Audit Internal Bank Peran Audit Internal

Teks penuh

(1)

Audit Internal Bank

Peran Audit Internal dalam Bank

Bank sebagai penghimpun dana masyarakat memiliki posisi strategis dalam perekonomian suatu negara. Tersedia atau tidaknya dana masyarakat melalui perbankan akan mempengaruhi perkembangan pembangunan karena dapat mempengaruhi produktifitas masyarakat yang tidak memiliki kecukupan modal untuk berproduksi. Penyaluran dana dalam bentuk kredit biasanya mendominasi sebagian besar pengalokasian dana bank, oleh karena itu memang sudah sepantasnya bila bank memberikan perhatian yang lebih kepada kegiatan perkreditan dengan melakukan pengawasan pada bidang perkreditan tersebut.

Salah satu cara yang dapat membantu perusahaan dalam menilai keefektifan prosedur pemberian kredit adalah dengan adanya audit internal yang memadai.

Menurut Sawyer dkk. bahwa, “Sasaran utama aktivitas audit internal adalah untuk membantu pihak manajemen dan dewan komisaris dalam melaksanakan tanggung jawabnya secara efektif. Untuk itu, audit internal akan memberikan analisis, rekomendasi, saran, dan informasi kepada mereka yang berkaitan dengan aktivitas yang ditelaah.”

Tingkat persaingan antar bank dan risiko perkreditan yang tinggi menyebabkan pihak manajemen bank perlu menerapkan suatu pengendalian internal yang memadai.

Pengendalian internal yang memadai pada dasarnya bertujuan untuk melindungi harta milik perusahaan dengan meminimalkan kemungkinan terjadinya penyelewengan, pemborosan, kemacetan kredit, serta meningkatkan efisiensi dan efektifitas kerja. Dengan pengendalian internal yang memadai diharapkan dapat menjamin proses pemberian kredit tersebut sehingga akan terhindar dari kesalahan-kesalahan seperti penyelewengan, pemborosan, kemacetan kredit, serta meningkatkan efisiensi dan efektifitas kerja.

Menurut Sawyer audit internal modern menyediakan jasa-jasa yang mencakup pemeriksaan dan penilaian atas kontrol, kinerja, risiko, dan tata kelola (govermance) perusahaan publik maupun privat. Aspek keuangan hanyalah salah satu aspek saja dalam lingkup pekerjaan audit internal.

(2)

Deskripsi Audit Internal Bank

Bank Indonesia melalui PBI nomor 1/6/PBI/1999 telah mempertimbangkan pentingnya menjaga dan mengamankan kegiatan usaha Bank dengan mewajibkan pelaksanaan Fungsi Audit Internal Bank yang efektif melalui pembentukan Satuan Kerja Audit Internal (SKAI).

Fungsi Audit Internal Bank sangat penting karena peranan yang diharapkan dari fungsi tersebut untuk membantu semua tingkatan manajemen dalam mengamankan kegiatan operasional bank yang melibatkan dana dari masyarakat luas. Dengan penerapan Standar Pelaksanaan Fungsi Audit Internal Bank (SPFAIB) diharapkan fungsi tersebut dapat berjalan dengan benar dan sesuai dengan ukuran minimal yang harus dipatuhi oleh semusa Bank Umum di Indonesia.

Dengan SPFAIB juga diharapkan juga adanya penjabaran dari misi, kewenangsn, interdependensi, dsan ruang lingkup dari audit internal.

Sesuai dengan ketentuan SPFAIB, misi dari audit internal adalah terpenuhinya secara baik kepentingan bank dan masyarakat penyimpan dana. Hal ini perlu dikemukakan karena sebagai badan usaha, di dalam bank terdapat dan bertemu berbagsi macam kepentingan dari pihak-pihak terkait, sepeerti pemilik, manajemen, karyawan, dan nasabah. Meskipunterdapat perbedaan kepentingan di antara pihak-pihak terkait tersebut, namun pada dasarnya kepentingan tersebut mempunyai tujuan yang sama yaitu tercapainya bank yang sehat dan mampu berkembang secara wajar.

Dalam kaitan tersebut, Audit Internal Bank harus dapat menempatkan fungsinya di atas berbagai kepentingan tersebut untuk memastikan terwujudnya bank yang sehat, berkembang secara wajar dan dapat menunjang perekonomian nasional. Agar misi tersebut dapat terlaksana dengan baik, diperlukan mekanisme pengendalian umum dalam setiap bank di Indonesia.

Sesuai dengan ketentuan SPFAIB tugas dan fungsi dari Satuan Kerja Audit Internal (SKAI) adalah sebagai berikut :

1. Membantu Direktur Utama dan Dewan Komisaris dengan menjabarkan secara operasional perencanaan, pelaksanaan dan pemantauan atas hasil audit.

2. Auditor Internal mewakili pandangan dan kepentingan profesinya dengan membuat analisis dan penelitian di bidang keuangan, akuntansi, operasional dan kegiatan lainnya melalui pemeriksaan secara on-site dan pemantauan secara off-site serta memberi saran perbaikan dan informasi yang objektif tentang kegiatan yang di-review kepada semua tingkatan manajemen.

3. SKAI harus mampu mengidentifikasikan segala kemungkinan untuk memperbaiki dan meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya dan dana.

Dewan Komisaris harus menjamin agar SKAI dapat melaksanakan tugas secara Independen. Dalam hal ini Dewan Komisaris wajib melakukan review atas perencanaan dan pelaksanaan audit serta pemantauan atas tindak lanjut hasil audit dalam rangka menilai kecukupan pengendalian internal termasuk kecukupan proses pelaporan keuangan.

(3)

Terpenuhinya secara baik kepentingan bank dan masyarakat penyimpanan dana merupakan bagian dari misi Audit internal bank.

Audit internal bank harus dapat menempatkan fungsinya di atas berbagai kepentingan untuk memastikan terwujudnya bank yang sehat, berkembang secara wajar dan dapat menunjang perekonomian nasional. Pekerjaan audit internal harus mencakup seluruh aspek dan unsur kegiatan bank yang secara langsung ataupun tidak langsung diperkirakan dapat mempengaruhi tingkat terselenggaranya secara baik kepentingan bank dan masyarakat. dalam hubungan ini, selain pemeriksaan dan penilaian atas kecukupan dan efektivitas struktur pengendalian internal dan kualitas pelaksanaannya, juga mencakup segala aspek dan unsur dari organisasi bank sehingga mampu menunjang analisis yang optimal dalam membantu proses pengambilan keputusan oleh manajemen. Modul Audit Internal ini merupakan kelanjutan dari beberapa modul yang telah diterbitkan oleh IBI dalam bidang perbankan. Isi modul ini terbagi menjadi lima bagian yaitu Banking Knowledge, Banking Product and Regulation, Bank Accounting, Principles and Processes of Internal Audit, dan Audit Engagement and Follow Up Monitoring.

Penyusunan materi ini dilakukan oleh tim penyusun yang berasal dari kalangan auditor internal perbankan. Modul ini diharapkan dapat menjadi salah satu materi pelatihan untuk uji kompetensi bidang audit internal dan sumber pengetahuan tentang kompetensi pimpinan bidang audit internal, di samping menjadi salah satu upaya program peningkatan kompetensi bankir di Indonesia secara keseluruhan.

Baturaja, 26 Oktober 2017

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...