebanyak 6 kali melalui dealing room DJPU. Buyback dilakukan melalui pembelian langsung (direct payment) cash buyback dengan jumlah nominal sebesar Rp.1.137.527.000.000 dari target sebesar Rp.2.000.000.000.000. Obligasi Negara yang telah dibeli tersebut kemudian dinyatakan lunas atau jatuh tempo, sehingga mengurangi total outstanding SUN. Pada saat pasar mengalami bearish, dimana harga SUN cenderung diskon, penerapan strategi

cash buyback ini akan lebih menguntungkan Pemerintah, dibanding jika harus membayar pelunasan pokok pada saat jatuh tempo nantinya. Disamping itu pelaksanaan cash buyback oleh Pemerintah pada saat kondisi pasar bearish ini juga dapat menahan penurunan harga yang makin dalam dan melakukan stabilisasi pasar SUN.

III. PENGELOLAAN PORTOFOLIO SBSN TAHUN 2012

Dalam rangka perluasan basis investor, diversifikasi sumber pembiayaan, dan pengembangan pasar keuangan dalam negeri, Pemerintah telah menerbitkan surat berharga berdasarkan prinsip syariah, atau dikenal secara internasional dengan istilah

(8)

Untuk keperluan penerbitan surat berharga berdasarkan prinsip syariah, perlu adanya pengaturan secara khusus, baik yang menyangkut instrumen maupun perangkat yang diperlukan. Hal tersebut, juga dengan mempertimbangkan adanya kendala-kendala yang dihadapi dari sisi legal dalam hal Pemerintah akan menerbitkan surat berharga berdasarkan prinsip syariah dengan menggunakan basis hukum yang ada di Indonesia pada saat ini. Oleh karena itu, Undang-Undang (UU) Nomor 19 Tahun 2008 tentang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) pada 7 Mei 2008 telah disahkan dan menjadi landasan legal pengelolaan SBSN. Secara garis besar UU tersebut mengatur hal-hal sebagai berikut:

a. Transparansi pengelolaan Surat Berharga Syariah Negara dalam kerangka kebijakan fiskal dan kebijakan pengembangan pasar Surat Berharga Syariah Negara dengan mengatur lebih lanjut tujuan penerbitannya dan jenis-jenis akad atau perjanjian yang digunakan.

b. Kewenangan Pemerintah untuk menerbitkan Surat Berharga Syariah Negara, baik dilakukan secara langsung oleh Pemerintah yang didelegasikan kepada Menteri, ataupun dilaksanakan melalui Perusahaan Penerbit yang dibentuk oleh Menteri.

c. Kewenangan Pemerintah untuk menggunakan Barang Milik Negara sebagai dasar penerbitan Surat Berharga Syariah Negara (underlying asset).

d. Kewenangan Wali Amanat untuk bertindak mewakili kepentingan Pemegang Surat Berharga Syariah Negara.

e. Kewenangan Pemerintah untuk membayar semua kewajiban yang timbul dari penerbitan Surat Berharga Syariah Negara, baik yang diterbitkan secara langsung oleh Pemerintah maupun melalui Perusahaan Penerbit, secara penuh dan tepat waktu sampai berakhirnya kewajiban tersebut.

f. Landasan hukum bagi pengaturan lebih lanjut atas tata cara dan mekanisme penerbitan Surat Berharga Syariah Negara di pasar perdana maupun perdagangan Surat Berharga Syariah Negara di pasar sekunder agar pemodal memperoleh kepastian untuk memiliki dan memperdagangkan Surat Berharga Syariah Negara secara mudah dan aman.

Sesuai dengan UU Nomor 19 Tahun 2008, tujuan penerbitan SBSN adalah untuk membiayai APBN termasuk membiayai proyek. Pemerintah untuk pertama kalinya menerbitkan SBSN pada Agustus 2008 melalui metode bookbuilding di pasar perdana dalam negeri.

Pada tahun anggaran 2012, pemerintah Indonesia mulai menerbitkan SBSN seri PBS (Project Based Sukuk). SBSN berbasis proyek selain sebagai instrumen pembiayaan APBN juga sekaligus berfungsi mendukung percepatan pembangunan proyek infrastruktur dan pengembangan pasar keuangan syariah di dalam negeri. Manfaat dari penerbitan SBSN berbasis proyek antara lain adalah untuk mendiversifikasi sumber pembiayaan, mendukung percepatan pembangunan proyek infrastruktur, mendukung pengembangan pasar keuangan, khususnya pasar keuangan syariah, mendorong peningkatan pelayanan umum, pemberdayaan industri dalam negeri serta meningkatkan transparansi pelaksanaan kegiatan oleh K/L karena perkembangan pelaksanaan proyek akan dipantau oleh investor dan publik. Penerbitan SBSN seri PBS tersebut dilakukan dengan mekanisme sistem lelang yang ada di Bank Indonesia.

Dalam rangka pengembangan infrastruktur pasar, pada tahun 2012 pemerintah mengimplementasikan Greenshoe Option

(GSO) dalam lelang SBSN. GSO adalah lelang tambahan dimana lelang dialksanakan satu hari setelah pelaksanaan lelang regular yang pelaksanaannya diputuskan pada rapat penetapan pemenang regular. Pelaksanaan lelang GSO diatur melalui PMK Nomor 05 Tahun 2011.

(9)

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Tahun 2012 (audited)

Laporan Pertanggungjawaban SBN Tahun Anggaran 2012 -537- Tabel 26. Rekapitulasi Hasil Lelang SBSN tahun 2012

IV. STRUKTUR PORTOFOLIO SURAT BERHARGA NEGARA SELAMA TAHUN 2012

A. Surat Berharga Negara Berdenominasi Rupiah

Surat Berharga Negara berdenominasi Rupiah dapat dikelompokkan ke dalam beberapa jenis, yaitu:

a. Obligasi berbunga tetap (fixed rate bonds – FR)

Obligasi jenis ini memiliki tingkat kupon yang ditetapkan pada saat penerbitan dan dibayarkan secara periodik. Kupon obligasi berbunga tetap seri FR (Fixed Rate) dibayarkan setiap enam bulan sekali (semi-annually). Berdasarkan posisi akhir tahun 2012, terdapat 45 seri FR dengan tingkat kupon berkisar antara 5,25 % sampai dengan 15 % dengan masa jatuh tempo berkisar antara tahun 2013 sampai dengan tahun 2041. Obligasi jenis FR dapat diperdagangkan dan

No Seri Tanggal Terbit Maturity Date Coupon Jumlah Metode Penerbitan 57,088,811,152,000

1,380,000,000,000 Lelang SPN-S 14092012 13 Maret 2012 14 September 2012 3.79592% 280,000,000,000 SPN-S 09112012 08 Mei 2012 09 Nopember 2012 3.82887% 905,000,000,000 SPN-S03042013 04 Oktober 2012 03 April 2013 4.69444% 90,000,000,000 SPN-S17042013 18 Oktober 2012 17 April 2013 4.78075% 105,000,000,000

Sukuk Retail (SR) 13,613,805,000,000 Bookbuilding SR004 21 Maret 2012 21 September 2015 6.25000% 13,613,805,000,000

Sukuk Dana Haji Indonesia (SDHI) 15,342,000,000,000 Private Placement SDHI2017A 21 Maret 2012 21 Maret 2017 5.16000% 2,000,000,000,000

SDHI2019A 21 Maret 2012 21 Maret 2019 5.46000% 3,000,000,000,000 SDHI2022A 21 Maret 2012 21 Maret 2022 5.91000% 3,342,000,000,000 SDHI2016A 27 April 2012 27 April 2016 5.03000% 1,000,000,000,000 SDHI2020A 27 April 2012 27 April 2020 5.79000% 1,500,000,000,000 SDHI2018A 30 Mei 2012 30 Mei 2018 6.06000% 2,500,000,000,000 SDHI2015A 28 Juni 2012 28 Juni 2015 5.21000% 1,000,000,000,000 SDHI2020B 28 Juni 2012 28 Juni 2020 6.20000% 1,000,000,000,000 Ijarah Fixed Rate (IFR) 400,000,000,000 Lelang

IFR0010 02 Februari 2012 15 Februari 2036 10.00000% 400,000,000,000 Project Based Sukuk (PBS) 16,714,000,000,000 Lelang

PBS001 27 Februari 2012 15 Februari 2018 4.45000% 5,920,000,000,000 PBS002 27 Februari 2012 15 Januari 2022 5.45000% 1,208,000,000,000 PBS003 27 Februari 2012 15 Januari 2027 6.00000% 2,847,000,000,000 PBS004 27 Februari 2012 15 Februari 2037 6.10000% 6,739,000,000,000

Sukuk Valas 9,639,006,152,000 Bookbuilding

(10)

dipindahtangankan kepemilikannya di pasar sekunder. Adapun outstanding sampai dengan Desember 2012 adalah sebagai berikut:

No Series First Issued

Date Maturity Date Coupon Face Value

1 FR0019 20-Nov-02 15-Jun-13 14.25000% Rp 10,477,341,000,000

2 FR0020 20-Nov-02 15-Dec-13 14.27500% Rp 9,596,751,000,000

3 FR0026 26-Aug-04 15-Oct-14 11.00000% Rp 13,126,479,000,000

4 FR0027 27-Jan-05 15-Jun-15 9.50000% Rp 19,304,000,000,000

5 FR0028 24-Feb-05 15-Jul-17 10.00000% Rp 14,055,716,000,000

6 FR0030 19-May-05 15-May-16 10.75000% Rp 10,491,000,000,000

7 FR0031 16-Jun-05 15-Nov-20 11.00000% Rp 17,899,000,000,000

8 FR0032 1-Sep-05 15-Jul-18 15.00000% Rp 1,434,000,000,000

9 FR0033 26-Jan-06 15-Mar-13 12.50000% Rp 8,500,474,000,000

10 FR0034 26-Jan-06 15-Jun-21 12.80000% Rp 16,756,400,000,000

11 FR0035 16-Feb-06 15-Jun-22 12.90000% Rp 11,023,750,000,000

12 FR0036 20-Apr-06 15-Sep-19 11.50000% Rp 10,735,500,000,000

13 FR0037 18-May-06 15-Sep-26 12.00000% Rp 2,450,000,000,000

14 FR0038 24-Aug-06 15-Aug-18 11.60000% Rp 2,920,757,000,000

15 FR0039 24-Aug-06 15-Aug-23 11.75000% Rp 4,175,000,000,000

16 FR0040 21-Sep-06 15-Sep-25 11.00000% Rp 26,474,000,000,000

17 FR0042 25-Jan-07 15-Jul-27 10.25000% Rp 14,774,100,000,000

18 FR0043 22-Feb-07 15-Jul-22 10.25000% Rp 14,417,000,000,000

19 FR0044 19-Apr-07 15-Sep-24 10.00000% Rp 18,014,000,000,000

20 FR0045 24-May-07 15-May-37 9.75000% Rp 6,400,000,000,000

21 FR0046 19-Jul-07 15-Jul-23 9.50000% Rp 16,855,000,000,000

22 FR0047 30-Aug-07 15-Feb-28 10.00000% Rp 20,840,000,000,000

23 FR0048 27-Sep-07 15-Sep-18 9.00000% Rp 5,675,970,000,000

24 FR0049 14-Feb-08 15-Sep-13 9.00000% Rp 4,438,607,000,000

25 FR0050 24-Jan-08 15-Jul-38 10.50000% Rp 15,686,000,000,000

26 FR0051 15-Jan-09 15-May-14 11.25000% Rp 2,282,123,000,000

27 FR0052 20-Aug-09 15-Aug-30 10.50000% Rp 23,500,000,000,000

28 FR0053 8-Jul-10 15-Jul-21 8.25000% Rp 19,123,793,000,000

(11)

Laporann Keuangan Pem

afik 43: Struk 23

ktur Outstandi

-Sep-10

ding ON Rupiah 15-Sep-1 r 31 Desembe

31 Desember

(12)

No. Seri Jatuh Tempo No. Seri Jatuh Tempo

1 FR0019 15 Juni 2013 22 FR0047 15 Februari 2028

2 FR0020 15 Desember 2013 23 FR0048 15 September 2018

3 FR0026 15 Oktober 2014 24 FR0049 15 September 2013

4 FR0027 15 Juni 2015 25 FR0050 15 Juli 1938

5 FR0028 15 Juli 2017 26 FR0051 15 Mei 2014

6 FR0030 15 Mei 2016 27 FR0052 15 Agustus 1930

7 FR0031 15 Nopember 2020 28 FR0053 15 Juli 2021

8 FR0032 15 Juli 2018 29 FR0054 15 Juli 1931

9 FR0033 15 Maret 2013 30 FR0055 15 September 2016

10 FR0034 15 Juni 2021 31 FR0056 15 September 2026

11 FR0035 15 Juni 2022 32 FR0057 15 Mei 1941

12 FR0036 15 September 2019 33 FR0058 15 Juni 1932

13 FR0037 15 September 2026 34 FR0059 15 Mei 2027

14 FR0038 15 Agustus 2018 35 FR0060 15 April 2017

15 FR0039 15 Agustus 2023 36 FR0061 15 Mei 2022

16 FR0040 15 September 2025 37 FR0062 15 April 1942

17 FR0042 15 Juli 2027 38 FR0063 15 Mei 2023

18 FR0043 15 Juli 2022 39 FR0064 15 Mei 2028

19 FR0044 15 September 2024 40 FR0065 15 Mei 1933

20 FR0045 15 Mei 1937 41 FR0066 15 Mei 2018

21 FR0046 15 Juli 2023

(13)

Laporann Keuangan Pem

k 44: Struktur

i

Tabel 29. Ku

(audited)

r Jatuh Temp

Kupon

upon SBN Ser

1 Desember 2

K

esember 201

(14)

Grafik 45: Tingkat kupon Seri FR per 31 Desember 2012

b. Obligasi Negara Ritel (ORI)

ORI adalah Obligasi Negara yang dijual kepada individu atau perseorangan Warga Negara Indonesia melalui Agen Penjual di pasar perdana. ORI memiliki tingkat kupon yang ditetapkan pada saat penerbitan dan dibayarkan secara periodik. Kupon ORI dibayarkan sebulan sekali (monthly). ORI dapat diperdagangkan dan dipindahtangankan kepemilikannya di pasar sekunder.

Penerbitan ORI merupakan salah satu upaya untuk melaksanakan Strategi Pengelolaan Utang Negara tahun 2010 – 2014 yang telah ditetapkan oleh Menteri Keuangan melalui Keputusan Menteri Keuangan nomor 380/KMK.08/2010. Di dalam dokumen strategi dimaksud ditetapkan bahwa pengembangan pasar sekunder SUN dilakukan antara lain dengan melakukan diversifikasi instrumen SUN melalui SUN Ritel yang mana hal ini sejalan pula dengan upaya memperluas basis investor. Penerbitan ORI merupakan langkah nyata Pemerintah dalam melaksanakan strategi dimaksud. Selain itu, ORI diterbitkan juga dalam rangka memberikan alternatif investasi yang cukup menguntungkan dan aman bagi investor individu, serta memberikan unsur pendidikan bagi investor individu untuk berinvestasi pada instrumen pasar modal seperti ORI. Selama ini investor individu umumnya menyimpan dananya pada instrumen investasi berupa tabungan atau deposito yang notabene instrumen pasar uang. Terlebih dengan belum pulihnya kepercayaan masyarakat umum pada industri reksadana. Selain itu, keberadaan ORI dapat menjadi alternatif lahan investasi yang menjanjikan seperti instrumen investasi lainnya yang sudah ada seperti saham, reksadana dan deposito. Tahun 2012 pemerintah menerbitkan satu seri ORI baru yaitu ORI009 dengan tingkat kupon 6.25% dan mampu menghimpun dana investor sebesar Rp. 12.676.745.000.000 sehingga posisi outstanding pada akhir 2012 menunjukkan ada 4 seri ORI dengan jatuh tempo berkisar antara tahun 2013 sampai dengan tahun 2015.

No Seri Outstanding Jatuh Tempo

1 ORI005 2.662.875.000.000 15 September 2013

2 ORI007 7.813.000.000.000 15 Agustus 2013

3 ORI008 11.000.000.000.000 15 Oktober 2014

4 ORI009 12.676.745.000.000 15 Oktober 2015

Jumlah 21,475,875,000,000

Tabel 30. Nilai dan Jatuh Tempo ORI per 31 Desember 2012

(15)

Laporan

c.

n Keuangan Pem

Obligasi t

Zero coupo

terdapat 1 2013. Zer

dilakukan p

Mi

li

a

r

20 20 20 20 20 20 20 20

merintah Pusat

tanpa bunga

on adalah ob 1 seri ZC den

ro coupon da pelunasan pad

0 2.000 4.000 6.000 8.000 10.000 12.000 14.000

012 012 013 013 014 014 015 016

t Tahun 2012 (

Grafik 46:

Grafik 47: S

(zero coupon

bligasi negara ngan outstan

apat diperdag da tahun 201

ORI005 

ORI005 

(audited)

Struktur Outs

Struktur Jatu

n – ZC)

tanpa bunga

nding berkisar angkan dan 2 .

ORI0

ORI0

Laporan

standing ORI

h Tempo ORI

a yang dijual r dari Rp 1,2 dipindahtang

007 

007 

n Pertanggun per 31 Desem

per 31 Desem

secara disko 263.000.000. ankan kepem

ORI008 

ORI008 

gjawaban SB mber 2012

mber 2012

onto. Berdasa .000 dengan milikannya di

ORI009

O

N Tahun Ang arkan posisi a

masa jatuh pasar sekun

ORI009 

garan 2012 akhir tahun 2 tempo pada der. ZC0003

(16)

d.

No

1 2

Obligasi b

Obligasi be (Sertifikat tahun 201 jatuh temp dipindahta

Ser

ZC0003 ZC0005

Tabel 3

Grafi

Grafik

berbunga me

erbunga meng Bank Indone 2 , terdapat ponya berkis ngankan kepe

i

Rp Rp

31. Nilai Outs

k 48: Struktu

k 49: Struktu

engambang (v

gambang mem esia) berjangk 13 seri VR d sar antara ta emilikannya d

Nilai Ou

p 1.249.000 p 1.263.000

standing dan J

ur Outstanding

r Jatuh Temp

variable rate

miliki tingkat ka 3 bulan. K dengan outsta

ahun 2014 di pasar sekun

tstanding

.000.000,00 .000.000,00

Jatuh Tempo

g Zero Coupo

po Zero Coupo

e bonds – VR

kupon yang d Kupon dibaya

anding berkis sampai deng nder.

Zero Coupon

on (ZC) per 31

on (ZC) per 31

R)

ditetapkan se rkan secara sar dari Rp 3, gan 2020. O

Jatuh Temp

20 Nopembe 20 Februar

(ZC) per 31 D

Desember 2

1 Desember 2

cara periodik periodik setia ,20 T sampai bligasi jenis

po

er 2012 ri 2013

Desember 20

012

2012

k berdasarkan ap 3 (tiga) b i dengan Rp VR dapat di

Ket

Lunas

12

n tingkat bung ulan. Sampai 25 T dengan iperdagangka

(17)

Laporann Keuangan Pem

n Jatuh Temp

Struktur Outs

ariable Rate (

per 31 Desem

N Tahun Ang

Jatuh Tem

25 Desember 2

25 April 2

25 November 2

25 Maret 2

25 Oktober 2

25 Februari 2

25 September 2

25 Januari 2

25 Juli 2

25 Agustus 2

25 Agustus 2

25 Desember 2

(18)

e. Surat Per

SPN merup 16 seri SP SPN12130 SPN03130 tahun 201

Mi

li

a

r

rbendaharaa

pakan instrum PN yaitu SPN 0704, SPN12 0304, SPN12

3. SPN dapat

2010 2012 2013 2014 2016 2017 2019 2020 2021

0 500 1.000 1.500 2.000 2.500 3.000 3.500

Grafik 51: S

n Negara (SP

men utang jan N12130111, 2130812, S 2131204 de t diperdagang

Grafik 52: S

Struktur Jatu

PN)

gka pendek d SPN121302 PN12130912 engan outstan

gkan dan dipin

Struktur Outs

uh Tempo VR

dengan penerb 08, SPN121 2, SPN03130

nding berkisa ndahtanganka

standing SPN

per 31 Desem

bitan secara d 30307, SPN 0107, SPN1 r Rp 500 M an kepemilikan

per 31 Desem

mber 2012

diskonto. Sam 12130404, S 2131007, S dan Rp 3,3 nnya di pasar

mber 2012

mpai akhir tah SPN1213050 SPN03130213

T yang akan sekunder.

hun 2012 , ter 02, SPN1213

3, SPN1213 n jatuh tempo

(19)

Laporan f.

n Keuangan Pem Surat Uta

nesia (SRBI01 bersamaan de

h kepada Ba 1). Kupon SUP engan pembay

bel 33.Nilai d

Grafik

(audited) epada BI

nk Indonesia P dibayarkan yaran bunga.

O

an Outstandin

53: Struktur

SRBI‐01/MK/2

52%

SU‐007/MK/20

20%

Laporan terdiri dari l secara period

Outstanding 18,077,49 48,921,47 126,390,77 46,754,71 240,144,46

ng Surat Utan

Outstanding ima seri yaitu dik setiap 6 (e

U‐002/MK/1998

7%

gjawaban SB u SU002, SU enam) bulan s

Jat

h per 31 Dese

Desember 201

8 (3) 

SU‐004/MK/19

21%

N Tahun Ang U004, SU007

yaran cicilan

(20)

g. Surat Ber

r tahun 2012 IFR0007, IFR ngan 2036 d ana Haji Indo

B, SDHI2017 asa jatuh tem

erbitkan SBS

Grafik 54: S

ah Negara (S

2 , terdapat R0008, IFR dengan tingka

nesia) yaitu 7A, SDHI2019 mpo 2013 sam

SN seri PBS (P

an antara 4,4

eri at imbalan an SDHI2013A, 9A, SDHI202 mpai dengan t

Project Based

h Tempo SUP

d rate SBSN 02, SR-003, ntara 8,15% SDHI2014A 22A, SDHI20 ahun 2022. D

d Sukuk).deng dengan 6,10% Di samping itu gan masa jatu %. ngan masa ja

an 12,00%. 4B, SDHI2014 020A, SDHI20 u pada tahun

uh tempo ant

O

, IFR0003, I atuh tempo a

Selain itu ter 4C, SDHI201 018A, SDHI2 2012 ini, pe tara tahun 20

Outstanding antara tahun rdapat 8 seri 14D, SDHI2 2015A, SDHI2

emerintah Ind 018 sampai d

(21)

Laporann Keuangan Pem

IFR0001 IFR0002

t Tahun 2012 (

afik 55: Struk

IFR0003 IFR0004 IFR0005 IFR0006

(audited)

ktur Outstand IFR0006 IFR0007 IFR0008 IFR0010 PBS001

n Jatuh Temp

ding Fixed Rat

PBS001 PBS002 PBS003 PBS004

SDHI2013A

po SBSN Rup

te SBSN per 3

SDHI2013A SDHI2014A SDHI2014B SDHI2014C

SDHI

SDHI 2021A SDHI 2021B SDHI2017A

N Tahun Ang 2,855,000,

SDHI2019A SDHI2022A SDHI2016A SDHI2020A

SDHI2018A SDHI2015A SDHI2020B

(22)

b

l

T

a

h

u

n

0,00% 2,00% 4,00% 6,00% 8,00% 10,00% 12,00% 14,00%

Im

b

a

la

n

2010 2012 2013 2015 2017 2019 2021 2023 2025 2027 2029 2031 2033 2035 2037

T

a

h

u

n

Grafik 56

Grafik 57: St

: Tingkat Imb

truktur Jatuh

balan SBSN pe

Tempo SBSN

er 31 Desemb

N per 31 Dese

Seri

ber 2012

(23)

Laporann Keuangan Pem

nya seperti OR donesia mela n dan dibaya

ngkan dan dip

n SR dimaks an alternatif

si dalam inst lahan investas ito.

12, pemerin un dana inv kan ada 3 seri

RI, Sukuk Rite lui Agen Pen arkan secara pindahtangank

sudkan untuk instrumen ri trumen pasar si yang menja

ntah menerbi

el (SR) adalah jual di pasar a periodik. kan kepemilik

k memperluas itel berbasis modal yang anjikan sepert

tkan satu se sar Rp. 13.

atuh tempo b

O

l 35. Nilai dan

Struktur Outs SR002 

Laporan h Obligasi Neg perdana. SR

Imbal hasil annya di pasa

s pembiayaan syariah, dan aman dan m ti instrumen in

eri SR yaitu

n Jatuh Temp

standing SR

S

n Pertanggun gara yang diju R memiliki tin

SR dibayark ar sekunder.

n sumber AP n memberikan enguntungkan nvestasi lainn

SR004 deng 0.000 sehing a tahun 2013

60.000.000 ual kepada in ngkat imbal h kan sebulan

PBN, diversif n kesempata n. Selain itu nya yang suda

gan tingkat i gga posisi o

3 sampai deng

Jatuh

N Tahun Ang dividu atau pe hasil yang dit

sekali (mon

fikasi investo an kepada in

, keberadaan ah ada sepert

imbal hasil 6

outstanding

gan tahun 201

h Tempo

0 Januari 201

3 Februari 201

September 201

or dan onstr vestor kecil n SR dapat m i saham, reks

(24)

Grafik 59: Struktur Jatuh Tempo ORI per 31 Desember 2012

C. Surat Berharga Negara Berdenominasi Valas

Surat Berharga Negara (SBN) saat ini telah menjadi sumber utama dalam pemenuhan target pembiayaan dalam APBN karena mempunyai pengaruh yang signifikan. Dalam rangka pemenuhan target tersebut pemerintah semaksimal mungkin berusaha terus menggali potensi sumber pembiayaan dari dalam negeri, yaitu dengan menerbitkan SBN berdenominasi Rupiah di pasar domestik. Namun, dengan pertimbangan beberapa hal seperti daya serap pasar obligasi dalam negeri yang masih terbatas dan kebutuhan untuk pemenuhan benchmark atas obligasi Indonesia dalam denominasi USD, maka Pemerintah memutuskan untuk melakukan penerbitan obligasi negara dalam valuta asing di pasar internasional mengacu pada Undang-Undang nomor 24 tahun 2002 tentang Surat Utang Negara.

Sampai dengan akhir tahun 2012 , terdapat 20 seri SBN Valas dengan 17 seri memiliki denominasi USD dan 3 seri dengan denominasi JP¥ yaitu seri RIJPY0719 dan RIJPY1120 dan RIJPY1122. SUN valas tersebut memiliki tingkat kupon mulai dari 1,13% sampai dengan 11,625% dengan masa jatuh tempo mulai dari tahun 2014 sampai dengan 2038. Selain itu terdapat 3 seri SBSN Valas yaitu seri SNI14 sebesar USD 650.000.000 setara Rp. 5,8 T dan USD 1.000.000.000 setara Rp. 9.07 T serta SNI22 sebesar USD 1.000.000.000 setara Rp.18.38 T.

No Seri Jatuh Tempo Kupon Outstanding

Valas Rupiah

1 RI0014 10-Mar-14 6.75000% USD 1,300,000,000 12,571,000,000,000

2 RI140504 4-May-14 10.37500% USD 1,000,000,000 9,670,000,000,000

3 RI0015 20-Apr-15 7.25000% USD 1,000,000,000 8,703,000,000,000

4 RI0016 15-Jan-16 7.50000% USD 900,000,000 9,670,000,000,000

5 RI0017 9-Mar-17 6.87500% USD 1,000,000,000 18,373,000,000,000

6 RI0018 17-Jan-18 6.87500% USD 1,900,000,000 15,472,000,000,000

7 RI190304 4-Mar-19 11.62500% USD 2,000,000,000 14,505,000,000,000

8 RI0035 12-Oct-35 8.50000% USD 1,600,000,000 19,340,000,000,000

2011 2011 2012 2012 2013 2013 2014 2014 2015 2016

(25)

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Tahun 2012 (audited)

Laporan Pertanggungjawaban SBN Tahun Anggaran 2012 -553-

9 RI0037 17-Feb-37 6.62500% USD 1,500,000,000 19,340,000,000,000

USD 25.600.000.000 247,552,000,000,000

JPY 155.000.000.000 17,355,350,000,000

264,907,350,000,000

Tabel 36. Outstanding dan Jatuh Tempo SBN Valas per 31 Desember 2012

(26)

2010

rafik 61: Stru

rafik 62: Ting

RI

uktur Jatuh Te

kat Kupon/Im

empo SBN Va

mbalan SBN Va

(27)

Laporan

Secara

V. M

Su se

Mi

li

a

r

n Keuangan Pem

umum, struk

UTASI SURA

urat Berharga bab lainnya. A

0 100000 200000 300000 400000 500000 600000

merintah Pusat

tur Surat Ber

Grafik 6

AT BERHARG

a Negara dap Adapun ringka

IF

R

S

D

HI

P

B

S

t Tahun 2012 (

rharga Negara

63: Struktur O

GA NEGARA

pat berubah s asan perubah

P

B

S

S

R

S

P

N

S

(audited)

a pada akhir t

Outstanding S

SELAMA TA

saldonya akib an posisi SBN

S

N

I

S

P

N ZC

Laporan tahun 2012 d

SUN dan SBS

AHUN 2012

bat adanya p N tahun 2012

F

R

O

RI VR

n Pertanggun dapat digamba

N Rupiah per

penerbitan ba 2 adalah seba

V

R RI

RIJ

P

Y

gjawaban SB arkan sebaga

31 Desember

aru, pelunasan gai berikut:

S

U

N Tahun Ang ai berikut:

r 2012

n, pembelian

garan 2012 kembali atau

(28)

Tabel 37: Mutasi Principle Outstanding SBN Tahun 2012

Memperhatikan tabel di atas, dapat dilihat adanya perubahan yang cukup signifikan berupa meningkatnya porsi SBN berbunga tetap (FR) dan menurunnya porsi SBN berbunga mengambang (VR) serta menurunnya porsi Surat Utang Pemerintah kepada Bank Indonesia. Hal ini sejalan dengan upaya Pemerintah untuk menurunkan risiko tingkat bunga dengan meningkatkan porsi fixed rate bonds dalam portofolio SBN.

VI. PENCAPAIAN TARGET APBN TA 2012

Target APBN atas pengelolaan Surat Berharga Negara (SBN) ditetapkan dalam dua pos yaitu pos Bunga Utang SBN dan Kewajiban Biaya Lain (SUN + SBSN) serta Cicilan Pokok Utang Dalam Negeri yang menjadi fungsi Bagian Anggaran Bendahara Umum Negara Pengelolaan Utang (999.01)

A. Bunga Utang Surat Berharga Negara

Berdasarkan APBN-P TA 2012 , total pagu Bunga dan Biaya Utang SBN Dalam Negeri ditetapkan sebesar Rp 84.749.300.000.000 sementara realisasi pembayaran bunga dan biaya SBN Dalam Negeri mencapai Rp 69.537.803.731.618, sehingga terdapat sisa pagu anggaran sebesar Rp 15.211.496.268.382. Secara prosentase, realisasi pembayaran bunga utang dalam negeri mencapai 82,05%.

No Je nis SBN 31 De s e mbe r 2012 31 De s e mbe r 2011 Mutas i

1 2 3 4 5= (3-4)

1 IFR 17,136,700,000,000 16,736,700,000,000 400,000,000,000

2 SDHI 35,783,000,000,000 23,783,000,000,000 12,000,000,000,000

3 SR 28,989,075,000,000.00 20,931,560,000,000 8,057,515,000,000

4 PBS 16,714,000,000,000 0 16,714,000,000,000

5 SPN-S 195,000,000,000 1,320,000,000,000 -1,125,000,000,000

6 SNI 25,625,500,000,000 14,962,200,000,000 10,663,300,000,000

1,650,000,000 1,650,000,000 0

7 SPN 22,820,000,000,000 29,900,000,000,000 -7,080,000,000,000

8 ZC 1,263,000,000,000 2,512,000,000,000 -1,249,000,000,000

9 FR 576,240,761,000,000 474,525,756,000,000 101,715,005,000,000

10 ORI 34,152,620,000,000 42,616,370,000,000 -8,463,750,000,000

11 VR 122,754,933,000,000 135,063,416,000,000 -12,308,483,000,000

12 RI 221,926,500,000,000 169,571,600,000,000 52,354,900,000,000

22,950,000,000 18,700,000,000 4,250,000,000

13 RIJPY 17,355,350,000,000 11,096,000,000,000 6,259,350,000,000

155,000,000,000 95,000,000,000 60,000,000,000

14 SU 240,144,465,084,155 244,636,437,364,007 -4,491,972,279,852

USD 22,950,000,000 18,700,000,000 4,250,000,000

JPY 155,000,000,000 95,000,000,000 60,000,000,000

Rp. 1,361,100,904,084,150 1,187,655,039,364,010 173,445,864,720,148

(29)

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Tahun 2012 (audited)

Laporan Pertanggungjawaban SBN Tahun Anggaran 2012 -557- Pagu Bunga Utang SBN Valas ditetapkan sebesar Rp 17.051.800.000.000 sementara realisasi pembayaran bunga dan biaya SBN valas mencapai Rp 15.940.825.138.918, sehingga terdapat sisa pagu anggaran sebesar Rp 1.110.974.861.082. Secara prosentase, realisasi pembayaran bunga utang valas mencapai 93,48%.

B. Surat Berharga Negara Neto

Surat Berharga Neto adalah selisih antara SBN yang diterbitkan dengan SBN yang jatuh tempo dan yang dibeli kembali. Mengingat target pembiayaan SBN dalam APBN ditetapkan dalam bentuk penerbitan SBN Neto, maka Pemerintah memiliki fleksibilitas untuk menentukan jumlah penerbitan SBN dan jumlah pembelian kembali.

Untuk tahun 2012 , realisasi SBN Neto mencapai Rp 159.704.323.637.096. Adapun rincian sebagaimana terlampir di bawah ini.

Keterangan: Realisasi SBN Neto dengan Penerimaan dan Pembayaran Utang Bunga

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

DR. H. SUSILO BAMBANG YUDHOYONO

Akun Jumlah

Penerbitan SBN

Penerbitan SPN 711411 30,520,000,000,000.00

Penerbitan SUN Dalam Negeri 711421 146,780,745,000,000.00

Penerimaan Utang Bunga (Accrued Interest) Dalam Negeri 711422 2,251,726,240,000.00

Penerimaan Penerbitan SBSN-Jangka Panjang 711441 46,069,805,000,000.00

Penerimaan Penerbitan SPNS Syariah 711451 1,380,000,000,000.00

Penerimaan Imbalan SBSN-jangka Panjang 711442 171,346,293,000.00

Penerbitan SUN - Valas 711611 46,018,969,099,520.00

Penerbitan SBSN - Valas 712341 9,639,006,152,000.00

Penerimaan Utang Bunga (Accrued Interest) - Valas 712312 65,670,205,270.00

Total Penerbitan SBN 282,897,267,989,790.00

Pembiayaan SBN

Pelunasan SPN 721311 37,600,000,000,000

Pelunasan SUN - Dalam Negeri 721321 58,582,418,279,852

Pembelian Kembali SUN Dalam Negeri 721322 12,996,527,000,000

Pembayaran Utang Bunga (Accrued Interest) - Dalam Negeri 721324 2,384,108,740,000

Pembayaran Utang Bunga (Accrued Interest) - Valas 722313 67,699,621,842

Pelunasan SPN-S 721351 2,505,000,000,000

Pelunasan SBSN-Jangka Panjang 721341 8,898,290,000,000

Pembayaran imbalan dibayar dimuka SBSN Dalam Negeri-Jangka Panjang 721343 158,900,711,000

Pelunasan SUN -Valas 722311

-Pembelian kembali SUN-Valas 722312

-Pembayaran imbalan dibayar dimuka SBSN Valas-Jangka Panjang 722343

-Total Pelunasan SBN 123,192,944,352,694

SBN Neto 159,704,323,637,096

Gambar

Gambar 1. Struktur Surat Berharga Negara
Tabel 21. Jenis dan Outstanding SPN tahun 2012
Tabel 22. Realisasi Penerbitan SUN Valas s.d. 31 Desember 2012
Tabel 24. Rincian realisasi pelaksanaan Debtswitching tahun 2012
+7

Referensi

Dokumen terkait

Saham yang dibeli kembali oleh Emiten atau Perusahaan Publik dapat dijual kembali di luar bursa pada nilai pasar wajar, tetapi tidak lebih rendah dari harga pembelian kembali

Risiko yang mungkin timbul atas investasi pada SUN antara lain adalah risiko likuiditas (Liquidity Risk) ; yaitu risiko yang disebabkan karena tidak likuidnya perdagangan SUN di

Pengujian efek perdagangan tidak sinkron (thin market) di pasar modal yang sedang berkembang ( emerging market ) terhadap bias nilai beta pasar telah dilakukan oleh beberapa

Pengaruh volume perdagangan yang tidak signifikan terhadap indeks harga saham gabungan di Bursa Efek Indonesia dimungkinkan karena informasi tentang kondisi pasar akan

Saham yang dibeli kembali oleh Emiten atau Perusahaan Publik dapat dijual kembali di luar bursa pada nilai pasar wajar, tetapi tidak lebih rendah dari harga pembelian

Jika terdapat bukti obyektif bahwa kerugian penurunan nilai telah terjadi atas instrumen ekuitas yang tidak memiliki kuotasi harga di pasar aktif dan tidak

Saham yang dibeli kembali oleh Emiten atau Perusahaan Publik dapat dijual kembali di luar bursa pada nilai pasar wajar, tetapi tidak lebih rendah dari harga

Berdasarkan Peraturan Bappebti Nomor 8 Tahun 2021 tentang Pedoman Penyelenggaraan Perdagangan Pasar Fisik Aset Kripto Crypto Asset di Bursa Berjangka, aset kripto adalah komoditas