• Tidak ada hasil yang ditemukan

Model Pintu Pak Tani Berbahan Kayu dan Ban Sebagai Pintu Irigasi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Model Pintu Pak Tani Berbahan Kayu dan Ban Sebagai Pintu Irigasi"

Copied!
1
0
0

Teks penuh

(1)

95

DAFTAR PUSTAKA

Anonim, 1961, Peraturan Konstruksi Kayu Indonesia NI-5, PKKI-1961, Departemen Pekerjaan Umum.

Ginting Makmur, 2014, Rekayasa Irigasi, USUpress, Medan.

Nursyirwan Iwan, Pintu Air Otomatis dari Ferrosemen, Jurnal Teknik Hidraulika, No.2 Th II-1987, Himpunan Ahli Teknik Hidraulik Indonesia.

Puslitbang Pengairan, Balitbang PU, Departemen Pekerjaan Umum, 1995-1996, Pintu Klep Otomatis Tahan korosi.

Puslitbang Pengairan, Balitbang PU, Departemen Pekerjaan Umum, 1998-1999, Pintu Bilas Otomatis pada Saluran Irigasi Pasang Surut.

Puslitbang Pengairan, Balitbang PU, Departemen Pekerjaan Umum, 1999-2000, Prototip Pintu Bilas Otomatis pada Saluran Drainase Irigasi Pasang Surut di Sumatera Selatan.

Puslitbang Teknologi Sumber Daya Air, Balitbang Permukiman dan Pengembangan Wilayah, Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah, 2000, Pengkajian Penyempurnaan Tata Air Irigasi Pasang Surut dengan Pintu Klep dan Pintu Bilas/Stoplog Otomatis.

Puslitbang Sumber Daya Air, Balitbang Permukiman dan Prasarana Wilayah, Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah, 2001, Pengkajian dan Penerapan Hasil Penelitian Tentang Pintu Klep-Stoplog Otomatis Pada Saluran Drainase Tersier, Irigasi Pasang Surut.

Schaum, 1995, Fluid Mechanics and Hydraulics, McGraw-Hill.

Suripin, 2004, Sistem Drainase Perkotaan yang Berkelanjutan, Andi Offset, Yogyakarta.

Triatmodjo Bambang, 1992, Hidrolika I, Beta Offset, Yogyakarta.

Triatmodjo Bambang, 1993, Hidrolika II, Beta Offset, Yogyakarta.

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan penelitian ini, melihat dari hasil data yang telah diperoleh kondisi model bangunan pendukung tipe II lebih ideal digunakan karena sedimen mudah tertumpuk di

Departemen Permukiman dan Pengembangan Wilayah - Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi dan Prasarana Jalan, No.023/T/BM/1999 SK.No.76/KPTS/Db/ 1999., 1999.. Pedoman

Subdit Irigasi Air Tanah Rawa dan Pantai Direktorat Bina Teknik Departemen.. Permukiman dan

Berdasarkan penelitian ini, melihat dari hasil data yang telah diperoleh kondisi model bangunan pendukung tipe II lebih ideal digunakan karena sedimen mudah tertumpuk di

Berdasarkan penelitian ini, melihat dari hasil data yang telah diperoleh kondisi model bangunan pendukung tipe II lebih ideal digunakan karena sedimen mudah tertumpuk di

Maka dari itu , penelitian ini dirancang agar sedimentasi pada hulu dan hilir pintu tidak menyebabkan pintu macet dan tersendat dengan perancangan bangunan

Dari hasil data yang telah diperoleh, kondisi model bangunan pendukung tipe II lebih ideal digunakan karena sedimen mudah tertumpuk di depan pintu sehingga mudah untuk

Menurut Pt T-06-2000-C dari Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah agregat halus yang digunakan untuk campuran batako berlubang adalah pasir beton dengan