Strategi dalam Bisnis Internasional: Keuntungan, Pergerakan Faktor Produksi dan Konfigurasi Nasional
Dalam bisnis internasional, hal yang paling utama adalah strategi pengoperasian bisnis. Secara praktiknya, dalam bisnis tentu diperlukan manajemen yang handal untuk menciptakan keuntungan yang sebesar-besarnya. Perusahaan diharapkan dapat bekerja secara fleksibel dalam merespon perubahan pasar yang berubah secara drastis pada setiap waktu, tidak hanya itu perusahaan diharapkan dapat memberikan patokan khusus terhadap pasar secara kontinu untuk mendapatkan praktik pengoperasian dan hasil yang terbaik. Sehingga dibutuhkan strategi pengoperasian bisnis untuk menciptakan efisiensi dan keuntungan maksimal. Berbicara mengenai strategi dan keuntungan, penulis dalam paper ini akan membahas mengenai apa strategi bisnis itu sendiri berkaitan dengan output positif yang dihasilkannya yaitu keuntungan. Bentuk keuntungan yang dipilih ini secara tidak langsung juga menentukan strategi yang dipilih oleh MNC maupun negara sebagai aktor internasional. Disisi lain penulis juga akan membahas mengenai kemungkinan efek negatif dari keputusan strategis yang diambil oleh aktor dengan melihat bagaimana peran negara dalam mengatasi hal tersebut.
kofigusasi penyampaian dengan cara berbeda-beda disertai akses berdasar geografi atau skala konsumen.
Hal utama yang harus diperhatikan selanjutnya dalam strategi bisnis internasional adalah mengenai keuntungan, keuntungan pada dasarnya dibagi menjadi dua yaitu, keuntungan komparatif dan keuntungan kompetitif. Keuntungan komparatif pada dasarnya dapat tercapai jika suatu negara mampu memproduski barang dan jasa dengan total produksi yang lebih banyak dan harga lebih murah dibanding negara lainnya. Contohnya adalah buruh di Tiongkok yang berlimpah dibayar dengan harga murah atau kekayaan minyak yang berlimpah di negara-negara Timur – Tengah (Carbaugh 2008). Sedangkan keuntungan kompetitif dapat dicapai jika suatu perusahaan mampu melakukan inovasi sebuah produk mulai dari harga, bentuk hingga ukuran dalam usaha berkompetisi dengan pihak lawan. Contohnya yaitu perusahaan teknologi Samsung yang menjadi innovator utama yang meluncurkan tv layar datar (Porter 1990). Berdasarkan pengertian tersebut kedua keuntungan yaitu komparatif dan kompetitif bekerja berdasar dua aktor yang berbeda, namun pada kenyataannya kondisi dunia yang semakin kompleks disebabkan karena adanya perpindahan faktor produksi yang semakin masif dari tahun ke tahun menyebabkan satu aktor dapat mengejar keuntungan lainnya untuk menjaga eksistensinya. Perpindahan faktor produksi diantaranya mencakup adanya global value chain dari perusahaan-perusahaan multinasional yang merupakan bagian dari strategi bisnis dari perusahaan-perusahaan tersebut.
and rivalry, yaitu kondisi dimana perusahaan diatur dan dibentuk dalam menghadapi persaingan antar perusahaan dalam negeri dan perusahaan luar negeri (Porter 1990).
mengungkapkan bahwa FDI dijalankan oleh setiap negara didunia berdasarkan dua faktor yaitu, faktor permintaan dan faktor biaya. Faktor pertama yaiu faktor permintaan, hadir karena adanya keinginan untuk mecari keuntungan sebanyak-banyaknya dan pasar baru serta sumber daya didalamnya. Hal ini terjadi ketika masyarakat satu negara tidak puas dengan distribusi barang dan jasa di negaranya, selain itu dapat terjadi ketika perusahaan induk telah berhasil menemukan kapasitas produksi yang memadai dalam memenuhi kebutuhan domestik. Jika hal itu terjadi perekonomian negaranya akan meningkat secara drastis sehingga keinginan untuk melakukan ekspansi terhadap negara lain juga meningkat, oleh karena itu diperlukan penerapan kebijakan operasional terhadap produksi dari luar negeri. Faktor kedua yaitu biaya, maksudnya adalah perusahaan-perusahaan induk berhasil mereduksi biaya faktor produksi secara keseluruhan, baik material maupun jasa. Dengan kata lain FDI merupakan patokan peraturan yang dibuat oleh setiap negara didunia untuk membatasi jumlah investasi asing yang masuk kedalam negara dengan tujuan untuk melindungi proses kompetisi dalam suatu negara.
Refrensi:
Carbaugh, Robert J. 2008. “International Factor Movements and Multinational Enterprises“, in International Economics, Thompson, pp.304-334
Froot, Kenneth A. 1993. Foreign Direct Investment. Chicago: University of Chicago Press.
Porter, Michael A. 1990. The Competitive Advantage of Nations. Harvard Business Review March-April. Hal 74-91